- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1034

Lepas Tukik di Pantai Yeh Gangga, Gubernur Bali Tekankan Masyarakat Jaga Taksu Bali

TABANAN – Pantaubali.com -Gubernur Bali, I Wayan Koster menekankan agar masyarakat senantiasa menjaga taksu Bali sebagai salah satu pendongkrak sektor pariwisata dengan menjaga alam dan lingkungan. Hal itu terungkap saat pihaknya melepas Tukik (Anak Penyu) di Pantai Yeh Gangga Desa Sudimara Kabupaten Tabanan, Sabtu (12/10).

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bali N Adi Wiryatama, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Menurut I Wayan Koster, Bali merupakan pulau yang sangat unik, selain potensi pariwisata yang merupakan potensi unggulan, Bali juga memiliki masyarakat yang selalu menerapkan keseimbangan dalam menjalani hidup dengan berpedoman pada Tri Hita Karana.
Menurutnya, potensi yang dimiliki Pantai Yeh Gangga yang ada di Kabupaten Tabanan, harus bisa dikelola dengan maksimal bahkan kalau bisa dikelola oleh orang lokal.

“Ini merupakan acara yang luar biasa, karena momen ini bertepatan dengan Tumpek Kandang, dimana kegiatan ini merupakan bentuk dari keedulian kita terhadap sekala niskala, krena kedua hal ini selalu berdampingan dalam kehidupan kita di Bali,” ungkap Koster.

Dirinya menambahkan, acara ini juga  merupakan wujud nyata dari pelaksanaan program visi Pemprov Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menpunyai makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali berserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala niskala yang dilaksanakan dengan pola pembangunan semesta Berencana yang telah diterapkan.

“Isi alam salah satunya adalah manusia, tumbuhan dan binatang, seperti Tukik (anak penyu) yang keberadaannya sudah sangat langka. Sebelum kita lepas Tukik, mereka kita upacarai dulu untuk memberikan penguatan kehidupan agar mereka mendapat restu dari alam untuk bertahan. Ini merupakan warisan leluhur yang sangat luar biasa, keseimbangan sekala niskala harus selalu kita terapkan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, supaya alam Bali beserta isinya terus berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara Wabup Sanjaya mengawali sambutannya mengatakan tradisi Tumpek Kandang yang rutin dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali merupakan bentuk kepedulian umat Hindu terhadap lingkungan alam, salah satunya hewan seperti Tukik. Dijelaskannya, Pelepasliaran Tukik adalah bentuk penyeimbangan alam serta wujud pelestarian karena Tukik termasuk hewan yang sudah langka keberadaannya.

“Kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tabanan mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan Gubernur Bali terhadap lingkungan, khususnya lingkungan pantai Yeh Gangga. Hal ini selaras dengan program Pemprov Bali yang kami terapkan di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Sanjaya menambahkan, saat ini Pemkab Tabanan juga tengah giat-giatnya memerangi sampah plastik dan telah diterapkan di seluruh OPD serta masyarakat Kabupaten Tabanan. “Program bebas sampah plastik yang diterapkan Pemprov Bali juga tengah kami giatkan di Tabanan, karena kalau bukan dari kita yang memulai, maka program ini tidak akan berjalan sukses. Sudah sepatutnya kita harus mendukung segala bentuk program yang bersifat pro rakyat yang manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” tegasnya.@humastabanan.

Hadiri Pembukaan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019, Bupati Eka menjelaskan Sampah Sangat Berbahaya

????????????????????????????????????

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan dipilih menjadi tuan rumah pagelaran Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019, yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) RI untuk menyukseskan program Indonesia Bersih dan Bebas Sampah Tahun 2025.

Jambore  ini merupakan kegiatan yang keempat kalinya diselenggarakan pihak Kementrian PUPR RI setelah di Solo, Medan dan Malang. Kali ini kegiatan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 mengambil tema “Generasi Masa Depan Generasi Peduli Sampah”.

Kegiatan yang dipusatkan di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Kelaci, Marga, Kamis, (10/10), dihadiri langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Pihak Kementrian PUPR RI, Sekda I Gede Susila, Asisten III Pemprov Bali, Forkompinda Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Marga serta ratusan aktivis peduli lingkungan yang didominasi generasi muda.

Mengawali kegiatan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengatakan bahwa Tabanan adalah Lumbung Berasnya Bali sehingga di Tabanan mayoritas penduduknya adalah Petani. Untuk itu, saat ini Tabanan sedang getol-getolnya mengembangkan ekonomi kerakyatan guna memperjuangkan nasib petani di Tabanan agar bisa Sejahtera. Hingga kini telah banyak produk yang dihasilkan oleh Petani Tabanan.

“Contohnya beras merah. Beras merah dulu mikir hanya beras merah saja tapi sekarang beras merah telah diolah menjadi beberapa produk seperti teh beras merah dan lainnya yang harganya lebih mahal dari beras merah biasa. Nah ini sebagian kecil yang telah dihasilkan oleh Petani kami di Tabanan,” ungkap Bupati yang akrab disapa Eka tersebut.

Lanjut Bupati Eka, Petani ini juga dibina oleh Perusda melalui BUMDes. Dan dari 133 Desa di Tabanan, Bupati Eka menjelaskan telah ada 93 Desa yang memiliki BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa. BUMDes inilah yang natinya mengolah atau memproduksi serta memasarkan produk-produk olahan dari Petani  yang dinaungi oleh Perusda.

“Dan sawahnya kita juga pertahankan untuk Desa Wisata. Jadi orang membeli produk olahan tapi sawahnya juga menjadi tujuan wisata. Rumah penduduk juga kita jadikan home stay sehingga ada pemasukan tambahan bagi masyarakat,” jelas Bupati Eka.

Untuk itu, Bupati Eka tidak memungkiri bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan atau pembangunan nasional baik di Kabupaten maupun Propinsi tidak lepas dari masalah sampah. Oleh karena itu Bupati Eka sangat bersyukur Tabanan menjadi tuan rumah Jambore Indonesia Bersih Sampah 2019, karena Tabanan juga sedang getol-getolnya memerangi masalah sampah.

“Saat ini kita di Tabanan juga sedang memerangi masalah sampah, termasuk kita punya program yang namanya Garbage Start Up Online yang rencananya mungkin tahun 2020 mendatang kita komit untuk memperdakan hal tersebut, dimana program ini adalah bertujuan untuk mengurangi sampah sampai tempat pembuangan sampah dan kita libatkan masyarakat dalam program ini. Tapi yang penting adalah masyarakat kita sadar bahwa sampah itu tidak boleh lagi dibuang sembarangan bahwa sampah itu juga bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi daerah,” imbuh Bupati Eka.

Selain itu, Bupati Eka juga menjelaskan Tabanan juga telah melakukan inovasi supermarket sampah, yang sistem jual belinya menggunakan sampah, ada juga bank sampah dan lain sebagainya terkait untuk menanggulangi masalah sampah. Dengan adanya kegiatan jambore ini, Bupati Eka berharap semua aktivis peduli lingkungan dan pihak terkait mampu memberikan sumbangsihnya melalui pemikiran-pemikiran serta inovasi baru terkait penanggulangan sampah, khususnya di Tabanan.

“Karena bagaimanapun juga, sampah ini sangat berbahaya. Dan kalau kita tidak mulai dari generasi muda, tentunya ini akan menjadi masalah besar kedepan. Terimakasih atas kesempatan, waktu dan tempat serta kepercayaan yang telah diberikan kepada Tabanan dan semoga tidak bosan berada di Tabanan,” tambah Bupati Eka. @humastabanan.

Wabup Sanjaya Sampaikan Pidato Pengantar Bupati Tabanan pada Rapat Paripurna DPRD

 

TABANAN  – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, sampaikan Pidato Pengantar Bupati Tabanan terhadap Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 dan Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan, Selasa (8/10) pagi.

Rapat yang digelar di aula rapat DPRD Kabupaten Tabanan dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga didampingi para Wakil Ketuanya. Turut hadir Forkompinda Kabupaten Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD di lingkungan Pemkab Tabanan, Anggota Dewan terhormat, para OPD beserta para Camat di lingkungan Pemkab Tabanan.

Mengawali pidato Pengantar Bupati, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya atau yang akrab disapa Wabup Sanjaya tersebut menjelaskan pertimbangan mendasar yang melatar belakangi pengajuan dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tersebut yang mengacu pada kebijakan umum APBD dan PPAS yang merupakan dokumen awal perencanaan Anggaran Daerah dan menjadi pedoman awal dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2020.

Pada rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, Wabup Sanjaya menjelaskan Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp. 1,947 triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 1,626 miliar lebih atau 0,08 persen dari anggaran induk Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 1,949 triliun lebih .

Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp. 1,962 triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 259,652 miliar lebih atau 11,68 persen dari anggaran induk Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 2,222 triliun lebih. “Sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 15,00 miliar yang akan ditutup dari pembiayaan netto, dimana pembiayaan netto tersebut dirancang bersumber dari estimasi silpa Tahun Anggaran 2019,” ungkap Sanjaya.

Lanjut Sanjaya, Pendapatan Daerah sebesar Rp. 1,947 Triliun lebih, yang terdiri dari PAD sebesar Rp. 388,420 miliar lebih, menurun sebesar Rp. 1,626 miliar  lebih atau 0,42 persen dari anggaran induk Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 390,046 miliar lebih. Dana Perimbangan sebesar Rp. 1,091 trilian lebih, sama dengan anggaran induk tahun 2019 dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 468,057 miliar lebih, sama dengan anggaran induk tahun 2019.

Lebih lanjut dijelaskannya Belanja Daerah terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1,229 Triliun lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp. 84,977 miliar lebih atau 7,42 persen dari anggaran induk tahun 2019 sebesar Rp. 1,144 triliun lebih. “Besaran Belanja Tidak Langsung bukan seluruhnya dipergunakan untuk belanja pegawai, melainkan sebagian untuk belanja lainnya, seperti : belanja hibah, bantuan sosial, bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga,” beber Sanjaya.

Wabup Sanjaya menambahkan, sedangkan untuk Belanja Langsung sebesar Rp. 733,233 miliar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 344,630 miliar lebih atau 31,97 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 1,077 triliun lebih.

“Anggaran Daerah yang merupakan informasi publik adalah pencerminan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan serta perluasan kesempatan kerja, maka akan tumbuh gerakan pembangunan yang sinergis dari semua pihak, yaitu Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat,” imbuh Sanjaya. @humastabanan.

Bupati Eka Lantik 75 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mengatakan serah terima jabatan atau mutasi jabatan di lingkungan Pemda adalah hal yang lumrah dan wajar serta tidak bersifat sakral, karena hal tersebut adal proses dari perjalanan karis seorang ASN.

Hal itu diungkapkan Bupati yang akrab disapa Eka tersebut dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemkab Tabanan, Senin (7/10), yang digelar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati setempat.

“Hadirin yang Saya hormati, jadi serah terima jabatan seperti  ini adalah hal yang lumrah dan wajar. Bukan sesuatu yang sifatnya sakral sekali. Karena yang namanya proses perjalanan hidup itu berputar, kalau gak sekarang ya besok, kalau gak besok ya sekarang. Karena yang namanya jodoh, garis tangan sudah ada yang ngatur,” ungkap Bupati Eka dalam sambutannya saat itu.

Bupati Eka menjelaskan bahwa semua hal dalam kehidupan ini sudah ada prosesnya masing-masing, begitupun dengan jabatan. Bagi yang belum menjabat, Beliau berpesan jangan terlalu berkecil hati. “Ini hanya masalah waktu, semua itu kan berproses. Sesuai dengan sumpah jabatan, dimana saja, kapan saja, harus siap. Artinya itu kan harus dimaknai kembali dalam diri. Karena yang namanya prestasi atau hasil dari pekerjaan itu pasti akan ada hasilnya dan pasti tidak akan dibuat buat,” imbuh Bupati Eka.

Pada kesempatan tersebut Bupati Eka mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh Pejabat yang dilantik. “Jadi hari ini saya ucapkan selamat pada yang sudah mendapatkan amanah dan selamat bertugas. Do the best, lakukan yang terbaik, jadilah yang terbaik, jangan menjadi yang lain, karena setiap orang punya ketrampilan, skil, kemampuan,  wawasan yang harus digali sendiri dan ini penting untuk mempersembahkan prestasi untuk Tabanan,” tegas Bupati Eka.

Untuk itu, Bupati Eka menghimbau agar Pejabat yang baru untuk menjalankan amanah rakyat dengan sungguh-sungguh dan jangan melakukan praktek politik praktis. “Mari kita menjalankan amanah rakyat. Rakyat itu ngeliatin kita, memantau kita dan kembali lagi jangan mikir politik, jangan berpolitik praktislah. Kalau urusan politik kasi yang elit-elitlah diatas,” tambah Bupati Eka.

Pada kesempatan tersebut setidaknya ada sekitar 75 Pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Eka, diantaranya Kepala Dinas Perhubungan kini dijabat I Gusti Putu Ngurah Darma Utama sebelumnya posisi Camat Selemadeg Timur dan selanjutnya posisi Camat Selemadeg Timur diisi Sekretaris Pol PP, I Putu Adi Supraja. Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan dijabat I Nyoman Putra sebelumnya Kepala Bagian Umum pada Sekretariat DPRD Tabanan. Untuk posisi Kepala Dinas Pariwisata dijabat I Gede Sukanada sebelumnya Camat Kerambitan, selanjutnya posisi Camat Kerambitan dijabat Gusti Made Darma Ariantha sebelumnya posisi Sekcam Kerambitan.

Dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan yakni I Putu Dian Setiawan sebelumnya Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan, dan posisinya kini diganti Camat Baturiti I Ketut Ridia. Sementara posisi Camat Baturiti dijabat I Wayan Adi Astrawan sebelumnya Kabid Pelayanan Perijinan DPMPTSP. @humastabanan.

Pemkab Tabanan Gelar Rapat Koordinasi Karya Pengurip Bumi 2020

TABANAN  – Pantaubali.com -Dalam rangka memantapkan pelaksanaan Karya Agung Pengurip Bumi di Pura Luhur Batukau yang akan diselenggarakan pada 20 Pebruari 2020 mendatang, Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama seluruh Panitia Karya dan masyarakat terkait menggelar Rapat Koordinasi Karya Pengurip Bumi di Wantilan Pura Luhur Batukau, Penebel, Minggu (6/10).

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Sekretaris Daerah kabupaten Tabanan I Gede Susila selaku pembawa acara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan AA. Dalem Tresna Ngurah, Asiten Administrasi Umum I Made Agus Harthawiguna, Camat Penebel, Panitia Karya Pengurip Bumi Pura Luhur Batukau beserta masyarakat dan unsur terkait.

Mengawali kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila mengucap syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberikan kesehatan untuk mengikuti acara rapat. Pada kegiatan rapat yang dihadiri oleh seluruh Panitia Karya Pengurip Bumi 2020 dan elemen masyarakat terkait, Sekda I Gede Susila meneruskan arahan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meminta agar seluruh panitia dan seluruh elemen terkait nantinya mampu bekerja dengan sungguh-sungguh dengan prinsip ngayah dengan tulus ikhlas.

Disamping itu dijelaskannya dalam sebuah kegiatan pasti akan ada suatu hambatan-hambatan yang bisa mengganggu pelaksanaan Karya. Untuk itu, Sekda I Gede Susila meminta agar seluruh Panitia dan elemen terkait untuk menyatukan visi misi dalam rapat koordinasi ini sehingga Karya ini nantinya bisa berjalan dengan lancar. “Untuk saat ini perencanaan apa saja yang telah dibuat, silahkan dibeberkan dalam rapat ini,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang mengikuti kegiatan rapat tersebut dari, awal mengatakan rapat ini sangat penting dilakukan guna mendapatkan suatu persepsi yang sama, yakni satu pikiran dan satu perbuatan. “Kalau tidak salah, sebelum ini kita sudah mengadakan 4 kali rapat. Jadi dalam acara rapat kali ini Saya lihat sudah mengerucut dan ada beberapa poin yang memang nantinya tinggal disempurnakan kembali,” ungkapnya.

Secara garis besarnya, Wabup Sanjaya menegaskan ada tiga poin yang nantinya perlu disempurnakan kembali, yakni dari sisi perencanaan, sisi pelaksanaan dan pertanggung-jawaban. “Jadi tiang lihat ada tiga hal yang perlu disempurnakan kembali, yakni perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung-jawaban. Dan termasuk ada beberapa hal teknis yang juga harus kita sempurnakan kembali,” bebernya.

Hal teknis tersebut diantaranya, tentang jadwal pelaksanaan Karya serta tari penyambutan yang akan ditampilkan saat Karya. “Nanti panitia inti harus mengumpulkan semua Desa Adat dan unsur Subak terkait, agar nantinya mendapat persepsi yang sama tentang jadwal pelaksanaan Karya dan lainnya terkait dengan pelaksanaan Karya,” ucap Sanjaya.

Kenapa hal itu penting dilakukan, Sanjaya menegaskan bahwa Karya Agung Pengurip Bumi yang diselenggarakan di Pura Luhur Batukau 2020 mendatang ini agar dirasakan dan dimiliki oleh seluruh masyarakat Bali. “Karya Agung ini adalah Karya milik kita bersama. Mari kita membangun rasa yang satu, saling memiliki, saling bergotong-royong dan bekerja dengan prinsip ngayah secara tulus ikhlas. Dan jangan sampai ada yang saling menyalahkan, karena ini adalah Karya milik kita bersama. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” imbuhnya. @humastabanan.

Senam AW S3 Happy Serasi Di Tanah Lot, Bersama Wabup Sanjaya

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya,  berbaur melakukan kegiatan senam bersama dengan anggota Perkumpulan Senam AW S3 Tabanan dalam rangka Perayaan HUT Perkumpulan Senam AW S3 (Sehat-Semangat-Senang) Happy Serasi Tabanan.

Senam AW S3 itu berlangsung di De Jukung Resto Tanah Lot, Kediri, Tabanan, Sabtu, (5 Oktober 2019).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan AA. Dalem Tresna Ngurah, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, diantaranya, Rahayuni, Suarta dan Edi Nugraha Giri, Kabag Huma dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan, dan Camat Selbar serta peserta senam AW S3.

Mengawali sambutannya, Theodora Octaviani selaku Ketua Panitia Acara menjelaskan bahwa senam AW S3 Happy Serasi Tabanan ini sudah dikembangkan dari dua tahun belakangan ini di Tabanan. Dikatakannya dengan mengikuti senam ini memiliki banyak sekali manfaat seperti pencegahan dan penyembuhan sakit lutut, pencegahan osteoporosis dan pengapuran tulang.

“Kami sudah ada di 50 Desa dan ada 20 lagi di tempat lain. Jadi kalau ditotal ada 70 tempat yang  anggotanya bahkan sekarang mencapai 2 ribu hingga 3 ribu orang,” ungkapnya.

Besar harapannya agar Pemerintah Kabupaten Tabanan yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan beserta jajaran mau membantu pengembangan dari senam AW S3 ini. “Untuk pengembangan selanjutnya saya mohon dari bapak-bapak semua bisa membantu kami untuk mengembangkan senam AW S3 di Kabupaten Tabanan ini sehingga kami dapat mewujudkan menyehatkan masyarakat Tabanan,” imbuhnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya atau yang akrab disapa Wabup Sanjaya tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Perkumpulan Senam AW S3 (Sehat-Semangat-Senang) Happy Serasi Tabanan. Sanjaya menjelaskan bahwa Pemerintah akan selalu mendukung serta mengapresiasi kegiatan masyarakat Tabanan yang bersifat positif, khususnya dalam rangka menyehatkan masyarakat Tabanan.

 

Wabup Sanjaya menambahkan, masyarakat Tabanan yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan Agama sudah tentu mempunyai perbedaan yang beragam. Oleh sebab itu, persatuan dan kesatuan sangat penting diutamakan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antar masyarakat. Selain itu, koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah dikatakannya sangat penting dilakukan.

Wabup Sanjaya juga menekankan agar kegiatan yang dilakukan oleh Perkumpulan Senam AW S3 ini selain bertujuan untuk menyehatkan masyarakat Tabanan, juga mampu tampil sebagai bahan perekat persatuan masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan, sehingga apa yang telah terjalin selama ini menjadi lebih baik lagi serta lebih harmonis lagi

Wabup Sanjaya Senam AW S3 Happy Serasi Tabanan di Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com –  Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, terlihat berbaur melakukan kegiatan senam bersama dengan anggota Perkumpulan Senam AW S3 Tabanan dalam rangka Perayaan HUT Perkumpulan Senam AW S3 (Sehat-Semangat-Senang) Happy Serasi Tabanan yang di De Jukung Resto Tanah Lot, Kediri, Tabanan, Sabtu, (5/10).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan AA. Dalem Tresna Ngurah, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, diantaranya, Rahayuni, Suarta dan Edi Nugraha Giri, Kabag Huma dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan, dan Camat Selbar serta peserta senam AW S3.

Mengawali sambutannya, Theodora Octaviani selaku Ketua Panitia Acara menjelaskan bahwa senam AW S3 Happy Serasi Tabanan ini sudah dikembangkan dari dua tahun belakangan ini di Tabanan. Dikatakannya dengan mengikuti senam ini memiliki banyak sekali manfaat seperti pencegahan dan penyembuhan sakit lutut, pencegahan osteoporosis dan pengapuran tulang.

“Kami sudah adadi 50 Desa dan ada 20 lagi di tempat lain. Jadi kalau ditotal ada 70 tempat dan anggotanya bahkan sekarang mencapai 2 ribu hingga 3 ribu orang,” ungkapnya.

Dan besar harapan dari pihaknya agar Pemerintah Kabupaten Tabanan yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan beserta jajaran mau membantu pengembangan dari senam AW S3 ini. “Untuk pengembangan selanjutnya saya mohon dari bapak-bapak semua bisa membantu kami untuk mengembangkan senam AW S3 di Kabupaten Tabanan ini sehingga kami dapat mewujudkan menyehatkan masyarakat Tabanan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya atau yang akrab disapa Wabup Sanjaya tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Perkumpulan Senam AW S3 (Sehat-Semangat-Senang) Happy Serasi Tabanan. Sanjaya menjelaskan bahwa Pemerintah akan selalu mendukung serta mengapresiasi kegiatan masyarakat Tabanan yang bersifat positif, khususnya dalam rangka menyehatkan masyarakat Tabanan.

Wabup Sanjaya menambahkan, masyarakat Tabanan yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan Agama sudah tentu mempunyai perbedaan yang beragam. Oleh sebab itu, persatuan dan kesatuan sangat penting diutamakan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antar masyarakat. Selain itu, koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah dikatakannya sangat penting dilakukan.

Wabup Sanjaya juga menekankan agar kegiatan yang dilakukan oleh Perkumpulan Senam AW S3 ini selain bertujuan untuk menyehatkan masyarakat Tabanan, juga mampu tampil sebagai bahan perekat persatuan masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan, sehingga apa yang telah terjalin selama ini menjadi lebih baik lagi serta lebih harmonis lagi, imbuhnya. @humastabanan.

Bupati Suwirta Pimpin Aksi Beach Clean Up Coral Tranplantation

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Hari pertama berlangsungnya Acara Nusa Penida Festival (NPF) yang Ke Lima diawali dengan aksi Beach Clean Up Coral Tranplantation dipimpin langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta didampingi Camat Nusa penida I Komang Widyasa Putra di pesisir areal Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida. Aksi ini diikuti oleh ratusan orang peserta yang berasal dari OPD, TNI Polri, siswa, komunitas peduli lingkungan serta seluruh elemen masyarakat, Sabtu (5/10).
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan dari kegiatan ini tentu diharapkan dapat memberikan edukasi bagi seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan terumatanya kebersihan di pesisir sehingga tidak ada sampah yang mengotori pantai
“Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih minim, terutama yang berlokasi di sepanjang pesisir pelabuhan Banjar Nyuh. Kami berharap masyarakat sadar lah, jangan sampai aktivitas masyarakat yang acuh membuang sampah sembarangan dapat merugikan banyak pihak, termasuk masa depan pariwisata di Nusa Penida” Ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini
Disepanjang aksi bersih pantai ini, Bupati Suwirta banyak menemukan puntung rokok di kawasan tempat umum. “Banyak puntung rokok yang saya temukan, bayangkan kalau sampai puntung rokok itu sampai kelaut maka akan mengancam trumbu karang kita. Sadari dan sadari bahwa puntung rokok itu akan mengancam trumbu karang kita, mengancam kesuburan tanah kita, karena puntung rokok tidak akan pernah hancur,” Tegas Bupati Suwirta
Bupati Suwirta juga menghimbau kepada semua pemilik warung, villa maupun caffe untuk menyediakan tempat sampah dan menyediakan smoking area. Untuk mengatasi permasalahan puntung rokok, Pemkab Klungkung telah mengeluarkan Perda Tentang Kawasan Tanpa Rokok. “Tentunya ini harus kita sikapi bersama dan menjadi acuan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan utamanya dengan tidak membuang sampah dan puntung rokok sembarangan,” imbuhnya
Tak hanya aksi bersih pantai, dihari itu juga dilakukan penanaman atau transplantasi terumbu karang. Transplantasi ini pada dasarnya adalah untuk pelestarian ekosistem terumbu karang yang ada dilautan Nusa Penida. “Lakukan langkah preventif pemeliharaan terhadap terumbu karang. Karena satu-satunya kekayaan di Nusa Penida yang menjadi daya tarik wisata, Kalau terumbu karang kita hancur, maka tidak ada yang kita banggakan, ” ujar Bupati Suwirta dihapan seluruh peserta bersih pantai (Humasklk/yande)

Bangkitkan Pangan Lokal Guna Mengembangkan Desa Wisata di Tabanan  

TABANAN Pantaubali.com – Selain keindahan alam, keanekaragaman Kuliner Pangan Lokal yang ada di sepuluh Kecamatan di Kabupaten Tabanan  merupakan sebuah keuntungan bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam rangka mengembangkan Desa Wisata di Tabanan. Uniknya, hampir semua daerah ataupun Desa di Tabanan memiliki beberapa kuliner khas.

Untuk itu, Pemkab Tabanan melaksanakan Gerakan Kuliner Pangan Lokal guna membangkitkan kreatifitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal unggulan untuk menunjang kegiatan Desa Wisata, sehingga menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kita ingin membangkitkan pangan lokal kita ini, agar kita semakin mengaktifkan masyarakat untuk membangun dan menyiapkan sisi pertanian serta generasi muda sehingga semakin hari semakin bagus dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Disamping itu wisata kita wisata berbasis masyarakat,” pungkas Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pelatihan Gerakan Kuliner Pangan Lokal di Desa Tista, Kerambitan, Tabanan, Jumat, (4/10) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Sekda I Gede Susila juga menjelaskan bahwa untuk membangkitkan kuliner pangan lokal yang ada di Tabanan diperlukan niat yang tulus dan mau bekerja keras serta peduli akan kesehatan dari seluruh elemen masyarakat, sehingga kegiatan ini bisa dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan.

Untuk itu, Sekda I Gede Susila menghimbau seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Tista yang ikut dalam Pelatihan Gerakan Kuliner Pangan Lokal ini agar memanfatkan kesempatan ini dengan baik. “Manfaatkan pelatihan ini dengan baik dan sungguh-sungguh sehingga mampu menunjang perkembangan Desa Wisata kita,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan bahwa kegiatan Gerakan Kuliner Pangan Lokal ini akan dilakukan secara berkesinambungan setiap satu bulan sekali secara bergilir dengan menyasar Desa Wisata yang ada di Tabanan. “Bulan depan kegiatan ini akan kita lakukan di Desa Wisata Yeh Gangga, sambil mengenalkan rumah TBC dan dilanjutkan ke Desa Wisata lainnya,” ungkap Susila.

Desa Tista yang baru-baru ini dinyatakan sebagai Desa Wisata dalam kesempatan tersebut melalui Pokdarwis Desa Wisata Tista memperkenalkan olahan kuliner pangan lokal dari ikan lele, daun kelor sambel cakcak, dan kopi Redesta (rempah Desa Tista), yang nantinya diharapkan bisa menunjang keberlangsungan Desa Wisata Tista, sehingga Desa Wista bisa berkembang sesuai dengan apa yang diinginkan bersama.

Kegiatan Pelatihan Gerakan Kuliner Pangan Lokal di Desa Tista ini dirangkaikan dengan kegiatan Kesehatan, diantaranya, senam bersama gerakan jalan santai menyusuri pematang sawah subak buluh Desa Wisata Tista dan berakhir di balai Mandala yang dipimpin langsung Sekda I Gede Susila.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan AA. Dalem Tresna Ngurah, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, dengan mengajak beberapa staf serta para lansia setempat.@humastabanan.

Bupati Suwirta Garap Pengembangan Dua Desa Wisata

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Pemkab Klungkung akan menggarap dua desa wisata yakni Kamasan dan Tihingan untuk dikembangkan. Untuk tahap awal, akan dibuatkan perencanaan total dan menyeluruh termasuk desa-desa penyangga. Hal ini diungkapkan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat menggelar pertemuan dengan Dinas Pariwisata Klungkung dan pihak terkait dari dua desa tersebut diruang rapat Bupati Klungkung, Kamis (3/10/2019).

Menurut Bupati Suwirta, pemerintah tidak ingin status desa wisata yang disandang Desa Kamasan dan Desa Tihingan tidak berjalan maksimal. Untuk itu, pihaknya menugaskan dinas terkait agar membuat perencanaan total, karena anggaran yang disiapkan tidak hanya menyentuh fisik saja tetapi sampai tindak lanjut seperti promosi. Kedepan, Bupati berharap seluruh potensi yang ada di dua desa tersebut bisa dimasukkan kedalam even pemerintah seperti festival yang diadakan setiap tahun. “Pemerintah daerah akan membuat perencanaan besar untuk pengembangan dua desa wisata tersebut. Karena anggaran yang disiapkan tidak hanya untuk fisik saja tetapi juga tindak lanjutnya seperti promosi,” ujar Suwirta.

Untuk menunjang pengembangan desa wisata itu, Bupati meminta pihak terkait dari dua desa yang hadir untuk lebih awal menata lingkungan dan menjaga kebersihan. Terkait tindak lanjut pertemuan ini, Bupati juga meminta agar semua tokoh masyarakat di dua desa tersebut dikumpulkan dan membahas tentang rencana pengembangan tersebut. “Selain penataan lingkungan dan penanganan pembangunan, yang terpenting adalah perkuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dimasing-masing desa,” harap Bupati Suwirta.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta menyampaikan penataan untuk penajaman desa wisata, Desa Kamasan sudah membuat perencanaan berupa pembuatan relief dan patung termasuk penataan taman di depan Lapangan Kamasan. Sedangkan di Desa Tihingan berupa pembuatan candi bentar, patung orang megambel dan barong. (hmsklk/nom)