- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1033

Wabup Sanjaya Nikmati Liburan bersama para Bikers Kerambitan Funn Enduro Bike 2019

TABANAN – Pantaubali.com – Ditandai dengan pengibaran bendera, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Kerambitan Funn Enduro Bike 2019, Minggu, (20/10) pagi, di Desa Baturiti, Kerambitan.

Kegiatan yang diikuti oleh hampir 900 orang bikers ini digelar serangkaian acara dalam rangka memeriahkan Festival Kerambitan 5 tahun 2019, sehingga bukan saja menampilkan seni dan budaya namun juga menampilkan betapa pentingnya menjaga kesehatan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Camat Kerambitan,Kapolsek dan Perbekel Baturiti
Panitia Pelaksana Perkumpulan Kerenbike, serta Tokoh Masyarakat setempat.

Sebelum membuka kegiatan, Wabup Sanjaya dalam sambutannya mengatakan sangat  mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Baturiti, Kerambitan tersebut. Dimana kegiatan ini dirangkaikan dengan Festival Kerambitan 5 dan terbilang sangat sukses karena diikuti hampir oleh ribuan peserta.

“Meski dengan harga tiket yang bisa dibilang cukup besar, yakni Rp. 150 ribu per orang, tidak menyurutkan niat para bikers untuk mengikuti funbike ini. Kedepan, kegiatan ini harus terus dilakukan minimal menjadi agenda tahunan di Desa Baturiti, sehingga menjadi wadah hiburan bagi para penghobi bersepeda khususnya di Tabanan,” ungkapnya.

Lanjut Sanjaya banyak manfaat yang didapat dari kegiatan bersepeda. Disamping untuk mengisi waktu untuk menikmati libur di hari minggu, namun juga mampu memberikan efek positif bagi para pesepeda, seperti meredam stres karena sehari-hari bergelut dengan pekerjaan, menurunkan resiko kanker dan meningkatkan kekuatan otot khususnya otot kaki.

Wabup Sanjaya juga berpesan kepada seluruh peserta Kerambitan Funn Enduro Bike 2019 agar selalu menjaga keselematan dengan bersepeda secara tertib mentaati peraturan lalu lintas dan menjaga keamanan diri sendiri, peserta lain ataupun pengguna jalan lainnya. “Saya harap temen-temen semua dapat tertib dan mentaati peraturan lalu lintas yang berlaku sehingga tidak mengganggu kelancaran pengguna jalan lainnya,” imbuhnya.

Adapun hadih yang disediakan panitia pada kegiatan Kerambitan Funn Enduro Bike 2019 itu, diantaranya uang tunai dengan total Rp. 15 juta, 4 unit sepeda  dan beberapa hadiah hiburan seperti kaos, payung dan lainnya.@humastabanan.

Pondok Edukasi Uma Urip Timpag Resmi Dibuka Secara Umum

 TABANAN – Pantaubali.com – Destinasi Desa wisata di Kabupaten Tabanan kemnali bertambah. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Pondok Edukasi Uma Urip Timpag, Kerambitan, resmi dibuka, Sabtu pada 19 Oktober 2019.

Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemotongan bunga dan pelepasan burung hantu oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, didampingi perwakilan BNI cabang Denpasar, Perwakilan DPR RI, DPRD Kabupaten Tabana, Kadis Pariwisata Tabanan, Camat Kerambitan dan Tokoh Masyarakat setempat.

Pondok Edukasi Uma Urip Timpag merupakan sebuah program yang bersofat bolistik dan mencakup pertanian, pariwisat, pelestarian lingkungan hidup, edukasi dan kuliner yang ada di Desa Timpag, Kerambitan.

Wabup Sanjaya mengatakan dengan hadirnya Pondok Wisata Uma Urip Timpag ini memberikan lebih banyak pilihan daerah tujuan wisata khususnya nagi masyarakat Tabanan. Apalagi Uma Urip menampilkan keindahan alam Timpag dan cara-cara melestarikan lingkungan pertanian serta kuliner pangan lokal.

“Destinasi Pondok Edukasi Uma Urip Timpag ini menyajikan hal yang baru bagi masyarakat Tabanan. Disamping menampilkan alam yang indah serta spot-spot untuk selpi, juga menyajikan kuliner pangan lokal. Silahkan datang ke Pondok Edukasi Uma Urip Timpag untuk menikmati liburan,” ungkap Sanjaya.

Selaku Wakil dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, Wabup Sanjaya mengucapkan terimakasih dan pengahargaan setinggi-tingginya pada seluruh elemen masyarakat timpag dan pihak terkait yang telah memberikan sumbangsihnya atas kelestarian alam dan lingkungan Desa Timpag.

“Kedepan kita sebagai anak bangsa khususnya di Tabanan harus kreatif dalam hal melestarikan alam dan lingkungan. Dan semoga ini bisa menjadi suatu pembelajaran buat kita, khususnya generasi muda Tabanan lebih dekat dengan alam dan lingkungan sehingga tetap mempertahankan akar budaya kita di era digital saat ini,” imbuhnya.@humastabanan.

Bupati Suwirta Hadiri Sosialisasi Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Tahun 2020

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Sosialisasi Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah tahun 2020 Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Sabtu (19/10) Pagi. Sosialisasi ini dihadiri puluhan pelaku usaha ekonomi kreatif, baik dari Klungkung maupun luar Klungkung.

Mengawali sambutannya pagi itu, Bupati Suwirta berbagi pengalaman sebelum dirinya menjadi Bupati. Dimana selama 27 tahun bergelut dibidang koperasi, mulai menjadi petugas pungut hingga menduduki jabatan manajer di koperasi yang kini menjadi salah satu koperasi terbesar di Bali.

Dihadapan pejabat dari BEKRAF dan pelaku usaha ekonomi kreatif yang hadir, Bupati Suwirta menyampaikan rencananya membangun Pusat Latihan Kerja dan Pemberdayaan di Kabupaten Klungkung. Sejalan dengan itu juga akan disiapkan tempat pemasaran khusus di salah satu tempat di pasar Semarapura.

Selain itu, dalam pengembangan Pusat Latihan Kerja dan Pemberdayaan itu, Bupati berharap bantuan dan kerjasama dari BEKRAF. “Semoga kedepan dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat,” harap Bupati Suwirta.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Muhammad Neil El Himam menyampaikan ekonomi kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreatifitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut M. Himam, ada 16 subsektor ekonomi kreatif, seperti aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. “Tiga subsektor utamanya adalah kuliner, kriya dan fashion,” ujarnya.

Lebih lanjut, Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Muhammad Neil El Himam menyebutkan, untuk bantuan pemerintah melalui BEKRAF dari tahun 2017 sebanyak 46 penerima dari 241 proposal, tahun 2018 sebanyak 49 penerima dari 614 proposal dan tahun 2019 sebanyak 47 penerima dari 1.167 proposal. Untuk penerima bantuan ini salah satu syaratnya adalah harus berbadan hukum. “Jadi hanya komunitas kreatif yang berbadan hukum, baik itu perkumpulan atau yayasan atau nanti bekerjasama dengan pemeintah daerah juga boleh,” sebutnya.

Raih Perhargaan Sang Pemimpin, Bupati Eka : Ini Adalah Penghargaan Bagi Seluruh Elemen Masyarakat Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, kembali mendapat apresiasi berupa penganugerahaan Penghargaan karena dipandang mampu dan sukses memimpin Kabupaten Tabanan dalam bidang sosial dan budaya. Kali ini, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut dianugerahi Penghargaan Sang Pemimpin kategori Sosial dan Budaya oleh salah satu media nasional ternama di Indonesia, yakni Okezone.

Penghargaan diterima langsung oleh Bupati yang akrab disapa Eka tersebut dalam acara galla dinner Apresiasi Sang Pemimpin di The Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Lt. 11 West Mall-Grand  Indonesia, Jalan M.H. Thamrin 1, Jakarta Pusat, Jumat, (18/10), yang diserahkan oleh CEO Okezone Daniel Hartono.

Penghargaan Sang Pemimpin ini diberikan kepada Bupati Eka adalah merupakan suatu dukungan kepada pemimpin di era digital ini. Dimana, Bupati Eka dianggap mampu mengembangkan bidang sosial dan budaya, diantaranya membangun harmoni di dalam perbedaan, investasi hati, mencetuskan kesenian baru dan mempopulerkan kebudayaan lama yang ada di Tabanan.

Sontak Penghargaan Sang Pemimpin ini semakin menambah deretan penghargaan yang telah diterima sebelumnya oleh orang nomer satu di Tabanan tersebut. Disamping itu, sebelum penganugerahan penghargaan ini telah dilakukan penilaian dengan proses yang cukup lama dari tim penilai media bersangkutan.

“Ini adalah penghargaan untuk Rakyat Tabanan. Setiap penghargaan yang dicapai itu merupakan suatu upaya, niat yang betul-betul menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat. Saya bersyukur dan mudah-mudahan terlahir banyak pemimpin yang inovatif yang punya visi misi mewakili rakyat dan kembali lagi, outputnya bisa dirasakan masyarakat luas,” ucap Bupati Eka usai acara.

Lanjut Bupati Eka setelah dinobatkan sebagai sang Pemimpin kategori Sosial dan Budaya, kedepan, Dirinya akan mencoba untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan di Tabanan, yakni bagaimaina mengangkat potensi alam dari desa-desa dan SDM yang ada di Tabanan, sehingga hasil dari Desa dan masyarakat mampu menjadi produk yang unggul dan tidak kalah saing dari produk luar.

“Nah itu yang perlu dikembangkan kedepan. Kita lagi getol-getolnya BUMDes lewat Perusda. Kita lagi getol-getolnya bikin destinasi baru, wisata baru untuk mengembangkan pariwisata kita, utamanya wisata Desa. Disitu kita mengedepankan budaya yang ada, karena fondasi awalnya adalah masyarakat. Jadi bagaimana dengan budaya yang ada itu kita bisa mengembangkan ekonomi, bisa meningkatkan ekonomi dengan budaya,” imbuh Bupati Eka.

Disamping itu, Bupati Eka menjelaskan di Tabanan baru-baru ini telah meresmikan penerapan tiket elektronik di salah satu destinasi wisata, yakni di DTW Tanah Lot dan juga nanti kedepannya akan diterapkan lagi di DTW Jatiluwih dan Ulundanu Beratan. dan diharapkan semua destinasi wisata yang ada di Tabanan menerapkan sistem tiket elektronik, karena menurutnya hal itu lebih efektif dan lebih efisien serta lebih transparan sehingga mampu meningkatkan PAD di Kabupaten Tabanan.

Dan tidak lupa juga Bupati Eka mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Tabanan beserta jajaran Pemkab Tabanan. Dirinya sangat menyadari tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat Tabanan beserta jajaran Pemkab Tabanan, prestasi ini tidak mungkin bisa diraih.

“Kepada seluruh masyarakat Tabanan, teruslah berinovasi, bangga terhadap tanah air sendiri dan apabila sudah berhasil di bidang apa saja, baik itu politik, sekolah tinggi-tinggi dan harus kembali membangun daerahnya, yaitu Tabanan. Jangan jago diluar tapi tak pernah pulang dan gak mau mikirin kehidupan di Tabanan. Kita ini harus tetap berkiblat kepada ibu pertiwi, dimana kita dilahirkan disana kita harus membesarkan Daerah itu,” harap Bupati Eka.

Selain Bupati Eka, sederet pemimpin-pemimpin hebat yang mendapatkan Penghargaan Sang Pemimpin ini diantaranya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Bupati Merauke Frederikus Gebse, Walikota Gorontalo, Walikota Malang, Walikota Puerwakarta, Bupati Pulau Morotai, Bupati Pasangkayu, Bupati Jayapura, Bupati Ngada.@humastabanan.

Bupati Suwirta Tingkatkan Nilai Ekonomis Garam Tradisional Kusamba Lewat Sertifikasi Indikasi Geografis

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri acara Finalisasi Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geogafis Garam Kusamba Bali oleh Badan Ekonomi Kreatif di Kantor Desa kusamba Kecamatan Dawan Jumat (18/10). Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan Ekonomi Kreatif Ahmad Rekotomo, Kasubdit Pengelolaan HKI Immanuel Rano Rohi danTim Ahli Indikasi Geografis, Riyaldi.

Sertifikat Indikasi Geografis ini bertujuan untuk melindungi Garam Kusamba dari pemalsuan dan menjaga kualitas yang sudah sangat terkenal sejak masa kerajaan Klungkung. Selain itu dengan sertifikasi ini akan dapat meningkatkan nilai ekonomi Garam Kusamba sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha Garam Kusamba, khususnya masyarakat Kusamba sendiri.

Dalam wawancaranya, Bupati Suwirta mengatakan bahwa sejak dulu garam kusamba sudah dikenal secara luas. Tidak hanya oleh masyarakat lokal, namun juga ke luar pulau Bali bahkan hingga ke mancanegara seperti negara Jepang. Namun sejauh ini garam kusamba ini ternyata belum mampu memberikan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan menurutnya belakangan ini produksi garam tradisional Kusamba cenderung hampir mati suri, padahal permintaan dan pasar yang cukup luas. “ Apa  yang saat ini dilaksanakan adalah upaya mensupport garam kusamba hingga bisa menjadi garam beryodium dan nanti bisa masuk ke pasar modern. Untuk itu branding daripada garam Kusamba harus benar-benar kuat dan jangan sampai diakui oleh orang atau daerah lain. Atas dasar itulah maka garam tradisional Kusamba didaftarkan lewat indikasi geografis.” Ujar Bupati Suwirta.

Pihaknya juga berharap disamping promosi dan pemasaran diharapkan nanti nilai harga garam kusamba akan menjadi lebih tinggi sehingga masyarakat berminat kembali menjadi petani. Untuk mendukung program ini, Bupati Suwirta mengaku sudah banyak memberikan tanah negara melalui Kantor Pertanahan. Harapannya nanti masyarakat sekitarnya bisa memanfaatkan untuk kembali menjadi petani garam tradisional Kusamba. Tidak hanya produk garamnya, namun juga proses produksinya yang masih menggunakan metode tradisional dan bisa dikatakan primitive diharapkan akan dapat menjadi magnet bagi pariwisata.

Sementara itu Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan Ekonomi Kreatif Ahmad Rekotomo mengatakan garam tradisional kusamba telah didaftarkan ke Badan Bekraf dan ini merupakan tahap final dari proses sertifikasi. Dengan didaftarkannya Garam Kusamba ini maka akan otomatis meningkatkan daya saing terhadap produk kreatif ini dipasaran.

Harga Garam Kusamba Bali Alami saat ini ditingkat petani garam adalah Rp. 20.000 per kilogram, Harga ini berlaku untuk Garam Kusamba Bali kualitas atau mutu 1.  Garam Kusamba Bali kualitas atau mutu 2 di tingkat petani garam saat ini adalah  Rp.10.000 per kg.Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap petani garam dapat menghasilkan 15-20 kg Garam Kusamba Bali per harinya.  Sekitar ¾ bagiannya adalah Garam Kusamba Bali mutu 1, dan sekitar ¼ bagian lainnya merupakan Garam Kusamba Bali mutu 2.

Sebagian Garam Kusamba Bali, terutama yang mutu 2 diolah kembali menjadi Garam Kusamba Bali Beryodium dengan menambahkan Yodium. Garam Kusamba Bali Beryodium saat ini dijual dengan nama Merek Uyah Kusamba Bali dengan harga Rp 23.000 Per kg dalam berbagai bentuk dan ukuran kemasan sesuai permintaan konsumen. HUMASKLK/Jim

Pemkab Tabanan Gelar sradha Bhakti Penganyar di Pura Tuluk  Biu dan Ulundanu Batur

TABANAN – Pantaubali.com – Pemkab Tabanan, melaksanakan Sradha bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biu Batur, dan Ulundanu Songan Kintamani, Bangli, Kamis, (17/10). Upacara nganyarin dilaksanakan terkait dengan upacara  piodalan  yang digelar secara rutin setiap Purnamaning kapat  setiap tahunnya dipura setempat.

Pada kesempatan itu rombongan Bhakti Penganyar Pemkab Tabanan dipimpin Sekretaris Kabupaten Tabanan, I Gede Susila dan dipuput oleh Ida Pedanda Gria Pesaji, Tabanan. Upacara bhakti penganyarin saat itu diisi dengan pagelaran  wayang lemah dan topeng sida karya.

Mengawali kegiatan, Sekda I Gede Susila mengatakan Sradha Bakthi Penganyar ini merupakan wujud bakti dan penghormatan jajaran Pemkab Tabanan terhadap Ida Batara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur, sekaligus memohon keselamatan, serta kesejahteraan alam semesta.

”Kita bersama-sama memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Beliau menganugrahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi umat semuanya. Dengan terlaksananya yadnya ini, semoga alam semesta ini dijauhkan dari mara bahaya sehingga kita bisa bekerja dengan lebih baik, sehingga masyarakat lebih sajahtera,” terangnya.

Disamping itu, hal ini juga merupakan suatu usaha untuk meningkatkan nilai spiritual pribadi masing-masing, sehingga mampu menjalankan tugas dan mengemban amanah masyarakat dengan pikiran yang jernih, sehingga tujuan mensejahterakan masyarakat bisa terwujud, imbuh Susila.

Usai Pemangku setempat mempersembahkan bebantenan (sesaji persembahyangan) terkait dengan prosesi bhakti penganyar, pemedek (rombongan bhakti penganyar Pemkab Tabanan dipimpin Ida pedanda melakukan sembahyang Tri Sandya, dilanjutkan dengan  ngaturan bhakti panca sembah di Pura setempat.

Pada akhir kegiatan penganyaran, Sekkab Tabanan I Gede Susila ngaturang punia yang diterima panitia piodalan.@humastabanan

Dongkrak PAD, Pemkab Tabanan Resmikan Penerapan Tiket Elektronik di DTW Tanah Lot


TABANAN  –
 Pantaubali.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membangun daerah berbasis digital belakangan ini terus digalakkan. Jika sebelumnya telah meluncurkan beberapa terobosan seperti, E-Parkir, Tabanan dalam Genggaman dan Desa Digital Iluh Mantul, kini muncul terobosan baru, yakni penerapan Tiket Elektronik di salah satau destinasi wisata yang paling popular di Tabanan, yaitu di DTW Tanah Lot.

Penerapan secara resmi Tiket Elektronik di DTW Tanah Lot tersebut secara langsung dilakukan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, ditandai dengan pemukulan Gong sekaligus memantau penerapan Tiket Elektronik tersebut, Rabu (16/10) pagi di depan Pintu Masuk DTW Tanah Lot, Beraban, Kediri..

Turut hadir pada kesempatan tersebut Forkompinda Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Direktur Operasional BPD Bali, Deputi Direktur Perwakilan BI Provinsi Bali, asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tabanan, Manager Operasional DTW Tanah Lot, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka wiryastuti atau yang akrab disapa Bupati Eka tersebut mengatakan untuk menerapkan sistem tiket elektronik ini telah dilakukan berbagai pertimbangan dan melalui berbagai tahapan yang benar-benar matang untuk menentukan bentuk pormatnya. Dan akhirnya setelah melalui proses penerapan secara resmi tiket elektronik ini bisa diluncurkan.

“Ini Saya kaya punya beban yang berat di pundak ini, bukan karena tidak mau melaksanakan e ticketing (etiket elektronik)  tapi bentuk pormatnya kita belum jelas waktu itu. Astungkara hari ini Saya mengucapkan terimaksih, khususnya kepada BPD karena telah membantu kami  merealisasikan mimpi kami menerapkan e-ticketing di DTW Tanahlot,” ungkap Bupati Eka.

Bupati Eka menjelaskan Tabanan telah berani mengambil sikap menerapkan tiket di destininasi wisatanya, khususnya di Tanah Lot. Lanjutnya penerapan tiket elektronik ini sangat besar manfaatnya bagi pengelolaan keuangan, transparansi dan akuntabel di DTW tersebut dan juga mampu menunjang pendapatan asli Daerah. Disamping itu sekarang ini sudah jamnya digital sehingga sebagian besar orang ingin proses yang mudah tanpa berbeli-belit.

Kedepannya Bupati Eka menambahkan hal ini juga akan terus dikembangkan. Dengan bekerjasama dengan BPD dan unsur terkait lainnya diusahakan tiket elektronik ini nanti buy omline dan muncul di setiap website yang telah disediakan seperti di website BPD, Website Pemda dan Website Tanah Lot, sehingga memudahkan orang untuk datang ke Tanah Lot.

“Dan kembali lagi sekarang sudah dunianya digital, orang mau nonton tinggal datang ke tempat tiket udah tinggal nonton saja. Sekarang sudah buy online apalagi BPD juga akan menawarkan buy online itu bisa di website BPD ditayangkan. Mereka tidak perlu ngantre disini, bisa di web Tanah Lot nanti, bisa di website kita di Tabanan sehingga orang bisa dimudahkan untuk datang, terutama travel agen harus disosialisasikan. Jika ingin datang tinggal masuk ke website kami, sehingga datang kesini sudah siap dengan tiketnya. Lebih baik efektif, efisien, kita datang sudah bawa tiket. Nah itu kedepannya,” beber Bupati Eka.

Setelah beberapa lama, tegas Bupati Eka kegiatan ini harus direview kembali dan juga adakan ujicoba di tempat wisata lainnya yang ada di Tabanan, seperti di Jatiluwih dan Ulundanu Beratan. “Ini sudah action bukan ujicoba lagi. Tolong Pak Asisten, Pak Sekda yang menangani tolong ini ditindaklanjuti lagi sehingga ini kompak semua, DTW kompak sudah menggunakan e ticketing (tiket elektronik),” tegas Bupati Eka.

Dengan telah diterapkannya sistem ini Bupati Eka mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada semua unsur yang terkait dalam mewujudkan penerapan tiket elektronik tersebut sehingga menjadi salah satu tonggak sejarah di kabupaten Tabanan dalam mewujudkan retribusi tiket secara elektronk dan tentunya menuju transparansi pengelolaan DTW Tanah Lot.

“Sukses Saya ucapkan dan sekali lagi ini merupakan hasil yang akan kita kenang kedepan, karena dengan adanya e-ticketing ini tentunya akan meningkatkan pendapatan kita. Dan tentunya akan menjadi pertanggung-jawaban yang transparan sehingga kita akan tahu kedepan pendapatan kita seberapa. Terimaksih untuk semua yang sudah berpartisipasi dalam e-ticketing ini, mudah-mudahan kedepan kita bisa tampilkan yang terbaik khususnya dalam pengelolaan pariwisita, khususnya Tabanan dan Bali pada umumnya,” tandas Bupati Eka. @humastabanan.

Kemenhub Pastikan Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas, Cek Lokasi dan Siapkan Anggaran

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Kementerian Perhubungan RI memastikan akan menyiapkan anggaran untuk pembangunan pelabuhan segitiga emas di Kabupaten Klungkung. Ada beberapa catatan yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pembangunan pelabuhan itu.Hal tersebut disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi saat mengecek rencana lokasi pembangunan dua dari tiga dermaga pelabuhan segitiga emas di Nusa Penida, Selasa (15/10/2019).

Didampingi Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, rombongan dari Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kabupaten Klungkung mengecek lokasi rencana pembangunan dermaga di pelabuhan Sampalan (Nusa Penida) dan pelabuhan Bias Munjul (Nusa Ceningan). Setelah mencermati secara detail dilapangan, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengaku akan seoptimal mungkin untuk mengaktualisasikannya di tahun 2020. Dengan catatan, karena anggaran yang disiapkan dari pusat dan tanah yang digunakan dari Pemda, harus ada pelimpahan secara administrasi dari Pemda ke pusat. Setelah disiapkan anggaran akan dikembalikan lagi ke daerah untuk dikelola. ”Setelah melihat apa yang dipaparkan tadi, seoptimal mungkin akan saya aktualisasikan ditahun 2020,” ujar Budi Setiyadi.

Pihaknya juga menanyakan terkait rencana pengelolaan dari pelabuhan tersebut. Apakah akan dikerjasamakan dengan pihak swasta atau bagaimana. Karena ini merupakan salah satu sumber pendapatan, harus dikelola secara professional. “Sebagai operator pengelola nanti siapa, harus professional. Jangan sampai setelah dibangun malah menurun, karena ini sumber pendapatan,” ucapnya.

Bupati Suwirta usai mendampingi rombongan mengaku lebih termotivasi untuk menyelesaikan kewajiban terkait penyelesaian dermaga itu. Dirinya mengaku akan mengikuti mekanisme yang diharapkan dari pemerintah pusat agar tidak terjadi kesalahan dalam proses dikemudian hari. “Kita berharap doa dan dukungan masyarakat Klungkung, karena apa yang kita tuju ada proses yang harus kita ikuti,” ujar Bupati Suwirta.

Terkait pengelolaan, Bupati Suwirta menyatakan saat ini pemerintah daerah membuat beberapa badan pengelola. Untuk pelabuhan itu apabila sudah selesai dibangun dan diserahkan ke Pemda untuk mengelola,  akan disiapkan badan pengelola mulai sekarang. “Karena kami ingin mempunyai dermaga yang benar-benar refresentatif,” ujar Suwirta.

Sementara itu, dari rencana pembangunan pelabuhan Sampalan akan dibangun dua lantai dengan luas area kolam 9000M2, kapasitas sandar 10 fast boat, dengan estimasi biaya Rp. 98 Milyar. Sedangkan pelabuhan Bias Munjul akan dibangun terkoneksi antara fast boat dan kapal Ro-ro, dengan estimasi biaya sebesar Rp. 138 Milyar. (hmsklk/nom)

35 Calon Perbekel di Kecamatan Baturiti Teken Deklarasi Damai

TABANAN – Pantaubali.com – Dihadapan Camat, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Baturiti, 35 Calon Perbekel dari 9 Desa di Baturiti menandatangani kesepakatan Deklarasi Damai Dalam Rangka Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2019 yang akan digelar pada tanggal 26 Oktober 2019 mendatang di Wilayah Kecamatan Baturiti.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Camat Baturiti bekerjasama dengan pihak TNI dan Polri yang dalam hal ini Polsek dan Danramil Baturiti tersebut, berlangsung di aula rapat Kantor Camat Baturiti, Senin (14/10) pagi.

Pada kesempatan tersebut Camat Baturiti, I Wayan Adi Astrawan mengatakan Deklarasi Damai ini tiada lain bertujuan untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkel Serentak secara damai. “Para Calon yang telah menandatangani deklarasi artinya telah siap kalah dan siap menang serta berjanji untuk menjaga kondusifitas wilayah masing-masing,” pungkasnya saat mengawali kegiatan.

Disamping itu, Adi Astrawan juga menghimbau semua calon Perbekel yang hadir saat itu agar nantinya mampu menjaga dan menjunjung tinggi sportivitas serta memupuk rasa solidaritas agar kondusifitas wilayah benar-benar tercipta, sehingga tiada lagi perbedaan ataupun persaingan yang masih melekat setelah usai Pilkel.

“Siapapun yang menang nantinya agar merangkul calon yang kalah dalam membangun dan menyelenggarakan Pemerintahan Desa. Begitu juga calon yang kalah agar senantiasa mendukung pelaksanaan tugas-tugas Perbekel yang terpilih dalam memajukan Desa,” tegas Adi Astrawan.

Senada dengan Camat Baturiti, Kapolsek serta Danramil Kecamatan Baturiti juga menegaskan agar semua calon Perbekel yang hadir saat itu tetap bergandengan tangan meskipun dalam persaingan. Pihaknya meyakini bahwa tiada hal lain lagi yang lebih berarti dari kedamaian sehingga yang namanya kedamaiaan harus selalu dijaga dan ditingkatkan.

Pihaknya juga menghimbau agar dalam pelaksanaan Pilkel Serentak di Wilayah Kecamatan Baturiti tidak ada satu pun calon Perbekel yang melakukan hal atau cara-cara curang untuk memenangkan Pilkel, karena hanya akan menodai pelaksanaan demokrasi. Disamping itu, pihaknya akan menindak tegas bagi setiap calon yang berani melakukan hal atau cara-cara curang.

“Saya tegaskan agar pelaksanaan Pilkel ini tidak ada black campaign, yang nantinya dapat  menodai pelaksanaan demokrasi. Calon-calon Perbekel yang berlaku curang, nanti akan berhadapan dengan saya selaku Kapolsek Baturiti dan akan saya tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas pihaknya.@humastabanan.

Bupati Suwirta hadiri Karya di Pura Kawitan Arya Simpangan

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Ny. Ayu Suwirta didampingi Perbekel Pesinggahan Nyoman Suastika menghadiri upacara Karya Agung Mamungkah, Tawur Balik Sumpah Agung, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung bertempat di Pura Kawitan Arya Simpangan Desa Pesinggahan Dawan pada sabtu (12/10/2019).

Menurut Ketua Panitia Ketut Merta Jaya Aryana menyatakan pelaksanaan karya sudah dimulai pada Buda Kliwon Pahang (28/8/2019) dengan melaksanakan matur piuning dan Nyukat Genah,  Redite Wage Uye (6/10/2019) dilaksanakan Upacara mepepada Caru lan Nedunang Ida Bhatara,dan pada Wraspati Pon Uye (10/10/2019) dilaksanakan Upacara Melasti, memasar, dan mendak Ida Bhatara serta pada Redite Umanis Menail, 13 Oktober 2019 diadakan puncak Karya Pengenteg, Pengebek, pengodal, Peselang, mejejiwa, Pendanan.

Pura Kawitan Arya Simpangan ini diempon sebanyak 340 KK. Dan masing-masing KK mengeluarkan urunan sebesar Rp 5.000.000,00.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Ny. Ayu Suwirta melakukan persembahyangan yang dipuput Pemangku setempat. sebelumnya dihari yang sama diadakan upacara Mepepada dan Mendem lan Mlaspas Bagia Pula Kerthi yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Telaga Putra keniten dan Ida Pedanda Gede Kuramas.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengharapkan semoga upacara karya ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta dapat memberikan kesejahteraan bagi pengempon maupun masyarakat setempat.(Humasklk/Cok).