- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1020

Gelar Persembahyangan, Wabup Sanjaya Berpesan Pentingnya Keseimbangan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, tiada henti-hentinya melakukan wisata spiritual ke berbagai tempat Ibadah. Terbaru, Wabup Sanjaya melanjutkan wisata spiritualnya ke Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes, Penebel dan ke Pura Kahyangan Batu Waru, Kediri, Rabu (15/1).

Hal ini dilakukannya sebagai perwujudan cihna bhakti kehadapa Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) agar selalu diberikan kelancaran sekala dan niskala dalam rangka mewujudkan pembangunan di Tabanan, yang sesuai dengan visi misinya, yakni menuju Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi.

Disamping itu, memasuki era globalisasi dan perkembangan jaman saat ini, Sanjaya sangat menyadari kepercayaan akan dunia spiritual (niskala) perlahan-lahan bisa tergerus oleh kemajuan IT dan perubahan gaya hidup masyarakat. Sehingga sangat menghawatirkan apabila hal tersebut akan berimbas pada keberlangsungan dan kelestarian Tradisi, Seni, Adat dan Budaya adi luhung yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.

Untuk itu, wisata spritual ini juga merupakan suatu bentuk pesan kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya Tabanan akan pentingnya keseimbangan alam sekala dan niskala.Karena menurutnya, tanpa memohon atau berdoa kehadapan sang penguasa niskala (Tuhan Yang Maha Esa), maka apapun yang dilakukan tidak akan direstui dan dilancarkan.

Dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Wabup Sanjaya melakukan persembahyangan di Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes, Penebel dan Pura Kahyangan Batu Waru, Kediri, dengan khidmat dan dipimpin oleh para Sulinggih Pura setempat.

Usai persembahyangan,Wabup Sanjaya menekankan kepada seluruh masyarakat agar lebih menggali diri dan meningkatkan sradha bhakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, serta selalu menyatu dengan Pemerintah. Sehingga mampu mewujudkan Pemerintahan yang religi, bersih dan jujur dalam rangka mewujudkan program-program pemerintahan.

“Karena sedikit tidaknya, apapun program yang direncanakan pemerintah tidak akan pernah berhasil tanpa campur tangan dan dukungan dari Tuhan dan masyarakat,” imbuhnya. @humastabanan

Menuju Pariwisata Berkualitas, Dinas Pariwisata Siapkan Raperda Standardisasi Pariwisata

DENPASAR – Pantaubali.com – Dinas Pariwisata Provinsi Bali tengah merancang Ranperda Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali. Dengan mengundang sejumlah pelaku pariwisata baik yang berada di bawah naungan Bali Tourism Board, tokoh pariwisata serta akademisi, diharapkan bisa mendapat masukan untuk isi Raperda, yang dilaksanakan dalam Forum Group Discussion di ruang rapat Soka, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (15/1).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali, I Putu Astawa, FGD ini
menjadi faktor untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali ke depannya baik dari sisi pelayanan, destinasi, aktivitas wisata, SDM, produk wisata dan lainnya, serta menghindari penurunan kuliatas industri wisata ke depan.

Ke depan menurutnya di dalam Perda itu akan mengatur 4 pilar diantaranya pilar destinasinya, industrinya, pemasaran kita dan pilar kelembagaan kita. Semua harus mengikuti standar-standar yang kita atur di dalam Perda itu meliputi produknya apa, pelayanannya seperti apa, pengelolaannya seperti apa.

Menurut dia, semua yang berkaitan dengan kepariwisataan di pulau ini harus memiliki standar, selanjutnya akan dituangkap pada pasal demi pasal di Perda tersebut. “Harus semua kita arahkan terstandar dan semuanya nanti akan dijelaskan pada pasal-pasal di dalam Perda itu. Sekarang kita sosialisasikan, FGD-kan dengan harapan dapat penyempurnaan dari rancangan yang telah kita susun. Untuk dibahas secara bersama-sama. Selanjutnya akan menjadi Perda yang akan dibahas antara eksekutif dan legislatif,” bebernya.

Dilanjutkan Astawa, pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari tahun 2018 ke 2019 mengalami peningkatan, walaupun sedikit mengalami perlambatan. Peningkatan sekitar 200 ribuan turis mancanegara dikarenakan tahun-tahun politik, isu bencana dan kondisi ekonomi global yang belum stabil. Pemerintah Provinsi Bali kata dia, ke depan tidak hanya menargetkan jumlah, namun juga bagaimana mengupayakan wisatawan dapat tinggal lebih lama dan pengeluarannya pun semakin banyak.

Guna mencapai hal itu, menurut dia, para pelaku di industri ini penting untuk menentukan paket-paket tur yang akan dijual agar wisatawan betah berlama-lama melakukan kegiatan wisata di Bali. “Paket wisata apa yang bisa kita jual termasuk dalam standarisasi ini juga kita bahas,” ucapnya.

Pihaknya akan mengajak pelaku industri pariwisata Bali untuk mengatur paket-paket yang menarik keinginan wisatawan menambah masa tinggal. “Sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama,” cetusnya.

Dia menambahkan, banyak potensi untuk menambah masa tinggal wisatawan karena Bali memiliki aktivitas wisata yang beragam mulai dari di Bali Selatan, Timur, Barat dan Utara. Selain itu aktivitas wisata bahari diyakini mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan.

“Harapan kami ke depan, selain jumlah lebih banyak kualitas lebih tinggi secara angka lebih banyak. 10 sampai 15 persen peningkatan setiap tahun. Harapan tahun 2020, sekurang-kurangnya 6,5 juta wisman,” harap Astawa.

Wabup Kasta Himbau Masyarakat pesisir dan pemilik jasa untuk waspada terhadap Cuaca Buruk

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Terkait Cuaca Ekstrim yang terjadi belakangan ini, yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi di Kabupaten Klungkung. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta turun ke lapangan meninjau aktivitas bongkar muat barang yang berlokasi di Pelabuhan Penyeberangan Monggalan Cedok Baru Desa Kusamba pada Rabu, (15/01/2019).

Pelabuhan Penyeberangan Cedok Baru, merupakan salah satu pelabuhan barang yang khusus mengirimkan bahan material bangunan dari Klungkung daratan menuju ke Pulau Ceningan dan Pulau Lembongan Kecamatan Nusa Penida. Di Pelabuhan ini, terdapat 35 orang pekerja angkut barang, dan 11 orang pekerja pengisi bahan bangunan seperti pasir.

Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menyempatkan berbincang-bincang dengan salah satu pekerja disana. Wabup Kasta menghimbau agar nelayan, pekerja dan masyarakat pesisir pantai tetap waspada karena perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Wabup Kasta juga mengharapkan nanti supaya Owner pemilik Perahu Boat, Syahbandar agar dapat berkoordinasi menginformasikan mengenai cuaca yang terjadi di pesisir pantai maupun ditengah laut, agar pelabuhan penyeberangan yang berada di pelabuhan Monngalan Cedok Baru sampai Banjar Bias dapat bersiaga dan dapat mengurangi jumlah muatan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Nyoman Surata pekerja angkut barang menyatakan bahwa Cuaca buruk sempat terjadi di Pesisir Pantai, dimana pada tiga hari yang lalu terjadi cuaca buruk,yakni gelombang tinggi dengan ketinggian 3 meter yang menyebabkan dirinya dan teman-temannya tidak dapat bekerja seperti biasanya. hal tersebut membuat dirinya dan teman-teman pekerja yang lain mendapatkan jumlah penghasilan yang sedikit dari biasanya. (Humasklk/Cok).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada, dan instansi terkait lainnya. (Humasklk/Cok)

Tak Hanya Fokus Promosi, Cok Ace Minta BPPD Lakukan Riset Pariwisata

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace menghadiri Pelantikan/Pengukuhan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Gianyar yang dirangkai dengan Launching Website Ekonomi Kreatif Kabupaten Gianyar, Rabu (15/1) pagi di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar.

Dalam arahannya, Wagub Cok Ace mengingatkan agar jajaran pengurus BPPD Gianyar yang baru dilantik tak hanya fokus pada kegiatan promosi, namun juga melakukan riset terkait potensi dan pengembangan wisata. Menurutnya, riset penting dilakukan agar potensi pariwisata dapat digali serta dimanfaatkan secara optimal. Masih dalam arahannya, Penglingsir Puri Ubud ini kembali menyinggung trend wisata global yang belakangan cenderung mengalami pergeseran. Kalau dulu, ujar Cok Ace, wisatawan sudah puas dengan layanan hotel yang bagus. Namun saat ini menurutnya hal itu sudah berubah karena gairah berwisata belakangan banyak didorong oleh keinginan untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.

“Yang dicari wisatawan belakangan adalah experience,” ujar Cok Ace sembari menginformasikan data BPS tahun 2019 yang menyebut tingkat hunian hotel di kawasan Nusa Dua mengalami penurunan, sebaliknya hotel di Ubud mengalami peningkatan.

Data tersebut menarik untuk dicermati, karena menjadi indikator bahwa Gianyar punya potensi pariwisata yang memberi pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung. Jika digarap lebih maksimal, ia yakin sektor pariwisata mampu menyumbang pendapatan lebih besar lagi bagi PAD Kabupaten Gianyar. Untuk itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali ini mendorong sinergi seluruh OPD Pemkab Gianyar dalam menggarap potensi pariwisata di wilayah ini.

“Bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata, OPD lain juga harus bergerak. Suka tidak suka kita harus cinta pariwisata karena kita hidup dari sektor ini,” tandasnya.

Pada bagian lain, ia mengapresiasi langkah Pemkab Gianyar yang telah berhasil membentuk dan mengukuhkan BPPD. Cok Ace berharap, kepala daerah lain yang belum membentuk BPPD dapat meniru langkah Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra. Kepada jajaran pengurus BPPD Gianyar yang baru dikukuhkan, Cok Ace menyampaikan selamat bertugas dan berharap mereka menunjukkan kinerja optimal.

Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dalam sambutannya mengingatkan agar BPPD yang baru dikukuhkan tak hanya fokus pada promosi normatif melalui brosur atau pola konvensional lainnya. Yang lebih penting menurut Mahayastra adalah upaya pembinaan tehadap pelaku yang bergerak di bidang pariwisata agar memberi layanan yang baik untuk para wisatawan.

“Citra pariwisata akan terangkat kalau tamu yang datang dilayani dengan baik, tidak dibodoh-bodohi, tidak ada kehilangan barang sehingga mereka merasa nyaman selama berlibur di Bali,” ujarnya.

Jika wisatawan mendapat layanan yang baik, maka secara otomatis hal itu akan mereka informasikan melalui mulut ke mulut. Menurut Mahayastra, promosi dari mulut ke mulut itu lebih efektif dibandingkan penyebaran brosur.

“Merekalah yang jadi jurkam dan merekomendasikan kepada teman-teman untuk berkunjung ke Bali khususnya Gianyar,” cetusnya.

Untuk diketahui, sembilan orang yang duduk dalam kepengurusan BPPD Gianyar yaitu Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati, I Wayan Gede Ari Danangga, Ida Bagus Wiryawan, Nyoman Trida Sena Karilo, Pande Mahayana Adityawarman, Ir. I Nyoman Buana, Tjok Bagus Wira Pemayun, I Nyoman Sukadana dan AA Gd Duwira Hadi Santosa. Mereka mewakili unsur asosiasi profesi, asosiasi kepariwisataan, asosiasi penerbangan dan akademisi.

Sediakan Air Sehat Berkualitas, Gubernur Koster Godok Regulasi Perlindungan Sumber Air

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi sumber-sumber mata air yang ada di Bali. Sebab hal ini sejalan dengan visi Nangun Sat kerthi Loka Bali yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam Bali beserta isinya.

Sebagai langkah konkret awal, pihaknya saat ini sedang gencar menyusun dan menggodok regulasi terkait perlindungan mata air, sungai, danau dan pantai di Bali. Dengan demikian diharapkan segala sumber air yang ada di Pulau Dewata akan terjaga.

Demikian terungkap saat Gubernur Koster menerima audensi Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Singaraja (Ikamsa), di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Rabu (15/1).

“Kita akan kampanyekan ini melalui berbagai gerakan, dan juga aksi nyata yang melibatkan berbagai pihak, hingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Bali mengenai pentingnya keberadaan sumber-sumber air di Bali,” ungkapnya.

Upaya ini menurut Gubernur Koster adalah selain untuk menjaga pelestarian lingkungan, pula dimaksudkan untuk menyediakan bahan baku air bersih yang sehat dan berkualitas kepada masyarakat Bali.

“Kita ingin menjaga dan menghidupkan kembali mata air, danau dan sungai-sungai kita di Bali, agar menghasilkan air yang bersih, berkualitas dan sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, pria yang juga jebolan SMAN 1 Singaraja ini mengajak para alumni sekolah menengah tingkat atas tertua di Bali-Nusra yang akan mengadakan reuni tersebut, turut serta berperan aktif mengimplementasikan program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terutama di bidang lingkungan.

“Lewat aksi konkret dan menarik, serta menyentuh langsung kepada masyarakat, sehingga tidak hanya melibatkan alumni, namun juga bisa melibatkan masyarakat luas,” ajak Gubernur kelahiran Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

“Contohnya dengan melakukan pembersihan sungai, termasuk di hulunya hingga hilirnya di pesisir pantai dan manfaatnya benar-benar terasa. Dengan demikian, bisa menyentuh unsur-unsur Wana Kertih, Danu kertih dan Segara Kertih-nya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Singaraja (Ikamasa) Prof. I Gede Pitana mengatakan reuni lintas generasi yang rencananya akan dihelat medio November 2020 ini diharapkan menjadi momen yang luar biasa untuk menggemakan lagi peran sekolah yang banyak menelurkan tokoh Bali dan nasional tersebut.

“Tentu kita integrasikan juga dengan program-program Pemprov (Bali, red). Karena kita juga ingin berperan nyata dalam pengimplementasian program tersebut,” katanya.

Dijelaskan tokoh pariwisata nasional ini, serangkaian reuni yang dihelat dengan tajuk ‘Reuni Agung’ tersebut juga akan diisi denan berbagai kegiatan sosial, penanaman pohon, malam kesenian hingga pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh dengan dedikasi dan loyalitas tinggi kepada Bali dan almamater secara khusus.

Wagub Cok Ace “Ngayah” Calonarang di Pura Penataran Bale Agung, Desa Malet Tengah

 

BANGLI – Pantaubali.com – Ditengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) masih menyempatkan waktunya untuk “Ngayah” mesolah Calonarang. Seperti halnya pada Selasa (14/1) malam, sebagai wujud bhakti Cok Ace “Ngayah” Calonarang di Pura Penataran Bale Agung, Desa Malet Tengah, Susut, Bangli serangkaian Karya Ngusaba.

Menurut Cok Ace, upacara ini harus dilakukan sebagai sujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terciptanya keseimbangan sekala dan niskala. Selain itu Ia berharap dalam melaksanakan upacara, masyarakat harus tetap gotongroyong agar adanya kebersamaan.

“Karya ini harus dilaksanakan sebagai wujud bhakti kita. Tentu dalam pelaksanaan Karya yang besar ini Saya harapkan masyarakat harus gotongroyong agar semua berjalan dengan baik, kebersamaan dalam melaksanakan karya juga tetap terjaga,” ujar tokoh Puri Ubud ini.

Sementara itu, Prajuru Adat Malet Tengah Jero Guru Redana menyampaikan rangkain upacara Ngusaba ini pelaksanaannya selama 6 hari dimana tawur puncaknya jatuh pada tanggal 10 Januari 2020. Dijelaskan Jero Guru Redana, Pura Penataran Bale Agung ini diempon oleh 1 banjar adat dengan 310 kepala keluarga. Lebih lanjut, Ia mengatakan jika karya ini dilaksanakan secara rutin setiap 3 tahun sekali.

“Rangkaian karya ini berlangsung selama enam hari dan puncaknya dilaksanakan pada tanggal sepuluh kemarin,” ungkapnya.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha.

Pisah Sambut Karutan Klungkung, Bupati Suwirta Rancang Pemberdayaan Warga Binaan 

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wabup Made Kasta menghadiri acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Klungkung, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (13/1). Kepala rutan baru, I Made Supartana, A.Md.I.P., SH., M. H. yang sebelumnya bertugas di Bangkalan Madura, menggantikan Renharet Ginting A.Md.I.P., SH., M.H. yang menjabat sejak tahun 2017 untuk selanjutnya berpindah ke Rutan Kelas I Jakarta Pusat.

Bupati Suwirta dalam kesempatannya mengucapkan terima kasih kepada Renharet Ginting A.Md.I.P., SH., M.H. atas kerjasama yang telah terjalin selama ini serta mengucapkan selamat atas promosi jabatan ditempat baru. Pihaknya juga mengapresiasi atas upaya yang sudah dilakukan Renharet Ginting yang mampu memberdayakan warga binaan. Seperti memberikan pelatihan kerja dan bermusik . sedangkan kepada Kepala rutan baru, I Made Supartana, Bupati Suwirta mempersilahkan untuk berkoordinasi lebih lanjut, kerjasama yang sudah baik supaya bisa lanjutkan.
Lebih lanjut Bupati Suwirta menjelaskan, pihaknya sedang merancang balai latihan kerja bagi warga binaan. Warga binaan yang sudah selesai menjalani hukuman akan disiapkan tempat bekerja sehingga tidak kembali ke melakukan tindak kriminal. Dengan demikian maka uang daerah yang sudah dikeluarkan untuk melatih kerja warga binaan ini tidak sia sia. “ Saya sedang merancang sebuah program dimana warga binaan supaya bisa langsung bekerja begitu selesai menjalani hukuman. Warga yang sudah mengikuti pelatihan kerja dilapas akan terus kita kawal sehingga warga binaan ini benar benar menjadi berguna dimasyarakat, jangan terus menerus menjadi objek pelatihan.” Ujar Bupati Suwirta.

Sementara itu Renharet Ginting dalam kesempatannya menyampaikan terima kasih kepada Pemda Klungkung atas atensi selama ini serta kerja sama yang sudah terjalin sangat baik. Dirinya mengaku selama di Klungkung mendapatkan pengalaman luar biasa, dimana bisa merasakan upacara odalan bersama. Selain itu masyarakat Klungkung juga damai serta KLungkung memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Dirinya juga mengapresiasi seluruh stake holder dan aparat yang selama ini telahmenjalin komunikasi dengan baik serta tidak ada sekat dan tidak ada ego sektoral.

Sedangkan Karutan yang baru, I Made Supartana, A.Md.I.P., SH., M.H. memohon dukungan serta petunjuk semua pihak dalam memimpin rutan Klungkung, demi kemajuan Rutan Klungkung dan semua warga binaanya. Kepala rutan kelahiran Abian Semal, Badung ini mengaku akan bertugas dengan sebaik baiknya dan melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

Ngadegan Pememben Bagia Pula Kerti Karya Agung Pengurig Gumi 2020

                 

TABANAN – Pantaubali.com – Sabtu, 11/1/2020, bertempat di wewidangan areal Pura Luhur Batukau, Penebel Tabanan, dilaksanakan ritual upacara ‘Ngadegan Pememben Bagia Pula Kerti. Ritual ini merupakan serangkaian acara dalam rangka menyambut Karya Agung Pengurip Gumi 20 Februari 2020 mendatang.

Ritual ini dimaksudkan untuk melakukan doa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi dalam rangka meyasa kerti, ngertiang jagad (menjaga keseimbangan Bumi) agar tetap seimbang dan teratur. Dengan cara menghaturkan berbagai upakara yang berisikan seluruh unsur bumi.

“Kita melaksanakan Yadnya ini Meyasa Kerti, Ngertiang Jagad agar bisa seimbang dan teratur sesuai dengan keinginan kita bersama,” jelas Ketua Panitia I Karya Agung Pengurip Gumi 2020 I Wayan Arya.

Ia melanjutkan, masing-masing Pura, yakni Pura Luhur Batukau dan Jajar Kemirinya, Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Pucak Kedaton, semua medaging (berisi) Pememben Bagia Pula Kerti Pengurip Gumi. “Letak Pememben Bagia Pula Kerti Pengurip Gumi ini di Pura Luhur Batukau dan Jajar Kemirinya, Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Pucak Kedaton, semua diisi satu-satu,” lanjut Arya.

Ia pun menyimpulkan kegiatan ini merupakan giat kita menanam keseimbangan dan karma baik melalui perbuatan dan pikiran melalui doa. “Singkatnya kesimpulan kita melakukan acara ini adalah menanam Kerti, menanam Karma Baik, dengan berbuat, berpikir dan disertai dengan doa untuk kesejahteraan Dunia secara keseluruhan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bali pada umumnya dan khususnya masyarakat Tabanan, agar memasang penjor pada masing-masing pemesuan rumah. Penjor mulai didirikan pada tanggal 15 Januari 2020 sampai dengan 2 April 2020, juga berlaku sebagai penjor Galungan dan Kuningan.

Selain dihadiri masyarakat dari berbagai Daerah di Bali dan para Panitia, kegiatan Ngadegan Pememben Bagia Pula Kerti Pengurip Gumi ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat dan ASN Pemkab Tabanan, diantaranya, Sekda I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan AA. Dalem Tresna Ngurah, Kepala Dinas Kebudayaan IGN. Supanji, dan Camat Penebel IGA. Supartiwi, Kabag Humas dan Protokol I Ketut Ridia beserta seluruh OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan beserta staf. @humastabanan

Bupati Suwirta Pimpin Penanaman Pohon Bersama Kapolres Klungkung

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memimpin kegiatan Penanaman Pohon Bersama Kapolres Klungkung di areal Hotel Whyndam Pantai Lepang, Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung, Jumat (10/1/2020) Pagi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Peduli Penghijauan yang turut hadir Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta bersama Ny. Sri Kasta, Waka Polres Klungkung IB Dedi Januartha,SH.,M.H. bersama jajaran, jajaran dari Kodim 1610 Klungkung, OPD terkait serta para siswa. 

Dalam arahannya, Bupati Suwirta mengaku sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Bupati Suwirta kegiatan ini merupakan salah satu bentuk untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari abrasi, longgsor. “Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini nantinya dapat memberikan dampak yang positif dan tentunya juga bisa berkelanjutan, setelah kegiatan penanaman pohon ini selesai saya berharap agar bisa bersama-sama memelihara dan menjaga dengan baik semua jenis-jenis tumbuhan yang sudah ditanam ,” harap Bupati Suwirta.

Lebih lanjut, Bupati Suwirta juga menambahkan terkait dengan lingkungan pihaknya akan segera mengambil langkah yang cepat untuk menuntaskan masalah sampah, karena ini sangat erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan. “Saya akan mengajak seluruh masyarakat Klungkung untuk bersama-sama serentak memungut sampah terutama sampah plastik disepanjang pantai, sungai, kebun maupun jalan. Langkah-langkah ini kita lakukan agar kebersihan lingkungan bisa tetap terjaga dengan sebaik-baiknya,” ujat Bupati Suwirta.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana mengatakan pohon yang ditanam sebanyak 1.218 dengan jenis pohon ketapang, cempaka, sawo kecik, belalu dan mahoni. “Semoga dengan adanya kegiatan peduli lingkungan seperti ini bisa nantinya memberi dampak yang positif terutama di sepanjang areal pantai lepang,” harapnya.

Masih dihari yang sama, Bupati Suwirta juga mengikuti aksi bersih-bersih sampah plastik dalam rangka Hari Ulang Tahun SMA Pariwisata Saraswati Klungkung ke-43 di sekitar Pantai dan Pura watu Klotok yang diikuti sebanyak 1200 siswa-siswi dari (SMAPSA). (Humasklk/puspa).

Adi Wiryatama Ketua Orari Cabang Tabanan Periode 2019-2022

TABANAN – Pantaubali.com  – Bertempat di rumah jabatan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kamis (9/1) siang, pengurus Orari cabang Tabanan periode 2019-2022 resmi dilantik. Ketua Orari cabang Tabanan terpilih saat ini adalah N. Adi Wiryatama, pelantikan dilakukan oleh Ketua Orari Bali.

Sehabis melakukan pelantikan secara resmi, Ketua Orari Bali mengucapkan selamat kepada pengururu Orari Cabang Tabanan periode 2019-2022. “Semoga kedepan Orari cabang Tabanan, lebih maju, lebih berkiprah dan lebih percaya lagi pada diri sendiri,” ucapnya.

Semenntara. N. Adi Wiryatama selaku Ketua Orari Cabang Tabanan 2019-2022 mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan tugas Orari cabang Tabanan untuk peride 2019-2022. “Saat ini Saya dikukuhkan sebagai Ketua Orari cabang Tabanan, Terimakasih atas kepercayaannya,” ucapnya.

Ia berharap kedepannya agar mampu membawa Orari Cabang Tabanan untuk lebih maju dan lebih berkiprah sesuai dengan apa yang diharapkan. “Dan Saya minta doa dari seluruh masyarakat Tabanan agar Saya mampu membawa Orari khususnya Cabang Tabanan mampu lebih maju lagi, dan berkiprah untuk melayani masyarakat Tabanan,” imbuhnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, perwakilan DPRD Provinsi Bali, Sekretari Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, OPD terkait. Nampak juga Pengurus Orari Bali dan Pengurus Orari Lokal se-Provinsi Bali dan beberapa Tokoh Masyarakat.

Orari merupakan bagian dari International Amateur Radio Union (IARU) yang merupakan organisasi Amatir Radio Dunia. Ketentuan yang mengatur kegiatan Amatir Radio diatur pula dalam Radio Regulation yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union (ITU).

Kegiatan amatir radio ditujukan untuk kegiatan komunikasi tanpa maksud komersial. Setiap radiao amatir yang berdiri di Indonesia harus memiliki ijin amatir radiao atau IAR yang diterbitkan oleh Dirjen Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. IAR merupakan sebuah hak untuk mendirikan stasiun amatir radio menggunakan frekuensi radio yang telah ditentukan di Indonesia. @humastabanan