- Advertisement -
Beranda blog

Sapaan Mantan Kekasih Berujung Pengeroyokan di Lapangan Renon

Ilustrasi keributan.
Ilustrasi keributan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Keributan yang dipicu salah paham berujung aksi pengeroyokan terjadi di kawasan sisi barat Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 18.05 Wita. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat mengamankan para pihak yang terlibat.

Korban berinisial D (31), pria asal Sumba Barat Daya, mengalami luka lebam pada bagian wajah akibat dipukul secara bersama-sama oleh sejumlah pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama pacarnya tengah berjalan-jalan di kawasan Lapangan Bajra Sandhi. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan pria berinisial SNA (33), yang diketahui merupakan mantan kekasih dari perempuan berinisial E (29).

SNA disebut sempat menyapa E. Namun, sapaan tersebut memicu kesalahpahaman setelah korban mempertanyakan maksud pelaku. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga suasana memanas.

Tak lama berselang, tiga rekan SNA datang ke lokasi dan diduga langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban dengan memukul bagian wajah korban secara bersama-sama. SNA juga diduga ikut melakukan penganiayaan.

Personel Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Pawas I Nengah Juniman segera mendatangi lokasi usai menerima laporan adanya keributan yang melibatkan sejumlah warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Petugas kepolisian bersama Satpol PP Kota Denpasar berhasil mengendalikan situasi sebelum keributan meluas. Selanjutnya, para pihak diamankan ke Subsektor Renon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, hasil interogasi menunjukkan insiden tersebut dipicu kesalahpahaman saat pelaku menyapa mantan pacarnya yang kebetulan berada di lokasi bersama korban.

“Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Dentim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa menggunakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Timur disebut akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli di kawasan Lapangan Puputan Renon guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. ran

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur

pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung meninjau pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5/2026).

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus memastikan transformasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan berjalan optimal, tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu dan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Perbekel, kader Posyandu, hingga pengurus desa setempat.

 

Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”. Tema tersebut menegaskan perubahan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, dan diperingati setiap tanggal 29 April.

 

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terintegrasi langsung di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pun tetap mengedepankan asas efisiensi dengan fokus pada optimalisasi pelayanan enam bidang SPM.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Posyandu 6 bidang SPM di tingkat masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Posyandu di Desa Mambang dinilai berjalan aktif dan inovatif. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni inovasi “Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat hadir ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk penguatan pelayanan masyarakat di desa secara menyeluruh. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu kini juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum hingga pengaduan masyarakat.

 

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan di Desa Mambang, implementasi Posyandu 6 SPM sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan warga secara langsung di tingkat desa.

 

“Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu bersama perangkat desa yang dinilai menjadi garda terdepan keberhasilan pelayanan terpadu tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengingat program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru.

 

“Ini sebenarnya tidak sulit, hanya menambah meja pelayanan dan kader untuk mencatat. Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, capaian penurunan stunting harus terus dijaga melalui gerakan bersama yang diperkuat lewat sinergi program Pemerintah Kabupaten Tabanan seperti Bupati Ngantor di Desa dan program Semara Ratih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

 

“Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.

 

Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang sendiri telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga mulai dari perbaikan got, penerangan jalan hingga infrastruktur lingkungan diketahui telah berhasil ditindaklanjuti langsung di tingkat desa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan terintegrasi. (rls/tbn)

Dapur Milik Warga di Denpasar Ludes Terbakar, Diduga Karena ini

Dapur warga di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi.
Dapur warga di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah dapur semi permanen atau dapur tradisional di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, hangus terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita.

Kebakaran diduga berasal dari percikan api tungku kayu bakar yang menyambar tumpukan kayu di sekitar area dapur hingga api cepat membesar.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat pemilik dapur, I Ketut Lipog (78), sedang memasak menggunakan kayu bakar di dapur tradisional miliknya.

“Percikan api dari tungku diduga jatuh mengenai tumpukan kayu bakar yang berada di sebelah tungku sehingga api dengan cepat membesar dan membakar area dapur,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Korban sempat berusaha memadamkan kobaran api menggunakan air keran. Namun api terus membesar dan sulit dikendalikan. Dalam kondisi panik, korban kemudian menghubungi anaknya, I Ketut Sukrata (42), yang saat itu sedang bekerja.

Sekitar pukul 06.30 Wita, anak korban tiba di lokasi dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran guna mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Menurut Kasi Humas, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Namun proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit sehingga kendaraan damkar tidak bisa masuk langsung ke titik kebakaran.

Petugas akhirnya menyambungkan sejumlah selang dari jalan utama untuk memadamkan api dari jarak tertentu hingga kobaran berhasil dijinakkan.

Akibat insiden itu, satu unit dapur semi permanen berbahan kayu beserta tumpukan kayu bakar ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Korban tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah,” tutup Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. RAN

Mega Carry Hantam Truk di Jalan Mahendradatta, Diduga Karena Ambil Haluan Terlalu Kanan

Petugas mengevakuasi kendaraan Suzuki Mega Carry usai terlibat tabrakan dengan truk Isuzu di Jalan Mahendradatta, Denpasar.
Petugas mengevakuasi kendaraan Suzuki Mega Carry usai terlibat tabrakan dengan truk Isuzu di Jalan Mahendradatta, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Mahendradatta Km 8, Denpasar, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 13.25 Wita. Insiden tersebut melibatkan Mobil Suzuki Mega Carry DK 8607 HH dengan Mobil Light Truk Isuzu DK 8128 YH.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Mobil Suzuki Mega Carry yang dikemudikan I Ketut Soma Yasa (24) melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang berhati-hati hingga mengambil jalur terlalu ke kanan.

“Mobil Suzuki Mega Carry bergerak dari arah selatan menuju utara, kemudian mengambil haluan terlalu ke kanan sehingga terjadi tabrakan dengan pengemudi Mobil Light Truk yang datang dari arah utara menuju selatan,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Akibat benturan tersebut, pengemudi truk bernama Mikaelelo (26) dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Sementara sopir Suzuki Mega Carry mengalami luka pada bagian lutut kaki kanan dan wajah sehingga harus mendapatkan penanganan medis di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Selain itu, penumpang Suzuki Mega Carry bernama I Kadek Anggina Arta Yasa Pramana (24) dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera.

Polisi mencatat, kecelakaan itu mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta. RAN

Aksi Bergerak dan Berbagi Bunda Rai di Selemadeg Timur dan Selemadeg Sasar Ratusan Warga Rentan

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kembali menunjukkan aksi nyata, melalui roadshow ke-10 program Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”. Ia turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Selemadeg Timur dan Selemadeg, Tabanan, Senin (18/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Di tengah tantangan ekonomi dan isu lingkungan yang kian mendesak, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kembali menunjukkan aksi nyata, melalui roadshow ke-10 program Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”. Ia turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Selemadeg Timur dan Selemadeg, Tabanan, Senin (18/5/2026), dengan sentuhan yang menyeluruh dan tepat sasaran.

 

Kehadiran sosok yang akrab disapa Bunda Rai itu didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga beserta jajaran pengurus, perangkat daerah terkait, camat setempat, serta para Ketua TP PKK kecamatan dan desa, sekaligus ratusan penerima bantuan yang menjadi fokus utama kegiatan.

 

Kegiatan pertama dipusatkan di Wantilan Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan kondisi KEK, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 50 kader PKK kurang mampu, serta 100 paket PMT bagi anak PAUD. Selain itu, bantuan tambahan juga diberikan berupa 1 kursi roda, 9 tripod, dan 4 walker untuk mendukung mobilitas penerima.

 

Kegiatan kemudian berlanjut ke Wantilan Banjar Delod Sema Cemagi, Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Bantuan serupa kembali diberikan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 50 kader PKK kurang mampu, serta 100 paket PMT untuk anak PAUD. Tambahan bantuan berupa 3 walker dan 4 alat bantu dengar turut melengkapi kepedulian tersebut.

 

Adapun setiap penerima bantuan memperoleh paket yang terdiri dari 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

 

Tak sekadar menyerahkan bantuan, Bunda Rai juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat edukasi program prioritas PKK. Dalam kapasitasnya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas), ia turut menggelorakan kesadaran pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui pembagian 150 alat pelubang biopori sekaligus praktik langsung di lingkungan warga.

 

Dalam sambutannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk berbagi bantuan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. “Saya hadir untuk berbagi dan memberikan sedikit bantuan, apalagi dalam situasi ekonomi saat ini. Hal ini juga menjadi upaya kami untuk terus menjaga kedekatan antara masyarakat dengan pemerintah, sekaligus memberikan motivasi agar kita semua tetap semangat membangun Tabanan,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin krusial dan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. “Saya mengajak ibu-ibu dari rumah tangga untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya. Sampah yang tidak dikelola bisa menjadi musibah, tetapi jika diolah dengan baik akan menjadi berkah. Melalui biopori, sampah bisa diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman dan mendukung program Aku Hatinya PKK,” jelasnya.

 

Selain itu, selaku ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, ia juga turut mensosialisasikan penguatan layanan Posyandu berbasis 6 SPM. Menurutnya, posyandu kini tidak hanya sebatas tempat penimbangan, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih luas. Ia juga mengimbau kader PKK agar aktif menjalankan program dari provinsi seperti Gerakan Kulkul PKK dan optimalisasi Posyandu.

 

Melalui aksi sosial yang menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat ini, peran Bunda Rai tidak hanya terlihat sebagai penggerak organisasi, tetapi juga sebagai sosok yang konsisten hadir di tengah masyarakat, membawa solusi sekaligus semangat kebersamaan. Program “Bergerak dan Berbagi” pun kembali menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kabupaten Tabanan.

 

Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Timur, Ny. Luh Adi Wiratni Karang Sudarya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bunda Rai. “Kami mengucapkan selamat datang di Desa Megati. Aksi sosial ini sangat bermanfaat dan menjadi wujud nyata kepedulian di bidang sosial serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Kami juga siap mendukung penuh program pemerintah demi mewujudkan visi Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg, Ny. Rahayu Budi Arsana menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia melaporkan bahwa penerima bantuan pada kegiatan tersebut mencapai 128 orang yang tersebar di 10 desa. “Kami bersyukur atas kehadiran ibu dan jajaran. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, (AUM),” ujarnya. (rls/tbn)

Koster Targetkan 120 Koperasi Merah Putih Beroperasi di Bali Akhir Juli 2026

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung.
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5).

Peresmian secara langsung dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto serta diikuti seluruh provinsi secara daring.

Didampingi jajaran Forkopimda, Koster menyampaikan dukungannya terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan di Bali.

“Kita di Bali yang sudah siap sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sedang berproses lagi sampai akhir bulan juli itu akan mencapai secanyak 120 KDKMP,” jelas Koster.

Jumlah 38 KDKMP yang sudah siap tersebut disebut baru mencapai 5,3 persen dari total 716 desa dan kelurahan di Bali. Namun, angka itu ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 120 KDKMP atau sekitar 17 persen dari total kebutuhan pada akhir Juli 2026.

“Nanti Bulan Juli akan disiapkan barang-barang yang akan dijual di koperasi dan di targetkan di awal Agustus sudah full bisa beroperasi dalam memberikan layanan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi merupakan instrumen kemandirian ekonomi kerakyatan sekaligus fondasi pemerataan pembangunan nasional.

“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” jelas Prabowo.

Ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu mandiri pangan dengan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri tanpa bergantung pada impor. Menurutnya, swasembada pangan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani Indonesia.

Prabowo juga menyebut keberadaan Koperasi Merah Putih akan mendukung pertumbuhan ekonomi di desa dan kelurahan dengan proyeksi perputaran uang mencapai Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.

“Melalui koperasi merah putih nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung kemana-mana lagi,” jelasnya.

Adapun layanan usaha yang disiapkan dalam KDKMP meliputi penjualan sembako subsidi, penyalur LPG subsidi, penyalur pupuk subsidi, kredit murah, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, penyerapan gabah petani hingga layanan obat murah bagi masyarakat. RAN

Sempat Dikira Bangkai Tikus, Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Jimbaran

penemuan jasad pria asal Grobogan di bekas kantor konstruksi kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
penemuan jasad pria asal Grobogan di bekas kantor konstruksi kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga Lingkungan Cengiling, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah bekas kantor konstruksi di Jalan Blong Keker, Gang Nakula, Minggu (17/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Ngatono (45), pria asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan tergeletak di lantai sebuah ruangan di bekas Kantor CV Soma Lentera Oetama General Contractor.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk menyengat dari area kantor kosong tersebut.

“Awalnya saksi mencium bau tidak sedap sejak Sabtu sore dan mengira berasal dari bangkai tikus. Namun pada Minggu pagi bau semakin menyengat sehingga saksi berinisiatif mencari sumber bau tersebut,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Menurut keterangannya, saksi kemudian menuju bagian belakang samping kantor dan mendapati banyak lalat beterbangan di sekitar lokasi. Karena curiga, saksi mengintip melalui jendela dan melihat seorang pria tergeletak di dalam ruangan.

“Setelah melihat ada seorang laki-laki terbaring di dalam kamar, saksi langsung melapor kepada kepala lingkungan yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polresta Denpasar. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di atas lantai keramik beralaskan perlak bermotif bunga. Korban tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana jeans pendek warna biru. Bagian wajah korban juga sudah mengalami pembusukan.

“Iya benar, korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Diketahui, korban sudah sekitar satu bulan tinggal sementara di bekas kantor konstruksi tersebut. Pemilik kantor terakhir kali bertemu korban pada Kamis (14/5/2026) dan saat itu korban disebut dalam kondisi sehat.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RS Udayana menggunakan ambulans Banser Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut. RAN

Bansos ke Peternak Sapi, Polda Bali Ajak Jaga Bali Tetap Aman Jelang Idul Adha

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Polda Bali melalui Subdit II Ditintelkam memperkuat sinergi dengan para peternak dan pelaku usaha pengiriman sapi Bali guna menjaga stabilitas keamanan serta kesehatan ternak, Jumat (15/5/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada peternak dan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengiriman Sapi Bali (APSB). Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat sektor peternakan di tengah meningkatnya permintaan pengiriman sapi keluar daerah menjelang Idul Adha. (BALIPOST.com)

Panit V Subdit 2 Ditintelkam Polda Bali Ipda Dwi Amir menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, namun juga bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

“Kami mengajak seluruh peternak dan pelaku usaha pengiriman sapi agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Selain menjaga keamanan, Polda Bali juga mengingatkan pentingnya pengawasan kesehatan ternak untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menjadi perhatian para peternak. Pengawasan kesehatan ternak dinilai penting karena lalu lintas pengiriman sapi biasanya meningkat signifikan menjelang Idul Adha. (BALIPOST.com)

Dalam kegiatan tersebut, para peternak juga diimbau tetap tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dalam proses pengiriman sapi keluar daerah.

Polda Bali turut mengapresiasi sikap para peternak yang dinilai mampu menyikapi berbagai persoalan secara bijaksana sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan di masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan koordinasi antara aparat kepolisian dan pelaku usaha peternakan semakin kuat, sehingga distribusi sapi Bali menjelang Idul Adha dapat berjalan lancar, aman, serta tetap memperhatikan kesehatan ternak dan ketertiban administrasi. (rls)

Bunda Rai Hidupkan Makna Bergerak dan Berbagi di Pupuan dan Selemadeg Barat

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu (13/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bukan sekadar program rutin, aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” kembali hadir dengan sentuhan lebih dalam dan menyeluruh. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu (13/5/2026), dengan rangkaian kegiatan yang menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat.

 

Sejak pagi, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, serta kader PKK setempat tampak aktif menyapa warga. Kehadirannya tak hanya membawa bantuan, tetapi juga energi positif yang menguatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

 

Mengawali kegiatan, Bunda Rai mengunjungi TK Dharma Bakti Kecamatan Pupuan sebagai Bunda PAUD dengan penuh kehangatan. Ia menyerahkan PMT kepada 100 siswa PAUD serta bantuan APE luar ruangan berupa menara terowongan dan tangga titian kepada lima PAUD swasta. Bunda Rai berinteraksi langsung dengan anak-anak, memastikan mereka merasa diperhatikan dan nyaman.

 

Bunda Rai juga menyampaikan, bahwa perhatian terhadap anak usia dini menjadi prioritas penting dalam membangun generasi masa depan. “Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan saya kepada anak-anak. Saya merasa sangat bahagia bisa berbagi dan memberikan perhatian melalui PMT dan APE. Ini adalah salah satu upaya kita bersama dalam mencegah stunting sejak dini. Saya berharap orang tua dan guru terus mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ungkapnya.

 

Ia juga menegaskan, program PMT terus digulirkan secara rutin di seluruh kecamatan di Tabanan, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan. Sementara bantuan APE diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Bunda Rai juga turut menekankan pentingnya penerapan “7 kebiasaan anak Indonesia hebat” sebagai fondasi karakter sejak dini.

 

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Wantilan Desa Pupuan sebagai pusat penyaluran bantuan utama. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 10 ibu hamil dengan KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 6 penderita kanker, serta 70 kader PKK kurang mampu. Tak hanya simbolis, Bunda Rai memastikan seluruh bantuan tersalurkan langsung kepada penerima. Ia juga menyerahkan bantuan tambahan berupa 9 alat bantu dengar dan 2 tripod, serta meresmikan bedah kamar ODGJ milik I Komang Arsana di Desa Pajahan melalui pemotongan pita, penyerahan kunci, dan pemberian sembako.

 

Memasuki siang hari, kegiatan dilanjutkan ke Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat. Bantuan kembali disalurkan kepada 10 ibu hamil KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 5 penderita kanker, 55 kader PKK kurang mampu, serta 100 anak TK penerima PMT. Diserahkan juga bantuan tambahan berupa 1 tripod, 2 kursi roda, dan 2 walker. Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

 

Tak berhenti pada bantuan sosial, Bunda Rai juga menguatkan edukasi lingkungan dengan menyerahkan 150 alat dan pelubang biopori sekaligus mempraktikkan langsung penggunaannya di rumah warga. Ia mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

 

Saat itu Bunda Rai menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TP PKK dalam menjangkau seluruh wilayah di Tabanan. Ia menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membangun semangat kebersamaan. “Kegiatan ini rutin kami lakukan secara roadshow ke seluruh kecamatan. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung, menyapa, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Tabanan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti perannya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas) dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terutama oleh ibu-ibu sebagai penggerak utama keluarga. “Pengelolaan sampah ini penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai langkah preventif mencegah bencana seperti banjir. Bahkan hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK,” tambah Bunda Rai.

 

Selain itu, sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda Rai turut mensosialisasikan Posyandu 6 SPM yang kini mencakup layanan lebih luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar secara terpadu. Melalui keterlibatan langsung di setiap titik kegiatan, Bunda Rai kembali menegaskan bahwa “Bergerak dan Berbagi” bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan secara berkelanjutan

 

Di sela-kegiatan di Pupuan, Kepala TK Dharma Bakti, Anak Agung Ayu Wiwik Sagita Ningrum, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. “Kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan, Ny. Ni Ketut Astutiyani, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata perhatian dan semangat gotong royong. “Kami yakin kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk cinta kasih yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.

 

Hal serupa disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat, Ny. Dwi Wahani. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kehadiran ibu menjadi semangat bagi kami dan para kader PKK. Kegiatan ini memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya. (rls/tbn)

 

Jasad Pria Misterius Ditemukan Terkubur di Sawah Darmasaba

Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung dibuat geger dengan penemuan mayat pria misterius yang terkubur di area persawahan, Selasa (12/5/2026) sore. Penemuan jasad itu bermula dari munculnya bagian lutut manusia di atas permukaan tanah.

Sebelum mayat ditemukan, warga lebih dulu mencium bau busuk menyengat dari sekitar areal persawahan Laba Pura Mukti. Aroma tak sedap tersebut pertama kali dikeluhkan seorang perempuan kepada suaminya, I Nyoman Purnama (50), sekitar pukul 09.00 WITA.

Penasaran dengan sumber bau, saksi kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 16.00 WITA. Saat menyusuri area sawah, ia terkejut melihat sesuatu menyerupai lutut manusia mencuat dari dalam tanah di sisi barat persawahan.

Temuan mengerikan itu langsung dilaporkan kepada Kelian Dinas Banjar Cabe, I Ketut Wita (52). Keduanya kembali mengecek lokasi sebelum akhirnya menghubungi aparat kepolisian dan Bhabinkamtibmas Desa Darmasaba.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, petugas bersama Unit Identifikasi Polres Badung langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi meringkuk menghadap ke selatan dengan kondisi tubuh terkubur sekitar 50 sentimeter di dalam tanah. Kepala korban berada di sisi timur, sedangkan kaki mengarah ke barat.

“Korban diperkirakan sudah meninggal cukup lama karena kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan sekitar 70 persen,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan luka robek pada bagian lutut kiri korban. Saat ditemukan, pria tanpa identitas itu mengenakan jaket hoodie hitam bertuliskan “Starter”, celana pendek abu-abu, serta membawa tas selempang hitam.

Tak jauh dari lokasi penemuan jasad, petugas turut menemukan sebuah cangkul yang tergeletak sekitar lima meter dari tubuh korban.

Sekitar pukul 17.30 WITA, jenazah dievakuasi oleh petugas PMI Kabupaten Badung menggunakan ambulans menuju RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. RAN