- Advertisement -
Beranda blog

Ikon Baru Kota Tabanan, Patung Catur Muka Direvitalisasi dengan Desain Lebih Monumental

Acara “Ngeruak dan Pralina” Patung Catur Muka yang lama, Budha Manis Medangsia, 8 Juli 2026.

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan pembangunan Patung Catur Muka baru pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari penataan kawasan strategis Jalan Gajah Mada. Ikon Kota Tabanan tersebut akan dibangun di lokasi yang sama, namun dengan ukuran yang lebih besar dan desain yang lebih monumental guna memperkuat citra kawasan pusat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan pembangunan patung baru merupakan tindak lanjut atas aspirasi Desa Adat Kota Tabanan yang menginginkan pembaruan ikon daerah tersebut.

Berdasarkan kajian teknis, patung yang baru dirancang memiliki tinggi sekitar 9 meter dari permukaan tanah dengan lebar dasar sekitar 6,2 meter. Ukuran tersebut meningkat signifikan dibandingkan patung lama yang memiliki tinggi sekitar 5,2 meter.

Menurut Partana, pembangunan itu tidak sekadar memperbesar dimensi patung, tetapi juga menghadirkan ikon yang lebih kokoh, estetis, dan mampu merepresentasikan identitas Kabupaten Tabanan.

“Patung Catur Muka merupakan salah satu simbol penting Kota Tabanan. Melalui pembangunan ini kami ingin menghadirkan landmark yang lebih representatif, memiliki kekuatan struktur yang lebih baik, sekaligus tetap mempertahankan nilai filosofi dan budayanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi fisik patung lama saat ini telah mengalami penurunan akibat faktor usia dan cuaca. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pelapukan pada permukaan patung, retakan di sejumlah bagian, hingga ornamen yang mulai longgar dan terlepas.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengurangi nilai estetika ikon kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila kerusakan terus dibiarkan. Karena itu, pemerintah memutuskan membangun patung baru dibandingkan melakukan perbaikan secara parsial.

Selain meningkatkan aspek keamanan, patung baru juga dirancang menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca tanpa menghilangkan nilai artistik maupun filosofi yang melekat pada Patung Catur Muka.

Sebagai bagian dari tahapan pembangunan, Desa Adat Kota Tabanan telah melaksanakan prosesi ritual Meprelina pada Rabu (8/7/2026). Ritual tersebut menjadi rangkaian adat sebelum pembongkaran patung lama dilakukan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menggelar sosialisasi kepada pengurus Desa Adat Kota Tabanan serta para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada. Sosialisasi dilakukan karena pembangunan Patung Catur Muka merupakan bagian dari penataan kawasan pusat kota secara menyeluruh.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Raja Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan. Menurutnya, pembangunan kembali Patung Catur Muka bukan hanya mengganti sebuah monumen, tetapi juga menjadi upaya menjaga identitas, marwah, dan warisan budaya Kota Tabanan.

Ia berharap kehadiran patung baru mampu menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus warisan bagi generasi mendatang, dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara pembangunan kawasan perkotaan dan pelestarian nilai-nilai adat serta budaya.

Dukungan serupa disampaikan Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika. Menurutnya, usulan pembangunan patung baru muncul dari aspirasi masyarakat adat agar ikon Kota Tabanan memiliki tampilan yang lebih representatif dan membanggakan.

Ia menegaskan pembangunan Patung Catur Muka diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan tata ruang sehingga mampu menciptakan kawasan pusat kota yang lebih tertata, nyaman, serta memiliki daya tarik visual yang semakin kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Tabanan. (rls/kmf)

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3×3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3x3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semangat pembinaan atlet basket usia dini mewarnai pelaksanaan Tabanan Hustle 3×3 Vol 2 yang digelar Perbasi Kabupaten Tabanan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, di Lapangan Basket Alit Saputra Tabanan. Sebagai wujud dukungan terhadap pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (12/7/2026) dan menyerahkan hadiah kepada para juara kejuaraan basket tingkat kelompok umur se-Bali tersebut.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Perbasi Kabupaten Tabanan, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Ketua KONI Tabanan, serta para peserta dan pendamping dari berbagai daerah di Bali.

 

Kejuaraan Tabanan Hustle 3×3 Vol 2 diikuti sebanyak 93 peserta yang berasal dari enam kabupaten/kota di Bali, yakni Kabupaten Tabanan, Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Kota Denpasar. Para peserta bertanding pada kategori usia 8 tahun campuran, 10 tahun campuran, 12 tahun putra dan putri, serta kelompok usia 14, 16, 18 hingga kategori umum 18–35 tahun.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan, sekaligus sarana menjaring bibit-bibit atlet basket berprestasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas melalui olahraga. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan lahirnya atlet-atlet basket yang membanggakan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan yang menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam menciptakan generasi yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

 

Ia juga berharap kejuaraan Tabanan Hustle dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang setiap tahunnya. Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Tabanan maupun Bali. “Ke depan kegiatan seperti ini harus terus diperbanyak agar semakin banyak bibit atlet yang muncul. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga Tabanan Hustle terus menjadi inspirasi dalam memajukan olahraga basket di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Ivana Bunga Wahyuni, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Tabanan yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga basket sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi dengan diikuti 93 peserta dari hampir seluruh kabupaten/kota di Bali. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

 

Acara turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali beserta jajaran pengurus, Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas penataan organisasi pesemetonan MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara.

 

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara.

 

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MGPSSR Kabupaten Tabanan yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi sekaligus memelihara semangat kebersamaan, pengabdian, serta nilai-nilai budaya warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

 

Menurut Sanjaya, Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah. “Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan meyakini setiap organisasi kemasyarakatan, khususnya MGPSSR, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial sekaligus melestarikan kearifan lokal Hindu Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

 

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya.  (rls/tbn)

Terima Anugerah Sahabat Pers Indonesia, Bupati Sanjaya Dorong Sinergi Pemerintah dan Pers

Terima Anugerah Sahabat Pers Indonesia, Bupati Sanjaya Dorong Sinergi Pemerintah dan Pers

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menerima Anugerah Sahabat Pers Indonesia yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pusat Financial International Indonesia SMSI bertema “Mengkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan” yang berlangsung di Ruang Pancasila, Gedung DPD RI Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Wakil gubernur Bali, Ketua SMSI Provinsi Bali beserta jajaran, para pemangku kepentingan, insan pers, serta undangan terkait lainnya. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Bupati Sanjaya dalam membangun kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan insan pers sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik yang sehat dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. “Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada SMSI Pusat dan SMSI Provinsi Bali atas penghargaan Anugerah Sahabat Pers Indonesia yang diberikan kepada kami. Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk terus membangun kemitraan positif dan harmonis antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan dan insan pers di seluruh Provinsi Bali. Kami meyakini bahwa pers adalah mitra strategis pemerintah,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa di tengah era disrupsi informasi, keberadaan media pers memiliki peran yang sangat penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami senantiasa berharap pers, khususnya anggota SMSI, dapat selalu tampil di garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan tervalidasi kebenarannya. Pemerintah tetap mengharapkan munculnya kritik-kritik yang objektif, pemberitaan yang berimbang, serta informasi yang akurat. Sebab kritik yang disampaikan media pers adalah energi positif bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Sanjaya mempersembahkan penghargaan tersebut kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Ia berharap SMSI terus menjadi organisasi media yang profesional, independen, berintegritas, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah maupun kemajuan Indonesia. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Gemuruh tepuk tangan yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra menjadi saksi keberhasilan Duta Kabupaten Tabanan memukau penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Kamis (9/7/2026). Di balik penampilan spektakuler tersebut, hadir dukungan penuh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam melestarikan sekaligus memajukan seni dan budaya daerah.

 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta istri, para asisten Setda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pada malam itu, selain Duta Kabupaten Tabanan, turut tampil Duta Kabupaten Karangasem.

 

Mewakili Kabupaten Tabanan, Sekaa Gong Suara Kencana dari Banjar Dinas Banjar Kutuh, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat menampilkan tiga garapan yang sarat nilai seni dan filosofi. Penampilan diawali dengan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi bertajuk “Ming Salah”, sebuah karya yang menghadirkan perpaduan harmonis antara nilai-nilai tradisi karawitan Bali dengan eksplorasi musikal modern, sehingga mampu menghadirkan sajian yang tetap berakar pada budaya namun relevan dengan perkembangan estetika masa kini.

 

Penampilan berlanjut melalui Tari Kreasi Kekebyaran bertajuk “Wireng Ayu Wah”, yang mengangkat sosok pahlawan perempuan Bali, Sagung Ayu Wah, putri Kerajaan Tabanan. Garapan ini menggambarkan keberanian, keteguhan hati, dan semangat pengabdian kepada tanah kelahiran, sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai kepahlawanan lahir dari ketulusan hati dan kecintaan terhadap bangsa serta budaya.

 

Sebagai penutup, dipentaskan Fragmen Tari bertajuk “Amukti Jayaning Singasana” yang menyuguhkan dramatika artistik dengan pesan moral tentang kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian. Keseluruhan pertunjukan berhasil memikat perhatian ratusan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra sepanjang pementasan berlangsung.

 

Keberhasilan penampilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Di bawah komando Bupati Sanjaya selaku penanggung jawab, berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Barat, Perbekel Desa Lalanglinggah, para pembina, pelatih, serta seluruh seniman yang terlibat, Sekaa Gong Suara Kencana mampu mempersembahkan penampilan yang memukau dan mendapat apresiasi hangat dari para penonton.

 

Usai pementasan, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi seluruh seniman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di panggung PKB. Menurutnya, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkesenian masyarakat Tabanan terus tumbuh dan mampu menghadirkan karya berkualitas yang tetap berpijak pada akar budaya Bali.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh seniman, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah bekerja keras menghadirkan penampilan luar biasa malam ini. Inilah wujud nyata bahwa seni budaya Tabanan terus hidup, berkembang, dan mampu bersaing melalui kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Semoga semangat ini terus terjaga sebagai warisan bagi generasi penerus,” ujar Sanjaya.

 

Senada dengan hal tersebut, Bunda Rai juga menyampaikan kebanggaannya atas penampilan Duta Kabupaten Tabanan yang dinilai tidak hanya menampilkan kualitas seni yang tinggi, tetapi juga berhasil menyampaikan pesan-pesan luhur tentang sejarah, perjuangan, dan kecintaan terhadap budaya Bali melalui setiap garapan yang dipentaskan.

 

Bunda Rai berharap semangat para seniman muda Tabanan terus terpelihara sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tetap berlandaskan nilai budaya daerah. “Saya sangat bangga melihat dedikasi dan semangat luar biasa para seniman Tabanan. Semoga momentum ini semakin memotivasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya sebagai identitas serta kebanggaan Kabupaten Tabanan. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan agar warisan budaya kita tetap lestari dan semakin dikenal luas,” ungkap Bunda Rai.  (rls/tbn)

Gudang Penyimpanan Kabel Internet di Cemagi Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Petugas Damkar Badung memadamkan kebakaran gudang penyimpanan kabel internet di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Rabu (8/7/2026) malam.
Petugas Damkar Badung memadamkan kebakaran gudang penyimpanan kabel internet di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Rabu (8/7/2026) malam.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kebakaran melanda gudang penyimpanan material milik perusahaan penyedia layanan internet PT Labda Karya Manunggal di Banjar Batan Tanjung, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026) malam.

Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan gudang beserta ribuan meter kabel optik yang tersimpan di dalamnya dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Kasubsi PIDM Siehumas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 WITA oleh seorang warga bernama I Putu Suryawan (38) yang tinggal di sekitar lokasi. Saat itu, saksi melihat kobaran api muncul dari tumpukan palet kayu dan gulungan kabel optik yang disimpan di bagian luar gudang.

“Melihat api mulai membesar, saksi langsung menghubungi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Sambil menunggu petugas datang, saksi berusaha memindahkan sebagian palet kayu yang belum terbakar agar api tidak semakin meluas,” ujar Ipda Yuni.

Sejumlah warga turut membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api karena banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi. Tiupan angin yang cukup kencang juga membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan gudang.

Sementara itu, pemilik lahan, I Putu Gede Arsa Pradnyana (43), mengaku baru mengetahui kebakaran saat menerima telepon dari tetangganya ketika sedang dalam perjalanan pulang untuk melaksanakan persembahyangan. Setibanya di lokasi sekitar pukul 20.00 WITA, ia mendapati gudang beserta seluruh material di dalamnya telah dilalap si jago merah.

Petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung bersama personel Polsek Mengwi kemudian melakukan pemadaman serta mengamankan area sekitar lokasi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab kebakaran.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber api diduga berasal dari tumpukan palet kayu dan gulungan kabel optik yang berada di luar gudang. Api kemudian merambat ke bangunan akibat banyaknya bahan yang mudah terbakar dan diperparah embusan angin.

Terpisah, Komandan Peleton Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, I Kadek Budana, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 19.10 WITA dari Perbekel Desa Cemagi. Satu menit kemudian petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.20 WITA.

Dalam penanganan tersebut, Diskarmat mengerahkan tujuh unit mobil pemadam, terdiri atas dua armada dari Pos Induk, dua unit dari Pos Mengwi, dua unit dari Pos Dalung, serta satu unit dari Pos Kunti.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan berlangsung sekitar empat jam 25 menit dengan menghabiskan sekitar 60.000 liter air. “Selama proses penanganan tidak ada kendala berarti sehingga pemadaman dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Budana. RAN

Bunda Rai Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Aksi Berbelanja dan Berbagi untuk Masyarakat

Bunda Rai Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Aksi Berbelanja dan Berbagi untuk Masyarakat

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digagas TP PKK Provinsi Bali kembali ditunjukkan melalui kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, pada kegiatan Aksi Sosial Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” ke-5 Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Bangli, Kabupaten Bangli, Rabu (8/7/2026).

 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, serta dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran, Forkopimda, dan perangkat daerah Kabupaten Bangli. Melalui kegiatan tersebut, seluruh daerah bersinergi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

 

Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” dirancang sebagai upaya melariskan hasil bumi, produk UMKM, IKM, serta sektor pertanian lokal yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk paket bantuan. Pada kesempatan itu, Kabupaten Bangli selaku tuan rumah menyerahkan 20 tas belanja kepada 20 penerima bantuan secara simbolis, sementara delapan kabupaten lainnya, termasuk Kabupaten Tabanan, turut menyerahkan masing-masing 10 tas belanja kepada 10 penerima bantuan. Dari TP PKK Provinsi Bali sendiri disalurkan bantuan berupa 2.000 kilogram beras, 200 krat telur, 100 liter minyak tanusan, serta 100 paket belanja kepada 100 penerima manfaat.

 

Sebanyak 27 pelaku industri kecil menengah, 65 pelaku UMKM, serta 17 pedagang sektor pertanian turut meramaikan pasar rakyat tersebut. Kehadiran ratusan pelaku usaha lokal menjadi bukti nyata komitmen TP PKK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas pemasaran produk unggulan daerah.

 

Dalam sambutannya, Ny. Putri Suastini Koster menjelaskan bahwa Pasar Rakyat PKK tidak sekadar menjadi ajang berbelanja, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi seluruh TP PKK se-Bali yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, konsep “berbelanja dan berbagi” memungkinkan dana yang dimiliki PKK dibelanjakan langsung kepada para produsen lokal, kemudian seluruh hasil belanja tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

 

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Selain mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, TP PKK Provinsi Bali juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui kebiasaan memilah sampah dari sumbernya serta mengajak masyarakat memaksimalkan hasil bumi termasuk pertanian dan perikanan untuk dikonsumsi dan dinikmati keluarga, sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. “PKK memiliki tugas untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai potensi yang dimiliki masing-masing daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bangli sebagai tuan rumah. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkenalkan produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia juga memperkenalkan Kabupaten Bangli sebagai penghasil telur terbesar di Bali, termasuk telur omega-3, yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat di seluruh Bali.

 

Usai mengikuti rangkaian kegiatan, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antar TP PKK mampu menghadirkan manfaat ganda, yakni menggerakkan perekonomian pelaku usaha lokal sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

Bunda Rai juga menegaskan kesiapan TP PKK Kabupaten Tabanan untuk terus bersinergi dan mendukung seluruh program yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali, termasuk program pemberdayaan ekonomi, edukasi pengelolaan sampah, peningkatan konsumsi pangan bergizi, serta berbagai kegiatan sosial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi program-program TP PKK Provinsi Bali yang selalu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. TP PKK Kabupaten Tabanan siap terus bersinergi, berkolaborasi, dan mendukung pelaksanaan berbagai program yang sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat pemberdayaan masyarakat di seluruh Bali,” ungkap Bunda Rai.

 

Pihaknya berharap, melalui partisipasi aktif dalam setiap kegiatan, TP PKK Kabupaten Tabanan dapat terus menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan TP PKK Provinsi Bali. (rls/tbn)

Kasus Korupsi LPD Mambal: Eks Kepala Kini Ditetapkan Tersangka

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyampaikan pengungkapan kasus di Mapolres Badung.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyampaikan pengungkapan kasus di Mapolres Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung menetapkan mantan Kepala Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Mambal, Kecamatan Abiansemal, berinisial IWAW (56), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan LPD yang menyebabkan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menuntaskan proses penyelidikan dan penyidikan yang berlangsung hampir empat tahun. Kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana LPD pada periode 2019 hingga 2021.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengatakan, selama proses penyidikan, tim penyidik telah memeriksa 111 orang saksi. Mereka terdiri dari pengurus dan pegawai LPD, badan pengawas, debitur, nasabah tabungan dan deposito, auditor, hingga saksi ahli.

“Dari hasil gelar perkara yang didukung minimal dua alat bukti yang sah beserta barang bukti lainnya, penyidik menetapkan IWAW sebagai tersangka,” ujar AKBP Joseph Edward Purba.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan mengajukan pinjaman atas nama pribadi, anggota keluarga, maupun menggunakan identitas pihak lain sebagai debitur. Kredit bermasalah tersebut kemudian direstrukturisasi atau dikompensasi berulang kali tanpa persetujuan peminjam sehingga tetap tercatat sebagai kredit lancar.

Menurut Kapolres, modus tersebut dilakukan untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan memanfaatkan dana milik LPD.

Kasus ini mulai terungkap setelah pada Mei 2021 sejumlah nasabah mengeluhkan tidak dapat mencairkan dana simpanan mereka. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Badung melakukan penyelidikan, sementara Desa Adat Mambal meminta audit terhadap kondisi keuangan LPD.

Audit awal sempat menemukan indikasi kerugian hingga sekitar Rp211,8 miliar. Namun proses penyidikan mengalami hambatan karena kondisi kesehatan kepala LPD saat itu serta meninggalnya auditor utama, sehingga dilakukan audit ulang oleh kantor akuntan publik yang berbeda.

Hasil audit terbaru yang diterima penyidik pada 28 Mei 2026 menyatakan nilai kerugian keuangan LPD Desa Adat Mambal yang menjadi tanggung jawab tersangka mencapai Rp33.678.732.900.

Selain kerugian tersebut, auditor juga menemukan dugaan praktik pemberian kredit menggunakan identitas pihak lain, restrukturisasi kredit macet tanpa persetujuan debitur, serta penyalahgunaan dana yang mengakibatkan kerugian nyata maupun potensi kerugian terhadap keuangan LPD.

Dalam pengusutan perkara ini, polisi menyita berbagai barang bukti berupa dokumen pendirian dan kepengurusan LPD, berkas perjanjian kredit, sertifikat hak milik, sertifikat hak tanggungan, BPKB kendaraan yang dijadikan agunan, dokumen tabungan, deposito, pinjaman, hingga laporan hasil audit dari kantor akuntan publik.

Atas perbuatannya, IWAW dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 9 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Tersangka terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp1 miliar,” tegas AKBP Joseph Edward Purba. RAN

Belasan Pelaku Pencurian Dibekuk Polres Badung Selama Juni 2026

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kepolisian Resor (Polres) Badung bersama jajaran polsek berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana pencurian yang terjadi sepanjang Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 17 tersangka berhasil diamankan dan seluruhnya merupakan pria dewasa.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan, dari total laporan yang ditangani terdapat 10 kasus pencurian biasa (cusa) dan tujuh kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Dari seluruh tersangka yang diamankan, satu orang diketahui merupakan residivis.

“Sebanyak 17 tersangka berhasil kami amankan dan seluruhnya merupakan laki-laki dewasa. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan residivis,” ujar AKBP Joseph saat konferensi pers di Lobby Polres Badung, Senin (6/7/2026).

Ia merinci, Satreskrim Polres Badung menangani lima kasus yang terdiri atas empat pencurian biasa dan satu pencurian dengan pemberatan. Sementara Polsek Kuta Utara mengungkap tujuh kasus, Polsek Abiansemal empat kasus, dan Polsek Mengwi satu kasus.

Menurutnya, aksi pencurian terjadi di berbagai lokasi, mulai dari kawasan permukiman, vila, areal persawahan, hingga pertokoan dan warung. Meski demikian, selama Juni 2026 tidak ditemukan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukum Polres Badung.

“Selama bulan Juni tidak ada kejadian pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polres Badung. Motif yang paling banyak ditemukan adalah faktor ekonomi atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus pencurian biasa, polisi menyita berbagai barang bukti berupa lima unit sepeda motor, delapan telepon genggam termasuk dua unit iPhone, satu unit laptop, satu kamera, satu drone DJI, satu lensa kamera, dua botol minuman beralkohol, serta sejumlah peralatan pertukangan.

Sementara itu, barang bukti dari kasus pencurian dengan pemberatan meliputi satu unit mobil Toyota Calya, satu sepeda motor, satu speaker, satu televisi, kabel fiber optik ADSS 12 core sepanjang 1.477 meter, serta 24 bungkus rokok dari berbagai merek.

Seluruh tersangka dijerat dengan ketentuan pidana pencurian dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara antara lima hingga tujuh tahun.

Kapolres menegaskan, Polres Badung akan terus meningkatkan patroli, pengamanan, dan langkah pencegahan untuk menekan angka kriminalitas. Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan melalui layanan darurat 110 maupun kantor polisi terdekat.

“Kami berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat serta meningkatkan pengamanan hingga ke wilayah banjar yang dinilai rawan tindak kriminal,” tegasnya. RAN.

Wayang Kulit Duta Badung Gaungkan Nilai Atma Kerthi di Panggung PKB 2026

Wayang Kulit Duta Badung Gaungkan Nilai Atma Kerthi di Panggung PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Duta Kabupaten Badung dari Sanggar Seni Dhanan Jaya, Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, sukses menampilkan garapan wayang kulit klasik bertajuk “Kresna Duta Durjana” dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pementasan yang berlangsung di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026), mendapat perhatian penonton berkat penyajian cerita yang sarat nilai filosofis.

Sebanyak 29 seniman terlibat dalam garapan tersebut. Kisah yang diangkat merupakan bagian dari epos Mahabharata yang menggambarkan pergulatan batin Maharaja Yudistira saat harus menghadapi perang melawan saudara, keluarga, hingga gurunya sendiri. Melalui nasihat Prabu Kresna dan dorongan Bima, Yudistira diyakinkan bahwa menegakkan dharma merupakan kewajiban yang harus dijalankan meski harus menghadapi konsekuensi besar.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Seni Dhanan Jaya, I Made Ariawan, menjelaskan pemilihan lakon “Kresna Duta Durjana” disesuaikan dengan tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi, yang menitikberatkan pada pemuliaan jiwa.

Menurutnya, dalam ajaran kepahlawanan seorang ksatria, pengabdian tertinggi diwujudkan melalui keberanian mempertahankan kebenaran. Karena itu, kisah tersebut dinilai relevan untuk menyampaikan makna tentang penghormatan terhadap perjalanan atman dalam kehidupan.

Ia mengatakan, pementasan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral agar masyarakat senantiasa menjaga keseimbangan hidup, menghargai diri sendiri, serta mempersiapkan perjalanan spiritual dengan menjalankan kebajikan semasa hidup.

“Melalui cerita ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menghargai atman, baik selama masih berada dalam raga maupun ketika telah meninggalkan kehidupan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan Pemerintah Kabupaten Badung terus memberikan dukungan kepada para seniman yang tampil mewakili daerah dalam ajang PKB sebagai bagian dari upaya melestarikan seni, adat, dan budaya Bali.

Menurutnya, kesenian wayang kulit bukan sekadar pertunjukan tradisional, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter karena memuat berbagai nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

“Wayang menyimpan banyak ajaran dan filosofi yang dapat menjadi pedoman dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur melalui seni tradisi inilah yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Melalui penampilan tersebut, Duta Kabupaten Badung tidak hanya menyuguhkan kualitas artistik dalam seni pedalangan, tetapi juga berhasil menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya menegakkan dharma serta memuliakan atman, sejalan dengan semangat yang diusung PKB XLVIII Tahun 2026. (rls/kjs/bdg)