- Advertisement -
Beranda blog

Gebyar PAUD Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Bunda Rai Dorong Pendidikan Inklusif dan Pemenuhan Gizi Anak Tabanan

Gebyar PAUD Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Bunda Rai Dorong Pendidikan Inklusif dan Pemenuhan Gizi Anak Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Tawa riang dan semangat ratusan anak usia dini memenuhi Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Kamis (23/7/2026), saat Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menghadiri Gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Momentum tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

 

Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” mengingatkan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Tabanan yang saat itu diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, jajaran kepala perangkat daerah terkait, pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, para ketua organisasi wanita, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Tabanan, para guru, siswa, serta undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menjelaskan bahwa Gebyar PAUD merupakan agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan sebagai bentuk nyata kepedulian dan komitmen Bunda PAUD Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memberikan ruang bagi anak usia dini untuk belajar, bermain, berkreasi, dan mengembangkan potensi mereka melalui suasana yang menyenangkan.

 

“Gebyar PAUD merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk nyata kepedulian dan komitmen Bunda PAUD Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memberikan ruang bagi anak-anak usia dini untuk belajar, bermain, berkreasi dan mengembangkan potensi mereka dalam suasana yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

 

Tahun ini, Gebyar PAUD diisi dengan berbagai perlombaan yang bertujuan menumbuhkan kreativitas, keberanian, rasa percaya diri, serta kecintaan anak terhadap budaya dan proses belajar yang menyenangkan. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada anak-anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan yang inklusif, sekaligus paket Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) guna meningkatkan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.

 

Bunda Rai juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang selama ini telah memberikan perhatian dan pelayanan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kehadiran lingkungan pendidikan yang inklusif merupakan bukti bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Ia berharap semangat kepedulian tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.

 

Lebih lanjut, Bunda Rai mengajak seluruh masyarakat menyukseskan program wajib belajar 13 tahun, khususnya satu tahun pendidikan prasekolah. Ia menegaskan bahwa PAUD merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan anak memasuki jenjang sekolah dasar, sehingga peran Bunda PAUD Kecamatan dan Desa sangat strategis sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat.

 

“Mari kita bersama-sama mengedukasi masyarakat, mengajak para orang tua, serta memastikan setiap anak usia prasekolah memperoleh kesempatan mengikuti layanan PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD. Dengan kolaborasi yang kuat hingga tingkat desa, saya yakin target wajib belajar 13 tahun di Kabupaten Tabanan dapat kita wujudkan bersama,” tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bunda Rai juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan Gebyar PAUD Tahun 2026, sekaligus mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional ke-42 kepada seluruh anak-anak Tabanan.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua, guru, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk semakin menyayangi anak, melindungi hak-haknya, memenuhi kebutuhan gizi dan pendidikannya, sehingga bersama-sama mampu membangun masa depan Kabupaten Tabanan dan Indonesia melalui generasi yang sehat, bahagia, dan berkualitas.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin nasional sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Bupati Tabanan dan Bunda PAUD Kabupaten Tabanan dalam mendukung tumbuh kembang kreativitas serta pemenuhan hak anak usia dini.

 

“Tujuan kegiatan ini untuk memperingati Hari Anak Nasional, mengembangkan kreativitas dan bakat anak, meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan dan perlindungan anak, mendukung satu tahun pendidikan prasekolah serta pemenuhan gizi anak di Kabupaten Tabanan,” jelas Ngurah Darma.

 

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari, 22–23 Juli 2026, dengan melibatkan sekitar 400 siswa PAUD se-Kabupaten Tabanan melalui lomba mewarnai, finger painting, mendongeng, dolanan anak, senam anak, penyerahan bantuan kepada 10 peserta didik berkebutuhan khusus, serta pembagian 150 paket Gemarikan hasil kerja sama dengan Dinas Perikanan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri anak, memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan PAUD Holistik Integratif, meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan prasekolah, serta melahirkan generasi Tabanan yang sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter. (rls/tbn)

Empat Ranperda Tuntas Dibahas, DPRD Tabanan Dorong Tata Kelola Daerah Lebih Berkualitas

Empat Ranperda Tuntas Dibahas, DPRD Tabanan Dorong Tata Kelola Daerah Lebih Berkualitas

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan melanjutkan pembahasan empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) melalui rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Tabanan, Rabu (22/7/2026). Sidang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa dengan agenda penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar), Panitia Khusus (Pansus) I, dan Pansus II atas hasil pembahasan masing-masing ranperda.

Empat ranperda yang dibahas meliputi Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Ranperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan Tahun 2026–2046, Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah.

Dalam laporannya, Badan Anggaran DPRD menyatakan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 telah dilakukan melalui rapat internal dan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta organisasi perangkat daerah terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Banggar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Meski demikian, DPRD meminta pemerintah daerah terus meningkatkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah agar kinerja keuangan semakin efektif dan efisien.

Sementara itu, Ketua Pansus I DPRD Tabanan I Wayan Lara menyampaikan hasil pembahasan dua ranperda, yakni Ranperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026–2046 serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menurutnya, ranperda mengenai perumahan dan kawasan permukiman disusun sebagai pedoman pembangunan jangka panjang selama 20 tahun ke depan agar pengembangan kawasan permukiman berlangsung secara terencana, terpadu, berkelanjutan, serta selaras dengan tata ruang wilayah dan nilai-nilai lokal yang berlandaskan Pancasila, Tri Hita Karana, dan Sad Kerthi.

Sedangkan pada Ranperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pansus I melakukan sejumlah penyempurnaan substansi guna menyesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Di sisi lain, Ketua Pansus II DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana melaporkan hasil pembahasan Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah. Ia menjelaskan, regulasi tersebut disiapkan sebagai landasan hukum penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Tabanan yang memiliki potensi ancaman bencana akibat kondisi geografis, klimatologis, dan hidrologis wilayah.

Ranperda itu diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan penanggulangan bencana secara menyeluruh, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Selain itu, Pansus II juga memperkuat materi mengenai peran pemerintah desa dan desa adat agar lebih optimal dalam upaya mitigasi maupun penanganan bencana di wilayah masing-masing.

Usai penyampaian laporan Banggar, Pansus I, dan Pansus II, rapat paripurna dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan komisi-komisi DPRD, pendapat akhir fraksi, serta pengambilan keputusan terhadap hasil pembahasan keempat ranperda.

Dengan disetujuinya seluruh laporan pembahasan tersebut, DPRD Kabupaten Tabanan menyatakan empat ranperda siap memasuki tahapan persetujuan bersama dengan Bupati Tabanan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

Rapat paripurna turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris DPRD, Tim Ahli DPRD, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. (tim/dt)

ASN Diskominfo Tabanan Ikuti Sensus Ekonomi 2026, Aktivasi IKD Dipercepat

ASN Diskominfo Tabanan Ikuti Sensus Ekonomi 2026, Aktivasi IKD Dipercepat

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperkuat dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Salah satunya melalui pendataan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan di Ruang Rapat Diskominfo, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Sebelumnya, BPS telah melaksanakan pendataan serupa di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sekretariat Daerah, Dinas Sosial dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kesehatan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan mengajak seluruh ASN berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan akurat. Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Ia menegaskan, sebagai aparatur pemerintah, ASN memiliki tanggung jawab untuk mendukung setiap program strategis nasional, termasuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi aktif seluruh pegawai dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menghasilkan data statistik yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebagai aparatur pemerintah, kita memiliki tanggung jawab mendukung program nasional. Melalui partisipasi aktif seluruh ASN, diharapkan data yang dihasilkan berkualitas sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Selain pendataan sensus, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi seluruh ASN Diskominfo. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital sekaligus mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa kepemilikan IKD akan mempermudah ASN mengakses berbagai layanan publik, termasuk mendukung pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Melalui IKD yang telah aktif, ASN dapat melakukan pembaruan maupun pengisian data secara mandiri sehingga proses pendataan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap sinergi antara BPS Kabupaten Tabanan dengan seluruh perangkat daerah dapat memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal. Di sisi lain, percepatan aktivasi IKD juga diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik berbasis digital sekaligus menyediakan data yang akurat sebagai landasan perencanaan pembangunan daerah di masa mendatang. (rls/kmf)

Diduga Karena Tarif Pesan BO, Pemuda Berujung Dianiaya Pakai Botol Kaca di Badung, Polisi Ringkus Pelaku

Polisi bekuk FB, pelaku penganiayaan di Kuta Selatan.
Polisi bekuk FB, pelaku penganiayaan di Kuta Selatan.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang pria asal Blitar berinisial EA (22) menjadi korban penganiayaan menggunakan botol kaca usai terjadi perselisihan di sebuah kamar kos di kawasan Mayaloka Residence II, Lingkungan Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka robek di bagian kepala, wajah, leher, dan pinggang hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan peristiwa bermula ketika korban mendatangi sebuah kamar kos setelah sebelumnya berkomunikasi melalui aplikasi MiChat.

“Sesampainya di lokasi, korban diminta membayar biaya pemesanan sebesar Rp400 ribu di muka. Namun korban hanya memberikan Rp200 ribu sebagai uang muka karena layanan belum diberikan,” ujarnya.

Situasi kemudian memanas ketika korban diminta meninggalkan lokasi, namun menolak karena merasa kesepakatan belum terpenuhi. Adu mulut pun terjadi.

Tak lama berselang, seorang perempuan lain datang dan diduga menendang korban sambil memintanya keluar dari kamar. Setelah itu, seorang pria berinisial FB (20) datang dan diduga langsung menyerang korban menggunakan botol kaca yang telah dipecahkan.

Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari hingga ke Jalan Mayaloka. Ia akhirnya mendapat pertolongan dari seorang pengemudi ojek online yang membawanya ke fasilitas kesehatan.

“Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku merupakan adik sepupu dari perempuan yang sebelumnya berkomunikasi dengan korban,” kata Iptu Adi.

Polisi menduga penganiayaan dipicu perselisihan terkait pembayaran yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek pada pipi kiri, dahi, bagian belakang kepala kanan dan kiri, leher sebelah kanan, serta pinggang sebelah kiri.

Menerima laporan korban, Tim Opsnal Polsek Kuta Selatan segera melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.

Pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi dan diamankan pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 20.00 Wita di sebuah rumah kos di kawasan Gelogor Carik. Polisi turut menyita barang bukti berupa pecahan botol kaca yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan botol kaca,” jelasnya.

Saat ini FB telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 466 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Pelaku beserta barang bukti masih diamankan di Polsek Kuta Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. RAN

Kunjungan Wisatawan Bali Tembus 16,3 Juta di 2025, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Sorotan

Gubernur Bali Wayan Koster usai Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7).
Gubernur Bali Wayan Koster usai Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang 2025 menjadi bukti kuat bahwa Pulau Dewata masih menjadi magnet utama pariwisata Indonesia. Namun, di balik capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan perlindungan lingkungan agar pertumbuhan pariwisata tetap berkelanjutan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, total kunjungan wisatawan ke Bali selama 2025 mencapai 16,3 juta orang. Jumlah tersebut terdiri atas 7,05 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan sekitar 9,3 juta wisatawan nusantara (wisnus), atau hampir empat kali lipat dibandingkan jumlah penduduk Bali yang berkisar 4,5 juta jiwa.

Data tersebut dipaparkan Koster saat Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7).

Menurutnya, Bali masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia dengan kontribusi mencapai 45,8 persen dari total kunjungan nasional. Rata-rata pengeluaran setiap wisatawan asing mencapai 1.522 dolar Amerika Serikat per kunjungan, sehingga nilai perputaran ekonomi sektor pariwisata Bali diperkirakan mencapai sekitar Rp176 triliun sepanjang 2025.

Kinerja sektor pariwisata juga berdampak terhadap indikator ekonomi daerah. Bali mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82 persen, tingkat kemiskinan sebesar 3,42 persen yang menjadi terendah secara nasional, serta tingkat pengangguran hanya 1,45 persen.

Meski demikian, Koster mengingatkan bahwa meningkatnya aktivitas pariwisata juga memunculkan sejumlah tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, persoalan sampah, gangguan ekosistem, ancaman terhadap ketersediaan air bersih, hingga kemacetan yang semakin padat.

“Infrastruktur dan layanan publik kita belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan aktivitas. Kemacetan menjadi perhatian utama,” ujar Koster.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Bali telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber, memperluas layanan air bersih di wilayah rawan seperti Karangasem dan Jembrana, membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas, mendorong pertanian organik, serta mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan jalur logistik laut melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat, terutama saat musim liburan dan hari besar keagamaan.

Koster menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar daya saing pariwisata Bali tetap terjaga.

“Jika kemacetan tidak segera ditangani, Bali berisiko mengalami penurunan kualitas destinasi dan daya saing pariwisata. Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur harus menjadi prioritas agar pertumbuhan pariwisata tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. RAN

Wisatawan Korea Selatan Kehilangan HP di Sanur, Berhasil Ditemukan Berkat Bantuan Polisi dan Warga

Ilustrasi penemuan hp.
Ilustrasi penemuan hp.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang wisatawan asal Korea Selatan bernama Kim Sunbin sempat panik setelah telepon genggam (HP) miliknya hilang saat berwisata di kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Korban diduga tidak menyadari telah meninggalkan HP miliknya di suatu lokasi. Setelah beberapa saat mencari namun tidak menemukannya, Kim Sunbin kemudian mendatangi Polsek Denpasar Selatan untuk meminta bantuan.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Denpasar Selatan langsung bergerak membantu melakukan pelacakan perangkat. Dari hasil penelusuran, sinyal HP mengarah ke kawasan Jalan Kebo Iwa, Sanur.

Setelah dilakukan pencarian, diketahui bahwa telepon genggam tersebut telah ditemukan oleh seorang warga. Namun karena perangkat menggunakan pengaturan bahasa Korea, warga yang menemukannya kesulitan menghubungi pemilik sehingga memilih menyimpan barang tersebut dengan aman.

Melalui koordinasi dan proses identifikasi kepemilikan, sekitar pukul 18.00 WITA HP akhirnya berhasil dikembalikan kepada Kim Sunbin dalam kondisi baik. Wisatawan asal Korea Selatan tersebut pun mengaku lega setelah barang berharganya berhasil ditemukan.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Agus Adi Apriyoga, mengapresiasi kejujuran warga yang menyerahkan barang temuan serta respons cepat personelnya dalam membantu wisatawan.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah beritikad baik mengembalikan barang yang ditemukan. Polri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional kepada seluruh masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan bantuan di wilayah hukum Polsek Denpasar Selatan,” ujarnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar selalu berhati-hati menjaga barang bawaan saat beraktivitas di tempat umum. Apabila mengalami kehilangan barang atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam. RAN

Truk Cor Molen Meluncur Mundur di Pecatu, Tabrak Garasi dan Rusak Beberapa Motor

Kondisi truk cor molen yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meluncur mundur dan menabrak garasi warga di Jalan Pedati, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (18/7/2026).
Kondisi truk cor molen yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meluncur mundur dan menabrak garasi warga di Jalan Pedati, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (18/7/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah truk cor molen mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pedati, kawasan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Truk diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga meluncur mundur dan menabrak garasi milik warga.

Peristiwa bermula ketika truk bernomor polisi B 9513 SYL berhenti untuk membuang sisa material cor beton yang rencananya digunakan menutup jalan berlubang di sekitar lokasi. Saat pengemudi, Handoko (52), tengah membersihkan sisa beton, kendaraan tiba-tiba bergerak mundur tanpa dapat dikendalikan karena rem diduga tidak berfungsi dengan baik.

Laju truk yang berada di jalan menurun akhirnya menghantam tembok garasi rumah warga. Benturan tersebut mengakibatkan sembilan unit sepeda motor yang terparkir di dalam garasi mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Selain itu, tembok garasi juga mengalami kerusakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Setelah menerima laporan, personel Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa pihak-pihak yang terlibat, serta mendokumentasikan kejadian.

Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Muhammad Said Husen, mengatakan penanganan awal telah dilakukan oleh petugas. Menurutnya, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan perdamaian.

“Kami mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan baik sebelum berhenti di lokasi yang memiliki kontur jalan menanjak maupun menurun. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” ujarnya. RAN

Perluas Jangkauan Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Kerahkan Helikopter Finns SGi Air Bali

Tim SAR Gabungan mengerahkan Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali untuk memperluas pencarian nelayan yang hilang di perairan Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (19/7). (Istimewa)
Tim SAR Gabungan mengerahkan Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali untuk memperluas pencarian nelayan yang hilang di perairan Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (19/7). (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, memasuki hari ketiga, Minggu (19/7). Untuk memperluas area pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pengerahan helikopter dilakukan guna menjangkau wilayah pencarian yang lebih luas, mulai dari perairan Gianyar hingga Selat Badung dengan cakupan sekitar 25,6 mil laut.

“Pagi ini, helikopter kami kerahkan untuk memperluas area pencarian. Harapannya korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi pihak keluarga,” ujar Sidakarya.

Selain dukungan udara, operasi pencarian juga melibatkan sekitar 95 personel gabungan yang dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU darat, SRU laut, dan SRU udara.

Di laut, Tim SAR mengoperasikan dua unit rubber boat untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Sementara itu, nelayan setempat turut membantu proses pencarian dengan mengerahkan 10 unit jukung yang menyisir area sesuai pembagian sektor pencarian.

Menurut Sidakarya, sinergi antara Basarnas, unsur SAR gabungan, dan masyarakat pesisir menjadi kekuatan penting dalam mengoptimalkan proses pencarian.

“Kami memberikan apresiasi kepada Finns dan SGi Air Bali atas dukungan luar biasa dalam misi kemanusiaan ini, khususnya melalui penyediaan helikopter untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan,” katanya.

Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilaksanakan hingga hari ketujuh sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, tinggi gelombang, serta kecepatan angin demi menjaga keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Hingga operasi pencarian hari ketiga berakhir, korban masih belum ditemukan dan upaya penyisiran akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mengoptimalkan seluruh unsur SAR yang terlibat. (RAN)

Jukung Ditemukan Terdampar di Pantai Saba, Nelayan Diduga Hilang Saat Melaut

Tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan penyisiran di sekitar Pantai Saba, Gianyar.
Tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan penyisiran di sekitar Pantai Saba, Gianyar.

GIANYAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah jukung tanpa awak ditemukan terdampar di pesisir Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat (17/7/2026) sore. Penemuan tersebut memicu operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh ke laut saat melaut.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia berangkat melaut dari Pantai Lebih pada sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, hingga sore hari, jukung yang digunakannya ditemukan terdampar di Pantai Saba tanpa keberadaan pemiliknya.

Laporan mengenai dugaan orang jatuh ke laut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.40 Wita dari Kasat Polair Gianyar, Gede Budha. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Merespon adanya laporan orang terjatuh ke laut, kami berangkatkan empat personel menuju Pantai Saba,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya serta pihak keluarga korban. Pencarian kemudian dilakukan melalui penyisiran darat di sepanjang bibir pantai ke arah barat dan timur sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi ditemukannya jukung.

Sidakarya menjelaskan, pencarian menggunakan perahu belum dapat dilakukan pada malam hari karena kondisi laut yang tidak memungkinkan.

“Tim SAR tidak menurunkan alut laut untuk penyisiran karena air laut surut sehingga banyak bebatuan di bibir pantai dan juga jarak pandang sangat terbatas hingga berisiko membahayakan personel,” jelasnya.

Penyisiran yang berlangsung hingga pukul 22.00 Wita belum membuahkan hasil. Korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya.

Dalam operasi lanjutan, tim SAR merencanakan pengerahan tiga unit rubber boat, 10 jukung nelayan, serta drone thermal untuk pemantauan dari udara. Area pencarian akan mencakup sekitar 27,99 mil laut persegi, sementara tim darat akan kembali menyisir garis pantai hingga radius tiga kilometer dari lokasi penemuan jukung.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, Polsek Gianyar, BPBD Gianyar, Ditsamapta Polda Bali, SAR Brimob Polda Bali, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Saba, Balawista Gianyar, keluarga korban, serta masyarakat setempat. RAN

Kalung Emas Man Colik Dijual Terduga Pelaku Untuk Belikan Hadiah Pacar

Usai Habisi Pak Man Colik, Terduga Pelaku Diduga Jual Kalung Korban Demi Belikan Pacar Barang Mewah
Usai Habisi Pak Man Colik, Terduga Pelaku Diduga Jual Kalung Korban Demi Belikan Pacar Barang Mewah

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Penyidikan kasus pembunuhan I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kembali mengungkap fakta baru. Kalung emas seberat 70 gram milik korban yang sempat dinyatakan hilang diduga telah dijual oleh terduga pelaku berinisial ANPP usai melakukan aksi pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan, perhiasan tersebut dijual di wilayah Denpasar dengan harga sekitar Rp50 juta. Dana hasil penjualan itu kemudian digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, termasuk membelikan hadiah bagi kekasihnya.

“Kalung milik korban dijual di Denpasar dengan harga Rp50 juta,” ujar AKP Reno, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, uang tersebut dipakai untuk membeli sejumlah barang, di antaranya perhiasan berupa kalung, cincin, jam tangan, hingga satu unit iPhone 16 yang diberikan kepada pacarnya.

Polisi kini menelusuri seluruh aliran dana hasil penjualan kalung emas tersebut. Barang-barang yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan akan disita sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

“Nantinya seluruh barang yang berasal dari hasil penjualan itu akan kami lakukan penyitaan untuk kepentingan pembuktian,” kata Reno.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Klungkung bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pak Man Colik setelah melakukan penyelidikan selama lebih dari dua pekan.

ANPP, pria berusia 30 tahun asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Mahendradata Selatan, Denpasar.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. ANPP mengaku tersinggung terhadap unggahan maupun ucapan korban di media sosial yang dianggap merendahkan dirinya.

Saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Klungkung. Penyidik juga terus melengkapi alat bukti, termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pihak kejaksaan. RAN