- Advertisement -
Beranda blog

Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi di Denpasar: Malu Ditinggal Kabur Kekasih

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Misteri penemuan bayi perempuan yang ditinggalkan di dalam tas berwarna ungu di kawasan Jalan Imam Bonjol, Gang Penataran Sari, Denpasar Barat, akhirnya terungkap. Polisi memastikan pelaku yang membuang bayi malang tersebut adalah ibu kandungnya sendiri.

Pelaku berinisial NKSD (33), seorang karyawan swasta yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan bayi, berhasil diamankan jajaran Polsek Denpasar Barat dalam waktu kurang dari enam jam setelah laporan diterima pada Jumat (12/6/2026).

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang menemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi hidup di dalam sebuah tas yang ditinggalkan di gang tersebut.

“Bayi perempuan itu ditemukan berada di dalam tas berwarna ungu dan selanjutnya dibawa ke klinik untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Kompol Adnyani, Senin (15/6/2026).

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan rekaman seorang perempuan yang datang menggunakan sepeda motor dan diduga kuat terkait dengan pembuangan bayi tersebut.

Keberadaan pelaku berhasil dilacak setelah sejumlah warga mengenali kendaraan yang digunakan. Informasi itu menjadi petunjuk penting hingga akhirnya polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV dan keterangan saksi-saksi, kurang dari enam jam pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Denpasar Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Dalam pemeriksaan, NKSD mengakui bayi yang ditemukan warga merupakan anak kandungnya. Ia mengaku melahirkan seorang diri di dalam kamar sekitar pukul 13.00 WITA tanpa bantuan tenaga medis maupun keluarga.

Usai melahirkan, tersangka bahkan disebut memotong sendiri tali pusar bayinya menggunakan gunting. Sekitar dua jam kemudian, bayi yang baru dilahirkan itu dimasukkan ke dalam tas dan dibawa menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya ditinggalkan di sebuah gang.

Polisi menilai tindakan tersebut dilakukan secara sengaja sehingga NKSD ditetapkan sebagai tersangka kasus penelantaran anak.

Kepada penyidik, tersangka mengaku nekat membuang bayinya karena merasa malu atas kehamilan yang dialaminya. Selain itu, pria yang menghamilinya disebut tidak bersedia bertanggung jawab setelah mengetahui dirinya hamil.

“Motifnya karena malu, yang mana pacar dari pelaku ini tidak mau bertanggung jawab,” tegas Kompol Adnyani.

Diketahui, NKSD merupakan seorang janda yang menjalin hubungan dengan seorang pria yang dikenalnya di sebuah kafe. Namun hubungan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah mengetahui kehamilan NKSD, pria tersebut disebut memutus komunikasi dan tidak lagi dapat dihubungi.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman untuk menelusuri identitas serta kemungkinan keterlibatan pria tersebut dalam perkara yang sedang ditangani.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76B juncto Pasal 77B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.

Sementara itu, bayi perempuan yang sempat ditelantarkan tersebut berhasil diselamatkan dan kini berada dalam pengawasan tenaga medis. Kondisinya dilaporkan stabil dan terus mendapatkan perawatan serta perlindungan dari pihak berwenang. RAN

Selamatkan Anjing di Tebing Pantai Pandawa, Pria ini Berujung Terjebak dan Dievakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi Roger (55) yang terjebak di tebing Pantai Pandawa.
Tim SAR gabungan mengevakuasi Roger (55) yang terjebak di tebing Pantai Pandawa.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Aksi penyelamatan seekor anjing di kawasan tebing Pantai Pandawa, Kuta Selatan, Badung, berujung operasi evakuasi dramatis pada Sabtu (13/6/2026) malam. Seorang pria bernama Roger (55) terjebak di area tebing setelah berusaha menolong hewan tersebut bersama sejumlah rekannya.

Informasi mengenai kejadian itu diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 18.40 Wita. Laporan disampaikan oleh seorang warga bernama Ratih yang menyebutkan insiden terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurut keterangan yang diterima tim SAR, Roger bersama tiga rekannya turun ke area tebing untuk menyelamatkan seekor anjing. Namun setelah berhasil mencapai lokasi, Roger mengalami kesulitan untuk kembali naik ke atas sehingga membutuhkan bantuan evakuasi.

Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera mengerahkan tujuh personel tim rescue menuju lokasi kejadian.

Setibanya di Pantai Pandawa sekitar pukul 19.30 Wita, tim langsung melakukan asesmen medan yang cukup menantang. Setelah menyusun strategi penyelamatan, satu personel SAR diturunkan menggunakan teknik khusus untuk menjangkau posisi korban yang berada di area tebing.

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan mengingat kondisi lokasi yang gelap dan minim pencahayaan. Meski demikian, tim SAR gabungan berhasil menjangkau korban dan melakukan proses pengangkatan menggunakan teknik lifting.

Roger akhirnya berhasil dievakuasi ke atas tebing pada pukul 21.05 Wita dalam kondisi selamat.

“Situasi di lokasi cukup menantang karena kondisi malam hari dan minim penerangan. Namun berkat koordinasi dan kehati-hatian seluruh unsur yang terlibat, korban berhasil dievakuasi dengan selamat,” demikian keterangan tim SAR.

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya tujuh personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, satu personel Balawista Pantai Pandawa, enam personel pengelola Pantai Pandawa, rekan korban, serta masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di kawasan tebing maupun lokasi dengan medan berbahaya, terlebih saat menjelang malam hari. RAN

Viral Video Perundungan Siswa SMP di Jimbaran Berakhir Damai, Polisi dan Tokoh Adat Fasilitasi Mediasi

Polisi dan Tokoh Adat Fasilitasi Mediasi Dugaan Perundungan Siswa SMP di Jimbaran.
Polisi dan Tokoh Adat Fasilitasi Mediasi Dugaan Perundungan Siswa SMP di Jimbaran.

BADUNG, PANTAUBALI.COM  – Kasus dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, seorang siswa berinisial IGDA (13) tampak menjadi korban tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa teman sebayanya. Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 11.00 Wita dan videonya mulai ramai diperbincangkan masyarakat pada Kamis (11/6/2026).

Video tersebut memperlihatkan korban yang masih mengenakan seragam sekolah mengalami tendangan dan pukulan secara bergantian. Korban bahkan sempat didorong hingga terjatuh. Sejumlah siswa lainnya terlihat menyaksikan kejadian itu, sementara beberapa di antaranya merekam dan meneriakkan kata-kata yang dianggap memprovokasi.

Menyikapi viralnya peristiwa tersebut, Polsek Kuta Selatan bersama tokoh masyarakat, Bendesa Adat Jimbaran, pihak kelurahan, serta keluarga para siswa yang terlibat menggelar mediasi untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan mediasi dilaksanakan pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 18.00 Wita di kediaman Bendesa Adat Jimbaran, Jalan Bukit Permai Nomor 1, Jimbaran.

Pertemuan tersebut dihadiri Kanit Intelkam Polsek Kuta Selatan AKP I Wayan Dirga Adnyana, Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan IPTU I Wayan Widiarta, anggota DPRD Badung sekaligus tokoh masyarakat Dr. I Made Sudira, Bendesa Adat Jimbaran I Putu Subamia, Lurah Jimbaran I Wayan Kardiasa, Kapospol Jimbaran, Bhabinkamtibmas, serta keluarga korban dan para siswa yang diduga terlibat.

“Dalam mediasi tersebut, pihak kepolisian mendorong penyelesaian secara kekeluargaan dengan syarat korban dan keluarganya bersedia memberikan maaf kepada para pelaku,” ujar Iptu Adi.

Sebagai bagian dari kesepakatan, para siswa yang terlibat diwajibkan membuat surat pernyataan berisi permohonan maaf serta komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Kanit Intelkam Polsek Kuta Selatan AKP I Wayan Dirga Adnyana menegaskan seluruh pihak yang hadir sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai demi menjaga keharmonisan lingkungan sosial di Jimbaran.

Sementara itu, orang tua korban berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tindakan perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan karena dapat menimbulkan dampak psikologis bagi korban.

“Karena kita satu desa dan satu banjar, saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jangan menganggap hal seperti ini sebagai bercandaan. Setelah ini saya harap kalian bisa kembali berteman dengan baik,” ujarnya dalam forum mediasi.

Perwakilan orang tua para siswa yang terlibat juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya. Mereka berjanji akan melakukan pembinaan serta pengawasan lebih intensif terhadap anak-anak mereka agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dari hasil mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Kesepakatan dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama. Orang tua korban menerima permohonan maaf yang disampaikan dan menganggap permasalahan telah selesai, dengan harapan lingkungan sekolah dan masyarakat terbebas dari praktik perundungan di masa mendatang. RAN

Berawal dari Bermain Bola, Dua Bocah Hilang Digulung Ombak Kuta

Ilustrasi tenggelam.
Ilustrasi tenggelam.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua bocah yang dilaporkan hilang setelah terseret arus saat bermain di kawasan Pantai Kuta, tepatnya di depan Smelter Patung Baruna, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026) sore.

Kedua korban diketahui berinisial AA (13) dan NAS (8). Hingga Senin (8/6/2026), keduanya belum ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan oleh petugas Balawista, Polairud, dan Basarnas Bali.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat kedua korban bersama seorang rekannya berinisial MH (13) datang ke Pantai Kuta untuk bermain bola sekitar pukul 16.30 Wita.

“Ketiganya kemudian bermain di pinggir pantai sambil bermain air laut dengan ketinggian sebatas lutut,” ujar Kasi Humas.

Saat sedang bermain, bola yang mereka gunakan terlempar ke arah bibir pantai. MH kemudian berusaha mengambil bola tersebut dan mengajak kedua temannya untuk menepi. Namun, AA memilih tetap berada di dalam air dan meminta NAS untuk menemaninya.

Sekitar pukul 17.30 Wita, gelombang besar datang secara tiba-tiba dan menghantam keduanya. MH yang menyaksikan kejadian itu melihat kedua korban terseret arus laut sambil berpegangan tangan.

“Saksi MH yang menyaksikan kejadian itu melihat keduanya terseret arus sambil saling berpegangan tangan,” jelasnya.

Karena kondisi ombak yang semakin besar dan membahayakan, MH tidak dapat memberikan pertolongan. Ia kemudian bergegas meminta bantuan warga sekitar sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Balawista dan Polairud yang berjaga di kawasan Pantai Kuta.

Menerima laporan itu, petugas Balawista yang dipimpin I Wayan Kresna Widarma langsung melakukan pencarian menggunakan rescue board di sekitar lokasi kejadian. Namun setelah sekitar 30 menit penyisiran dilakukan, kedua korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian akhirnya dihentikan sementara karena kondisi mulai gelap dan air laut pasang. Selanjutnya, Balawista berkoordinasi dengan Pos Polairud Kuta serta Basarnas Bali untuk melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya.

“Korban hingga saat ini masih belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi laut sudah pasang dan akan dilanjutkan kembali melalui SAR Laut serta SAR Terbatas pada pagi hari,” ujar Iptu Adi Saputra Jaya.

Selain fokus melakukan pencarian, petugas juga akan meminta keterangan dari saksi maupun keluarga korban guna mendukung proses penyelidikan. Tim SAR gabungan dijadwalkan terus melakukan penyisiran di perairan Pantai Kuta hingga kedua korban ditemukan. RAN

Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Pantai Kuta, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di Pantai Kuta untuk mencari dua bocah yang hilang setelah terseret arus saat bermain di bibir pantai, Minggu (8/6). Foto: Istimewa.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di Pantai Kuta untuk mencari dua bocah yang hilang setelah terseret arus saat bermain di bibir pantai, Minggu (8/6). Foto: Istimewa.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap dua bocah yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Hingga Senin pagi, kedua korban belum ditemukan dan operasi pencarian diperluas dengan melibatkan unsur laut maupun darat.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 18.05 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban saat itu sedang bermain bola di bibir pantai. Beberapa kali bola yang dimainkan terlempar ke laut. Saat berusaha mengambil bola tersebut, keduanya diduga terseret ombak dan kemudian menghilang.

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada pukul 18.50 Wita dari seorang pelapor bernama Asad. Korban diketahui bernama Airlangga Andrianto (13) dan Noval Aditya Saputra (8), yang sama-sama berdomisili di Jalan Mataram, Kuta.

Mendapat laporan tersebut, enam personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Namun upaya pencarian pada malam hari terkendala kondisi gelap dan terbatasnya jarak pandang.

Tim SAR saat itu melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai hingga pukul 22.00 Wita. Meski telah dilakukan pencarian intensif, kedua korban belum berhasil ditemukan.

Memasuki hari kedua operasi SAR, tim gabungan kembali mengerahkan personel dan peralatan untuk memperluas area pencarian. Satu unit rubber boat diturunkan untuk melakukan penyisiran di laut, sementara Balawista Kuta mengerahkan satu unit jetski guna membantu pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Di darat, tim melakukan penyisiran ke arah selatan sejauh kurang lebih satu kilometer dari titik kejadian. Sementara SRU laut merencanakan pencarian di area sekitar lokasi dengan cakupan mencapai tiga mil laut persegi.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta, Polairud Polresta Denpasar, Babinpotmar, Balawista Kuta, Banser, BRC, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban.

Koster Terima Delegasi Rusia, Bali dan Saint Petersburg Matangkan Kerja Sama Persahabatan

Koster Terima Delegasi Rusia, Bali dan Saint Petersburg Matangkan Kerja Sama Persahabatan.
Koster Terima Delegasi Rusia, Bali dan Saint Petersburg Matangkan Kerja Sama Persahabatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Provinsi Bali membuka peluang lebih luas untuk mempererat hubungan dengan Rusia melalui penguatan kerja sama strategis bersama Saint Petersburg. Sejumlah sektor seperti pariwisata, budaya, pendidikan, olahraga hingga investasi menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Delegasi Parlemen Saint Petersburg di Jaya Sabha, Denpasar, Senin (8/6).

Kunjungan delegasi yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski, tersebut menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Rusia yang selama ini telah terjalin baik. Pertemuan berlangsung hangat dan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dinilai mampu memberikan manfaat bagi kedua wilayah.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Rusia yang dinilai semakin memperkokoh hubungan antara Bali dan Saint Petersburg.

“Terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Saint Petersburg dan Bali. Ini merupakan wujud hubungan baik antara Indonesia dan Rusia,” ujar Koster.

Menurutnya, berbagai kerja sama yang telah berjalan sejauh ini membawa dampak positif bagi kedua daerah. Koster juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Rusia yang sebelumnya sempat tertunda.

“Saya sangat berkeinginan berkunjung ke Rusia. Mudah-mudahan ke depan dapat dijadwalkan kembali,” katanya.

Koster turut menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan Rusia ke Bali dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai wisatawan asal Rusia semakin memahami aturan yang berlaku serta menghargai adat dan budaya masyarakat Bali.

“Ada yang datang untuk berwisata dan ada pula yang berinvestasi. Kami sangat terbuka terhadap investasi sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menghormati kearifan lokal Bali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Bali berharap hubungan kedua wilayah tidak hanya ditandai dengan tingginya jumlah wisatawan Rusia yang datang ke Bali, tetapi juga mendorong masyarakat Bali untuk mengenal Rusia, khususnya Saint Petersburg.

“Kita perlu melakukan pertemuan secara rutin untuk mempromosikan pariwisata kedua wilayah,” imbuhnya.

Rencana kunjungan ke Saint Petersburg, lanjut Koster, masih akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan agenda politik di Rusia serta mekanisme kerja sama internasional yang memerlukan persetujuan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski, menegaskan bahwa hubungan Rusia dan Indonesia dibangun di atas semangat persahabatan dan saling menghormati.

“Saya sangat senang bisa datang ke Bali. Kami berharap berbagai proyek kerja sama dapat diwujudkan, termasuk pengembangan transportasi yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia berharap berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi Bali dapat segera diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua wilayah.

Pada kesempatan yang sama, Kalganov dari Kantor Gubernur Saint Petersburg menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Bali untuk menghadiri penandatanganan kerja sama persahabatan kedua provinsi yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober 2026.

“Kami akan menunggu kedatangan delegasi Bali ke Saint Petersburg. Kota kami indah di setiap musim, termasuk saat musim salju,” katanya.

Kalganov juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menunggu kunjungan resmi Gubernur Bali guna melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama budaya antara Bali dan Saint Petersburg.

Selain itu, Rusia berencana mengirimkan delegasi ke Bali dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, turut menyambut positif penguatan hubungan kedua wilayah tersebut.

“Saya yakin hubungan antara Bali dan Saint Petersburg dapat menjadi contoh kerja sama daerah yang baik bagi wilayah lainnya,” ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui prosesi bersulang menggunakan arak Bali yang mendapat apresiasi dari delegasi Rusia. Kunjungan tersebut turut dihadiri Konsul Jenderal Rusia di Bali Ivan Ivanovich Zavorin, sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemprov Bali, serta difasilitasi oleh Connie Rahakundini Bakrie. RAN

Bupati Sanjaya Resmi Buka PKB Tabanan 2026, Ribuan Seniman Siap Tampilkan Karya Terbaik Pada PKB XLVIII Bali

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana Tabanan, Minggu, (7/6/2026). Kegiatan yang menjadi ruang ekspresi seni budaya masyarakat tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat yang tampak memadati area Garuda Wisnu Singasana sepanjang malam.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GOW Kabupaten Tabanan yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa beserta Ketua Gatriwara Kabupaten Tabanan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta Ketua DWP Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para asisten Setda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

 

PKB Kabupaten Tabanan bertujuan memberikan ruang pentas sekaligus ajang uji coba bagi para seniman daerah sebelum tampil pada Pesta Kesenian Bali tingkat Provinsi Bali yang akan berlangsung di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada 13 Juni hingga 12 Juli 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Tabanan untuk menyaksikan secara langsung berbagai karya seni yang akan mewakili daerah di tingkat provinsi.

 

Kabupaten Tabanan tahun ini turut berpartisipasi dengan menampilkan 15 materi dari total 20 materi yang dipentaskan pada PKB Provinsi Bali. Materi tersebut terdiri atas 9 parade dan 6 kategori lomba yang melibatkan berbagai cabang seni tradisional Bali. Adapun kategori parade meliputi Gong Kebyar Anak-anak, Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, Pawai, Peragaan Busana, Joged Tradisi, Ngelawang, Pelegongan Klasik, dan Angklung Kebyar. Sementara kategori lomba terdiri atas Baleganjur, Barong Ket, Taman Penasar, Mewarnai, Mesatwa, serta Jantra Tradisi Bali.

 

Sekitar 2.000 seniman terlibat dalam seluruh rangkaian persiapan PKB tahun ini. Berbagai materi telah dipersiapkan sejak Januari 2026 dan mendapatkan pembinaan intensif dari tim pembina Kabupaten Tabanan yang terdiri dari unsur seniman, akademisi seni, dan budayawan.

 

Bupati Sanjaya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan untuk menyaksikan pembukaan PKB. Menurutnya, kehadiran masyarakat yang memenuhi kawasan Garuda Wisnu Singasana menjadi bukti bahwa seni dan budaya masih memiliki tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Tabanan. “Masyarakat Tabanan yang hadir malam ini, baik dari Meliling, Dajan Peken, Selemadeg Barat dan wilayah lainnya, semuanya hadir memenuhi Lapangan Garuda Wisnu Singasana yang megah ini,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan, bahwa PKB Kabupaten Tabanan merupakan wahana bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mendukung perkembangan seni budaya daerah. Pelaksanaan PKB tingkat kabupaten sebelum penyelenggaraan PKB Provinsi Bali dinilai menjadi kesempatan penting bagi para seniman untuk menampilkan kemampuan terbaiknya sebelum berlaga di tingkat yang lebih tinggi.

 

Lebih lanjut, Sanjaya berharap pelaksanaan PKB Kabupaten Tabanan ke depan dapat berlangsung lebih lama. Selain memberikan ruang yang lebih luas bagi para seniman dan pecinta seni, perhelatan budaya tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. “Kalau bisa tahun depan lebih panjang lagi pelaksanaannya. Bukan hanya dicintai oleh para pecinta seni di Tabanan, tetapi juga memberikan dampak bagi UMKM dan masyarakat kecil yang menikmati perputaran ekonomi dari festival ini,” tegasnya.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Ni Luh Nyoman Sri Suryati, dalam laporannya menyampaikan, bahwa PKB Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, bertempat di Taman Bung Karno, Garuda Wisnu Singasana Tabanan. Selain menyajikan berbagai pertunjukan seni, kegiatan ini juga diramaikan oleh UMKM, kuliner, kerajinan, dan pelaku ekonomi kreatif yang turut meramaikan jalannya festival budaya tersebut.

 

Sri Suryati menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan atas dukungan dan arahan yang diberikan sehingga PKB Kabupaten Tabanan dapat terselenggara dengan baik. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah kreativitas para seniman sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. “Kami berharap pelaksanaan PKB Kabupaten dapat membangkitkan kreativitas seni para seniman Tabanan dan memutar roda perekonomian rakyat Tabanan untuk memperkokoh Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” pungkasnya.

 

Malam itu, panggung Garuda Wisnu Singasana menampilkan tiga duta seni Kabupaten Tabanan yang akan berlaga di PKB Provinsi Bali 2026, yakni Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Istri Kesarin Mesari 108 yang membawakan Tari Kreasi Semara Ratih, dilanjutkan dengan Gong Kebyar Anak-anak, Sanggar Seni Iswara Murthi dengan pementasan Dolanan Mekekua-kekuaan, serta Gong Kebyar Dewasa oleh Sekaa Gong Suara Kencana yang menampilkan Fragmen Tari Amukti Jayaning Singasana. Penampilan tersebut sukses memukau dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati area pertunjukan. (rls/tbn)

Turnamen Voli Banteng Tabanan Cup Resmi Dimulai, Usung Semangat Sportivitas

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kejuaraan Bola Voli Banteng Tabanan Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan Voli Jagsatru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu (7/6/2026). Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Turnamen yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 tersebut diikuti 32 klub bola voli dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Ajang ini tidak hanya menjadi arena persaingan untuk meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan atlet muda serta memperkuat silaturahmi antarpemain dan pecinta olahraga voli.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berdaya saing. Karena itu, pihaknya terus mendukung berbagai kegiatan olahraga sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia di daerah.

Menurutnya, kejuaraan seperti Banteng Tabanan Cup menjadi momentum strategis untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dibina secara berkelanjutan. Dengan kompetisi yang rutin dan berkualitas, peluang lahirnya atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka. Selain mengejar prestasi, olahraga juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat menjadi wadah pengembangan potensi atlet daerah.

Kejuaraan Banteng Tabanan Cup 2026 diharapkan mampu menjadi agenda olahraga yang konsisten dan melahirkan pemain-pemain voli berkualitas. Semangat “Mens sana in corpore sano” atau di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat menjadi landasan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter. (rls/pmc)

Remaja di Jembrana Hilang Usai Lompat ke Tukad Campuhan, Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad remaja yang tenggelam di Tukad Campuhan.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad remaja yang tenggelam di Tukad Campuhan.

JEMBRANA, PANTAUBALI.COM – Aksi berenang bersama teman-teman di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, berujung duka. Seorang remaja berusia 14 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam dan sempat hilang di dasar sungai pada Rabu (3/6/2026).

Korban diketahui bernama I Made Negara, warga Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita saat korban bersama dua rekannya mandi di aliran Tukad Campuhan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diduga mengalami kesulitan setelah melompat dari sandaran dam. Remaja yang disebut belum mahir berenang itu kemudian tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri, mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya sekitar pukul 14.30 Wita. Tim rescue kemudian langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

“Ada tiga orang yang mandi. Korban melompat dari sandaran dam dan langsung tenggelam,” kata Dewa Hendri.

Sebanyak 10 personel SAR diterjunkan dalam operasi pencarian. Setelah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan di lokasi, tim memulai pencarian dengan metode penyelaman di titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam.

Pada pukul 15.50 Wita, dua personel SAR melakukan penyelaman pertama hingga kedalaman sekitar enam meter. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil kurang dari 20 menit kemudian.

Korban ditemukan pada pukul 16.07 Wita di dasar Tukad Campuhan dengan kedalaman sekitar enam meter. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke darat dan dibawa ke RSU Negara untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD Jembrana, Tagana, Polair Polres Jembrana, potensi SAR, keluarga korban, serta masyarakat setempat. RAN

Aksi Curanmor di Kerambitan Digagalkan, Dua Pelaku Ditangkap Tak Jauh dari Lokasi Kejadian

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Upaya pencurian sepeda motor yang terjadi di Banjar Dinas Jangkahan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Rabu (3/6/2026) dini hari, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga dan respons cepat aparat kepolisian. Dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil diamankan hanya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial JUH (32) dan FHHR (22). Mereka ditangkap setelah diduga mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Xeon milik warga yang terparkir di garasi rumah korban.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu, dua orang saksi melihat salah satu pelaku mengambil sepeda motor korban, sementara rekannya menunggu di atas sepeda motor lain yang digunakan sebagai sarana pendukung aksi tersebut. Menyadari adanya tindak pencurian, para saksi segera melakukan pengejaran sambil meminta bantuan warga sekitar.

Dalam upaya melarikan diri, pelaku yang membawa sepeda motor hasil curian bergerak ke arah selatan dari lokasi kejadian. Namun pelarian mereka tidak berlangsung lama. Sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), kedua pelaku terjatuh ke dalam selokan bersama kendaraan yang mereka gunakan.

Anggota Polsek Kerambitan yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan bersama warga berhasil mengamankan kedua pelaku. Polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Xeon milik korban serta satu unit Honda Scoopy yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.

Karena mengalami luka akibat terjatuh, kedua pelaku terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Kerambitan Kompol I Kadek Ardika melalui Ps. Kanit Reskrim Iptu I Nyoman Sugiarta menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat personel di lapangan yang didukung peran aktif masyarakat.

“Kami mengapresiasi warga yang sigap memberikan informasi dan membantu proses pengejaran sehingga pelaku dapat segera diamankan,” ujarnya.

Saat ini kedua pelaku telah menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik Polsek Kerambitan juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus tindak pidana lainnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (pmc)