- Advertisement -
Beranda blog

Jukung Ditemukan Terdampar di Pantai Saba, Nelayan Diduga Hilang Saat Melaut

Tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan penyisiran di sekitar Pantai Saba, Gianyar.
Tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan penyisiran di sekitar Pantai Saba, Gianyar.

GIANYAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah jukung tanpa awak ditemukan terdampar di pesisir Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat (17/7/2026) sore. Penemuan tersebut memicu operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh ke laut saat melaut.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia berangkat melaut dari Pantai Lebih pada sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, hingga sore hari, jukung yang digunakannya ditemukan terdampar di Pantai Saba tanpa keberadaan pemiliknya.

Laporan mengenai dugaan orang jatuh ke laut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.40 Wita dari Kasat Polair Gianyar, Gede Budha. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Merespon adanya laporan orang terjatuh ke laut, kami berangkatkan empat personel menuju Pantai Saba,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya serta pihak keluarga korban. Pencarian kemudian dilakukan melalui penyisiran darat di sepanjang bibir pantai ke arah barat dan timur sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi ditemukannya jukung.

Sidakarya menjelaskan, pencarian menggunakan perahu belum dapat dilakukan pada malam hari karena kondisi laut yang tidak memungkinkan.

“Tim SAR tidak menurunkan alut laut untuk penyisiran karena air laut surut sehingga banyak bebatuan di bibir pantai dan juga jarak pandang sangat terbatas hingga berisiko membahayakan personel,” jelasnya.

Penyisiran yang berlangsung hingga pukul 22.00 Wita belum membuahkan hasil. Korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya.

Dalam operasi lanjutan, tim SAR merencanakan pengerahan tiga unit rubber boat, 10 jukung nelayan, serta drone thermal untuk pemantauan dari udara. Area pencarian akan mencakup sekitar 27,99 mil laut persegi, sementara tim darat akan kembali menyisir garis pantai hingga radius tiga kilometer dari lokasi penemuan jukung.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, Polsek Gianyar, BPBD Gianyar, Ditsamapta Polda Bali, SAR Brimob Polda Bali, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Saba, Balawista Gianyar, keluarga korban, serta masyarakat setempat. RAN

Kalung Emas Man Colik Dijual Terduga Pelaku Untuk Belikan Hadiah Pacar

Usai Habisi Pak Man Colik, Terduga Pelaku Diduga Jual Kalung Korban Demi Belikan Pacar Barang Mewah
Usai Habisi Pak Man Colik, Terduga Pelaku Diduga Jual Kalung Korban Demi Belikan Pacar Barang Mewah

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Penyidikan kasus pembunuhan I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kembali mengungkap fakta baru. Kalung emas seberat 70 gram milik korban yang sempat dinyatakan hilang diduga telah dijual oleh terduga pelaku berinisial ANPP usai melakukan aksi pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan, perhiasan tersebut dijual di wilayah Denpasar dengan harga sekitar Rp50 juta. Dana hasil penjualan itu kemudian digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, termasuk membelikan hadiah bagi kekasihnya.

“Kalung milik korban dijual di Denpasar dengan harga Rp50 juta,” ujar AKP Reno, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, uang tersebut dipakai untuk membeli sejumlah barang, di antaranya perhiasan berupa kalung, cincin, jam tangan, hingga satu unit iPhone 16 yang diberikan kepada pacarnya.

Polisi kini menelusuri seluruh aliran dana hasil penjualan kalung emas tersebut. Barang-barang yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan akan disita sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

“Nantinya seluruh barang yang berasal dari hasil penjualan itu akan kami lakukan penyitaan untuk kepentingan pembuktian,” kata Reno.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Klungkung bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pak Man Colik setelah melakukan penyelidikan selama lebih dari dua pekan.

ANPP, pria berusia 30 tahun asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Mahendradata Selatan, Denpasar.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. ANPP mengaku tersinggung terhadap unggahan maupun ucapan korban di media sosial yang dianggap merendahkan dirinya.

Saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Klungkung. Penyidik juga terus melengkapi alat bukti, termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pihak kejaksaan. RAN

Terduga Pembunuh Nyoman Colik Ditangkap di Denpasar, Diduga Karena Sakit Hati

Misteri tewasnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kian terungkap.
Misteri tewasnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kian terungkap.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Misteri tewasnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik, pedagang lawar godel asal Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, tim gabungan Polda Bali dan Polres Klungkung berhasil mengamankan seorang pria berinisial ANPP yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

Terduga pelaku ditangkap pada Rabu (16/7/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di sebuah rumah kos yang berada di kawasan Jalan Mahendradata Selatan, Kecamatan Denpasar Barat.

Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo didampingi Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Satreskrim Polres Klungkung, Unit Reskrim Polsek Banjarangkan, Satuan Brimob Polda Bali, serta Sat Intelkam Polres Klungkung.

Menurut AKP Reno, keberhasilan mengungkap kasus ini tidak lepas dari penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) yang dipadukan dengan digital forensik. Melalui metode tersebut, penyidik berhasil mengidentifikasi sekaligus melacak keberadaan terduga pelaku hingga akhirnya dilakukan penangkapan.

“Dari hasil penyelidikan bersama, kami berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial ANPP. Selanjutnya penyidik akan melaksanakan gelar perkara, pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang bukti senjata tajam, rekonstruksi, serta pendalaman penyidikan untuk melengkapi proses pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKP Reno, Jumat (17/7/2026).

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban mengalami empat luka tusuk, yakni satu luka di bagian perut, dua luka di bagian punggung, serta satu luka di pinggang kanan.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap unggahan maupun ucapan korban di media sosial yang dinilai telah menyinggung dan merendahkan harga dirinya.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut. Barang bukti itu kini masih menjalani pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polda Bali sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

Polisi menegaskan proses hukum masih terus berjalan. Penyidik akan melengkapi seluruh alat bukti melalui pemeriksaan forensik, rekonstruksi, serta pendalaman terhadap keterangan saksi maupun terduga pelaku sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya. RAN

WN Singapura Habisi Nyawa Kekasih di Denpasar, Cekik dan Tinggalkan Jasad di Kamar

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan perempuan berinisial AS (26) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah kamar kos di Jalan Mekar II, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan.

Penyidikan sementara menyebut pelaku, pria warga negara Singapura berinisial MZ (25), nekat menghabisi nyawa korban setelah pertengkaran yang dipicu keinginan mengakhiri hubungan asmara.

Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta mengatakan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah memastikan korban meninggal akibat cekikan pada bagian leher.

“Dari hasil pemeriksaan dokter dapat disimpulkan penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul pada leher yang gambarannya sesuai dengan cekikan yang dilakukan pelaku,” ujar AKBP I Ketut Widiarta saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7).

Selain luka pada leher, tim forensik juga menemukan sejumlah memar di beberapa bagian tubuh korban, seperti bibir kiri, dahi kanan, pelipis kiri, serta resapan darah pada pelipis kanan. Pemeriksaan juga menemukan resapan darah pada otot dan kulit leher kiri serta patah tulang lidah bagian pangkal kiri yang menguatkan dugaan korban meninggal akibat dicekik.

Berdasarkan hasil autopsi, korban diperkirakan meninggal pada Jumat (10/7) sekitar pukul 04.00 Wita. Perkiraan waktu tersebut sesuai dengan kondisi jenazah yang diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hingga lima hari sebelum ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, polisi mengungkap pertengkaran terjadi setelah pelaku menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan yang telah terjalin sekitar satu tahun. Korban disebut tidak menerima keputusan tersebut hingga cekcok berujung pada aksi kekerasan.

“Motif sementara karena pelaku memutus hubungan korban hingga terjadi pertengkaran antara keduanya. Namun pemeriksaan masih terus mendalami latar belakang persoalan di antara keduanya,” jelas AKBP I Ketut Widiarta.

Usai memastikan korban meninggal, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak. Jasad korban dipindahkan ke kamar lain, kemudian ditutupi menggunakan selimut, boneka-boneka, dan karpet. Pelaku juga mengaku menyalakan alat penyaring udara (air purifier) untuk mengurangi bau dari jasad korban.

Kasus ini terungkap setelah adik korban berinisial RAS mendatangi kamar kos pada Rabu (15/7) malam karena tidak berhasil menghubungi kakaknya selama beberapa hari. Setibanya di lokasi, saksi mencium bau busuk menyengat. Saat membuka kamar, ia menemukan korban telah meninggal dalam kondisi membusuk dan tubuhnya tertutup boneka.

Tak lama kemudian, pelaku keluar dari kamar sebelah. Saat ditanya mengenai keberadaan korban, pelaku tidak memberikan jawaban. Merasa curiga, RAS sempat memukul pelaku menggunakan helm sebelum pria tersebut melarikan diri dengan sepeda motor.

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, serta Polsek Denpasar Selatan kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sekitar tiga jam setelah laporan diterima, pelaku berhasil diamankan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai.

Dalam pemeriksaan awal, MZ mengakui telah mencekik korban selama kurang lebih 15 menit hingga korban meninggal dunia.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa pelaku diduga berusaha menutupi kejahatannya. Seorang perempuan berinisial DP mengaku sempat diajak menginap di lokasi pada Sabtu (11/7). Saat itu ia mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, namun tidak mengetahui asalnya. Ketika kembali menanyakan bau tersebut beberapa hari kemudian, pelaku justru marah dan memukul tembok.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian, kartu identitas, surat kendaraan, buku catatan, jam tangan, kasur, boneka, karpet, serta sepeda motor Honda Scoopy putih bernomor polisi DK 2778 FDI.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 468 ayat (2) dan/atau Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, adik korban menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang berhasil menangkap pelaku dalam waktu singkat setelah laporan diterima. Ia berharap proses hukum berjalan maksimal dan pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya. RAN

Ikon Baru Kota Tabanan, Patung Catur Muka Direvitalisasi dengan Desain Lebih Monumental

Acara “Ngeruak dan Pralina” Patung Catur Muka yang lama, Budha Manis Medangsia, 8 Juli 2026.

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan pembangunan Patung Catur Muka baru pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari penataan kawasan strategis Jalan Gajah Mada. Ikon Kota Tabanan tersebut akan dibangun di lokasi yang sama, namun dengan ukuran yang lebih besar dan desain yang lebih monumental guna memperkuat citra kawasan pusat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan pembangunan patung baru merupakan tindak lanjut atas aspirasi Desa Adat Kota Tabanan yang menginginkan pembaruan ikon daerah tersebut.

Berdasarkan kajian teknis, patung yang baru dirancang memiliki tinggi sekitar 9 meter dari permukaan tanah dengan lebar dasar sekitar 6,2 meter. Ukuran tersebut meningkat signifikan dibandingkan patung lama yang memiliki tinggi sekitar 5,2 meter.

Menurut Partana, pembangunan itu tidak sekadar memperbesar dimensi patung, tetapi juga menghadirkan ikon yang lebih kokoh, estetis, dan mampu merepresentasikan identitas Kabupaten Tabanan.

“Patung Catur Muka merupakan salah satu simbol penting Kota Tabanan. Melalui pembangunan ini kami ingin menghadirkan landmark yang lebih representatif, memiliki kekuatan struktur yang lebih baik, sekaligus tetap mempertahankan nilai filosofi dan budayanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi fisik patung lama saat ini telah mengalami penurunan akibat faktor usia dan cuaca. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pelapukan pada permukaan patung, retakan di sejumlah bagian, hingga ornamen yang mulai longgar dan terlepas.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengurangi nilai estetika ikon kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila kerusakan terus dibiarkan. Karena itu, pemerintah memutuskan membangun patung baru dibandingkan melakukan perbaikan secara parsial.

Selain meningkatkan aspek keamanan, patung baru juga dirancang menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca tanpa menghilangkan nilai artistik maupun filosofi yang melekat pada Patung Catur Muka.

Sebagai bagian dari tahapan pembangunan, Desa Adat Kota Tabanan telah melaksanakan prosesi ritual Meprelina pada Rabu (8/7/2026). Ritual tersebut menjadi rangkaian adat sebelum pembongkaran patung lama dilakukan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menggelar sosialisasi kepada pengurus Desa Adat Kota Tabanan serta para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada. Sosialisasi dilakukan karena pembangunan Patung Catur Muka merupakan bagian dari penataan kawasan pusat kota secara menyeluruh.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Raja Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan. Menurutnya, pembangunan kembali Patung Catur Muka bukan hanya mengganti sebuah monumen, tetapi juga menjadi upaya menjaga identitas, marwah, dan warisan budaya Kota Tabanan.

Ia berharap kehadiran patung baru mampu menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus warisan bagi generasi mendatang, dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara pembangunan kawasan perkotaan dan pelestarian nilai-nilai adat serta budaya.

Dukungan serupa disampaikan Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika. Menurutnya, usulan pembangunan patung baru muncul dari aspirasi masyarakat adat agar ikon Kota Tabanan memiliki tampilan yang lebih representatif dan membanggakan.

Ia menegaskan pembangunan Patung Catur Muka diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan tata ruang sehingga mampu menciptakan kawasan pusat kota yang lebih tertata, nyaman, serta memiliki daya tarik visual yang semakin kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Tabanan. (rls/kmf)

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3×3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3x3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semangat pembinaan atlet basket usia dini mewarnai pelaksanaan Tabanan Hustle 3×3 Vol 2 yang digelar Perbasi Kabupaten Tabanan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, di Lapangan Basket Alit Saputra Tabanan. Sebagai wujud dukungan terhadap pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (12/7/2026) dan menyerahkan hadiah kepada para juara kejuaraan basket tingkat kelompok umur se-Bali tersebut.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Perbasi Kabupaten Tabanan, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Ketua KONI Tabanan, serta para peserta dan pendamping dari berbagai daerah di Bali.

 

Kejuaraan Tabanan Hustle 3×3 Vol 2 diikuti sebanyak 93 peserta yang berasal dari enam kabupaten/kota di Bali, yakni Kabupaten Tabanan, Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Kota Denpasar. Para peserta bertanding pada kategori usia 8 tahun campuran, 10 tahun campuran, 12 tahun putra dan putri, serta kelompok usia 14, 16, 18 hingga kategori umum 18–35 tahun.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan, sekaligus sarana menjaring bibit-bibit atlet basket berprestasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas melalui olahraga. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan lahirnya atlet-atlet basket yang membanggakan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan yang menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam menciptakan generasi yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

 

Ia juga berharap kejuaraan Tabanan Hustle dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang setiap tahunnya. Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Tabanan maupun Bali. “Ke depan kegiatan seperti ini harus terus diperbanyak agar semakin banyak bibit atlet yang muncul. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga Tabanan Hustle terus menjadi inspirasi dalam memajukan olahraga basket di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Ivana Bunga Wahyuni, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Tabanan yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga basket sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi dengan diikuti 93 peserta dari hampir seluruh kabupaten/kota di Bali. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

 

Acara turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali beserta jajaran pengurus, Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas penataan organisasi pesemetonan MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara.

 

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara.

 

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MGPSSR Kabupaten Tabanan yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi sekaligus memelihara semangat kebersamaan, pengabdian, serta nilai-nilai budaya warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

 

Menurut Sanjaya, Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah. “Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan meyakini setiap organisasi kemasyarakatan, khususnya MGPSSR, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial sekaligus melestarikan kearifan lokal Hindu Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

 

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya.  (rls/tbn)

Terima Anugerah Sahabat Pers Indonesia, Bupati Sanjaya Dorong Sinergi Pemerintah dan Pers

Terima Anugerah Sahabat Pers Indonesia, Bupati Sanjaya Dorong Sinergi Pemerintah dan Pers

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menerima Anugerah Sahabat Pers Indonesia yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pusat Financial International Indonesia SMSI bertema “Mengkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan” yang berlangsung di Ruang Pancasila, Gedung DPD RI Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Wakil gubernur Bali, Ketua SMSI Provinsi Bali beserta jajaran, para pemangku kepentingan, insan pers, serta undangan terkait lainnya. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Bupati Sanjaya dalam membangun kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan insan pers sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik yang sehat dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. “Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada SMSI Pusat dan SMSI Provinsi Bali atas penghargaan Anugerah Sahabat Pers Indonesia yang diberikan kepada kami. Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk terus membangun kemitraan positif dan harmonis antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan dan insan pers di seluruh Provinsi Bali. Kami meyakini bahwa pers adalah mitra strategis pemerintah,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa di tengah era disrupsi informasi, keberadaan media pers memiliki peran yang sangat penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami senantiasa berharap pers, khususnya anggota SMSI, dapat selalu tampil di garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan tervalidasi kebenarannya. Pemerintah tetap mengharapkan munculnya kritik-kritik yang objektif, pemberitaan yang berimbang, serta informasi yang akurat. Sebab kritik yang disampaikan media pers adalah energi positif bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Sanjaya mempersembahkan penghargaan tersebut kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Ia berharap SMSI terus menjadi organisasi media yang profesional, independen, berintegritas, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah maupun kemajuan Indonesia. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Gemuruh tepuk tangan yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra menjadi saksi keberhasilan Duta Kabupaten Tabanan memukau penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Kamis (9/7/2026). Di balik penampilan spektakuler tersebut, hadir dukungan penuh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam melestarikan sekaligus memajukan seni dan budaya daerah.

 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta istri, para asisten Setda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pada malam itu, selain Duta Kabupaten Tabanan, turut tampil Duta Kabupaten Karangasem.

 

Mewakili Kabupaten Tabanan, Sekaa Gong Suara Kencana dari Banjar Dinas Banjar Kutuh, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat menampilkan tiga garapan yang sarat nilai seni dan filosofi. Penampilan diawali dengan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi bertajuk “Ming Salah”, sebuah karya yang menghadirkan perpaduan harmonis antara nilai-nilai tradisi karawitan Bali dengan eksplorasi musikal modern, sehingga mampu menghadirkan sajian yang tetap berakar pada budaya namun relevan dengan perkembangan estetika masa kini.

 

Penampilan berlanjut melalui Tari Kreasi Kekebyaran bertajuk “Wireng Ayu Wah”, yang mengangkat sosok pahlawan perempuan Bali, Sagung Ayu Wah, putri Kerajaan Tabanan. Garapan ini menggambarkan keberanian, keteguhan hati, dan semangat pengabdian kepada tanah kelahiran, sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai kepahlawanan lahir dari ketulusan hati dan kecintaan terhadap bangsa serta budaya.

 

Sebagai penutup, dipentaskan Fragmen Tari bertajuk “Amukti Jayaning Singasana” yang menyuguhkan dramatika artistik dengan pesan moral tentang kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian. Keseluruhan pertunjukan berhasil memikat perhatian ratusan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra sepanjang pementasan berlangsung.

 

Keberhasilan penampilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Di bawah komando Bupati Sanjaya selaku penanggung jawab, berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Barat, Perbekel Desa Lalanglinggah, para pembina, pelatih, serta seluruh seniman yang terlibat, Sekaa Gong Suara Kencana mampu mempersembahkan penampilan yang memukau dan mendapat apresiasi hangat dari para penonton.

 

Usai pementasan, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi seluruh seniman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di panggung PKB. Menurutnya, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkesenian masyarakat Tabanan terus tumbuh dan mampu menghadirkan karya berkualitas yang tetap berpijak pada akar budaya Bali.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh seniman, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah bekerja keras menghadirkan penampilan luar biasa malam ini. Inilah wujud nyata bahwa seni budaya Tabanan terus hidup, berkembang, dan mampu bersaing melalui kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Semoga semangat ini terus terjaga sebagai warisan bagi generasi penerus,” ujar Sanjaya.

 

Senada dengan hal tersebut, Bunda Rai juga menyampaikan kebanggaannya atas penampilan Duta Kabupaten Tabanan yang dinilai tidak hanya menampilkan kualitas seni yang tinggi, tetapi juga berhasil menyampaikan pesan-pesan luhur tentang sejarah, perjuangan, dan kecintaan terhadap budaya Bali melalui setiap garapan yang dipentaskan.

 

Bunda Rai berharap semangat para seniman muda Tabanan terus terpelihara sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tetap berlandaskan nilai budaya daerah. “Saya sangat bangga melihat dedikasi dan semangat luar biasa para seniman Tabanan. Semoga momentum ini semakin memotivasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya sebagai identitas serta kebanggaan Kabupaten Tabanan. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan agar warisan budaya kita tetap lestari dan semakin dikenal luas,” ungkap Bunda Rai.  (rls/tbn)

Gudang Penyimpanan Kabel Internet di Cemagi Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Petugas Damkar Badung memadamkan kebakaran gudang penyimpanan kabel internet di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Rabu (8/7/2026) malam.
Petugas Damkar Badung memadamkan kebakaran gudang penyimpanan kabel internet di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Rabu (8/7/2026) malam.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kebakaran melanda gudang penyimpanan material milik perusahaan penyedia layanan internet PT Labda Karya Manunggal di Banjar Batan Tanjung, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026) malam.

Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan gudang beserta ribuan meter kabel optik yang tersimpan di dalamnya dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Kasubsi PIDM Siehumas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 WITA oleh seorang warga bernama I Putu Suryawan (38) yang tinggal di sekitar lokasi. Saat itu, saksi melihat kobaran api muncul dari tumpukan palet kayu dan gulungan kabel optik yang disimpan di bagian luar gudang.

“Melihat api mulai membesar, saksi langsung menghubungi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Sambil menunggu petugas datang, saksi berusaha memindahkan sebagian palet kayu yang belum terbakar agar api tidak semakin meluas,” ujar Ipda Yuni.

Sejumlah warga turut membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api karena banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi. Tiupan angin yang cukup kencang juga membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan gudang.

Sementara itu, pemilik lahan, I Putu Gede Arsa Pradnyana (43), mengaku baru mengetahui kebakaran saat menerima telepon dari tetangganya ketika sedang dalam perjalanan pulang untuk melaksanakan persembahyangan. Setibanya di lokasi sekitar pukul 20.00 WITA, ia mendapati gudang beserta seluruh material di dalamnya telah dilalap si jago merah.

Petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung bersama personel Polsek Mengwi kemudian melakukan pemadaman serta mengamankan area sekitar lokasi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab kebakaran.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber api diduga berasal dari tumpukan palet kayu dan gulungan kabel optik yang berada di luar gudang. Api kemudian merambat ke bangunan akibat banyaknya bahan yang mudah terbakar dan diperparah embusan angin.

Terpisah, Komandan Peleton Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, I Kadek Budana, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 19.10 WITA dari Perbekel Desa Cemagi. Satu menit kemudian petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.20 WITA.

Dalam penanganan tersebut, Diskarmat mengerahkan tujuh unit mobil pemadam, terdiri atas dua armada dari Pos Induk, dua unit dari Pos Mengwi, dua unit dari Pos Dalung, serta satu unit dari Pos Kunti.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan berlangsung sekitar empat jam 25 menit dengan menghabiskan sekitar 60.000 liter air. “Selama proses penanganan tidak ada kendala berarti sehingga pemadaman dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Budana. RAN