- Advertisement -
Beranda blog

Wisatawan Korea Selatan Kehilangan HP di Sanur, Berhasil Ditemukan Berkat Bantuan Polisi dan Warga

Ilustrasi penemuan hp.
Ilustrasi penemuan hp.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang wisatawan asal Korea Selatan bernama Kim Sunbin sempat panik setelah telepon genggam (HP) miliknya hilang saat berwisata di kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Korban diduga tidak menyadari telah meninggalkan HP miliknya di suatu lokasi. Setelah beberapa saat mencari namun tidak menemukannya, Kim Sunbin kemudian mendatangi Polsek Denpasar Selatan untuk meminta bantuan.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Denpasar Selatan langsung bergerak membantu melakukan pelacakan perangkat. Dari hasil penelusuran, sinyal HP mengarah ke kawasan Jalan Kebo Iwa, Sanur.

Setelah dilakukan pencarian, diketahui bahwa telepon genggam tersebut telah ditemukan oleh seorang warga. Namun karena perangkat menggunakan pengaturan bahasa Korea, warga yang menemukannya kesulitan menghubungi pemilik sehingga memilih menyimpan barang tersebut dengan aman.

Melalui koordinasi dan proses identifikasi kepemilikan, sekitar pukul 18.00 WITA HP akhirnya berhasil dikembalikan kepada Kim Sunbin dalam kondisi baik. Wisatawan asal Korea Selatan tersebut pun mengaku lega setelah barang berharganya berhasil ditemukan.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Agus Adi Apriyoga, mengapresiasi kejujuran warga yang menyerahkan barang temuan serta respons cepat personelnya dalam membantu wisatawan.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah beritikad baik mengembalikan barang yang ditemukan. Polri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional kepada seluruh masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan bantuan di wilayah hukum Polsek Denpasar Selatan,” ujarnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar selalu berhati-hati menjaga barang bawaan saat beraktivitas di tempat umum. Apabila mengalami kehilangan barang atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam. RAN

Truk Cor Molen Meluncur Mundur di Pecatu, Tabrak Garasi dan Rusak Beberapa Motor

Kondisi truk cor molen yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meluncur mundur dan menabrak garasi warga di Jalan Pedati, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (18/7/2026).
Kondisi truk cor molen yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meluncur mundur dan menabrak garasi warga di Jalan Pedati, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (18/7/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah truk cor molen mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pedati, kawasan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Truk diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga meluncur mundur dan menabrak garasi milik warga.

Peristiwa bermula ketika truk bernomor polisi B 9513 SYL berhenti untuk membuang sisa material cor beton yang rencananya digunakan menutup jalan berlubang di sekitar lokasi. Saat pengemudi, Handoko (52), tengah membersihkan sisa beton, kendaraan tiba-tiba bergerak mundur tanpa dapat dikendalikan karena rem diduga tidak berfungsi dengan baik.

Laju truk yang berada di jalan menurun akhirnya menghantam tembok garasi rumah warga. Benturan tersebut mengakibatkan sembilan unit sepeda motor yang terparkir di dalam garasi mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Selain itu, tembok garasi juga mengalami kerusakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Setelah menerima laporan, personel Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa pihak-pihak yang terlibat, serta mendokumentasikan kejadian.

Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Muhammad Said Husen, mengatakan penanganan awal telah dilakukan oleh petugas. Menurutnya, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan perdamaian.

“Kami mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan baik sebelum berhenti di lokasi yang memiliki kontur jalan menanjak maupun menurun. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” ujarnya. RAN

Perluas Jangkauan Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Kerahkan Helikopter Finns SGi Air Bali

Tim SAR Gabungan mengerahkan Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali untuk memperluas pencarian nelayan yang hilang di perairan Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (19/7). (Istimewa)
Tim SAR Gabungan mengerahkan Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali untuk memperluas pencarian nelayan yang hilang di perairan Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (19/7). (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, memasuki hari ketiga, Minggu (19/7). Untuk memperluas area pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pengerahan helikopter dilakukan guna menjangkau wilayah pencarian yang lebih luas, mulai dari perairan Gianyar hingga Selat Badung dengan cakupan sekitar 25,6 mil laut.

“Pagi ini, helikopter kami kerahkan untuk memperluas area pencarian. Harapannya korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi pihak keluarga,” ujar Sidakarya.

Selain dukungan udara, operasi pencarian juga melibatkan sekitar 95 personel gabungan yang dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU darat, SRU laut, dan SRU udara.

Di laut, Tim SAR mengoperasikan dua unit rubber boat untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Sementara itu, nelayan setempat turut membantu proses pencarian dengan mengerahkan 10 unit jukung yang menyisir area sesuai pembagian sektor pencarian.

Menurut Sidakarya, sinergi antara Basarnas, unsur SAR gabungan, dan masyarakat pesisir menjadi kekuatan penting dalam mengoptimalkan proses pencarian.

“Kami memberikan apresiasi kepada Finns dan SGi Air Bali atas dukungan luar biasa dalam misi kemanusiaan ini, khususnya melalui penyediaan helikopter untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan,” katanya.

Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilaksanakan hingga hari ketujuh sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, tinggi gelombang, serta kecepatan angin demi menjaga keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Hingga operasi pencarian hari ketiga berakhir, korban masih belum ditemukan dan upaya penyisiran akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mengoptimalkan seluruh unsur SAR yang terlibat. (RAN)

Jukung Ditemukan Terdampar di Pantai Saba, Nelayan Diduga Hilang Saat Melaut

Tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan penyisiran di sekitar Pantai Saba, Gianyar.
Tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan penyisiran di sekitar Pantai Saba, Gianyar.

GIANYAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah jukung tanpa awak ditemukan terdampar di pesisir Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat (17/7/2026) sore. Penemuan tersebut memicu operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh ke laut saat melaut.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia berangkat melaut dari Pantai Lebih pada sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, hingga sore hari, jukung yang digunakannya ditemukan terdampar di Pantai Saba tanpa keberadaan pemiliknya.

Laporan mengenai dugaan orang jatuh ke laut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.40 Wita dari Kasat Polair Gianyar, Gede Budha. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Merespon adanya laporan orang terjatuh ke laut, kami berangkatkan empat personel menuju Pantai Saba,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya serta pihak keluarga korban. Pencarian kemudian dilakukan melalui penyisiran darat di sepanjang bibir pantai ke arah barat dan timur sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi ditemukannya jukung.

Sidakarya menjelaskan, pencarian menggunakan perahu belum dapat dilakukan pada malam hari karena kondisi laut yang tidak memungkinkan.

“Tim SAR tidak menurunkan alut laut untuk penyisiran karena air laut surut sehingga banyak bebatuan di bibir pantai dan juga jarak pandang sangat terbatas hingga berisiko membahayakan personel,” jelasnya.

Penyisiran yang berlangsung hingga pukul 22.00 Wita belum membuahkan hasil. Korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya.

Dalam operasi lanjutan, tim SAR merencanakan pengerahan tiga unit rubber boat, 10 jukung nelayan, serta drone thermal untuk pemantauan dari udara. Area pencarian akan mencakup sekitar 27,99 mil laut persegi, sementara tim darat akan kembali menyisir garis pantai hingga radius tiga kilometer dari lokasi penemuan jukung.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, Polsek Gianyar, BPBD Gianyar, Ditsamapta Polda Bali, SAR Brimob Polda Bali, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Saba, Balawista Gianyar, keluarga korban, serta masyarakat setempat. RAN

Kalung Emas Man Colik Dijual Terduga Pelaku Untuk Belikan Hadiah Pacar

Usai Habisi Pak Man Colik, Terduga Pelaku Diduga Jual Kalung Korban Demi Belikan Pacar Barang Mewah
Usai Habisi Pak Man Colik, Terduga Pelaku Diduga Jual Kalung Korban Demi Belikan Pacar Barang Mewah

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Penyidikan kasus pembunuhan I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kembali mengungkap fakta baru. Kalung emas seberat 70 gram milik korban yang sempat dinyatakan hilang diduga telah dijual oleh terduga pelaku berinisial ANPP usai melakukan aksi pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan, perhiasan tersebut dijual di wilayah Denpasar dengan harga sekitar Rp50 juta. Dana hasil penjualan itu kemudian digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, termasuk membelikan hadiah bagi kekasihnya.

“Kalung milik korban dijual di Denpasar dengan harga Rp50 juta,” ujar AKP Reno, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, uang tersebut dipakai untuk membeli sejumlah barang, di antaranya perhiasan berupa kalung, cincin, jam tangan, hingga satu unit iPhone 16 yang diberikan kepada pacarnya.

Polisi kini menelusuri seluruh aliran dana hasil penjualan kalung emas tersebut. Barang-barang yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan akan disita sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

“Nantinya seluruh barang yang berasal dari hasil penjualan itu akan kami lakukan penyitaan untuk kepentingan pembuktian,” kata Reno.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Klungkung bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pak Man Colik setelah melakukan penyelidikan selama lebih dari dua pekan.

ANPP, pria berusia 30 tahun asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Mahendradata Selatan, Denpasar.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. ANPP mengaku tersinggung terhadap unggahan maupun ucapan korban di media sosial yang dianggap merendahkan dirinya.

Saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Klungkung. Penyidik juga terus melengkapi alat bukti, termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pihak kejaksaan. RAN

Terduga Pembunuh Nyoman Colik Ditangkap di Denpasar, Diduga Karena Sakit Hati

Misteri tewasnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kian terungkap.
Misteri tewasnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik kian terungkap.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Misteri tewasnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik, pedagang lawar godel asal Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, tim gabungan Polda Bali dan Polres Klungkung berhasil mengamankan seorang pria berinisial ANPP yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

Terduga pelaku ditangkap pada Rabu (16/7/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di sebuah rumah kos yang berada di kawasan Jalan Mahendradata Selatan, Kecamatan Denpasar Barat.

Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo didampingi Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Satreskrim Polres Klungkung, Unit Reskrim Polsek Banjarangkan, Satuan Brimob Polda Bali, serta Sat Intelkam Polres Klungkung.

Menurut AKP Reno, keberhasilan mengungkap kasus ini tidak lepas dari penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) yang dipadukan dengan digital forensik. Melalui metode tersebut, penyidik berhasil mengidentifikasi sekaligus melacak keberadaan terduga pelaku hingga akhirnya dilakukan penangkapan.

“Dari hasil penyelidikan bersama, kami berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial ANPP. Selanjutnya penyidik akan melaksanakan gelar perkara, pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang bukti senjata tajam, rekonstruksi, serta pendalaman penyidikan untuk melengkapi proses pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKP Reno, Jumat (17/7/2026).

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban mengalami empat luka tusuk, yakni satu luka di bagian perut, dua luka di bagian punggung, serta satu luka di pinggang kanan.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap unggahan maupun ucapan korban di media sosial yang dinilai telah menyinggung dan merendahkan harga dirinya.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut. Barang bukti itu kini masih menjalani pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polda Bali sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

Polisi menegaskan proses hukum masih terus berjalan. Penyidik akan melengkapi seluruh alat bukti melalui pemeriksaan forensik, rekonstruksi, serta pendalaman terhadap keterangan saksi maupun terduga pelaku sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya. RAN

WN Singapura Habisi Nyawa Kekasih di Denpasar, Cekik dan Tinggalkan Jasad di Kamar

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan perempuan berinisial AS (26) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah kamar kos di Jalan Mekar II, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan.

Penyidikan sementara menyebut pelaku, pria warga negara Singapura berinisial MZ (25), nekat menghabisi nyawa korban setelah pertengkaran yang dipicu keinginan mengakhiri hubungan asmara.

Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta mengatakan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah memastikan korban meninggal akibat cekikan pada bagian leher.

“Dari hasil pemeriksaan dokter dapat disimpulkan penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul pada leher yang gambarannya sesuai dengan cekikan yang dilakukan pelaku,” ujar AKBP I Ketut Widiarta saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7).

Selain luka pada leher, tim forensik juga menemukan sejumlah memar di beberapa bagian tubuh korban, seperti bibir kiri, dahi kanan, pelipis kiri, serta resapan darah pada pelipis kanan. Pemeriksaan juga menemukan resapan darah pada otot dan kulit leher kiri serta patah tulang lidah bagian pangkal kiri yang menguatkan dugaan korban meninggal akibat dicekik.

Berdasarkan hasil autopsi, korban diperkirakan meninggal pada Jumat (10/7) sekitar pukul 04.00 Wita. Perkiraan waktu tersebut sesuai dengan kondisi jenazah yang diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hingga lima hari sebelum ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, polisi mengungkap pertengkaran terjadi setelah pelaku menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan yang telah terjalin sekitar satu tahun. Korban disebut tidak menerima keputusan tersebut hingga cekcok berujung pada aksi kekerasan.

“Motif sementara karena pelaku memutus hubungan korban hingga terjadi pertengkaran antara keduanya. Namun pemeriksaan masih terus mendalami latar belakang persoalan di antara keduanya,” jelas AKBP I Ketut Widiarta.

Usai memastikan korban meninggal, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak. Jasad korban dipindahkan ke kamar lain, kemudian ditutupi menggunakan selimut, boneka-boneka, dan karpet. Pelaku juga mengaku menyalakan alat penyaring udara (air purifier) untuk mengurangi bau dari jasad korban.

Kasus ini terungkap setelah adik korban berinisial RAS mendatangi kamar kos pada Rabu (15/7) malam karena tidak berhasil menghubungi kakaknya selama beberapa hari. Setibanya di lokasi, saksi mencium bau busuk menyengat. Saat membuka kamar, ia menemukan korban telah meninggal dalam kondisi membusuk dan tubuhnya tertutup boneka.

Tak lama kemudian, pelaku keluar dari kamar sebelah. Saat ditanya mengenai keberadaan korban, pelaku tidak memberikan jawaban. Merasa curiga, RAS sempat memukul pelaku menggunakan helm sebelum pria tersebut melarikan diri dengan sepeda motor.

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, serta Polsek Denpasar Selatan kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sekitar tiga jam setelah laporan diterima, pelaku berhasil diamankan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai.

Dalam pemeriksaan awal, MZ mengakui telah mencekik korban selama kurang lebih 15 menit hingga korban meninggal dunia.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa pelaku diduga berusaha menutupi kejahatannya. Seorang perempuan berinisial DP mengaku sempat diajak menginap di lokasi pada Sabtu (11/7). Saat itu ia mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, namun tidak mengetahui asalnya. Ketika kembali menanyakan bau tersebut beberapa hari kemudian, pelaku justru marah dan memukul tembok.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian, kartu identitas, surat kendaraan, buku catatan, jam tangan, kasur, boneka, karpet, serta sepeda motor Honda Scoopy putih bernomor polisi DK 2778 FDI.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 468 ayat (2) dan/atau Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, adik korban menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang berhasil menangkap pelaku dalam waktu singkat setelah laporan diterima. Ia berharap proses hukum berjalan maksimal dan pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya. RAN

Ikon Baru Kota Tabanan, Patung Catur Muka Direvitalisasi dengan Desain Lebih Monumental

Acara “Ngeruak dan Pralina” Patung Catur Muka yang lama, Budha Manis Medangsia, 8 Juli 2026.

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan pembangunan Patung Catur Muka baru pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari penataan kawasan strategis Jalan Gajah Mada. Ikon Kota Tabanan tersebut akan dibangun di lokasi yang sama, namun dengan ukuran yang lebih besar dan desain yang lebih monumental guna memperkuat citra kawasan pusat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan pembangunan patung baru merupakan tindak lanjut atas aspirasi Desa Adat Kota Tabanan yang menginginkan pembaruan ikon daerah tersebut.

Berdasarkan kajian teknis, patung yang baru dirancang memiliki tinggi sekitar 9 meter dari permukaan tanah dengan lebar dasar sekitar 6,2 meter. Ukuran tersebut meningkat signifikan dibandingkan patung lama yang memiliki tinggi sekitar 5,2 meter.

Menurut Partana, pembangunan itu tidak sekadar memperbesar dimensi patung, tetapi juga menghadirkan ikon yang lebih kokoh, estetis, dan mampu merepresentasikan identitas Kabupaten Tabanan.

“Patung Catur Muka merupakan salah satu simbol penting Kota Tabanan. Melalui pembangunan ini kami ingin menghadirkan landmark yang lebih representatif, memiliki kekuatan struktur yang lebih baik, sekaligus tetap mempertahankan nilai filosofi dan budayanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi fisik patung lama saat ini telah mengalami penurunan akibat faktor usia dan cuaca. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pelapukan pada permukaan patung, retakan di sejumlah bagian, hingga ornamen yang mulai longgar dan terlepas.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengurangi nilai estetika ikon kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila kerusakan terus dibiarkan. Karena itu, pemerintah memutuskan membangun patung baru dibandingkan melakukan perbaikan secara parsial.

Selain meningkatkan aspek keamanan, patung baru juga dirancang menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca tanpa menghilangkan nilai artistik maupun filosofi yang melekat pada Patung Catur Muka.

Sebagai bagian dari tahapan pembangunan, Desa Adat Kota Tabanan telah melaksanakan prosesi ritual Meprelina pada Rabu (8/7/2026). Ritual tersebut menjadi rangkaian adat sebelum pembongkaran patung lama dilakukan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menggelar sosialisasi kepada pengurus Desa Adat Kota Tabanan serta para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada. Sosialisasi dilakukan karena pembangunan Patung Catur Muka merupakan bagian dari penataan kawasan pusat kota secara menyeluruh.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Raja Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan. Menurutnya, pembangunan kembali Patung Catur Muka bukan hanya mengganti sebuah monumen, tetapi juga menjadi upaya menjaga identitas, marwah, dan warisan budaya Kota Tabanan.

Ia berharap kehadiran patung baru mampu menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus warisan bagi generasi mendatang, dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara pembangunan kawasan perkotaan dan pelestarian nilai-nilai adat serta budaya.

Dukungan serupa disampaikan Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika. Menurutnya, usulan pembangunan patung baru muncul dari aspirasi masyarakat adat agar ikon Kota Tabanan memiliki tampilan yang lebih representatif dan membanggakan.

Ia menegaskan pembangunan Patung Catur Muka diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan tata ruang sehingga mampu menciptakan kawasan pusat kota yang lebih tertata, nyaman, serta memiliki daya tarik visual yang semakin kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Tabanan. (rls/kmf)

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3×3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3x3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semangat pembinaan atlet basket usia dini mewarnai pelaksanaan Tabanan Hustle 3×3 Vol 2 yang digelar Perbasi Kabupaten Tabanan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, di Lapangan Basket Alit Saputra Tabanan. Sebagai wujud dukungan terhadap pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (12/7/2026) dan menyerahkan hadiah kepada para juara kejuaraan basket tingkat kelompok umur se-Bali tersebut.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Perbasi Kabupaten Tabanan, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Ketua KONI Tabanan, serta para peserta dan pendamping dari berbagai daerah di Bali.

 

Kejuaraan Tabanan Hustle 3×3 Vol 2 diikuti sebanyak 93 peserta yang berasal dari enam kabupaten/kota di Bali, yakni Kabupaten Tabanan, Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Kota Denpasar. Para peserta bertanding pada kategori usia 8 tahun campuran, 10 tahun campuran, 12 tahun putra dan putri, serta kelompok usia 14, 16, 18 hingga kategori umum 18–35 tahun.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan, sekaligus sarana menjaring bibit-bibit atlet basket berprestasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas melalui olahraga. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan lahirnya atlet-atlet basket yang membanggakan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan yang menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam menciptakan generasi yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

 

Ia juga berharap kejuaraan Tabanan Hustle dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang setiap tahunnya. Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Tabanan maupun Bali. “Ke depan kegiatan seperti ini harus terus diperbanyak agar semakin banyak bibit atlet yang muncul. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga Tabanan Hustle terus menjadi inspirasi dalam memajukan olahraga basket di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Ivana Bunga Wahyuni, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Tabanan yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga basket sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi dengan diikuti 93 peserta dari hampir seluruh kabupaten/kota di Bali. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

 

Acara turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali beserta jajaran pengurus, Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas penataan organisasi pesemetonan MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara.

 

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara.

 

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MGPSSR Kabupaten Tabanan yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi sekaligus memelihara semangat kebersamaan, pengabdian, serta nilai-nilai budaya warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

 

Menurut Sanjaya, Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah. “Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan meyakini setiap organisasi kemasyarakatan, khususnya MGPSSR, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial sekaligus melestarikan kearifan lokal Hindu Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

 

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya.  (rls/tbn)