- Advertisement -
Beranda blog

Gerebek Kamar Kos di Denpasar, Polda Bali Amankan 2,3 Kg Sabu

Pelaku peredaran narkoba Guruh Krisna saat diamankan Ditresnarkoba Polda Bali bersama barang bukti sabu seberat 2,3 kilogram
Pelaku peredaran narkoba Guruh Krisna saat diamankan Ditresnarkoba Polda Bali bersama barang bukti sabu seberat 2,3 kilogram

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika di wilayah Denpasar Utara dengan menangkap seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial GKA (36).

Dari tangan pelaku, polisi menyita sabu seberat 2,3 kilogram dalam penggerebekan di sebuah kamar kos di kawasan Jalan Cokroaminoto, Denpasar.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Tim Opsnal Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Bali pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 13.30 WITA. Pelaku diamankan di sebuah kamar kos di Gang Jatayu, Banjar Marga Jati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba di kawasan Jalan Cokroaminoto.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek kamar kos yang ditempati pelaku. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sebuah tas belanja hitam bertuliskan “Mekdi” yang berisi enam paket sabu siap edar.

“Total barang bukti sabu yang diamankan mencapai 2.375,96 gram brutto,” ujar AKBP Rina, Rabu (20/5/2026).

Selain sabu, polisi turut menyita satu unit telepon genggam Samsung A26 warna hitam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam aktivitas peredaran narkotika.

Tak berhenti di lokasi pertama, petugas kemudian melakukan pengembangan menuju kamar kos lain yang ditempati pelaku di Gang Bluncat Nomor 6, Jalan Batubulan, Desa Benoa, Kuta Selatan, Badung, sekitar pukul 16.00 WITA pada hari yang sama.

Dari lokasi kedua, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk pengemasan narkotika, di antaranya satu bendel plastik klip bening, timbangan digital merek Idealife warna hitam, serta sendok plastik putih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang nomor WhatsApp-nya disimpan dengan nama “AKBP”. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pemasok sekaligus kemungkinan adanya jaringan narkoba yang lebih besar.

Atas kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 Ayat (2) huruf A. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun hingga seumur hidup. RAN

4 Pelaku Pembunuh Pria NTB di Darmasaba Ditangkap, Begini Motifnya

2 dari 4 Pelaku pembunuhan saat diinterogasi aparat polisi.
2 dari 4 Pelaku pembunuhan saat diinterogasi aparat polisi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Satreskrim Polres Badung berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap Dean Ade Darmawan (25), pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang jasadnya ditemukan terkubur di area persawahan pinggir Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung. Empat pelaku yang terlibat dalam aksi sadis tersebut kini telah diamankan polisi.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, pelaku utama berinisial DF (20) yang merupakan rekan kerja korban di tempat pencucian motor Mae Wash. Dalam menjalankan aksinya, DF dibantu tiga rekannya yakni MKH (24), serta dua pelaku di bawah umur berinisial AF (17) dan IPR (16).

“Pelaku utama mengaku menyimpan dendam terhadap korban karena selama bekerja bersama sering merasa dihina dan menjadi sasaran ejekan,” ujar Kapolres saat konferensi pers, Rabu (20/5).

Selain dipicu rasa sakit hati, polisi juga menemukan adanya motif ekonomi di balik pembunuhan tersebut. Para pelaku diketahui berniat menguasai barang-barang milik korban setelah menghabisi nyawanya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis dini hari, 7 Mei 2026, di lokasi pencucian motor Mae Wash, Jalan Antasura, Darmasaba. Berdasarkan hasil penyelidikan, rencana pembunuhan bermula ketika korban sempat menghubungi DF dan mengutarakan niat mengambil mesin kompresor di tempat mereka bekerja.

Pesan itu kemudian diperlihatkan DF kepada tiga rekannya saat berkumpul di sebuah kos di wilayah Kuta. Dari situlah muncul rencana untuk membunuh korban sekaligus mengambil barang berharganya berupa uang, sepeda motor, dan telepon genggam.

Sekitar pukul 01.15 Wita, para pelaku tiba di lokasi pencucian motor dan menunggu kedatangan korban. DF diketahui telah membawa pisau yang biasa digunakan memotong busa dan menyelipkannya di belakang pinggang.

Sekitar satu jam kemudian korban datang menggunakan sepeda motor Honda Beat merah. Saat korban menunduk mengambil kompresor, AF langsung memukul kepala korban menggunakan botol kosong hingga tersungkur.

Tidak berhenti di situ, korban kemudian dikeroyok secara brutal. Tubuh Dean dipukul, ditendang, bahkan dihantam kursi besi. Dalam kondisi tak berdaya, DF menusuk punggung korban menggunakan pisau hingga mengeluarkan banyak darah.

Aksi para pelaku semakin sadis setelah mereka membersihkan bercak darah di lokasi kejadian. Pisau yang sempat bengkok akibat digunakan menusuk korban diluruskan kembali, lalu dipakai DF untuk menggorok leher korban hingga dipastikan meninggal dunia.

Setelah korban tewas, para pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan mencari lokasi penguburan di sekitar Jalan Antasura. Mereka menggali lubang menggunakan cangkul yang ada di tempat pencucian motor.

Jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menggunakan sepeda motor menuju lokasi penguburan. Proses penguburan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 02.30 hingga 04.30 Wita.

Namun jasad korban ternyata tidak tertutup sempurna sehingga bagian kaki sempat terlihat di permukaan tanah. Kepada penyidik, pelaku mengaku kondisi gelap membuat proses penguburan tidak maksimal.

Usai melakukan aksi pembunuhan, DF sempat mengirim pesan kepada pemilik usaha pencucian motor bahwa dirinya mengundurkan diri karena alasan keluarga. Padahal, ia bersama tiga pelaku lainnya langsung melarikan diri ke Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam pelariannya, para pelaku sempat menjual sepeda motor milik korban seharga Rp2,8 juta. Namun uang hasil penjualan itu disebut tidak dibagi rata di antara mereka.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, tim Satreskrim Polres Badung akhirnya menangkap keempat pelaku di Jember pada 18 Mei 2026. Tiga pelaku diamankan di satu rumah, sementara satu pelaku lainnya ditangkap di lokasi berbeda.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa cangkul, pakaian pelaku, kursi besi, dua unit sepeda motor, serta telepon genggam. Sementara pisau yang digunakan membunuh korban hingga kini belum ditemukan karena diduga dibuang ke sungai.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 459 junto Pasal 20 KUHP Nasional tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Mereka juga dijerat Pasal 479 ayat 3 KUHP terkait pencurian yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. RAN

Soroti Kondisi Lapangan Penebel, Ketua DPRD Tabanan Minta Pemda Serius Rawat Aset Publik

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, melakukan inspeksi langsung ke Lapangan Penebel menyusul viralnya kondisi fasilitas olahraga tersebut di media sosial.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, melakukan inspeksi langsung ke Lapangan Penebel menyusul viralnya kondisi fasilitas olahraga tersebut di media sosial. Dalam peninjauan itu, Arnawa menyayangkan kondisi lapangan yang dinilai rusak meski proyek penataannya menelan anggaran sekitar Rp 2,2 miliar.

Saat meninjau lokasi, Rabu (20/5/2026), Arnawa mengaku prihatin melihat kondisi lapangan yang dianggap tidak mencerminkan besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah. Menurutnya, kerusakan yang terjadi menunjukkan lemahnya perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas publik setelah proyek selesai dikerjakan.

“Sebagai kader dari Penebel, saya sangat prihatin melihat kondisi lapangan ini. Anggarannya cukup besar, tetapi sekarang kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah bagian lapangan yang mulai mengalami kerusakan, termasuk area tracking yang sebelumnya telah dipaving. Arnawa menilai tidak adanya perawatan rutin menjadi penyebab utama fasilitas tersebut cepat mengalami penurunan kualitas.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak seharusnya berhenti pada tahap pengerjaan fisik semata. Pemerintah daerah, kata Arnawa, juga wajib memastikan keberlanjutan pemeliharaan agar aset yang dibangun menggunakan uang rakyat tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Jangan hanya fokus membangun, tetapi pemeliharaan diabaikan. Fasilitas publik harus dirawat agar tidak menjadi proyek yang sia-sia,” tegasnya.

Arnawa menambahkan, kondisi Lapangan Penebel bukan persoalan kecil karena menyangkut pengelolaan aset daerah dan penggunaan anggaran publik. Ia mengingatkan pembiaran terhadap fasilitas yang rusak dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan pemerintah.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan dan menyiapkan pola pemeliharaan yang jelas agar Lapangan Penebel tidak semakin terbengkalai dan tetap bisa dimanfaatkan masyarakat. (pmc)

Sapaan Mantan Kekasih Berujung Pengeroyokan di Lapangan Renon

Ilustrasi keributan.
Ilustrasi keributan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Keributan yang dipicu salah paham berujung aksi pengeroyokan terjadi di kawasan sisi barat Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 18.05 Wita. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat mengamankan para pihak yang terlibat.

Korban berinisial D (31), pria asal Sumba Barat Daya, mengalami luka lebam pada bagian wajah akibat dipukul secara bersama-sama oleh sejumlah pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama pacarnya tengah berjalan-jalan di kawasan Lapangan Bajra Sandhi. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan pria berinisial SNA (33), yang diketahui merupakan mantan kekasih dari perempuan berinisial E (29).

SNA disebut sempat menyapa E. Namun, sapaan tersebut memicu kesalahpahaman setelah korban mempertanyakan maksud pelaku. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga suasana memanas.

Tak lama berselang, tiga rekan SNA datang ke lokasi dan diduga langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban dengan memukul bagian wajah korban secara bersama-sama. SNA juga diduga ikut melakukan penganiayaan.

Personel Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Pawas I Nengah Juniman segera mendatangi lokasi usai menerima laporan adanya keributan yang melibatkan sejumlah warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Petugas kepolisian bersama Satpol PP Kota Denpasar berhasil mengendalikan situasi sebelum keributan meluas. Selanjutnya, para pihak diamankan ke Subsektor Renon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, hasil interogasi menunjukkan insiden tersebut dipicu kesalahpahaman saat pelaku menyapa mantan pacarnya yang kebetulan berada di lokasi bersama korban.

“Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Dentim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa menggunakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Timur disebut akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli di kawasan Lapangan Puputan Renon guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. ran

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur

pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung meninjau pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5/2026).

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus memastikan transformasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan berjalan optimal, tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu dan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Perbekel, kader Posyandu, hingga pengurus desa setempat.

 

Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”. Tema tersebut menegaskan perubahan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, dan diperingati setiap tanggal 29 April.

 

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terintegrasi langsung di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pun tetap mengedepankan asas efisiensi dengan fokus pada optimalisasi pelayanan enam bidang SPM.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Posyandu 6 bidang SPM di tingkat masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Posyandu di Desa Mambang dinilai berjalan aktif dan inovatif. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni inovasi “Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat hadir ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk penguatan pelayanan masyarakat di desa secara menyeluruh. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu kini juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum hingga pengaduan masyarakat.

 

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan di Desa Mambang, implementasi Posyandu 6 SPM sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan warga secara langsung di tingkat desa.

 

“Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu bersama perangkat desa yang dinilai menjadi garda terdepan keberhasilan pelayanan terpadu tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengingat program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru.

 

“Ini sebenarnya tidak sulit, hanya menambah meja pelayanan dan kader untuk mencatat. Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, capaian penurunan stunting harus terus dijaga melalui gerakan bersama yang diperkuat lewat sinergi program Pemerintah Kabupaten Tabanan seperti Bupati Ngantor di Desa dan program Semara Ratih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

 

“Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.

 

Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang sendiri telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga mulai dari perbaikan got, penerangan jalan hingga infrastruktur lingkungan diketahui telah berhasil ditindaklanjuti langsung di tingkat desa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan terintegrasi. (rls/tbn)

Dapur Milik Warga di Denpasar Ludes Terbakar, Diduga Karena ini

Dapur warga di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi.
Dapur warga di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah dapur semi permanen atau dapur tradisional di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, hangus terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita.

Kebakaran diduga berasal dari percikan api tungku kayu bakar yang menyambar tumpukan kayu di sekitar area dapur hingga api cepat membesar.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat pemilik dapur, I Ketut Lipog (78), sedang memasak menggunakan kayu bakar di dapur tradisional miliknya.

“Percikan api dari tungku diduga jatuh mengenai tumpukan kayu bakar yang berada di sebelah tungku sehingga api dengan cepat membesar dan membakar area dapur,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Korban sempat berusaha memadamkan kobaran api menggunakan air keran. Namun api terus membesar dan sulit dikendalikan. Dalam kondisi panik, korban kemudian menghubungi anaknya, I Ketut Sukrata (42), yang saat itu sedang bekerja.

Sekitar pukul 06.30 Wita, anak korban tiba di lokasi dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran guna mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Menurut Kasi Humas, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Namun proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit sehingga kendaraan damkar tidak bisa masuk langsung ke titik kebakaran.

Petugas akhirnya menyambungkan sejumlah selang dari jalan utama untuk memadamkan api dari jarak tertentu hingga kobaran berhasil dijinakkan.

Akibat insiden itu, satu unit dapur semi permanen berbahan kayu beserta tumpukan kayu bakar ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Korban tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah,” tutup Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. RAN

Mega Carry Hantam Truk di Jalan Mahendradatta, Diduga Karena Ambil Haluan Terlalu Kanan

Petugas mengevakuasi kendaraan Suzuki Mega Carry usai terlibat tabrakan dengan truk Isuzu di Jalan Mahendradatta, Denpasar.
Petugas mengevakuasi kendaraan Suzuki Mega Carry usai terlibat tabrakan dengan truk Isuzu di Jalan Mahendradatta, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Mahendradatta Km 8, Denpasar, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 13.25 Wita. Insiden tersebut melibatkan Mobil Suzuki Mega Carry DK 8607 HH dengan Mobil Light Truk Isuzu DK 8128 YH.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Mobil Suzuki Mega Carry yang dikemudikan I Ketut Soma Yasa (24) melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang berhati-hati hingga mengambil jalur terlalu ke kanan.

“Mobil Suzuki Mega Carry bergerak dari arah selatan menuju utara, kemudian mengambil haluan terlalu ke kanan sehingga terjadi tabrakan dengan pengemudi Mobil Light Truk yang datang dari arah utara menuju selatan,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Akibat benturan tersebut, pengemudi truk bernama Mikaelelo (26) dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Sementara sopir Suzuki Mega Carry mengalami luka pada bagian lutut kaki kanan dan wajah sehingga harus mendapatkan penanganan medis di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Selain itu, penumpang Suzuki Mega Carry bernama I Kadek Anggina Arta Yasa Pramana (24) dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera.

Polisi mencatat, kecelakaan itu mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta. RAN

Aksi Bergerak dan Berbagi Bunda Rai di Selemadeg Timur dan Selemadeg Sasar Ratusan Warga Rentan

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kembali menunjukkan aksi nyata, melalui roadshow ke-10 program Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”. Ia turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Selemadeg Timur dan Selemadeg, Tabanan, Senin (18/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Di tengah tantangan ekonomi dan isu lingkungan yang kian mendesak, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kembali menunjukkan aksi nyata, melalui roadshow ke-10 program Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”. Ia turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Selemadeg Timur dan Selemadeg, Tabanan, Senin (18/5/2026), dengan sentuhan yang menyeluruh dan tepat sasaran.

 

Kehadiran sosok yang akrab disapa Bunda Rai itu didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga beserta jajaran pengurus, perangkat daerah terkait, camat setempat, serta para Ketua TP PKK kecamatan dan desa, sekaligus ratusan penerima bantuan yang menjadi fokus utama kegiatan.

 

Kegiatan pertama dipusatkan di Wantilan Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan kondisi KEK, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 50 kader PKK kurang mampu, serta 100 paket PMT bagi anak PAUD. Selain itu, bantuan tambahan juga diberikan berupa 1 kursi roda, 9 tripod, dan 4 walker untuk mendukung mobilitas penerima.

 

Kegiatan kemudian berlanjut ke Wantilan Banjar Delod Sema Cemagi, Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Bantuan serupa kembali diberikan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 50 kader PKK kurang mampu, serta 100 paket PMT untuk anak PAUD. Tambahan bantuan berupa 3 walker dan 4 alat bantu dengar turut melengkapi kepedulian tersebut.

 

Adapun setiap penerima bantuan memperoleh paket yang terdiri dari 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

 

Tak sekadar menyerahkan bantuan, Bunda Rai juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat edukasi program prioritas PKK. Dalam kapasitasnya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas), ia turut menggelorakan kesadaran pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui pembagian 150 alat pelubang biopori sekaligus praktik langsung di lingkungan warga.

 

Dalam sambutannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk berbagi bantuan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. “Saya hadir untuk berbagi dan memberikan sedikit bantuan, apalagi dalam situasi ekonomi saat ini. Hal ini juga menjadi upaya kami untuk terus menjaga kedekatan antara masyarakat dengan pemerintah, sekaligus memberikan motivasi agar kita semua tetap semangat membangun Tabanan,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin krusial dan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. “Saya mengajak ibu-ibu dari rumah tangga untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya. Sampah yang tidak dikelola bisa menjadi musibah, tetapi jika diolah dengan baik akan menjadi berkah. Melalui biopori, sampah bisa diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman dan mendukung program Aku Hatinya PKK,” jelasnya.

 

Selain itu, selaku ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, ia juga turut mensosialisasikan penguatan layanan Posyandu berbasis 6 SPM. Menurutnya, posyandu kini tidak hanya sebatas tempat penimbangan, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih luas. Ia juga mengimbau kader PKK agar aktif menjalankan program dari provinsi seperti Gerakan Kulkul PKK dan optimalisasi Posyandu.

 

Melalui aksi sosial yang menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat ini, peran Bunda Rai tidak hanya terlihat sebagai penggerak organisasi, tetapi juga sebagai sosok yang konsisten hadir di tengah masyarakat, membawa solusi sekaligus semangat kebersamaan. Program “Bergerak dan Berbagi” pun kembali menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kabupaten Tabanan.

 

Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Timur, Ny. Luh Adi Wiratni Karang Sudarya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bunda Rai. “Kami mengucapkan selamat datang di Desa Megati. Aksi sosial ini sangat bermanfaat dan menjadi wujud nyata kepedulian di bidang sosial serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Kami juga siap mendukung penuh program pemerintah demi mewujudkan visi Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg, Ny. Rahayu Budi Arsana menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia melaporkan bahwa penerima bantuan pada kegiatan tersebut mencapai 128 orang yang tersebar di 10 desa. “Kami bersyukur atas kehadiran ibu dan jajaran. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, (AUM),” ujarnya. (rls/tbn)

Koster Targetkan 120 Koperasi Merah Putih Beroperasi di Bali Akhir Juli 2026

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung.
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5).

Peresmian secara langsung dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto serta diikuti seluruh provinsi secara daring.

Didampingi jajaran Forkopimda, Koster menyampaikan dukungannya terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan di Bali.

“Kita di Bali yang sudah siap sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sedang berproses lagi sampai akhir bulan juli itu akan mencapai secanyak 120 KDKMP,” jelas Koster.

Jumlah 38 KDKMP yang sudah siap tersebut disebut baru mencapai 5,3 persen dari total 716 desa dan kelurahan di Bali. Namun, angka itu ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 120 KDKMP atau sekitar 17 persen dari total kebutuhan pada akhir Juli 2026.

“Nanti Bulan Juli akan disiapkan barang-barang yang akan dijual di koperasi dan di targetkan di awal Agustus sudah full bisa beroperasi dalam memberikan layanan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi merupakan instrumen kemandirian ekonomi kerakyatan sekaligus fondasi pemerataan pembangunan nasional.

“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” jelas Prabowo.

Ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu mandiri pangan dengan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri tanpa bergantung pada impor. Menurutnya, swasembada pangan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani Indonesia.

Prabowo juga menyebut keberadaan Koperasi Merah Putih akan mendukung pertumbuhan ekonomi di desa dan kelurahan dengan proyeksi perputaran uang mencapai Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.

“Melalui koperasi merah putih nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung kemana-mana lagi,” jelasnya.

Adapun layanan usaha yang disiapkan dalam KDKMP meliputi penjualan sembako subsidi, penyalur LPG subsidi, penyalur pupuk subsidi, kredit murah, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, penyerapan gabah petani hingga layanan obat murah bagi masyarakat. RAN

Sempat Dikira Bangkai Tikus, Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Jimbaran

penemuan jasad pria asal Grobogan di bekas kantor konstruksi kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
penemuan jasad pria asal Grobogan di bekas kantor konstruksi kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga Lingkungan Cengiling, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah bekas kantor konstruksi di Jalan Blong Keker, Gang Nakula, Minggu (17/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Ngatono (45), pria asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan tergeletak di lantai sebuah ruangan di bekas Kantor CV Soma Lentera Oetama General Contractor.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk menyengat dari area kantor kosong tersebut.

“Awalnya saksi mencium bau tidak sedap sejak Sabtu sore dan mengira berasal dari bangkai tikus. Namun pada Minggu pagi bau semakin menyengat sehingga saksi berinisiatif mencari sumber bau tersebut,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Menurut keterangannya, saksi kemudian menuju bagian belakang samping kantor dan mendapati banyak lalat beterbangan di sekitar lokasi. Karena curiga, saksi mengintip melalui jendela dan melihat seorang pria tergeletak di dalam ruangan.

“Setelah melihat ada seorang laki-laki terbaring di dalam kamar, saksi langsung melapor kepada kepala lingkungan yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polresta Denpasar. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di atas lantai keramik beralaskan perlak bermotif bunga. Korban tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana jeans pendek warna biru. Bagian wajah korban juga sudah mengalami pembusukan.

“Iya benar, korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Diketahui, korban sudah sekitar satu bulan tinggal sementara di bekas kantor konstruksi tersebut. Pemilik kantor terakhir kali bertemu korban pada Kamis (14/5/2026) dan saat itu korban disebut dalam kondisi sehat.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RS Udayana menggunakan ambulans Banser Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut. RAN