- Advertisement -
Beranda blog

Tabanan Sebagai Titik Kumpul, Touring Volkswagen Lost in Paradise #6 Bawa Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Touring komunitas Volkswagen dari berbagai daerah dalam rangka kegiatan Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, Sabtu (29/8/2026), di Kabupaten Tabanan membawa dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah. Kehadiran para peserta touring tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat komunitas Volkswagen, tetapi juga turut memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta produk-produk ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Tabanan kepada para peserta dari berbagai daerah.

 

Touring mengambil rute start dari Ciputra Pangkung Tibah Kediri – Desa Jatiluwih – Pura Luhur Batukau – dan finish di Kantor Bupati Tabanan, dilepas olah Sekda I Gede Susila Mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Kepala Perangkat Daerah terkait serta Ketua dan Panitia Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, seluruh jajaran Ciputra Group dan undangan terkait lainnya. Kegiatan touring berlangsung dalam suasana penuh antusias dan kebersamaan para peserta.

 

Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas pecinta Volkswagen, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menikmati sekaligus memperkenalkan potensi alam dan pariwisata Tabanan, khususnya kawasan Jatiluwih yang memiliki daya tarik budaya dan panorama alam yang khas. Menyampaikan arahan Bupati, Sekda Susila menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi pihak penyelenggara yang telah memilih Tabanan sebagai titik kumpul dari rangkaian Volkswagen Lost In Paradise #6. Menurutnya, kegiatan komunitas seperti ini dapat menjadi salah satu media promosi pariwisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Kami tentu menyambut baik kegiatan ini. Mudah-mudahan para peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga membawa pengalaman dan cerita yang baik tentang Tabanan, sehingga potensi wisata yang kita miliki semakin dikenal luas,” ujar Susila.

 

Pihaknya berharap ini menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan keindahan alam dan potensi pariwisata Tabanan kepada para peserta. Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan Volkswagen Lost In Paradise #6 dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Tabanan, dengan tetap mengedepankan tertib berlalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan, serta ikut mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di Tabanan. (rls/tbn)

Jatanras Polda Bali Bubarkan Kerumunan Remaja di Tengah Malam, Antisipasi Aksi Kejahatan

Personel Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Bali saat melaksanakan patroli malam menyasar sejumlah ruas jalan di Denpasar dan Badung.
Personel Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Bali saat melaksanakan patroli malam menyasar sejumlah ruas jalan di Denpasar dan Badung.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aktivitas sejumlah remaja yang masih berkumpul hingga tengah malam mendapat perhatian personel Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Bali. Mereka dibubarkan saat polisi menggelar patroli malam di sejumlah wilayah Denpasar dan Badung, Jumat (28/8) malam hingga Sabtu (29/8) dini hari.

Patroli tersebut digelar sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), premanisme hingga kelompok anarki.

Ps. Panit 2 Unit Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Ipda I Gede Surya Wijaya, mengatakan patroli berlangsung selama sekitar lima setengah jam, mulai pukul 22.00 hingga 03.30 Wita. Personel menggunakan sepeda motor untuk menyisir sejumlah ruas jalan yang dianggap perlu mendapat pengawasan.

“Patroli dilaksanakan untuk memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi tindak pidana 3C, premanisme dan kelompok anarko,” kata Surya dalam laporan hasil kegiatan.

Penyisiran dilakukan di antaranya di Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Moh. Yamin, Jalan Raya Puputan, Jalan Hangtuah, Jalan Bypass Ngurah Rai serta sejumlah kawasan di Sanur. Petugas juga melintasi Jalan Danau Toba, Jalan Danau Tamblingan, Jalan Danau Poso, Jalan Danau Tempe, Jalan Mertasari, Jalan Kertha Dalem, Jalan Tukad Petanu, Jalan Tukad Pakerisan dan Jalan Waturenggong.

Dalam patroli tersebut, petugas mendapati sekelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan meminta mereka membubarkan diri serta kembali ke rumah masing-masing.

Selain membubarkan kerumunan, personel turut melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang berada di lokasi, termasuk mengecek bagian bagasi. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak terdapat barang yang berpotensi digunakan dalam aksi kejahatan.

Surya menambahkan, personel yang bertugas telah dilengkapi dengan borgol dan kabel ties. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung tindakan kepolisian apabila ditemukan situasi yang memerlukan pengamanan.

Jika mendapati kerumunan, petugas terlebih dahulu memberikan imbauan agar membubarkan diri. Namun, apabila ditemukan indikasi tindak pidana, orang yang terlibat dapat diamankan ke markas polisi untuk menjalani pemeriksaan.

“Apabila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diamankan ke mako. Jika yang diamankan masih di bawah umur, kami segera berkoordinasi dengan piket PPA PPO,” ujarnya.

Selain ruas jalan, patroli juga menyasar fasilitas umum dan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok tertentu. Meski demikian, selama kegiatan berlangsung polisi tidak menemukan kelompok anarko maupun kejadian menonjol lainnya.

Hingga patroli berakhir sekitar pukul 03.30 Wita, situasi di wilayah Denpasar dan Badung yang menjadi sasaran penyisiran dilaporkan aman dan terkendali. (*)

Tanah Lot Art and Food Festival VII, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Pariwisata Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM –  Semangat pelestarian seni, budaya, dan pariwisata kembali hadir melalui pelaksanaan Tanah Lot Festival Tahun 2026 yang digelar di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat, (28/8/2026). Mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadir sekaligus membuka acara Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” yang bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban Serta Tokoh Masyarakat setempat. Pelaksanaan Tanah Lot Festival menjadi salah satu momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi seni, budaya, dan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan.

 

Berpusat di kawasan Tanah Lot yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, kegiatan tahunan ini diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya berbagai potensi kreatif masyarakat dengan wisatawan. Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga berikan apresiasi atas terselenggaranya Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 ini. Menurutnya, kegiatan festival seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda pariwisata, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal agar tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

 

“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

 

Pihaknya menambahkan, pengembangan pariwisata di Tabanan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan destinasi wisata hendaknya tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu membuka ruang bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal untuk ikut tumbuh.

 

“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuh Dirga.

 

Event ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki. Dikemas secara menarik, festival tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon pariwisata Kabupaten Tabanan.

 

“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua. Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya. Lebih lanjut, Dirga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga identitas budaya daerah. (rls/tbn)

Eks Transmigran Timor Timur di Sumberklampok Minta Kepastian Lahan, Ditintelkam Polda Bali Dorong Solusi Damai

Eks Transmigran Timor Timur di Sumberklampok Minta Kepastian Lahan, Ditintelkam Polda Bali Dorong Solusi Damai

BULELENG, PANTAUBALI.COM – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali melakukan silaturahmi sekaligus komunikasi dengan warga eks transmigran asal Bali yang sebelumnya bermukim di Timor Timur, kini Timor-Leste. Pertemuan tersebut berlangsung bersama warga yang saat ini menetap di Desa Sumberklampok, Kabupaten Buleleng, Rabu (26/8/2026).

Dalam dialog itu, warga menyampaikan harapan agar persoalan kepastian dan kejelasan hak atas lahan pekarangan serta lahan pertanian yang selama ini mereka tempati dan kelola dapat segera memperoleh penyelesaian. Mereka berharap proses tersebut dilakukan secara adil, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Ditintelkam Polda Bali mengapresiasi sikap warga yang memilih memperjuangkan aspirasinya melalui komunikasi dan mekanisme yang sesuai. Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik.

Dalam penyelesaian persoalan agraria, Ditintelkam menekankan pentingnya mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan penyampaian aspirasi secara damai. Setiap aspirasi masyarakat dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama, namun penyelesaiannya perlu dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh pihak terkait serta berpedoman pada data dan ketentuan hukum.

Warga juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Sikap anarkis maupun tindakan yang dapat merugikan kepentingan bersama diharapkan tidak terjadi.

Melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, persoalan agraria di Sumberklampok diharapkan dapat menemukan solusi yang berkeadilan, sekaligus tetap menjaga persatuan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat. (tim)

HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai Gelar Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan

HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai Gelar Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semangat menghadirkan lingkungan yang asri, produktif, sekaligus bernilai ekonomis terlihat dalam roadshow Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, saat melakukan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK sebagai rangkaian peringatan HKG PKK Ke-54 yang dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu yang dilaksanakan oleh TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali pada 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Untuk di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai melaksanakan kegiatan di Desa Sesandan, dilanjutkan ke SMK Bintang Persada dan Kecamatan Kediri di Banjar Sinjuana Dan Dukuh, Berabana serta SMP N 3 Kediri yang berlokasi di Desa setempat.

 

Dalam roadshow tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta Perbekel setempat. Kehadiran langsung tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah dipersiapkan masyarakat dan satuan pendidikan dalam mendukung program PKK serta pengelolaan kebersihan lingkungan.

 

Penilaian diawali di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Di lokasi tersebut, Bunda Rai bersama jajaran meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat, salah satunya pemanfaatan lubang biopori. Selain itu, terdapat inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga melalui media pot yang dimodifikasi, sehingga sampah dapat langsung diproses dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya.

 

Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut seraya mendorong agar berbagai bantuan bibit yang telah diberikan segera ditanam dan dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten, terlebih dalam mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga. “Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.

 

Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal. “Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa program Aku Hatinya PKK bukanlah program baru, namun akan memberikan hasil luar biasa apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan yang rutin.

 

Tak hanya tanaman, pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan pemanfaatan lahan secara terpadu, sehingga pekarangan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan pangan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga.

 

Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai melihat langsung kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan, salah satunya pembuatan Lerazym Clean, yakni inovasi sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah Lerak. Jadi  eco enzyme ini berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran yang berasal dari MBG dan kegiatan praktik siswa di jurusan kuliner.

 

“Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi,” ujar Miss Gung Dyah yang merupakan salah satu penggagas dari inovasi tersebut. Ia juga menambahkan , bahwa sabun tersebut disebut ramah lingkungan karena tanpa proses dan bahan kimia dan juga sudah dipakai pihaknya untuk kegiatan di sekolah, seperti mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan Endek.

 

Kreativitas generasi muda dari SMK Bintang Persada  mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai dan Jajaran serta mendorong agar inovasi serupa terus dikembangkan. Apalagi para siswa juga menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah produksi menjadi berbagai kerajinan tangan. Menurutnya, sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis.

 

Selanjutnya, Bunda Rai menuju Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kediri, dalam rangka melihat kesiapan dan pelaksanaan Lomba Telajakan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan kepada peserta agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal. “Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” pesannya.

 

Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri. Bunda Rai meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di Sekolah tersebut yang dinamakan dengan inovasi Simponi (Sistem Pengelolaan sampah Organik non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil) yang dilakukan pihak sekolah termasuk pemanfaatannya menjadi berbagai bentuk kerajinan. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

 

Menutup rangkaian roadshow, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komponen dalam mengikuti penilaian lomba, sekaligus berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pemanfaatan lingkungan serta pengelolaan sampah. Menurutnya, seluruh persiapan dan pelaksanaan di masing-masing lokasi telah dilakukan dengan baik dan menunjukkan semangat dalam mendukung program PKK. “Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,” ujarnya. (rls/tbn)

Festival Tanah Lot 2026 Kembali Digelar, Parade Gebogan Dikemas Lebih Istimewa

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Tanah Lot Art and Food Festival 2026 kembali digelar dengan menghadirkan sejumlah penyegaran dalam pelaksanaannya. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah format Parade Gebogan yang tahun ini secara khusus melibatkan Desa Adat Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Penyelenggara Tanah Lot Art and Food Festival 2026, Manik Tenaya, mengatakan perubahan format tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih besar kepada Desa Beraban sebagai wilayah penyangga utama kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Meski parade gebogan dipusatkan di desa tersebut, desa adat se-Kecamatan Kediri tetap dilibatkan dalam rangkaian festival melalui berbagai pementasan kesenian.

Hal itu disampaikan Manik Tenaya dalam konferensi pers di kawasan DTW Tanah Lot, Senin (24/8/2026). Turut hadir Sekda Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan serta jajaran pengelola DTW Tanah Lot.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya parade gebogan dan kesenian melibatkan desa adat se-Kecamatan Kediri, tahun ini parade gebogan khusus Desa Beraban yang tampil. Namun desa adat lainnya tetap berpartisipasi melalui berbagai pementasan kesenian,” ujar Manik.

Menurutnya, Desa Beraban memiliki potensi budaya yang kuat untuk mendukung pelaksanaan festival. Desa tersebut memiliki 15 banjar adat yang secara keseluruhan akan mendapat kesempatan tampil dalam Parade Gebogan dan Bleganjur.

Untuk menjaga kelancaran sekaligus memberikan ruang tampil yang proporsional, parade akan dilaksanakan secara bergiliran selama tiga hari. Pada 28 Agustus, parade diikuti lima banjar adat pertama. Selanjutnya, lima banjar adat berikutnya tampil pada 29 Agustus. Sedangkan lima banjar adat terakhir dijadwalkan tampil pada 30 Agustus yang sekaligus menjadi rangkaian penutupan festival.

Penyelenggara memastikan penyesuaian format tersebut tidak mengurangi nilai maupun makna budaya yang melekat dalam Parade Gebogan. Sebaliknya, pola bergilir diharapkan membuat pelaksanaan parade lebih tertata sekaligus menjaga kemeriahan dan kekhidmatan festival.

Tanah Lot Art and Food Festival sendiri menjadi salah satu agenda promosi pariwisata Kabupaten Tabanan. Kehadiran unsur seni, budaya, dan kuliner diharapkan mampu memperkuat daya tarik Tanah Lot sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung.

Manik mengajak masyarakat dan media ikut mempromosikan pelaksanaan festival sehingga informasi mengenai kegiatan tersebut dapat menjangkau wisatawan lebih luas. Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar festival dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata serta perekonomian masyarakat.

Masyarakat Desa Beraban juga menyatakan komitmennya mendukung kelancaran pelaksanaan festival. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak terkait, Tanah Lot Art and Food Festival 2026 diharapkan berlangsung sukses sekaligus mampu memperkuat posisi Tabanan sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan alam unggulan di Bali. (*)

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8/2026). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.

 

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

 

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

 

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.

 

Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya. (rls/tbn)

 

Badung Perluas Budidaya Cabai, 42 Hektare Lahan Ditargetkan Hasilkan 420 Ton

Badung Perluas Budidaya Cabai, 42 Hektare Lahan Ditargetkan Hasilkan 420 Ton

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) terus memperkuat produksi hortikultura, khususnya cabai, guna menjaga ketersediaan pasokan dan mengantisipasi potensi kekurangan komoditas tersebut pada musim hujan. Tahun ini, pengembangan cabai menyasar lahan seluas 42 hektare dengan target produksi mencapai 420 ton.

Kepala Diperpa Badung, A.A. Ngurah Raka Sukadana, SP., M.Si., mengatakan program penanaman cabai dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026. Pengembangan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Menurut Raka, produktivitas cabai ditargetkan mencapai rata-rata 10 ton per hektare. Dengan luasan 42 hektare, produksi keseluruhan diproyeksikan mencapai 420 ton.

“Targetnya 10 ton per hektare. Kalau dikalikan 42 hektare, total produksi yang diharapkan mencapai 420 ton,” ujar Raka, Rabu (19/8/2026).

Di Kecamatan Mengwi, pengembangan cabai meliputi Kelompok Manik Pertiwi, Subak Perang, Subak Guming, dan Kelompok Bina Mandiri masing-masing dua hektare. Kemudian Subak Lepud empat hektare, Subak Babakan dua hektare, Babakan Sorangan dua hektare, Tinjak Menjangan satu hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi satu hektare.

Sementara di Kecamatan Abiansemal, penanaman mencakup Subak Blahkiuh, Citra, Tanah Putih, dan Umasangiang yang masing-masing mendapat alokasi dua hektare. Adapun di Kecamatan Petang, lokasi pengembangan berada di Subak Wana Sari, Semanik Sari, dan Sedana Winangun masing-masing lima hektare serta Munduk Samuan satu hektare.

Salah satu lokasi yang segera melaksanakan gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, dengan luas empat hektare. Di lokasi tersebut, penanaman dilakukan pada delapan munduk dengan luasan masing-masing 50 are.

Program tersebut melibatkan sekitar 80 petani. Diperpa Badung juga telah menyalurkan sarana produksi sejak akhir Juli. Saat ini, proses pembibitan masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 25 hari.

“Kalau benih sudah siap, rencananya 26 Agustus dilakukan gerakan tanam cabai,” katanya.

Persiapan lahan di Subak Lepud juga telah berjalan, mulai dari pengolahan tanah, pemasangan mulsa hingga pemupukan. Varietas cabai yang digunakan adalah Caliber. Dengan luas empat hektare dan target produktivitas 10 ton per hektare, produksi dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 40 ton.

Panen cabai di Subak Lepud diproyeksikan berlangsung pada Oktober hingga November 2026. Untuk memastikan hasil produksi terserap pasar, Diperpa Badung juga menyiapkan pola kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemasaran hasil panen petani. Selain melalui Perumda, petani tetap memiliki pilihan menjual hasil produksinya kepada pengepul maupun memasarkannya secara langsung ke pasar.

“Strategi kami menggandeng Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani. Di samping itu, petani juga bisa menjual kepada pengepul atau langsung ke pasar,” pungkas Raka.

Program pengembangan cabai ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi lokal, tetapi juga membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai di Badung, terutama ketika produksi berpotensi terganggu akibat kondisi cuaca pada musim hujan. (rls/kmfbd)

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tabanan

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melaksanakan Upacara Bendera Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

 

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, puncak peringatan HUT ke-81 RI ditandai dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Bupati Sanjaya bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Keduanya tampil mengenakan busana adat Bali, demikian pula para peserta upacara, yang mencerminkan perpaduan semangat nasionalisme dengan kekayaan budaya daerah.

 

Upacara turut dihadiri Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Forkopimda, Sekretaris Daerah bersama para asisten, para kepala perangkat daerah, veteran, serta perwakilan instansi vertikal. Kehadiran seluruh unsur tersebut semakin memperkuat makna peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Tabanan dan Indonesia.

 

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung penuh semangat oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh seluruh peserta upacara. Suasana semakin khidmat saat Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, membacakan teks Proklamasi sebagai pengingat atas tonggak sejarah lahirnya bangsa Indonesia.

 

Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan remisi umum secara simbolis kepada dua warga binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tabanan oleh Bupati Sanjaya selaku inspektur upacara. Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan yang turut mencerminkan penghargaan terhadap proses pembinaan dan kesempatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

 

Memasuki sore hari, semangat peringatan HUT ke-81 RI kembali diwujudkan melalui Upacara Penurunan Bendera. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 18 penerima pensiun TMT 1 Agustus 2026 serta pengumuman pemenang berbagai lomba dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebanyak 27 peserta.

 

Beragam perlombaan tersebut meliputi lomba baca puisi tingkat SD, lomba bertutur tingkat SD, lomba video konten literasi tingkat Kabupaten Tabanan, lomba karaoke tingkat OPD dan Perumda, lomba karaoke antar pedagang pasar dan UMKM, lomba kebangsaan baris-berbaris, lomba menghias kantor, lomba tarik tambang, serta lomba lari karung. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan jajaran pemerintah untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

 

Dalam momentum tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama melangkah maju. “Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Mari kita tingkatkan persatuan dan melangkah maju untuk Indonesia. Semoga di usia ke-81 ini, Indonesia senantiasa damai dan sejahtera,” ujar Bupati Sanjaya. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kreativitas dan semangat gotong royong warga Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan, tampil unik dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Keunikan tersebut diwujudkan melalui parade babi guling yang digelar di Balai Banjar Pande, Minggu (16/8/2026), dan turut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

 

Bupati Sanjaya hadir dalam kegiatan tersebut bersama salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan, Direktur BLUD, serta Sekaa Teruna Eka Adnyana.

 

Parade babi guling diikuti oleh empat regu, dengan masing-masing regu menampilkan satu ekor babi guling. Kegiatan yang digagas secara spontanitas oleh masyarakat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan kreativitas warga dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.

 

Dalam wawancara singkat usai acara, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan masyarakat Banjar Pande. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perayaan HUT RI yang unik di Kabupaten Tabanan, terlebih karena seluruh prosesnya dilandasi semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

 

“Ini merupakan sebuah kejutan. Ternyata ada acara yang memang digagas, membuat parade spontanitas tentang babi guling, ini menarik. Karena setelah saya kunjungi, di Kabupaten Tabanan ini satu-satunya perayaan HUT Republik Indonesia yang paling unik,” ujar orang nomor satu di Tabanan, malam itu.

 

Ia juga mengapresiasi semangat warga yang telah mempersiapkan kegiatan sejak dini hari. Bupati Sanjaya menilai proses tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat dalam membangun kebersamaan, terlebih masing-masing regu secara swadaya menyiapkan babi guling yang mereka tampilkan.

 

“Ini filosofinya adalah semangat gotong royong membangun kebersamaan di hari ulang tahun. Saya berikan apresiasi atas kekompakannya, saya kagum,” ungkapnya, seraya menyebut seluruh sajian yang dicicipinya memiliki cita rasa yang baik dan sulit untuk dibedakan.

 

Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas tersebut, Bupati Sanjaya turut memberikan tali kasih sekaligus hadiah kepada keempat regu. Hadiah diberikan dengan nominal beragam, mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk regu pertama sebagai juara utama. Selain itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga memberikan uang tunai kepada Sekaa Teruna sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan.

 

“Semangat kebersamaan ini saya kagumi dan apresiasi, saya bangga sekali bisa membuat acara yang kreatif seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa terus dilakukan, walaupun sederhana tapi maknanya luar biasa,” imbuh Bupati Sanjaya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara yang mewakili Sekaa Teruna dan masyarakat Banjar Pande menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bupati Sanjaya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta seluruh undangan yang telah hadir. “Saya mewakili masyarakat Banjar Pande dan Sekaa Teruna, juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Rai Wahyuni juga undangan semua, atas dukungan, perhatian dan kehadirannya untuk banjar kami,” ungkapnya. (rls/tbn)