- Advertisement -
Beranda blog

Jasad Pria Misterius Ditemukan Terkubur di Sawah Darmasaba

Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung dibuat geger dengan penemuan mayat pria misterius yang terkubur di area persawahan, Selasa (12/5/2026) sore. Penemuan jasad itu bermula dari munculnya bagian lutut manusia di atas permukaan tanah.

Sebelum mayat ditemukan, warga lebih dulu mencium bau busuk menyengat dari sekitar areal persawahan Laba Pura Mukti. Aroma tak sedap tersebut pertama kali dikeluhkan seorang perempuan kepada suaminya, I Nyoman Purnama (50), sekitar pukul 09.00 WITA.

Penasaran dengan sumber bau, saksi kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 16.00 WITA. Saat menyusuri area sawah, ia terkejut melihat sesuatu menyerupai lutut manusia mencuat dari dalam tanah di sisi barat persawahan.

Temuan mengerikan itu langsung dilaporkan kepada Kelian Dinas Banjar Cabe, I Ketut Wita (52). Keduanya kembali mengecek lokasi sebelum akhirnya menghubungi aparat kepolisian dan Bhabinkamtibmas Desa Darmasaba.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, petugas bersama Unit Identifikasi Polres Badung langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi meringkuk menghadap ke selatan dengan kondisi tubuh terkubur sekitar 50 sentimeter di dalam tanah. Kepala korban berada di sisi timur, sedangkan kaki mengarah ke barat.

“Korban diperkirakan sudah meninggal cukup lama karena kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan sekitar 70 persen,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan luka robek pada bagian lutut kiri korban. Saat ditemukan, pria tanpa identitas itu mengenakan jaket hoodie hitam bertuliskan “Starter”, celana pendek abu-abu, serta membawa tas selempang hitam.

Tak jauh dari lokasi penemuan jasad, petugas turut menemukan sebuah cangkul yang tergeletak sekitar lima meter dari tubuh korban.

Sekitar pukul 17.30 WITA, jenazah dievakuasi oleh petugas PMI Kabupaten Badung menggunakan ambulans menuju RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. RAN

Curi Dinamo Pemotong Batu di Abiansemal, Pemulung ini Berujung Ditangkap

Tersangka pencurian dinamo pemotong batu cadas di Abiansemal, Badung.
Tersangka pencurian dinamo pemotong batu cadas di Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Jajaran Polsek Abiansemal berhasil mengungkap kasus pencurian dinamo pemotong batu cadas milik warga di Banjar Keraman, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Badung. Seorang pria berinisial SN (58), asal Situbondo, Jawa Timur, diamankan polisi setelah diduga mencuri dinamo milik korban dan menjualnya sebagai rongsokan.

Korban diketahui bernama I Gusti Nyoman Sunarya (49). Ia baru menyadari dinamo pemotong batu cadas berwarna abu-abu dengan kekuatan 5,5 HP miliknya hilang saat pulang dari kegiatan ngayah di Desa Punggul pada Selasa (27/4).

Sesampainya di rumah, korban mendapati barang yang sebelumnya disimpan di garase sudah tidak berada di tempat semula. Korban kemudian berusaha mencari di sekitar rumah, namun hasilnya nihil.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengungkapkan korban sempat mendapat informasi dari ibunya yang melihat seorang pemulung berdiri di depan garase rumah sebelum dinamo tersebut hilang.

“Korban sempat mencari di sekitar rumah namun tidak ditemukan. Setelah ditanyakan kepada ibunya, sebelumnya sempat terlihat seorang pemulung berdiri di depan garase rumah,” ujar Aiptu Inastuti, Senin (11/5).

Merasa menjadi korban pencurian, korban kemudian melapor ke Polsek Abiansemal. Petugas langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengarah kepada pelaku SN. Tersangka berhasil diamankan pada Kamis (7/5) sekitar pukul 20.40 WITA di kawasan Jalan Raya Darmasaba-Ahmad Yani tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Dinamo hasil curian itu bahkan telah dibongkar untuk diambil kawat tembaga dan aluminium di bagian dalamnya sebelum dijual ke pengepul barang bekas di kawasan Jalan Kusuma Bangsa IV, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Uang hasil penjualan dinamo tersebut diakui pelaku telah habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp900 ribu hasil penjualan dinamo, pakaian yang digunakan saat beraksi, sebuah helm, serta sepeda motor Honda Supra warna hitam milik pelaku.

Akibat kejadian tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp7 juta. Kini SN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian biasa dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. RAN

Pimpinan MPR Minta Maaf Terkait Kelalaian Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

Suasana final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat
Suasana final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat menuai perhatian publik usai videonya viral di media sosial. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan dan kinerja dewan juri.

Final LCC yang digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) itu diikuti sembilan SMA dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Tiga sekolah yang berhasil melaju ke babak puncak yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Polemik bermula saat sesi rebutan jawaban mengenai pertanyaan terkait lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang memberikan jawaban.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar salah satu peserta.

Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh dewan juri sehingga Regu C mendapat pengurangan lima poin. Kesempatan kemudian diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas yang menyampaikan jawaban dengan redaksi serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.

Juri kemudian menyatakan jawaban Regu B benar dan memberikan nilai penuh.

“Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh,” ujar juri.

Keputusan tersebut langsung diprotes Regu C karena merasa telah menyampaikan jawaban yang sama. Bahkan peserta meminta audiens memberikan kesaksian terkait jawaban yang sebelumnya mereka ucapkan.

Meski sempat menuai perdebatan, hasil akhir perlombaan tidak berubah. SMAN 1 Sambas tetap ditetapkan sebagai juara dan berhak mewakili Kalimantan Barat ke tingkat selanjutnya setelah unggul dalam perolehan poin keseluruhan.

Menanggapi polemik itu, Akbar Supratman menilai insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar pelaksanaan LCC ke depan berlangsung lebih profesional, objektif, dan transparan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Ia juga menekankan perlunya pembenahan pada aspek teknis perlombaan, termasuk sistem tata suara hingga mekanisme pengajuan keberatan peserta.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya. RAN

Jasad Lansia Ditemukan di Pantai Biaung, Sempat Pamit Beli Sate

Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jasad lansia yang ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Biaung, Denpasar Timur, Minggu (10/5/2026) malam.
Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jasad lansia yang ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Biaung, Denpasar Timur, Minggu (10/5/2026) malam.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga pesisir Pantai Biaung, Kelurahan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia di bibir pantai pada Minggu (10/5/2026) malam.

Korban diketahui bernama Ni Made Sengkrig (85), warga Banjar Biaung, Denpasar Timur. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 20.08 WITA dalam posisi melintang di tepi pantai dengan kepala mengarah ke timur.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan rok berwarna biru tanpa memakai baju. Dari mulut korban juga terlihat mengeluarkan busa yang diduga akibat tenggelam.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, I Nyoman Agus Putra Ardiana, menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua orang pemancing yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, salah satu pemancing awalnya melihat benda mencurigakan mengambang di laut saat menarik kail pancing. Setelah disorot menggunakan senter, benda tersebut ternyata tubuh manusia yang sudah terdampar di pesisir pantai.

“Setelah disenter ternyata tubuh manusia dalam kondisi terdampar di pesisir pantai,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Mengetahui hal tersebut, warga bersama para pemancing langsung mengevakuasi tubuh korban ke pinggir pantai agar tidak kembali terseret ombak. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Denpasar Timur bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan luka maupun tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Agus.

Sementara itu, anak korban, Wayan Rendi (59), mengaku terakhir kali melihat ibunya sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu korban pamit keluar rumah untuk membeli sate di kawasan timur Bale Banjar Biaung.

Tak lama berselang, keluarga mendapat informasi bahwa korban sempat terlihat di sekitar traffic light Biaung, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Keluarga pun langsung melakukan pencarian ke sejumlah lokasi.

Pencarian dilakukan hingga menyisir kawasan pesisir mulai dari Pantai Lembeng di Gianyar hingga Pantai Padanggalak. Namun korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya keluarga menerima kabar bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Biaung. RAN

PKK Badung Buka Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa didampingi Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga di Ruang Aula Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (11/5/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga. Acara pembukaan kegiatan berlangsung, Senin (11/5/2026) di Ruang Aula Kantor Camat Kuta Selatan, dan secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa didampingi Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta, Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya, Plt. Camat Kuta Selatan, PLN Badung, PMI Badung dan seluruh peserta pelatihan.

 

Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 11-13 Mei dan diikuti oleh 55 peserta. Pelatihan meliputi penyuluhan tentang penyebab kebakaran, cara pencegahan, penggunaan alat pemadam api ringan, simulasi pemadaman api, hingga tata cara evakuasi diri dan keluarga dengan aman dan tertib.

 

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat dan relevan ini, khususnya dengan menyasar ibu rumah tangga sebagai peserta utama di Kecamatan Kuta Selatan. Menurutnya, kehadiran pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat akan pengetahuan dasar keselamatan yang selama ini sering terabaikan.

 

“Saya sangat mengapresiasi langkah Dinas Kebakaran yang telah menyusun program edukasi ini. Ibu-ibu di rumah adalah pengelola utama segala urusan rumah tangga, mulai dari penggunaan alat elektronik, kompor, instalasi listrik, hingga penyimpanan barang-barang. Oleh karena itu, ibu rumah tangga adalah garda terdepan keselamatan keluarga. Jika ibu paham cara mencegah dan menanggulangi bahaya api, maka keselamatan seluruh anggota keluarga dan aset di dalam rumah akan jauh lebih terjamin,” ujarnya.

 

Lebih lanjut pihaknya berharap, pelatihan ini tidak hanya berhenti di Kecamatan Kuta Selatan, melainkan dapat segera digelar dan menyasar seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Selain itu, materi serupa juga diharapkan dapat disebarluaskan dan melibatkan berbagai organisasi kewanitaan lainnya, seperti Dharma Wanita Persatuan, WHDI, organisasi wanita desa, dan kelompok perempuan lainnya, agar pemahaman keselamatan merata sampai ke setiap pelosok desa dan banjar.

 

“Selain itu kepada seluruh Ibu-ibu yang hadir hari ini, Rasniathi berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktek dengan sungguh-sungguh, serius, dan penuh perhatian. Ilmu yang didapatkan di sini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi nantinya Ibu-ibu sekalian akan menjadi agen penyebar informasi. Sosialisasikanlah kembali apa yang dipelajari kepada tetangga, kerabat, dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Jadilah pelopor keselamatan, agar semangat tanggap bencana ini tumbuh dan hidup di setiap keluarga Badung,” tegasnya. (rls/hmsbd)

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi TP Pembina Posyandu Prov. Bali Lakukan Aksi Nyata dari Desa untuk Masyarakat

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Energi kolaborasi kembali digaungkan dari pelosok desa. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5/2026).

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali beserta jajaran, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali dan Perangkat Daerah terkait, Kepala Perangkat Daerah terkait 6 SPM Kabupaten Tabanan, jajaran TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Timur dan Selemadeg beserta jajaran, hingga para Perbekel, pengurus TP Posyandu Desa, dan kader di Desa Mambang dan Serampingan.

 

Aksi sosial ini dipusatkan di dua lokasi, yakni di Balai Serbaguna Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, dan di Balai Serbaguna Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Di Desa Mambang terdapat 11 posyandu dengan 66 kader penerima bantuan, sementara di Desa Serampingan terdapat 6 posyandu dengan 72 kader yang turut menerima perhatian serupa.

 

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi bantuan, namun juga memperkuat pembinaan kader di lapangan. “Bingkisan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Setiap kader menerima 30 kilogram beras, tiga krat telur, dan dua kotak susu, dengan total mencapai 1,98 ton beras, 5.140 butir telur, dan 132 kotak susu,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa program “Membina dan Berbagi” dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten di Bali. “Dalam satu tahun, kegiatan ini ditargetkan berlangsung sebanyak 18 kali, dengan masing-masing kunjungan menyasar dua desa. Selain bantuan, pembinaan juga menjadi fokus utama, termasuk melalui program bina posyandu yang dilakukan dalam dua angkatan, yakni untuk tim pembina dan kader,” imbuh Dwi Dewata.

 

Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya transformasi posyandu sebagai pusat layanan dasar terintegrasi. “Transformasi ini bertujuan menjadikan posyandu sebagai pusat layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada peran kelembagaan dan kader. “Kader memiliki dua peran utama, baik saat posyandu buka maupun tidak. Saat buka, fokus pada pelayanan enam bidang, sementara di luar itu kader tetap berperan aktif dalam pemantauan dan edukasi masyarakat,” tegas Agustina.

 

Sementara itu, Bunda Rai dalam sambutannya tampil penuh semangat, menegaskan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi tugas baru posyandu yang semakin luas. “Kita harus semangat dalam melaksanakan tugas baru yang luar biasa ini, karena pada akhirnya kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Menurutnya, perhatian dari pemerintah Provinsi menjadi suntikan motivasi besar bagi para kader. “Kader posyandu adalah garda terdepan dalam menyukseskan program, terutama dalam implementasi posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalankan tugas mulia,” imbuh Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Pemprov Bali. Lebih jauh, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program serupa di tingkat Kabupaten. “Kami di Kabupaten juga mengemas aksi sosial ini dengan pendekatan yang selaras, karena kita satu kesatuan. Maka, program Provinsi kami lanjutkan di daerah, termasuk melalui kegiatan yang sudah berjalan di enam kecamatan dan akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah terjangkau,” jelasnya.

 

Dalam pelaksanaannya, Bunda Rai menekankan, kegiatan tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga edukasi berkelanjutan. “Semua saling berkaitan, begitu juga dengan di PKK, kami terus melakukan sosialisasi, terutama terkait pengelolaan sampah dan transformasi posyandu enam SPM. Ini penting agar masyarakat memahami bahwa posyandu kini tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga menjadi wadah aspirasi, layanan, dan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, program Posyandu Kabupaten Tabanan telah diselaraskan dengan kebijakan provinsi, mulai dari sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas kelembagaan di semua tingkatan, hingga pelaksanaan enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi dengan perangkat daerah terkait. Melalui sinergi yang kuat antara Provinsi dan Kabupaten, serta peran aktif kader di lapangan. “Pemahaman masyarakat harus dibangun terus-menerus, sehingga mereka benar-benar merasakan manfaat Posyandu sebagai pusat layanan terintegrasi,” imbuh Bunda Rai. (rls/kmftb)

Pura Sakral di Titik Tengah Pulau Bali, Pujawali Pura Luhur Batu Panes Digelar Rabu Ini

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Piodalan atau pujawali di Pura Luhur Batu Panes, Banjar Adat Belulang, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, akan digelar pada Rabu, Buda Kliwon Gumbreg, 13 Mei 2026. Pura yang diyakini berada tepat di tengah Pulau Bali tersebut menjadi salah satu pura sakral yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Pura Luhur Batukaru.

Rangkaian pujawali tahun ini akan dirangkaikan dengan upacara Pemelaspasan Pura Taman Beji Agung usai rampung dilakukan perbaikan. Prosesi upacara rencananya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Rsi Siwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Griya Agung Wana Indra Gni Manuaba, Banjar Utu, Pesiapan.

Tokoh masyarakat Desa Adat Belulang yang juga Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, mengatakan seluruh krama adat kini tengah mempersiapkan rangkaian pujawali agar berjalan lancar dan penuh kerahayuan.

“Puncak pujawali jatuh pada Rabu Buda Keliwon Gumbreg dan akan nyejer hingga Sabtu, 16 Mei 2026. Kami berharap seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, rahayu, dan memberikan kerahayuan bagi umat,” ujarnya.

Pura Luhur Batu Panes dikenal memiliki posisi unik karena berada di kawasan yang dipercaya sebagai titik tengah Pulau Bali. Letaknya sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Tabanan, di kawasan berhawa sejuk lereng pegunungan Penebel.

Keberadaan pura tersebut juga menjadi bagian penting dari spiritualitas masyarakat setempat dan kerap dikunjungi umat dari berbagai daerah di Bali saat piodalan berlangsung.

Selain sebagai tempat persembahyangan, Pura Luhur Batu Panes juga menjadi simbol kuatnya warisan adat, budaya, dan religius masyarakat Bali yang tetap terjaga hingga kini di tengah perkembangan zaman. (tim)

Pendaki Lansia Ditemukan Meninggal di Jurang Gunung Batukaru, Evakuasi Berlangsung Dramatis

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang pendaki lansia yang ditemukan di jurang kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu (10/5/2026). Korban ditemukan di kedalaman sekitar 90 meter pada ketinggian 1.808 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Jenazah tersebut diduga merupakan Made Dibya (84), warga yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar setelah berlangsung selama tujuh hari.

Penemuan jenazah pada Sabtu sore (9/5/2026) sekitar pukul 16.20 Wita membuat operasi SAR kembali dibuka. Basarnas Bali kemudian berkoordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali dan pemandu lokal untuk memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya.

Sebanyak lima personel Basarnas diberangkatkan dari Kantor Basarnas Bali di Jimbaran menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru. Namun karena kondisi gelap dan minim penerangan, proses evakuasi diputuskan dilanjutkan pada Minggu pagi.

Tim SAR mulai bergerak pukul 08.00 Wita dari titik ketinggian 1.197 Mdpl menuju lokasi korban. Setelah melewati medan terjal dan licin, tim akhirnya berhasil mencapai titik penemuan jenazah pada pukul 10.20 Wita.

Evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan jurang yang curam, bebatuan labil, cuaca berkabut, serta kondisi tanah yang lembab. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan turut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Sekitar pukul 11.45 Wita, jenazah berhasil diangkat dari dasar jurang dan kemudian ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan di Jatiluwih. Seluruh proses evakuasi selesai pada pukul 13.40 Wita.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, BPBD Tabanan, PMI Tabanan, ORARI Bali, IOF Bali, komunitas pendaki gunung, relawan, hingga masyarakat setempat. RAN

Serahkan Penghargaan Ogoh-Ogoh, Pemprov Minta Generasi Muda Terus Jaga Budaya Bali

Momen Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Giri Prasta menyerahkan hadiah ogoh-ogoh.
Momen Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Giri Prasta menyerahkan hadiah ogoh-ogoh.

DENPASAR, PANTUABALI.COM – Wayan Koster bersama Nyoman Giri Prasta menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5/2026).

Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Bali terhadap kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi dan budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh.

Dalam kesempatan itu, Koster menegaskan bahwa semangat Hari Raya Nyepi tidak boleh berhenti hanya pada perayaan seremonial. Menurutnya, tradisi pembuatan ogoh-ogoh telah menjadi ruang penting bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Koster.

Ia menilai, ogoh-ogoh kini bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi, melainkan simbol solidaritas, kekompakan, dan kecintaan anak muda Bali terhadap warisan leluhur. Hal senada juga disampaikan Wagub Giri Prasta yang mengapresiasi dedikasi para Sekaa Teruna Teruni (STT) dalam menghasilkan karya-karya artistik bernilai filosofi tinggi.

Dalam dialog bersama para penerima penghargaan, Koster dan Giri Prasta juga mengaku kagum setelah mengetahui proses pembuatan ogoh-ogoh membutuhkan waktu hingga empat sampai lima bulan. Bahkan, biaya produksi yang dihabiskan beberapa kelompok disebut mencapai lebih dari Rp50 juta.

Biaya besar tersebut, menurut para pemuda, berasal dari semangat gotong royong dan pengorbanan bersama demi menciptakan karya terbaik yang nantinya diarak saat malam pengerupukan. Mereka mengaku rela begadang berbulan-bulan untuk menyelesaikan detail ogoh-ogoh agar tampil maksimal.

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta kepada sepuluh STT favorit pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Sepuluh penerima penghargaan tersebut yakni STT Anom Darsana dari Karangasem, ST Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA Purbawisesa dari Jembrana, ST Sukarela dari Denpasar, ST Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST Swadharmita dari Klungkung, STT Ananta Genta Laksana dan STT Munca Sari dari Tabanan, ST Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST Bhuana Kusuma dari Badung.

Menjelang akhir acara, suasana haru mewarnai Jayasabha saat para penerima penghargaan bergantian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

“Matur suksema Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar para perwakilan STT.

Momen tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah modernisasi, generasi muda Bali masih memiliki semangat kuat untuk menjaga, merawat, dan mewariskan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di masa depan. RAN

Hilang Semalaman, Nenek 75 Tahun Ditemukan Selamat dalam Kondisi Linglung

Ni Wayan Gayatri (75) ditemukan dalam keadaan selamat.
Ni Wayan Gayatri (75) ditemukan dalam keadaan selamat.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang lansia asal Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, akhirnya ditemukan selamat setelah dilaporkan hilang semalaman saat mencari pakan ternak, Jumat (8/5/2026). Korban diketahui bernama Ni Wayan Gayatri (75).

Sebelumnya, korban meninggalkan rumah pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita untuk mencari pakan ternak di area ladang yang berada sekitar satu kilometer di sebelah barat rumahnya. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali sehingga membuat keluarga panik.

Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian hingga pukul 23.00 Wita, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil lantaran kondisi gelap dan jarak pandang terbatas.

“Karena jarak pandang terbatas maka pencarian dilanjutkan pagi hari,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 Wita dengan melibatkan tim gabungan dari Unit Siaga SAR Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Babinsa, Bhabinkamtibmas, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Tim SAR memulai penyisiran dari lokasi yang biasa digunakan korban mencari pakan ternak, lalu bergerak masuk ke area hutan. Petunjuk awal ditemukan berupa tumpukan dedaunan yang tersusun rapi serta batang pengait yang diduga milik korban.

“Pencarian dimulai dari tempat biasa korban mencari makan sapi, kemudian kami menyisir memasuki hutan,” jelasnya.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 08.20 Wita. Anak korban melihat seorang perempuan berjalan keluar dari arah hutan dalam kondisi linglung. Setelah didekati, perempuan tersebut dipastikan merupakan Ni Wayan Gayatri yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Korban ditemukan sekitar satu kilometer di sebelah selatan lokasi ditemukannya pakan ternak miliknya. Setelah ditemukan selamat, korban langsung dibawa pulang ke rumah oleh keluarga dan tim gabungan. RAN