- Advertisement -
Beranda blog

Buka GEMARAYA Season 3, Bupati Adi Arnawa Kukuhkan Duta Genre Badung 2026

Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri puncak acara GEMARAYA Kabupaten Badung Season 3 Tahun 2026 di Gedung Kertha Gosana, Puspem Badung Minggu (26/4)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Semarak kreativitas dan semangat kebersamaan mewarnai puncak acara Gema Apresiasi Remaja Berkarya (GEMARAYA) Kabupaten Badung Season 3 Tahun 2026. Perhelatan yang digelar pada Minggu (26/4/2026) di Gedung Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung ini menjadi panggung utama Grand Final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Badung.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Badung sekaligus Ayah Genre Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, didampingi Bunda Genre Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Pembukaan simbolis dilakukan melalui prosesi Penancapan Maha Bali Sakti yang melambangkan kekuatan serta persatuan generasi muda.

 

Mengusung tema “Harmony of Youth” kegiatan ini menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan benih bagi tumbuhnya kebersamaan. Melalui semangat ini, generasi muda Badung diharapkan mampu saling menghargai dan berkolaborasi dalam menciptakan karya positif yang membanggakan daerah.

 

Dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas remaja, Ayah Genre I Wayan Adi Arnawa dan Bunda Genre Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana apresiasi sebesar Rp 30 juta kepada pengurus Forum Genre Badung.

 

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi GEMARAYA sebagai wadah inovatif yang menggabungkan dua program besar yakni Genre Badung Award untuk apresiasi bakat, serta Pemilihan Duta Genre sebagai ajang regenerasi pemimpin muda. “GEMARAYA bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata bahwa remaja Badung memiliki potensi besar untuk berkarya dan berprestasi. Pemilihan Duta Genre adalah bagian yang sangat penting, karena mereka nantinya akan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada teman sebaya,” ujarnya.

 

Ia berharap program ini terus konsisten dalam menampung aspirasi dan kreativitas anak muda di seluruh wilayah Kabupaten Badung.

 

Sementara Bunda Genre Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi partisipasi aktif anggota Genre dalam berbagai agenda daerah, termasuk peringatan Pesona Ibu Badung 2025 dan Hari Kartini Badung 2026. Ia juga memaparkan rencana strategis yang akan melibatkan peran aktif remaja ke depan. “Ke depannya, anak-anak Genre akan kita libatkan dalam kegiatan sosialisasi penanganan masalah sampah yang akan digelar ke sekolah-sekolah di Kabupaten Badung. Pendekatan melalui teman sebaya dinilai sangat efektif karena lebih mudah diterima dan pesan yang disampaikan dapat terserap dengan lebih cepat serta maksimal,” ungkapnya.

 

Bunda Genre berharap program lingkungan ini dapat segera diimplementasikan guna memberikan dampak positif bagi kesadaran ekologis di kalangan pelajar. “Semoga anak-anak Genre selalu sukses dalam segala hal, tetap semangat, kompak, dan terus menjadi inspirasi bagi generasi lainnya,” tutupnya.

 

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Kepala BKKBN Provinsi Bali, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Badung, jajaran pengurus Forum Genre Bali dan Badung, dewan juri, serta para finalis Duta Genre Kabupaten Badung 2026. (rls/hmsbd)

 

Jaga Citra Pariwisata Bali, DTW Tanah Lot Perkuat Pengelolaan Sampah

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pengelolaan sampah di kawasan pariwisata kembali menjadi perhatian serius. Tanah Lot kini memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dengan mengedepankan kolaborasi lintas pihak serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas tantangan sampah di destinasi wisata, sekaligus menindaklanjuti arahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan terkait penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Manajemen DTW Tanah Lot mulai mengintensifkan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat di kawasan wisata. Sosialisasi difokuskan pada pentingnya pemilahan sampah sejak awal, mulai dari sampah organik, anorganik hingga residu, guna mempermudah proses pengolahan lanjutan.

Secara teknis, sampah yang dihasilkan akan dikumpulkan pada titik penampungan sementara sebelum dipilah sesuai jenisnya. Skema ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.

Pengelolaan tersebut dijalankan melalui sinergi antara pengelola kawasan, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta pengelola sampah di Desa Beraban. Dalam kolaborasi ini, pemerintah daerah masih berperan dalam proses pengangkutan, sementara sisa sampah dikelola lebih lanjut di fasilitas TPST desa setempat.

Menariknya, pengelolaan sampah di Desa Beraban telah berkembang secara mandiri dan inovatif, termasuk mengolah limbah menjadi produk bernilai guna seperti paving block. Model ini dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana menyebut, sinergi yang terbangun menjadi strategi penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Koordinasi dengan Badan Pengelola dan Pemkab Tabanan terus kami perkuat, khususnya dalam pengangkutan dan pengolahan akhir sampah. Harapannya, sistem ini semakin efektif dan berdampak nyata bagi kebersihan kawasan,” ujarnya.

Ke depan, pengelola berharap keterlibatan semua pihak, termasuk wisatawan, semakin meningkat. Kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan disiplin memilah sampah dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga citra pariwisata Bali yang bersih, sehat, dan berdaya saing. (tim)

Diduga Investor Bodong, Tiga WN Ghana Diamankan Imigrasi Denpasar

Pengamanan tiga WNA asal Ghana dalam operasi keimigrasian di Denpasar.
Pengamanan tiga WNA asal Ghana dalam operasi keimigrasian di Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di Bali kembali diperketat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengamankan tiga WNA asal Ghana dalam operasi patroli keimigrasian bertajuk “Dharma Dewata” yang digelar di wilayah Denpasar Selatan, Kamis (23/4/2026).

Penindakan tersebut dilakukan oleh tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Denpasar bersama Inteldakim Singaraja, setelah menerima laporan terkait aktivitas mencurigakan di sebuah penginapan di kawasan Pemogan.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas mendatangi lokasi penginapan Cahaya Green Bali sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola, tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penghuni.

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan tiga pria asal Ghana berinisial SKY (46), ENA (44), dan IA (49). Ketiganya diketahui masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir 2025 dengan mengantongi izin tinggal terbatas (ITAS) sebagai investor.

Namun, dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah kejanggalan. Dua di antaranya, yakni ENA dan IA, tidak dapat menunjukkan paspor asli. Sementara itu, SKY tidak mampu memberikan keterangan jelas terkait perusahaan yang menjadi sponsor investasinya.

Atas temuan tersebut, ketiganya diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Keimigrasian dan langsung diamankan ke Kantor Imigrasi Denpasar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban serta memastikan keberadaan WNA di Bali memberikan kontribusi positif.

“Pengawasan akan terus kami tingkatkan untuk memastikan seluruh WNA mematuhi aturan yang berlaku,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia menekankan bahwa operasi gabungan ini menjadi bentuk sinergi antarunit dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan seluruh aktivitas WNA di Bali berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjaga rasa aman di tengah masyarakat,” ujarnya. RAN

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Rekomendasi DPRD Badung Terkait LKPJ 2025

Bupati Wayan Adi Arnawa saat Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Badung, Kamis (23/4/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi catatan konstruktif DPRD Kabupaten Badung terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025. Rekomendasi tersebut dinilai sebagai pedoman krusial dalam menyusun APBD yang lebih akurat dan sehat di masa mendatang.

 

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa usai menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Badung, Kamis (23/4/2026). Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama jajaran Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung.

 

“Secara prinsip saya melihat catatan-catatan yang diberikan oleh DPRD Badung itu adalah merupakan catatan-catatan yang sifatnya konstruktif yang nantinya akan kami jadikan pedoman dalam rangka kita merancang untuk APBD Kabupaten Badung tahun-tahun yang akan datang. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja yang ditunjukkan oleh DPRD Badung, sehingga seluruh mekanisme pembahasan LKPJ Bupati Badung tahun 2025 ini dapat dilalui sesuai harapan kita bersama,” ujar Bupati Adi Arnawa.

 

Dalam rapat tersebut, DPRD menyoroti capaian pendapatan daerah yang menjadi tumpuan implementasi APBD 2025. Berdasarkan data, realisasi belanja daerah mencapai 81 persen lebih, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyentuh angka 79,20 persen.

Bupati menegaskan, masukan Dewan mengenai akurasi penentuan asumsi target anggaran akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah.

 

“Secara prinsip memang kalau kita lihat dari rancangan Belanja daerah yang dipasang pada APBD 2025 tercapai 81% lebih dan PAD tercapai 79,20%. Dan ini menunjukkan bahwa memang perlu untuk dinaikan lagi. Dan seperti saran Dewan bahwa dalam rangka menentukan asumsi-asumsi target-target yang dipasang ini, agar benar-benar lebih akurat sehingga ini akan bisa lebih mengamankan program-program yang kita rancang dalam APBD-APBD selanjutnya. Tentu ini menjadi satu bahan pertimbangan kami dalam merancang APBD ke depan yang lebih sehat lagi. Dan mudah-mudahan nanti seiring dengan rekomendasi Dewan ini akan menjadi satu langkah awal kami untuk penyusunan APBD-APBD selanjutnya yang lebih produktif dan yang lebih mengedepankan akurasi dan mungkin yang lebih bisa diimplementasikan,” pungkasnya.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua dan dihadiri anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba, pimpinan OPD, pimpinan Instansi Vertikal, Direktur Perusahaan Daerah serta Tenaga Ahli Fraksi DPRD Badung. (rls/hmsbd)

BULOG Bali Kenalkan Ketahanan Pangan Lewat Eduwisata di Tabanan

BULOG Bali Kenalkan Ketahanan Pangan Lewat Eduwisata di Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Perum BULOG Kantor Wilayah Bali menggelar kegiatan eduwisata bagi pelajar di Kompleks Pergudangan Kediri I, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini diikuti siswa SMA Surya Wisata Tabanan sebagai upaya mengenalkan peran strategis BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional sejak dini.

Kegiatan dibuka oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali yang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami isu pangan. Menurutnya, edukasi langsung di lapangan menjadi langkah efektif untuk menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya ketersediaan dan stabilitas bahan pokok.

Dalam sesi materi, Manajer Pemasaran BULOG Bali, Dwi Nurafandi, memaparkan peran BULOG dalam mendukung swasembada pangan, khususnya melalui penyerapan hasil panen petani dan pengelolaan cadangan beras pemerintah. Para peserta juga diajak memahami alur distribusi beras, mulai dari proses pengadaan hingga penyimpanan di gudang dengan standar perawatan yang ketat guna menjaga kualitas komoditas.

Selain itu, siswa diperkenalkan pada berbagai produk pangan yang dikelola BULOG, seperti beras, gula, dan minyak goreng. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tiga pilar utama BULOG, yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga sebagai fondasi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. Ia menyebut, kunjungan tersebut membuka wawasan terkait proses pengelolaan beras hingga siap didistribusikan ke masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BULOG Kanwil Bali berharap generasi muda semakin peduli terhadap sektor pangan dan memahami peran penting lembaga tersebut dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Indonesia. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Pemulihan Dampak Bencana, Pura Taman Beji Magendra Darmasaba

Bupati Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan pemulihan dampak bencana Pura Taman Beji Magendra, Desa Adat Tegal Darmasaba, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (22/4/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan pemulihan dampak bencana Pura Taman Beji Magendra, Desa Adat Tegal Darmasaba, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (22/4/2026). Bantuan pemulihan dampak bencana sebesar Rp 550 juta, diserahkan bertepatan dengan upacara mulang dasar perbaikan pondasi penahan tanah. Bantuan diterima Ketua Panitia Pembangunan, I Ketut Subrata bersama panitia dan pengempon Pura.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan, apresiasi atas semangat dari panitia dan krama pengempon pura yang bergotong-royong melakukan perbaikan dengan swakelola. Pemkab Badung berkomitmen dan akan selalu hadir ditengah masyarakat, terlebih yang mengalami musibah. Diharapkan, bantuan ini dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat menyelesaikan perbaikan bangunan yang terkena musibah. Kedepan Bupati akan siap membantu pembangunan yang akan direncanakan serta membantu rencana pelaksanaan karya setelah selesainya perbaikan Pura Taman Beji Magendra ini. Selain itu Adi Arnawa juga berharap instansi terkait dalam hal ini BPBD Badung mengawal pembangunan agar secara teknis konstruksinya bagus. “Kami komitmen dengan krama pengempon pura, mengenai rencana perbaikan pelinggih kedepannya kami akan bantu. Kami minta pengempon Pura tetap menjaga keharmonisan, saling sagilik saguluk salunglung sabayantaka, nunas ica agar jagat badung rahayu,” pintanya.

 

Ketua Panitia Pembangunan, Ketut Subrata atas nama pengempon pura menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan bupati badung untuk perbaikan bangunan di Pura Taman Beji Magendra. Dijelaskan, bencana di Pura Taman Beji diakibatkan oleh banjir. Bangunan yang sedang diperbaiki yaitu bangunan penahan tanah yang berada disisi Barat Laut utamaning mandala dan jalan yang ada di depan jembatan di nistaning mandala. “Bangunan ini telah diperbaiki sejak 12 Maret 2026 dan progresnya terealisasi 30 persen dengan biaya sekitar 160 juta, pengerjaan swakelola,” jelasnya.

 

Ditambahkan, Pura Taman Beji Magendra merupakan tempat pesucian ida bhatara saat pujawali di Pura Dalem Gegelang, Desa Adat Tegal Darmasaba. Sementara pengempon pura sebanyak 325 KK yang berasal dari Desa Adat Tegal, juga ada dari luar Desa seperti dari Gerih, Anggungan, Sibanggede serta Perang. (*)

DPRD Tabanan Tekankan Rekomendasi LKPJ 2025 Harus Segera Dieksekusi

DPRD Tabanan Tekankan Rekomendasi LKPJ 2025 Harus Segera Dieksekusi

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar Selasa (21/4/2026).

Dalam sidang tersebut, Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menegaskan bahwa rekomendasi yang diberikan bersifat mendesak dan harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Menurutnya, hal ini penting sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan ke depan.

“Rekomendasi ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pedoman perbaikan, agar pembangunan di Tabanan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Beberapa poin utama yang menjadi sorotan DPRD meliputi optimalisasi pendapatan daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, penanganan persoalan sampah, hingga perbaikan puluhan gedung sekolah dasar yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan yang disampaikan, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp2,196 triliun atau 96,18 persen dari target sebesar Rp2,283 triliun. Meski tergolong baik, DPRD meminta pemerintah melakukan pemutakhiran data objek pajak, khususnya dari sektor pariwisata dan usaha baru yang terus berkembang.

Di sisi lain, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp2,159 triliun atau 91,77 persen dari total anggaran Rp2,353 triliun. Dewan memberikan perhatian khusus pada belanja modal tanah yang dinilai perlu segera direalisasikan karena berkaitan langsung dengan penyediaan fasilitas publik.

Persoalan pengelolaan sampah juga menjadi sorotan serius. DPRD mendorong agar penanganan sampah dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, termasuk percepatan penyediaan lahan untuk pengembangan tempat pembuangan akhir (TPA).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyatakan pihak eksekutif siap menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan DPRD. Ia menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

“Rekomendasi ini memang harus segera dicarikan solusi bersama, agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal,” katanya. (tim)

Sinergi Pemkab Tabanan dan Kejari Perkuat Pengawasan Keuangan Desa Adat dan LPD

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kerja Bupati Tabanan, Senin (20/4/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tabanan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) guna mengoptimalkan koordinasi penanganan laporan masyarakat yang berindikasi tindak pidana korupsi. Fokus utama kerja sama ini adalah pengelolaan keuangan Desa Adat dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) agar semakin transparan dan akuntabel.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kerja Bupati Tabanan, Senin (20/4/2026), dan dihadiri oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan Arjuna Meghanada Wiritanaya, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Turut hadir pula Inspektur Daerah, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan Desa Adat dan LPD.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan penyimpangan, khususnya dalam pengelolaan keuangan berbasis adat yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, keberadaan Desa Adat dan LPD harus didukung dengan tata kelola yang baik serta pendampingan hukum yang memadai.

“Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menghadapi dinamika hukum yang terus berkembang. Dengan adanya pendampingan dari Kejaksaan, diharapkan pengelolaan keuangan Desa Adat dan LPD dapat berjalan lebih tertib, transparan, serta terhindar dari potensi pelanggaran hukum,” ujarnya.

Melalui MoU ini, Pemkab Tabanan dan Kejari Tabanan sepakat memperkuat sinergi dalam penanganan pengaduan masyarakat, sekaligus mengedepankan upaya pencegahan melalui pembinaan dan pendampingan hukum. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan di tingkat Desa Adat dan LPD. (rls/hmstbn)

Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Generasi Tabanan Gemar Membaca

Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai resmi mengemban tugas sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan periode 2026–2029. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026), yang dipadati ratusan siswa dan guru. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Bupati Tabanan yang diwakili Wakil Bupati I Made Dirga, sekaligus menjadi penegasan komitmen daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia berbasis literasi.

 

Acara tersebut turut dihadiri langsung jajaran Forkopimda atau yang mewakili, para Asisten Setda, Kepala perangkat Daerah terkait serta perwakilan instansi vertikal, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tabanan Ny. Santi Susila, dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung gerakan literasi di Tabanan. Siang itu pengukuhan dilaksanakan terhadap Bunda Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda Literasi, Gede Paramartha Daisuke Matsuzawa selaku Duta Baca dan Yohanes Elsandy Banawas selalu Duta Demokrasi.

 

Usai pengukuhan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai tampil sebagai narasumber dalam talk show bertajuk “Literasi Cerdas, Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru (Aman, Unggul Madani)”. Dalam paparannya, ia menyoroti fenomena menurunnya minat baca anak akibat pengaruh perkembangan teknologi digital yang semakin masif. Menurut Bunda Rai, anak-anak saat ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan membaca buku.

 

“Menurut pandangan saya, di era digital sekarang ini, saya melihat anak-anak kita lebih banyak memegang gadget. Fenomena yang saya lihat itu mereka menjadi malas membaca dan menjadi tidak peka terhadap lingkungan,” ungkapnya. Sekaligus ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius baginya sebagai Bunda Literasi Tabanan.

 

Secara deskriptif, ia berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk memberikan perhatian lebih terhadap persoalan literasi anak di tengah arus digitalisasi. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Bunda Rai juga mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif dalam mendampingi anak.

 

“Saya ingin mengajak ibu-ibu agar lebih membatasi akses digital anak. Peran keluarga sangat penting,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kontrol dan pendampingan dalam penggunaan teknologi. Literasi juga dikatakannya merupakan dasar dari seluruh proses pembelajaran. Kemampuan literasi yang baik dinilai mampu membantu anak berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peran orang tua dalam menyediakan bahan bacaan dan mengenalkan lingkungan literasi menjadi sangat penting.

 

Sementara itu, dalam arahan Bupati Tabanan yang dibacakan Wakil Bupati I Made Dirga, disampaikan bahwa pengukuhan ini adalah penegasan arah kita bersama bahwa Kabupaten Tabanan tidak hanya membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga membangun peradaban yang dimulai dari literasi dan pengetahuan serta kesadaran berdemokrasi. “Para duta yang dikukuhkan hari ini adalah jembatan antara pengetahuan dan kesadaran publik, mereka adalah agen perubahan. Di tangan Bunda Literasi, mari kita titipkan gerakan keluarga gemar membaca.”

 

Di kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya literasi masyarakat. “Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mendorong dan menguatkan gerakan pembudayaan membaca serta peningkatan kecakapan literasi masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Tabanan,” ujarnya. Ia berharap Bunda Literasi bersama para duta yang telah dikukuhkan mampu menjadi motivator dan inspirator dalam meningkatkan minat baca serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Tabanan. (rls/hmstbn)

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Gau Kuta Selatan

Petugas bersama Tim Basarnas mengevakuasi jenazah pria tanpa identitas (Mr. X) dari kawasan batu karang Pantai Gau, Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026).
Petugas bersama Tim Basarnas mengevakuasi jenazah pria tanpa identitas (Mr. X) dari kawasan batu karang Pantai Gau, Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga di kawasan Pantai Gau, Kuta Selatan, Badung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr. X) yang tergeletak di atas batu karang pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari ikan di kawasan pantai.

“Saat ditemukan korban dalam posisi tertelungkup dan tubuhnya sudah membiru,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Kejadian bermula saat saksi, Ketut Sumiasa (55), bersama rekannya tengah mencari ikan di sekitar lokasi. Saat berada di bibir pantai, ia melihat sosok tubuh manusia tergeletak di atas batu karang dalam kondisi tidak bergerak.

Merasa curiga, saksi mendekat untuk memastikan kondisi korban. Namun setelah melihat korban tidak merespons dan diduga sudah meninggal dunia, ia panik dan segera berlari mencari bantuan.

“Karena takut, saksi kemudian berlari mencari bantuan dan di tengah jalan bertemu saudaranya untuk melaporkan penemuan tersebut,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, petugas dari Satpolairud Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan dan unsur terkait segera menuju lokasi kejadian. Namun proses evakuasi tidak berjalan mudah karena posisi jenazah berada di area batu karang dengan medan tebing yang cukup curam.

Usai dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, korban masih berstatus Mr. X karena belum ditemukan identitas maupun dokumen pendukung di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian juga telah melakukan langkah awal penyelidikan, termasuk meminta visum et repertum (VER) untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Selain itu, koordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait terus dilakukan guna mengungkap identitas korban. RAN