- Advertisement -
Beranda blog

HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai Gelar Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan

HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai Gelar Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semangat menghadirkan lingkungan yang asri, produktif, sekaligus bernilai ekonomis terlihat dalam roadshow Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, saat melakukan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK sebagai rangkaian peringatan HKG PKK Ke-54 yang dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu yang dilaksanakan oleh TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali pada 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Untuk di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai melaksanakan kegiatan di Desa Sesandan, dilanjutkan ke SMK Bintang Persada dan Kecamatan Kediri di Banjar Sinjuana Dan Dukuh, Berabana serta SMP N 3 Kediri yang berlokasi di Desa setempat.

 

Dalam roadshow tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta Perbekel setempat. Kehadiran langsung tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah dipersiapkan masyarakat dan satuan pendidikan dalam mendukung program PKK serta pengelolaan kebersihan lingkungan.

 

Penilaian diawali di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Di lokasi tersebut, Bunda Rai bersama jajaran meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat, salah satunya pemanfaatan lubang biopori. Selain itu, terdapat inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga melalui media pot yang dimodifikasi, sehingga sampah dapat langsung diproses dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya.

 

Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut seraya mendorong agar berbagai bantuan bibit yang telah diberikan segera ditanam dan dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten, terlebih dalam mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga. “Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.

 

Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal. “Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa program Aku Hatinya PKK bukanlah program baru, namun akan memberikan hasil luar biasa apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan yang rutin.

 

Tak hanya tanaman, pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan pemanfaatan lahan secara terpadu, sehingga pekarangan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan pangan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga.

 

Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai melihat langsung kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan, salah satunya pembuatan Lerazym Clean, yakni inovasi sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah Lerak. Jadi  eco enzyme ini berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran yang berasal dari MBG dan kegiatan praktik siswa di jurusan kuliner.

 

“Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi,” ujar Miss Gung Dyah yang merupakan salah satu penggagas dari inovasi tersebut. Ia juga menambahkan , bahwa sabun tersebut disebut ramah lingkungan karena tanpa proses dan bahan kimia dan juga sudah dipakai pihaknya untuk kegiatan di sekolah, seperti mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan Endek.

 

Kreativitas generasi muda dari SMK Bintang Persada  mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai dan Jajaran serta mendorong agar inovasi serupa terus dikembangkan. Apalagi para siswa juga menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah produksi menjadi berbagai kerajinan tangan. Menurutnya, sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis.

 

Selanjutnya, Bunda Rai menuju Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kediri, dalam rangka melihat kesiapan dan pelaksanaan Lomba Telajakan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan kepada peserta agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal. “Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” pesannya.

 

Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri. Bunda Rai meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di Sekolah tersebut yang dinamakan dengan inovasi Simponi (Sistem Pengelolaan sampah Organik non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil) yang dilakukan pihak sekolah termasuk pemanfaatannya menjadi berbagai bentuk kerajinan. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

 

Menutup rangkaian roadshow, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komponen dalam mengikuti penilaian lomba, sekaligus berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pemanfaatan lingkungan serta pengelolaan sampah. Menurutnya, seluruh persiapan dan pelaksanaan di masing-masing lokasi telah dilakukan dengan baik dan menunjukkan semangat dalam mendukung program PKK. “Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,” ujarnya. (rls/tbn)

Festival Tanah Lot 2026 Kembali Digelar, Parade Gebogan Dikemas Lebih Istimewa

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Tanah Lot Art and Food Festival 2026 kembali digelar dengan menghadirkan sejumlah penyegaran dalam pelaksanaannya. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah format Parade Gebogan yang tahun ini secara khusus melibatkan Desa Adat Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Penyelenggara Tanah Lot Art and Food Festival 2026, Manik Tenaya, mengatakan perubahan format tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih besar kepada Desa Beraban sebagai wilayah penyangga utama kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Meski parade gebogan dipusatkan di desa tersebut, desa adat se-Kecamatan Kediri tetap dilibatkan dalam rangkaian festival melalui berbagai pementasan kesenian.

Hal itu disampaikan Manik Tenaya dalam konferensi pers di kawasan DTW Tanah Lot, Senin (24/8/2026). Turut hadir Sekda Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan serta jajaran pengelola DTW Tanah Lot.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya parade gebogan dan kesenian melibatkan desa adat se-Kecamatan Kediri, tahun ini parade gebogan khusus Desa Beraban yang tampil. Namun desa adat lainnya tetap berpartisipasi melalui berbagai pementasan kesenian,” ujar Manik.

Menurutnya, Desa Beraban memiliki potensi budaya yang kuat untuk mendukung pelaksanaan festival. Desa tersebut memiliki 15 banjar adat yang secara keseluruhan akan mendapat kesempatan tampil dalam Parade Gebogan dan Bleganjur.

Untuk menjaga kelancaran sekaligus memberikan ruang tampil yang proporsional, parade akan dilaksanakan secara bergiliran selama tiga hari. Pada 28 Agustus, parade diikuti lima banjar adat pertama. Selanjutnya, lima banjar adat berikutnya tampil pada 29 Agustus. Sedangkan lima banjar adat terakhir dijadwalkan tampil pada 30 Agustus yang sekaligus menjadi rangkaian penutupan festival.

Penyelenggara memastikan penyesuaian format tersebut tidak mengurangi nilai maupun makna budaya yang melekat dalam Parade Gebogan. Sebaliknya, pola bergilir diharapkan membuat pelaksanaan parade lebih tertata sekaligus menjaga kemeriahan dan kekhidmatan festival.

Tanah Lot Art and Food Festival sendiri menjadi salah satu agenda promosi pariwisata Kabupaten Tabanan. Kehadiran unsur seni, budaya, dan kuliner diharapkan mampu memperkuat daya tarik Tanah Lot sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung.

Manik mengajak masyarakat dan media ikut mempromosikan pelaksanaan festival sehingga informasi mengenai kegiatan tersebut dapat menjangkau wisatawan lebih luas. Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar festival dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata serta perekonomian masyarakat.

Masyarakat Desa Beraban juga menyatakan komitmennya mendukung kelancaran pelaksanaan festival. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak terkait, Tanah Lot Art and Food Festival 2026 diharapkan berlangsung sukses sekaligus mampu memperkuat posisi Tabanan sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan alam unggulan di Bali. (*)

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8/2026). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.

 

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

 

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

 

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.

 

Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya. (rls/tbn)

 

Badung Perluas Budidaya Cabai, 42 Hektare Lahan Ditargetkan Hasilkan 420 Ton

Badung Perluas Budidaya Cabai, 42 Hektare Lahan Ditargetkan Hasilkan 420 Ton

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) terus memperkuat produksi hortikultura, khususnya cabai, guna menjaga ketersediaan pasokan dan mengantisipasi potensi kekurangan komoditas tersebut pada musim hujan. Tahun ini, pengembangan cabai menyasar lahan seluas 42 hektare dengan target produksi mencapai 420 ton.

Kepala Diperpa Badung, A.A. Ngurah Raka Sukadana, SP., M.Si., mengatakan program penanaman cabai dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026. Pengembangan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Menurut Raka, produktivitas cabai ditargetkan mencapai rata-rata 10 ton per hektare. Dengan luasan 42 hektare, produksi keseluruhan diproyeksikan mencapai 420 ton.

“Targetnya 10 ton per hektare. Kalau dikalikan 42 hektare, total produksi yang diharapkan mencapai 420 ton,” ujar Raka, Rabu (19/8/2026).

Di Kecamatan Mengwi, pengembangan cabai meliputi Kelompok Manik Pertiwi, Subak Perang, Subak Guming, dan Kelompok Bina Mandiri masing-masing dua hektare. Kemudian Subak Lepud empat hektare, Subak Babakan dua hektare, Babakan Sorangan dua hektare, Tinjak Menjangan satu hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi satu hektare.

Sementara di Kecamatan Abiansemal, penanaman mencakup Subak Blahkiuh, Citra, Tanah Putih, dan Umasangiang yang masing-masing mendapat alokasi dua hektare. Adapun di Kecamatan Petang, lokasi pengembangan berada di Subak Wana Sari, Semanik Sari, dan Sedana Winangun masing-masing lima hektare serta Munduk Samuan satu hektare.

Salah satu lokasi yang segera melaksanakan gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, dengan luas empat hektare. Di lokasi tersebut, penanaman dilakukan pada delapan munduk dengan luasan masing-masing 50 are.

Program tersebut melibatkan sekitar 80 petani. Diperpa Badung juga telah menyalurkan sarana produksi sejak akhir Juli. Saat ini, proses pembibitan masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 25 hari.

“Kalau benih sudah siap, rencananya 26 Agustus dilakukan gerakan tanam cabai,” katanya.

Persiapan lahan di Subak Lepud juga telah berjalan, mulai dari pengolahan tanah, pemasangan mulsa hingga pemupukan. Varietas cabai yang digunakan adalah Caliber. Dengan luas empat hektare dan target produktivitas 10 ton per hektare, produksi dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 40 ton.

Panen cabai di Subak Lepud diproyeksikan berlangsung pada Oktober hingga November 2026. Untuk memastikan hasil produksi terserap pasar, Diperpa Badung juga menyiapkan pola kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemasaran hasil panen petani. Selain melalui Perumda, petani tetap memiliki pilihan menjual hasil produksinya kepada pengepul maupun memasarkannya secara langsung ke pasar.

“Strategi kami menggandeng Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani. Di samping itu, petani juga bisa menjual kepada pengepul atau langsung ke pasar,” pungkas Raka.

Program pengembangan cabai ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi lokal, tetapi juga membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai di Badung, terutama ketika produksi berpotensi terganggu akibat kondisi cuaca pada musim hujan. (rls/kmfbd)

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tabanan

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melaksanakan Upacara Bendera Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

 

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, puncak peringatan HUT ke-81 RI ditandai dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Bupati Sanjaya bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Keduanya tampil mengenakan busana adat Bali, demikian pula para peserta upacara, yang mencerminkan perpaduan semangat nasionalisme dengan kekayaan budaya daerah.

 

Upacara turut dihadiri Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Forkopimda, Sekretaris Daerah bersama para asisten, para kepala perangkat daerah, veteran, serta perwakilan instansi vertikal. Kehadiran seluruh unsur tersebut semakin memperkuat makna peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Tabanan dan Indonesia.

 

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung penuh semangat oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh seluruh peserta upacara. Suasana semakin khidmat saat Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, membacakan teks Proklamasi sebagai pengingat atas tonggak sejarah lahirnya bangsa Indonesia.

 

Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan remisi umum secara simbolis kepada dua warga binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tabanan oleh Bupati Sanjaya selaku inspektur upacara. Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan yang turut mencerminkan penghargaan terhadap proses pembinaan dan kesempatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

 

Memasuki sore hari, semangat peringatan HUT ke-81 RI kembali diwujudkan melalui Upacara Penurunan Bendera. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 18 penerima pensiun TMT 1 Agustus 2026 serta pengumuman pemenang berbagai lomba dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebanyak 27 peserta.

 

Beragam perlombaan tersebut meliputi lomba baca puisi tingkat SD, lomba bertutur tingkat SD, lomba video konten literasi tingkat Kabupaten Tabanan, lomba karaoke tingkat OPD dan Perumda, lomba karaoke antar pedagang pasar dan UMKM, lomba kebangsaan baris-berbaris, lomba menghias kantor, lomba tarik tambang, serta lomba lari karung. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan jajaran pemerintah untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

 

Dalam momentum tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama melangkah maju. “Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Mari kita tingkatkan persatuan dan melangkah maju untuk Indonesia. Semoga di usia ke-81 ini, Indonesia senantiasa damai dan sejahtera,” ujar Bupati Sanjaya. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kreativitas dan semangat gotong royong warga Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan, tampil unik dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Keunikan tersebut diwujudkan melalui parade babi guling yang digelar di Balai Banjar Pande, Minggu (16/8/2026), dan turut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

 

Bupati Sanjaya hadir dalam kegiatan tersebut bersama salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan, Direktur BLUD, serta Sekaa Teruna Eka Adnyana.

 

Parade babi guling diikuti oleh empat regu, dengan masing-masing regu menampilkan satu ekor babi guling. Kegiatan yang digagas secara spontanitas oleh masyarakat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan kreativitas warga dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.

 

Dalam wawancara singkat usai acara, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan masyarakat Banjar Pande. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perayaan HUT RI yang unik di Kabupaten Tabanan, terlebih karena seluruh prosesnya dilandasi semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

 

“Ini merupakan sebuah kejutan. Ternyata ada acara yang memang digagas, membuat parade spontanitas tentang babi guling, ini menarik. Karena setelah saya kunjungi, di Kabupaten Tabanan ini satu-satunya perayaan HUT Republik Indonesia yang paling unik,” ujar orang nomor satu di Tabanan, malam itu.

 

Ia juga mengapresiasi semangat warga yang telah mempersiapkan kegiatan sejak dini hari. Bupati Sanjaya menilai proses tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat dalam membangun kebersamaan, terlebih masing-masing regu secara swadaya menyiapkan babi guling yang mereka tampilkan.

 

“Ini filosofinya adalah semangat gotong royong membangun kebersamaan di hari ulang tahun. Saya berikan apresiasi atas kekompakannya, saya kagum,” ungkapnya, seraya menyebut seluruh sajian yang dicicipinya memiliki cita rasa yang baik dan sulit untuk dibedakan.

 

Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas tersebut, Bupati Sanjaya turut memberikan tali kasih sekaligus hadiah kepada keempat regu. Hadiah diberikan dengan nominal beragam, mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk regu pertama sebagai juara utama. Selain itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga memberikan uang tunai kepada Sekaa Teruna sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan.

 

“Semangat kebersamaan ini saya kagumi dan apresiasi, saya bangga sekali bisa membuat acara yang kreatif seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa terus dilakukan, walaupun sederhana tapi maknanya luar biasa,” imbuh Bupati Sanjaya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara yang mewakili Sekaa Teruna dan masyarakat Banjar Pande menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bupati Sanjaya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta seluruh undangan yang telah hadir. “Saya mewakili masyarakat Banjar Pande dan Sekaa Teruna, juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Rai Wahyuni juga undangan semua, atas dukungan, perhatian dan kehadirannya untuk banjar kami,” ungkapnya. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Hormati Penggeledahan Dinkes Tabanan, Minta Publik Tak Berspekulasi

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan menghormati proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan terkait penggeledahan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan, Senin (10/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sanjaya seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Tabanan, Jumat (14/8/2026). Ia mengatakan, Pemkab Tabanan sejak awal telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) melakukan klarifikasi terkait langkah penyidik Kejari Tabanan tersebut.

“Sebelumnya lewat Pak Sekda sudah melakukan klarifikasi. Saya di kesempatan yang baik ini juga melakukan klarifikasi terkait penggeledahan di Dinas Kesehatan oleh Kejaksaan Tabanan,” kata Sanjaya.

Sanjaya mengaku sempat terkejut mengetahui adanya penggeledahan di lingkungan perangkat daerah yang dipimpinnya. Namun, ia menilai langkah aparat penegak hukum tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang harus dihormati.

“Saya juga agak kaget melihat seperti itu. Saya sangat setuju dengan pernyataan Pak Sekda sebelumnya untuk menghormati proses hukum, karena negara kita adalah negara hukum,” tegasnya.

Menurut Sanjaya, Pemkab Tabanan tidak akan menghalangi proses penyidikan yang sedang berlangsung. Sebaliknya, pemerintah daerah membuka ruang keterbukaan apabila diperlukan untuk mendukung proses penegakan hukum.

“Saya sebagai bupati sangat membuka ruang keterbukaan. Dengan demikian tidak ada asumsi-asumsi,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat maupun pihak lainnya tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penggeledahan tersebut. Sanjaya menanggapi pemberitaan yang menurutnya cenderung membesar-besarkan kegiatan penyidik, termasuk penggunaan istilah tertentu dalam pemberitaan.

“Terkait dengan berita yang dibesar-besarkan karena ada buser, itu biasa sajalah. Padahal belum tentu seperti itu,” katanya.

Sanjaya berharap seluruh pihak memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan proses penyidikan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan. Ia juga mengajak semua pihak tetap menjaga sikap saling menghormati selama proses hukum berlangsung.

“Mari kita hormati aparat penegak hukum. Harapan saya saling menghormati proses hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Tabanan melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Tabanan pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.45 WITA. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM), pelumas, serta belanja makanan dan minuman pada Dinkes Tabanan tahun anggaran 2023-2025.

Dalam kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang dinilai berkaitan dengan perkara. Hingga kini, Kejari Tabanan belum menetapkan tersangka. Penyidikan masih berlangsung dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap dugaan penyimpangan sekaligus menghitung potensi kerugian negara. (tim)

Inovasi Kopi Robusta Pupuan Raih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

Inovasi Kopi Robusta Pupuan Raih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kreativitas mengembangkan potensi kopi lokal membawa I Nyoman Mika Adiputra, pelaku usaha asal Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, meraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026. Penghargaan kategori Inovasi Teknologi Bidang IKM, UMKM, dan Koperasi tersebut diberikan atas inovasinya mengolah Kopi Robusta petik merah dengan metode Honey Process yang dipadukan dengan konsep ekowisata pertanian.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8/2026).

Mika yang merupakan wiraswasta asal Banjar Dinas Tanah Sari, Desa Pajahan, melihat potensi besar Kopi Robusta Pupuan yang selama ini belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi maksimal bagi petani. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah proses panen yang belum seragam, terutama masih bercampurnya buah kopi merah dan hijau.

Kondisi tersebut mendorong Mika mengembangkan sistem panen dengan memilih buah kopi yang telah matang atau petik merah. Biji kopi kemudian diproses menggunakan metode Honey Process, yakni mempertahankan sebagian lapisan lendir manis (mucilage) pada biji selama proses pengeringan. Teknik ini menghasilkan karakter cita rasa dan aroma kopi yang lebih kuat.

“Kopi Robusta Pupuan itu punya cita rasa yang khas dan bernilai tinggi jika diproses dengan benar. Kegelisahan saya berawal dari melihat hasil jerih payah petani yang dihargai kurang sepadan karena proses panen belum standar,” ujar Mika saat dikonfirmasi, Selasa (18/8).

Untuk menjaga mutu, pengolahan dilakukan melalui prosedur operasional standar. Kopi dari petani yang memenuhi ketentuan kemudian diserap melalui kemitraan dengan Koperasi Produsen Dharma Asasta Pertiwi Desa Pajahan.

Menurut Mika, pola kemitraan tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus membuka peluang memperoleh harga jual yang lebih baik dan relatif stabil.

Tak berhenti pada peningkatan kualitas produk, inovasi yang dikembangkan Mika juga memperhatikan aspek lingkungan. Limbah dari proses pascapanen dan produksi kopi diolah kembali menjadi kompos organik. Upaya ini mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pengembangan kopi tersebut juga melibatkan generasi muda Desa Pajahan. Mereka dilibatkan dalam proses pengolahan hingga pengembangan ekowisata pertanian berbasis Kopi Robusta. Konsep ini diarahkan menjadi sarana wisata edukasi sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin generasi muda bangga menjadi bagian dari pertanian. Desa Pajahan bukan hanya tempat menanam kopi, tetapi tempat di mana ilmu, inovasi, dan pariwisata berbasis pertanian menyatu,” katanya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, turut mengapresiasi inovasi tersebut. BRIDA Tabanan sebelumnya merekomendasikan Mika sebagai calon penerima Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026.

Darma menilai inovasi pengolahan Kopi Robusta tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui kemitraan antara petani dan koperasi. Pola tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus mendongkrak nilai jual kopi.

“Yang tidak kalah penting, inovasi ini merangkul generasi muda untuk menjaga potensi pertanian daerah secara berkelanjutan,” ujar Darma.

Mika berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi motivasi untuk terus melakukan pengembangan inovasi, sekaligus memperluas kemitraan dengan pemerintah maupun pihak swasta. Ia ingin Kopi Robusta Pupuan semakin dikenal sebagai produk unggulan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu menggerakkan pertanian, lingkungan dan pariwisata berbasis masyarakat. (tim)

DPRD Tabanan dan Eksekutif Sepakati Arah Anggaran 2027 dan Perubahan APBD 2026

DPRD Tabanan dan Eksekutif Sepakati Arah Anggaran 2027 dan Perubahan APBD 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – DPRD Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmen memperkuat sinergi dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah. Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang membahas penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027, dilanjutkan Rapat Paripurna ke-8 terkait Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026, di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna dipimpin jajaran Pimpinan DPRD Tabanan dan dihadiri seluruh anggota dewan. Hadir pula Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati I Made Dirga, Forkopimda, Sekda, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, pimpinan RSUD Tabanan dan RSUD Singasana, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menegaskan DPRD memiliki peran strategis bersama eksekutif dalam memastikan kebijakan anggaran daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, KUA-PPAS menjadi instrumen penting yang menjembatani visi pembangunan daerah dengan pelaksanaan APBD.

“Kemitraan yang kuat ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi krusial untuk melahirkan kebijakan anggaran yang tajam, adaptif, responsif, dan akuntabel untuk mewujudkan Tabanan Era Baru, Aman, Unggul, Madani (AUM),” tegas Sanjaya.

Memasuki tahun anggaran 2027, Tabanan menghadapi tantangan fiskal, termasuk penyesuaian kebijakan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama DPRD harus semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja.

Sanjaya mengatakan anggaran akan diarahkan pada belanja yang efektif, efisien dan tepat sasaran. Di sisi lain, pemerintah juga akan memperkuat inovasi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita memfokuskan alokasi anggaran pada belanja yang efektif, efisien, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat inovasi pengelolaan PAD serta iklim investasi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, melalui Rapat Paripurna ke-8, DPRD Tabanan dan Pemkab Tabanan juga menyepakati Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan awal dalam penyusunan Rancangan APBD Perubahan 2026 agar dapat menyesuaikan program pembangunan dengan kondisi fiskal dan dinamika perekonomian terkini.

Bupati Sanjaya menekankan keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kondisi pendapatan yang dinamis dan masih adanya ketergantungan terhadap dana transfer menuntut perencanaan anggaran yang lebih cermat dan realistis.

“Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Tabanan,” tegasnya.

Di sisi lain, Sanjaya memberikan apresiasi kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Tabanan atas proses pembahasan yang dinilainya berlangsung kritis, konstruktif dan kolaboratif.

Ia menegaskan tantangan fiskal harus dijawab melalui efisiensi, keterbukaan dan kerja sama antara eksekutif, legislatif serta masyarakat. Kesepakatan KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026 diharapkan semakin memperkuat arah pembangunan Tabanan, termasuk dalam pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan dan peningkatan kualitas pelayanan publik menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. (kjs)

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Tekankan Ketulusan dan Semangat Bersama Wujudkan Bali Era Baru

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Tekankan Ketulusan dan Semangat Bersama Wujudkan Bali Era Baru

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. bertindak sebagai Inspektur Upacara yang berlangsung di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan, Jumat (14/8/2026). Mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali, upacara tersebut juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

 

Upacara diikuti Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa beserta Wakil Ketua I DPRD Tabanan, Danridam IX/Udayana atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda Kabupaten Tabanan beserta Ketua DWP Tabanan, para Asisten Setda Tabanan, para Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, serta Direktur instansi vertikal terkait di Tabanan.

 

Dalam amanat Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Bupati Sanjaya, disampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah berdirinya Provinsi Bali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat tekad dan komitmen dalam membangun Bali ke depan.

 

Berpegang teguh pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru, berbagai capaian pembangunan Bali pada periode pertama tahun 2018-2023 telah dituangkan dalam 44 tonggak peradaban penanda Bali Era Baru. Keseluruhan pembangunan tersebut pada intinya diarahkan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali.

 

Bupati Sanjaya menyampaikan, tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” mengandung pesan luhur agar setiap karya, pengabdian, dan pelayanan dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Semangat tersebut juga diperkuat dengan nilai gotong royong dan rasa tanggung jawab dalam mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan secara sekala maupun niskala. “Tulus ikhlas untuk kejayaan Bali,” menjadi semangat yang ditekankan dalam peringatan tersebut.

 

Lebih lanjut, dalam amanat tersebut juga disampaikan mengenai Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Pembangunan Bali 100 tahun ke depan diselenggarakan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang diarahkan untuk menjaga kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai upaya penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan serta kebahagiaan kehidupan manusia.

 

Pembangunan Bali juga dilaksanakan melalui pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah dengan semangat satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Bali sekaligus memperkuat arah Bali Era Baru.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya melalui amanat Gubernur Bali juga mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi masa depan. “Tetap kompak, guyub, bersatu, solid bergerak mewujudkan harapan dan optimisme masa depan Bali Era Baru,” pesannya.

 

Usai pelaksanaan upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, kegiatan dilanjutkan dengan Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Para anggota Paskibraka sejumlah 55 anggota, yang dikukuhkan akan mengemban tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang. (kjs)