TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ketua Saba Desa Adat Selabih, I Made Subagia, menegaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan Rest Area Selabih di Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, merupakan tanah milik Desa Adat Selabih, bukan milik pribadi. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai status kepemilikan lahan tersebut.
Subagia menyambut positif pembangunan rest area yang memanfaatkan lahan milik desa adat. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut menjadi peluang untuk mengoptimalkan aset desa adat agar memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Tanah ini milik desa adat, bukan milik pribadi,” tegas Subagia.
Ia berharap keberadaan Rest Area Selabih tidak hanya menjadi fasilitas singgah bagi pengguna jalan, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan memperoleh kesempatan untuk memasarkan produk lokal sekaligus memperluas jaringan usaha.
Subagia menilai, pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi berkelanjutan apabila diikuti dengan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas usaha di sekitar rest area. Potensi wisata pesisir Selabih juga diharapkan semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas pengunjung.
“Kami bersyukur karena lahan milik desa adat ini mendapat perhatian dan mulai dikembangkan. Harapan kami, manfaatnya tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi juga dalam jangka panjang, baik bagi desa adat maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
MEKANISME PINJAM PAKAI 10 TAHUN
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan Rest Area Selabih merupakan tanah milik Pura Dalem Desa Adat Selabih. Pemanfaatannya dilakukan melalui mekanisme pinjam pakai, bukan melalui kontrak sewa tanah.
Lahan yang berada di sisi selatan jalan, mengarah ke kawasan pantai tersebut, memiliki luas sekitar 5.600 meter persegi atau 56 are. Berdasarkan data sertifikat yang disampaikan Dinas PUPR, bidang tanah itu berstatus Hak Milik dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 4110 atas nama Pura Dalem Desa Adat Selabih.
Data pertanahan lainnya mencakup Surat Ukur Nomor 342/2003 tertanggal 24 Februari 2003 serta Nomor Identifikasi Bidang (NIB) 22.02.07.11.00346.
Partana memaparkan, proses pemanfaatan lahan telah dimulai pada 2024 ketika Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajukan permohonan pinjam pakai kepada Desa Adat Selabih. Permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui surat pernyataan pinjam pakai pada tahun yang sama.
Pada 2025, pemanfaatan lahan diperkuat dengan berita acara serah terima pinjam pakai untuk jangka waktu 10 tahun. Masa pemanfaatan tersebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
“Pemanfaatan lahan ini menggunakan mekanisme pinjam pakai, bukan kontrak sewa. Jangka waktu pinjam pakai adalah 10 tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak,” jelas Partana.
Pembangunan Rest Area Selabih mendapat dukungan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabanan serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK), sesuai dengan peruntukan anggaran masing-masing.
Pemerintah daerah mengarahkan pembangunan fasilitas tersebut untuk menyediakan tempat singgah bagi pengguna jalan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya UMKM di Kecamatan Selemadeg Barat.
Keberadaan rest area diharapkan dapat menjadi ruang pemasaran produk lokal dan mendukung pengembangan potensi wisata pesisir. Dengan demikian, pembangunan kawasan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga berpeluang mendorong perputaran ekonomi di wilayah sekitarnya.
Ke depan, optimalisasi Rest Area Selabih diharapkan berjalan seiring dengan pengembangan potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Dengan dukungan pengelolaan yang baik, kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Adat Selabih dan masyarakat setempat. (rls/tbn)



































