- Advertisement -
Beranda blog

Bobol Minimarket di Sidakarya, Buruh Proyek Gasak Rokok dan Uang Tunai

Tangkapan layar rekaman CCTV memperlihatkan pelaku saat beraksi membobol Alfamart di kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan.
Tangkapan layar rekaman CCTV memperlihatkan pelaku saat beraksi membobol Alfamart di kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi pembobolan minimarket terjadi di Alfamart Sidakarya 61, Jalan Sidakarya No. 61, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Selasa (5/5/2026) dini hari.

Seorang buruh proyek bernama Muktadir (32) ditangkap warga setelah kepergok mencuri ratusan bungkus rokok dan uang tunai dari dalam toko.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Agus Riwayanto Diputra mengatakan pelaku menjalankan aksinya sekitar pukul 03.05 Wita dengan cara memanjat atap bangunan minimarket lalu merusak plafon untuk masuk ke dalam toko.

“Pelaku masuk dengan cara naik ke genteng dan membobol plafon toko,” ujar Kompol Agus, Senin (25/5/2026).

Aksi pencurian tersebut pertama kali diketahui setelah pihak toko menerima informasi melalui ponsel inventaris bahwa telah terjadi pencurian dan pelaku sudah diamankan warga sekitar.

Mendapat laporan itu, pelapor bernama Muhamad Angga Nurvianto (22) bersama rekannya langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), suasana di depan minimarket sudah dipenuhi warga yang mengerumuni seorang pria dengan kedua tangan terikat.

Di sekitar lokasi, warga juga menemukan beberapa tas belanja bertuliskan Alfamart yang berisi barang hasil curian. Tidak lama berselang, aparat kepolisian datang dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti.

Saat dilakukan pemeriksaan di dalam minimarket, kondisi toko tampak berantakan akibat aksi pembobolan tersebut. Polisi kemudian menyita sejumlah barang bukti berupa 258 bungkus rokok berbagai merek, uang tunai Rp357 ribu, satu unit ponsel Samsung warna biru, sebuah tang, dan pisau cutter yang diduga digunakan saat beraksi.

Akibat kejadian itu, pihak minimarket mengalami kerugian sekitar Rp10,5 juta. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.

“Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Denpasar Selatan guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Kompol Agus. RAN

AMOR ING ACINTYA! Warga di Nusa Penida Ditemukan Tak Bernyawa Usai Terjatuh ke Sumur

Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi jasad Wayan Lanang dari dasar sumur di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, Senin (25/5/2026).
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi jasad Wayan Lanang dari dasar sumur di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, Senin (25/5/2026).

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga yang terjatuh ke dalam sumur di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (25/5/2026). Korban diketahui bernama Wayan Lanang (36), warga Banjar Pundukaha Kelod.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 13.00 Wita dari Babinsa Desa Bunga Mekar, Wahyu. Sebelumnya, korban dilaporkan belum pulang ke rumah sejak Minggu (24/5/2026), sehingga pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri.

Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara menjelaskan, pada Senin pagi sekitar pukul 06.45 Wita, bibi korban menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar sumur yang berada dekat lokasi kejadian.

“Mencurigai karena ada sandal dan rokok di sekitar sumur,” ujar Cakra Negara.

Temuan tersebut membuat warga menduga korban jatuh ke dalam sumur. Warga kemudian melakukan pengurasan air menggunakan pompa dan menemukan korban berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar empat meter. Namun, proses evakuasi terkendala sehingga bantuan SAR pun diminta.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida yang terdiri dari empat personel langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 13.20 Wita dan tiba sekitar pukul 14.00 Wita.

Setelah melakukan briefing bersama unsur SAR gabungan lainnya, proses evakuasi korban akhirnya berhasil dilakukan sekitar pukul 14.40 Wita.

“Korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar Koramil Nusa Penida, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar Polsek Nusa Penida, personel Polsek Nusa Penida, BPBD Kabupaten Klungkung, aparat desa, keluarga korban, serta masyarakat setempat. RAN

Dalam Sebulan, Polresta Denpasar Sikat 28 Kasus Kriminal, 34 Pelaku Digulung

Konferensi pers di Mapolresta Denpasar Senin (25/5/2026).
Konferensi pers di Mapolresta Denpasar Senin (25/5/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Denpasar berhasil mengungkap puluhan kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah Denpasar dan sekitarnya selama periode April hingga Mei 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 34 terduga pelaku yang diduga terlibat dalam berbagai aksi pencurian.

Kapolresta Denpasar, Leonardo David Simatupang mengatakan pembentukan URC dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap tindak kejahatan 4C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian biasa, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Berdasarkan analisa dan evaluasi perkembangan situasi kamtibmas, kami membentuk Unit Reaksi Cepat yang terdiri dari personel Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek jajaran dengan total 90 personel,” ujar Leonardo saat konferensi pers di halaman Mapolresta Denpasar, Senin (25/5/2026).

Dari total 28 kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 12 kasus merupakan curanmor, enam kasus curat, satu kasus curas, dan sembilan kasus pencurian biasa.

Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian turut mengamankan 34 orang terduga pelaku yang terdiri dari 33 laki-laki dan satu perempuan. Polisi juga menyebut satu di antara para pelaku merupakan residivis.

Selain mengamankan pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti hasil tindak kejahatan. Barang bukti yang diamankan di antaranya 17 unit sepeda motor, uang tunai berbagai nominal, pakaian, rekening bank milik tersangka, empat tabung LPG tiga kilogram, sejumlah telepon genggam, besi-besi, hingga 258 bungkus rokok yang dikemas dalam kantong plastik.

Kapolresta Denpasar mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan barang agar segera melakukan pengecekan ke kantor polisi terkait. Ia memastikan pengambilan barang bukti oleh pemilik tidak dipungut biaya.

“Pengambilan barang bukti oleh pemilik tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.

Leonardo juga mengungkapkan sebagian besar pelaku memanfaatkan lokasi yang minim penerangan, sepi, dan tidak dilengkapi kamera pengawas untuk melancarkan aksinya.

“Mereka biasanya mengamati situasi terlebih dahulu sebelum beraksi,” katanya.

Ia menambahkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan tindak kriminal kepada aparat kepolisian. Warga pun diminta memanfaatkan layanan darurat 110 untuk melaporkan setiap kejadian kejahatan.

“Layanan 110 ini gratis tanpa pulsa. Semakin cepat informasi diberikan, maka semakin cepat anggota kami bergerak,” tandasnya. RAN

Jaga Masa Depan Budaya Bali, Koster Ajak Krama Bali Kembali Punya Empat Anak

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam HUT ke-6 Balapraja Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala.
Gubernur Bali, Wayan Koster dalam HUT ke-6 Balapraja Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak masyarakat Bali kembali membangun keluarga dengan empat anak sebagai langkah menjaga keberlangsungan budaya, adat istiadat, dan identitas krama Bali di tengah menurunnya pertumbuhan penduduk asli Bali.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Dharma Santi dan HUT ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) serta HUT ke-6 Balapraja Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (24/5).

Menurut Koster, jumlah penduduk Bali yang hanya sekitar 4,4 juta jiwa atau sekitar 1,6 persen dari total populasi Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali apabila jumlah krama Bali terus menurun.

“Berkaca dari jumlah warga asli Bali yang semakin sedikit karena rata-rata satu kepala keluarga hanya memiliki dua anak, maka anak ketiga (Nyoman) dan anak keempat (Ketut) mulai jarang ditemukan. Kalau jumlah kita semakin sedikit, bagaimana kita mampu mempertahankan dan melestarikan budaya Bali? Untuk itu, saya mengajak setiap rumah tangga di Bali kembali memilih memiliki empat anak,” ujar Koster.

Ia menilai keberadaan generasi penerus sangat penting agar adat, budaya, dan tradisi Bali tetap terjaga di masa depan.

Selain itu, Koster mengungkapkan Pemerintah Provinsi Bali saat ini juga mulai menggerakkan program satu keluarga satu sarjana melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Bali. Program tersebut disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bali.

Dalam kesempatan itu, Koster turut mengapresiasi paiketan PGSDT yang dinilai masih konsisten menjaga nilai persaudaraan dan semangat saling asah, asih, dan asuh di tengah masyarakat.

“Saya minta paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan turut mendukung pembangunan Bali, salah satunya dengan menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat Bali agar Bali tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang, khususnya bagi krama Bali sendiri. Karena masa depan orang Bali tidak bisa dititipkan kepada orang lain dan hanya bisa dijaga oleh krama Bali itu sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar keberagaman pasemetonan tidak menjadi pemicu fanatisme maupun pengkotak-kotakan di tengah masyarakat Bali.

“Pasemetonan sangat penting karena merupakan wujud bakti kita kepada leluhur. Namun, jangan sampai menimbulkan fanatisme atau mengkotak-kotakkan diri,” imbuhnya.

Peringatan HUT ke-57 PGSDT Provinsi Bali yang dirangkaikan dengan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 itu menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan, introspeksi diri atau mulat sarira, serta mempererat kerja sama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang harmonis dan damai.

Sementara itu, Ketua Umum PGSDT Pusat, I Wayan Jarta mengatakan PGSDT saat ini memiliki ribuan anggota dan Balapraja yang tersebar di seluruh Bali.

Menurutnya, peringatan HUT ke-57 PGSDT menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program organisasi sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kehidupan masyarakat Bali yang harmonis, mandiri, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana. RAN

Api Hanguskan Rumah Joglo di Yeh Gangga, Mobil dan Motor Ikut Terbakar

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah joglo milik warga di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Minggu (24/5/2026) petang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 Wita itu menghanguskan sebagian bangunan rumah beserta sejumlah barang berharga milik korban.

Rumah yang terbakar diketahui milik I Nengah Alit Mustika. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat sempat membuat warga sekitar panik karena dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.

Mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Sudimara, jajaran Polsek Tabanan bersama personel piket fungsi langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan pengamanan area kebakaran.

Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara, tiga unit mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan berupaya menjinakkan api. Setelah melakukan pemadaman selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 Wita dengan bantuan warga sekitar.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari bagian belakang garasi mobil sebelum kemudian membesar dan membakar bangunan rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran di wilayah Yeh Gangga dan diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material cukup besar. Sejumlah aset yang dilaporkan terbakar di antaranya satu unit rumah joglo dua lantai, satu rumah tinggal lantai satu, satu unit mobil Ford, satu sepeda motor, serta berbagai barang lainnya.

Hingga kini, nilai total kerugian masih dalam proses pendataan lantaran korban masih mengalami syok pascakejadian. Aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Tabanan guna melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. (pmc)

DTW Tanah Lot Tetap Jadi Primadona Wisata, Ribuan Pengunjung Datang Setiap Hari di Tengah Tekanan Ekonomi

DTW Tanah Lot Tetap Jadi Primadona Wisata, Ribuan Pengunjung Datang Setiap Hari di Tengah Tekanan Ekonomi

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil, Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot masih menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Bali. Panorama matahari terbenam yang khas dipadukan nuansa spiritual yang kuat membuat kawasan wisata ini tetap ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara setiap harinya.

Meski pelemahan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah berdampak terhadap daya beli masyarakat, minat wisatawan untuk berlibur ke Tanah Lot dinilai masih cukup tinggi. Pengelola DTW Tanah Lot mengakui kondisi tersebut sedikit mempengaruhi tren kunjungan wisatawan, namun tidak sampai menurunkan daya tarik kawasan wisata ikonik tersebut secara signifikan.

Berdasarkan data kunjungan, rata-rata wisatawan yang datang pada Mei 2025 mencapai sekitar 4.500 orang per hari. Sementara pada Mei tahun ini, angka kunjungan berada di kisaran 3.400 wisatawan per hari. Kendati mengalami penurunan, jumlah tersebut masih menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menikmati keindahan alam dan suasana religi di Tanah Lot.

Pengelola pun terus berupaya menjaga kualitas pelayanan demi memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Menjelang musim liburan sekolah, berbagai persiapan telah dilakukan dengan menyiagakan personel di sejumlah titik strategis kawasan wisata.

Petugas tiket, keamanan, hingga kebersihan disiapkan secara maksimal guna memastikan wisatawan dapat menikmati suasana liburan dengan aman dan nyaman. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pengelola dalam menjaga pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pihaknya optimistis kondisi ekonomi akan berangsur membaik sehingga minat masyarakat untuk berwisata kembali meningkat.

Ia menegaskan DTW Tanah Lot siap menyambut wisatawan dengan pelayanan terbaik selama musim liburan sekolah berlangsung.

“Kami berharap kondisi ekonomi segera pulih sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat. DTW Tanah Lot tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima dan menyambut wisatawan dengan hangat agar mereka mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan,” ujarnya. (rls/tl)

Warga Temukan Bayi Perempuan Ditemukan Menangis di Semak-Semak Jimbaran

bayi perempuan ditemukan di semak-semak kawasan Jalan Goa Betel, Jimbaran, Badung, Jumat (22/5/2026) malam.
bayi perempuan ditemukan di semak-semak kawasan Jalan Goa Betel, Jimbaran, Badung, Jumat (22/5/2026) malam.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di semak-semak di kawasan Jalan Goa Betel, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat (22/5/2026) malam.

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 23.43 Wita oleh seorang pria bernama Matias Lau Kolly (25) saat pulang bekerja. Saat itu, ia tengah melintas di kawasan Jalan Goa Gong sebelum akhirnya mendengar suara tangisan bayi dari arah semak-semak.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, awalnya saksi menghentikan sepeda motornya karena ada seekor kucing melintas di depan kendaraan yang dikendarainya.

“Ketika berhenti, saksi mendengar suara tangisan bayi. Setelah itu saksi kembali ke kos untuk memanggil saudaranya dan kembali mengecek lokasi sumber suara tersebut,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Saat kembali ke lokasi, bayi perempuan itu ditemukan dalam kondisi menangis di semak-semak. Bayi tersebut dibungkus kain berwarna merah dan dimasukkan ke dalam tas kantong berwarna biru.

“Bayi kemudian diangkat oleh saudara saksi bernama Samuel. Selanjutnya saksi menghubungi pemilik kos di dekat lokasi untuk membantu menggendong bayi tersebut,” jelasnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada kepala lingkungan setempat. Sekitar 30 menit kemudian, bayi dibawa ke Rumah Sakit Udayana oleh saksi bersama saudaranya didampingi kepala lingkungan guna memastikan kondisi kesehatannya.

Dari hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dalam kondisi sehat dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 48 sentimeter.

“Saat ini bayi berada di Rumah Sakit Udayana untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan lebih lanjut,” tutup IPTU I Gede Adi Saputra Jaya. RAN

Diduga Karena Sakit, Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Denpasar

jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.
jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga di Banjar Mandala Sari, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar kos pada Jumat (22/5/2026) malam.

Korban diketahui bernama Rudi Ganti (56), pria asal Jakarta yang tinggal di sebuah rumah kos di Gang 6 kawasan tersebut. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Gundu Panca Marano (40), sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat itu, saksi datang ke kamar korban untuk mengambil pakaian kotor yang hendak dibawa ke laundry. Namun ketika pintu kamar dibuka, ia mencium bau busuk menyengat dari dalam ruangan.

Saksi kemudian terkejut melihat korban sudah dalam keadaan tidak bergerak dengan kondisi tubuh menghitam akibat pembusukan.

Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan saksi langsung meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik kos usai menemukan korban.

Menurut keterangan keluarga, korban terakhir kali ditemui dalam kondisi sehat pada Rabu (20/5/2026) siang. Saat itu korban masih sempat berbincang dengan adiknya dan tidak mengeluhkan sakit apa pun.

Petugas Inafis Polresta Denpasar yang melakukan olah TKP menemukan korban dalam posisi terlentang mengenakan kemeja cokelat dan celana jeans hitam. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban diduga meninggal dunia karena sakit dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Dari informasi pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. RAN

Gerebek Kamar Kos di Denpasar, Polda Bali Amankan 2,3 Kg Sabu

Pelaku peredaran narkoba Guruh Krisna saat diamankan Ditresnarkoba Polda Bali bersama barang bukti sabu seberat 2,3 kilogram
Pelaku peredaran narkoba Guruh Krisna saat diamankan Ditresnarkoba Polda Bali bersama barang bukti sabu seberat 2,3 kilogram

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika di wilayah Denpasar Utara dengan menangkap seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial GKA (36).

Dari tangan pelaku, polisi menyita sabu seberat 2,3 kilogram dalam penggerebekan di sebuah kamar kos di kawasan Jalan Cokroaminoto, Denpasar.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Tim Opsnal Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Bali pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 13.30 WITA. Pelaku diamankan di sebuah kamar kos di Gang Jatayu, Banjar Marga Jati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba di kawasan Jalan Cokroaminoto.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek kamar kos yang ditempati pelaku. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sebuah tas belanja hitam bertuliskan “Mekdi” yang berisi enam paket sabu siap edar.

“Total barang bukti sabu yang diamankan mencapai 2.375,96 gram brutto,” ujar AKBP Rina, Rabu (20/5/2026).

Selain sabu, polisi turut menyita satu unit telepon genggam Samsung A26 warna hitam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam aktivitas peredaran narkotika.

Tak berhenti di lokasi pertama, petugas kemudian melakukan pengembangan menuju kamar kos lain yang ditempati pelaku di Gang Bluncat Nomor 6, Jalan Batubulan, Desa Benoa, Kuta Selatan, Badung, sekitar pukul 16.00 WITA pada hari yang sama.

Dari lokasi kedua, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk pengemasan narkotika, di antaranya satu bendel plastik klip bening, timbangan digital merek Idealife warna hitam, serta sendok plastik putih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang nomor WhatsApp-nya disimpan dengan nama “AKBP”. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pemasok sekaligus kemungkinan adanya jaringan narkoba yang lebih besar.

Atas kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 Ayat (2) huruf A. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun hingga seumur hidup. RAN

4 Pelaku Pembunuh Pria NTB di Darmasaba Ditangkap, Begini Motifnya

2 dari 4 Pelaku pembunuhan saat diinterogasi aparat polisi.
2 dari 4 Pelaku pembunuhan saat diinterogasi aparat polisi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Satreskrim Polres Badung berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap Dean Ade Darmawan (25), pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang jasadnya ditemukan terkubur di area persawahan pinggir Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung. Empat pelaku yang terlibat dalam aksi sadis tersebut kini telah diamankan polisi.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, pelaku utama berinisial DF (20) yang merupakan rekan kerja korban di tempat pencucian motor Mae Wash. Dalam menjalankan aksinya, DF dibantu tiga rekannya yakni MKH (24), serta dua pelaku di bawah umur berinisial AF (17) dan IPR (16).

“Pelaku utama mengaku menyimpan dendam terhadap korban karena selama bekerja bersama sering merasa dihina dan menjadi sasaran ejekan,” ujar Kapolres saat konferensi pers, Rabu (20/5).

Selain dipicu rasa sakit hati, polisi juga menemukan adanya motif ekonomi di balik pembunuhan tersebut. Para pelaku diketahui berniat menguasai barang-barang milik korban setelah menghabisi nyawanya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis dini hari, 7 Mei 2026, di lokasi pencucian motor Mae Wash, Jalan Antasura, Darmasaba. Berdasarkan hasil penyelidikan, rencana pembunuhan bermula ketika korban sempat menghubungi DF dan mengutarakan niat mengambil mesin kompresor di tempat mereka bekerja.

Pesan itu kemudian diperlihatkan DF kepada tiga rekannya saat berkumpul di sebuah kos di wilayah Kuta. Dari situlah muncul rencana untuk membunuh korban sekaligus mengambil barang berharganya berupa uang, sepeda motor, dan telepon genggam.

Sekitar pukul 01.15 Wita, para pelaku tiba di lokasi pencucian motor dan menunggu kedatangan korban. DF diketahui telah membawa pisau yang biasa digunakan memotong busa dan menyelipkannya di belakang pinggang.

Sekitar satu jam kemudian korban datang menggunakan sepeda motor Honda Beat merah. Saat korban menunduk mengambil kompresor, AF langsung memukul kepala korban menggunakan botol kosong hingga tersungkur.

Tidak berhenti di situ, korban kemudian dikeroyok secara brutal. Tubuh Dean dipukul, ditendang, bahkan dihantam kursi besi. Dalam kondisi tak berdaya, DF menusuk punggung korban menggunakan pisau hingga mengeluarkan banyak darah.

Aksi para pelaku semakin sadis setelah mereka membersihkan bercak darah di lokasi kejadian. Pisau yang sempat bengkok akibat digunakan menusuk korban diluruskan kembali, lalu dipakai DF untuk menggorok leher korban hingga dipastikan meninggal dunia.

Setelah korban tewas, para pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan mencari lokasi penguburan di sekitar Jalan Antasura. Mereka menggali lubang menggunakan cangkul yang ada di tempat pencucian motor.

Jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menggunakan sepeda motor menuju lokasi penguburan. Proses penguburan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 02.30 hingga 04.30 Wita.

Namun jasad korban ternyata tidak tertutup sempurna sehingga bagian kaki sempat terlihat di permukaan tanah. Kepada penyidik, pelaku mengaku kondisi gelap membuat proses penguburan tidak maksimal.

Usai melakukan aksi pembunuhan, DF sempat mengirim pesan kepada pemilik usaha pencucian motor bahwa dirinya mengundurkan diri karena alasan keluarga. Padahal, ia bersama tiga pelaku lainnya langsung melarikan diri ke Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam pelariannya, para pelaku sempat menjual sepeda motor milik korban seharga Rp2,8 juta. Namun uang hasil penjualan itu disebut tidak dibagi rata di antara mereka.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, tim Satreskrim Polres Badung akhirnya menangkap keempat pelaku di Jember pada 18 Mei 2026. Tiga pelaku diamankan di satu rumah, sementara satu pelaku lainnya ditangkap di lokasi berbeda.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa cangkul, pakaian pelaku, kursi besi, dua unit sepeda motor, serta telepon genggam. Sementara pisau yang digunakan membunuh korban hingga kini belum ditemukan karena diduga dibuang ke sungai.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 459 junto Pasal 20 KUHP Nasional tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Mereka juga dijerat Pasal 479 ayat 3 KUHP terkait pencurian yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. RAN