- Advertisement -
Beranda blog

Polresta Denpasar Tangkap 124 Pelaku Pencurian Dalam 3 Bulan

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan 100 kasus pencurian yang berhasil diungkap Polresta Denpasar selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026.
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan 100 kasus pencurian yang berhasil diungkap Polresta Denpasar selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Jajaran Polresta Denpasar berhasil mengungkap 100 kasus tindak pidana pencurian selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026. Kasus tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta pencurian biasa (cusa).

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sebanyak 124 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kriminal di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran kepolisian melalui penyelidikan intensif, peningkatan patroli, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen Polresta Denpasar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya kejahatan jalanan dan pencurian kendaraan bermotor,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan data kepolisian, pada Januari 2026 terdapat 34 kasus yang berhasil diungkap dengan rincian 15 kasus curanmor, 8 kasus curat, 1 kasus curas, dan 10 kasus cusa dengan total 40 tersangka.

Kemudian pada Februari 2026, Satreskrim Polresta Denpasar bersama Polsek jajaran mengungkap 45 kasus, terdiri dari 16 kasus curanmor, 9 kasus curat, 3 kasus curas, serta 17 kasus cusa. Dari jumlah tersebut, polisi mengamankan 43 tersangka yang terdiri dari 37 laki-laki dan 6 perempuan.

Sementara hingga pertengahan Maret 2026, polisi kembali mengungkap 21 kasus dengan rincian 6 kasus curanmor, 5 kasus curat, dan 10 kasus cusa, dengan total 23 tersangka yang berhasil diamankan.

Secara keseluruhan dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, jumlah pengungkapan mencapai 100 kasus yang terdiri dari 37 kasus curanmor, 22 kasus curat, 4 kasus curas, serta 37 kasus pencurian biasa.

Kapolresta juga mengungkapkan bahwa dari total 124 tersangka yang diamankan, sebanyak 107 orang merupakan laki-laki, 17 perempuan, serta terdapat 5 anak yang turut terlibat dalam beberapa kasus.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga menangkap sejumlah pelaku residivis yang kembali melakukan tindak kejahatan. Salah satunya tersangka berinisial DDS (26) yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan di kawasan Jalan Pulau Batanta, Denpasar Barat.

Tersangka diketahui merupakan residivis kasus narkotika pada tahun 2017. Modus yang digunakan yakni melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap korban dengan dalih menyelesaikan perkara narkoba agar korban menyerahkan sejumlah uang.

Kasus serupa juga melibatkan tersangka PPD (30) yang melakukan aksi kekerasan dan pemerasan di kawasan Jalan Mahendradata, Denpasar Barat. Pelaku diketahui merupakan residivis kasus narkotika yang pernah ditangani Polda Bali pada tahun 2016 serta Polres Bangli pada tahun 2022.

Dalam aksinya, pelaku menuduh korban sebagai pengedar narkoba lalu meminta sejumlah uang tebusan disertai tindakan kekerasan. Polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku setelah menerima laporan dari korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), di antaranya Pasal 476 dengan ancaman pidana lima tahun penjara, Pasal 477 dengan ancaman tujuh tahun penjara, serta Pasal 479 dengan ancaman pidana hingga sembilan tahun penjara sesuai dengan peran dan perbuatannya masing-masing.

Selain melakukan penindakan, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan sekitar.

Masyarakat diminta menggunakan kunci tambahan pada kendaraan, memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan, serta tidak menggunakan barang berharga secara mencolok saat bepergian.

Polresta Denpasar juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum guna menekan angka kriminalitas serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Sebagian barang bukti yang berhasil diamankan juga telah dikembalikan kepada para korban setelah melalui proses penyidikan sesuai prosedur yang berlaku,” tutup Kapolresta. RAN

Viral, Aksi Drift WNA Rusia di Simpang Nusa Dua, Berujung Ditilang Polisi

Satlantas Polresta Denpasar memberi teguran sekaligus menilang WNA asal Rusia yang viral usai drift mobil Porsche.
Satlantas Polresta Denpasar memberi teguran sekaligus menilang WNA asal Rusia yang viral usai drift mobil Porsche.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi berbahaya seorang warga negara asing (WNA) yang melakukan drift menggunakan mobil sport di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, mendadak viral di media sosial.

Video yang memperlihatkan mobil mewah berputar di tengah persimpangan jalan itu pun langsung menjadi perhatian aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 01.00 WITA di simpang Jalan Pratama, Nusa Dua. Mobil yang digunakan diketahui merupakan Porsche Boxster berwarna biru yang dikemudikan oleh WNA asal Rusia berinisial DR (29).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan setelah rekaman aksi tersebut beredar luas di media sosial.

Dari hasil penelusuran, diketahui pengemudi menyewa mobil tersebut pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WITA. Setelah menerima kendaraan, DR sempat berkeliling di kawasan Canggu bersama pihak penyedia jasa rental yang duduk di kursi penumpang.

Namun pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WITA, DR kembali berkendara seorang diri menuju kawasan Nusa Dua. Saat melintas di simpang Jalan Pratama dan melihat kondisi jalan relatif sepi, ia kemudian melakukan aksi drift di tengah persimpangan sebanyak dua kali.

Aksi tersebut direkam oleh seseorang dan kemudian menyebar luas di media sosial hingga menuai beragam reaksi dari masyarakat. Menindaklanjuti viralnya video itu, Satlantas Polresta Denpasar langsung melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pengemudi serta kendaraan yang digunakan.

Petugas kemudian mendatangi alamat penyedia jasa rental mobil dan memanggil pengemudi WNA tersebut ke Kantor Satlantas Polresta Denpasar guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengemudi dikenakan sanksi tilang dengan penerapan Pasal 283 juncto Pasal 107 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain dikenai tilang, DR juga diminta membuat video klarifikasi berisi permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakannya yang dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengancam keselamatan di jalan, termasuk yang dilakukan oleh warga negara asing.

“Polresta Denpasar melalui Satlantas akan menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas, termasuk yang dilakukan oleh warga negara asing. Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polresta Denpasar,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan yang berada di Bali, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya. RAN

Jatuh ke Dalam Sumur, Pria Lansia di Denpasar Meninggal Dunia

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah pria lansia yang ditemukan di dalam sumur rumahnya di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah pria lansia yang ditemukan di dalam sumur rumahnya di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam sumur air di halaman rumahnya di Jalan Antasura Gang Teratai, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan korban berinisial IMW (65) ditemukan di dalam sumur yang berada di halaman rumahnya.

“Korban ditemukan di dalam sumur di halaman rumahnya dan telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui pihak keluarga setelah korban tidak ditemukan di rumah. Salah seorang saksi, I Putu Sunerta (41), mengaku mendapat kabar dari anaknya yang baru pulang sekolah bahwa sang kakek tidak berada di rumah.

Mendengar hal itu, saksi kemudian pulang untuk mengecek kondisi rumah. Sesampainya di lokasi, ia melihat penutup sumur yang terbuat dari triplek dan ditutupi spanduk sudah dalam kondisi hancur, sehingga diduga korban terjatuh ke dalam sumur tersebut.

Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit diabetes dan salah satu kakinya telah diamputasi sebagian. Meski demikian, korban masih bisa beraktivitas hingga ke halaman rumah.

Atas kejadian itu, pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Peguyangan Kangin.

Tim SAR Polda Bali bersama Basarnas Provinsi Bali kemudian melakukan proses evakuasi. Korban ditemukan mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dongker dan celana pendek cokelat.

Sekitar pukul 13.50 Wita, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. (*)

Diduga Korsleting Listrik, Toko Makanan Siap Saji di Denpasar Kebakaran

Sebuah toko makanan cepat saji di Jalan Wibisana Barat, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, terbakar pada Jumat (13/3).
Sebuah toko makanan cepat saji di Jalan Wibisana Barat, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, terbakar pada Jumat (13/3).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kebakaran terjadi di sebuah toko makanan siap saji di kawasan Jalan Wibisana Barat, Kelurahan Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, pada Jumat (13/3/2026) pagi.

Insiden tersebut menyebabkan bagian dapur serta area tempat duduk pengunjung mengalami kerusakan akibat dilalap api, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WITA oleh seorang karyawan yang datang untuk membuka toko.

“Saksi yang datang untuk membuka toko mendengar suara barang jatuh dari dalam. Saat melihat melalui celah rolling door, saksi melihat api sudah menyala di dalam toko,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Karyawan tersebut kemudian membuka rolling door dan mendapati api sudah membesar di dalam ruangan. Ia pun segera meminta bantuan warga sekitar sekaligus menghubungi pemilik usaha untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Utara bersama Bhabinkamtibmas Pemecutan Kaja dan unit patroli yang dipimpin Pawas Polsek Denut langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.

Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WITA. Petugas pemadam kebakaran melakukan upaya pemadaman hingga akhirnya api berhasil dikendalikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di area dapur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah fasilitas di dalam toko mengalami kerusakan cukup parah.

Polisi masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. RAN

Bupati Sanjaya Ultimatum RSUD Tabanan: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terganggu

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan keterangan terkait persoalan kekosongan obat di RSUD Tabanan usai rapat di Gedung DPRD Tabanan, Rabu (11/3).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Polemik kekosongan sejumlah obat di RSUD Tabanan mendapat perhatian serius dari Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Orang nomor satu di Tabanan itu langsung memanggil jajaran direksi rumah sakit untuk meminta penjelasan sekaligus memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hal tersebut disampaikan Sanjaya usai mengikuti rapat di Gedung DPRD Tabanan, Rabu (11/3/2026). Ia menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, sehingga persoalan internal rumah sakit tidak boleh sampai mengganggu layanan kepada pasien.

“Saya sudah mengetahui duduk persoalannya. Namun teknologi tidak boleh dijadikan alasan. Kalau memang ada kendala, harus disiapkan tenaga yang kompeten untuk menanganinya,” tegas Sanjaya.

Menurutnya, setelah dilakukan koordinasi dengan manajemen RSUD Tabanan serta pihak BPJS Kesehatan, persoalan kelangkaan obat kini telah tertangani. Ia memastikan stok obat-obatan di Depo Farmasi RSUD Tabanan sudah kembali tersedia.

“Per Kamis (12/3) obat-obatan sudah tersedia kembali. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran karena sekarang semua sistem sudah berbasis teknologi untuk meningkatkan akurasi dan transparansi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa juga menyoroti persoalan tersebut dan meminta Komisi IV DPRD Tabanan segera memanggil manajemen RSUD Tabanan untuk melakukan pembahasan secara mendalam.

Menurut Arnawa, langkah tersebut diperlukan guna mencari solusi agar kekosongan obat tidak kembali terjadi, sekaligus mengevaluasi kinerja manajemen rumah sakit.

“Saya minta Komisi IV segera memanggil pihak RSUD untuk rapat membahas persoalan ini. Bahkan saya sendiri akan memimpin rapat tersebut karena kondisi ini menjadi tamparan bagi pelayanan kesehatan di Tabanan,” ujarnya.

Arnawa menilai manajemen RSUD Tabanan perlu melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan sistem administrasi dari manual ke digital.

Ia menegaskan, perubahan sistem tidak seharusnya menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kesehatan.

“Sistem apa pun harus dijalankan dengan baik. Seharusnya sejak awal sudah dipersiapkan SDM yang mampu menjalankan sistem tersebut sehingga dampaknya tidak sampai mengganggu pelayanan,” tegasnya.

Sebelumnya, kekosongan obat di RSUD Tabanan sempat menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan dari seorang dokter senior terkait tidak tersedianya obat bagi pasien. Kondisi tersebut terjadi karena rumah sakit mengalami kendala dalam proses klaim BPJS Kesehatan yang masih dalam tahap penyesuaian administrasi akibat peralihan sistem dari manual ke digital. (tim)

Sentil Polemik Stok Obat di RSUD Tabanan, Wakil Ketua DPRD Asta Dharma : Jangan Jadikan Tunggakan BPJS Sebagai Kambing Hitam

Wakil Ketua DPRD Tabanan I Made Asta Dharma
Wakil Ketua DPRD Tabanan I Made Asta Dharma

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Polemik yang melanda RSUD Tabanan terus menuai sorotan dari kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Tabanan dari Fraksi Golkar, I Made Asta Dharma, mendesak agar persoalan yang terjadi di rumah sakit daerah tersebut segera diselesaikan secara menyeluruh dan transparan.

Menurut Asta Dharma, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka secara jelas kondisi keuangan rumah sakit, termasuk menyelesaikan persoalan utang-piutang dengan para pihak terkait. Ia menilai keterbukaan sangat penting agar publik mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus menjadi dasar mencari solusi yang tepat.

“Yang paling penting sekarang adalah mencari solusi agar persoalan keuangan RSUD Tabanan bisa diselesaikan dengan baik. Data keuangan harus dibuka secara transparan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memulihkan operasional rumah sakit, khususnya terkait ketersediaan obat-obatan yang sangat dibutuhkan pasien. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu karena menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat.

“Operasional rumah sakit harus segera pulih, termasuk memastikan ketersediaan obat. Jangan sampai pelayanan kepada pasien terabaikan,” tegasnya.

Fraksi Golkar juga mendorong agar segera digelar rapat kerja yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari eksekutif, manajemen RSUD Tabanan, DPRD, hingga pihak terkait lainnya. Termasuk dokter yang sempat menjadi sorotan publik setelah pernyataannya viral di media sosial, serta pihak BPJS Kesehatan yang selama ini disebut-sebut terkait persoalan klaim.

Asta Dharma menilai selama ini penjelasan yang disampaikan baru berasal dari satu pihak, yakni manajemen rumah sakit. Karena itu, ia meminta semua pihak terkait dihadirkan agar permasalahan dapat dibahas secara komprehensif.

“Selama ini yang muncul baru penjelasan sepihak dari manajemen rumah sakit. Seolah-olah masalahnya ringan, padahal banyak persoalan lain yang terjadi,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya informasi mengenai jasa pelayanan (jaspel) karyawan rumah sakit yang belum dibayarkan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi indikasi adanya persoalan keuangan yang perlu ditelusuri lebih dalam.

Lebih lanjut, Fraksi Golkar bahkan mendorong adanya evaluasi total terhadap manajemen rumah sakit, termasuk mempertimbangkan perombakan jajaran pimpinan apabila terbukti tidak mampu mengelola rumah sakit dengan baik.

“Jika memang manajemen tidak mampu mengelola rumah sakit dengan baik, harus berani dilakukan perombakan, termasuk posisi direktur utama,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga didorong untuk memanggil para vendor yang selama ini memasok obat-obatan ke RSUD Tabanan guna mengetahui secara jelas kondisi distribusi dan pembayaran yang terjadi.

Menurut Asta Dharma, alasan keterlambatan klaim dari BPJS Kesehatan tidak bisa sepenuhnya dijadikan penyebab utama. Ia menilai kemungkinan ada persoalan lain dalam pengelolaan keuangan rumah sakit. “Dengan alasan tunggakan yang belum terbayar dari BPJS, saya rasa itu hanya jadi kambing hitam saja. Mungkin saja ada permasalahan keuangan lainnya,” lanjutnya.

Ia juga mempertanyakan alasan perubahan sistem administrasi yang disebut sebagai salah satu penyebab munculnya masalah tersebut. Pasalnya, rumah sakit lain tidak mengalami kondisi serupa meski menerapkan sistem yang sama.

“Kalau memang hanya karena perubahan sistem, kenapa rumah sakit lain tidak mengalami hal yang sama seperti RSUD Tabanan?” pungkas Asta Dharma. (tim)

Semakin Panas Polemik Lilitan Utang Hingga Krisis Obat RSUD Tabanan, Wakil Ketua DPRD Desak Komisi IV Segera Panggil Pihak Terkait

Wakil Ketua DPRD Tabanan I Putu Gede Juliastrawan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Polemik kekacauan peralihan sistem dari Manual Ke Digitalisasi atau Rekam Medik Elektronik (RME), sehingga menimbulkan Krisis Obat hingga Polemik Utang Rumah sakit yang mencuat di jagat maya dua hari terakhir, tidak hanya membuat masyarakat resah, namun polemik ini akhirnya mendapat sorotan Tajam dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan.

Saat dikonfirmasi Rabu (11/3/2026), Juliastrawan selaku Wakil Ketua DPRD Tabanan dari partai GERINDRA meminta, Komisi IV DPRD Tabanan untuk segera memanggil Manajemen Rumah Sakit serta pihak Terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di manajemen RSUD Tabanan.

” Manajemen RSUD Tabanan sangat memperihatinkan, kami minta Komisi IV DPRD Tabanan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak yang berkaitan atas polemik yang terjadi di RSUD Tabanan,” jelasnya.

Dilakukanya pemanggilan ini, tidak saja ditujukan kepada pihak RSUD Tabanan saja, tetapi juga kepada pihak BPJS, pihak vendor termasuk juga Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, untuk dimintai keterangan terkait permasalahan yang ada di RSUD Tabanan.

Wawan Politikus Partai Gerindra Tabanan ini juga mengatakan, Persoalan yang ada di RSUD Tabanan tidak saja tentang habisnya beberapa jenis obat, namun juga secara langsung di khawatirkan dapat menganggu pelayanan kepada masyarakat dan berberpotensi keadaan tersebut bisa saja mengancam nyawa masyarakat.

Selain itu masalah yang terjadi di tubuh manejemen RSUD Tabanan juga beragam, termasuk permasalahan SDM dan juga masalah lilitan utang yang sudah yang tak kunjung usai serta uang jaspel para Nakes yang belum dibayarkan sejak bulan Januari lalu.

“Pemanggilan dan rapat ini harus segera dilakukan, karena jika kondisinya berlarut-larut maka masyarakat yang akan dirugikan, selain akan mengganggu pelayanan di rumah sakit,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polemik ini mencuat akibat beredar rekaman suara seorang dokter senior yang mengeluhkan beberapa jenis obat tidak tersedia di rumah sakit karena RSUD Tabanan karena diblokir vendor penyedia obat akibat utang yang belkum dibayar oleh rumah sakit.

Terkait hal tersebut, pihak Rumah sakit RSUD Tabanan melalui Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta mengakui jika beberapa jenis obat tidak tersedia di RSUD Tabanan, karena pihak vendor tidak mengirimkan obat, terlebihnya karena ada utang kepada vendor penyedia obat yang belum diselesaikan. TIM 01

Teguran Keras Ketua DPRD Tabanan, Direksi RSUD Harus Evaluasi Manajemen Terkait Isu Obat yang Kosong

Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa.
Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kekacauan peralihan administrasi Manual ke Digital melalui Rekam Medik Elektronil (RME), yang berdampak terhadap sistem pelayanan dan juga mengakibatkan krisis obat di RSUD Tabanan, mendapat teguran keras dari Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, karena menilai kondisi itu sebagai bukti buruknya manajemen rumah sakit milik pemerintah daerah dan berharap direksi terkait segera melakukan evaluasi total terhadap jajaranya.

Seusai rapat dengan pihak eksekutif di Gedung DPRD Tabanan, Rabu, 11 Maret 2026, Arnawa menyebut persoalan obat kosong tidak bisa lagi ditoleransi. Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak boleh lumpuh hanya karena persoalan manajemen internal rumah sakit.

“Apapun alasannya bisa dibuat. Tapi yang paling penting adalah bagaimana direksi RSUD mempersiapkan sistem dan kinerja mereka. Jangan sampai pelayanan terbengkalai seperti ini,” kata Arnawa.

Ia menilai kelangkaan obat merupakan tamparan keras bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan yang selama ini mengandalkan RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama.

Arnawa juga menyoroti cara kerja manajemen rumah sakit yang dinilainya tidak fokus pada pelayanan publik. Ia bahkan menyindir keras perilaku pejabat yang dinilai lebih sibuk dengan acara seremoni daripada menyelesaikan persoalan mendasar di rumah sakit.

“Sistem apa pun yang dipakai harus dijalankan dengan benar. Jangan hanya ikut sana ikut sini, hormat sana hormat sini, tapi kerjaan utama terbengkalai,” ujarnya.

Ketua DPRD Tabanan menegaskan dalam hal ini DPRD tidak akan tinggal diam. Ia langsung memerintahkan Komisi IV DPRD Tabanan untuk memanggil manajemen RSUD dan membedah akar persoalan kelangkaan obat yang sempat memicu kegaduhan di masyarakat, pasca viralnya rekaman Voice Note Seorang Dokter Senior yang bertugas di RSUD Tabanan.

Komisi IV diminta duduk bersama dengan pihak rumah sakit dan juga pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menilai kinerja direksi RSUD selama ini.

Menurut Arnawa, langkah evaluasi itu penting agar persoalan serupa tidak kembali terulang dan pelayanan kepada pasien tidak lagi menjadi korban dari buruknya tata kelola rumah saki. TIM-01

Diduga Akhiri Hidup, Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Gudang Rumah

Petugas BPBD Kota Denpasar mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal diduga gantung diri di gudang rumahnya di kawasan Renon, Denpasar Selatan.
Petugas BPBD Kota Denpasar mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal diduga gantung diri di gudang rumahnya di kawasan Renon, Denpasar Selatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga di kawasan Jalan Tukad Yeh Aya IX, Renon, Denpasar Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di gudang rumahnya pada Selasa malam (10/3). Korban berinisial KK diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang perempuan berinisial DS (48) yang tinggal di rumah tersebut sekitar pukul 20.00 WITA. Saat pulang dari bekerja, DS tidak melihat korban berada di rumah seperti biasanya sehingga mencoba menghubungi kerabat korban untuk menanyakan keberadaannya.

Namun, kerabat korban menyampaikan bahwa KK juga tidak berada di rumah kakaknya. Tak lama kemudian, paman korban datang ke rumah tersebut untuk membantu mencari keberadaan KK, tetapi korban tetap tidak ditemukan.

Sekitar pukul 21.30 WITA, saat hendak mandi dan melintas di area gudang rumah, DS melihat bayangan mencurigakan dari dalam ruangan tersebut. Ketika pintu gudang dibuka, saksi terkejut karena mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di bagian plafon gudang.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saksi langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Ia menjelaskan, kakak kandung korban yang datang ke lokasi setelah dihubungi saksi mengaku tidak mengetahui adanya permasalahan yang dialami korban, baik terkait pekerjaan maupun hubungan pribadinya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polresta Denpasar, korban ditemukan dengan posisi kepala mengarah ke barat dan miring ke kiri. Tangan kanan lurus, tangan kiri berada di belakang pinggang, sementara kedua kaki menyentuh lantai. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana boxer pendek berwarna biru tanpa mengenakan baju.

Petugas juga menemukan selendang berwarna kuning yang digunakan sebagai alat gantung. Selendang tersebut terikat pada kayu plafon dengan simpul pada bagian leher korban.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena gantung diri,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas BPBD Kota Denpasar sekitar pukul 00.43 WITA dan dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan. RAN

ART Asal Banyuwangi Gasak Uang dan Perhiasan Emas Majikan di Denpasar

ART asal Banyuwangi yang diduga mencuri uang dan cincin emas milik majikannya diamankan polisi di Denpasar Timur.
ART asal Banyuwangi yang diduga mencuri uang dan cincin emas milik majikannya diamankan polisi di Denpasar Timur.

DENPASAR PANTAUBALI.COM – Seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial AD (22) diamankan aparat Polsek Denpasar Timur setelah diduga mencuri uang dan perhiasan milik majikannya. Aksi tersebut menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp11,5 juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan peristiwa pencurian itu terjadi di sebuah rumah di Jalan Sekar Sari, Banjar Batur Sari, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Kasus ini terungkap setelah korban, I Putu Oka Sudarsana (32), memeriksa rekaman CCTV di dalam rumahnya. Dari rekaman tersebut terlihat seseorang mengambil dompet yang berada di atas meja di kamar tidur.

Saat diperiksa, uang tunai di dalam dompet yang semula sekitar Rp1,6 juta tersisa Rp1,1 juta. Korban kemudian mengecek barang-barang lain dan mendapati dua cincin emas bermata biru dan putih milik anaknya yang disimpan di rak dekat dompet juga sudah hilang.

Selain itu, korban juga menemukan uang dalam celengan kaleng berwarna biru yang berisi pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu dengan total sekitar Rp6 juta turut raib.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp11,5 juta dan melaporkan kasus ini ke Polsek Denpasar Timur,” ujar Iptu Adi Saputra Jaya, Rabu (11/3/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana bersama personel melakukan penyelidikan dan berhasil melacak keberadaan pelaku di sebuah rumah kos di sekitar Jalan Sekar Sari.

Petugas kemudian mendatangi lokasi tersebut dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah mengambil uang dan perhiasan milik korban tanpa izin. Ia juga mengaku melakukan pencurian secara bertahap, mulai dari mengambil uang di celengan, dompet, hingga kantong celana dan tas milik korban.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu set pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi serta uang tunai sebesar Rp400 ribu.

“Pelaku saat ini telah diamankan di Polsek Denpasar Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. RAN