Low Season dan Cuaca Jadi Faktor, Kunjungan Imlek di Tanah Lot Menurun

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata (DTW) Tanah Lot saat libur Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2/2026), tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data pengelola, jumlah wisatawan yang datang pada hari tersebut mencapai 3.142 orang.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kunjungan pada akhir pekan sebelumnya. Pada Minggu (15/2/2026), jumlah pengunjung tercatat 3.364 orang, sedangkan Senin (16/2/2026) sebanyak 3.338 orang.

Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, saat dikonfirmasi Rabu (18/2/2026), membenarkan adanya tren penurunan kunjungan pada momentum Imlek tahun ini. Ia menyebut, pada perayaan Imlek 2025 lalu, jumlah kunjungan sempat menembus kisaran 5.000 wisatawan dalam sehari.

Baca Juga:  Program Tabanan Terang Siap Pasang 6.793 Titik Lampu di Seluruh Kecamatan

“Memang ada penurunan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2025 jumlahnya bisa mencapai sekitar lima ribuan pengunjung,” ujarnya.

Jika dibandingkan secara tahunan, penurunan tersebut tergolong signifikan. Dari sekitar 5.000 pengunjung pada Imlek tahun lalu, kini hanya tercatat 3.142 orang.

Menurut Sanjaya Tampi, sejumlah faktor diduga memengaruhi turunnya angka kunjungan. Di antaranya kebijakan efisiensi di beberapa daerah, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta faktor musiman.

Ia menambahkan, periode saat ini juga bertepatan dengan bulan puasa yang umumnya diikuti perlambatan pergerakan wisatawan domestik. Kondisi tersebut membuat sektor pariwisata memasuki fase low season.

Baca Juga:  Kontingen Tabanan Sabet 128 Medali di Porprov Bali 2025, Atlet dan Pelatih Terima Apresiasi

Selama ini, Tanah Lot dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata Bali yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun pada periode sepi kunjungan, angka wisatawan biasanya berada di kisaran rata-rata.

Data kunjungan 1–17 Februari 2026 menunjukkan rata-rata jumlah wisatawan per hari berada di angka 2.000 hingga 3.000 orang. Kunjungan terendah tercatat pada 6 Februari sebanyak 1.936 orang, sementara tertinggi pada 7 Februari mencapai 3.663 orang.

Fluktuasi tersebut mencerminkan minat wisatawan yang masih dinamis, meski belum menunjukkan lonjakan signifikan sebagaimana pada musim liburan atau high season.

Pengelola DTW Tanah Lot menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat strategi promosi guna menjaga stabilitas kunjungan. Optimalisasi promosi digital serta pengembangan atraksi wisata menjadi fokus utama dalam menghadapi periode low season.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar

Meski terjadi penurunan pada momentum Imlek 2026, pengelola tetap optimistis kunjungan wisatawan akan kembali meningkat pada musim liburan mendatang. Dengan panorama laut, keberadaan pura ikonik di atas batu karang, serta pesona matahari terbenam, Tanah Lot diyakini tetap menjadi magnet wisata di Kabupaten Tabanan.

Ke depan, sinergi antara pengelola, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata diharapkan mampu menjaga pertumbuhan sektor pariwisata agar tetap stabil dan berkelanjutan. (pmc)