Bupati Adi Arnawa Mendem Pedagingan di Pelinggih Meru, Upacara Melaspas Pura Desa dan Puseh Blahkiuh

Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu, di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (17/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Istri Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu, serangkaian upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (17/2/2026).

Rangkaian upacara melaspas dipuput Ida Pedanda Griya Lebah, Abiansemal. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung diwakili anggota DPRD Putu Dendy Astra Wijaya dan I Gusti Ngurah Shaskara, PHDI Badung, Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten, MDA Kecamatan, Camat Abiansemal beserta Tripika Kecamatan, Perbekel, Bendesa Adat, BPD, LPM, Kelian Dinas dan Adat serta krama Desa Blahkiuh.

 

Upacara melaspas digelar, serangkaian telah selesainya perbaikan pelinggih dan sejumlah bangunan di Pura Desa dan Puseh. Untuk tahun 2025, Pemkab Badung telah membantu dana hibah pembangunan tiga pura di Blahkiuh. Diantaranya Pura Desa lan Puseh, Pura Penataran dan Pura Merajapati Gede. Dana hibah fisik yang digelontorkan dari APBD Badung 2025 dengan total Rp 12,9 miliar. Sementara untuk mendukung pelaksanaan upacara melaspas, Bupati mepunia sebesar Rp 100 juta dan DPRD Badung Rp 10 juta.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Sambut Wapres Gibran Dalam Dialog Pariwisata Bali

 

Bupati Adi Arnawa atas nama Pemkab. Badung merasa bersyukur dapat hadir ikut ngrastiti upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Puseh dan Desa Blahkiuh. Upacara ini sangatlah penting sebagai simbol penyucian stana ida bhatara. “Upacara melaspas dan mendem pedagingan sebagai penyucian dan pembersihan bangunan suci secara niskala. Semoga melalui upacara ini semua krama diberikan keselamatan, kedamaian dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” terangnya. Untuk itu Bupati minta kedepan agar keberadaan parahyangan ini tetap dijaga dan dipelihara dengan baik. Tentunya dibutuhkan sinergitas antara pemerintah desa dengan desa adat bersama seluruh masyarakat dengan selalu menjaga rasa sagilik, saguluk, gotong- royong dan meningkatkan sradha dan bhakti kehadapan-Nya.

 

Baca Juga:  Tekankan Profesionalisme dan Integritas ASN, Bupati Adi Arnawa Lantik 234 Pejabat Pemkab Badung

Lebih lanjut, Bupati meminta kepada masyarakat untuk mendukung program Pemkab Badung, terutamanya bersama-sama menangani masalah sampah yang menjadi tantangan luar biasa. Saat ini pemerintah daerah tengah gencar-gencarnya menangani sampah melalui program teba modern, termasuk penanganan sampah di TPS3R yang ada di desa/kelurahan dan TPST di wilayah kecamatan. “Kami minta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Mari bergotong-royong, mulai budayakan pilah sampah, sehingga penanganan sampah tuntas di sumbernya,” terang Bupati.

 

Beliau juga menyampaikan program kebijakan yang telah dilaksanakan untuk masyarakat. Mulai bantuan hari besar keagamaan Rp 2 juta per KK, bantuan umur harapan hidup diatas 75 tahun mendapat Rp 3 juta saat berulang tahun serta bantuan Rp 1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan gangguan jiwa. Mulai 2026 ini akan dilaksanakan pula program beasiswa S1 bagi anak petani, nyoman dan ketut serta anak dari keluarga berpenghasilan Rp 5 juta ke bawah. Dan biaya sekolah gratis, bagi siswa SMA Negeri maupun Swasta yang bersekolah di Badung.

 

Baca Juga:  597 Ogoh-ogoh Dinilai, Badung Bagi Penilaian Tujuh Zona Selama Empat Hari

Bendesa Adat Blahkiuh Gusti Ngurah Made Oka menyampaikan terima kasih atas bantuan bupati badung yang telah membantu hibah perbaikan tiga parahyangan di Desa Blahkiuh dengan total bantuan Rp 12,9 M. Kedepan pihaknya juga tetap memohon dukungan bupati sehingga program pembangunan di Desa Blahkiuh dapat dituntaskan. “Kedepan kami akan selalu mohon dukungan bapak bupati, karena banyak sekali program yang kami laksanakan. Mulai dari karya nyekah massal, perbaikan sejumlah pura hingga rencana karya di Pura Dalem Gede Blahkiuh pada 2028 nanti,” imbuhnya. (rls)