Hadiri Pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon, Wagub Giri Prasta Serahkan Punia Puluhan Juta

upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2025).
upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp23 juta yang diperuntukkan bagi berbagai elemen masyarakat. Rinciannya, masing-masing Rp10 juta untuk sanggar seni, Rp3 juta bagi penari, Rp5 juta untuk kader PKK, serta Rp5 juta untuk anggota Pakis.

“Kita lahir dan besar di Bali yang memiliki budaya sangat kuat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga akar budaya daerah kelahiran kita. Meskipun Bali merupakan destinasi pariwisata dunia, kita tidak boleh melupakan budaya lokal. Jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi,” ujar Giri Prasta.

Ia kembali menegaskan bahwa pembangunan di Buleleng harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh mengorbankan jati diri dan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan utama Bali.

Selain itu, Giri Prasta juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam membangun desa, agar pembangunan memiliki fondasi yang kuat dan selaras dengan kebutuhan warga.

Ia juga mengingatkan agar setiap pembangunan yang dilakukan oleh desa maupun wilayah lain harus disertai prosedur administrasi yang benar dan sesuai aturan sebagai bentuk pertanggungjawaban ke depan.

Hal tersebut disampaikannya mengingat adanya penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Desa Patemon yang digunakan untuk merenovasi wantilan desa, kantor LPD, tembok penyengker, serta pintu gerbang desa.

Sementara itu, Perbekel Desa Patemon, Made Selamat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali.

Ia mengatakan, dana BKK tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, tetapi juga mendukung pelaksanaan upacara melaspas yang memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Patemon.

“Dukungan ini bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga bentuk perhatian terhadap kepentingan adat dan spiritual masyarakat. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh warga Desa Patemon,” ujarnya. (rls)