Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Tabanan Perkuat Desa Tangguh dan Sekolah Aman

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Tabanan Perkuat Desa Tangguh dan Sekolah Aman

TABANAN, PANTAUBALI.COM  – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan memperkuat kesiapsiagaan desa dan satuan pendidikan di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah menggelar Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana sebagai langkah membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Februari 2026, di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan tersebut melibatkan perwakilan desa, kader posyandu, serta tenaga pendidik tingkat SMP dari seluruh Kabupaten Tabanan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri, mengatakan penguatan kapasitas desa dan sekolah menjadi fokus utama pemerintah daerah karena kedua unsur tersebut merupakan garda terdepan dalam penanganan awal ketika terjadi bencana.

Baca Juga:  Ikon Baru Kota Tabanan, Patung Catur Muka Direvitalisasi dengan Desain Lebih Monumental

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan pemerintah desa dan satuan pendidikan memiliki pemahaman, kemampuan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang belakangan cukup sering terjadi,” ujarnya, Jumat (28/2/2026).

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Penilaian Ketangguhan Desa (PKD). Sebanyak 50 perwakilan desa dan 10 kader posyandu dibekali pengetahuan mengenai identifikasi risiko bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga tata kelola kebencanaan berbasis komunitas.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, BPBD Tabanan juga menyerahkan spanduk peringatan cuaca ekstrem kepada masing-masing desa untuk dipasang di lokasi-lokasi strategis.

Sementara pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang diikuti 60 tenaga pendidik SMP. Materi yang diberikan meliputi penyusunan rencana kontinjensi sekolah, simulasi evakuasi, serta penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah.

Menurut Sri Nadha Giri, pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan guru dan warga sekolah dalam mengambil langkah cepat apabila terjadi bencana, sehingga keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik dapat lebih terjamin.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan daerah yang tangguh terhadap bencana, sejalan dengan arahan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang mendorong penguatan kapasitas masyarakat hingga ke tingkat desa dan sekolah.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3x3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

“Harapan kami seluruh desa dan satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan semakin siap menghadapi potensi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin,” pungkasnya. (rls/kmftbn)