Dorong Kreativitas Pemuda, Pemkab Tabanan Gelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III 2026

Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menggelar Festival Ogoh - Ogoh Singasana tahun 2026.

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Tabanan Era Baru. Festival ini bertujuan memberikan apresiasi terhadap kreativitas pemuda dalam melestarikan adat dan tradisi Hindu di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan, festival ini menargetkan karya-karya baru hasil kreasi Sekaa Teruna, yang wajib menggunakan bahan ramah lingkungan tanpa plastik atau styrofoam. Setiap ogoh-ogoh yang ikut lomba harus memiliki tinggi 3–4 meter dan lebar maksimal 4 x 4,5 meter. Tema karya harus sesuai dengan Sastra Agama Hindu, menampilkan wujud Kala (Rudra Rupa), serta bebas dari unsur SARA, pornografi, dan politik.

Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 27 Februari 2026. Proses penilaian dilakukan tim juri melalui kunjungan lapangan dan pantauan media sosial mulai 28 Februari hingga 5 Maret 2026. Sepuluh pemenang dari masing-masing kecamatan akan maju ke tingkat kabupaten dan menerima dukungan dana untuk kepesertaan. “Juara I dari setiap kecamatan wajib mengikuti Festival Singasana III Tingkat Kabupaten,” kata Subagia, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:  Angin Kencang Hantam Desa Senganan, Bale Gong Pura Puseh Ambruk

Puncak festival akan digelar di seputar GWS Tabanan pada 13–15 Maret 2026. Pawai ogoh-ogoh dewasa dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret, pukul 16.00 WITA menuju panggung kehormatan di selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Sedangkan pawai ogoh-ogoh mini untuk tingkat Taman Kanak-Kanak digelar pada pagi harinya pukul 09.00 WITA.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah untuk para pemenang. Juara I berhak menerima Rp50 juta, Juara II Rp40 juta, dan Juara III Rp30 juta. Selain itu, tersedia penghargaan juara harapan dan kategori penyemangat sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap seni budaya lokal. (pmc)