Kebijakan Humanis Bupati Badung, Bantuan Rp1 Juta untuk Disabilitas dan ODGJ Dinilai Tepat Sasaran

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa kembali meluncurkan program bantuan sosial bagi kelompok rentan. Kali ini, bantuan sebesar Rp1 juta diberikan kepada penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) di wilayah Kabupaten Badung.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh warga mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak. Menurutnya, penyandang disabilitas dan ODGJ merupakan bagian dari masyarakat Badung yang memiliki hak yang sama.

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir untuk semua lapisan masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian agar mereka bisa hidup lebih layak dan bermartabat,” ujar Adi Arnawa.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga disertai dengan pendampingan sosial dan pelayanan kesehatan agar penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kuta Selatan. Salah satunya disampaikan oleh Kepala Lingkungan Mumbul, I Nyoman Astawa. Ia menilai program ini sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan.

“Saya mendukung penuh kebijakan ini. Bantuan tersebut tentu meringankan beban penyandang disabilitas dan ODGJ di Badung,” kata Astawa, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, ia berharap agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran serta dilengkapi dengan regulasi yang jelas sehingga implementasinya mudah dan aman bagi semua pihak.

Selain itu, Astawa juga mengapresiasi perhatian Pemkab Badung terhadap kaum lansia melalui program bantuan sosial yang telah berjalan. Ia berharap ke depan nilai bantuan tersebut dapat ditingkatkan.

“Program untuk lansia sudah berjalan baik. Kami berharap nominal bantuannya dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dengan kebijakan ini, Badung diharapkan menjadi contoh dalam pelaksanaan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial. (rls)