Warga di Jatiluwih Kembali Pasang Seng dan Plastik di Area Sawah

Warga kembali pasang seng serta plastik di kawasan Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Jumat (5/12/2025).
Warga kembali pasang seng serta plastik di kawasan Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Jumat (5/12/2025).

PANTAUBALI. COM, TABANAN – Aksi protes para petani serta warga di Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, kembali berlanjut. Pada Jumat (5/12/2025), petani kembali memasang seng di sejumlah titik sawah sebagai bentuk solidaritas sekaligus desakan mereka kepada pemerintah agar segera membuka ruang dialog dan mencari solusi terbaik atas polemik penutupan sejumlah akomodasi wisata warga oleh Pansus TRAP DPRD Bali dan Satpol PP Bali pada Selasa (2/12/2025) lalu.

Pemilik Warung Wayan Jatiluwih, I Wayan Subadra, mengatakan, aksi ini merupakan aksi lanjutan dari pemasangan seng kemarin. Total ada 30 seng kembali dipasang di sekitar Warung Sunari yang sebelumnya ditutup oleh Pansus TRAP. Kemudian, di sepanjang jalan subak sisi selatan warung.

“Masih ada kiriman 65 seng tambahan dan besok akan dipasang lagi. Nanti kami diskusikan titik pemasangannya,” ungkap Subadra.

Baca Juga:  Nilai ITKP 95,24, Tata Kelola Pengadaan Pemkab Tabanan Berpredikat Sangat Baik

Ia menyebut, pemasangan seng kali ini dilakukan oleh sekitar 30 petani serta warga di sekitar Subak Jatiluwih yang usahanya disegel oleh pemerintah. Beberapa bahan seng juga merupakan bantuan dari rekan mereka yang memiliki usaha restoran.

Selain seng, petani dan warga juga memasang plastik sepanjang sekitar 40 meter di sepanjang jalan subak.

“Kegiatan pemasangan kami lakukan antara pukul 09.00 hingga 11.00 Wita,” jelas Subadra.

Subadra menegaskan, aksi ini bukan semata bentuk protes, tetapi upaya mendorong pemerintah agar segera duduk bersama warga agar mencarikan solusi terbaik.

Baca Juga:  Longsor di Banjar Kuwum Ancak, Ibu dan Anak Hilang Terseret Arus Sungai

“Aksi ini kami lanjutkan dengan harapan bisa bertemu aparat pemerintah untuk mencari solusi terbaik. Kami ingin ada aturan baru agar persoalan seperti ini tidak terulang,” jelasnya.

Sementara itu petani lainnya, I Nengah Sridana, mengungkapkan, pemasangan seng juga dilakukan di area Tempek Telabah Gede dan Tempek Telabah Muntig Subak Jatiluwih, dengan jumlah sekitar 45 lembar.

Selain seng, petani turut memasang plastik di pinggir jalan untuk merusak pemandangan sawah di Subak Jatiluwih yang menjadi daya tarik utama wisata.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Tanggap Darurat Dampak Cuaca Ekstrem di Marga

Menurut Sridana, aksi lanjutan ini dilakukan agar pemerintah lebih memperhatikan nasib petani kecil yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana di kawasan pertanian.

“Aksi ini kami lakukan supaya ke depannya usaha kecil seperti kami tidak langsung ditindak. Saya memiliki lahan 10 are, dulunya kandang sapi yang hanya sedikit dimodifikasi, tetapi tetap ikut disegel. Kami ingin pemerintah mendengar suara rakyat, jangan hanya memberi janji,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan I Gede Susila serta Kepala Dinas Pariwisata Tabanan Anak Agung Ngurah Satria Tenaya belum memebrikan tanggapan ketika dimintai keterangan atas aksi lanjutan ini. (ana)