
PANTAUBALI.COM – Umat Hindu akan merayakan beberapa hari suci selama bulan April 2025. Ada yang jatuh setiap bulan, ada juga yang dilaksanakan setiap 210 hari sekali. Ada dua hari suci umat Hindu khususnya di Bali, yaitu Hari Raya Galungan, Kuningan, serta Purnama Kadasa.
Dengan menyimak daftar rahinan suci Hindu di Bali selama April 2025 berikut sebagai pedoman untuk mempersiapkan segala sarana persembahan. Handaknya setiap pelaksanaan rahinan seyogyanya dilakukan dengan rasa tulus ikhlas dan penuh kedamaian.
1. Kajeng Kliwon
Pada April 2025 terdapat dua rahinan Kajeng Kliwon. Pertama jatuh pada Kamis (3/4/2025), Wraspati Kliwon, wuku Warigadean. Sedangkan Kajeng Kliwon kedua jatuh pada Jumat (18/4/2025), Sukra Kliwon, wuku Sungsang.
Kajeng Kliwon merupakan rahinan atau hari suci saat bertemunya Tri Wara (Pasah, Beteng, Kajeng) yaitu Kajeng dan Pancawara (Paing, Pon, Wage, Kliwon, Umanis) yaitu Kliwon.
Saat Kajeng Kliwon, umat Hindu menghaturkan sarana upacara seperti segehan, tipat dampulan, dan canang. Tujuannya untuk menetralisir kekuatan-kekuatan negatif agar masyarakat mendapatkan keselamatan dan kerahayuan.
2. Purnama sasih kadasa
Purnama Kadasa jatuh pada Sabtu (12/4/2025), Saniscara Wage, wuku Julungwangi. April 2024 memasuki sasih kadasa atau bulan kesepuluh dalam kalender Bali. Sasih kadasa dipercaya sebagai bulan yang paling suci di antara 12 sasih yang ada.
Pada Purnama Kadasa, umat Hindu memuja Sang Hyang Surya Amerta. Bertepatan dengan Purnama Kadasa, Pura Penataran Agung Besakih melangsungkan piodalan (upacara) yang disebut dengan upacara Ida Bhatara Turun Kabeh.
Seluruh umat Hindu akan secara bergantian melakukan persembahyangan ke pura terbesar yang ada di Kabupaten Karangasem.
3. Tilem Sasih Kadasa
Dikutip dari Lontar Sundarigama, saat Tilem dipercaya sebagai harinya Dewa Surya beryoga. Pada April 2025, rahina Tilem jatuh pada Minggu (27/4/2025), Redite Wage, wuku Langkir. Tilem pada April 2025 termasuk dalam sasih kadasa.
Sarana upacara yang dipersembahkan lebih sedikit dari pada rahinan Purnama. Umat Hindu mempersembahkan sarana upacara canang dan segehan. Hal ini bertujuan untuk memohon berkah dan anugerah dari Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.
4. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali
Sugihan Jawa dan Sugihan Bali merupakan rahinan yang berkaitan dengan perayaan Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa pada April 2025 ini jatuh pada Kamis (14/4/2025), Wraspati Wage, wuku Sungsang.
Menurut Lontar Sundarigama, rahinan Sugihan Jawa memiliki makna untuk memohon penyucian atau pembersihan alam semesta atau makrokosmos atau dalam Hindu disebut dengan Bhuwana Agung. Pelaksanaan Sugihan Jawa disimbolkan dengan membersihkan rumah, tempat suci, halaman rumah, dan lingkungan sekitarnya.
Sugihan Bali jatuh pada sehari setelah Sugihan Jawa. Pada April 2025, Sugihan Bali jatuh pada Jumat (18/4/2025), Sukra Keliwon, wuku Sungsang.
Saat Sugihan Bali, umat Hindu melakukan prosesi melukat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin. Jawa dan Sugihan Bali bertujuan untuk membersihkan manusia beserta alam agar menjadi bersih dan suci saat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.
5. Penyajaan Galungan
Pada April 2025, Penyajaan Galungan jatuh pada Senin (21/4/2025), Soma Pon, wuku Dungulan. Menurut Lontar Sundarigama, Penyajaan Galungan merupakan hari di mana umat Hindu melakukan pengendalian diri dari kekuatan negatif. Pada Penyajaan Galungan, umat Hindu sudah mempersiapkan sara upacara untuk Hari Raya Galungan seperti penjor, jaja (kue), buah, dan lainnya.
6. Penampahan Galungan
Penampahan Galungan pada April 2025 ini jatuh pada sehari sebelum Hari Raya Galungan, tepatnya pada Selasa (22/4/2025), Anggara Wage, wuku Dungulan.
Umat Hindu melakukan penampahan (pemotongan hewan) babi sebagai simbol untuk menghilangkan kekuatan negatif yang disimbolkan oleh babi. Daging babi ini nantinya sebagian digunakan sebagai sarana upacara, dan sebagian lagi untuk dikonsumsi.
7. Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (23/4/2025), Buda Kliwon, wuku Dungulan. Hari Raya Galungan merupakan simbol kemenangan Dharma atas Adharma. Hari suci ini disambut dengan penuh suka cita dan rasa syukur oleh seluruh umat Hindu.
8. Manis Galungan
Hari Umanis Galungan atau Manis Galungan jatuh pada sehari setelah Hari Raya Galungan, tepatnya pada Kamis (24/4/2025), Wraspati Umanis, wuku Dungulan. Biasanya tidak ada persembahan khusus pada rahinan ini.
Pada saat Manis Galungan, umat Hindu melakukan silaturahmi dengan mengunjungi keluarga atau kerabatnya. Atau mereka akan mengunjungi tempat wisata bersama keluarga.
9. Pemaridan Guru, Ulihan, dan Pemacekan Agung
Pamaridan Guru jatuh pada Sabtu (26/4/2025), Saniscara Pon, wuku Dunggulan. Saat Pemaridan Guru, umat Hindu bersembahyang untuk mengucapkan terima kasih karena telah diberi berkah saat merayakan Hari Raya Galungan.
Berikutnya ada rahinan Ulihan yang jatuh pada Minggu (27/4/2025), Redite Wage, wuku Kuningan atau enam hari sebelum Hari Raya Kuningan. Pada saat Ulihan, umat Hindu melakukan introspeksi diri atau mulat sarira, serta selalu ingat kepada para leluhur yang selalu membimbing dalam kehidupan ini.
Selanjutnya, rahinan Pemacekan Agung jatuh pada Senin (28/4/2025), Soma Kliwon, wuku Kuningan. Pemacekan Agung memiliki makna agar umat Hindu memiliki tekad yang kuat untuk melakukan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa beserta kekuatan suci-Nya. Serta, sebagai simbol pengingat bagi umat Hindu tentang kemenangan Dharma melawan Adharma. (ana)