PANTAUBALI.COM – Beraktivitas langsung di alam terkadang banyak kendala yang kita temui, salah satunya terkena ulat bulu.
Hal ini tentu saja menjengkelkan, karena efeknya bisa menimbulkan gatal hingga benjolan-benjolan kecil di bagian yang terkena, bahkan dapat menyebar.
Dilansir dari laman halodoc, untuk mengurangi efek samping terkena ulat bulu, kalian dapat lakukan delapan tips ini sebagai penanggulangannya.
1. Tidak menggaruk bagian yang gatal
Rasa gatal yang ditimbulkan memang tak kuasa ingin untuk menggaruknya, namun ternyata menggaruk saat terkena ulat bulu dapat menyebabkan infeksi pada kulit.
2. Hilangkan bulu yang menempel pada kulit
Jika terkena bulu dari ulat bulu, kalian dapat menyingkirkannya dengan segera, dapat menggunakan sarung tangan, atau apapun untuk melapisi tangan kalian, sebelum bulu menyebar lebih luas.
3. Mencuci dengan air hangat
Setelah bulu di singkirkan, segeralah untuk mencuci bagian tubuh dengan sabun dan air hangat, hal ini dapat menghilangkan racun yang tersisa.
4. Usap dengan garam
Mengusapkan garam selama lima menit di bagian tubuh yang terkena ulat bulu, dapat membantu menghilangkan bulu dan racun sisa pencucian dengan sabun.
5. Minyak kelapa dan es batu
Minyak kelapa murni dan kompres dingin juga dapat mengurangi rasa perih, nyeri dan pembengkakan. Namun, jika tidak mereda segera lakukan pemeriksaan medis guna mencegah reaksi alergi serius.
6. Menggunakan kunyit
Kunyit memiliki sifat antiinfeksi yang dapat membuat luka lebih cepat kering. Dengan sifatnya itu, gatal atau infeksi pada bagian yang terkena ulat bulu dapat diredakan.
Dengan cara, membersihkan dan memarut kunyit, lalu balurkan pada bagian tubuh yang terkena ulat bulu, diamkan beberapa menit lalu bilas
7. Soda kue
Selain untuk memasak, soda kue juga dapat meredakan dan mencegah penyebaran gatal akibat ulat bulu, dengan cara, campurkan satu hingga dua sendok makan air hangat dengan satu sendok makan soda kue, dan oleskan ke bagian kulit yang terasa gatal.
8. Menggunakan salep
Cara terakhir yang dapat digunakan adalah menggunakan salep hidrokortison atau antihistamin, Jika cara sebelumnya tidak memberikan hasil yang optimal, serta dapat berkonsultasi medis guna penanganan yang lebih tepat.