Stok Pupuk Subsidi di Kabupaten Tabanan Dipastikan Aman

Area persawahan di Kabupaten Tabanan.
Area persawahan di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan memastikan stok pupuk bersubdi di Tabanan aman hingga akhir tahun 2023. Khususnya pupuk subsidi jenis Urea.

Berdasarkan data yang diberikan, dari Januari hingga Oktober 2023 kebutuhan hanya sebesar 5.052.732 kilogram atau 52,34 persen dari total alokasi 9.653.844 kilogram.

Kemudian, realisasi pupuk subsidi jenis NPK untuk periode yang sama sebesar 4.436.757 kilogram atau 52,86 persen dari total alokasi sebesar 8.394.163 kilogram. Realisasi pupuk bersubsidi jenis NPK Formula Khusus sebesar 26.050 kilogram atau 7,36 persen dari total alokasi sebesar 353.998 kilogram.

Baca Juga:  Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Ni Nyoman Ria Wati mengatakan, wilayah dengan serapan pupuk paling tinggi adalah Kecamatan Penebel. Realisasi mencapai 1.194.350 kilogram untuk jenis Urea dan jenis NPK sebesar 940.600.

“November dan Desember ini petani full untuk tanam padi, mudah-mudahan juga bisa mengcover dengan pengamparah pupuk melalui RDKK di Januari,” ujarnya, Kamis (16/11/2023)

Baca Juga:  Curi Motor Scoopy di Desa Tiying Gading, Pelaku Tinggalkan Sepeda Polygon

Dia menjelaskan, sejumlah sentra produksi mengalami tunda tanam hingga belum bisa menanam akibat dampak dari kemarau panjang sebelumnya. Sehingga stok pupuk bersubsidi mencukupi jelang akhir tahun ini. Bahkan berpotensi sisa.

“Ini masih banyak karena memang serapan atau realisasi pada awal hingga pertengahan tahun sedikit,” jelasnya.

Menurut dia, tunda tanam padi ini juga disebabkan karena perbaikan irigasi sekunder yang berdampak pada kebutuhan pengairan pertanian padi. Sejumlah subak di Kabupaten Tabanan yang kini tengah bersiap untuk melakukan penanaman padi diantaranya, Subak Anyar Surabrata dengan luasan mencapai 80 hektar, Subak Periyukti seluas 21 hektar, Subak Sakeh 11 hektar, Subak Manik Menuh Tempek Teba seluas 12 Hektar.

Kemudian, Kecamatan Selemadeg mulai tanam seluas 30 hektar, Kecamatan Kerambitan 237 hektar, Kecamatan Tabanan 31 hektar, dan Kecamatan Marga 306 hektar. “Jadi sudah mulai ancang-ancang untuk penanaman,” imbuhnya. (ana)