
PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melaksanakan Rapat Koordinasi High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Badung (HLM-TPID) yang dilanjutkan dengan penyerahan Penghargaan kepada Kabupaten Badung yang terpilih sebagai Nominasi TPID Kab/Kota Berprestasi Kawasan Jawa-Bali bertempat di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, Selasa (26/9/2023).
Wabup Suiasa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung bersama jajaran TPID melaksanakan rapat High Level Meeting (HLM), yang telah dilakukan dalam waktu tiga bulan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap kondisi-kondisi ekonomi makro dan mikro di Kabupaten Badung, yang berdampak pada inflasi di daerah itu sendiri.
“Astungkara kita di Badung, dari sisi pertumbuhan ekonomi, maupun pengendalian inflasi, kita cukup baik, bahkan mencapai diatas target dari apa yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Badung tidak lepas dari pengaruh kondisi global, seperti masalah geopolitik secara global, maupun krisis energi dan pangan.
“Secara prinsip dari pertumbuhan ekonomi kita masih dalam kondisi yang baik, walaupun terjadi hambatan, dari segi inflasi, kita dapat mengendalikan dengan baik,“ jelasnya.
Lebih lanjut Wabup Suiasa menjelaskan, Kabupaten Badung sudah dilakukannya persiapan secara sungguh-sungguh di tahun 2024. Badung juga dijadikan percontohan Daerah TPID Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara mandiri.
”Kita di Badung akan dijadikan daerah IHK, secara mandiri di tahun 2024. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan secara matang, dalam rangka menyiapkan upaya strategis kita, terutama kita membangun sinergitas dengan para komponen-komponen yang diajak secara bersama-sama dalam penanganan inflasi,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan IB. Gede Arjana menjelaskan TPID Kab/Kota se-Provinsi Bali dibentuk secara serentak pada tanggal 11 Februari 2015.
Pembentukan TPID Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali ini dikoordinir oleh TPID Provinsi Bali atas nama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
“Tugas TPID Kabupaten Badung adalah menjaga kestabilan harga komponen bergejolak (volatile food) dan mendukung kestabilan harga komponen administered price komponen inflasi inti (core inflation). Berkenaan dengan evaluasi terdapat sembilan komoditas kebutuhan pokok dengan harga paling sering bergejolak yakni beras, cabai merah besar, bawang merah, telur ayam, daging ayam, sapi, babi dan ikan tongkol,” jelasnya.
Berkenaan dengan harga beras yang mengalami peningkatan sejak pertengahan bulan Agustus 2023. Upaya yang dilakukan adalah melakukan pemantauan ke distributor dan usaha penyosohan beras, serta mendorong Perumda Pasar dan Pangan MGS untuk meningkatkan kerja sama dengan petani dan usaha penyosoh beras agar mengoptimalkan pembelian gabah petani Badung. (rls)