- Advertisement -
Beranda blog Halaman 999

Bupati Suwirta tinjau stok Gabah dan Beras yang ada di Kabupaten Klungkung

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa melaksanakan peninjauan terhadap stok beras dan gabah yang ada di Kabupaten Klungkung pada kamis (9/04/2020).

Peninjuan dilakukan di tiga Koperasi yakni Koperasi KUD Artha Wiguna Desa Gelgel, KUD Jaya Werdi Desa Takmung, dan KUD Panca Satya Desa Dawan. Dalam hasil peninjuannya, untuk KUD Artha Wiguna Desa Gelgel memiliki stok beras berjumlah 15 ton, dan gabah berjumlah 8,9 ton. Untuk KUD Jaya Werdi Takmung memiliki stok gabah 60 ton, dan stok beras berjumlah kurang lebih 10 ton dan untuk KUD Panca Satya Dawan memiliki Stok beras 5,42 ton sedangkan untuk Stok gabah 19,2 ton.

Perwakilan dari ketiga KUD tersebut, Manager KUD Panca Satya I Nengah Sujana menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah daerah apabila diperlukan,  terkait dengan penyediaan stok beras bagi masyarakat Klungkung.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan bahwa tujuannya melakukan peninjauan stok beras dan gabah adalah dalam rangka mempersiapkan kebutuhan pangan menghadapi dampak yang kemungkinan ditimbulkan oleh Virus Corona (COVID-19).

“Walaupun Sosial distancing diberlakukan terkait Produksi dan pola tanam harus tetap berjalan dan dijaga. Sehingga apabila masyarakat Klungkung memerlukan beras, Kabupaten Klungkung tidak akan kekurangan beras”, ujar Bupati Suwirta

Bupati Suwirta mengharapkan KUD di kabupaten Klungkung untuk ikut berperan aktif secara maksimal dalam mengambil dan memberikan harga gabah terbaik kepada petani, menyiapkan serta memberikan harga  beras terbaik bagi untuk masyarakat Klungkung, melalui program inovasi Beli Mahal Jual Murah (BIMA JUARA)”, ujar Bupati Suwirta. (Humasklk/Cok).

Bupati Suwirta Mengharapkan Para Dermawan dan Donatur Bersedia Membantu Tenaga Medis Dengan APD 

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyerahkan Bantuan peralatan kesehatan kepada Direktur RSUD Nyoman Kesuma bertempat RSUD Kabupaten Klungkung pada Kamis (9/4/2020). 

Bantuan tersebut terdiri dari Masker sebanyak 1.500, baju APD 100 buah dan penutup kepala sebanyak 1.000 buah yang  berasal dari donasi yang dilakukan oleh masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Klungkung atas dasar keinginan untuk ikut serta dalam membantu para medis dalam melakukan penanganan virus Corona (COVID-19) di rumah sakit.

Direktur RSUD Klungkung nyoman Kesuma menyatakan mengucapkan terimakasih terkait bantuan dari masyarakat dan ASN di Lingkungan Pemkab Klungkung. bantuan ini akan sangat membantu bagi para medis dalam melakukan penanganan virus Corona dan membantu mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat dan ASN di lingkungan pemkab Klungkung. hal ini dikarenakan apabila para medis di RSUD Klungkung hanya mengandalkan APD yang ada saat ini, maka para tenaga akan kekurangan APD untuk melayani pasien-pasien, dimana dari pasien tersebut bisa terjadi kemungkinan indikasi bersentuhan dengan pasien ODP maupun PDP.

“mudah-mudahan dengan bantuan yang diberikan ini dapat membantu para tenaga medis di RSUD Klungkung dalam melakukan pelayanan kesehatan” ujar Bupati Suwirta.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengharapkan para dermawan dan donatur untuk bersedia dalam membantu tenaga medis dengan melengkapi tenaga medis dengan APD, karena ketika di rumah sakit tenaga medis  merupakan garda terdepan dalam melawan Virus Corona, jangan sampai garda terdepan di rumah sakit terpapar virus Corona (COVID-19) akibat kekurangan APD.

Widana selaku salah satu perwakilan donatur menyatakan mudah -mudahan dengan bantuan yang diberikan ini, dapat membantu pencegahan Virus Corona. (humasklk/Cok).

Antisipasi Krisis Pangan, Dampak Covid-19 Bupati Eka Gandeng Forkompinda Kabupaten Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Guna mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk akibat wabah covid-19 utamanya terkait masalah pangan, Bupati Tabanan menggandeng Forkompinda Kabupaten Tabanan agar selalu bahu-membahu membangun koordinasi. Terkait stok pangan di Kabupaten Tabanan, Bupati Eka mengungkapkan bahwa stok pangan, yakni beras di Kabupaten Tabanan diprediksi mencukupi untuk 6-8 bulan kedepan.

Namun hal itu dikatakannya tidak menjamin stok pangan di Kabupaten Tabanan aman apabila masyarakat, khususnya petani di Tabanan tidak melakukan produksi di sektor pangan. Menurutnya saat ini sektor pertanian harus terus didorong untuk melakukan produksi.

“Makanya untuk sektor pertanian harus tetap didorong. Kalau mereka tidak berproduksi dan hanya dikonsumsi saja, kita nantinya akan kehabisan juga,” tegas Bupati Eka dalam rapat bersama Forkompinda Tabanan melalui video conference, Kamis (9/4).

Disamping mendorong petani agar tetap melakukan produksi pangan, Bupati Eka juga mengajak seluruh Forkompinda untuk selalu bekerjasama memantau stok pangan dan kelengkapan alat kesehatan bagi masyarakat Tabanan, sehingga mampu mengantisipasi kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh krisis covid-19.

Karena menurutnya keselamatan masyarakat adalah hal yang terpenting. Apabila masyarakat, khususnya petani tidak sehat maka produksi pangan akan hancur. Untuk itu, Bupati Eka mengajak seluruh masyarakat, khususunya di Tabanan agar selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat agar terhindar dari wabah covid-19.

“Kita juga harus tingkatkan kerjasama kita dengan Bulog, karena disana ada beras cadangan. Ini juga sudah kita ajukan, pertama untuk peternak babi yang kena musibah kemarin juga untuk mereka yang kena PHK sekarang dan ini sudah kita detailkan,” ungkap Bupati Eka.

Untuk memaksimalkan segala kebijakan yang akan diterapkan di Kabupaten Tabanan, Bupati Eka meminta tanggapan dan masukan dari seluruh Forkompinda. Mengingat masih ada banyak hal yang perlu dicarikan solusi untuk masyarakat, seperti susahnya mendapatkan Alat Pelindung Diri seperti masker dan hand sanitizer serta APD lainnya.

Sementara Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar  menyampaikan terkait arus mudik Lebaran pihaknya melarang seluruh anggotanya untuk melakukan kegiatan mudik sesuai dengan Instruksi Kapolri

“Sebagai langkah nyata dari Kepolisian untuk mengurangi penyebaran Covid-19, kami dari kepolisian melarang seluruh anggota untuk melaksanakan mudik. Mudah-mudahan hal ini juga bisa ditiru oleh warga kita yang lainnya, ” tandasnya. @humastabanan

Video Conference Kedua dengan Mendagri Membahas Tentang Realokasi Anggaran

 

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait pandemi covid-19 yang saat ini tengah melanda Dunia termasuk Indonesia, Mendagri Tito Karnavian mrnginstruksikan kepada seluruh Pemerintah Daerah mengambil langkah antisipasi dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

Hal itu Ia sampaikan dalam video conference kedua yang dilakukan secara langsung bersama Kepala Daerah se-Idonesia. Pada kesempatan ini Bupati Tabanan yang diwakili oleh Sekda I Gede Susila, didampingi As III, Inspektur dan Kepala Bakeuda Tabanan, turut mengikuti video conference melalui Tabanan Command Center, Rabu (8/4).

“Jangan ragu-ragu untuk melakukan realokasi, sisir kegiatan-kegiatan yang tidak penting yang bisa digunakan untuk krisis ini dan kemudia niat baik,” ungkap Mendagri Tito Karnavian saat video conference.

Jelas Tito, niat baik sangat diperlukan dalam realokasi anggaran atau penyisiran anggaran untuk penanggulangan penyebaran covid-19 ini. Dengan niat baik, maka tidak akan ada unsur pidana dan anggaran tersebut bisa digunakan secara tepat.

“Kita semua bekerja, sama-sama, Pusat dan Daerah menghadapi krisis Nasional ini. Semoga Allah Subhanuhu Wa Ta’ala/Tuhan Yang Maha Esa, memberikan yang terbaik bagi kita semua, bagi bangsa ini,” harapnya.

Atas instruksi dari Mendagri, Sekda I Gede Susila akan segera menjajaki dan membicarakan tentang penyisiran anggaran tersebut dengan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan guna penanggulangan penyebaran covid-19 ini. @humastabana

Ini Perkembangan KUPVA BB di Tengah COVID-19 di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Merebaknya pandemi covid-19 di Indonesia, tentu saja berimbas ke beberapa sektor, termasuk pariwisata. Tak pelak, Bali yang sebagian besar perekonomiannya bertumpu pada sektor pariwisata juga terkena dampaknya. Sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, semua negara menerapkan kebijakan pembatasan wilayah serta pembatasan aktifitas ekonomi dan sosial.

Hal ini mengakibatkan penurunan kunjungan wisman di Provinsi Bali sedalam 31,19% pada Februari 2020 (mtm) dan diyakini akan turun lebih dalam pada Maret 2020.Bahwa Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) pun mengalami imbas dari menurunnya kunjungan wisman tersebut.Berdasarkan data per 31 Maret 2020, jaringan KUPVA BB yang beroperasional di Bali sebanyak 636 kantor, terdiri dari 129 Kantor Pusat dan 507 Kantor Cabang. Secara spasial, 67% jaringan kantor KUPVA BB berada di Kabupaten Badung yang merupakan pusat pariwisata Provinsi Bali, itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho,Kamis,(9/4) ,di Renon,Denpasar.

“Transaksi jual beli valuta asing melalui KUPVA BB pada Februari 2020 sebesar Rp2,75 Triliun. Terjadi penurunan sebesar Rp486,8 miliar (15,32%) jika dibandingkan dengan transaksi jual beli bulan sebelumnya sebesar Rp3,24 triliun. Kami memperkirakan nominal transaksi akan mengalami penurunan yang dalam mulai bulan Maret ini. Penurunan nominal transaksi ini seiring dengan meluasnya COVID-19 yang telah menjadi pandemi global,” paparnya.

Bahwa KUPVA BB turut melakukan penyesuaian jam operasional. Sebanyak 36 Kantor Pusat dan 64 Kantor Cabang atau sekitar 16% mengurangi jam operasional menjadi 1 shift atau hanya beroperasi setengah hari. Selain itu, sebanyak 42 Kantor Pusat dan 218 Kantor Cabang atau sekitar 41% menerapkan kebijakan tutup sementara. Lokasi kantor yang ditutup didominasi oleh jaringan kantor yang berada Daerah Tujuan Wisata (DTW), khususnya di Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata Provinsi Bali.

“Langkah pengurangan jam operasional dan penutupan sementara dilakukan selain dalam rangka mendukung kebijakan social distancing, juga dilakukan untuk efisiensi biaya operasional oleh pihak penyelenggara KUPVA BB,” ujarnya.

Dari sisi pengawasan, bahwa KPwBI Provinsi Bali akan berfokus pada peningkatan pemahaman pengelolaan KUPVA BB secara lebih baik. Antara lain, dengan pemberian pelatihan secara online terkait ketentuan terbaru, pelaporan, dan pengelolaan KUPVA BB secara baik dan benar serta evaluasi pengembangan mekanisme transaksi jual beli valas secara digital. Hal ini ditujukan untuk memberikan pilihan metode transaksi guna meningkatkan kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara KUPVA BB, APVA, serta stakeholders terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap keberlangsungan bisnis KUPVA BB di Provinsi Bali, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh di kemudian hari untuk mengembalikan iklim bisnis KUPVA BB pasca COVID-19,” pungkasnya.

Polda Bali Bagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer di Pasar Tradisional

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Personel Polda Bali yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Agung-2020 terlihat membagikan masker, hand sanitizer dan helm kepada pengunjung Pasar Kreneng, Denpasar, Kamis (9/4).

Dalam kegiatan tersebut melibatkan juga TNI, Dishub dan petugas Pasar tradisional Kreneng, Kota Denpasar.

Para Polwan keliling Pasar membagikan 500 masker, 500 botol hand sanitizer, serta membagikan brosur sekaligus mensosialisasikan penanganan Covid-19 yang benar. Selain itu, polisi juga terlihat membagikan puluhan helm kepada petugas kebersihan.
Operasi Keselamatan Agung dalam rangka menekan perkembangan Covid-19 dan menciptakan Kamseltibcarlantas dilaksanakan serentak di Indonesia selama 14 hari dari tanggal 6-19 April mendatang

Hal ini merupakan salah satu upaya Polri untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam hal kemanusiaan terkait pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Polisi memberikan edukasi dan mensosialisasikan penanganan Covid-19 kepada masyarakat sehingga penyebaran virus dapat dicegah dan semakin tidak meluas itu disampaikan, Kasat PJR Ditlantas Polda Bali, AKBP Leo Defretes, selaku Kasatgas Preventif disela kegiatan tersebut.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Bali, mari kita menjaga kesehatan diri kita sendiri dengan menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, menerapkan pola hidup sehat serta ikuti imbauan dan anjuran pemerintah untuk tidak bepergian atau keluar rumah kecuali ada kegiatan yang sangat penting,” jelasnya.
Dalam kegiatan itu salah satu pengunjung pasar teradisional Isnaini (37) asal Banyuwangi, Jawa Timur mengapresiasi apa yang dilakukan Polda Bali dalam membantu masyarakat menekan penyebaran virus Corona.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena sangat membantu masyarakat kecil seperti saya ini,”ucapnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Kreneng ini mengaku sangat resah dengan pandemi Covid-19. Ia mengaku was-was bekerja dan takut terpapar virus. Ia bersama keluarga memutuskan untuk tidak mudik tahun ini karena mengikuti imbauan pemerintah dan kepolisian.

“Mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir, sehingga kami sebagai masyarakat kecil bisa kembali bekerja dengan nyaman seperti sebelumnya,”tutupnya.

Ini Penjelasan Gubenur Bali Terkait Covid-19 di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang juga bertindak sebagai Ketua Gugus Tugas Pelaksana Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Rabu,(8/4) petang di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Menyampaikan perkembangan dan himbauan terbaru dan upaya penanganan terbaru yang dilakukan Pemprov Bali terkait pasien Virus Corona sampai saat ini (Rabu,(8/4) jumlah PDP sebanyak 215 orang, jumlah pasien positif sebanyak 49 orang yaitu 7 orang WNA dan 42 orang WNI bertambah 6 orang WNI dari kemarin (Selasa,7/4),jumlah pasien positif WNI sebanyak 42 orang terdiri dari,jumlah pasien positif Domisili Bali sebanyak 27 orang bertambah 1 orang dari kemarin,Jumlah pasien positif Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 15 orang, bertambah 5 orang dari kemarin,jumlah pasien meninggal WNA sebanyak 2 orang, jumlah pasien positif yang sembuh sebanyak 19 orang 4 orang WNA dan 15 orang WNI dan jumlah pasien yang dirawat sebanyak 28 orang 1 orang WNA dan 27 orang WNI.

“Kecenderungan pasien positif dari PMI terus bertambah, kebanyakan WNI atau warga Bali yang bekerja di Amerika dan Italia. Harus kita terima, karena mereka adalah warga kita, sudah kewajiban Pemprov Bali,” jelasnya.

Warga Bali yang menjadi PMI atau Anak Buah Kapal (ABK) diperkirakan mencapai lebih dari 20.000 orang.Sejak 29 Maret sampai 7 April 2020 sudah dipulangkan sebanyak 6.174 orang.Nanti malam akan pulang dari Amerika sebanyak 601 orang.Setiap hari ada yang pulang dari berbagai negara.

“Kebijakan kita di Bali, semuanya harus mengikuti Rapid Test. Agar diketahui kondisinya.Yang negatif boleh pulang tetapi harus mengikuti Karantina mandiri di rumah dengan disiplin, dan diawasi oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat,”ujarnya.

Dia memmohon agar masyarakat di desa bisa menerima kepulangan warganya itu, tapi harus diawasi ketat.Yang positif harus dikarantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemprov Bali atau langsung dibawa ke Rumah Sakit Rujukan.

“Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan tempat karantina bagi warga Bali yang menjadi PMI atau ABK, kapasitas 1.012 tempat tidur, bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, dan Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan (cadangan),”paparnya.

Tempat yang dipakai Karantina tersebut merupakan fasilitas pendidikan bagi para pegawai dan pejabat struktural. Dengan fasilitas yang memadai berupa kamar tidur, tempat tidur, dan dilengkapi AC. Juga telah diberi fasilitas makanan dan minuman dengan kualitas baik secara gratis yang biasa disiapkan oleh katering, atas biaya dari Pemprov Bali. Sembari Dia menambahkan, dalam pencegahan Covid-19 juga disiapkan petugas medis serta aparat keamanan. (

DPD Golkar Bali,Gelontorkan Ribuan APD Kesuluruh Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam upaya menangulangi dan memperkecil dapak wabah Covid-19 ditengah masyarakat Bali khususnya, maka DPD Golkar Bali kembali beraksi melakukan aksi sosial seperti dilakukan, Rabu,(8/4) di Denpasar dengan menyerahkan ribuan APD ke perwakilan DPD Golkar Kabupaten dan Kota se Bali untuk selanjutnya akan diserahkan ke Puskesmas di Kabupaten dan Kota terutama bagi Puskesmas yang benar-benar membutuhkan.

Khususnya bagi tenaga medis bertugas di Puskesmas agar tetap terjaga keseatannya dalam melayani masyarakat. Mengingat Puskesmas merupakan ujung tombak pelayaan kesehatan masyarakat.

“Khusus untuk APD ini diberikan kepada Puskesmas di Kabupaten, karena Puskesmas jika dilihat di Rumaha sakit umum Pemerintah telah banyak bisa mendatangkan APD,” jelas Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Rabu,(8/4) di Denpasar.

Tahap pertama ini akan diberikan kepada Puskesmas, tentunya bagi puskemas yang benar-benar sangat membutuhkan. Sehinga ujung tombak pelayaan kepada masyarakat ini, khususnya tenaga medisnya dapat tetap terjaga juga tingkat kesehatanya dalam melayani masyarakat.

“Selanjutnya kami juga akan melakukan pembagiam masker diseluruh Bali dan akan ditindak lanjuti oleh para fraksi sehinga gerakan ini akan terus berlanjut,” ujarnya.
Semua yang dilakukan tentu dalam rangka secara tulus iklas membantu meringankan Pemerintah dan masyarakat dan tentu kami sadar betul tidak mungkin menyelesaikan masalah ini.Akan tetapi bentuk partisipasi ini menjadi sebuah motifasi bagi kita bersama menunjukan kersamaan ketika kita ada masalah.

Selanjutnya dalam waktu dan kesempatan yang sama Korwil Bali Nusra DPP Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih menyampaikan, Dalam rangka menangani Covid-19 semoga semangat ini dapat terus dapat digelorakan, karena iniah merupakan kerja-kerja Politik ada berupa pemberdayaan, edukasi, mengungkapkan ide-ide baru memberikan responsif kapada kebijakan-kebijakan termasuk juga kerja-kerja sosial. Kerja-kerja sosial telah dilakukan dengan baik dengan sangat responsif sebelum adanya petunjuk-pentunjuk dari pusat.

“Tentu ini sangat membangakan bagi saya karena sangat responsif saudara-saudara dalam melakukan kerja-kerja politik salah satunya adalah kerja sosial,”
Ini harus terus digelorakan kebawah dan tetap mengedukasi masyarakat.

“Saya berharap kepada Ketua-ketua Kabupaten Kota agar tetap bersemangat dan mudah-mudahan kita dapat menangulangi wabah ini,memperkecil dapak dari wabah Covid-19 di Bali. Tentunya dengan doa, kerja dan harapan kita bersama dan saya menyakini dapat kita lalui secara bersama-sama,” harapnya.

Sekda I Gede Susila Video Conference dengan Kemendagri Bahas Corona

 

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait pandemi covid-19 yang saat ini tengah melanda Dunia termasuk Indonesia, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan agar Kepala Daerah baik itu Provinsi maupun Kabupaten/Kota dapat melakukan kebijakan dalam percepatan penanganan covid-19.

Hal itu Ia sampaikan dalam video conference yang dilakukan secara langsung bersama Kepala Daerah se-Idonesia. Pada kesempatan ini Bupati Tabanan yang diwakili oleh Sekda I Gede Susila, turut mengikuti video conference melalui Tabanan Comman Center, Selasa (7/4).

Mendagri Tito menjelaskan pelaksanaan video conference ini merupakan upaya untuk mensinkronkan antara Pusat dan Daerah berkaitan dengan krisis covid-19 sekaligus dari Kemendagri berusaha menampung aspirasi dari rekan-rekan kewilayahan berkaitan dengan kesiapsediaan sarana prasarana kesehatan, termasuk ke ketahanan pangan.

Mengingat bahwa krisis Covid-19 ini adalah krisis globlal serta pandemi terluas dalam sejarah umat manusia yang berakibat pada krisis pangan terluas, Mendagri Tito menghimbau agar semua Kepala Daerah melakukan langkah percepatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus ini. “Kita belum pernah mengalami krisis hampir semua provinsi terpapar. Hampir semua terpapar,” ujarnya.

Dikatakannya untuk menghadapi krisis ini, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah untuk mempercepat pemutusan mata rantai virus ini, termasuk stabilitas publik dan ekonomi.. Ia juga menjelaskan virus ini mempunyai kelebihan yang sangat cepat dalam penyebaran dan mempunyai suatu kelemahan, yakni suhu yang panas dan rutin melakukan langkah PHBS, serta sosial distancing.

Untuk itu diperlukan kesiapsediaan semua Pemerintah Daerah dalam mempersiapkan sarana dan prasarana kesehatan serta sosialisasi pola hidup sehat di kalangan masyarakat serta jaga jarak jangan sampai ada kegiatan yang menimbulkan keramaian. Kemudian dijelaskannya, Bapak Presiden juga telah banyak memberikan arahan-arahan, sehingga daerah mempunyai gambaran dalam menerapkan kebijakan di daerahnya masing-masing sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Pusat tentu tidak bisa bekerja sendiri apalagi dengan sistem otonomi daerah, sehingga separuh APBN itu ditransfer ke daerah dan daerah juga memiliki PAD. Dengan begitu, dalam penanganan covid-19 ini perlu mobilisasi nasional, yaitu kerjasama pusat dan daerah,” tegas Mendagri Tito.

Lebih lanjut Ia menyampaikan setiap daerah diharapkan dapat menjaga daerahnya masing-masing, termasuk mencukupi hal-hal dasar masyarakat, seperti sarana prasarana kesehatan dan ketersediaan pangan. Hal ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi terjadinya pelonjakan penularan, sehingga daerah tidak kesulitan berkaitan dengan sarana prasarana kesehatan dan ketahanan pangan.

Turut hadir dalam video conference yang dipimpin oleh Mendagri tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Syahrul Yasir Limpo, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. @humastabanan

Bupati Suwirta Pantau Ravid Tes di Gor Swecapura

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memantau langsung proses rapid tes terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. Senin (6/4).

Dalam pantauannya Bupati Suwirta mengatakan, upaya pencehagan penyebaran Virus Corona terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama protokol Kesehatan Klungkung melakukan ravid tes terhadap ODP untuk meminimalisir kontak dengan yang lainnya.

“Langkah ini terus kita lakukan sebagai langkah pencegahan awal, agar semua orang ini bisa diberikan penanganan sejak awal, agar tidak menimbulkan dampak lebih parah. Jikalau ada yang positif akan segera diisolasi di RSUD Klungkung,” Ujar Bupati Suwirta

Pihaknya juga menambahkan jangan membuat kegaduhan dimasyarakat, sehingga tidak ada berita yang simpang siur dan jangan menjastis warga kita yang pulang dari luar ngeri yang sudah susah mencari nafkah. Dalam situasi seperti ini mari kita hadapi bersama dan ikuti arahan pemerintah.