- Advertisement -
Beranda blog Halaman 991

Lakukan 3000 Lebih Rapid Test di Gilimanuk, 11 orang Terindikasi Positif

 

JEMBRANA – Pantaubali.com – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana , dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan , sampai selasa , 28 April 2020 , Pemkab Jembrana sudah melakukan lebih dari 3000 test rapid corona kepada warga yang masuk Gilimanuk. Kebijakan rapid test di Gilimanuk sesuai dengan istruksi pemerintah provinsi Bali , untuk mendeteksi secara dini sekaligus memutus penyebaran corona masuk Bali , terutama dari warga yang datang dari zona merah di pulau Jawa.

“Sebanyak tiga ribu lebih (rapid test) yang sudah kami lakukan , hasilnya terindikasi positif sebanyak 11 orang . Selanjutnya, khusus mereka yang dirujuk ke RSU Negara , akan kita tindak lanjuti dengan metode PCR,”, “ kata Arisantha dalam keterangan tertulis, selasa , 28 April 2020.
Dari 11 orang yang terindikasi positif itu, tiga orang merupakan warga Jembrana asal Kecamatan Melaya, langsung dirujuk ke RSU Negara.

Sedangkan tiga orang warga berdomisili di Kabupaten Gianyar dan Denpasar sudah di rujuk ke RSU Sanglah . Sedangkan lima sisanya merupakan warga Jawa Timur dan Jawa Tengah . Sesuai protap yang dikeluarkan Pemprov Bali, kelimanya langsung dipulangkan kedaerah asal.

“ Rapid test di Gilimanuk merupakan salah satu langkah pencegahan yang diambil pihak gugus, sinergi antara kabupaten dan provinsi . Setiap hari kami lakukan bagi warga yang berasal atau datang dari zona merah serta yang warga yang masuk mellaui pelabuhan Gilimanuk dengan suhu tubuh tinggi , ”jelasnya.

Sedangkan untuk pemenuhan alat rapid test semuanya diberikan oleh dinas kesehatan Provinsi. “ Rata-rata setiap hari di Gilimanuk ada 250 orang yang menjalani rapid test, “ tambahnya.

Terkait perkembangan Covid-19 di Jembrana , dari data yang dihimpun gugus tugas, selasa ( 28/4) terjadi penambahan jumlah PDP menjadi 27 orang . Penambahan 2 PDP dari hasil rapid test di Gilimanuk dan PMI yang karantina mandiri. Dua-duanya asal kecamatan Melaya.

Untuk total pasien positif covid 19 di Jembrana sebanyak 11 orang, 5 diantaranya sudah sembuh. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan sebanyak 161 orang . 134 orang diantaranya sudah sembuh atau selesai dalam pemantauan. ( abhi/humas Jembrana )

Pelajar SD di Sudaji Meninggal Karena Demam Berdarah

 

SINGARAJA – Pantaubali.com – Seorang pelajar Komang Sri Wahyuni (12) asal Banjar Dukuh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Gadis belia masih duduk di kelas VI SD Negeri 2 Sudaji meninggal, setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari di ruang ICU RSUD Buleleng,

Sri merupakan putri ketiga dari empat bersaudara pasangan suami istri (pasutri) Gede Edi Arta (45) dan istri Ketut Sariasih (42). Sri meninggal dunia pada Minggu (26/4) sekitar pukul 18.20 malam.

Pantauan, tidak banyak pelayat yang datang ke rumah duka seiring himbauan pemerintah menekan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Edi menuturkan, Sri awalnya mengalami demam pada Minggu (19/4). Kemudian diperiksakan ke bidan desa setempat. Keesokan hari, Sri mendadak demam tinggi, lalu dibawa berobat ke salah satu dokter di Kota Singaraja.

Pria yang sehari-hari bekerja sopir lintas Jawa-Bali mengaku awalnya tak terlalu menganggap serius demam itu. Edi tak tahu jika demam dialami Sri adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dalam hitungan hari bakal merenggut kehidupan putri ketiganya tersebut.

Apa yang tak pernah terbersit dalam benak Edi pun akhirnya terjadi. Sepulang dari dokter, kondisi kesehatan Sri turun drastis.

“Kondisi kesehatannya terus menurun. Susah menelan makanan, masuk mulut dikeluarkan lagi. Obatnya juga gitu,” ungkap Edi di rumah duka, Senin (27/4).

Demam tinggi dialami Sri tak kunjung turun membuat keluarga panik, hingga diputuskan melarikan Sri ke RS Parama Sidhi Singaraja, pada Kamis (23/4) pagi.

“Sampai disana langsung cek darah, cek lab dan rotgen, dan hasilnya gejala demam berdarah. Trombositnya rendah, katanya 74,” terangnya.

Kekhawatiran keluarga kian menjadi, saat tim medis RS Parama Sidhi memberitahukan bahwa trombosit Sri kembali turun dan harus segera dirujuk ke RSUD Buleleng.

“Cuma satu hari dirawat di RS Parama Sidhi, trombosit Sri awalnya 74 turun sampai 16. Anak saya (Sri) kondisinya sudah lemas saat dirujuk ke ICU RSUD Buleleng pada Jumat (24/4) sore,” imbuhnya.

Kondisi Sri pun kian memburuk menjalani selama dua hari menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Sebelum meninggal, Sri dikenal ceria, mengulum senyuman kepada orangtuanya.

“Tidak ada pesan apapun dari Sri sebelum meninggal, hanya menunjukkan senyum kepada kami. Selama sakit, memang agak manja. Sri minta dibelikan makanan burger, minuman pocari, buavita. Ya, asal minta apa saja, pasti berusaha saya penuhi,” tutupnya.

Menurut rencana, jenazah Sri akan dikuburkan di setra (kuburan) Desa Sudaji, pada Selasa (28/4).

Pemprov Bali Berterimakasih Tidak Ada Penolakan Tempat Karantina di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemprov Bali mengapresiasi dan berterima kasih kepada warga masyarakat Bali, karena sudah tidak ada lagi laporan penolakan terhadap tempat karantina di Kabupaten atau kota itu disampaikan, Ketua harian Gugus Tugas Percepatan penanggulangan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra,di Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Bali, di Renon,Kota Denpasar,Provinsi Bali Senin (27/4) petang.

“Gugus tugas juga sudah tidak menerima lagi laporan tentang penolakan atau pengucilan oleh masyarakat terhadap saudara PMI kita yang baru tiba di Bali. Hal tersebut menunjukkan jika masyarakat sudah semakin paham terhadap resiko penyakit tersebut,semoga kedepan tidak ada lagi penolakan,” jelasnya.

Sebagai kompensasi terhadap keterbukaan masyarakat Bali, agar (meminta) PMI yang dikarantina untuk terus disiplin menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa karantina, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan berolah raga.

“Dimana pun berada baik di tempat karantina maupun di rumah, PMI harus disiplin,” ucapnya.

Seluruh PMI terutama yang tiba sebelum 22 Maret 2020 atau setelahnya yang belum menjalani rapid test, agar segera menghubungi puskesmas terdekat menjalani tes. Jika rapid tets kit tidak tersedia di puskesmas terdekat, agar menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Jumlah rapid test sangat cukup di Bali. Jika hasilnya negatif atau positif maka,akan dilakuakan test lanjutan berupa PCR dan SWAB.

“Jangan tidak melakukan rapid tets selama masa karantina belum berakhir, karena itu bisa membahayakan masyarakat sekitar,” katanya.

Terkait up date kasus, hari ini ada penambahan kasus Covid-19 di Bali sebanyak 7 orang, 6 diantaranya adalah imported case dan 1 dari daerah terjangkit. Sehingga, secara akumulatif jumlah kasus menjadi 193 orang 8 orang WNA, dan 185 orang warga Indonesia.

Dari 185 orang warga Indonesia bisa dirinci menjadi 145 imported case terdiri dari 120 PMI, 3 non PMI dan 22 orang yang melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, sedangkan 40 orang di antaranya atau sekitar 20,72% adalah penularan melalui transmisi lokal.

“Kasus sembuh sebanyak 6 orang 5 PMI dan 1 pasien transmisi lokal. Sehingga jumlah pasien yang sembuh sebanyak 81 orang.Tidak ada penambahan kasus meninggal,” paparnya.

Selanjutnya,pasien dalam masa perawatan berjumlah 108 orang, yang dirawat di 11 RS rujukan dan di 2 tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.
10.

“Yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah transmisi lokal yang sebesar 20,72% yang artinya ada yang terjangkit karena melakukan interaksi jarak dekat dengan pasien positif Covid-19, baik di rumah, di RS maupun di ruang public,” cetusnya.

Maka dari itu Dia berharap,agar masyarakat tetap disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, perilaku hidup sehat dan bersih.

Kadispar Bali: Kementerian Pariwisata RI Akan Gelontorkan Paket Sembako Tahap Kedua ke Pekerja Pariwisata

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Untuk meringankan beban bagi seluruh pekerja pariwisata karena berhentinya aktivitas pariwisata akibat dampak dari penyebaran Covid-19 yang begitu masiv, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia rencananya kembali akan menggelontorkan bantuan sembako sebanyak 11.000 paket untuk tahap kedua. Sebelumnya sekitar dua minggu lalu, Kementerian Pariwisata sudah menggelontorkan sebanyak 8.600 paket sembako yang sudah dibagikan ke para pekerja pariwisata.

Untuk Tahap kedua ini akan dibagikan lagi kepada para pekerja yang belum menerima pada tahap pertama, itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Senin (27/4),Renon,Kota Denpasar,Bali.

Maka rapat digelar pertama untuk mensosialsisasikan kepada seluruh komponen pariwisata melalui assosiasi pariwisata yang ada agar menginformasikan kepada seluruh anggotanya sekaligus untuk mendata seluruh pekerja pariwisata yang belum memperoleh bantuan, agar nantinya bisa mendapatkan bantuan. Kedua, rapat juga membicarakan masalah criteria calon yang berhak dan layak mendapatkan bantuan serta mekanisme yang akan diterapkan nanti dalam penyalurannya

“Hal ini dilakukan agar tidak terjadi salah sasaran dalam pemberian bantuan. Dalam rapat sudah didapat beberapa kesepakatan antara lain, pekerja yang nantinya akan diberikan bantuan adalah para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja serta pekerja yang dirumahkan tanpa bayaran,”jelasnya.

Untuk mendata calon penerima tersebut dalam rapat disepakati bahwa pendataan harus dilaksanakan lewat assosiasi pariwisata yang ada, dan Assosiasi diminta untuk berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten atau Kota. Jadi Pekerja Hotel dan restaurant akan didata oleh PHRI, pekerja Travel agent dan Biro Perjalanan akan didata oleh ASITA, Guide oleh HPI dan seterusnya.

“Agar tidak memakan waktu yang lama, maka para pekerja diharapkan segera berkoordinasi dengan assosiasi terkait sesuai perusahaan tempatnya bekerja,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama,Ketua PHRI Kabupaten Badung, I.G.A.N Rai Surya Wijaya mengatakan, sebagai pelaku pariwisata yang juga memiliki banyak pekerja, menyarankan agar bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah agar sebisa mungkin tidak menimbulkan masalah.

Jumlah pekerja di sektor Pariwisata sangat banyak, ada 300 ribu di bidang hotel dan restaurant saja, di bidang transportasi ada 75 ribu, selain itu sector industry ada 360 ribu, sector perdagangan ada 550 ribu totalnya ada 1.285.000. Hal ini sangat tidak sebanding dengan bantuan yang dikucurkan yaitu 8.600 paket di tahap pertama dan rencana 11.000 paket untuk tahap kedua.

Maka dari itu diperlukan mekanisme yang benar dalam penyalurannya agar tidak terjadi permasalahan di lapangan. Maka dari itu rapat ini dilaksanakan agar pembagian bisa dilakukan secepat dan setepat mungkin, paling lambat bulan Mei, sudah bisa dinikmati oleh para pekerja.

“Jangan sampai sekelas manager atau owner dari perusahan yang sampai menerima paket bantuan seperti ini.Jadi yang berhak menerima adalah orang yang di PHK atau orang yang dirumahkan tanpa bayaran,” pungkasnya.

2 PDP Corona di RSU Negara Sembuh dan Dipulangkan

 

JEMBRANA – Pantaubali.com – Dua pasien dalam pengawasan, yang sebelumnya sempat dirawat di ruang isolasi RSU Negara dinyatakan sembuh dan mengantongi ijin untuk pulang hari ini, senin (27/4).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha , MPH mengatakan kesembuhan itu berdasarkan pemeriksaan swab dengan hasil negatif dua kali berturut turut.

Dua pasien dinyatakan sembuh asal Melaya kerajan dan desa Ekasari setelah menjalani perawatan masing-masing selama 4 hari dan 6 hari.Dari test swab yang diambil tanggal 24 dan 25 April, berturut turut hasilnya negatif.

Hingga kini total pasien PDP sembuh di Jembrana sebanyak 11 orang . Sedangkan pasien sembuh positif covid 19 berjumlah 5 orang.

Dari data gugus tugas Jembrana, senin (27/4) , tercatat jumlah pasien positif di Jembrana sebanyak 11 orang. Sementara jumlah PDP sebanyak 25 orang. Tiga orang dari jumlah PDP itu masih dirawat di RSU Negara.

Sementara terkait PMI Jembrana yang menjalani karantina , kembali bertambah. Kata Arisantha , ada tambahan PMI yang masuk untuk mengikuti karantina sebanyak 7 orang. Hingga kini total jumlah PMI di Jembrana sebanyak 166 orang.

” Kemarin ada tambahan masuk, 7 orang PMI dikarantina. Enam orang ditempatkan di Hotel Negara, sedangkan 1 lagi dikarantina di Hotel Bali Sunset Besa Baluk . Hotel ini sekaligus hotel kelima yang disediakan Pemkab Jembrana sebagai rumah singgah untuk isolasi diri para pekerja migran asal Jembrana,” papar Arisantha.

Hal menggembirakan lainnya disebut Arisantha terkait hasil rapid test bagi PMI .Sesuai protap , PMI negatif dari hasil rapid test yang dilakukan pemerintah provinsi , diwajibkan melaksanakan karantina serta mengikuti rapid test ulang,selang 8-10 hari dari test pertama.
” Kami sudah lakukan dua kali rapid tes di dua tempat karantina berbeda. Hasilnya , di hotel Jimbarwana 63 orang dinyatakan negatif. Sedangkan dari rapid test hari ini, senin (27/4), 21 orang PMI karantina di Hotel Ratu dinyatakan negatif, ” ungkapnya.(abhi/humas Jembrana)

Diprediksi Ekonomi Pedesaan Kedepan Akan Bergeliat,Bupati Eka Siap Turun Bertani

Dok Gambar : Bupati Tabanan Pimpin Rapat di Ruang Rapat Kantor Bupati
Dok Gambar : Bupati Tabanan Pimpin Rapat di Ruang Rapat Kantor Bupati

TABANAN – Pantaubali.com – Menurut Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Senin (27/4) saat dikonfirmasi via WhatsApp ( WA ) menyampaikan,ekonomi kedepan kembali ke jaman dahulu memperdayakan kehidupan di desa atau ekonomi pedesaan seperti berkebun bertani memelihara ikan dan berternak untuk keperluan pangan mandiri keluarga.Seperti salah satu pilihanya menanam dengan cara hydroponik semua masyarakat tentu dapat bertani tanpa melihat keterbatasan lahan yang dimiliki khususnya di wilayah Kota di Kabupaten Tabanan.

‘Ya,hydroponik adalah pilihannya nanti,jadi semua masyarakat dapat bertani tanpa melihat keterbatasan lahan,” jelasnya.

Minimal kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi nantinya.Selain itu, hasil nantinya untuk keperluan sendiri juga ataudapat di jual ke Bumdes atau Perusda di desa.

Ilustrasi Pemanfaatan pekarangan Rumah,Sebagai Lahan Bertanam Hidroponik

“Ya minimal kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi terlebih dahulu dengan target seluruh masyarakat perkotaan utamanya,”ujarnya.

Rencana untuk bibit juga akan disiapkan dan hal tersebut sedang dalam pembahasan.

“kita siapkan nanti mulai dari bibit, polybag, pupuk dan sebagainya sedang dibahas sekarang,” katanya.

Terkait panen raya petani nantinya ASN akan beli dan akan mengajak stakeholder dan Perusda tentunya. Selajutnya dalam waktu dekat ini pemerintah Kabupaten Tabanan akan beli panen ikan rakyat.Sembari beliau menambahkan,dirinya akan fokus bertani nantinya akan tetapi hasilnya buat disumbangkan.

Stok Beras di Bali Aman 6 Bulan Kedepan

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Perum Bulog Wilayah Bali menyatakan,stok beras di gudang Bulog Bali mencukupi sampai 5 sampai 6 bulan ke depan.Menurut,Pimpinan Wilayah Perum Bulog Bali, Suhardi saat dikonfirmasi via WA,Senin,(27/4) menyampaikan, total jumlah stok beras dimiliki sampai saat ini mencapai 6,400 ton, tersebar disembilan lokasi gudang di Bali.

“Setok yang kami miliki sampai saat ini sebanyak 6,400 ton tersebar dibeberapa gudang kami di beberapa daerah di Bali. Dengan jumlah tersebut,setok beras provinsi Bali akan mencukupi lima sampai enam bulan kedepan,” jelasnya.

Aabila permintaan bertambah,maka pemenuhan utama tetap dari beras lokal Bali jika belum mecukupi baru penambahan dari wilayah lain seperti, Jatim dan NTB.Jika dilihat penghasil padi terbesar provinsi Bali masih dari Kabupaten Tambanan, Bali

“Tentu pemenuhan utama dari beras lokal terlebih dahulu, jika tidak mencukupi baru akan diambil dari luar daerah,” ujarnya.

Adapun beberapa hal yang dihadapi Perum Bulog Wilayah Bali sampai saat ini, masih sangat minimnya pengadaan gabah atau beras untuk PSO, sesuai harga yang ditetapkan pemerintah dengan standar dan kwalitas yang telah ditentukan. Mengingat panen padi di Bali secara spot-spot, dan harga bagus berada di atas HPP yang ditetapkan pemerintah.

Sembari Dia berharap kepada masyarakat, agar dapat menggunakan komoditi yang tersedia di Bulog. Karena Perum Bulog telah melakukan transformasi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, komoditi-komoditi yang disiapkan berkwalitas dengan harga sangat terjangkau, serta siap melayani berapapun yang diminta oleh masyarakat.

“Terlebih saat ini dalam upaya penanggulangan Covid 19, kami selalu siap memenuhinya.Jika dilihat dari beberapa harga komoditas lainnya misal seperti, tepung terigu dengan harga Rp 20.000 per kg, minyak goreng Rp 50 ribu per liter sedangkan gula kita jual dengan HET Rp 12.500 per kgnya,” tutupnya.

Ditengah Covid-19, Bali Ekspor Manggis dan Handycraft ke UEA

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Ditengah ancaman lesunya perekonomian akibat pandemi Covid-19, sektor perdagangan Bali masih menggeliat dengan adanya ekspor produk pertanian lokal dan industri kerajinan ke berbagai negara.

“Ekspor ini merupakan langkah yang sangat penting, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda seperti saat ini. Artinya, ekonomi kita tetap menggeliat di tengah situasi seperti ini. Pertanian kita, kerajinan kita di Bali masih tetap berdenyut dan berjalan dengan normal bahkan mampu menembus pasar luar negeri, bukan main-main,” kata Gubernur Bali Wayan Koster saat melepas ekspor manggis dan kerajinan tangan (handycraft) Bali ke Uni Emirat Arab (UEA) melalui video conference di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (26/4).

Ekspor ini juga berarti memberikan peningkatan pendapatan kepada para petani di Bali, khususnya saat musim manggis seperti saat ini.

“Saya selama ini berupaya keras untuk meningkatkan hilirisasi dari produk pertanian kita, termasuk industri kerajinan rakyat kita dengan membuka akses pasar dalam dan luar negeri. Kita terus berupaya memperluas akses pasar ini, dan astungkara sekarang sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Hal ini merupakan salah satu prioritas dalam pemerintahan lima tahun ke depan dengan pengelolaan dari hulu hingga ke hilir yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2019.

“Karena selama ini, di bagian hilir kita tertinggal, berkaitan dengan industri olahan, sentra-sentra hasil pertanian dan akses pasar untuk produk kita di dalam dan di luar negeri. Karena itu saya berikan perhatian khusus,” ujarnya.

Dalam pelepasan tersebut, satu ton manggis akan dikirim ke Dubai, UEA dengan menggunakan jalur udara dan kerajinan tangan sebanyak 504 kontainer lewat jalur laut melalui Pelabuhan Benoa.

Secara rutin dilaporkan pula ekspor manggis dengan rata-rata sejumlah 17 ton dalam 2 kali seminggu dikirim ke China dan handycraft melalui Pelabuhan Benoa dengan tujuan Amerika, Uni Eropa dan Australia.

Di hari yang sama, produk perkebunan berupa kakao Bali serta bibit paprika juga diekspor ke Singapura dan Belanda. Sedangkan produk kayu suar dan bambu Bali dikirim untuk menembus pasar Kanada, Portugal, Meksiko, Brazil dan Spanyol. Sedangkan pasar Jepang menjadi tujuan untuk hasil holtikultura seperti cabai keriting, cabai rawit, hingga buah jeruk nipis.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar I Putu Tarumanegara menyampaikan,bahwa ekspor produk pertanian hingga minggu ketiga di bulan april ini mencapai angka 799 ribu ton senilai Rp 86 Milyar, ditambah tiga ribu ton ekspor produk hasil kehutanan senilai Rp 42 Milyar yang mencakup ekspor ke berbagai negara.

“Khusus untuk manggis, periode bulan Januari hingga Maret sudah diekspor 713 ton dengan nilai Rp 53 Milyar. Untuk bulan berjalan ini, angkanya di 65 ton dengan nilai Rp 4,8 Milyar,” pungkasnya.

Kepulangan PMI Meningkat, Pemprov Bali Manfaatkan Gedung Diklat BPK Tempat Karantina

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam upaya mengantisipasi perkembangan kedatangan PMI yang cenderung meningkat,Pemprov Bali memilih dan akan memakai gedung diklat BPK sebagai tempat karantina nantinya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Wayan Koster berkoordinasi dengan Kepala BPK RI Provinsi Bali untuk menggunakan Gedung Diklat BPK sebagai tempat karantina. Setelah mendapat ijin, lanjut dilakukan pengecekan di gedung yang beralamat di wilayah jalan by pass Ida Bagus Mantra,Kota Denpasar,Provinsi Bali.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra,Minggu,(26/4) menyampaikan, di Gedung BPK menyediakan kamar sebanyak 23 bilik, setiap ruangan juga nampak rapi, tertata dan layak untuk digunakan.

“Gedung Diklat BPK ini akan diperuntukkan bagi perawatan pasien positif Covid-19 (khususnya pekerja migran Indonesia) yang berada pada tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali. Penanganan dan persiapan sudah nampak lengkap dengan terpenuhinya sarana prasarana alat pelindung diri (APD), dan tenaga medis,” jelasnya.

Selanjutnya dirinya melakukan pemantauan di pelabuhan Padangbai Desa Padangbai,Kabupaten Karangasem,Provinsi Bali.Dewa menyampaikan,kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan semua pihak melaksanakan Peraturan Menteri nomor PM 25 TAHUN 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Musik Idul Fitri Tahun 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Bagi seluruh masyarakat terutama yang berkeinginan melakukan perjalanan mudik, agar dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran diri untuk mengutamakan Kesehatan diri, keluarga dan lingkungan, terutama yang akan dikunjungi.

“lebih baik kita patuhi dulu peraturan pemerintah pusat, yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Tidak ada salahnya untuk tetap menahan diri, sekalipun tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, tetapi percayalah hikmah dibalik semua ini akan dirasakan nantinya”, ucapnya.

Bersama-sama menjaga diri untuk keselamatan orang lain juga merupakan ibadah bagi kita semua. Pihaknya berharap Peraturan Menteri bertujuan mencegah penyebaran virus corona dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh kesadaran.

“Semoga aturan yang berlaku dan diterapkan pada pelabuhan Gilimanuk, dimana setiap warga yang datang dan masuk pintu pelabuhan ditanyakan kepentingan dan keperluannya masuk Bali. Jika memang sesuai administrasi mereka berdomisili dan ber-KTP Bali maka akan dipersilahkan masuk. Namun jika mereka non KTP Bali dan hanya datang bersilaturahmi dengan keluarga di sini (Bali) maka mereka akan langsung diminta untuk putar arah/ kembali ke daerahnya, juga dapat diterapkan di pelabuhan Padangbai ini “, tegasnya kembali.

75 Pasien Covid-19 Sembuh di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra,Minggu,(26/4)di Renon,Kota Denpasar,Provinsi Bali menyampaikan,jumlah pasien covid-19 telah sembuh per Minggu,(26/4) ini di Provinsi Bali sebanyak 75 orang atau bertambah 5 orang WNI, terdiri dari 5 orang PMI.

“Sampai hari ini jumlah pasien sembuh di Bali mencapai 75 orang pasien,” jelasnya.

Sedangkan untuk jumlah pasien positif sebanyak 186 orang atau bertambah 3 orang WNI, terdiri dari 3 orang PMI) sedangkan untuk jumlah pasien meninggal sampai saat ini berejumlah 4 orang.

“Untuk jumlah pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 107 orang yang berada di 10 rumah sakit, dan di karantina di Bapelkesma,”ujarnya.

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported cas sampai saat ini.Untuk transmisi lokal sejumlah 41 Orang. Menurut Dia hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya di Bali.

“Dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat Bali khususnya harus sadar, dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” tegasnya.

Kembali Dewa menghimbau kembali, bagi masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya kembali. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain melakukan hal yang sama juga.

Untuk itu sebaiknya tidak mudik tetap di tempat. Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali. Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada anda, keluaraga dan masyarakat Bali, karena kita tidak tahu jika kita terinfeksi atau tidak sampai dilakukan tes.

“Masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu kecuali ada hal yang sangat penting atau mendesak baru mudik,” pungkasnya. (GATRA/A.A.Gede.Agung)

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra.