- Advertisement -
Beranda blog Halaman 983

Gubernur Koster Serahkan Bantuan Sembako untuk Warga Denpasar Terdampak Covid-19

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan penyaluran bantuan secara simbolis untuk warga Denpasar terdampak pandemik Covid-19. Bantuan berupa sembako ini diserahkan kepada perwakilan warga pada Rabu (20/5) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar.

Terlaksananya kegiatan pemberian bantuan ini berkat kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan BUMN dan sektor perbankan yang bertujuan membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi virus bermula di Wuhan, China ini.

Gubernur Koster memastikan bahwa pemberian bantuan paket sembako berupa beras, minyak, telur, mie instan dan lainnya ini akan tepat sasaran. “Kita berupaya agar bantuan semacam ini bisa mencakup komponen masyarakat Bali yang sama-sama terkena dampak dari Covid-19 ini,” kata Gubernur Koster.

Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengucapkan terima kasih kepada pihak BUMN yang menunjukkan komitmen dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Bali. “Kita berharap bantuan ini bisa betul-betul dimanfaatkan dengan baik, bisa membantu masyarakat di lapangan,” harapnya. “Bantuan ini merupakan sebuah gambaran bahwa semua komponen di Bali berupaya keras, bersama-sama membantu meringankan beban masyarakat akibat dampak Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara I Wayan Eka Saputra menyebut pemberian bantuan secara simbolis ini merupakan upaya bersama BUMN yang juga tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19. “Kami bersama-sama bergabung menjadi satu, membentuk posko di provinsi dan kabupaten/kota. Kami bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten.Kami ingin BUMN lebih punya peran dalam membantu masyarakat menghadapi Covid-19 ini,” terangnya.

Menurutnya, dari awal merebaknya pandemi Covid-19, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Provinsi Bali untuk memberikan bantuan mulai dari alat medis hingga bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat.

“Hari ini dengan Bapak Gubernur untuk sembako kami bersama PLN dan BNI memberikan sembako secara langsung kepada masyarakat Denpasar. Jumlahnya 700 paket sembako dari Pelindo, 300 paket dari PLN dan 1500 paket dari BNI, ditambah pihak Bank Mayapada sebanyak 1000 paket,” sebutnya. Dirinya juga menegaskan bahwa bantuan kali ini bukan yang pertama dan terakhir karena sebelumnya dan untuk ke depan masih akan terus bergulir.

Di kesempatan yang sama, Pimpinan BNI Kantor wilayah Denpasar I Made Sukajaya menyebut pihaknya sangat mendukung kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 di Bali. “Kami berharap virus covid-19 ini segera berakhir, apalagi kita lihat di Bali angka kasusnya semakin hari semakin menurun. Yang sembuh semakin meningkat, ini berkat kerja keras kita semua yang dipimpin bapak Gubernur,” kata Sukajaya.

Rencana Persiapan Pemulihan Pariwisata Bali ” DTW Tanah Lot Siap Dibuka Kapan Saja “

 

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait rencana persiapan pemulihan pariwisata, Bali rencana akan dibuka kembali beberapa tempat wisata secara bertahap seperti,spot Tanah Lot atau Monkey Forest di Ubud. Sebagai catatan pembukaan spot tersebut tidak diikuti dengan pembukaan area di sekitarnya, untuk memaksimalkan social distancing terlebih dahulu.

Sehubungan dengan rencana tersebut menurut, Manager Oprational Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, Selasa,(19/5) di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan menyampaikan, tentu telah siap jika rencana tersebut nantinya dilaksanakan atau dijalankan. Kesiapan di destinasi pariwisata Tanah Lot khususnya mulai menyangkut keamanan maupun kesiapan kesehatan.

Manager Oprational DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana

“Apapun akan diantisipasi secara maksimal mulai masalah keamanan akan tetap terjaga.Selain itu juga rencana kesehatan tetap utama, pengunjung harus memakai masker,dan penempatan tempat cuci tangan di masing-masing wilayah kita akan tentukan titiknya,dan sebisa mungkin akan di informasikan untuk tidak berkelompok,” jelasnya.

Selama ini telah melakukan standar kepada semua pekerja juga.Sehinga kapanpun akan dibuka tetap siap.

“Standar kepada pekerja kami juga telah siap,” ujarnya.

Menurut Dia, selama 2 bulan dilakukan penutupan tentu efek sangat dirasakan oleh pelaku wisata di Tanah lot.

Karena hampir dua bulan tutup tentu efeknya sangat dirasakan oleh pelaku pariwisata termasuk dimanagement.Jika dilihat dari total penurunan aset per dua bulan mencapai 6 miliyar per hari.Dia berharap, segera dapat dibuka kembali karena jika destinasi pariwisata sepi rasanya tidak bagus

Ribuan PBI Pusat Diblokir,Masyarakat Bisa Gunakan PBI

 

TABANAN – Pantaubali.com – Rapat kerja komisi I dan komisi IV dengan BPJS dan Dinas Sosial Tabanan yang digelar,Selasa,(19/5)membahas tentang diblokirnya 18 ribu masyarakat Tabanan yang ditanggung PBI (penerima bantuan iuran) dari pemerintah pusat.Meski PBI Pusat diputus masyarakat masih bisa menggunakan layanan PBI asalkan membawa surat rekomendasi dari Dinas Sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Putu Eka Putra Nurcahyadi meminta Dinas Sosial Tabanan menyisir 18 ribu masyarakat Tabanan yang masuk dalam program PBI (Penerima Bantuan Iuran) diputus oleh pemerintah pusat

“Kami minta dinas sosial menyisir dan melakukan verifikasi lagi agar bisa ditanggung melalui PBI daerah, ” katanya.

Pihaknya pun meminta verifikasi 18 ribu harus sudah selesai sebelum 20 Juli 2020 agar bisa dijadikan patokan dalam adendum.

Selanjutnya hal senada juga disampaikan, Ketua Komisi IV I Gst Km Wastana yang meminta Dinas Sosial untuk melakukan verifikasi dan validasi data terkait 18 ribu PBI yang diputus oleh pusat.

Kemudian, Tito dari BPJS menjelaskan, bagi 18 ribu PBI pusat yang diblokir masih bisa mendapatkan layanan PBI pusat ketika sakit. Namun harus mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Sosial.

“Masyarakat yang PBI nya diputus oleh pusat masih bisa menggunakan PBI, namun harus membawa surat rekomendasi dari Dinas Sosial, ” ujarnya.

Kepada Dinas Sosial Tabanan I Gede Nyoman Gunawan menyatakan, pihaknya siap memberikan surat rekomendasi bagi masyarakat yang tergantung PBI pusat yang telah diblokir.

“Kami siap untuk memberikan surat rekomendasi tersebut apabila ada pengajuan dari masyarakat yang tertanggung PBI yang sedang sakit, ” jelasnya.

Selain itu Dia menyatakan kesiapan untuk melakukan penyisiran data terkait 18 ribu PBI yang diblokir oleh Pusat. DFalam pelaksanaarRapat kerjatersebut dipimpi langsungnoleh Ketua Komisi I, I Putu Eka Putra Nurcahyadidihadiri juga oleh Ketua Komisi IV I Gusti Komang Wastana beserta anggota.

DPRD Tabanan Dorong Penambahan Penerima BLT di Desa

 

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait adanya informasi keluhan data penerima BLT di tengah masyarakat khususnya dibeberapa daerah di Kabupaten Tabanan. DPRD Kabupaten Tabanan melalui Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, Selasa,(19/5) di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan mendorong agar Desa bisa menabah jumlah BLT lagi. Tentu tetap nantinya disesuaikan dengan aturan yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian terkait lewat OPD.

“Kami melihat masih ada keluhan-keluhan masyarakat, mungkin ada yang mempertanyakan landasan-landasan atau dasar-dasar keputusan ditetapkan penerima BLT tersebut.Jika dilihat saat ini, BLT yang telah terealisasi sebanyak,113 dari 133 Desa yang ada di Kabupaten Tabanan.Adanya BLT Ini tentu sudah berdasarkan hasil Musdes yang sesuai dengan juknis maupun peraturan perudangan yang ada.Jika memungkinkan, kami juga masih memberikan masukan nanti sehinga, ada peluang bagi desa untuk menambah lagi penerima BLT dimasing-masing desa nantinya.Tentu tetap sesuai aturan yang kita koordinasikan dengan kementerian terkait lewat OPD.” ujarnya.

Kemudian untuk masukan lainnya adalah,apakah boleh desa nantinya memberi bantuan sembako dalam kondisi pandemi guna memberi talikasih kepada masyarakat yang lebih banyak. Akan tetapi, hal tersebut belum memungkinkan.

“Kita sudah mengali juga dari Permendes 06 yang dasarnya dari Permendes yang lain 11 dan 08.Jadi tampaknya yang lebih memungkinkan pemberian sembako tersebut khusus pada kegiatan isolasi mandiri yang dilakukan dimasing-masing desa.Yang mana, desa tersebut wajib memberikan yang namanya untuk logistik dan kebutuhan pokok.Akan tetapi, terkait masalah dampak mutlak harus diperuntukan dalam bentuk BLT,” paparnya.

Bantuan langsung tunai inilah yang diharapkan akan dimaksimalkan dimasing-masing desa, seiring dengan dibolehkan nanti. Sembari Eka menambahkan, setelah 3 bulan berjalan adanya kegiatan baru dari pemerintah pusat terkait pemberian BLT atau penambahan BLT nantinya.

Bupati Eka Bagikan APD Buatan Putra Putri Daerah kepada Seluruh Babinkamtibmas di Tabanan

                                         

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti secara intens melakukan pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 khususnya di Tabanan. Kali ini sejumlah 134 APD diberikan kepada  para Babinkamtibmas Polres Tabanan, berupa Baju Bodi Cover All, Facial, masker dan Penutup Kepala serta 30 Paket Vitamin.

APD tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Eka di Halaman Depan Polres Tabanan yang diterima oleh 2 orang perwakilan Babinkamtibmas Polres Tabanan, Selasa (19/05). Turut hadir saat itu, Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar, S.I.K., M.H beserta jajarannya, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, perwakilan Forkopimda Tabanan dan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Eka mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas, kerjasama dan koordinasi yang baik Pemkab Tabanan bersama Polres Tabanan khususnya Babinkamtibmas yang ada dimasing-masing wilayah Tabanan, yang menyebar dan telah menjalankan tugas bergotong-royong bersama Pemerintah Daerah untuk menjaga keamanan dan juga menjaga stabilitas secara terstruktur dan terkoordinasi dengan baik dalam rangka menangani covid-19 yang sedang melanda Kabupaten Tabanan.

“Dan Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian yang sudah bekerjasama dan Saya setiap hari sudah mengikuti gerak langkah koordinasinya bersama aparat yang ada di Desa maupun di Kecamatan, membantu masyarakat kami di Tabanan yang memang sampai sekarang ini sangat luar biasa kerjasamanya. Sehingga perlu dibekali dengan alat pelindung diri yang baik seperti yang kita serahkan pada hari ini,” ujar Bupati Eka.

Bupati Eka menegaskan, 134 APD yang diserahkan kepada para Babinkamtibmas tersebut semuanya merupakan buatan dari UMKM yang merupakan Putra-putri Tabanan yang bergotong-royong dan bekerja keras untuk bisa memproduksi APD yang memenuhi kualitas yang baik dibawah naungan Perusda. Dan APD ini dikatakan juga sudah dipakai di beberapa Rumah Sakit di Bali. Dan untuk 30 Paket Vitamin merupakan sumbangsih dari Yayasan Ekalawya.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan kembali lagi, mari kita saling bergandengan tangan karena Negara ini milik kita. Tanah air ini adalah kebanggaan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang berbuat. Oleh karena itu, mari kita sama-sama jaga Daerah kita yang kita cintai ini menuju Tabanan yang sejahtera Aman dan Berprestasi,” pinta Bupati Eka.

Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar, S.I.K, M.H, menyebutkan kegiatan ini adalah bentuk keseriusan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada Babinkamtibmas yang ada di Polres Tabanan. Untuk itu, Ia mengingatkan kepada seluruh Babinkamtibmas agar bekerja dengan baik sesuai dengan tupoksinya masing-masing, yakni sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat di desanya.

“Pakaian APD berupa Body Cover All dan facial termasuk juga penutup kepala ini tolong dipergunakan dengan baik apabila urgent. Apabila rekan-rekan memeng harus turun bersama tiga pilar yang ada di desanya. Dengan situasi yang sekarang yang kita tidak ketahui, terkait masalah kesehatan yaitu dinas kesehatan yang tahu, terkait masalah kesehatan itu dokter dan tim medis yang tahu,” tegasnya.

Kapolres juga meminta kepada seluruh Babinkamtibmas agar jangan pernah lelah dan capek untuk selalu mendengungkan dan  menghembuskan kepada masyarakat di desanya terkait PHBS. Lebih lanjut ia menambahkan jangan pernah takut untuk berbuat kebaikan karena hal ini dikatakannya adalah celengan amal untuk di kehidupan mendatang.

“Teruslah berbuat kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Tabanan, karena kebaikan itu adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh Orang bisu, perbuatan yang bisa dilihat oleh orang buta dan ucapan yang bisa didengar oleh orang tuli. Teruslah berbuat kebaikan bagi masyarakat Tabanan melalui propesi mulia kita anggota Polri karena kebaikan yang rekan-rekan berikan setiap hari ini belum cukup untuk membayarkan karma disetiap kehidupan,” imbuhnya.@humastabanan,

Bupati Eka Terima Bantuan CSR dari Beberapa Bank, BMPD dan Yayasan Ekalawya

????????????????????????????????????

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa Bank di Bali, BMPD Bali dan yayasan Ekalawya, berupa APD, 15 Unit Wastavel dan ratusan Paket Sembako. Bantuan tersebut akan diproyeksikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Tabanan, khususnya di Desa Adat Bedha.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Eka di Area Krematorium Santa Graha Desa Adat Bedha, Banjar Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, Selasa, (19/5). Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, perwakilan pihak BMPD, perwakilan Bank dan Yayasan Ekalawya, OPD terkait dilingkungan Pemkab Tabanan serta masyarakat penerima bantuan.

Usai memberikan bantuan, Bupati Eka mengatakan jangan dilihat besar kecilnya bantuan ini, namun lihat niat dan kebersamaan, baik itu Pemerintah bersama Gugus Tugas Covid-19 dan semua pihak yang bergotong-royong memberikan yang terbaik dan bersama-sama melawan pandemi Covid-19 ini di Tabanan.

Lebih lanjut Bupati Eka meminta kepada seluruh masyarakat Tabanan agar meningkatkan kerjasama, menumbuhkan empati dan saling asah, asih dan asuh dengan sesama dan terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat guna melawan wabah ini. Karena ia menyadari bahwa tanpa masyarakat, Pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri menangani setiap masalah, termasuk pandemi Covid-19 ini.

Bupati Eka juga sangat bersyukur dan bangga karena selama ini seluruh komponen masyarakat di Tabanan beserta Gugus Tugas Gotong-royong Covid-19 yang ada di seluruh Desa di Tabanan mampu menunjukan kerjasama yang baik dengan GGTP Covid-19 Tabanan, sehingga mampu meminimalisir penyebaran wabah pandemi global ini.

“Jadi Tabanan niki harus dijaga dan diperkuat bersama-sama. Dan saya yakin semua komponen masyarakat di Tabanan mempunyai komitmen yang luar biasa dalam hal ini. Astungkara dengan kerja keras kita bersama mudah-mudahan badai ini cepat berlalu,” harap Bupati Eka.

Tidak lupa juga Bupati Eka mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut bersumbangsih. “Mudah-mudahan sembako ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat. Kembali lagi terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu. Apa yang diberikan hari ini biarkan Tuhan yang membalas nantinya, tentunya dengan cara Beliau,” imbuh Bupati.

Beberapa pihak yang saat itu memberikan bantuan CSR diantaranya, BPD Bali memberikan bantuan APD berupa sepatu boat, sarung tangan, masker, baju coverall, kacamata, sembako 200 paket dan wastavel 15 unit, Bank Mandiri memberikan bantuan 100 paket sembako dan alat kesehatan, BRI dan BMPD Bali memberikan sembako 200 paket, sedangkan BNI, BTN, Bank Danamon serta Bank Syariah Mandiri masing-masing memberikan 100 paket sembako, kemudian Yayasan Ekalawya memberikan 1000 masker dan puluhan liter disinfektan.

Bendesa Aat Bedha I Nyoman Surata selaku wakil dari masyarakat mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan CSR. Ia menggatakan bahwa Desa Adat Bedha terdiridari 38 Banjar Adat yang wilayahnya meliputi Kediri, Tabanan dan Kerambitan. Dan sekarang hadir mewakili, yakni para klian Adat tiap-tiap Banjar untuk mengambil bantuan ini.

“Titiang matur suksma kepada Ibu Bupati selaku wakil Pemerintah dan semua pihak yang telah memberikan bantuan CSR ini. semoga bantuan ini bermanfaat dan tepat sasaran dan semoga wabah ini segera berakhir dan masyarakat sehat kembali,” imbuhnya.@humastabanan

Songsong Era New Normal, Pelaku Pariwisata Bali Perlu Siapkan 3 hal Dasar

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Meskipun dalam situasi pandemi Covid19, pembahasan terkait kesiapan-kesiapan Bali dalam menghadapi situasi new normal saat pandemi berakhir sudah seharusnya dilaksanakan mulai saat ini, karena dalam menghadapi era tersebut membutuhkan kesiapan yang sangat detail dan banyak

Membahas era new normal yakni situasi dimana diikuti perubahan-perubahan perilaku orang-orang. Untuk itu, para pelaku usaha jasa wisata sangat perlu menyiapkan 3 hal dasar yang menjadi prioritas guna menunjang sektor pariwisata seperti, perhatian terhadap kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Terkait kebersihan kita perlu memikirkan sanitasi tempat-tempat yang dikelola, apakah sudah dilaksanakan penyemprotan disinfektan secara rutin apa belum, apakah sudah disiapkan tempat cuci tangan dan sebagainya. Begitu pula dengan kesehatan, bagaimana dengan pelaksanaan rapid tes, SWAB, kesiapan APD, serta keamanan yang meliputi mobilitas orang-orangnya, social distancing, Itu disampaikan, Wakil Gubernur Bali,Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati , Senin (18/5) di Renon,Kota Denpasar.

“Kita harus terapkan ini disetiap lokasi, semisal di bandara, dari baru turun para penumpang sudah harus mendapat penanganan mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, selanjutnya dilaksanakan tes apakah rapid atau langsung SWAB, diwajibkan mengenakan masker, disiapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, dan sebagainya hingga dipastikan benar-benar aman. Inilah yang akan diterapkan dan disusun dalam protokol kesehatan,” jelasnya.

Tak hanya sektor pariwisata, pembahasan kesiapan sudah sepatutnya dilaksanakan untuk semua sektor semisal pendidikan dan perdagangan.Dirinya menambahkan, tentu belum tahu kapan dibuka, bagaimana jika seandainya awal bulan Juni presiden kita sudah membukanya, para siswa sudah diperbolehkan melaksanakan pendidikan, terus bagaimana kesiapan kita dilapangan, bagaimana penerapan pendidikan selanjutnya, proses belajar-mengajar dikelas, bagaimana ruangannya, itu kan harus kita pikirkan juga mulai sekarang.

Ditengah Pandemi,Keuangan Pemrov Bali Dipriksa BPK

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Pandemi Covid-19 tidak menghilangkan fungsi BPK sebagai pemeriksa. Maka dari itu pada, Senin,(18/5) di Kota Denpasar, Provinsi Bali sesuai standar keuangan negara, tim pemeriksa BPK melaporkan telah mengakhiri pemeriksaan yang berlangsung sekitar 30 hari lamanya,hal tersebut disampaikan,Ketua BPK RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto pada acara Exit Meeting secara teleconference yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekretaris Daerah Dewa Made Indra dari Gedung Gajah, Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Senin (18/5) di Renon,Kota Denpasar,Provinsi Bali.

“Kami berterima kasih dalam kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali melakukan kerjasama yang baik dalam melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Ketua BPK RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto menyampaikan,kerjasama dalam pemanfaatan aset BPK untuk penanganan Covid-19 ini juga mendapat apresiasi dari pimpinan BPK RI di Jakarta.

“Kami sampaikan bahwa pemanfaatan ini menjadi role model hubungan kerjasama antara BPK dengan entitas,” sampainya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, dalam upaya BPK RI Perwakilan Bali karena di tengah pandemi tetap bisa menyelesaikan tugas secara tepat waktu dan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang baik di Provinsi Bali.

“Walaupun opini atas laporan keuangan bukan merupakan suatu tujuan, tetapi merupakan proses dari tahapan tertentu untuk mencapai suatu derajat akuntabilitas yang reliable dari seluruh proses pertanggungjawaban penggunaan keuangan negara,“ ucapnya.

Ia menambahkan, meski dalam situasi pandemi ada keterbatasan, Pemerintah Provinsi Bali berusaha menyediakan data-data yang diperlukan pemeriksa secara tepat waktu.

“Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya karena telah memberikan penggunaan balai latihan milik BPK yang di kabupaten Gianyar, Desa Pering,” tutupnya.

Bapelitbang Tabanan Berharap, Dana Pilkada Bisa Dipangkas

 

TABANAN – Pantaubali.com – Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan,Ida Bagus Wiratmaja,Senin,(18/5) di Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali menyampaikan, dana pelaksanaan Pilkada khususnya di Kabupaten Tabanan sebesar,Rp 25 milyar diharapkan dapat diturunkan. Hal tersebut perlu dilakukan karena, melihat kondisi masih terjadinya wabah pademi Covid-19 sampai saat ini. Selain itu juga, agar semuanya dapat berjalan baik untuk dana ibah nantinya ataupun untuk dana Pilkada.

“Kalaupun tidak bisa akan kita buat simulasi, agar dana sebesar, Rp 25 milyar bisa menurun nantinya,” jelasnya.

Dilihat berdasar data yang dimiliki saat ini, untuk dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 39 milyar. Tentu pengeluaran angaran tersebut sangat ketat dilakukan dan mudah-mudahan dana BTT sebesar Rp 39 milyar tidak habis.

“Dana BTT tersebut diwajibkan untuk merefocusing angaran, maka keluarlah BTT. BTT tersebut dapat digunakan dalam keadaan darurat.Saat darurat ini yang kita efisionkan digunakan.Ya, contoh PMI harus menginap di hotel dan harus dibayar maka itu akan dibayarkan melalui dana BTT tersebut,” paparnya.

Dilihat dari posisinya, apakah dipakai BTT tersebut atau tidak. Jika ditak tentu akan di geser misal, ibah harus jalan maka kita bagi dua dananya untuk dana ibah setengah dan untuk dana Pilkada setengah.

“Harus kita lihat juga penggunaanya, tentu dalam hal ini tidak bisa dong,KPU butuh segini, ya itu dulu.Saat ini tentu beda perlakuanya dengan melihat kondisi seperti saat ini.Mungkin KPU bisa hemat berapa, nanti tidak lagi kita memasang honor yang tinggi misalnya,” ujarnya.

Jika dikaitkan dengan kedatangan sejumlah PMI, tentu dalam pelaksanaan pemilihan dalam Pilkada nantinya dapat diatur jam pelaksanaan pemilihanya. Tidak harus serentak, tentu harus diatur jam pemilihannya jangan ingin nyaman sendiri tentu malah susah jadinya, jika bisa biar semuanya nyaman.

Sembari Dia menambahkan, keuangan bisa bergerak dan sebagainya, tentu itu menjadi alternatif juga buat kita. Karena, perintruksi UU harus dilakukan karena itu merupakan intruksi UU untuk yang Pilkada,” tutupnya.

Dorong Peningkatan Pendapatan Daerah Tabanan Ditengah Covid-19,Ketua DPRD Tabanan, Evaluasi Dimasing-masing OPD Perlu Dilakukan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya peningkatan pendapatan daerah khususnya ditengah-tengah pademi Covid-19 menurut, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, Senin,(18/5) di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Tabanan menyampaikan, salah satu solusinya melakukan evaluasi dimasing-masing OPD. Terutama terkait dengan apa yang harus dilakukan, maupun direncanakan ditengah situasi saat ini.Jika seandainya menemukan masalah, tentu akan dicarikan solusi.

“Dalam hal ini OPD tetap harus bergerak.Tidak boleh diam. Jika sampai diam, tentu Pemerintah bisa bangkrut,” cetusnya.

Tentu sangat penting memperhatikan apa yang perlu dilakukan. Memang, tetap memaximalkan pendapatan untuk covid-19, akan tetapi tentu harus bisa memikirkan sosial masyarakat juga.

“Bagaimana mereka makan dan sebagainya.Jadi dalam hal ini penanganan Covid-19 tetap berjalan. Akan tetapi, berusaha harus tetap juga dilakukan, tentunya dengan tidak mengurangi protokol kesehatan tetap itu penting dilakukan dalam kondisi seperti saat ini,” ujarnya.

Terkait kelongaran membuka perekonomian masyarakat menurut Dirga, tentu tetap harus dilakukan jangan sampai mengurangi protokol kesehatan. Dalam hal ini, protokol kesehatan tersebut wajib.

“Jika bisa semua berjalan,” tutupnya.