- Advertisement -
Beranda blog Halaman 981

Tidak Tergesa-gesa Ke Fase New Normal, Bupati Tabanan Komit Tuntaskan Penanganan Covid 19

 

TABANAN – Pantaubali.com – Menyikapi Munculnya Wacana terkait pemulihan roda ekonomi agar bisa berjalan kembali dengan menyiapkan fase New Normal sebagai proses pemulihan ekonomi di tanah air, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti secara tegas untuk sementara ini akan tetap fokus dalam penanganan masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Tabanan.

Pilihan untuk tetap fokus menangani Pandemi ini, dinyatakan Bupati Eka saat turun langsung dalam acara penyerahan sembako ke Gereja Pentakosta dan Vihara Dharma Cattra Tabanan. Yang merupakan salah satu kegiatan sosial Bupati Tabanan di saat Masa Pandemi Covid 19.

Bupati tabanan dalam hal ini menjelaskan, Pemerintah Tabanan sementara ini akan fokus menata Tabanan, dengan harapan untuk Kabupaten Tabanan tetap Bisa bertahan dengan status tidak adanya penambahan kasus positif Covid 19 perharinya, selain itu Pemerintah Tabanan juga akan tetap fokus dalam penanganan PMI dengan harapan, mereka tetap bisa mentaati anjuran pemerintah untuk bisa melakukan isolasi mandiri sehingga ketika Tabanan menuju Era New Normal, bisa di laksanakan secara bersama dengan masyarakat tabanan itu sendiri.

“ Saya belum melihat alasan yang pasti untuk memulai New Normal di Tabanan, Kalau kita membuka atau memulai sesuatu yang baru tapi akan membahayakan masyarakat kita nantinya, untuk apa ya, intinya kita tetap akan bertahan dulu sampai situasi di Tabanan benar- benar kondusif, “ saya tidak mau mempertaruhkan masyarakat saya karena harus ikut latah menerapkan kebijakan New Normal ujarnya.

“ Orang Tanpa Gejala kan sampai saat ini masih banyak yang berkeliaran, siapa yang menjamin kesehatan masyarakat lainya jika terburu- buru menerapkan New Normal, “ Jangan dulu lah sebelum semua benar- benar kondusif tegasnya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam hal ini akan lebih memikirkan jaminan yang betul- betul bisa memastikan ketika menuju transisi New Normal Nantinya berlangsung, Untuk Wisatawan atau masyarakat yang ada di bali benar- benar sudah tejamin kesehatan untuk kembali berbaur dengan masyarakat lainya. Karena jangan sampai nantinya justru akan menimbulkan transmisi lokal dan penyebaranya malah tidak bisa di kendalikan karena banyaknya kasus positif Covid 19 akibat Transisi New Normal ini.

Bupati Eka Serahkan Bantuan di Vihara Dharma Cattra Tabanan

                     

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan bantuan kepada 50 jemaat Vihara Dharma Cattra, Tabanan. Bantuan berupa 50 paket sembako dan 100 masker tersebut diserahkan secara simbolis di Vihara Dharma Cattra, Tabanan, Selasa (26/5).

Turut hadir saat itu, Forkopimda Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga. Nampak juga Sekkab Tabanan I Gede Susila dan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta pengurus Gereja setempat.

Bupati Eka mengatakan, gerakan penyerahan bantuan sembako ini merupakan gerakan peduli kasih dari Pemkab Tabanan dan seluruh Jajaran Forkopimda Tabanan, ASN beserta beberapa stak holder di Kabupaten Tabanan untuk turut membantu meringankan beban masyarakat Tabanan yang terdampak Covid-19, khususnya umat jemaat Vihara Dharma Cattra, Tabanan.

“Sebelum ini kami juga ke Gereja dan telah memberikan bantuan ke umat muslim juga. Jangan dilihat besar kecilnya bantuan ini, namun ini bentuk perhatian kami kepada mereka yang sudah bertugas di vihara, menjaga wihara ini dengan baik sehingga umat secara khusuk bisa memanjatkan doa disini,” ucap Bupati Eka.

Ia melanjutkan, wabah ini bukan saja melanda Kabupaten Tabanan tetapi mewabah di seluruh Indonesia. Untuk itu, Ia meminta kerjasama dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat termasuk jemaat Vihara Dharma Cattra Tabanan untuk bersama-sama melawan wabah pandemi global ini karena tanpa masyarakat, Pemerintah tidak bisa dengan optimal menyelesaikan permasalahan ini.

“Untuk itu saya berharap di saat pandemi ini seluruh elemen masyarakat membuka hatinya meskipun melawan wabah yang tidak terlihat tetapi kembali lagi umat-umat kita menderita kan terlihat. Kita lihat yang tidak mampu, yang kena phk dan lain-lain, mari kita bantu, mari kita koordinasikan agar bisa kita bantu,” ujarnya.

Disamping itu, Bupati Eka juga meminta kepada masyarakat agar selalu mentaati anjuran Pemerintah, yakni dengan selalu menerapkan PHBS, sosial distancing dan phsycal distancing demi keselamatan bersama.

“Yang penting satu adalah kita harus tetep kuat bersyukur dan bersabar, jangan pernah patah semangat karena yang namanya ujian pasti membuat kita kuat dan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bisa menghadapi semua persoalan.  Serta kita harus berpikir positif. Dengan begitu imun tubuh juga akan meningkat dan akan memberikan kekebalan tubuh secara alami,” imbuhnya.

Bupati Eka menambahkan, terkait bantuan yang telah diajukan oleh jemaat Vihara Dharma Cattra, ditengah pandemi saat ini, anggaran dari Pemerintah difokuskan untuk menangani krisis yang disebabkan oleh Covid-19 ini. Untuk itu Bupati Eka meminta agar semua bersabar dan apabila situasi sudah membaik, Ia mengatakan kedepannya akan membantu sebesar Rp. 300 juta untuk perbaikan Vihara Dharma Cattra.

“Apabila situasi sudah membaik kita membangun Tabanan lagi. Apalagi membangun tempat suci, itu adalah kewajiban kita sebagai umat. Dan kembali lagi mohon doanya, doakan semua yang ada di Tabanan ini terutama masyarakatnya untuk bisa survive, karena dengan  survive kita bisa membangun Tabanan lagi,” imbuhnya.

Sementara Perianto Choni selaku pengurus Vihara Dharma Cattra, Tabanan mengatakan sampai saat ini selalu menghimbau kepada umatnya agar mentaati anjuran pemerintah. Bahkan pihaknya mengurungkan perayaan Hari Raya Waisak di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Ia mengaku pihaknya akan selalu bersama-sama dengan Pemerintah dan masyarakat Tabanan dalam upaya memerangi wabah ini.

Begitupun dengan bantuan yang akan diterima saat ini dan yang akan datang, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati selaku Wakil dari Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta jajaran. “Kami ucapkan terimakasih kepada Pemda yang telah peduli dan nanti memberikan bantuan langsung kepada jemaat kami,” pungkasnya. @humastabanan

Terkait Kasus Kerumunan Warga Di Kampung Jawa, Gubernur Ajak Semua Pihak Ikuti Proses Hukum Yang Sudah Berjalan

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Menyikapi munculnya kasus kerumunan warga yang melanggar Protokol kesehatan dan berpotensi penyebaran Covid 19 Di Dusun Wanasari Kampung Jawa, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Pada Tanggal 23 Mei 2020 Saat Malam Takbiran, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak semua pihak untuk mendukung bersama apa yang sudah dilakukan pihak Kepolisian, Untuk hal ini yang sudah di tangani oleh Polresta Denpasar dan telah melakukan proses dengan memanggil sejumlah orang yang terlibat dalam acara tersebut.

Gubernur Bali I Wayan Koster Juga menghimbau kepada semua pihak agar tidak mendramatisir dan mempolitisir peristiwa tersebut, dan tidak perlu mengait-ngaitkan dengan Upacara Ngaben di Desa Sudaji Kabupaten Buleleng, karena riwayat dua peristiwa tersebut memang berbeda.

“ Saya juga meminta kepada semua pihak agar tidak mengeluarkan pernyataan yang memojokkan atau menyalahkan Aparat penegak hukum dan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19, “ karena Aparat penegak hukum telah bekerja dengan baik, sangat kooperatif, dan mendukung kebijakan Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas dalam penanganan COVID-19 di Bali, “ Jelasnya.

Selain itu Gubernur juga menghimbau kepada semua pihak, untuk secara bersama – sama membangun suasana yang kondusif dengan tidak saling menyalahkan, ataupun membuat polemik, tetapi justru harus mengembangkan sikap dan aksi nyata dengan semangat gotong– royong Bersama Pemerintah Provinsi Bali, Agar Pandemi Covid – 19 bisa berakhir sesuai harapan kita semua.

Gunakan System Zonasi jaringan, Mampu Atasi Gangguan Distribusi Air

I Wayan Agus Suanjaya humas PDAM Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Munculnya keluhan mengenai terganggunya air saat jam puncak di Selatan Kantor Bupati Tabanan tepatnya di Jalan Kresna, Werkudara, Nakula dan Sahadewa diantisipasi dengan cepat oleh pihak Perumda Tirta Amerta Bhuana (TAB) Tabanan.

Dengan menggunakan system Zonasi jaringan, sejumlah lokasi yang sebelumnya sempat mengalami gangguan distribusi air, sekarang sudah tidak ada masalah.

“Sejak keluhan kami terima dari informasi masyarakat. Kam langsung turun ke lokasi,” jelas I Wayan Agus Suanjaya humas PDAM Tabanan, Selasa ( 26 Mei 2020).

Pihaknya kemudian melalukan perubahan zonasi jaringan secara bertahap untuk wilayah dalam kota. Hasilnya, sudah dapat dirasakan, keluhan warga terkait air sudah tidak ada lagi.  “Di sebelah selatan kantor Bupati terutama di jalan Kresna, Nakula, Sahadewa, dan Werkudara saat ini sudah lancar airnya. Kalau dulu di jam puncak mati total, sekarang di jam puncak air masih mengalir meskipun dengan debit yang kecil,” terangnya.

Perubahan zonasi jaringan juga mampu mengantisipasi distribusi air di Jalan Diponogoro, Kamasan, Denbatas sertta di sekitar LP Tabanan. “Di wilayah tersebut sekarang airnya sudah normal,” tandasnya.

Laskar Bali Santhi DPC Tabanan, Bagikan Puluhan Sembako Untuk Masyarakat Bawah

 

TABANAN – Pantaubali.com – Ditengah pandemi covid-19 membuat anggota Laskar Bali Santhi DPC Tabanan tergerak untuk turut melakukan aksi sosial guna meringankan beban masyarakat bawah pada khsususnya.Aksi sosial tersebut menurut, Ketua Laskar Bali Santhi DPC Tabanan,I Gusti Ketut Artayasa, saat dikonfirmasi via WA pada Senin,(25/5) di Tabanan menyampaikan, telah membagikan beberapa sembako di beberapa wilayah di Tabanan pada Minggu,(24/5) (Kemarin).

“Adapun sembako yang kami berikan berupa, beras c4 5 kg, Minyak goreng 1 L,Telor 10 biji dan Mei istan 5 biji,” jelasnya.

Ada beberapa daerah di Tabanan telah disasar dalam aksi sosial yang dilakukan ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Terbanyak di Desa Pandak Gede, sisanya menyasar Desa Nyitdah, Sudimara,Curah, Nongan, Abian tung, Penebel dan beberapa Desa lainnya di Tabanan ini,” ujarnya.

Dalam aksi sosial tersebut 9 anggota sebagai perwakilan ikut turun, tentu dengan melihat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kami turun dengan banyak personil di saat kondisi sekarang ini.

“Kami akan bergerak apa bila anggota kami ada laporan,kalau di daerahnya ada warga yang betul-betul membutuhkan,” ucapnya.

Pria yang lebih akrab disapa Ajik Ngurah Boby ini berharap,semoga pandemi covid 19 cepat berlalu dan kita selaku anggota LBS Tabanan senantiasa akan siap membantu dan menjadi relawan covid-19 ataupun di saat aksi sosial lainya demi Kabupaten Tabanan Tercinta ini.

Disdik Tabanan, Punya Cara Jitu Usir Kebosanan Siswa Belajar di Rumah

 

TABANAN- Pantaubali.com –  Masih diterapkannya belajar di rumah oleh Pemerintah pusat ditengah merebaknya virus Corona, yang kemungkinan akan menimbulkan kebosanan bagi beberapa anak didik.Guna mengatisipasi hal tersebut menurut, Kadis Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra,Minggu,(24/5) saat dikonfirmasi di Tabanan menyampaikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan telah melakukan upaya khusus seperti, memberi tugas siswa membuat video pendek. Tentu hal tersebut dilakukan dengan harapan sedikit tidaknya mampu mengusir kebosanan siswa saat belajar di rumah saja.

“Kami berikan kesemptan kepada siswa untuk membuat video amatir terkait edukasi kepada masyarakat terhadap pencegahan covid-19 ini,” jelasnya.

Tentu dalam pelaksanaan belajar di rumah tetap mengajurkan para orang tua siswa bisa mendampingi putra-putinya saat proses belajaran mengajar.

“Kita sampaikan kepada para orang tua siswa agar selalu mendampingi dan membimbing putra- putrinya didalam menerima pelajaran di rumah,” ujarnya.

Dalam proses belajar di rumah Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan tetap melakukan pengawasan, baik kepada siswa maupun guru secara continue.

“Pemantauan secara continue tetap dilakukan melalui Korwil dan dilaporkan setiap minggunya kepada kita,bukan saja proses belajar-mengajar akan tetapi laporan terkait kondisi kesehatan guru dan murid tetap dilaporkan. Jika dilihat sampai saat ini, kondisi kesehatan para siswa dan guru dalam kondisi baik,” katanya.

Selain itu satgas sekolah juga dibentuk guna memonitor kondisi siswa dilingkungan masing-masing agar tetap melaksanakan proses belajar-mengajar sesuai kalender pendidikan.

“Jika dilihat sesuai hasil pantauan,hal tersebut sudah dilaksanakan oleh para guru.Di perpanjang atau tidak proses belajar di rumah nantinya kita masih menunggu regulasi berjenjang, baik dari pusat maupun provinsi,”ucapnya.

Dirinya berharap, dalam kondisi seperti saat ini , para guru bisa menjaga kesehatan dengan baik serta selalu memberikan tugas akadenik maupun tugas yang mampu membangkitkan kreatifitas bagi para siswa.

“Harapan saya bagi para guru khusunya di tengah covid 19 ini agar mampu menjaga kesehatan dan menerapkan PHBS.Mampu memberikan tugas kepada sisiwa selain memberi tugas dibidang pengetahuan akademik, serta bisa memberikan tugas yang membangkitkan kreatifitas para siswa juga,” harapnya.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster Serahkan Bantuan 410,9 Ton Beras dan 90 000 Masker Kain

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Bali menyerahkan bantuan beras sebanyak 410,9 ton dan 90.000 pcs masker kain kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan sebanyak itu menyasar 10.000 kader PKK dan 6.436 perajin yang tersebar pada seluruh kabupaten/kota di Bali. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Ny Putri Koster kepada para Ketua TP PKK/Dekranasda kabupaten/kota se-Bali, di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha Denpasar, Sabtu (23/5).

Pada kesempatan itu, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa wabah Covid-19 yang mulai merebak sejak awal Maret lalu telah menimbulkan berbagai dampak, tidak hanya pada kesehatan masyarakat namun juga turut mempengaruhi sisi perekonomian.

Sejumlah warga masyarakat mengeluhkan kekurangan penghasilan, bahkan ada yang terpaksa kehilangan pekerjaan. Dalam posisi seperti ini, masyarakat kecil yang mengandalkan pendapatan harian mengalami dampak yang paling parah hingga kondisi rentan pangan yang dapat mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan konsumsi masyarakat yang paling mendasar, ucapnya.

Untuk itu, lanjut dia, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang merupakan mitra pemerintah yang memiliki jejaring sampai ke unit terkecil masyarakat yaitu keluarga, bergandengan tangan dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), turut serta mengambil peran mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bali dengan melakukan refocusing anggaran pada program/kegiatan PKK Provinsi Bali dan program/kegiatan Dekranasda Provinsi Bali untuk fokus dalam rangka menanggulangi dampak pandemi virus saat ini.

Dekranasda merupakan organisasi yang memayungi, mengembangkan produk kerajinan dan usahanya serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku usaha yang sebagaian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah di Pulau Dewata.

Ny Putri Koster menyebutkan, dari besaran anggaran TP PKK Provinsi Bali yang dialokasikan sebesar Rp 10 miliar di tahun 2020, Rp 4,5 miliar di antaranya diperuntukkan bagi BKK dan sisanya Rp 5,5 miliar untuk pelaksanaan program/kegiatan PKK. Dari Rp 5,5 miliar anggaran kegiatan PKK tersebut, dilakukan penyisiran dan refocusing anggaran sebesar Rp 3 miliar dan ditambah Rp 2,5 miliar dari refocusing anggaran Dekranasda Provinsi Bali, digunakan fokus dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Bali.

Dengan bantuan beras ini, Ny Putri Koster berharap dapat memenuhi kebutuhan konsumsi yang paling mendasar bagi masyarakat, utamanya bagi kader PKK di desa/kelurahan dan perajin di desa-desa di masa pandemi Covid-19 ini.

Sedangkan bantuan masker dimaksudkan guna mendukung instruksi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang mewajibkan semua warga masyarakat untuk menggunakan masker sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kedepannya, Ny Putri Koster meminta para ketua TP PKK kabupaten/kota mampu mendorong para kader PKK untuk terus bersemangat melaksanakan tugas dan fungsinya melakukan sosialisasi 10 Program Pokok PKK di masa pendemi Covid-19 ini, terutama program-program yang relevan mendukung penanggulangan dampak Covid-19, seperti halnya kegiatan HATINYA PKK, UP2K dan lain sebagainya dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

Selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali, seniman multi talenta ini juga meminta para ketua Dekranasda kabupaten/kota untuk terus memotivasi para perajin agar mereka tetap dapat berkarya dan bekerja di rumah. Dalam situasi yang seperti ini dituntut untuk terus dapat berinovasi, berkreativitas dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mempromosikan produk, sehingga perajin tetap bisa mendapat penghasilan.

Bantuan pada hari ini diserahkan secara simbolis kepada para ketua TP PKK/Dekranasda kabupaten/kota se-Bali, untuk selanjutnya secara berjenjang diserahkan kepada para ketua TP PKK kecamatan, ketua TP PKK desa/kelurahan, serta terakhir diserahkan kepada para kader PKK di desa/kelurahan dan perajin di desa sebagai sasaran penerima bantuan.

Mengingat jumlah bantuan yang cukup besar dengan menyasar sebanyak 716 desa/kelurahan di Bali, maka pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap.

Untuk bantuan beras Kabupaten Jembrana mendapatkan alokasi sebanyak 32,85 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali sebanyak 17,85 ton dan Dekranasda Provinsi Bali sebanyak 15 ton. Kabupaten Tabanan mendapatkan alokasi sebanyak 59,05 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 46,55 ton dan Dekranasda Provinsi Bali 12,5 ton. Kabupaten Badung mendapatkan alokasi sebanyak 37,2 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali sebanyak 21,3 ton dan Dekranasda Provinsi Bali sebanyak 15,9 ton. Kabupaten Gianyar mendapatkan alokasi sebanyak 54,35 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 24,35 ton dan Dekrasnasda Provinsi Bali 30 ton. Kabupaten Klungkung mendapatkan alokasi sebanyak 28,15 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 20,65 ton dan Dekranasda Provinsi Bali 7,5 ton. Kabupaten Bangli mendapatkan alokasi sebanyak 50,2 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 25,2 ton dan Dekranasda Provinsi Bali 25 ton. Kabupaten Karangasem mendapatkan alokasi sebanyak 34,75 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 27,25 ton dan Dekranasda Provinsi Bali 7,5 ton. Kabupaten Buleleng mendapatkan alokasi sebanyak 81,8 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 51,8 ton dan Dekranasda Provinsi Bali 30 ton. Kota Denpasar mendapatkan alokasi sebanyak 32,55 ton yang terdiri dari bantuan TP PKK Provinsi Bali 15,05 ton dan Dekranasda Provinsi Bali sebanyak 17,5 ton.

Bantuan masker berjumlah 90.000 pcs, di mana masing-masing kabupaten/kota mendapat bantuan 10.000 pcs masker dari Dekranasda Provinsi Bali.

Sementara itu, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ida Ayu Wardani yang ditemui seusai penyerahan bantuan beras dan sembako menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan menyalurkan bantuan secara berjenjang dengan penyerahan kepada ketua TP PKK kecamatan lalu ketua TP PKK desa/kelurahan dan terakhir diserahkan kepada para kader PKK di desa/kelurahan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait guna memastikan data penerima bantuan, sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Sekda Dewa Indra Tegaskan Tidak Ada Instruksikan Warga Boleh Keluar Rumah untuk Bekerja

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sabtu (23/5) mengklarifikasi pemberitaan di sejumlah media terkait dianggap menginstruksikan warga boleh keluar rumah bekerja atau beraktivitas normal ditengah pandemi Covid-19 ini. Menurut Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini, pemberitaan tersebut keliru dan perlu diluruskan.

Pemberitaan disejumlah media tersebut merujuk pada pelaksanaan presconference Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali pada Jumat (22/5) sore. Pada kesempatan tersebut Dewa Indra menanggapi harapan pemerintah pusat agar Bali bisa memulai kehidupan New Normal.

“Bali ini adalah salah satu daerah yang tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Karena itu, maka aktivitas masyarakat di Bali ini sesungguhnya lebih longgar dibandingkan dengan daerah yang menerapkan PSBB. Kalau aktivitas yang lebih longgar ini kita wujudkan menjadi kerja yang lebih produktif dengan tetap menjaga disiplin yang kuat dalam protokol kesehatan ini, maka kita berharap menjadi lebih baik. Karena pemerintah pusat ini sebenarnya sangat ingin Bali bisa menjadi leading untuk menormalisasi situasi ini,” terangnya.

Namun Ia menegaskan jika Pemprov Bali dan Gugus Tugas berhati-hati dalam menyikapinya. Mengingat saat ini masih terjadi kasus transmisi lokal yang tumbuh dari hari ke hari yang harus di waspadai.

Ditambahkan Dewa Indra, jika nantinya transmisi lokal tersebut bisa dihentikan maka kita bisa memulai melakukan produktivitas tersebut.

“Kami Pemerintah dan Gugus Tugas tentu memahami bahwa work from home, stay at home sudah cukup lama. Tentu menimbulkan kejenuhan dan bahkan juga menimbulkan hal-hal yang kurang positif dari sisi produktivitas, dari sisi perputaran perekonomian dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Mari kita berupaya pastikan diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, instansi kita, supaya kita bisa meningkatkan produktivitas ditengah situasi ini, tetapi kita bisa menjaga bahwa kita tidak terinfeksi Covid-19 dan kita juga tidak menyebarkan Covid-19 kepada pihak lain. Mudah-mudahan melalui upaya kita bersama ini, maka produktivitas aman Covid-19 ini bisa kita wujudkan bersama-sama di Bali. Sehingga dengan demikian, antara dampak kesehatan dengan dampak ekonomi bisa kita kendalikan pada situasi yang baik kedepan,” ungkap Dewa Indra.

“Kemarin saya menjelaskan tentang tagline Presiden Produktif dan Aman Covid-19. Pusat menghendaki Bali bisa memulai kehidupan new normal, tapi saya sudah jelaskan bahwa kita di Bali belum bisa karena angka transmisi lokal masih bertumbuh dari hari kehari,” tegas Dewa Indra seraya berharap kalau transmisi lokal sudah tidak ada lagi masyarakat Bali bisa mulai kehidupan normal secara bertahap. Jadi tidak benar bila Dewa Indra mempersilahkan masyarakat beraktivitas seperti biasa di luar rumah.

Pencegahan Covid-19, Puluhan Pramuka Peduli Kwarda Bali Turun Ke Desa Adat Kuwum

 

TABANAN – Pantaubali.com – Puluhan anggota Pramuka peduli Kwarda Bali untuk kesekian kalinya turun ketengah masyarakat. Yang mana aksi yang sama juga sempat dilakukan sebelumnya dengan menyasar Desa Adat Nyitdah, Batubulan Kangin sedangkan pada Sabtu,(23/5) atau (hari ini) menyasar Desa Adat Kuwum,Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan guna melakukan kegiatan pencegahan terhadap virus corona.

Dalam aksi sosial tersebut selain membagikan sembako serta membagikan
Bibit Disinfektan 15 liter, Hand sanitizer 1 liter, Hand Soap 5 liter dan masker.Dalam aksi tersebut Pramuka peduli daerah Bali juga bersinergi bersama-sama BPBD Provinsi Bali dan Batalion sipur 18 JKR IX Udayana,BPBD kota Tabanan serta pramuka peduli daerah Bali maupun pramuka kuartir daerah Tabanan, Itu disampaikan, Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Pramuka Peduli Kwarda Bali, Bagus Partawijaya disela kegiatan tersebut.

“Semua bersinergi bersama masyarakat adat dari 6 desa adat di hari ini,” jelasnya.

Selain sembako diserahkan juga paket pencegahan corona seperti, handsanitiser,masker,hand soap cair dan juga ada penyemprotan disinfektan.

“Secara jumlahnya setiap Desa Adat kita serahkan 4 bibit disinfektan,4 handsanitiser,kemudian sekitar 70 masker selanjutnya ada paket sembako,” ujarnya.

Kegiatan ini telah dimulai semenjak terjadi corona, yang sampai saat ini tetap melakukan kegiatan.

“Kegiatan ini bukan kegiatan kami yang pertama kali,melainkan kegiatan yang ketiga kalinya,” katanya.

Selanjutnya, Bendesa Adat Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, I Made Ardika menyampaikan, kegiatan yang dilakukan ini tentu memberi edukasi pada masyarakat di Desa Adat Kuwum, Kecamatan Marga pada khususnya.

“Tentu kegitan ini memberi edukasi pada masyarakat kami, tentunya dengan harapan Desa Adat Kuwun terbebas dari wabah Corona,” sebutnya

Masih dalam waktu dan kesempatan yang sama Ketua Satgas Gotong Royong Penanganan COVID-19 Desa Adat Kuwum, Kecamata Marga, Tabanan, I Wayan Wiryana S.Sos menyampaikan,Ini merupakan bentuk kepedulian ditengah pandemi Covid 19 ini.Selain itu secara itens melakukan komunikasi kepada semua pihak juga guna secara bersama-sama membangun kebersamaan bersinergi dengan komitmen yang sama dalam penanganan covid-19 ini.

“Kegiatan ini yang kita komunikasikan kepada satgas Porda Pramuka Bali, BPBD Provinsi Bali dan ditindak lanjuti ke jajaran masing-masing,” sampainya.

Maka dari itu dirinya menyampaikan, tetap berkolabirsai secara bersama-sama tentunya yang semua memiliki semangat yang sama guna memutus mata rantai Covid-19 pada khususnya.

Ratusan PMI Berdatangan, KPU Tabanan Akan Melakukan Pendataan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait datangnya ratusan PMI ditengah pandemi Covid-19 kususnya di Kabupaten Tabanan menurut, Ketua KPU Kabupaten Tabanan,I Gede Putu Weda Subawa,Jumat,(22/5) di Tabanan menyampaikan, akan melakukan pendatan, koordinasi dan bekerja sama dengan Pemda terkait nantinya.

“Jadi PMI tersebut notaben adalah, warga negara Indonesia yang ber KTP elektronik. Mereka akan kita data sesuai alamat masing-masing.Tentu kami akan melakukan kordinasi dan bekerja sama dengan Pemda terkait juga,” jelasnya.

Nanti akan dilakukan pengomplekan yang nanti akan disesuikan dengan alamat masing-masing. Kemudian baru dimasukkan di TPS pada masing-masing Banjar.

“Karena para PMI alamatnya pasti menyebar di seluruh Kabupaten Tabanan,maka dari itu kita akan melakukan pengomplekan atau grouping.Kemudian akan kita sesuikan dengan alamat, kemudian baru dimasukkan di TPS pada masing-masing Banjar.Karena ini kan berbasis banjar, sementara aturanyakan satu TPS 800 orang maksimalnya,” paparnya.

Untuk jumlah TPS sekitar 785 TPS sedangkan dari pemetaan yang dilakukan, hanya memakai 781 TPS. Artinya masih ada cadangan 4 TPS,cadangan tersebut dipakai untuk daerah-daerah yang kondisi alamnya tidak sesuai,misalnya 1 banjar jaraknya berjauhan,dibatasi sungai atau perbukitan. Maka cadangan tersebut yang akan kita pakai.

“Sampai Desember ini kita masih akan memakai 781 TPS karena, penambahan jumlah pemilih tidak berpengaruh. Saya yakin jumlah TPS yang kami sediakan masih bisa menampung jumlah pemilih selama regulasinya masih 800 pemilih per TPS,” cetusnya.

Selain itu,untuk pemilih berusia 17 tahun pada Desember sesuai Perpu akan ada penambahan jumlah pemilih.

“Nanti akan disesuaikan di Capil karena, sampai saat ini kita belum bisa rapat bersama capil mengingat situasi covid ini,”ucapnya.

Dia menambahkan, angka pemilih pada jumlah awal sebanyak 366 ribu angka tersebut sentara dengan angka global. Yang mana, jumlah tersebut belum dipotong yang meninggal dan pemilih berusia 17 juga belum terdaftar.