- Advertisement -
Beranda blog Halaman 980

Terima Hasil Pemeriksaan BPK, Pemprov Bali Kembali Meraih WTP

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali menyelesaikan kewajiban pemeriksaan keuangan dan kembali meraih opini WTP untuk ketujuh kalinya, di tengah pandemi Covid-19. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2019 pada Pemerintah Provinsi Bali diserahkan oleh BPK RI kepada Gubernur Bali dan Ketua DPRD Bali dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Bali yang digelar secara video conference, Jumat (29/5).

Auditor VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Prof Harry Azhar Azis Azis mengatakan berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK dapat disimpulkan bahwa penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019 telah sesuai dengan SAP berbasis akrual, telah diungkapkan secara memadai dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material, serta telah menyusun dan merancang unsur unsur SPI yakni lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan.

“Untuk itu, kami pimpinan BPK RI dengan penuh keyakinan memberikan opini untuk laporan hasil tahun 2019 untuk dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019,” kata mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI ini.

Ia menambahkan, pencapaian ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Bali beserta jajaran perangkat daerah terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. “Dan tentu tidak terlepas dari sinergi yang efektif terhadap seluruh pemangku kepentingan serta dukungan dari DPRD dalam pelaksanaan fungsi pengawasan,” ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi seluruh jajaran BPK Perwakilan Provinsi Bali, khususnya tim pemeriksa yang di tengah wabah pandemi Covid 19 dapat menyelesaikan pemeriksaan atas LKPD Provinsi Bali tahun 2019 dan menyerahkan LHP tersebut pada hari ini.

Menurut Gubernur Koster, Pemerintah provinsi Bali telah menyerahkan LKPD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019 kepada BPK Perwakilan Provinsi Bali pada tanggal 11 Maret 2020 di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Bali dan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh tim BPK Perwakilan Provinsi Bali dari tanggal 13 April sampai 18 Mei 2020. Atas temuan hasil pemeriksaan tersebut Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan tanggapan atas rekomendasi pemeriksaan dan mengisi rencana aksi sebagai bentuk rencana tindak lanjut atas konsep LHP tersebut pada tanggal 27 Mei 2020.

“Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPD Provinsi Bali tahun 2019 yang diserahkan kepada DPRD Provinsi Bali oleh BPK Perwakilan Provinsi Bali pada hari ini memuat opini pemeriksaan atas pelaksanaan APBD yang juga menjadi ukuran akuntabilitas dan pengelolaan keuangan daerah Provinsi Bali,” ujar putra asal Desa Sembiran, Buleleng.

Gubernur Koster menambahkan, seluruh jajaran Pemprov Bali menyadari pengelolaan keuangan dan aset daerah masih jauh dari sempurna. “Oleh karenanya kami mohon kepada BPK perwakilan provinsi Bali untuk tidak henti-hentinya memberikan tuntunan dan bimbingan dalam mengelola keuangan dan aset daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga layak pemeriksaan BPK dengan kategori WTP atau wajar tanpa pengecualian,” ujar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Mentri Pariwisata Wishnutama ” Optimis Bahwa MICE di Bali Akan Kembali Bangkit “

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Wishnutama Kusubandio dalam pelaksanaan acara Webinar dengan tema Bali’s New Normal Series II Road Map to Bali’s Next Normal ( Is Bali ready for a MICE Business?) yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, dihadiri oleh, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Trisno Nugroho, Ketua BTB / GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana. Webinar juga diisi dengan sejumlah pembicara diantaranya Kepala Politeknik Pusat MICE Jakarta Christina L Rudatin, DOSM Westin Resort Nusa Dua dan BICC Saraswati Subadia, Direktur Pengembangan Bisnis EMEA at Simpleview Christian Ortlepp serta Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kamis,(28/5) di Ruang Rapat Wagub Bali Renon, Kota Denpasar, Provinsi Bali menyampaikan,optimis bahwa MICE di Bali akan kembali bangkit. Potensi ekonomi dari penyelenggaraan MICE sangat tinggi dan menjadi bagian strategis dari pariwisata.

“Tentu perlu disusun dengan sebaik- baiknya, secermat cermatnya terkait SOP pelaksanaan MICE nantinya,”jelasnya.

Adapun langkah pertama yang harus dilakukan adalah merumuskan protokol the new normal MICE dan menggabungkannya dengan inovasi. Dengan penawaran hal yang berbeda dan didukung dengan pelaksanaan protokol yang disiplin dan detail.

“Selain itu penting juga dipersiapkan sanksi bagi yang melanggar. Maka dengan demikian akan tercipata rasa aman dan nyaman ketika berkunjung ke Bali,” ujarnya.

Dirinya optimis bahwasanya, pariwisata Bali akan bangkit dan MICE menjadi core devisa pariwisata.

Dalam waktu dan kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, Bali memiliki salah satu produk unggulan yaitu MICE Tourism.

Keberhasilan Bali menyelenggarakan MICE tidak lepas dari dukungan beberapa faktor misalnya jumlah akomodasi kamar, ruang rapat atau venue, dan fasilitas infrastruktur penunjang lainnya yang memadai.
Selain itu, keramahan penduduk Bali dan keindahan dan kedamaian alam Pulau Dewata juga turut mendorong Bali sebagai destinasi MICE dunia.

“Jika dilihat beberapa kongres atau pertemuan tingkat dunia yang pernah diadakan di Bali dan berjalan sukses misal, APEC 2013, IMF-World Bank Annual Meeting 2018 serta konferensi bertaraf internasional lainnya,” ucapnya.

Dengan terjadinya Pandemik COVID-19 yang menyebar di hampir di seluruh negara di dunia,beberapa kegiatan MICE yang sudah direncanakan penyelengaraanya di Bali seperti Asia Pacific City Summit and Mayors, International Conference on Human Rights and Human Dignity, KTT Perubahan Iklim Dunia ditunda penyelenggaraannya.

COVID-19 telah melahirkan budaya baru yang disebut sebagai “era new normal”. Agar Bali bisa ambil bagian di era new normal ini, ada beberapa persyaratan/protokol yang harus dipenuhi, seperti memenuhi standar kebersihan, memenauhi standar kesehatan dan memenuhi standar keamanan.

“Melihat kekuatan dan potensi Bali dalam rangka penyelenggaraan MICE beberapa tahun terakhir, mau tidak mau Bali harus mengikuti apa yang disyaratkan di dalam ketentuan-ketentuan protokol kesehatan tersebut,” katanya.

Kedepan agar tetap menjadi tempat favorit penyelenggaraan MICE, Bali harus mampu berinovasi dan menyajikan sesuatu yang baru. Salah satunya adalah menawarkan konsep MICE baru yaitu pertemuan di ruang terbuka dengan demikian Bali dapat tetap unggul.

“Dengan keramahan penduduk Bali, penyelenggaraan MICE yang dijamin dapat berlangsung aman, dan keindahan alam yang memberi inspirasi kepada peserta MICE, serta implementasi protokol kesehatan yang sesuai dengan standar internasional akan menjadikan Bali tetap sebagai destinasi MICE terbaik di dunia,”pungkasnya.

Bupati Eka beserta Jajaran Exit Metting dengan BPK RI  Perwakilan Bali

 

 TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang didampingi Sekda I Gede Susila dan Inspektur Tabanan I Gede Urip beserta beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan pertemuan rapat dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali.

Rapat tersebut digelar melalui media virtual video conference di Tabanan Command Center Kominfo Kabupatren Tabanan, Kamis (28/05). Rapat bersama tersebut dilaksanakan dalam rangka Exit Meeting BPK RI Perwakilan Bali di Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Sebelumnya, tim BPK RI Perwakilan Bali telah melaksanakan pemeriksaan terinci atas LKPD Pemkab Tabanan tahun anggaran 2019, kurang lebih selama 30 hari. Pemeriksaan tersebut dilaksanakan sejak 19 April 2020 s/d 27 Mei 2020.

Terkait Hasil dari Pemeriksaan tersebut, Kepala BPK RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto saat itu menyampaikan hasil dari tim pemeriksa dari BPK RI. Ia mengatakan exit meeting ini merupakan rangkaian dalam kegiatan pemeriksaan dimana sebelum mengakhiri pemeriksaan di lapangan tim wajib memberikan temuan pemeriksaan yang perlu ditindaklanjuti di Pemkab Tabanan.

Ia melanjutkan, pihak BPK RI sangat mengapresiasi jajaran Pemkab Tabanan atas komitmen yang ditunjukan untuk selalu memperbaharui sistem keuangan di Pemkab Tabanan. Untuk itu, Ia mengaku pihaknya akan selalu siap memberi arahan dan masukan sehingga LKPD Pemkab Tabanan kedepannya lebih baik lagi.

Bupati Eka sangat berterima kasih kepada pihak BPK RI Perwakilan Bali yang telah dengan sabar melaksanakan tugas selama satu bulan di Lingkup Pemkab Tabanan, meski dalam situasi pandemi global saat ini.

“Memang kehadiran BPK sangat dibutuhkan untuk penyajian LKPD yang bisa dipertanggungjawabkan dengan masyarakat, dalam upaya menuju tata kelola pemerintah yang lebih baik di Pemkab Tabanan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, apa yang menjadi arahan dan masukan dari BPK RI Perwakilan Bali akan segera ditindaklanjuti dan lebih diperdalam lagi, karena Pemkab Tabanan sangat berkomitmen untuk menyajikan LKPD yang lebih terinci kedepannya sesuai dengan amanah rakyat Tabanan.

“Sejauh ini kehadiran BPK RI sangat membantu kami di Pemkab Tabanan, apalagi tidak hanya WTP  yang menjadi tolak ukur kami tetapi bagaimana kami bisa mempertanggungjawabkan keuangan daerah ini sesuai dengan mekanisme dan aturan berlaku,” ujar Bupati Eka.

Ia berharap kedepannya, Tabanan selalu mampu mempertahankan apa yang sudah baik menjadi lebih baik lagi dan kerjasama ini terus berlanjut. Ia juga sangat mengapresiasi kerja keras yang telah ditunjukan oleh para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan yang mampu bekerja sama dengan pihak BPK RI Perwakilan Bali. Meski dalam keaadaan sedang dilanda pandemi, tetap mampu bekerja optimal.

“Mohon apa yang menjadi arahan dan masukan dari BPK segera ditindaklanjuti dengan serius sehingga kedepan tidak ada hal-hal yang keliru. Lakukan yang terbaik sehingga apa yang sudah diamanahkan ini bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya lagi. @humastabanan

Hari Ini,Total Pasien Positif Mencapai 415 orang di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali,Dewa Made Indra,Rabu,(27/5) di Renon, menyampaikan, jumlah kumulatif pasien positif 415 orang atau bertambah 8 orang WNI, terdiri dari 4 orang PMI, 3 orang Imported Case (Indonesia) dan 1 orang Transmisi Lokal).

Sedangkan jumlah pasien sembuh 302 orang atau bertambah 7 orang WNI terdiri dari 2 orang PMI dan 5 orang Transmisi lokal.

“Selain itu kami juga mencatat jumlah pasien yang meninggal berjumlah 4 orang.Sedangkan untuk jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 109 orang yang ada di 7 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas dan BPK Pering,” katanya.

Sedangkan untuk angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case. Untuk transmisi lokal komulatif sejumlah 178 Orang.

“Melihat kondisi tersebut berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya upaya pencegahan COVID-19, Maka dari itu dalam upaya menekan kasus transmisi lokal, maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ujarnya

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 Dia menghimbau, semua elemen masyarakat bisa membantu dan bekerja sama dengan petugas surveilans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contacts untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19. Sehingga Dirinya menambahkan, dapat menangani lebih awal orang-orang yang beresiko terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebaran selanjutnya kepada orang lain.

Ditengah Pandemi Covid-19, Ekonomi Domestik Penting Dibangun di Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Ditengah pandemi Covid-19 tentu sektor ekonomi masyarakat ikut terdampak. Maka dari itu, ekonomi domestik penting dibuat atau dibangun di Kabupaten Tabanan khususnya. Karena, produk pertanian yang dihasilkan nantinya akan mampu dipasarkan di sekitar wilayah Tabanan terlebih dahulu Itu disampaikan, Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu,(27/5) di Tabanan.

“Sangat penting ekonomi domestik tersebut dibuat, yaitu dari kita untuk kita,” jelasnya.

Seandainya produk tersebut harus dipasarkan keluar, tentu harus ada garda depannya.Sehinga, tidak sampai merugikan para petani terutama di Kabupaten Tabanan.

“Jikapun harus keluar nantinya, tentu harus ada yang membentenginya, sehinga tidak sampai merugikan para petani.Jika ada masuk-masuk terus maka, tidak akan pernah selesai tali rantainya,” ucapnya.

Dirinya mencontohkan, misal untuk dompet peduli telah menyiapkan sembako, bisa dikatakan paket sembako tersebut sangat luar biasa dibuat dari dopet peduli karena, semua isi sembako merupakan produk asli Kabupaten Tabanan.

“Ya, misal seperti,Telor Penebel, Kopi Pupuan, Beras Tabanan, Minyak Tandusan dari Selemadeg semua bisa dikatakan Made Kabupaten Tabanan. Artinya, tetap dari kita untuk kita,”ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, semakin kedepan seperti, Family Farming atau pertanian perkotaan itu yang sedang dijaga di Tabanan dari hulu ke hilirnya. Jadi, dari hulu ini jangan sampai petani tersebut berhenti. Akan tetapi yang bertani dia tetap bertani, bibit kita siapkan. Jika bisa jangan sampai memakai pupuk-pupuk kimia, akan tetapi harus memakai pupuk organik yang berasal dari masyarakat juga.

Bupati Eka Serahkan Bantuan di Balai Netra Mahatmiya Tabanan

????????????????????????????????????

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan bantuan 120 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di sekitar Lembaga Balai Netra Mahatmiya, Tabanan. Bantuan 120 Paket sembako ini merupakan sumbangsih dari Kemensos RI, dengan harga per paket sekitar Rp. 300 ribu.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Eka di halaman depan Lembaga Balai Netra Mahatmiya, Kediri, Tabanan, Rabu (27/05). Sekaligus pada kesempatan itu Bupati Eka memberi bantuan 1 buah kursi roda kepada penyandang disabilitas, An. Ibu Nurjanah. bantuan itu disupport oleh Yayasan Ekalawya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Turut hadir saat itu para Pimpinan Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta beberapa perwakilan masyarakat penerima bantuan.

“Pada saat pandemic ini tentunya rasa gotong-royong, saling memiliki dan empati harus selalu digelorakan. Tadi kebetulan saya panen sayur, sekarang saya juga bawakan beberapa ikat sayur hijau. Dikasi ke anak-anak disini. Ini merupakan sayur organik dari hasil bumi kita di Tabanan,” ujar Bupati Eka mengawali sambutannya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bantuan 120 paket sembako dari Kemensos RI ini merupakan cerminan rasa gotong-royong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk saling bahu-membahu membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi saat ini.

“Untuk itu saya sangat berterimakasih dengan bantuan Kemensos RI ini, sehingga masyarakat kita disini, baik yang kekurangan secara fisik dan ekonomi merasa dibantu dan ini juga meringankan beban Pemkab Tabanan,” imbuh Bupati Eka.

Disamping itu, dengan anggaran yang relative kecil dan dengan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 ini, Bupati Eka sangat bersyukur seluruh elemen masyarakat di Tabanan, baik jajaran Forkopimda, DPRD, ASN dan masyarakat ikut bergerak.

“Untung di Tabanan Saya punya jajaran Forkopimda, DPRD, ASN beserta masyarakat dan stake holder terkait yang sangat luar biasa. Meskipun berbeda namun disaat seperti ini mampu bergotong-royong,” ujar Bupati Eka.

Pada kesempatan itu Bupati Eka juga tidak bosan-bosan mengingatkan masyarakat, terutama di Tabanan agar selalu mentaati anjuran Pemerintah, diantaranya untuk selalu menerapkan PHBS, sosial dan phsycal distancing serta selalu menggunakan masker demi keselamatan bersama serta berbuat yang terbaik untuk Tabanan.

“Mari kita berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi sesam dan umat. Dan Saya berharap Tabanan bisa selamat dari pandemi ini dan tidak ada penambahan kasus (positif Covid-19), masyarakat sehat dan mari kita kedepankan hidup bergandengan tangan menghadapi pandemi ini,” tambah Bupati Eka.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Balai Netra Mahatmiya Tabanan Sutiono, mengatakan, paket sembako ini dibagikan kepada disalbilitas Netra dan masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19. Dikatakannya pihak Kemensos RI memberikan 1807 paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid di 3 Provinsi yakni di NTB, Bali dan Jawa Timur.

Adapun nilai per paket sembako Rp.  300 ribu dengan nilai komponen 5 kg beras, biscuit 550 gram, minyak goreng 2 liter, mie instan 8 bungkus, sarden 2 kaleng, telur ½ kg, sabun cair 1 botol dan sabun cuci 3 bungkus.

“Di bali 511 paket, NTB 630 paket dan Jawa Timur 666 paket. Untuk Provinsi Bali yang salah satunya Kabupaten Tabanan 120 paket. Jadi hari ini Ibu Bupati menyerahkan kepada masyarakat Tabanan sebanyak 120 paket sembako dan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Tabanan,” harap pihaknya.@humastabanan

Bupati Tabanan Berharap, Generasi Milenial Ikut Turun Bertani

 

TABANAN – Pantaubali.com – Pentingnya sektor pertanian bagi kelangsungan hidup masyarakat, apalagi ditengah kondisi wabah pandemi covid-19 yang masih melanda.Selain itu, sektor Pertanian merupakan sumber kehidupan selama manusia hidup tentu butuh protein, vitamin, mineral, butuh makanan, sayur dan beras yang sehat juga. Maka dari itu menurut, Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu,(27/5) berharap, generasi muda khususnya di Kabupaten Tabanan bisa turun sebagai petani-petani muda nantinya. Agar bisa turut serta memajukan pertanian, ataupun memasarkan produk-produk pertanian khususnya di Kabupaten Tabanan dengan lancar.

“Jika ini tidak ada yang melanjutkan bagaimana tanah air kita kedepanya, apa lagi seperti adanya kondisi saat ini.Tentu harus ditumbuhkan petani-petani muda yang lebih gesit serta lebih milenial lagi,” jelasnya.

Dengan adanya anak muda terjun langsung, tentu akan lebih mengetahui cara berpromosi, marketing dan sebagainya. Yang nantinya dapat mengakses sales-sales yang selama ini tidak tersentuh oleh para petani yang otodidak tersebut.

“Dengan adanya anak muda khususnya yang mencintai pertanian, tentu akan mampu membuat sepeed lebih cepat lagi. Misal, akan mampu meingkatkan hasil panen lebih cepat atau mungkin bisa membuat pupuk organik dengan teknologi terbaru salah satunya,” ujarnya.

Maka dari itu sangat perlu dibangkitkan, dan jangan salah jika dilihat banyak juga petani muda di luar daerah sukses-sukses.Apa lagi saat ini,jika dilihat momentnya sangat pas.Yaitu, harus lebih bayak pulang ke kampung.

“Di kampung ada ladang sedikit, jangan sampai ladang yang ada tersebut malah terjual habis sampai kita tidak memiliki apa-apa,”katanya.

Sembari Dia menambahkan,lebih baik bertani sebagai bentuk bisa bertahan terlebih dahulu, karena dalam kondisi saat ini sektor pertanian sangat dilirik.

Bupati Eka Borong Sayur Hijau Petani Subak Bengkel, Kediri

 

TABANAN – Pantaubali.com – Harga sayur di Kabupaten Tabanan, terutama sayur hijau mengalami penurunan, bahkan di tingkat Petani enggan melakukan panen karena mengalami kesulitan didalam pemasaran. Kondisi itu dikarenakan oleh krisis pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, termasuk Tabanan.

Sontak hal ini membuat dilema bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, mengingat mayoritas penduduk menggantungkan hidupnya di sektor pertanian, yang salah satunya adalah petani sayur. Kini harga sayur hijau di pasaran dibawah Rp. 1.000,- dari sebelumnya sekitar Rp. 3.000,- sampai Rp. 4.000,-.

Kondisi ini tentu saja membuat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti merasa sangat prihatin, dimana para petani sangat kesulitan didalam pemasaran setelah panen. Untuk itu Bupati Eka berinisiatif membeli hasil panen dari petani, kemudian didistribusikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang terdampak, khususunya di Kabupaten Tabanan.

Hal itu dibuktikan Bupati Eka saat mengikuti kegiatan panen raya sayur hijau di Desa Bengkel Buduk, Kediri, Tabanan, Rabu (27/05). Turut hadir saat itu para Pimpinan Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Sesuai data dilapangan, total panen yang dihasilkan saat itu sebanyak 40 ton sayur hijau seharga Rp. 80 juta. Dari 40 ton tersebut, Bupati Eka secara pribadi membeli sebanyak 10 ton sayur hijau yakni Rp. 20 juta dan sisanya 30 ton Rp. 60 juta dibayarkan melalui Dompet Peduli Covid-19 Pemkab Tabanan.

“Sayur ini akan didistribusikan di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Tabanan, yakni Kediri, Tabanan, Kerambitan, Seltim, Selemadeg dan Selbar. Sasaran yang diberikan sayur secara cuma-cuma ini adalah masyarakat DTKS dan Non DTKS serta 6 LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) terdampak Covid-19,” pungkas Bupati Eka usai mengikuti kegiatan panen raya.

Lebih lanjut Ia mengatakan sangat bersyukur mempunyai jajaran Forkopimda beserta OPD terutama Camat yang sigap memberi informasi kegiatan masyarakat di wilayahnya, sehinngga kondisi dan keluhan masyarakat bisa segera ditanggulangi. Kedepannya Ia meminta agar seluruh jajaran Forkopimda beserta OPD dan GTPP Covid-19 Tabanan selalu sigap melaporkan keadaan masyarakat.

Meskipun anggaran di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak memungkinkan untuk membeli hasil panen dari petani dikarenakan semua anggaran difokuskan di kegiatan GTPP Covid-19. Keadaan tersebut tidak membuat Bupati Eka patah arang, karena Tabanan mempunyai Dompet Peduli Covid-19 yang merupakan sumbangsih dari seluruh elemen masyarakat.

“Astungkara kita punya yang namanya Dompet Peduli Covid-19. Dana yang masuk disitu adalah dana masyarakat Tabanan. Jadi ada ASN disitu pegawai negeri kita yang menyumbang, ada dokter, perawat, masyarakat, siapapun boleh menyumbang dan yang sudah terkumpul hari ini sekitar Rp. 300 juta,” ungkap Bupati Eka.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, uang dari Dompet Peduli ini memang khusus disiapkan untuk situasi darurat seperti saat ini yang sifatnya dadakan. Ia juga mengakui, dengan keterbatasan anggaran dari Pemkab Tabanan, salah satu solusi menghadapi keadaan krisis ini yakni dengan cara Dompet peduli ini.

Pada kesempatan itu Bupati Eka juga membagikan 86 paket sembako termasuk 200 masker dari Perusda kepada masyarakat Desa Bengkel, sekaligus saat itu memberikan punia kepada Kelompok Tani di Subak setempat.

Bupati Eka juga menyampaikan apreasi kepada para Petani setempat khususnya petani muda di Desa bengkel karena mau terjun dalam pertanian di era global saat ini. Ia berharap kedepannya makin banyak tumbuh petani-petani muda lainnya di Tabanan yang bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat di desanya.

Sementara Pande Putu Widya Paramarta selaku Petani Muda di Desa Bengkel sangat mengapresiasi bentuk peduli kasih dari Bupati Tabanan beserta jajaran. Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan semangat anak-anak muda di Tabanan untuk terjung di sektor pertannian. Karena menurutnya pertanian di Tabanan butuh perhatian dari anak-anak muda.

“Ayo bangkitkan kembali pertanian di Tabanan bukan harus di sektor budidaya. Banyak yang bisa kita lakukan mulai dari segi pemasarannya, teknologi/IT, Digital marketing dan sebagainya. Petani kita butuh perhatian anak-anak muda di Tabanan. Ayo sama-sama kita bangkit, majukan lagi pertaanian di Tabanan,” ajaknya. @humastabanan

Bupati Tabanan Berharap, Generasi Minineal Ikut Turun Bertani

 

TABANAN – Pantaubali.com – Pentingnya sektor pertanian bagi kelangsungan hidup masyarakat, apalagi ditengah kondisi wabah pandemi covid-19 yang masih melanda.Selain itu, sektor Pertanian merupakan sumber kehidupan selama manusia hidup tentu butuh protein, vitamin, mineral, butuh makanan, sayur dan beras yang sehat juga. Maka dari itu menurut, Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu,(27/5) berharap, generasi muda khususnya di Kabupaten Tabanan bisa turun sebagai petani-petani muda nantinya. Agar bisa turut serta memajukan pertanian, ataupun memasarkan produk-produk pertanian khususnya di Kabupaten Tabanan dengan lancar.

“Jika ini tidak ada yang melanjutkan bagaimana tanah air kita kedepanya, apa lagi seperti adanya kondisi saat ini.Tentu harus ditumbuhkan petani-petani muda yang lebih gesit serta lebih melinial lagi,” jelasnya.

Dengan adanya anak muda terjun langsung, tentu akan lebih mengetahui cara berpromosi, marketing dan sebagainya. Yang nantinya dapat mengakses sales-sales yang selama ini tidak tersentuh oleh para petani yang otodidak tersebut.

“Dengan adanya anak muda khususnya yang mencintai pertanian, tentu akan mampu membuat sepeed lebih cepat lagi. Misal, akan mampu meingkatkan hasil panen lebih cepat atau mungkin bisa membuat pupuk organik dengan teknologi terbaru salah satunya,” ujarnya.

Maka dari itu sangat perlu dibangkitkan, dan jangan salah jika dilihat banyak juga petani muda di luar daerah sukses-sukses.Apa lagi saat ini,jika dilihat momentnya sangat pas.Yaitu, harus lebih bayak pulang ke kampung.

“Di kampung ada ladang sedikit, jangan sampai ladang yang ada tersebut malah terjual habis sampai kita tidak memiliki apa-apa,”katanya.

Sembari Dia menambahkan,lebih baik bertani sebagai bentuk bisa bertahan terlebih dahulu, karena dalam kondisi saat ini sektor pertanian sangat dilirik.

PMI Klungkung Edukasi Pencegahan Covid-19 ke Pasar Desa

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Berbagai upaya terus dilakukan untuk membebaskan Kabupaten Klungkung dari penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19. Kali ini dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan penyebarluasan COVID-19 yang dipusatkan di areal Pasar Desa Tegak, Kecamatan Klungkung, Rabu (27/5/2020).

Edukasi ini berupa ajakan dan mengingatkan para pedagang dan pengunjung pasar dalam pencegahan Covid-19 untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan benar dan jaga jarak antar pengunjung pasar.

Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang juga selaku Ketua PMI Kabupaten Klungkung mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan kembali memberikan edukasi bahaya corona untuk tetap melakukan pola hidup sehat, dengan cara mencuci tangan dengan benar dan mengunakan masker dengan banar.

“Edukasi serta sosialisasi untuk mengimbau masyarakat baik penjual maupun pembeli di pasar agar rajin mencuci tangan dengan sabun dan segera membersihkan diri setelah sampai di rumah. Membersihkan diri yang dilakukan yaitu mandi dan mengganti pakaian tanpa melakukan aktivitas lainnya terlebih dahulu,” Ujar pejabat asal Akah ini.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Klungkung, Ketut Winaya juga menambahkan kegiatan ini diisi dengan edukasi cara mencuci tangan dengan benar, cek suhu tubuh, membagikan masker dan penyemprotan cairan disinfektan. “Kegiatan ini akan dilanjutkan ke semua pasar desa di Kabupaen Klungkung. Dimana pasar menjadi tempat berinteraksinya masyarakat sehari-hari sehingga masyarakat tahu akan pencegahan covid-19 dan kegiatan ini bisa membantu menyelesaikan penanganan virus ini,” Ujar Winaya

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Pukesmas Pembantu, Satgas gotong royong Desa Tegak, dan Perbekel Desa Tegak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. (Humasklk/yande)