- Advertisement -
Beranda blog Halaman 978

Kinerja Ekspor Bali Alami Titik Terendah 4 Tahun Terakhir

DENPASAR – Pantaubali.com – Menurut data dari BPS Provinsi Bali, nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia per April 2020 tercatat sebesar US$ 26.350.478 atau turun sedalam -40,33 persen dibandingkan nilai ekspor Maret 2020 (m-to-m) yang tercatat sebesar US$ 44.160.861.

“Jika dibandingkan dengan catatan April 2019 (y-on-y), nilai ekspor di April 2020 juga tercatat turun sedalam -48,92 persen. Kinerja Ekspor Barang Provinsi Bali di April 2020 mencapai titik terendah dalam 4 tahun terakhir 2017 sampai 2020,” jelas Kepala BPS Provinsi Bali,Adi Nugroho,Selasa,(2/6) di Renon, Denpasar.

Dari sepuluh negara utama tujuan ekspor Provinsi Bali di April 2020, ekspor ke sembilan negara tujuan menurun dibandingkan dengan catatan bulan Maret 2020 (m-t-m), dengan penurunan terdalam tercatat pada tujuan Australia (-66,76 persen) didominasi turunnya ekspor produk pakaian jadi bukan rajutan (HS 62). Jika dibandingkan dengan bulan April 2019 (y-o-y), sembilan negara tujuan ekspor Bali juga tercatat menurun dengan penurunan terdalam tercatat pada tujuan Taiwan (-53,86 persen) yang didominasi oleh turunnya ekspor produk ikan dan udang (HS 03).Sementara itu, nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri pada April 2020 tercatat sebesar US$ 5.429.030, turun sedalam -59,67 persen jika dibandingkan catatan bulan Maret 2020 (m-t-m) yang tercatat sebesar US$ 13.461.649.

“Jika dibandingkan April 2019 (y-o-y), nilai impor Bali tercatat turun lebih tajam lagi yakni sedalam -72,87 persen.
Secara (m-t-m) dari sepuluh negara utama asal impor di April 2020, impor dari sembilan negara tercatat turun, dengan penurunan terdalam tercatat pada impor asal negara Tiongkok (-74,45 persen). Penurunan disebabkan oleh turunnya impor produk mesin dan peralatan listrik (HS 85,” ujarnya.

Sembari Dia menambahkan, secara year on year, dari 10 negara utama asal impor utama, sembilan negara tercatat menurun, dengan penurunan terdalam tercatat pada impor asal Perancis (-94,76 persen) yang didominasi oleh turunnya impor produk minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33).

Chalie Saif, Telorkan Singel Resah

DENPASAR – Pantaubali.com – Bali kembali melahirkan penyanyi solo pendatang baru. Chalie Said atau lebih akrab disapa Chalie.Sebenarnya bukan wajah baru dan pendatang baru di blantika musik indie Bali. Dipercaya sebagai seorang gitaris bersama band The Wheels, pria kelahiran Ternate ini telah menacapkan karirnya di industry musik sejak 2005 silam.

Kali ini Chalie akan mencoba bernyanyi diiringi dengan petikan gitar menjajal jalur solo dengan genre yang sedikit berbeda dari biasa ia bawakan. Menurut Chalie memilih genre Pop nuansa Balads, dirinya menuangkan buah pikiran menjadi lagu yang sarat dengan realita banyak orang alami saat ini.

Ditengah pandemi yang sedang melanda dunia, Chalie ingin berkeluh kesah melalui single ini agar para penikmat lagu ini bisa mengerti bahwa keresahan yang mereka rasakan terjadi hampir diseluruh lapisan masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan lewat lagu ini bahwa kita semua merasakan hal yang sama di situasi pandemi ini, kalian tidak sendiri. Kita perlu saling support, ketika kita merasa sedang susah jangan lupa masih banyak orang yang berkali – kali lipat lebih susah keadaannya dibanding kita ” jelasnya.

Single perdana bertajuk “Resah” resmi dirilis secara digital pada awal Juni ini, bekerjasama dengan Antida Music Productions sebagai Distributor Music Digital, single tersebut dapat di unduh dan didengarkan di berbagai platform music stores seperti Spotify, iTunes, Joox, Deezer dll.

Rilisan single perdana dalam bentuk digital ini menjadi pilihan utama Chalie dalam memperkenalkan karyanya ke masyarakat umum.

“ Di saat -saat seperti ini, hampir kebanyakan orang tidak lepas dari gadget dalam kesehariannya. Saya ingin teman- teman yang ingin mendengarkan lagu – lagu saya, bisa dengan mudah mengakses secara online kapan saja dan dimana saja” cetusnya.

Sembari Dirinya menambahkan, buat yang ingin mendengarkan karya terbaru dari Chalie Said bisa langsung klik link dibawah

Mulai 5 Juni ASN Kerja Kembali, Gubernur Koster Terapkan Disiplin Ketat Prosedur Kesehatan

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaiian kebijakan soal sistem kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan kehidupan Era Baru di instansi pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali nomor 730/9899/MP/BKD.

“Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Kesehatan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri,” kata Gubernur dalam konferensi pers live streaming di Gedung Gajah, Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar pada Rabu (3/6).

Menurut Gubernur Koster, surat edaran yang akan mulai diberlakukan pada 5 Juni 2020 ini bertujuan memastikan berjalannya pelaksanaan tugas dan fungsi kinerja instansi secara efektif, namun tetap mengutamakan prosedur kesehatan seperti jaga jarak, penggunaan masker, mencuci tangan, penyediaan hand sanitizer dan lainnya.

“Pelaksanaannya mencakup pimpinan instansi, pegawai, masyarakat dan berbagai instansi terkait lainnya,” sebut Gubernur kelahiran Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

“Dalam hal ini, prosedur kesehatan harus dilaksanakan dengan baik. Termasuk mengingatkan masyarakat, seperti wajib memakai masker jika ingin mendapat pelayanan publik. Tolong ini digarisbawahi, harus jadi perhatian bagi kita semua,” imbuhnya menegaskan.

Gubernur Koster juga menekankan kepada semua pimpinan OPD mulai dari dinas, biro dan badan agar betul-betul memastikan penerapan protokol kesehatan ini dengan disiplin.

“Dibentuk pula tim pengawas agar dilaksanakan dengan baik dan ketat,” tegasnya. Meskipun demikian, pihaknya memastikan kinerja pemerintahan sesuai pemberlakuan SE ini terutama sektor layanan publik akan tetap maksimal.

Dirinya juga kembali menegaskan bahwa pemberlakuan SE ini pada 5 Juni mendatang hanya bagi instansi pemerintah dan pelayanan publik. Jadi belum berlaku untuk sektor lain seperti pendidikan, industri, perdagangan dan lainnya.

“Jadi masih terbatas pada kantor pemerintahan. (kebijakan, red) ini dilaksanakan sesuai arahan pemerintah pusat. Jadi harus dilaksanakan di daerah,” terangnya.

Dijelaskannya pula, untuk sektor pariwisata, Pemprov Bali masih mempertimbangkan secara cermat dan perlu waktu untuk kembali dibuka. “Sampai saat ini, penerbangan internasional belum dibuka, dan kita masih berhitung karena resikonya cukup besar,” jelas Gubernur Koster.

Sementara itu, untuk pemberlakuan new normal menurut Gubernur belum akan menuju hal tersebut dan lebih mengarah pada tatanan kehidupan Bali Era Baru yang secara substansial mengandung implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru.

Ny Putri Koster Kembali Gelar ‘Penggak PKK’ di Kabupaten Jembrana

JEMBRANA – Pantaubali.com – Setelah sebelumnya di Klungkung pada Senin (1/6) lalu, kali ini Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kembali menggelar ‘Penggak PKK’ di Balai Banjar Puncak Sari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut tampak dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, Bupati Jembrana I Putu Artha dan Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny Ari Sugianti Artha.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengatakan, ‘Penggak PKK’ ini digelar untuk menyapa masyarakat kecil di tengah wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Bali. ‘Penggak’ ini lahir dari keiklasan dan urunan pribadi pengurus TP PKK Provinsi Bali termasuk yang di tingkat kabupaten/kota.

“Yen care di Badung penggak nike tempat kita menggelar dagangan dalam jumlah yang kecil. Lebih kecil dari warung. Kita PKK buka penggak untuk berbagi bahan-bahan kebutuhan dapur untuk ibu-ibu seluruh Bali,” kata istri Gubernur Bali yang akrab disapa Bunda Putri itu.

Kali ini PKK Provinsi Bali bekerja sama dengan PKK Kabupaten Jembrana telah meminta kepala desa untuk memilih 50 orang keluarga yang berhak menerima bantuan dari PKK. Proses pemberian bantuan lewat ‘Penggak PKK’ ini benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing demi kesehatan masyarakat.

“Bertahap 10 orang 10 orang supaya tidak berkerumun [sehingga, red] kita dapat melaksanakan kegiatan sesuai keinginan tetapi kita tetap mematuhi imbauan dari pemerintah dengan cara kita berbagi tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata seniman multitalenta itu.

Selain program ‘Penggak PKK’, Bunda Putri selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali sudah menyisihkan anggaran untuk pengadaan 410,9 ton beras dan 90 ribu masker untuk dibagikan ke seluruh Bali.

“Hari ini beras nike turun di Kabupaten Jembrana. Sementara di Klungkung dan di Denpasar sudah. Memang jumlah tonnya banyak, tapi karena kita berbaginya banyak jadi masing-masing keluarga [dapat, red] sekitar 25 kilogram. Kami lakukan untuk menyapa masyarakat bahwa kita senasib sepenanggungan,” katanya, menyampaikan.

Tampak hadir pada kesempatan itu, Kepada Dinas PMD Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny Arini Kembang dan Kadis PMD Jembrana I Wayan Sujana.

Mewakili Bupati Tabanan,Sekda Susila Serahkan Bantuan Kepada PENA dan Jemaat Gereja Immanuel

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu EkaWiryastuti yang dalam hal ini diwakili Sekda I Gede Susila, menyerahkan bantuan 97  Paket Sembako, yakni 62 Paket Sembako kepada Perhimpunan Jurnalis NTT Bali (PENA) dan 35 Paket Sembako kepada jemaat Gereja Immanuel, Tabanan.

Penyerahan bantuan 97 Paket Sembako tersebut diserahkan secara simbolis di lobi kantor Bupati Tabanan, Selasa, (2/6/2020) dan diterima langsung oleh perwakilan PENA dan jemaat Gereja Immanuel, Tabanan.

Turut hadir pada kesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Tabanan AA. Dalem Tresna Ngurah, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Umar Ibnu Alkhatab dan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Sekda I Gede Susila mengatakan, kegiatan ini merupakan gerakan peduli kasih dari Pemkab Tabanan dan seluruh jajaran Forkopimda Tabanan, ASN, beserta beberapa stake holder di Tabanan. Yang bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, selama pandemi kegiatan ini rutin dilakukan, dan diupayakan mampu menyasar ke suluruh lapisan masyarakat Tabanan tanpa membeda-bedakan suku, Agama dan golongan. “Sebelumnya Ibu Bupati juga telah menyerahkan paket sembako kepada Umat Muslim, Umat Budha dan Umat Kristiani, yakni Jemaat Gereja Pantekosta di Tabanan,” jelasnya.

Susila menambahkan, meskipun bantuan ini tidak seberapa dan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya perkumpulan PENA dan jemaat Gereja Immanuel Tabanan.

Lebih lanjut Ia menambahkan, ditengah wabah pandemi ini ia meminta agar seluruh masyarakat selalu bergandengan tangan dengan Pemerintah, sehingga koordinasi dan komunikasi berjalan dengan baik.

Disamping itu, dalam menanggulangi penyebaran Virus ini diperlukan kerjasama semua pihak, karena Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, selaku wakil dari Pemkab Tabanan Ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Tabanan agar selalu patuh terhadap anjuran Pemerintah.

“Yakni selalu terapkan PHBS, social dan phsycal distancing dan selalu menggunakan masker setiap beraktivitas baik didalam maupun diluar rumah,” imbuhnya.

Umar Ibnu Alkhatab selaku Penasehat PENA mengucapkan terimakasih atas perhatian dari Pemkab Tabanan melalui Paket Sembako. Ia menjelaskan tentunya bantuan ini sangat bermanfaat.

Ia berharap wabah ini bisa secepaatnya hilang di Tabanan, sehingga mampu membangun Tabana kembali. Ia juga berharap warga NTT khusunya yang ada di Tabanan, kedepannya tetap mampu ikut berkontribusi bagi Tabanan. @humastabanan.

Gubernur Koster, Gelontorkan Stimulus untuk Usaha Koperasi

DENPASAR – Pantaubali.com – Koperasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan memiliki ketahanan yang tinggi di dalam menghadapi berbagai tantangan situasional, serta peranan fungsi sosial dari koperasi yang telah berjalan dengan baik di Bali.

Hal ini terbukti nyata tatkala koperasi mampu mempertahankan usahanya di tengah dampak dari pandemi COVID-19. Bahkan beberapa koperasi telah mampu memberikan bantuan kepada para anggota dan masyarakat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Peran pemerintah pun dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan koperasi di Bali di tengah perlambatan ekonomi seperti saat ini. Pemprov Bali pun merancang kebijakan membantu keberlangsungan usaha koperasi di masa pandemi.

Hal ini terbukti melalui realisasi bantuan stimulus dalam bentuk Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk pelaku usaha koperasi yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (2/6).

“Secara khusus untuk koperasi saya minta agar diberikan bantuan stimulus terlebih dahulu, karena program dari Pemerintah Pusat belum ada yang menyentuh koperasi secara menyeluruh. Bali yang pertama memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan koperasi di tengah dampak wabah Covid-19 ini, daerah lain belum ada. Oleh karena itu, saya minta kepada saudara manfaatan bantuan stimulus ini secara cermat sehingga benar-benar memberikan manfaat yang optimal kepada koperasi,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster menyebutkan terdapat 4 ribu lebih koperasi di Bali akan menikmati bantuan tersebut. Hanya saja belum tentu semuanya akan menerima bantuan itu. Sebab disyaratkan yang boleh menerima bantuan adalah koperasi yang status operasional masih aktif, eksis dan terpenting memenuhi syarat yang ditentukan.

“Yang akan menerima semua jenis koperasi, yang terdaftar, by name, by address. Nanti diverifikasi dulu apakah masih aktif, ada pengurusnya, kegiatannya jalan, kantornya ada, sesuai alamat. Kalau yang tidak aktif ya jangan. Kalau semuanya memenuhi syarat, itu ada sekitar empat ribu koperasi,” rincinya.

Besaran nilai bantuan yang akan diterima variatif tergantung jenis koperasinya. “Untuk koperasi binaan kabupaten/kota mendapat bantuan Rp 10 juta, dan untuk binaan Pemprov sebesar Rp 30 juta. Jangan dilihat dari nilainya, mungkin terasa kecil, tapi setidaknya ada untuk meringankan biaya operasional. Karena seperti diketahui, pemerintah pun kena imbas pandemi ini yang membuat PAD menurun. Bedik ade, bedik kanggoang dum, tapi pang ajak mekejang pade maan duuman,” seloroh Gubernur Koster dengan logat Bulelengnya yang kental,

Di hadapan para penggiat koperasi, Koster juga menyampaikan rencananya untuk mencanangkan ekspor produk-produk lokal Bali, baik produk pertanian maupun kerajinan, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga tidak semata-mata bertumpu pada sektor pariwisata.

“Produk-produk kita utamanya hasil pertanian sangat digemari negara-negara lain seperti manggis yang diminati Tiongkok, begitu pula hasil kerajinan perak, emas dan sebagainya. Saat ini pun sebenarnya masih jalan tapi kendala transportasi udara yang dibatasi, hanya mengandalkan jalur laut membutuhkan waktu yang lama. Kita memang sudah harus mulai memikirkan dan melakukan upaya-upaya agar tidak hanya tergantung sektor pariwisata, memajukan sektor lain untuk memperkuat sektor pariwisata. Kita akan mulai petakan negara-negara yang berpotensi menjadi pasar untuk produk-produk kita, tetapi sebelumnya kita mulai ditingkat lokal dengan mewajibkan para pelaku usaha sektor pariwisata untuk memanfaatkan produk-produk lokal petani dan pengrajin kita,” pungkas Koster.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Wayan Mardiana dalam laporannya menambahkan sasaran penerima bantuan yang akan diberikan adalah koperasi binaan provinsi dan kabupaten/kota se-Bali. Untuk tahap pertama jumlah koperasi yang telah memenuhi persyaratan sebanyak 758 koperasi, dengan rincian binaan provinsi sebanyak 93 koperasi dan binaan kabupaten/kota sebanyak 665 koperasi dan sisanya menunggu proses kelengkapan administrasi. Terkait pemanfaatan stimulus tersebut oleh masing-masing koperasi penerima, menurutnya juga sudah diatur berdasarkan Petunjuk Teknis Penggunaan.

Di sisi lain, Ketua KSU Nawa Eka Cita Denpasar I Nyoman Sudarsa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam mendukung keberlangsungan usaha koperasi di Bali.

”Dalam situasi pandemi ini, usaha koperasi sangat membutuhkan bantuan likuiditas. Karena benar-benar terasa dampaknya, penurunan hampir 50 persen, bahkan lebih. Dengan adanya stimulus ini tentu akan sangat membantu penanganan biaya operasional kami semisal untuk pembayaran gaji, listrik, air, bunga-bunga pinjaman yang juga kami miliki,” ujarnya seraya menyatakan akan mendukung upaya Pemprov Bali dalam memajukan IKM dan UMKM Bali yang juga bisa dilakukan melalui koperasi.

Jumlah Pasien Sembuh Dari Covid 19 Bertambah 5 Orang,Sedangkan Yg Positif Bertambah 17 Orang

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Senin,(1/5) di Renon,Denpasar mengatakan, jika dilihat jumlah kumulatif pasien positif perhari ini (Senin,(1/6) ada sebanyak 482 orang atau bertambah 17 orang WNI, terdiri dari 8 orang PMI dan 9 orang Transmisi Lokal.Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal komulatif berjumlah 213 Orang.

“Hal tersebut berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.Sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” katanya.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh bersejumlah 334 orang atau bertambah 5 orang WNI yang terdiri dari, 1 orang PMI dan 4 orang Transmisi lokal,

Kemudian untuk jumlah pasien positif dalam perawatan kasus aktif 143 orang berada di 8 rumah sakit, dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering. Sedangkan jumlah pasien meninggal sampai saat ini berjumlah 5 orang bertambah 1 orang WNI atau transmisi lokal.

Indra tetap menghimbau, agar masyarakat Bali selalu mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua DPRD Tabanan Ingatkan Nilai-nilai Pancasila Harus Selalu Digelorakan Ketengah Masyarakat

TABANAN – Pantaubali.com – Dihari lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini (Senin,(1/6) generasi muda,Desa Adat khususnya di Kabupaten Tabanan menurut Ketua DPRD Kabupaten Taabana, I Made Dirga,Senin,(1/60) mengatakan, telah memahami apa itu hari lahir Pancasila dengan baik.Meskipun demikian tetap,harus digelorakan kembali baik kepada generasi penerus bangasa,Adat maupun masyarakat.Sehinga, nilai-nilai Pancasila akan terus terpateri di dalam jiwa dan raga masyarakat Tabanan khsusnya dan Bali pada umumnya.

“Penanaman nilai pancasila wajib kita lakukan, apa lagi bagi regenerasi kita juga. Tentu harus memahami apa inti dari Pancasila tersebut. Serta harus dan selalu kita gelorakan ketengah-tengah masyarakat juga, terutama kepada regenerasi yang masih duduk dibangku sekolah mulai, di tingkat SD,SMP,SMA dan seterusnya.Sehinga, jangan sampai generasi penerus tidak mengetahui apa itu Pancasila,tidak hafal Pancasila atau sampai tidak mengetahui makna dari Pancasila tersebut,”jelasnya.

Menurut dirinya, sampai saat ini nilai-nilai Pancasila khususnya pada generasi muda di Tabanan belum terkikis,karena sebagian besar jika dilihat telah memahami hari lahir Pancasila yang merupakan hari penting bagi Bangsa Indonesia.

“Semetara ini tidak terkikis sekali. Karena, di Tabanan khsususnya dan di Bali umumnya hari lahir Pancasila merupakan hari penting. Apalagi pada bulan Juni ini khususnya yang merupakan Bulan Bungkarno yang juga dikaitakan dengan hari lahirnya Pancasila. Selain itu juga,jika dilihat di sekolah-sekolah tetap jalan penanaman nilai-nilai Pancasila tersebut, akan tetapi tetap harus ditingkatakan kembali sehingga Pancasila semakin membumi,”tuturnya.

Sedangkan pemahaman di Desa adat khususnya, para Bendesa juga telah memahami dengan baik juga.Sehinga pemahaman apa itu Pancasila tidak akan disosialisasikan oleh Pemerintah,Guru maupun yang lainnya. Akan tetapi, dalam hal ini Desa adat juga ikut menggambil peran didalamnya.

“Bedesa Adat juga lebih dan sering diberikan pemahaman-pemahaman terkait hari penting Nasional seperti salah satunya,hari lahir Pancasila ini,”cetusnya.

Sembari dirinya menambahkan, jika dilihat dari segi pembanggunan dalam kaitan dengan hari lahir Pancasila tentu wajib dan tetap melakukan inovasi-inovasi.Apa lagi ditengah kondisi pandemi covid-19.Tentu yang terpenting tetap semangat ditanamkan, apa lagi dalam menghadapi New Normal, harus dipikirkan juga.
‘’Selanjutnya, kita akan melakukan budaya model ini(New Normal) terutama berkaitan protab kesehatan. Seperti, selalu hidup sehat merupakan bagian dari pembanggunan-pembanggunan moral dari masyarakat itu sendiri,’’ tutupnya.

Tabanan New Normal dengan Semangat Tri Sakti Bung Karno

TABANAN – Pantaubali.com – Pandemi Covid-19 telah mengubah cara hidup masyarakat dari sesuatu yang tidak lumrah menjadi sebuah kewajaran bahkan kewajiban. Kondisi saat ini memunculkan istilah normal yang baru, dimana masyarakat pada akhirnya harus hidup berdampingan dengan ancaman Covid-19 sebagai upaya mengembalikan aktivitas kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat membuka Web seminar dalam rangka penyelenggaraan Bulan Bung Karno Tabanan tahun 2020 melalui aplikasi zoom meeting, Senin (1/6). Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, Ketua DPRD Tabanan, Forkopimda Tabanan, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan  Pemkab Tabanan serta instansi vertika dan BUMD di Tabanan.

Lebih lanjut dalam kegiatan yang juga diikuti oleh Para Kepala Sekolah, Pengawas dan Guru-guru SD dan SMP se Kabupaten Tabanan, Bupati Eka mengatakan sesuai dengan keputusan Mendagri Nomor 440 – 830 Tahun 2020, kondisi ini mengharuskan Kabupaten Tabanan bersiap diri membangunan  tatanan kehidupan yang baru (New Normal) untuk menghindari dampak buruk pandemi Covid-19 ini secara berkelanjutan.

“Membangun Tabanan New Normal Saya arahkan agar dibangun dengan pendekatan ajaran Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi serta berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Bupati Eka.

Untuk itu, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus dilakukan berbarengan, khususnya produktivitas ekonomi lokal. Hal itu bertujuan agar masyarakat tetap produktif namun tetap harus benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar aman dari penyebaran Covid-19.

Pada kesempatan itu Bupati Eka juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Tabanan melakukan gerakan nyata dalam membumikan ajaran Tri Sakti Bung Karno. Khusus untuk OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, tokoh masyarakat dan para guru di Kabupaten Tabanan, Bupati Eka menekankan agar secara terus menerus melakukan perbaikan terhadap SDM dan kinerja pelayanan publik.

“Kita harus mampu menjadi garda depan, pelindung dan penyambung lidah rakyat, peduli dengan sesame, sehingga terbangun character building dan nation building sebagai terjemahan dari berdaulat secara politik,” ujar Bupati Eka.

Ia juga menekankan, Tabanan sebagai daerah pertanian harus mampu sebagai pelopor mewujudkan kedaulatan pangan dan ekonomi pertanian yang tangguh. Disamping itu ditegaskan juga agar menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal dan menghargai produksi masyarakat sendiri serta jadikan potensi dan karya masyarakat Tabanan sebagai kebanggan bersama.

“Hal penting laiinya yang mesti dijadikan pedoman adalah kearifan-kearifan lokal masyarakat kita yang tetap relevan dengan perubahan jaman . Jangan lunturakan semangat gotong-royong sebagai nilai budaya bangsa kita yang adiluhung,” pinta Bupati Eka.

Sementara, Kepala Bapelitbang Tabanan IB. Wiratmaja yang saat itu berkesempatan sebagai moderator mengatakan konsep Tri Sakti ini sangat relevan dan tepat diaplikasikan untuk membangun Tabanan Era baru (New Normal).

Dengan mengusung tema ‘Semangat Tri Sakti Dalam Membangun Tabanan New Normal’, ia menambahkan kegiatan ini mendatangkan 2 narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya I Made Andi Arsana Ph.D yang merupakan Kepala kantor Urusan International UGM, Pakar Batas Maritim Internasional dan Prof. Dr. I Wayan Suartana yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud.@humastabanan

Bupati Tabanan, “ Masyarakat Tabanan Penting Gelorakan Ajaran Trisakti di Hari Lahir Pancasila ’’

TABANAN – Pantaubali.com- Menyambut dan memaknai hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada Senin,1 Juni 2020 menurut, Bupati Tabanan,Ni Putu Eka Wiryastuti,Senin(1/6) saat dikonfirmasi via WA menyampaikan, setidaknya masyarakat kabupaten Tabanan khususnya agar mampu menggelorakan serta membumikan ajaran Bungkarno yaitu, ajaran Trisakti.Yang mana,dalam ajaran tersebut tersirat beberapa ajaran mulai dari,Berdaulat di bidang politik,Berdikari di bidang ekonomi dan Berkepribadian di bidang budaya.

“Mari gelorakan semangat Trisakti tersebut, Berdaulat dibidang politik, Berdikari dibidang ekonomi serta berkepribadian dibidang budaya. Budaya kita yaitu,gotongroyong dan toleransi terhadap umat dan sesama kita,”jelasnya.
Selain itu dalam menyambut hari lahirnya pancasila ditengah wabah pandemi Covid-19 dirinya menyampaikan,hadapi pandemi dengan rasa syukur,tetap ingat dengan sang pencipta dan selalu berpikir positif guna menjaga imunsitas tubuh dan tetap menjaga protap kesehatan.

”Mari kita banggun masyarakat kita yang sehat,serta selalu menjadi penerus bangsa yang kuat dan siap menghadapi segala rintangan,”ujarnya
Dirinya menyampaikan,tak kalah pentingnya juga bagi masyarakat Tabanan harus mampu menjaga suasana hati dan keimanan dalam kondisi seperti saat ini.Mudah-mudahan Tabanan dapat lolos dari segala musibah saat ini maupun yang akan datang.

‘’Mari bergotong royong guna membangkitkan empati kita,serta mari kita tolong dan bantu mereka, karena ini kesempatan kita menabung karma kebaikan,”harapnya.