- Advertisement -
Beranda blog Halaman 975

Gubernur Bali Beri Semangat Kepada Mahasiswa Penerima Bantuan Sosial Tunai

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Perguruan Tinggi kepada mahasiswa yang terdampak COVID-19. Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Bali di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (9/6/2020).

BST PT diberikan kepada mahasiswa yang orang tuanya kena imbas COVID-19 seperti dirumahkan, kena PHK atau usahanya tak bisa berjalan. Selain itu, bantuan juga ditujukan bagi mahasiswa yang membiayai sendiri kuliahnya dengan bekerja paruh waktu dan di tengah COVID-19 terpaksa harus berhenti bekerja.
BST-PT dialokasikan dari dana APBD Pemprov Bali dan merupakan inisiatif kebijakan
Gubernur Koster.

Tujuannya adalah untuk melengkapi skema bantuan pemerintah pusat serta
memberikan bantuan nyata bagi para mahasiswa terdampak COVID-19.
Gubernur Koster menjelaskan, dalam upaya penanganan dampak COVID-19, pusat
menerapkan skema penyaluran bantuan berbasis data terpadu kesejahteraan sosial. Bantuan tersebut disalurkan sejumlah kementerian seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja. Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dalam bentuk bantuan langsung tunai dan bantuan sosial tunai, sementara Kementerian Tenaga Kerja punya program kartu pra kerja.

Untuk mengoptimalkan upaya penanganan dampak COVID-19, Pemprov Bali mengambil kebijakan untuk melengkapi program pusat dengan menyentuh sektor yang belum terakomodir skema pusat, salah satunya bidang pendidikan.
“Kita sadar bahwa yang terdampak bukan hanya masyarakat di desa dan para pekerja, dunia pendidikan juga kena imbas,” ujar Gubenur Koster yang dalam kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali IKN Boy JayawibawaTotal BST-PT yang dikucurkan sebesar Rp. 13.879.000.000, dengan total penerima bantuan sebanyak 9.412 orang. Dari total jumlah bantuan tersebut, sebesar Rp. 4.507.000.000 diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi Negeri dengan sasaran 3.164 mahasiswa.

Sedangkan realisasi BTS untuk Perguruan Tinggi Swasta sebesar Rp. 9.372.000.000 yang diperuntukkan bagi 6.248 mahasiswa. Tiap mahasiswa memperolah bantuan tunai sebesar Rp. 1.500.000 untuk meringankan beban pembayaran uang kuliah di tengah masa pandemi COVID-19.

Kepada mahasiswa penerima BST, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini berpesan agar mereka tetap semangat dalam menempuh pendidikan hingga suatu hari nanti bisa menjadi kebanggaan keluarga. Di tengah situasi prihatin, para mahasiswa juga diingatkan agar memanfaatkan uang secara bijak. Dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan oleh sebagian besar kelompok masyarakat hendaknya makin memantik semangat para mahasiswa untuk terus begerak dalam tatanan kehidupan era baru, melatih diri memecahkan persoalan dan melepaskan diri dari ketergantungan. “Ingat, masa depan ada di tangan adikadik. Jangan tergantung pada warisan orang tua, jangan manja dan menghambur-hamburkan duit orang tua,” ujarnya seraya meminta mahasiswa agar menekuni kegiatan positif dan menjauhi narkoba.

Gubernur Koster menyemangati para mahasiswa dengan berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya. Gubernur Koster berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, kondisi ekonomi itu tidak mampu memadamkan tekadnya untuk bersekolah setinggi mungkin. Saat belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Koster membiayai sendiri kuliahnya dengan bekerja sebagai pembimbing belajar bagi murid SMP dan SMA. Ia juga sangat aktif dalam organisasi kampus yang kemudian memberinya jaringan luas dalam kancah politik nasional.

“Orang bangga karena orang tuanya kaya, saya bangga karena orang tua miskin. Karena kondisi prihatin itulah yang telah menempa dan melatih diri saya dengan keras sehingga menjadi orang yang tahan banting, dan bisa survive seperti sekarang,” ucapnya sembari mengingatkan para mahasiswa agar banyak bergaul dan pantang menyerah.Kebijakan Gubernur Wayan Koster dalam meringankan beban pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak COVID-19 ini mendapat sambutan positif dari sejumlah mahasiswa. Ni Putu Mega Purnami, Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris UNUD menyebut kebijakan ini sebagai langkah yang luar biasa dan sangat membantu. Sebagai anak dari orang tua yang kena PHK, Purnami merasa sangat terbantu program BST ini. Hal senada juga diutarakan Ni Kadek Dwi Putri Dianawati yang saat ini menempuh pendidikan di ISI Denpasar. Ia menyampaikan rasa
terima kasih karena beban orang tuanya dalam membayar uang kuliah bisa berkurang dengan adanya bantuan ini.

Apresiasi Gubernur Bali Terhadap Peran BUMN Membantu Masyarakat Terdampak Covid 19

DENPASAR – Pantaubali.com – Sebagai kontribusi BUMN terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19, Bank BRI Denpasar melalui program BRI Peduli menyerahkan bantuan 10 ton beras kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K Subagia kepada Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, di Rumah Jabatan Jayasabha Denpasar, Senin (8/6) pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank BRI Kanwil Denpasar yang telah menyerahkan bantuan untuk membantu masyarakat Bali yang terdampak Covid-19. “Saya sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi Bali akan menyalurkan ini melalui berbagai organisasi kemasyarakatan agar sampai kepada masyarakat yang memerlukan di kabupaten/kota di Bali,” kata Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, peran BUMN dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19 sudah terkoordinir dengan baik. “Hampir semua BUMN yang saya ikuti sudah menggunakan program CSR-nya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Gubernur mengatakan penyaluran bantuan juga akan melibatkan desa adat. Desa adat menurutnya mengetahui betul siapa saja masyarakat yang harus dibantu dan belum mendapat bantuan dari skema program pemerintah.

Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K Subagia mengatakan, Bank BRI sangat mendukung kegiatan kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19 sebagai bentuk keprihatinan kepada masyarakat khususnya masyarakat kecil yang harus mendapat bantuan. “Bantuan-bantuan lain sesungguhnya sudah banyak kami berikan, baik yang langsung kepada masyarakat melalui agen-agen BRilink kami, maupun yang kami berikan melalui pemerintah daerah setempat, dan juga kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam situasi seperti sekarang peran perbankan adalah menjaga likuiditas di masyarakat. “Kalau likuiditas kita terjaga perekonomian bisa berputar lagi, maka new normal ini kita sambung, kita aplikasikan di lapangan dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Pada saat yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan 2.630 paket sembako, 1.000 boks vitamin dan 80 pcs masker N95 dari BRI Denpasar yang diterima Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Bali, I Gusti Made Semarajaya, disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster.

Di Bulan Bung Karno Kader DPC PDIP Tabanan, Berbaur Dalam Panen Raya di Subak Aseman Seltim

 

TABANAN – Pantaubali.com – Pandemi wabah Virus Corona (Covid-19) tak menyurutkan semangat para petani di Kabupaten Tabanan untuk melakukan panen raya tanaman padi seluas 85 hektare di Subak Aseman 5 Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Sementara ini yang sudah siap dipanen sekitar 30 hektare. Dari luasan tersebut, Produktivitas lahan yang ditarget mencapai 5 ton gabah kering (GKG).

“Saat ini mulai masa panen raya, petani harus dipastikan memperoleh juga harga jual yang layak, sehingga terjaga kesejahteraannya. Selain itu kegiatan hari ini memang sengaja dilakukan di Bulan Bung Karno,” ujar Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya disela-sela panen raya Subak Aseman 5, Selasa (9/6).

Sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 di Tabanan.

“Proses panen harus terus berjalan. Dengan sekeha manyi yang sudah turun temurun dilaksakan oleh warga di Bali,” jelasnya.

Jika dilihat untuk Subak Aseman Seltim merupakan Subak terbesar di Bali.Jika dilihat luas untuk diselatan saja mencapai mencapai 706 hektar, sedangkan untuk total keseluruhan di Seltim total luas mencapai 2.291 jadi tentu ini merupakan kebangaan bagi Kabupaten Tabanan

“Saya mau DPC PDIP dapat saling gotong-royong guna dapat membeli hasil panen Petani tentunya dengan harga yang cocok,” ujarnya.

Yang mana dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Ibu Gubenur Bali yang hadir sebagai ketua TP PKK Provinsi Bali yang juga didaulat menjadi sekahe manyi, tentu dengan tujan agar ibu-ibu tidak gengsi lagi untuk turun ke sawah.

“Agar tidak sampai lapangan pekerjaan diambil oleh orang luar,” katanya.

Selajutnya dalam kesempatan yang sama Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Putri Koster menyampaikan, jangan kita mati karena gengsi, makanya Kabupaten tabanan yang terkenal dengan lumbung Padi jangan sampai terjadi alih fungsi lahan nantinya.

“Mari kita tanam, urus dan panen sendiri hasil dari lahan persawahan yang telah kita miliki dari dahulu dan sampai saat ini,”ujarnya.

Selain itu juga jangan sampai kita dijajah teknologi dalam kemajuan saat ini.

“Jangan mengambil budaya orang lain, harus kita mampu saling berkerjasama,” cetusnya.

Wabup Sanjaya Menilai Kegiatan Penggak PKK, Bangkitkan Semangat Gotong Royong

TABANAN – Pantaubali.com –  Kegiatan Penggak PKK TP PKK Provinsi Bali bersinergi dengan TP PKK Kabupaten Tabanan yang dipusatkan di Balai Banjar Pengabetan-Dauh Pala Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin (8/6) dihadiri langsung oleh Ny. Putri Suastini Koster dan Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut beberapa pengurus TPP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten Tabanan beserta pengurus Kecamatan dan Desa. Nampak juga Perbekel Desa auh Peken, Tokoh masyarakat dan beberapa warga setempat.

Lebih lanjut pada kegiatan tersebut TP PKK Provinsi Bali menyerahkan bantuan 50 paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 10 butir telur. Begitupun dengan TP PKK Kabupaten Tabanan menyerahkan bantuan 50 paket sembako yang terdiri dari sayuran, bumbu, tempe-tahu dan buah, kepada masyarakat Desa Dauh Peken, khususnya para Lansia.

Ny. Putri Suastini Koster saat itu mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten dalam penanganan dampak Covid-19. Hal ini disampaikannya adalah murni urunan secara pribadi secara bergotong-royong TP PKK.

Ia berharap hal ini mampu membangkitkan semangat gotong-royong dari semua pihak pada saat pandemic seperti saat ini. “Semoga apa hal-hal sederhana yang kita lakukan membangkitkan semangat gotong-royong kita kembali,” ucapnya.

Ny. Putri Suastini Koster saat itu juga menyampaikan pesan agar masyarakat selalu waspada di tengah situasi New Normal saat ini. Ia mengiatkan agar masyarakat selalu melaksanakan dan menerapkan protap kesehatan Covid-19 karena virus ini masih ada disekitar kita. “Terutama yang kemarin itu ada di pasar-pasar,” jelasnya.

Untuk itu Ia menghimbau agar masyarakat selalu menerpakan social dan pshycal distancing bukan hanya di pasar, namun di segala kegiatan serta selalu menggunakan masker. Hal ini ditujukan demi keselamatan bersama.

Sementara Wabup sanjaya sangat menyambut baik kegiatan ini. Dengan bersinerginya TP PKK mencerminkan semangat gotong-royong yang kental. Disamping itu kegiatan positif ini juga sangat meringankan beban masyarakat dan Pemerintah masyarakat di saat pandemik

Dijelaskannya lagi, selain memberikan bantuan material, hal ini juga sangat berpengaruh bagi moril masyarakat yang mendapatkan edukasi terkait Covid-19. Karena edukasi itu sangat penting bagi kehidupan masyarakat agar mampu menjaga kesehatan, sehingga bisa terhindar dari wabah Covid-19. @humastabana

Di Era Pandemi Covid-19 Pemerintah Dituntut Menerapkan Teknologi Digital dalam Pelayananan kepada Masyarakat

DENPASAR – Pantaubali.com – Ditengah situasi Pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti Pulau Bali tidak menyurutkan semangat Pemerintah Provinsi Bali memulai bekerja dalam skema Bali Era Baru. Apel Disiplin yang rutin dilaksanakan di lapangan Kantor Gubernur Bali setiap Senin awal bulan, kini dilaksanakan melalui Virtual atau aplikasi digital. Apel Disiplin secara daring dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dengan menggundang semua OPD yang ada di lingkungan Provinsi Bali, tidak terkecuali Rumah Sakit yang ada di bawah naungan Provinsi Bali, UPT di Kabupaten/Kota serta Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Bali yang ada di Jakarta. Semua peserta apel melakukan virtual dari kantornya masing-masing pada Senin (8/6).

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra menyampaikan apresiasi atas apel virtual pertama kali yang dilakukan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, dimana semua peserta apel yang melakukan virtual dari kantornya masing-masing, terlihat tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan physical distancing. Untuk itu , Dewa Indra mengharapkan agar sikap disiplin penerapan protokol kesehatan tersebut tetap diterapkan secara konsisten dan dapat manjadi contoh untuk masyarakat luas. “Setiap individu adalah representasi dari Pemprov Bali untuk itu marilah menjadi contoh bagi seluruh masyarakat”, ujar Dewa Indra.

Sekda Dewa Indra juga mengatakan sebelum bulan Maret 2020 Pemprov Bali telah melakukan skema kerja secara normal yaitu bekerja dari kantor dengan jam yang sudah ditetapkan. Namun sejak pertengahan Maret, mulai muncul pandemi Covid-19, Pemprov Bali memutuskan untuk melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home. Ditengah keterbatasan yang dimiliki dalam skema WFH semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah dapat diselesaikan dengan baik, hal tersebut dibuktikan dari keluarnya hasil audit administrasi keuangan Provinsi Bali Tahun 2019 oleh BPK, dimana Pemprov Bali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke 7 kalinya. “Hal ini tentu menjadi apresiasi positif bagi kerja keras kita semua, untuk itu saya minta semangat ini tetap dipertahankan dan apapun koreksi dari BPK harus segera kita selesaikan”, paparnya.

Lebih lanjut, Sekda Dewa Indra menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bali menjadi percontohan dalam pelaksanaan skema Work From Office atau Skema Bali Era Baru, dimana seluruh ASN Pemprov Bali kembali bekerja dari kantor mulai tanggal 5 Juni 2020. Untuk itu diharapkan, seluruh pegawai dapat secara disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan atau penggunaan hand sanitizer, menjaga jarak, penyemprotan kantor dengan disinfectan secara berkala serta memastikan protokol kesehatan secara disiplin diberlakukan pada masing-masing OPD. “Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan, selain ini semua untuk diri kita sendiri, juga untuk keluarga kita yang ada dirumah”, tuturnya.

Selain itu Sekda Dewa Indra juga memaparkan dibalik musibah pandemi covid-19 ini ada banyak manfaat positif yang dapat dijadikan pelajaran, salah satunya dimana pemerintah semakin dituntut untuk menerapkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Seperti saat WFH, Pemerintah harus melaksanakan meeting melalui aplikasi dan juga melakukan penandatanganan elektronik, guna menghindari kontak antar pegawai. Untuk itu pada momentum Bali Era Baru ini, Sekda Dewa Indra meminta agar seluruh pegawai tetap menerapkan teknologi digital dalam segala aktivitasnya, baik dalam melakukan rapat, pengiriman surat maupun yang lainya. Sehingga kedepannya, Pemerintahan Provinsi Bali dapat mengedepankan teknologi berbasis digital. “Di era baru saat ini mari kita mulai kemampuan digital, mengedepankan sarana digital, mengedepankan pemikiran digital dan mengedepankan pemerintahan yang berbasis digital, hal ini sangat bermanfaat dalam mencegah penularan virus yang terjadi saat ini. Untuk itu kita harus bekerja efisien dan juga aman, yaitu aman dari paparan virus”, pungkasnya.

Ny Putri Koster Ingatkan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan, Di Acara Penggak PKK Berbagi Dengan Lansia

TABANAN – Pataubali.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster kembali menghadirkan kegiatan Penggak PKK. Kali ini,  kegiatan yang ditujukan untuk pemberian bantuan sosial berupa sembako ini menyasar masyarakat Tabanan yang difokuskan di Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin (8/6).

Selain berbagi sembako, pendamping orang nomor satu di Bali tersebut juga menyerahkan bantuan berupa 500 buah masker, kalender, VCD, bibit cabai, dan terong. Bantuan ini adalah murni urunan dari para pengurus PKK Bali guna  membantu mengurangi dampak pandemi Covid-19 yang sedang melanda.

Kepada masyarakat, khususnya tim penggerak PKK setempat, Ny Putri Koster selalu mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

“Virus ini masih ada di antara kita, jadi walaupun memasuki masa New Normal, kita harus selalu ingat protokol kesehatan. Misalnya saat ke pasar, selalu pakai masker, jaga jarak, dan jangan berkerumun,” pesan sosok seniman serba bisa ini.

Dalam pembagian bantuan, tiap orang yang sudah terdata secara bergiliran mengambil barang-barang seperti sedang berbelanja di pasar. Namun, bedanya dalam kegiatan ‘Penggak PKK’, semuanya diberikan dengan cuma-cuma. Sejalan dengan protokol pencegahan Covid-19, pihak panitia tetap menerapkan social distancing.

Ny Putri Koster menambahkan, pada acara ini ada bibit cabai dan terong yang dibagikan, agar nanti sampai di rumah segera ditanam. “Dengan mulai menanam bumbu dan sayuran di pekarangan rumah, paling tidak bisa meringankan urusan dapur,” kata Ny Putri Koster.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya menyambut baik kegiatan yang digagas Ny Putri Koster selaku Ketua TP PKK Bali.  “Bisa dilihat bahwa masyarakat antusias dengan kegiatan ini dan saya berharap bisa membantu meringankan beban masyarakat kami, khususnya para lansia,” katanya.

Dirinya juga berharap ke depan semangat gotong royong dan membantu sesama yang diprakarsai TP PKK Bali bisa ditularkan ke tingkat desa hingga tingkat banjar se-Bali.

Cegah Peningkatan Transmisi Lokal, Gubernur Ajak Masyarakat Tetap Displin Dan Waspada

DENPASAR – Pantaubali.com – Melihat data penyebaran Covid-19 khususnya transmisi lokal di wilayah Kabupaten atau Kota se-Bali yang semakin meningkat, sehingga harus semakin diwaspadai dan diantisipasi agar tidak terjadi penularan yang semakin meluas demi keselamatan semua persediaan.

Jika dilihat data munculnya kasus baru COVID-19 adalah, sebagian besar tanpa menunjukkan gejala sakit atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Adanya kecenderungan menurunnya disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol COVID-19.

“Kondisi pandemi COVID-19 yang tengah kita hadapi saat ini merupakan masalah kita bersama, yang harus dijalani dengan penuh semangat, kebaikan dan ketulusan hati, kesabaran, ketabahan, dan kegigihan, serta paras-paros, gilik-saguluk, salunglung-sabayantaka, tiada lain dan tiada bukan, adalah demi kepentingan dan keselamatan kita bersama,” jelas Gubernur Provinsi Bali,Wayan Koster,Senin,(8/6) di Renon, Denpasar.

Menghadapi kondisi tersebut, sedikit kita tidak boleh merasa bosan, tidak boleh ada rasa jenuh, tidak boleh ada rasa putus asa, tidak boleh saling menyalahkan.

“Sing dadi bengkung lan maboya,” cetusnya.Terkait dengan hal tersebut Koster memaparkan beberapa himbauan seperti, Bagi peserta didik, agar tetap belajar di rumah, Melarang kegiatan keramaian termasuk tajen,Melarang operasional dan aktivitas obyek wisata, hiburan malam, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak 

orang, Kegiatan adat dan agama hanya boleh dilaksanakan dengan melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang,Membatasi perjalanan ke luar Bali, khususnya ke daerah yang masuk zona merah COVID-19, Mengurangi aktivitas ke luar rumah. Dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, agar masyarakat dengan tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan COVID-19, Selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Himbauan ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Setidaknya himbauan ini dapat dilaksanakan dengan tertib, disiplin serta penuh rasa tanggung jawab,” tutupnya.

Kodim 1619 Tabanan Jalin Silaturahmi Dengan Pewarta di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Komando Distrik Militer 1619 Tabanan mengelar temu media dengan belasan orang anggota Pewarta di Kabupaten Tabanan yang dilaksanakan di aula Makodim Tabanan,Senin,(8/6).Dalam kesempatan tersebut Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Tony Sri Hartanto menyampaikan, Kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk silaturahmi antara Kodim 1619 dengan para Pewarta sehinga, tetap terjalin silaturahmi yang baik serta kerjasama yang baik pula serta akan mampu membanggun Tabanan yang baik dan serasi.

“Kami membanggun via militer dan Pewarta membanggun dalam pemberitaan dengan cara edukatif,”jelasnya.

Secara bersama-sama dapat melaksanakan pembanggunan nasional di bidang masing-masing. Sehinga, di wilayah Tabanan tetap mampu tercipa situasi aman dan lebih kondusif lagi.

“Jadi sama-sama menjaga profesi kita, serta terpenting demi kemajuan bangsa dan bela negara,”ujarnya.

Jika dilihat saat ini, media digital yang tidak dapat dibendung perkembanganya. Jika sebelumnya informasi didapat melalui koran,akan tetapi saat ini informasi bisa didapat sepersekian detik dalam gengaman.

“Setidaknya rekan pewarta dapat membuat berita dengan cepat. Karena, jika terlambat sepersekian detik maka, akan ketingalan,”
ujarnya.

Selain itu juga dalam memberi informasi setidaknya bisa mengedukasi masyarakat didalam setiap pemberitaan. Karena, dalam mencerna informasi atau berita tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama.

“Media merupakan garda terdepan setidaknya bisa mengedukasi masyarakat Tabanan pada khususnya.Karena, kita ketahui juga ada beberapa SDM yang tidak berpendidikan juga masih ada di Tabanan ini,” paparnya.

Tak kalah penting, jangan sampai ada menyebarkan berita-berita hoax dalam pemberitaan. Agar tidak sampai menimbulkan opini yang bukan-bukan ditengah-tengah masyarakat.

“Tentu tetap harus melakukan konfirmasi, baik itu konfirmasi informasi positif maupun negatifnya,”ucapnya.

Dirinya menyampaikan, akan tetap terbuka serta meminta saran,masukan maupun kritik agar tetap saling terjalin kerja sama yang baik saat ini maupun yang akan datang.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pewarta Dony Darmawan mengatakan, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya dalam pelaksanaan pertemuan yang dilakukan setiap 3 bulan sekali oleh Kodim 1619 Tabanan.

“Tentu melalui kegiatan ini akan mampu menjaga komunikasi yang baik, saat ini maupun kedepannya,” cetusnya.

Sembari Dirinya menambahkan, ditengah adanya pandemi Covid-19 tentu anggota Pewarta tetap menjalankan tugas dilapangan. Tentu dengan dengan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan.

Update Kasus Covid-19 di Bali Bertambah 25 orang Pasien Positif Dan Sembuh 2 Orang

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra,Minggu,(7/6) di Renon,Denpasar menyampaikan, update kasus Covid-19 di Bali mulai dari, jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 582 orang atau bertambah 25 orang terdiri dari 2 orang WNA Transmisi Lokal, dan 23 orang WNI dengan rincian 1 orang PMI dan 22 orang Transmisi Lokal.

Jumlah pasien yang telah sembuh berjumlah 373 orang atau bertambah 2 orang WNI Transmisi lokal. Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 204 orang yang berada di 12 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas serta di BPK Pering.Kemudian untuk jumlah pasien meninggal sebanyak 5 orang.

“Jumlah angka positif transmisi lokal terus meningkat tajam. Secara komulatif saat ini sudah berjumlah 292 Orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

“Terus saya sampaikan dalam upaya menekan kasus transmisi lokal, maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” tutupnya.

Wagub Bali Hadiri Acara Donor Darah Crisis Centre MUI Provinsi Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali,Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri acara donor darah yang diselenggarakan oleh Crisis Centre MUI Provinsi Bali di Sekolah Harapan Mulia,Minggu (7/6), Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Bali tersebut menyampaikan, apresiasi atas gerakan kemanusiaan yang telah dilakukan terlebih di tengah Pandemi Corona dimana stok darah di rumah sakit sudah semakin menipis.

“Kegiatan donor darah yang diikuti sekitar 140 orang ini dapat membantu saudara kita yang membutuhkan. Darah yang kita donorkan akan sangat berarti bagi yang memerlukan.Kedepan,kegiatan kemanusiaan seperti ini agar dapat terus dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid 19,” jelasnya.

Dirinya berharap, di tengah pandemi ini, rasa kekeluargaan, kemanusiaan dan kepedulian antar sesama agar terus ditingkatkan. Dengan rasa persaudaraan yang erat, maka musibah non alam Virus Corona ini dapat kita atasi bersama.Dalam kegiatan donor darah tersebut turut dihadiri oleh Senator DPD RI Dapil Bali Haji Bambang Santoso, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, para tokoh MUI serta organisasi Islam lainnya.