- Advertisement -
Beranda blog Halaman 974

Wabup Sanjaya Nyatakan ” Saya Rindu untuk Bisa Kembali Bersatu dengan Masyarakat “

TABANAN – Pantaubali.com –  Ada pernyataan mengharukan yang meluncur dari Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., saat tatap muka dengan krama Subak Empas di Jaba Pura Ulun Suwi, Desa Buahan, Kamis (11/6) pagi kemarin. Pernyataannya itu tiada lain ungkapan kerinduannya untuk bisa segera bersatu, berbaur dengan masyarakatnya.

“Tiang sengaja mencari momen ini untuk hadir ditengah-tengah masyarakat karena saya memang sangat merindukan untuk bisa bersatu, bersama-sama berbaur dengan masyarakat,” ungkapnya.

Pernyataannya tersebut tentu tidak mengherankan. Mengingat Dr. Sanjaya yang juga dikenal sebagai pemimpin yang mencintai daerah dan rakyatnya ini memang gemar berbaur dan dekat dengan masyarakat. Saking cintanya dengan masyarakat, Dr. Sanjaya dipastikan selalu hadir memenuhi undangan atau oleman warga. Baik oleman dari suatu banjar atau desa adat hingga oleman perseorangan.

“Sesibuk apapun dengan rutinitas kantos, saya berusaha hadir memenuhi undangan krama,” jelasnya.

Nah, pernyataannya tentang kerinduan untuk bisa kembali berbaur dan menyatu dengan masyarakat tentu sangat beralasan. Mengingat sejak mewabahnya virus corona atau covid-19, berbagai aktifitas yang memungkinkannya untuk menyatu dengan masyarakatnya menjadi tertunda.

Terkait dengan merebaknya virus corona, Dr. Sanjaya yang juga Ketua DPC PDIP Tabanan ini mengajak merubah pola pikir. Yakni virus corona jangan dilawan namun justru diajak berdamai.

Dr. Sanjaya menjelaskan seperti halnya hama tikus yang suka “ngerusuhin”, di Bali justru diajak berdamai dengan bukti memberi tikus dengan panggilan terhormat. Yakni dengan panggilan Jro Ketut.

“Bahkan kita di Tabanan beberapa kali pernah menggelar yadnya ngabenan Jro Ketut sebagai bentuk kita berdamai dengan tikus. Buktinya setelah prosesi ngaben itu usai, secara perlahan hama tikus mulai berkurang,” ujarnya.

Kembali pada kerinduannya untuk bisa kembali bersatu dan berbaur dengan masyarakatnya, Wabup Dr. Sanjaya kemudian mengajak agar masyarakat Tabanan bersama-sama mengikuti anjuran pemerintah terkait penanganan covid-19. Seperti memakai masker, rutin cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, menghindari terjadinya kerumunan dan sebagainya.

Tidak kalah pentingnya lanjut Dr. Sanjaya, jangan lupa untuk sering ngarestiti agar virus corona segera berlalu. Sehingga kehidupan dimasyarakat bisa kembali berjalan normal.

“Semoga virus corona segera berlalu sehingga kehidupan dapat kembali normal, pembangunan bisa berjalan lancar dan saya juga bisa kembali berbaur dengan semeton Tabanan untuk bersatu dan bergotong royong membangun Tabanan. Mari tetep makenyem dan bangga jadi orang Tabanan,” tutupnya. *

Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur Koster Ingin Wujudkan Quality Tourism

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan salah satu alasan mengapa pihaknya memberlakukan sistem pemeriksaan protokol kesehatan ketat pada sejumlah pintu masuk Bali adalah dalam rangka visi mewujudkan quality tourism atau pariwisata berkualitas.

Demikian terungkap saat Gubernur Koster menerima audenisi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI Penny K Lukito, Kamis (11/6) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar.

“Di Bandara Ngurah Rai mutlak harus tes SWAB berbasis PCR, sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk kita wajibkan rapid test,” kata Gubernur Bali kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI Penny K Lukito sangat mendukung kebijakan yang diberlakukan oleh Pemprov Bali itu. Sebab menurutnya Bali sebagai kawasan pariwisata internasional sudah sepatutnya memberlakukan protokol Kesehatan yang ketat.

“Saya kira Bali sangat perlu menerapkan sistem pemeriksaan yang ketat karena bagaimana pun Bali daerahnya cukup beresiko sebagai daerah international tourism,” terangnya.

Pihaknya pun mengakui komitmen yang ditunjukan Gubernur Koster dalam penerapan standar protokol kesehatan yeng ketat dalam masabpandemi Covid-19. Terbukti Bali terbilang sebagai salah satu provinsi yang paling berhasil dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Saya lihat langsung protokol Kesehatan dan sarana pendukung penanganan covid-19 di Bali sangat baik kualitasnya. Angka kasus juga cukup rendah bahkan di luar sepuluh besar,” sebutnya.

Atas hal itu, pihak menyatakan akan mendukung penuh upaya Pemprov Provinsi Bali tersebut. Sebagai salah satu bentuk dukungan itu, pihaknya akan memberikan bantuan alat real time PCR yang akan mampu membantu percepatan pengujian Covid-19 dengan memanfaatkan Balai POM setempat.

“Bali tentu kami jadikan prioritas, apalagi mengingat secara penanganan Bali jadi salah satu yang terbaik,” tegasnya.

Di sisi lain, pihaknya pula mengapresiasi kebijakan untuk memberikan ruang khusus bagi pengobatan herbal yang diberlakukan di Bali. Seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional.

“Bali sekali lagi jadi yang pertama untuk itu, dan saya kira bisa jadi pembelajaran untuk daerah lain. Bahkan saya dengar dijadikan daya tarik baru dalam aspek pengobatan tradisional berbasis herbal. Ini penting menurut saya karena pemerintah pusat pun sudah lama ingin mengarah ke sana dan Bali salah satunya yang jadi prioritas kami,” jelasnya.

Ditambahkannya Badan POM siap memfasilitasi dan mendampingi pelaku usaha yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pengobatan tradisional berbasis herbal di Bali.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menerima sejumlah buku informasi bidang obat tradisional dan suplemen Kesehatan dalam rangka menghadapi Covid-19 yang disusun tim Badan POM RI.

Dana Ibah Terkesan Diundur-undur Eksekutif, Dewan Tabanan Geram

TABANAN – Pantaubali.com – DPRD Kabupaten Tabanan melaksanakan rapat kerja dalam rangka pembahasan pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020, Kamis,(11/6) di ruang rapat DPRD Kabupaten Tabanan.Yang salah satunya membahas terkait dengan dana Hibah yang masuk bulan Juni 2020 belum dapat dicairakan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan,I Made Dirga menyampaikan, agar tetap berjuang mengkondisikan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan.

“Dalam pertemuan hari ini tentu ingin mendengarkan apa yang menjadi hasil pertemuan sebelumnya bahwa, dimohonkan agar tetap berjuang mengkondisikan dari pendapatan asli daerah Kabupaten Tabanan.Atau dalam kondisi Covid-19 saat ini, tentu bagaimana kita bisa lebih maksimalkan lagi,” jelasnya.

Selanjutnya berkaitan dengan hibah ke masyarakat Dirinya berharap,setidaknya dapat dicairkan tepat waktu. Dan jika dilihat sampai saat ini, tidak ada pencairan atau bahkan tidak ada.

“Maka dari itu, kami ingin tidak sampai terjadi lagi dimolor-molorkan atau dilambat-lambatkan. Baik itu, disengaja atau tidak disengaja karena ada Pandemi ini. Ditambah kedepan ada Pilkada 2020 juga,” cetusnya.

Melihat kondisi tersebut tentu merupakan kekurangan dari pada eksekutif.Karena, adanya Pandemi apa yang menjadi kepentingan masyarakat menjadi tertunda.Tetap akan berkoordinasi dengan eksekutif, agar bisa merundingkan.

“Dalam hal ini kami beri waktu 1 minggu, agar bisa di eksekutif dirundingkan bagaimana strategi kerjanya, sehinga pemasukan PAD kita dapat maksimal.Dan dalam hal ini kita akan menunggu dari pada kesiapan tugas dari eksekutif,” tuturnya.

Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila dalam kesempatan tersebut menyampaikan, tentu sangat merasakan kondisi saat ini, yang sudah lama dan terus ada saja perlambatan-perlambatan terkait dana ibah tersebut. Dan sampai saat ini belum juga bisa dikerjakan.

Jika dilihat kondisi ekonomi saat ini masih dalam kondisi berat. Meskipun demikian, terobosan-terobosan telah dilakukan terutama dengan memaksimalkan unit-unit yang dimiliki.

“Mudah-mudah ini bisa menopang dari sisi belanja daerah,” ujarnya.

Meskipun demikian tetap sepakat bahwa, nanti akan dapat terlaksana dengan baik. Tentu dengan tetap mengacu pada peraturan yang bisa mendasari agar bisa dilakukan ditengah-tengah kondisi saat ini.

“Melihat keputusan dan perkembangan baru atas rujukan baru yang dapat melakukan refocusing angaran atau pergeseran angaran atau kepentingan-kepentingan lain.Kami akan melakukan semaksimal mungkin, dan akan dilakukan terkait pelaksanaan yang telah berlarut-berlarut terjadi penundaan-penundaan ini,” paparnya.

Tidak ada sama sekali keinginan melakukan penghambatan-penghambatan dalam situasi saat ini. Apapun kekurangan ini akan di perbaiki, sehinga kinerja kedepan dapat dimaksimalkan.

Masih dalam kesempatan yang sama Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja mengatakan, terkait dengan dana ibah tidak cair karena adanya SKB 2 Menteri 114 tahun 2020 yaitu, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan dibagian ke 5 yang menyatakan bahwa, Kepala daerah diminta untuk melakukan relokasi angaran salah satunya Ibah. Dan Bansos baik perorangan atau warga,Dalam refocusing angaran telah dilakukan penyiapan terhadap dampak-dampak Covid-19 dalam bentuk Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dalam BTT tersebut kita melakukan aktifitas terkait penangan Covid-19 sehinga tidak dapat dilakukan pencairan dana ibah di 2020.Selanjutnya dalam perjalanan ternyata Pandemi Covid-19 tidak berakhir dari prediksi bulan Juni dan Juli padahal jika dilihat angaran perubahan tersebut dimulai dari bulan Juli sampai Agustus 2020.

Akan tetapi pada bulan Juni ini semakin meningkat Pandemi Covid-19,sehinga itulah alasannya agar lebih menfokuskan dana yang dimiliki guna melawan pandemi Covid-19.

“Tentu kebutuhan dibawah masyarakat merupakan sesuatu yang cukup penting. Karena jika dilihat Ibah bukan milik DPRD maupun Bupati. Karena ibah tersebut merupakan hak dari masyarakat.Sehinga hak masyarakat harus kita berikan agar semua bisa berjalan secara seimbang,” sebutnya.

Maka dari itu dana-dana yang ada tidak dapat diapa-apakan lagi. Jika ingin melakukan perubahan angaran tentu harus ada sumber dana baru, barulah bisa melaksanakan ibah tersebut.

“Jika ada angaran baru,misal ada peningkatan PAD itu dapat dilakukan berarti kita bisa melakukan.Maka bisa untuk melakukan pembayaran Ibah di 2020.Akan tetapi dalam perjalan setelah ibah tersebut diverifikasi bayak muncul masalah, misal dana tidak sesuai, ada aturan yang tidak memperbolehkan memberikan bantuan secara berturut-turut dalam setahun,” paparnya.

Dalam hal ini tentu perlu melihat usulan ibah yang telah dilakukan oleh masyarakat.Melalui DPRD atau Eksekutif dengan jumlah sebanyak 1.201 proposal tersebut.

“Aturan tersebut telah lama, akan tetapi persepsinya berbeda-beda antara persepsi kita dan BPK. Secara exclusive tidak ada menyebut hal tersebut,” tuturnya.

Dalam rapat kerja tersebut dihadiri juga oleh, Ketua-ketua Komisi, Ketua badan pembentukan Perda,Ketua badan kehormatan, ketua-ketua fraksi DPRD Kabupaten Tabanan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kabupaten Tabanan.

Aksi Sosial Bupati Eka Kepada Warga Flobamora di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Meski ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti tidak surut-surut melakukan aksi sosial ketengah masyarakat, tidak saja ke masyarakat Tabanan. Akan tetapi,aksi tali kasih juga menyasar warga luar Tabanan khususnya yang telah menetap sekian tahun di Tabanan. Seperti misalnya, menyasar warga Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) Kabupaten Tabanan.

Yang dilakukan pada Kamis,(11/6) di Kantor Bupati, Kabupaten Tabanan. Adapun beberapa bantuan diberikan yaitu berupa 200 Sembako dari dompet peduli Covid-19,1000 bibit terdiri dari sayur-sayuran dan bibit Jamu serta 200 masker diserahkan kepada paguyuban Flobamora Kabupaten Tabanan.

“Ya, hari ini saya membagikan sembako, bibit dan masker khususnya kepada saudara di paguyuban Flobamora Kabupaten Tabanan,” jelasnya.

Dalam kondisi seperti saat ini ada tiga prinsif penting perlu diperhatikan, Pertama bagaimana memikirkan ketahanan pangan. Bagaimana masyarakat dapat memilih kebutuhan sehari- hari minimal untuk keluarganya.

“Sayur tidak beli, meraka bisa tanam di rumah itu bisa disebut family farming.Intinya petani kita tidak berhenti bercocok tanam,jangan sampai semua orang sibuk ngurusin Corona,jadi siapa yang tanam sayur,siapa yang ternak ayam. Jangan sampai tidak ada yang kita makan nantinya,” jelasnya.

Untuk itu kesinambungan harus dijaga makanya persediaan pupuk,persediaan bibit harus dipikirkan di Kabupaten Tabanan,termasuk panen-panen yang belum terambil juga diambil. Sehingga, masyarakat bisa semangat terus berproduksi.

“Kalau petani sudah tidak berproduksi,tentu akan sangat berbahaya bagi ketahan pangan kita, terutamanya Tabanan khususnya dan Bali umumnya. Misalnya, Denpasar yang tidak memiliki banyak lahan sehingga, kalau petani Tabanan tidak berproduksi dari mana sayuran di kota Denpasar datangnya, masak harus import,” paparnya.

Selanjutnya yang kedua, adalah ketahan imunitas masyarakat penting diperhatikan karena, sepanjang faksinnya belum ada berarti masyarakat harus sehat.Tentu dengan cara paling murah mengkonsumsi produk berupa jamu.Seperti orang tua dahulu, antibodinya kuat karena prodak yang dikonsumsi alami. Misal, seperti jamu tinggal rebus siap langsung dikonsumsi serta bisa tanam sendiri dipekarangan.

“Untuk itu kita akan buat gerakan gemar minum jamu,cinta jamu,” ucapnya.

Kemudian ketiga adalah, ketahanan mental juga harus dijaga,keseimbangan hati perlu dijaga karena motivasi-motivasi itu penting. Sehingga, harus memberi suport jangan sampai generasi penerus menjadi generasi tidak mau berjuang,tidak mau mencari solusi dan jangan mikir gengsi. Asal mau berjuang semua padti bisa terjadi.

“Ketahanan mental ini harus dijaga, jangan sampai menjadi orang yang putus asa,dan mengambil jalan yang salah,” terangnya.

Dalam kesempatan teresebut Ketua Umum Flobamora Kabupaten Tabanan,Paskalis Bolisabon menyampaikan, ucapan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan Bupati Tabanan khususnya kepada warga Flobamora Kabupaten Tabanan.

“Kami sangat bersyukur adanya bantuan ini, yang mana bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya yang terdampak Covid-19 ini,” tutupnya.

Pasien Positif Di Bali Bertambah 32 orang, Pasien Sembuh Bertambah 3 Orang

DENPASAR  – Pantaubali.com – Jumlah kumulatif pasien positif 640 orang. Bertambah 32 orang dengan rincian 30 orang WNI 1 orang PMI, 29 orang transmisi lokal dan 2 orang WNA transmisi lokal.Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 412 orang. Bertambah 3 orang yang terdiri dari 1 orang PMI, 1 orang imported case, dan 1 orang transmisi lokal,”kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Rabu (10/6/2020)Sementara jumlah pasien yang meninggal sejumlah 5 orang yang terdiri dari 3 orang WNI dan 2 orang WNA.

Jumlah pasien positif dalam perawatan kasus aktif 223 orang yang terdiri dari 217 orang WNI dan 6 orang WNA. Mereka dirawat di 12 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas dan BPK Pering Setiap hari jumlah angka positif karena transmisi lokal terus menunjukkan peningkat yang tajam. Secara komulatif saat ini sudah berjumlah 342 orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Gubernur Bali telah mengeluarkan Imbauan Gubernur Bali Nomor : 215/Gugascovid19/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 yang antara lain mengimbau masyarakat agar bagi peserta didik agar tetap belajar di rumah, melarang kegiatan keramaian termasuk tajen, melarang operasional dan aktivitas obyek wisata, hiburan malam, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang. Imbauan ini juga mengatur kegiatan adat dan agama hanya boleh dilaksanakan dengan melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang. Membatasi perjalanan ke luar Bali, khususnya ke daerah yang masuk zona merah COVID-19. Mengurangi aktivitas ke luar rumah. Dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, agar masyarakat dengan tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan COVID-19 yaitu: Selalu menjaga jarak fisik dan sosial; Wajib menggunakan masker; dan Selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dll.

Gubernur Bali melalui Kepala Dinas Kominfos telah merilis penjelasan terhadap Imbauan Imbauan Gubernur Nomor : 215/Gugascovid19 /VI/2020, Tanggal 8 JUNI 2020 berkenaan dengan adanya pertanyaan terhadap Himbauan Gubernur Bali khususnya pada angka 10 yaitu: “agar COVID-19 segera kembali pada posisi dan fungsi sebagaimana mestinya.

Menurut sastra dalam lontar Bali Kuno termuat ajaran nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi keyakinan kuat masyarakat Bali, bahwa wabah penyakit merupakan bagian dari siklus alam, yang bisa datang secara berulang dalam kurun waktu dasawarsa, abad, bahkan millennium (ribuan tahun). Ada tiga jenis wabah penyakit, yaitu wabah yang menimpa manusia disebut Gering, wabah yang menimpa binatang atau hewan disebut Grubug, dan wabah yang menimpa tumbuh-tumbuhan disebut Sasab Merana. Wabah COVID-19 merupakan salah satu jenis Gering, yang cakupan penularannya mendunia dan tingkat infeksi tinggi sehingga disebut Gering Agung (Pandemi COVID-19).

Munculnya wabah penyakit merupakan pertanda adanya ketidak-harmonisan / ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan yang tinggi akibat ulah manusia yang tidak melaksanakan tata kehidupan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal.

Masyarakat Bali memiliki cara sesuai dengan kearifan lokal dalam menyikapi munculnya wabah penyakit yaitu dengan mengembalikan keseimbangan alam secara niskala, antara lain melaksanakan Upacara Bhuta Yadnya (Kurban Suci) dan Dewa Yadnya (Persembahan Suci kepada Hyang Widhi Wasa) dengan tingkatan yang mengikuti skala wabah. Upacara Bhuta Yadnya dan Dewa Yadnya merupakan upaya pengembalian keseimbangan alam (nyomya), memerlukan proses dan tahapan yang dilakukan pada hari-hari baik tertentu .

Sekda Dewa Indra Ingatkan Akuntabilitas Penggunaan Dana COVID-19

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mengingatkan agar penggunaan dana untuk penanganan COVID-19 tetap mengedepankan azas kehati-hatian dan akuntablitas. Hal ini penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan timbulnya persoalan di kemudian hari. Penekanan tersebut disampaikan Dewa Indra saat didaulat menjadi narasumber pada dialog interaktif virtual RRI Denpasar membahas upaya mengawal penggunaan dana bansos COVID-19, Rabu (10/6/2020).

Lebih jauh Dewa Indra yang mengikuti dialog secara daring dari ruang kerjanya menerangkan, secara prinsip pemerintah pusat hingga daerah punya semangat yang sama dalam penggunaan dana penanganan COVID-19. “Semangatnya adalah bagaimana dana itu benar-benar digunakan untuk penanganan COPVID-19 dan akuntabilitasnya terjamin dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Oleh sebab itu, Pemprov Bali menggunakan standar yang lebih dari regulasi yang telah diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Deases 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah. Mengacu pada standar yang diatur dalam Permendagri, pencairan dana COVID-19 cukup dengan pengajuan rencana kebutuhan biaya ke BPKAD. Dengan pola ini, dalam waktu 2 kali 24 jam dana diharapkan sudah bisa cair. Namun hal itu dianggap belum cukup hingga Pemprov Bali menambah prosedur tanpa mengurangi kecepatan pencairan dana. “Prosedurnya kita tambah untuk menjamin akuntablitas, namun kita jamin tak mengurangi kecepatan dalam pencairan dana. Kami juga tak ingin hanya mengutamakan akuntabilitas, namun faktor kecepatan terabaikan,” ucap birokrat asal Buleleng ini.

Prosedur yang ditambahkan dalam proses pencairan dana penanganan COVID-19 Pemprov Bali adalah dengan adanya proses review dari inspektorat. Menurut Dewa Indra, setiap OPD yang mengajukan dana COVID-19, direview dengan cepat oleh inspektorat. Dalam proses review, inspektorat menganalisa dan selanjutnya memberi saran mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Setelah melalui proses review, sekda kemudian mengajukan permohonan penggunaan dana kepada gubernur. “Meskipun dalam regulasinya tak diatur tentang pengajuan ke gubernur, namun jangan sampai kepala daerah tidak tahu untuk apa saja dana itu digunakan,” tambahnya. Dengan pola ini, Sekda Dewa Indra ingin lebih meyakinkan dan menjamin dana penanganan COVID-19 dialokasikan dalam jumlah yang benar dan tak ada penyimpangan. Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah proses pengadaan barang dan jasa. Di tengah situasi saat ini, banyak barang dan jasa yang dituntut bisa disediakan dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu, pihaknya menugaskan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk memberi asistensi untuk menjamin jumlahnya benar dan harganya dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan penambahan standar yang diterapkan, Dewa Indra berharap upaya penanganan COVID-19 dapat diselesaikan dengan baik. Pria yang banyak berkecimpung dalam penanganan bencana saat menjabat sebagai Kepala BPBD ini punya prinsip, jangan sampai kena bencana setelah menangani bencana. “Artinya, kami tidak berharap ada bencana yang menimpa individu setelah penanganan COVID-19,” ujarnya seraya menyampaikan apresiasi atas banyaknya lembaga yang melakukan pengawasan dalam penggunaan dana. Menurutnya semakin berlapis pengawasan, maka akuntabilitas penggunaan dana akan makin terjamin.

Dalam dialog interaktif yang disiarkan secara langsung oleh RRI Denpasar itu, Sekda Dewa Indra juga menguraikan besaran dana penanganan COVID-19 yang dialokasikan oleh Pemprov Bali. Sesuai arahan pusat, daerah diminta melakukan refokusing APBD untuk membiayai upaya penanganan COVID-19. Dari hasil refokusing, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 756, 69 miliar. Dana tersebut tak hanya digunakan untuk penanganan penyakitnya, tapi juga penanganan dampak yang dihadapi masyarakat. Secara lebih rinci, dana dialokasikan untuk tiga bidang yaitu kesehatan sebesar Rp. 274 miliar lebih, penanganan dampak Rp. 220 miliar lebih dan Rp. 261 miliar untuk jaring pengaman sosial.

Alokasi dana untuk tiga bidang itu telah terealisasi dengan presentase bervariasi. Untuk penanganan kesehatan, hingga Rabu (10/6) telah terealisasi sebesar Rp. 133, 8 miliar yang digunakan oleh tiga perangkat daerah yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan BPBD. Dinkes tak menggunakan anggaran sendiri, namun juga diarahkan untuk penguatan penanganan COVID-19 di sejumlah RS seperti RSUP Sanglah, RS PTN UNUD dan RS Bali Mandara. “Dana tersebut antara lain digunakan untuk peningkatan sarana prasarana termasuk pengembangan kamar isolasi,” katanya. Selain mengoptimalkan upaya penanganan di RS Rujukan, Pemprov Bali juga menyupayakan penambahan lab uji SWAB. Saat ini, uji SWAB bisa dilaksanakan di lab RSUP Sanglah, lab RS PTN UNUD dan lab Warmadewa. Mencermati kecenderungan transmisi lokal penyebaran COVID-19 yang makin meningkat, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali sedang menyiapkan dua lab untuk pemeriksaan uji SWAB yaitu Lab Kesehatan Provinsi Bali dan Lab RSBM.

Sementara terkait penanganan dampak ekonomi, dana disalurkan melalui dinas koperasi, diperindag dan diskominfos. Dari total dana yang dialokasikan sebesar Rp.220 miliar lebih, telah terealisasi Rp. 9,4 miliar lebih. Sedangkan untuk jaring pengaman sosial, telah digunakan masing-masing sebesar Rp 100 juta oleh 1.493 desa adat yang tersebar di seluruh Bali. “Untuk bidang pendidikan, bapak gubernur juga telah menyerahkan kepada peserta didik dari berbagai jenjang yang terdampak COVID-19,” tambahnya.

Sikap kehati-hatian Pemprov Bali dalam penggunaan dana penanganan COVID-19 mendapat apresiasi dari Kasatgas IX Korwil KPK Sugeng Basuki. Menurutnya hal ini sejalan dengan arahan KPK agar jangan terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana penanganan COVID-19. Dalam kesempatan itu, Sugeng menggarisbawahi pengadaan barang dan jasa di tengah COVID-19. “Potensi penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa di tengah pandemi COVID-19 harus diantisipasi. Jangan ada mark up, jangan sampai ada pejabat menerima suap, ingat selalu jaga integritas,” ujarnya mengingatkan. Terkait dengan sumbangan pihak ketiga, ia mengingatkan agar Pemprov melakukan pencatatan yang baik terkait penerimaan dan penyalurannya. Di lain pihak, Sugeng juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi dana penanganan COVID-19.

Hal senada diutarakan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) Provinsi Bali Ari Dwikora Tono,Ak, M.Ec.Dev. Menurutnya, pengadaan barang dan jasa menjadi kegiatan yang sangat krusial di masa pandemi. Sebab di tengah tuntutan akan ketersediaan barang dan jasa secara cepat, aparatur negara juga wajib tetap menjaga akuntabilitas. Ia mengingatkan agar tak ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan di tengah situasi ini. Oleh sebab itu. BPKP sebagai bagian dari gugus tugas akan terus melakukan pendampingan agar dana penanganan COVID-19 benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran.

Penggak PKK’ Sapa Desa Susut Bangli, Ny Putri Koster Ingatkan Pentingnya Berbagi di Tengah Pandemi

BANGLI – Pantaubali.com – Setelah menyambangi sejumlah kabupaten di Bali, ‘Penggak PKK’ yang dicetuskan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster kini hadir menyapa warga di Desa Susut, Kabupaten Bangli.

Kegiatan sosial yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga masyarakat terutama yang terdampak Covid-19 itu, dilaksanakan di Balai Banjar Desa Penglumbaran Kawan, Desa Susut, Rabu (10/6).

Kepada masyarakat, pendamping orang nomor satu di Bali tersebut berpesan tentang pentingnya berbagi terhadap masyarakat sekitar, terutama tetangga. “Ayo kita tengok tetangga kiri kanan, sekarang sedang susah, kita pun harus menyadari warga atau tetangga kita yang sedang memerlukan,” ujarnya seraya menekankan bahwa kondisi pandemi Covid-19 tidak hanya dialami oleh masyarakat Bali, namun seluruh dunia juga terkena dampaknya.

Ia menyebutkan, kedatangan pihaknya kali ini juga ingin memastikan agar bantuan yang disalurkan dalam acara ‘Penggak PKK’ tepat sasaran dan berjalan lancar. “Selain itu, saya juga ingin menyapa warga di sini, semoga Bapak Ibu saudara-saudara tiyang di sini kenak-kenak manten,” ucapnya.

Selain berupa sembako, Ny Putri Koster juga menyerahkan bantuan sebanyak 500 masker, kalender, VCD, bibit cabai dan terong kepada kepala desa setempat. Bantuan tersebut menurutnya adalah murni urunan dari para pengurus PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli. “Kami juga PKK dan Dekranasda sudah menyumbang sekitar 410,9 ton beras dan 103 ribu masker yang disebar ke seluruh Bali,” ujar wanita yang dikenal dengan sebutan seniman multitalenta itu.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny Sariasih Sedana Arta menyatakan, bantuan kali ini merupakan kolaborasi dari PKK Provinsi Bali dengan Kabupaten Bangli. “Anggota PKK Provinsi Bali menyumbang beras, telur, gula dan kopi, sementara PKK Kabupaten Bangli menyumbang lauk, sayuran, cabai, bumbu-bumbu dan juga keripik hasil olahan UP2K di Bangli,” ujarnya.

Ia berharap acara ini bisa terus berlangsung, terutama di Kabupaten Bangli. “Kita berharap ‘Penggak PKK’ ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Susut saja. Kami ke depan bersinergi lagi antara PKK Kabupaten Bangli dan Provinsi Bali untuk menyelenggarakan ‘penggak’ berikutnya di desa-desa lain di Bangli untuk membantu warga yang kekurangan serta terdampak pandemi Covid-19,” katanya, mengungkapkan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyatakan sangat mengapresiasi acara ‘Penggak PKK’ yang digagas oleh Ny Putri Suastini Koster. Karena bantuan ini bukan yang pertama kalinya untuk Kabupaten Bangli, namun sebelumnya sudah menerima sekitar 1.000 paket bantuan dari PKK Provinsi Bali dan 1.000 paket sembako dari Dekranasda Provinsi Bali.

“Kali ini Ibu Putri Koster kembali memberikan bantuan kepada warga kami melalui sumbangan pribadi dengan anggota PKK Provinsi Bali. Kami sangat mengapresiasi dan atas nama pemerintah dan masyarakat Bangli kami ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya,” ujar Sedana Arta.

Wayan Sutama, warga Desa Susut yang berkesempatan menerima bantuan pada pagi itu, meyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli atas bantuan yang diberikan. Ia berharap ke depannya bantuan seperti ini bisa terus berlanjut selama pandemi ini, karena warga benar-benar merasakan dampaknya secara ekonomi.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Serahkan Bantuan 59,05 Ton Beras ke 10 Kecamatan

TABANAN – Pantaubali.com – Guna mendukung program Pemerintah dalam penanganan pandemic Covid-19 di Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali memberikan bantuan beras sebanyak 59,05 ton kepada TP PKK Kabupaten Tabanan. Selanjutnya bantuan tersebut diserahkan ke 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan.Penyerahan secara simbolis bantuan beras TP PKK Provins Bali tersebut dilakukan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kepada Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tabanan, Rabu (10/6) di Gedung Kesenian I Ketut Maria.

 

Turut hadir pada kegiatan ini, Ny. Santi Susila, Kepala DPMD Kabupaten Tabanan Roemy Liestyowati, perwakilan penguruss Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ketua TP PKK Kecamatan dan beberapa perwakilan pengrajin se- Kabupaten Tabanan.

“Kami harapkan setelah penyerahan bantuan beras ini secara simbolis, TP PKK Kecamatan segera melaksanakan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada Ketua TP PKK Desa, dengan mengirimkan dokumentasi kepada Kabupaten yang akan kami teruskan ke TP PKK Provinsi Bali,” ujar Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dalam sambutannya sebelum penyerahan bantuan.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ia meminta kepada Ketua TP PKK Kecamatan agar menugaskan Ketua TP PKK Desa untuk mengawal bantuan beras ini ke masing-masing kader PKK, sehingga bantuan ini tepat sasaran.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga menegaskan bahwa bantuan beras ini nantinya akan langsung dikirim oleh TP PKK Provinsi Bali melalui DPMD Provinsi Bali kepada desa-desa yang diberi bantuan. “Dimana bantuan beras akan langsung dikirim ke Desa oleh DPMD Provinsi Bali,” imbuhnya.

Sesuai data, bantuan beras yang diterima oleh TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tabanan jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Adapun Kecamatan Tabanan mendapat sebanyak 4,125 ton, Kediri sebanyak 2,425 ton, Marga sebanyak 3,9 ton, Kerambitan sebanyak 3,975 ton, Seltim sebanyak 2,8 ton, Selemadeg sebanyak 1,575 ton, Selbar sebanyak 700 kg, Pupuan sebanyak 1,3 ton, dan Baturiti sebanyak 975 kg, serta Penebel sebanyak 3,575 ton.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kader PKK di Desa,” tambah Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Disamping bantuan beras dari TP PKK Provinsi, pada kesempatan tersebut Ny.. Rai wahyuni Sanjaya juga menyerahkan bantuan 8,98 ton beras dan 10.000 pcs masker kain kepada 359 pengrajin di Kabupaten Tabanan. Masing-masing pengrajin menapatkan bantuan beras sebanyak 25 kg, dan bantuan ini disupport oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Tabanan. @humastabanan

Kepepet Bayar Kredit Dua Pemuda Jambret Wisatawan

TABANAN – Pantaubali.com – Pelaku spesialis intai warga negara asing yang sempat beraksi dibeberapa TKP di Badung dan Tabanan akhirnya berakhir di jeruji besi Resort Tabanan Sektor Kediri. Adapun inisial pelaku kekerasan dan penjabretan tersebut INA(19) dan IKC (19) keduanya berasal dari Desa Songan, Kecamatan Bangli.

Aksi tersebut dilakukan pelaku lantaran pelaku dikejar cicilan dan bayar kost-kostan. Karena desakan tersebut, akhirnya pelaku yang menyebabkan kerugi kepada korban sebesar Rp 15 juta lebih nekat melakukan aksis tersebut secara bersama-sama.

Dalam melakukan aksi kejahatan tersebut pelaku menjabret tas korban bernama Nastasia Nikifaravets (26) warga negara Belarus dengan tangan kanan.

Terkait dengan hal tersebut Waka Polres Tabanan,Kompol I Made Krisna Mahardika, SH, Rabu,(10/6) di Polsek Kediri, Kabupaten Tabanan menjelaskan, kronologis singkat kejadian dilakukan pada, Sabtu,(30/5) sekitar jam 17.30 di Desa Kaba-kaba saat korban menuju Desa Munggu dengan menaiki sepeda motor Honda Scoopy. Yang sebelumnya pelaku telah membuntuti korban dari arah Desa Penarungan,Badung.

Selanjutnya pelaku memepet korban kemudia pelaku berinisial IKC menarik tas koran menyebabkan koran terjatuh.Setelah pelaku mendapatkan tas korban selanjutnya pelaku berhenti di daerah Kerobokan, selanjutnya IKC menelphone salah seorang yang berinisial IWAG guna mengabarkan telah mendapat HP Iphone X milik korban.Yang mana, pelaku langsung menjual HP dengan harga Rp 2 jutaan.

Kemudian IWAG selanjutnya menjual HP korban kepada seorang berinisial E dengan harga Rp 2,3 juta.

“Adapun BB yang berhasil diamankan sampai saat ini yaitu, 1 unit sepeda motor Yamaha N-Max, 1 buah HP merk Iphone X, 1 buah tas kain dan 1 buah buku SIM,” ujarnya.

Atas perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 480 dan 365 dengan acaman kurungan selama 12 tahun penjara.

Dalam kesempatan tersebut pelaku berinisial IKC mengatakan, melakukan melakukan hal tersebut dikarenakan, terdesak pembayaran cicilan sepeda motor dan bayar kost-kostan.

“Ya, tentu saya menyesalkan perbuatan saya ini dan saya tidak akan mengulangi perbuatan ini,” sesalnya.

Di Tengah Covid 19, Yayasan Ekalowya Turun Membantu Masyarakat

TABANAN – Pantaubali.com – Gede Made Dedy Pratama selaku kordinator Yayasan Ekalowya melasanakan kegiatan sosial kemanusian, sebagai wujud kepedulian terhadap mayarakat yang terdampak krisis ekonomi akibat Pandemi Covid 19 Tabanan.

Tidak berbeda dengan aksi sosial yang sudah sering di lakukanya sebelum masa pandemi, Dedy kali ini melakukan kegiatan sosial kemanusian dengan bantuan sembako sebanyak 36 paket dan juga APD berupa masker, cairan disinfektan kepada Pemangku di Desa Tista.

Aksi sosial yang di lasanakan Dedy saat masa Pandemi kali ini, merupakan salah satu bukti konsistenya sebagai Tokoh masyarakat sekaligus kader Partai PDIP Tabanan, yang memang sewajarnya lebih dekat dengan masyarakat dan iklas membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di saat masa pandemi Covid 19.

“ Semoga bantuan yang kami berikan ini bermanfaat dan juga bisa sedikit mengurangi beban para Pemangku di Desa Tista ini, sehingga perasaan kami jadi tenang bisa berbagi di saat krisis seperti sekarangini, “ Ucap Dedy.

Sebagai kordinator Yayasan Ekalowya, Dedy juga berharap aksi sosial ini bisa terus kami lakukan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terdampak Pandemi Covid 19 bisa kami bantu meski dengan bantuan yang sederhana. Sesuai kemampuan Kami.