- Advertisement -
Beranda blog Halaman 973

Menabung, Penting Dilakukan Petani Dalam Kondisi Saat Ini

Ketua HKTI Bali Bapak IR. Putu Arya Sedana

DENPASAR – Pantaubali.com – Ditengah pandemi Covid-19 yang menyebabkan lumpuhnya beberapa sendi perekonomian dan sektor-sektor lain ditengah masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, tentu kehati-hatian dalam pengeluaran penting diperhtikan dan dilakukan.

Jika bisa saving penting tetap dilakukan, salah satunya dengan cara menabung. Yang penting dilakukan juga oleh para petani apalagi dalam kondisi saat ini, meskipun tidak dalam jumlah banyak.Karena, sedikit tidaknya bisa membantu ketika ada kebutuhan mendesak nantinya. Sehinga, para petani akan memiliki dana cadangan juga, itu disampaikan, Bidang usaha dan Perbankan HKTI Provinsi Bali, Made Sumardhana, Senin,(15/6) di Denpasar.

“Edukasi menabung bagi para petani tetap kami lakukan, seperti disampaikan oleh Ketua HKTI Bali Bapak IR. Putu Arya Sedana.Menabung penting,karena para petani terkadang memiliki kebutuhan emergency juga. Setidaknya uang hasil panen selama 6 bulan bisa disisihkan beberapa persen untuk di Tabung meskipun dalam jumlah tidak terlalu besar” jelasnya.

Dicontohkan, misal dengikuti beberapa tabungan berjangka seperti, tabungan hari tua, tabungan upacara agama, Tabungan beasiswa .ySemua jenis tabungan tersebutdbisa iikuti untuk kebutuhan anak-anak maupun cucu kedepan.

“Jika dilihat manfaat menabung sangat baik bagi kelangsungan para petani kedepan.Misal, terkait masalah kesehatan atau ada upacara adat. Jadi uang tabungan tetidaknya dapat diambil untuk pelaksanaan upacara tersebut,” contohnya.

Jika dilihat di lapangan memang ada beberapa petani belum menyentuh sektor perbankan. Yang sampai saat ini, menggunakan masterplan hanya untuk ke hal-hal tidak terencana saja.

“Jika dilihat dari pengamatan saat ini ada beberapa petani yang telah menerima hasil panen tidak diarahkan kehal-hal positif. Akan tetapi, lebih bayak mengarah kek ebutuhan konsuntif.Misal , embeli benda-beda yang bukan menjadi kebutuhan yang mendesak,” tutupnya.

Gubernur Bali Jalin Kerjasama Dengan BUMN, Tangani Dampak Ekonomi Akibat Covid 19

Gubernur Jalin Kerjasama Dengan BUMN

DENPASAR –  Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster terus melakukan berbagai upaya dan terobosan mengatasi dampak pandemi Covid-19 termasuk terhadap yang mengimbas langsung perekonomian masyarakat. Berbagai upaya dan terobosan untuk membantu meringankan beban perekonomian masyarakat itu selain mengandalkan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali, juga menggandeng BUMN dan pihak swasta lain melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mereka miliki. Bahkan pula mengajak individu yang memiliki penghasilan berlebih untuk berkontribusi menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kali ini Gubernur Koster kembali terima bantuan CSR dari PT Bank Negara Indonesi (BNI) berupa 2.000 paket bahan pangan, yang diserahkan oleh
Pimpinan BNI Kantor Wilayah Bali – Nusra, I Made Sukajaya secara simbolis, Minggu (14/6) di kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.

Ditemui seusai penyerahan bantuan, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya terhadap komitmen PT BNI dalam membantu masyarakat Bali. “Terima kasih atas kepedulian PT BNI yang telah ikut berkontribusi melalui bantuan CSR-nya kepada masyarakat Bali, yang saat ini memang sedang membutuhkan bantuan pangan, sebagai akibat dampak dari Covid-19,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Koster pun menyatakan bantuan tersebut akan segera disalurkan secara transparan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga dapat meringankan beban ekonomi yang mereka tanggung.

“Musibah yang terjadi saat ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Untuk itu merupakan kewajiban kita pula untuk bersama-sama membantu masyarakat melewati masa-masa yang sulit ini. Dan BNI telah mengambil peran yang sangat baik. Bantuan ini merupakan sebuah gambaran bahwa semua komponen di Bali terus bergerak berupaya keras, secara bersama-sama berada di sisi masyarakat. Mari kita berdoa semoga pandemi ini cepat berlalu,” ungkapnya.

Lebih jauh, secara khusus Gubernur Koster juga menyatakan apresiasinya atas pergerakan sosial kemanusiaan yang dilakukan baik individu atau lembaga selama masa pandemi. “Selain bantuan resmi dari pemerintah, baik pusat dan daerah, selama ini saya sudah lihat banyak masyarakat atas nama pribadi maupun lembaga dengan semangat gotong-royong menyalurkan bantuan kepada sesamanya. Ini sebagai bukti rasa kepedulian, rasa senasib sepenanggungan di tengah musibah ini. Saya selaku pemerintah mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya. Semoga kondisi ini bisa menjadi loncatan untuk membangun Bali secara bersama-sama ke arah yang lebih baik, tanpa harus saling menyalahkan satu sama lain,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Sementara itu, Pimpinan BNI Kantor Wilayah Bali – Nusra, I Made Sukajaya mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari program BNI Berbagi. Jadi BNI juga ikut berpartisipasi mengambil peran untuk mendukung kegiatan Pemprov Bali. Yakni dengan selain dalam bentuk penerapan protokol kesehatan di perkantoran, juga dalam bentuk penyaluran bantuan sosial.

“Penyerahan bantuan ini merupakan kelanjutan komitmen PT BNI serupa dengan bantuan yang sudah pernah diserahkan sebelumnya, dalam upaya membantu meringankan dampak ekonomi masyarakat Bali,” ujarnya seraya merinci bantuan berupa 2.000 paket bahan pangan yang disalurkan diantaranya terdiri dari beras, minyak goreng, mie instant dan telor. “Pendistribusiannya kami serahkan kepada Pemprov Bali tentu saja karena pemerintah lebih tahu mana saja masyarakat yang lebih berhak. Tentunya berdasarkan data yang valid. Semoga pandemi Covid-19 segera cepat berakhir, dan semoga kita bisa melewatinya bersama-sama,” harapnya.

Gubernur Ucapkan Terima Kasih Kepada Tenaga Medis Di Bali

Gubernur Koster menggelar teleconference

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster tidak ada hentinya memberikan dukungan dan perhatian serius terhadap petugas maupun berbagai pihak yang terlibat dan bersentuhan langsung dengan penanggulangan pandemi Covid-19 di Bali. Salah satunya pihak tenaga medis, manajemen rumah sakit, labotarium serta karantina yang menangani pasien positif Covid-19.

Maka untuk mengetahui langsung terhadap persoalan yang mereka hadapi, Gubernur Koster menggelar teleconference dengan berbagai pihak tersebut pada Sabtu (13/6) di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

Pada acara pertemuan yang dipandu Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra itu, Gubernur Koster selain memompa semangat para tenaga medis yang bekerja di garis terdepan, pertemuan ini juga dilakukan untuk mengevaluasi dan menerima masukan terhadap upaya penanganan Covid-19 yang sudah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali.

Mengawali pengarahannya Gubernur Koster memberikan aspirasi yang setinggi-tingginya terhadap dedikasi dan kinerja tenaga medis di Bali yang tanpa mengenal lelah dan penuh displin serta etos kerja yang luar biasa menangani pasien positif Covid-19. Diakui Gubernur Koster, atas kerja keras mereka itulah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Bali dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Hasilnya, jumlah pasien sembuh sangat tinggi mencapai rata-rata 64 persen dengan angka meninggal yang juga sangat rendah. Pun rata-rata lama perawatan kesembuhan pasien yang terbilang singkat dengan rata-rata masa perawatan selama 13 hari.

“Sebab saya menyadari salah satu kunci utama penanganan Covid adalah dukungan fasilitas, tenaga medis dan manajemen rumah sakit dan unit layanan lainnya. Terima kasih sudah bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, keuletan untuk kerja-kerja kemanusiaan ini,” ucapnya.

Bahkan dedikasi yang luar biasa ini menurut Gubernur Koster ditunjukkan oleh tiadanya keluhan yang muncul di media sosial maupun saluran lainnya. Untuk itulah salah satu alasan pihaknya sejak lama ingin bertemu dengan para tenaga medis yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19.

“Sudah sejak lama saya ingin bertemu berbincang-bincang dengan bapak-ibu pimpinan yang melayani rumah sakit maupun unit layanan lainnya. Namun karena banyak kesibukan, baru hari ini kita bisa bertemu. Saya belum pernah mendengar keluhan yang berarti tentang tenaga medis dan pengelola rumah sakit di media sosial, jejaring saya di daerah maupun media massa. Pada pertemuan ini saya mengharapkan masukan, saran, unek-uneknya, aspirasinya dalam penanganan Covid-19. Sekaligus saya bisa belajar banyak tentang penanganan Covid-19 dari bapak-ibu sekalian,” terangnya.

Selanjutnya Gubernur Koster mengajak para tenaga medis tersebut untuk tetap menjaga semangat kerja mereka supaya tidak kendor dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Bali. Sebab disadari pihaknya, para tenaga medis telah bekerja keras tanpa henti lebih dalam tiga setengah bulan ini. Apalagi belakangan ini kasus transmisi lokal cenderung meningkat. Bahkan saat ini kasus positif didominasi berasal dari penularan transmisi lokal yang secara akumulatif mencapi 55 persen dari total 695 kasus positif di Bali per Jumat (12/6) kemarin.

“Saya memahami penanganan sudah tiga setengan bulan, pasti ada capek ada jenuhnya tapi kita sebagai petugas penyelenggara harus tetap menjaga semangat dan spirit. Saya juga sebagai Gubernur tidak boleh capek kita menjalankan tugas kemanusiaan ini. Kita ini harus bekerja dengan semangat yang sama. Tidak boleh kendor. Semuanya harus semangat. Karena Covid-19 masih jadi ancaman,” ujarnya.

Sebagai dukungan nyata terhadap kinerja dan keselamatan tenaga medis dan rumah sakit serta unit layanan lainnya, Gubernur Koster mengintruksikan agar menyiapkan segala kebutuhan tugas mereka seperti Alat Pelindung Diri (APD), peralatan medis, insentif serta hal lainnya. “Setelah menunggu Peraturan Menteri Kesehatan soal insentif tenaga medis, Pergub-nya (Peraturan Gubernur-red) sudah dua hari lalu saya tanda tangani. Mudah-mudahan paling lambat akhir Juni sudah bisa dicairkan,” sebutnya.

Adapun sejumlah aspirasi yang disampaikan di antaranya dari Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma menyayangkan adanya masyarakat yang percaya teori konspirasi sehingga menurunkan semangat para tenaga medis yang berjuang di garis depan. “Pendapat itu melecehkan kami yang bekerja di RS karena dianggap mengambil keuntungan dari pandemi ini,” kata Kesuma. Menurutnya kondisi pandemi membuat tenaga medis bekerja lebih keras dari biasanya karena harus melakukan berbagai persiapan dan menjaga kontak untuk menghindari resiko penularan Covid-19.

Beberapa RSUD mengakui adanya peningkatan transmisi lokal dan perubahan pola serta kondisi pasien yang berbeda mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien di Bali. Menurut tenaga kesehatan di RS Sanjiwani mengatakan pasien transmisi lokal yang muncul belakangan berada dalam kondisi kebugaran dan usia yang berbeda dengan para PMI. Selain itu Dokter Spesialis Paru RSUD Wangaya yang merawat pasien Transmisi Lokal mengatakan sejak bulan Mei para pasien mengalami kondisi yang lebih berat dengan penyakit penyerta.

Meningkatnya volume tes Swab juga menjadi masukan para peserta pertemuan. Laboratorium RSPTN UNUD mengatakan telah bekerja penuh bahkan di hari libur dan hari raya untuk memenuhi target pemeriksaan sampel yang masuk. Padahal dengan dukungan Pemprov Bali, kapasitas pemeriksaan sudah meningkat dari 180 sampel per hari menjadi 250-270 sampel per hari.

Kabar gembira datang dari Bapelkes Provinsi Bali yang berhasil menyembuhkan pasien Covid-19 melalui pendekatan herbal dan spiritual. Tempat perawatan pasien positif Covid-19 ini rutin memberikan madu Kele dan suplemen lainnya untuk meningkatkan daya imun para pasien. Selain itu para pasien juga diberikan tirtha yang di-tunas oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali ternyata mampu meningkatkan psikologis terhadap kesembuhan pasien. Pendekatan ini ternyata secara psikologis berdampak positif terhadap kecepatan kesembuhan pasien Covid-19.

Beberapa laporan ini menjadi bahan masukan bagi Gubernur Bali selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali. Sebelum mengakhiri pertemuan Gubernur Koster kembali menegaskan agar pimpinan di rumah sakit dan tempat karantina memastikan dan menjaga agar semua petugas medis yang menangani covid 19 betul-betul dalam keadaan sehat. “Jadi harus disiplin menggunakan alat pelindung diri dan juga fasilitas lain yang harus digunakan pada saat penanganan Covid-19 serta mengatur wilayah-wilayah di rumah sakit yang menjadi lintasan penanganan Covid-19 dengan lintasan penanganan pasien yang umum,” kata putra Desa Sembiran, Buleleng ini.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini mengatakan dirinya setiap hari bekerja keras tak kenal waktu, begitu juga dengan instansi terkait yang bertugas di pintu masuk Bali. Oleh karena itu ia kembali mengajak semua pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 untuk menjaga semangat dan imunitas sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu yang sudah melaksanakan tugas dengan baik menunjukan dedikasi dan komitmen yang tinggi sehingga penanganan Covid-19 di Bali berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ketua Harian GGTP C-19 Provinsi Bali mengatakan pihaknya berkomitmen memenuhi kebutuhan RS rujukan dalam penanganan Covid-19 di Bali. Bahkan dalam waktu dekat Bali akan kembali memiliki dua Lab pemeriksaan PCR tambahan lagi. Diharapkan ini akan membantu mempercepat penanganan Covid-19 di Bali.

Paguyuban Yowana Kanti Turun Bagikan Ratusan Sembako di Desa Sudimara

Yowana Kanti Turun Bagikan Ratusan Sembako di Desa Sudimara

TABANAN – Pantaubali.com – Guna meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19 salah satu Paguyuban di Tabanan yang digagas 6 tahun lalu dan pada Sabtu,(13/6) (kemarin) bertepatan dengan rainan Tumpek Wayang dikukuhkan. Paguyuban tersebut bernama “Yowana Kanti ” dengan beranggotakan sebanyak 62 orang anggota telah berhasil menggalang dana total sebesar sembilan puluh tiga juta limaratus rupiah sampai sampai saat ini.

Selanjutnya pada Minggu,(14/6) (Hari ini) tepatnya di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan langsung turun melakukan aksi sosial dengan membagikan 702 paket Sembako senilai tujuh puluh juta dua ratus.Sembako dibagikan ke 10 Dusun dan 14 Banjar Adat.

“Kami pemerintah Desa memiliki gagasan,membentuk pengendalian dana akan tetapi, tidak memakai dana desa, guna membatu meringankan beban masyarakat yang kami awali dari pembentukan Paguyuban. Dibentuk guna memperkuat persaudaraan khususnya warga masyarakat Desa Sudimara yang memiliki kegiatan aktifitas di daerah luar Sudimara. Adapun total jumlah sembako yang kami gelondorkan sebanyak 702 paket Sembako,” ujar I Nyoman Ariadi sebagai pengagas kegiatan disela kegiatan tersebut.

Dana yang terkumpul murni merupakan dana sumbangan dari donatur.Sedangkan total jumlah keseluruhan sumbangan terkumpul sebesar sembilan puluh tiga juta limaratus.

“Sisa nanti sebesar dua puluh juta akan digunakan empat bulan kedepan.Nantinya akan dialokasikan bagi masyatakat yang terlantar sebanyak 27 KK Penerima. Nanti mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Setidaknya terkumpulnya dana ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat khususnya ditengah masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Pemberian bantuan kami berikan bagi masyarakat yang belum sama sekali tersentuh dari bantuan sosial,”cetusnya.

Dirinya berharap, kedepan paguyuban akan semakin raket, persaudaraan dimanapun berada. Kedepan tetap aksi dengan kesinambungan.

Selanjutnya salah satu warga penerima bantuan di desa tersebut Bapak Santun menyampaikan, mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas aksi sosial yang dilakukan.

“Sangat senang dan sangat membatu sekali bagi kami bantuan ini,” sebutnya.

Wagub Cok Ace Ajak Komponen Pariwisata Tetap Optimis

Wagub Cok Ace Ajak Komponen Pariwisata Tetap Optimis

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam situasi belum adanya kepastian kapan sektor pariwisata akan dibuka kembali terkait pandemi COVID-19, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengajak pelaku yang bergerak di sektor pariwisata tetap menjaga optimisme. Harapan itu diutarakan Cok Ace dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi nasional di kediaman resminya, Sabtu (13/6/2020).

Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali sangat memahami masa sulit yang saat ini dihadapi oleh para pelaku pariwisata. Penglingsir Puri Ubud ini menyebut, saat ini adalah titik nadir bagi sektor pariwisata yang berkontribusi besar bagi devisa negara. “Sepanjang yang saya ketahui, sektor pariwisata Bali telah banyak menghadapi ujian. Ada bom Bali 1 dan 2 serta erupsi Gunung Agung, tapi pandemi COVID-19 ini adalah yang terberat,” urainya.

Pria murah senyum yang banyak mengenyam asam garam dunia kepariwisataan ini mencontohkan upaya pemulihan akibat teror bom yang bisa dilakukan dalam waktu relatif cepat. Langkah yang ditempuh waktu itu adalah dengan meningkatkan standar sistem keamanan. Namun situasi saat ini sangat berbeda, karena yang dihadapi adalah penyakit yang tak bisa diprediksi. Meski demikian, Cok Ace cukup optimis pelaku pariwisata Bali akan dapat melewati ujian ini dan segera bangkit begitu sektor ini kembali dibuka. Ia pun mengaku salut karena komponen pariwisata Bali tetap semangat dalam merumuskan formula yang tepat menyambut pemberlakuan new normal.

Selain menyampaikan ajakan untuk tetap optimis, Wagub Cok Ace juga berharap, keterpurukan pariwisata Bali akibat pandemi COVID-19 dijadikan momentum untuk menata pariwisata Bali agar menjadi lebih tangguh dan terarah. Guru Besar ISI Denpasar ini mencermati, sektor pariwisata Bali terkesan kurang terkontrol. “Saat ini momen yang bagus untuk melakukan penataan baik itu segmen pasar atau pengaturan kewilayahan,” imbuhnya.

Menjawab desakan sejumlah pihak agar Bali segera dibuka untuk wisatawan, Cok Ace meminta semua pihak untuk bersabar. Ia menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat menetapkan 3 kriteria dengan 11 indikator bagi daerah di Indonesia untuk membuka kembali kegiatan ekonominya. Salah satu indikatornya adalah penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir minimal 50 persen sejak puncak penambahan kasus positif COVID-19. Mencermati perkembangan COVID-19 di Bali dalam beberapa pekan terakhir, belum menunjukkan grafik yang landai karena penambahan jumlah kasus masih fluktuatif. Perkembangan ini menandakan bahwa Bali belum memenuhi kriteria untuk membuka sektor ekonomi, dalam hal ini pariwisata. Dengan kata lain, Cok Ace menyebut saat ini Bali masih berada pada masa transisi.

Selain menyesuaikan dengan regulasi pusat, untuk membuka kembali sektor pariwisata, Bali juga harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah berbagai negara. Hasil koordinasi dengan sejumlah negara yang menjadi pasar pariwisata Bali, beberapa negara baru membuka akses ke luar pada bulan Oktober. “Kalaupun nanti secara pelan-pelan kita buka, mungkin kita akan garap dulu pasar domestik,” pungkasnya.

Balian Band, Release Album Perdana Bertitel ” Kingdom of Dogs “

Balian Band, Release Album Perdana Bertitel " Kingdom of Dogs "

DENPASAR – Pantaubali.com – Kancah permusikan Bali, di tengah pandemi akhir-akhir ini, ternyata masih bergeliat. Hal ini ditandai dengan lahirnya sebuah album yang merupakan karya dari kelompok musik yang menamai dirinya Balian. Betapa tidak, kelompok musik yang terbentuk di Bali pada tahun 2009 lalu, melalui sebuah proses kreatif jatuh-bangun yang panjang dan memutuskan untuk membalut perjalanannya yang telah sebelas tahun lamanya dengan menelurkan Album pertama mereka yang bertajuk “Kingdom of Dogs” 

Edrward, salah satu pentolan Balian menuangkan ide dan pikirannya dalam menggarap lagu-lagu yang kesemuanya bisa dinikmati pada album ini. “Ada sebelas lagu di dalam Album ini yang saya ciptakan, sebagian memang dituliskan liriknya oleh beberapa teman, tetapi dari segi musik saya yang menciptakan keseluruhannya.” Ungkapnya.

Memang, karya penciptaan tentu tidak jauh-jauh terinspirasi dari apa yang menjadi pergumulannya di dalam kehidupan ini. “Semua lagu yang ada di Album ini adalah sebuah kombinasi dari segala perjalanan dan cerita tentang hidup, dan sebuah hubungan, cinta dan keseluruhan dunia yang berubah sedemikian cepat.” Lanjutnya.
Menariknya, kelompok musik yang terdiri dari dua orang asing warga Negara Australia ini mampu bertengger di blantika musik tanah air. Sebut saja Edward (Gitar dan Vokal), Aaron (Gitar), mampu melebur apik dalam kreativitas musiknya dengan dua orang personil lainnya yang notabene adalah putra kebanggaan Bali, Eddie Surya (Bass), Gembull (Drum).

Peluncuran Album pertama Balian ini digarap apik oleh Erick EST, Sutradara kondang Tanah Air. Lelaki yang telah malang melintang di kancah perfilman selama dua puluh tahun lamanya ini, membuatkan konsep khusus ajang ini dengan menggunakan metode live streaming, yang tidak pada umumnya. Melainkan khusus dengan menampikan semacam “film pendek” dari lagu-lagu Balian yang telah hits sebelumnya berjudul “Beautiful Mess” dan juga lagu-lagu Balian yang baru dapat dinikmati oleh publik, berjudul “Warped Reality” dan “Kingdom of Dogs”.

Bukan hanya itu, live streaming ini pun dibuat semakin menarik dengan adanya obrolan-obrolan antara musisi dalam mengenang sepak terjang semasa hidup almarhum Made Navicula, yang dulu pernah mengisi bass di setiap lagu-lagu Balian ini.

“Konsep live streaming Balian ini adalah bercerita. Menceritakan segala hal dari lagu-lagunya itu, menghubungkannya seperti puzzle. Live streaming ini juga menyertakan juga kawan-kawan yang turut berkontribusi dalam menciptakan lagu itu, dan memainkannya.” Seru Erick EST.

Di dalam pelaksanaannya, memang tampak pengambilan gambar live streaming Balian ini digarap sesempurna mungkin melalui sekuen yang ada, dari awal hingga akhir. “Pengambilan gambar dilakukan tidak hanya satu panggung, melainkan dibangunnya beberapa scene dalam live streaming ini, dari awal Balian, memainkan lagunya di dalam studio, dan juga hingga beraksi di panggung.” Tambahnya.

Tak khayal, konser live streaming dalam rangka peluncuran album yang direkam di Antida Recording Studio ini, diadakan sukses di Antida Music Productions pada Jumat, 12 Juni 2020 tepat pukul 19.00 Wita.

Gubernur Tambah Anggaran Senilai Rp 10 M Tangani Covid 19, Untuk Pemkot Denpasar

Arahan Gubernur Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster Beri perhatian dan dukungan khusus untuk memperkuat upaya percepatan penanganan COVID-19 di Kota Denpasar dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong. Setelah berkoordinasi langsung dengan Walikota Denpasar beserta jajarannya, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali langsung mengumpulkan dan memberi arahan kepada Bandesa Adat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kota Denpasar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat pagi (12 Juni 2020) 

“Denpasar itu pusat pemerintahan, mobilitasnya tertinggi, berbeda dibandingkan   kabupaten lainnya di Bali. Masyarakatnya heterogen, tentu saja memerlukan metode khusus dalam menangani penyebaran COVID-19 dengan dukungan tenaga yang banyak pula”, jelasnya.

Sebagaimana diketahui beberapa hari terakhir ini, jumlah kasus positif COVID-19 di Denpasar terus meningkat dan semakin didominasi oleh transmisi lokal. Sampai tanggal 11 Juni kemarin jumlah total kasus positif di Denpasar mencapai 171 orang. Dari jumlah tersebut 115 orang diantaranya merupakan transmisi lokal, sedangkan PMI/ABK 39 orang, dan luar daerah 17 orang.

“Untuk mengendalikan pandemi di Denpasar ini, kita harus bersama-sama membangun semangat gotong-royong, komitmen, dan rasa memiliki. Titiang nunas tulung bantu Bapak Walikota Denpasar, bantu titiang sareng-sareng. Ini menjadi tanggung jawab Kita bersama, tugas bersama, untuk bersama-sama mempercepat pemulihan kota Denpasar. Jangan saling menyalahkan, jangan saling melemahkan,” tegas Gubernur Koster.

Lebih lanjut Gubernur memaparkan pihaknya sengaja mengumpulkan, memberi arahan, dan semangat kepada Bandesa Adat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kota Denpasar karena merekalah yang bekerja total siang malam langsung di lapangan mengamankan wilayahnya masing-masing. Bandesa Adat telah membentuk Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat, sedangkan Desa dan Kelurahan telah membentuk Relawan COVID-19.

“Kita berkumpul di sini untuk memberikan spirit, dukungan, dan motivasi kepada perangkat desa, baik dinas, dan adat se-Kota Denpasar, agar tetap semangat, lebih kuat, berani dan lebih tegas dalam menangani pandemi ini. Jangan sampai melemah, saat penyebaran meningkat, kita harus lebih kuat. Semuanya, baik Desa Dinas, Kelurahan, maupun Desa Adat harus bekerjasama, bersinergi, lebih tegas kepada siapa pun itu, karena ini demi kepentingan Kita bersama, masyarakat Denpasar, masyarakat Bali,” jelasnya.

Gubernur menyatakan sangat memahami bahwa Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Relawan Desa/Kelurahan sudah lelah karena melaksanakan tugas selama lebih dari 3 bulan bekerja terus menerus, siang malam. “Saya meminta Kita tidak boleh merasa jenuh, tidak boleh merasa lelah, tidak boleh merasa bosan; justru dalam kondisi saat ini Kita harus semakin bersemangat dengan spirit baru, terus bekerja keras dengan penuh kesabaran demi Denpasar dan demi Bali. Apakah sanggup?”

Pertanyaan yang diulang oleh Gubernur sebanyak 3 kali itu disambut dengan gemuruh dan kompak oleh seluruh Bandesa Adat, Kepala Desa, dan Lurah yang hadir memenuhi ruangan Wiswa Sabha Utama sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. “Sanggup!!” jawab peserta, dalam suasana yang sangat hidup.

Gubernur Koster tidak hanya berwacana. Sebagai langkah nyata untuk mendukung dan memperkuat percepatan penanganan COVID-19 di Kota Denpasar, Pemprov Bali mengalokasikan dana bantuan khusus sebesar Rp. 10 Milyar. “Bantuan ini saya minta agar dimanfaatkan untuk berbagai program percepatan penanganan COVID-19, termasuk agar dialokasikan sebesar Rp 50 juta untuk masing-masing Desa Adat, Desa, dan Kelurahan khusus untuk memperkuat operasional Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Relawan Desa/Kelurahan,” kata Gubernur.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menyatakan sudah membentuk Tim kecil untuk memetakan perkembangan COVID-19 di Kota Denpasar berbasis wilayah Desa Adat/Desa/Kelurahan serta langkah-langkah inovasi yang harus segera dilaksanakan. Termasuk diantaranya adalah pelaksanaan Rapid Test masal dilanjutkan Uji Swab berbasis PCR di wilayah yang terjangkit COVID-19. “Saya memastikan siap untuk memenuhi berapa pun kebutuhan Rapid Test Kit dan akan memprioritaskan pelayanan Uji Swab berbasis PCR yang diperlukan oleh Kota Denpasar,” tegas Gubernur.

Gubernur juga telah menugaskan Sekda selaku Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi untuk mendampingi Gugus Tugas Kota Denpasar dalam upaya percepatan penanganan COVID-19.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang dikonfirmasi terkait pencairan bantuan yang dimaksudkan Gubernur Koster tersebut memastikan  segera direalisasi. “Saya pastikan bantuan ini minggu depan cair,” sahutnya menjawab   pertanyaan wartawan.

Pada kesempatan yang sama Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyatakan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan, arahan, kerjasama, dan bantuan yang diberikan oleh Bapak Gubernur. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dan berterima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Gubernur dalam percepatan penanganan COVID-19 di Kota Denpasar.” ungkapnya.

Dewan Tabanan Khawatir, Penyaluran Dana Stimulus ke UMKM Tidak Merata

Rapat DPRD Tabanan Terkait UMKM Tabanan, Yang Terdampak Pandemi Covid 19

TABANAN – Pantaubali.com – Bantuan dana stimulus khususnya bagi pelaku usaha informal, Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Pemerintah Provinsi Bali ditengah pandemi Covid-19 sebesar Rp 600 perorang perbulan selama 3 bulan serta bagi Koperasi dikucurkan sebesar Rp 10 juta per koperasi.

Terkait hal tersebut Kabupaten Tabanan awalnya diberi jatah sebesar, 4.600 orang sedangkan, seiring waktu akhirnya pengajuan bertambah sebanyak 10 ribu orang. Melihat kondisi tersebut Dewan khawatir tidak dapat tercover nanti semuanya. Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan, Jumat,(12/6) di Tabanan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan, Wayan Lara menyampaikan dalam kesempatan tersebut, tentu ada sedikit ketakutan jika nanti dana tersebut tidak bisa menyentuh semua pelaku UMKM terutama yang telah mengajukan dana stimulus.

” Kita mendapat kuota 4.600 setelah berjalan akhirnya berkembang menjadi 10 ribuan lebih.Tentu yang sedikit kita takutkan adalah tidak semua akan dapat tercover. Jangan sampai kedepan malah menimbulkan masalah. Tentu harus kita antisipasi dari awal semuanya ini,” ujarnya.

Dalam pendataan jangan sampai terjadi sifatnya pribadi,setidaknya harus bisa diketahui oleh adat dan Prebekel atau jangan sampai terjadi penyimpangan.

” Mungkin nantinya kita dapat melakukan komunikasi dengan prebekel-prebekel dalam sebuah forum, sehinga mereka akan mengetahui dan lebih transparan lagi,” ujarnya

Jika dilihat dari jumlah kuota, total dana stimulus yang diterima nantinya sebesar, Rp 8 milyar lebih. Sedangkan untuk di Koperasi ada silva sebesar Rp 2 milyar sekian.Jika bisa dimohonkan agar Rp 2 milyar lebih tersebut dapat dikucurkan ke pelaku UKM.Akan tetapi, tentu tetap hal tersebut merupakan kewenangan dari Provinsi.

” Jika seandainya ada dana bantuan stimulus koperasi yang melebihi setidaknya dana bantuan tersebut bisa dibawa ke UKM. Yang mana, itu telah dikomunikasikan, karena jika dilihat masing-masing Kabupaten di Bali juga kelebihan kuota. Dan pendataan juga masih terus dilakukan karena, merupakan kebijakan Provinsi,” sampainya.

Terkait batas waktu,tentu tetap tergantung dari Provinsi karena DPRD hanya selaku pelaksana tugas. Jika dari Provinsi masih memungkinkan memberi bantuan tentu akan dilakukan pendatan.

“Dari hasil rapat tadi kita memohon agar pada tanggal 15 Juni dapat ditutup. Akan tetapi, tetap kewenangan ada di Provinsi. Karena kita tidak memiliki kewenangan untuk menutupnya,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, I Made Yasa menyampaikan, jika dilihat prosesnya tentu seleksi telah melalui desa adat juga. Akan tetapi nantinya tetap keputusan ada di Provinsi.

“Karena dalam hal ini yang benar-benar mengetahui warganya apakah benar-benar butuh dibantu, apakah sebelumnya telah menerima bantuan atau belum tentu dari desa,” cetusnya.

Untuk kuota sebelumnya diberi sebesar 4.600 dengan nilai sebesar Rp 8 milyar lebih. Yang masing-masing UMKM nantinya akan mendapat kucuran dana sebesar,Rp 600 ribu perorang perbulan atau total Rp 1.800.000 selama 3 bulan.

Sedangkan untuk Koperasi dari jatah bantuan sebesar 418 telah terpenuhi sebanyak 180 koperasi saja. Yang mana per koperasi akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 10 juta per koperasi.

Melihat hanya sebanyak 180 koperasi saja terpenuhi,maka ada kelebihan dana sebesar Rp 2,3 milyar. Mudah-mudahan nantinya dapat dialokasikan kepara UMKM yang benar-benar membutuhkan, tentunya tetap keputusan berada di Provinsi semuanya.

“Terkait dengan hal tersebut, tentu kita hanya membantu saja sifatnya, jika ada kelebihan sisa kuota di koperasi setidaknya dapat dialokasikan ke para UMKM,” pungkasnya.

Ny Putri Koster, Terima Audiensi BPOM Terkait Bantun Covid 19

Audensi BPOM Terkait Bantuan Covid 19

DENPASAR – Pantaubali.com – Guna meringankan beban masyarkat khususnya yang terdampak Covid-19 di Bali, membuat beberapa komponen ikut merasakan dan tergerak untuk ikut membatu masyarakat.Salah satunya dengan memberi bantuan, baik berupa sembako maupun bantuan lainnya.

Seperti halnya, pada Kamis (11/6) (Kemarin) di Jayasabha, Denpasar,Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menerima audiensi dari BPOM. Audensi dilakukan terkait penyerahan bantuan dari BPOM kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Bali.Audensi tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar, Dra Ni GAN Suarningsih Apt MH.

Dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster memberikan apresiasi serta berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BPOM yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak Covid-19. Nantinya bantuan tersebut akan disalurkan kepada Ibu-Ibu PKK terdampak Covid-19 sesuai dengan data yang diberikan oleh kabupaten/ kota. Atau melalui kegiatan Penggak PKK yang telah berjalan di beberapa kabupaten/kota.

“Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan, baik dari PKK maupun dari Dekranasda Daerah dan Pusat, namun memang bantuan itu belum mengakomodasi semua masyarakat yang ada di Bali. Tentu kami berterima kasih atas bantuan BPOM, karena dapat menambah saluran bantuan yang selama ini telah berjalan,” paparnya.

Dirinya juga mengajak internal BPOM untuk turut serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat, terlebih saat ini Provinsi Bali sudah memberlakukan skema Bali Era Baru.

“Pemerintah sudah semaksimal mungkin melakukan sosialisasi, namun tidak cukup dari pemerintah semata, melainkan peran dari berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat juga sangat kita butuhkan sehingga informasi itu cepat diserap oleh masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar Dra Ni GAN Suarningsih Apt MH menyampaikan, bahwa bantuan yang disalurkan saat ini murni berasal dari internal BPOM. Adapun bantuan tersebut berupa 300 botol hand sanitizer dan 50 paket sembako.

“Jumlah bantuan ini tidak seberapa banyaknya, namun pihaknya tetap berharap bantuan dapat diterima dengan baik oleh warga dan dapat meringankan beban masyarakat,” ucapnya.

Terkait penanggulangan Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan di lingkungan BPOM, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial, dan selalu mendukung apapun update terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Sembari Dirinya berharap, semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga kehidupan bisa berjalan dengan normal kembali.

Bersama Walikota Denpasar, Gubernur Koster Bentuk Tim Kecil Atasi Lonjakan Covid-19 di Denpasar

Gubernur Koster bersama Walikota Dempasar IB Rai Mantra

DENPASAR – Pantaubali.com – Melonjaknya kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar mendapat perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Provinsi Bali yang direspon dengan mengadakan pertemuan bersama Walikota Denpasar IB Rai Mantra dan Wakil Walikota AA Jayanegara, Kamis (11/6).

Dalam pertemuan rapat koordinasi yang digelar di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar itu tampak dihadiri pula Ketua Harian GTPP Covid-19 Provisi Bali Sekda Dewa Made Indra, Ketua GTPP C-19 Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar dan instansi terkait di Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar.

Gubernur Koster mengatakan bahwa dalam tiga minggu terakhir terus terjadi penambahan kasus Covid-19. Ia menambahkan tren penambahan bukan lagi hanya dari PMI namun sudah bergeser menjadi transmisi lokal. Per 10 Juni 2020, di Kota Denpasar total kasus positif Covid-19 sebanyak 161 orang dimana 106 diantaranya merupakan transmisi lokal.

Menurut Gubernur apa yang dilakukan pihaknya adalah perwujudan semangat gotong royong dalam menangani Covid-19. Gubernur ingin memberikan dukungan pada upaya-upaya yang dilakukan Kota Denpasar. “Kita memahami betul kondisi Denpasar berbeda dengan yang lain. Sebagai pusat pemerintahan, masyarakatnya heterogen dan lalu lalang antar kabupatennya tinggi. Sudah sepantasnya menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Gubernur Koster kemudian mengatakan bahwa dalam tiga minggu terakhir terus terjadi penambahan kasus Covid-19. Ia menambahkan tren penambahan bukan lagi hanya dari PMI namun sudah bergeser menjadi transmisi lokal. Per 10 Juni 2020, di Kota Denpasar total kasus positif Covid-19 sebanyak 161 orang dimana 106 diantaranya merupakan transmisi lokal.

Apalagi, Ia menambahkan para kepala daerah se-Bali sudah sepakat untuk membuka daerah secara bersama-sama. Oleh karena itu, menyelesaikan masalah di Kota Denpasar sebagai episentrum pergerakan masyarakat Bali menjadi sangat penting.

Untuk itu Gubernur Bali Wayan Koster menugaskan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian GTPP Covid-19 Provisi Bali untuk membentuk tim kecil yang akan membahas langkah konkrit yang akan dilakukan di Kota Denpasar.

Walikota Denpasar I.B. Rai Mantra mengatakan pasca melonjaknya pasien positif Covid-19 di Bali, pihaknya sudah melakukan penyisiran. Bahkan pendekatan yang dilakukan bukan lagi rapid test, namun swab test untuk segera memberi kepastian kondisi di wilayah tersebut. “Agar jelas dan memberikan efek jera,” ujarnya. Hampir semua desa di Kota Denpasar sudah melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) namun memang peningkatan aktivitas masyarakat terus terjadi. Walikota mengatakan beberapa kasus yang terjadi di Denpasar ada warga yang berasal dari luar Kota Denpasar.

Sekda Dewa Made Indra mengatakan selain melakukan pembatasan aktivitas, perlu melakukan tracing melalui tes massal untuk mengetahui kondisi sesungguhnya di Kota Denpasar. Tes massal memang berpotensi membuat kasus meningkat, namun ini akan memberikan gambaran yang sesungguhnya. Menurutnya Provinsi Bali siap memberikan dukungan kapasitas RS jika Kota Denpasar membutuhkan. Begitu juga untuk memperkuat tim surveilans bisa didukung dari Provinsi atau Kabupaten lain.