- Advertisement -
Beranda blog Halaman 971

Perbekel Harus Melakukan Backup Data Masyarakat

????????????????????????????????????

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Menghindari kesalahan data penerima bantuan, Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta melakukan pengecekan ke Kantor Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (18/6). Pengecekan data dilakukan untuk memastikan penerima tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih atau penerima ganda.

Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap semua sektor. Pemerintah saat ini tengah menyalurkan sejumlah bantuan seperti Bantuan Sosial Tunai (BST), BLT Dana Desa, PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dan Penerima Kartu Pra Kerja. Wabup Kasta menyatakan validasi data penerima bantuan sangat diharapkan agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dikemudian hari. Perbekel atau perangkat desa juga harus mempunyai backup data atau data cadangan masyarakat. “Validasi data warga atau kk miskin maupun terdampak covid-19 harus didata dengan baik. Untuk kedepannya silakan buatkan back up data, sehingga warga yang nantinya menerima bantuan harus pasti dan tidak ada tumpang tindih,” ujar Wabup Kasta.

Protokol kesehatan juga diharapkan terus dilaksanakan untuk memutus penyebaran Covid-19. “Mari kita bersama-sama selalu patuhi anjuran pemerintah agar semuanya kembali normal seperti biasa,”  imbuhnya.

Plt. Perbekel Desa Takmung, Ni Putu Suparniasih menyambut baik saran Wabup Kasta. Validasi data dan back up data masyarakat sangat penting untuk menjaga keakuratan data di desa.

Dua Pemuda 30 Tahunan Pecandu Shabu, Disergap Polisi di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dua pemuda 30 tahunan pemakai narkoba jenis shabu-shabu berhasil diringkus Sat Narkoba Polres Tabanan.Dua pelaku tersebut berinisial IMSA alias DA, alamat Banjar Dinas Bugbugan Kaja, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Yang telah diamankan pada, Jumat,(5/6) sekitar pukul 11.00 Wita telah dilakukan penggeledahan di TKP I di dalam kamar tidur milik pelaku di Banjar Dinas Bugbugan Kaja, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Kemudian lanjut di TKP II di pinggir jalan jurusan Jatiluwih tepatnya disebelah garase mobil di Banjar Dinas Bugbugan Sari, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

“Adapun barang bukti telah berhasil diamankan yaitu, 1 (satu) buah pipa kaca yang didalamnya berisikan kristal bening yang diduga shabu dengan berat 0,02 (nol koma nol dua) gram netto. 1 (satu) buah alat hisap shabu (bong), 1 (satu) buah korek gas dan 1 (satu) unit handphone dengan merk Oppo warna putih,”jelas Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S, Siregar, S.I.K,. M.H, Kamis,(18/6) di Polres Tabanan.

Selanjutnya pelaku kedua IDNGP alias DM, umur 31 tahun, pelajar atau mahasiswa, agama Hindu, alamat Banjar Menak, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. Diamankan hari Rabu,(10/6) sekitar pukul 15.50 Wita, TKP di pinggir jalan menuju Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Adapun barang bukti berhasil diamankan diantaranya, 5 paket shabu I, 151 gram bruto 0,56 gram, 1 (satu) buah bungkus teh kotak. 1 (satu) unit handphone dengan merk Realme warna biru dan 1 (satu) unit sepeda motor matik beserta dengan STNK.

“Ya itu, beberapa barang bukti yang telah berhasil kami amankan dari dua pelaku,” ujarnya.

Adapun kronologis kejadian pengungkapan kasus tersebut Dirinya menjelaskan,berawal dari informasi bahwasanya pelaku telah bersentuhan dengan narkotika.Berbekal informasi dilapangan akhirnya anggota Sat Narkoba Polres Tabanan melakukan penyelidikan.Akhirnya kedua pelaku berhasil diringkus di dua TKP yang berbeda.Atas perbuatan kedua pelaku, pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun.

Ny Putri Koster Ajak Kelola Sampah Mulai dari Lingkup Rumah Tangga

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menyebutkan, permasalahan sampah menjadi momok di mana-mana, termasuk di Bali. Kebanyakan sampah yang dihasilkan itu bersumber dari rumah tangga, sehingga pengelolaan yang baik dari lingkup rumah tangga terlebih dahulu, bisa mengurangi permasalahan sampah secara signifikan.

“Dalam menyelesaikan permasalahan, kita perlu ketahui terlebih dahulu akarnya, jika tidak diselesaikan dari sumbernya dulu, maka permasalahan itu terutama tentang sampah akan terus muncul,” demikian disampaikan Ny Putri Koster ketika menjadi keynote speaker dalam talkshow daring bertajuk ‘Hidup Sehat dan Bernilai Ekonomi melalui Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah’ yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma Undiknas, Denpasar, Kamis (18/6).

Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr Ni Putu Nina Eka Lestari ini, pendamping orang nomor satu di Bali yang lebih akrab dipanggil Bunda Putri itu menyatakan, jika pengelolaan sampah keluarga selain bermanfaat untuk lingkungan, juga bernilai ekonomi untuk keluarga.

“Jika kita bisa mengolah sampah dan menjadikannya pupuk organik. Tentu ini bernilai ekonomis untuk keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pada sekitar 200 peserta webminar yang didominasi oleh mahasiswa untuk terus memperhatikan lingkungan, tidak hanya lingkungan rumah saja. “Jangan cuma kita berpikir setiap hari memasak, mengumpulkan sampah baik organik maupun bukan dalam satu wadah, setelah itu tinggalkan di luar rumah untuk diangkut. Akan lebih bijak jika kita kelola dulu sebagai bentuk perhatian kita pada lingkungan,” ujarnya dalam webminar yang menghadirkan narasumber Dr AAA Ngr Tini Rusmini Gorda SH MM MH, Ni Putu Nathania Putri Saraswati, Ni Nyoman Santi ST MSc dan Rosa Vivien Ratnawati SH MSD

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Putri Koster menyatakan jika organisasi yang dipimpinnya selalu bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisaikan program pemerintah, terutama dalam penanggulangan sampah plastik.

Ia menambahkan, Pemprov Bali melalui inisiatif Gubernur Wayan Koster telah mengeluarkan kebijakan terkait penanggulangan sampah di Bali, yaitu Pergub No. 97 tahun Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan sampah Plastik Sekali pakai, serta Pergub Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. “Regulasi-regulasi tersebut bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik serta mengelola sampah agar ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, Ny Putri Koster juga berkesempatan menjelaskan salah satu program pokok PKK yang berkaitan juga dengan lingkungan yaitu HATINYA (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) PKK. Program ini bertujuan untuk memenuhi pangan keluarga dengan menanam kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dan sayuran untuk dikonsumsi keluarga.

“Di masa pandemi Covid-19 ini telah memaksa kita untuk berdiam diri di rumah dan berkumpul dengan keluarga. Kegiatan ini selain bisa memenuhi gizi keluarga, juga bisa mendekatkan kita dengan anggota keluarga,” ujarnya.

Apalagi, ia melanjutkan, jika pengelolaan sampah di rumah tangga sudah baik, maka pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah rumah tangga juga bisa diaplikasikan untuk tanaman di pekarangan rumah. “Maka dari itu, dalam era new normal kali ini, yuk kita kembali ke era lama, dengan lebih mendekatkan diri ke alam, lebih peduli dengan lingkungan serta membawa etos kerja yang tulus dan gigih. Kita lakukan hal-hal kecil yang tidak hanya berguna untuk manusia, tapi juga untuk lingkungan,” katanya.

Sementara itu, para pembicara sepakat jika akhir-akhir ini merupakan masa yang sangat sulit untuk masyarakat terutama dalam kehidupan sosial ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi global Covid-19. Namun perlu diingat, wabah ini juga memberikan sisi lain yang positif untuk alam. Seperti yang dijelaskan oleh Ni Nyoman Santi bahwa tercatat beberapa bulan terakhir ini lingkungan telah memulihkan diri melalui penurunan emisi karbon hingga terjadi pengurangan timbulan sampah. Untuk itu, ia berpendapat sudah saatnya dalam era new normal ini untuk kembali menggencarkan pengolahan sampah lingkup rumah tangga.

“Hal itu bisa dimulai dengan memilah sampah organik dan anorganik, kemudian dilanjutkan dengan daur ulang bagi sampah non-organik,” jelasnya.

Sementara itu Rossa Vivien Ratnawati yang merupakan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan pentingnya pemilahan sampah di rumah tangga. Selain berguna untuk lingkungan, pemilahan sampah juga membawa nilai ekonomi untuk masyarakat.

“Sampah daur ulang seperti plastik, botol dan kaleng menurutnya bisa dijual ke bank sampah, dan omzet bank sampah di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat,” jelasnya.

Berikutnya, Gung Tini Rusmini Gorda pada kesempatan itu menyampaikan materi bertajuk ‘Hadapi New Normal Ubah Pekarangan Rumah Bernilai Ekonomi’. Ia mengajak para peserta selain menerapkan protokol kesehatan di era normal baru ini, juga memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Salah satu cara cerdas dan asyik saya saat di rumah saja, ya dengan memanfaatkan pekarangan, bisa berkebun dan ini memenuhi kebutuhan keluarga pula,” ujar Gung Tini Rusmini Gorda.

Ditengah Pandemi Covid 19, Dewan Mendorong Dinas Perijinan Tingkatkan PAD

TABANAN – Pantaubali.com – Ditengah Pandemi Covid-19 Dewan Tabanan tetap mendorong Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabanan bisa berinovasi sehingga Target Pencapaian PAD yang sudah di tentukan Bisa di terpenuhi.

Harapan Pencapaian Target PAD ini di sampaikan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tabanan, A.A Nyoman Dharma Putra, Rabu,(17/6) saat melakukan pelaksanaan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring perangkat daerah terkait efektifitas pemungutan PAD dimasa Covid-19 di Kabupaten Tabanan yang dilakukan komisi III DPRD Kabupaten Tabanan.

“Kita dituntut bagaimana meningkatkan PAD menjadi tanggung jawab pegawasan.Dan kami di komisi III wajib mengawal,memang dalam situasi Covid saat ini target sulit dipenuhi meskipun demikian tentu tetap harus berinovasi.Tentu kami sangat menginginkan sekali inovasi tersebut,”jelasnya.

Memang diketahui bersama agak sulit mengwujudkan dalam situasi saat ini.Meskipun demikian, memang harus tetap dilakukan.

“Memang ada celah-celah yang dapat kita manfaatkan,dan saya yakin akan bisa dimanfaatkan misal, suatu contoh telah terbitnya RT, RW Bali.Yang mana ini merupakan angin segar, karena ada celah investasi yang dapat dimanfaatkan.Tentu ini merupakan suatu hal positif,” ujarnya.

Apa lagi di perijinan semenjak adanya peraturan Presiden terkait percepatan pelayanan publik,tentu harus diindahkan kebijakannya.Dengan cepat melayani masyarakat, maka investasi bisa masuk serta distribusi juga masuk. Sehinga akan mengguntungkan bagi Kabupaten Tabanan.

“Jadi kuncinya bagaimana kita melayani masyarakat dengan cepat, sesuai instruksi dari Presiden tersebut.Agar kita bisa membuat sesuatu yang maximal, karena kita lihat masih banyak potensi-potensi bisa digarap di sini (Kabupaten Tabanan),” paparnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabanan, I Made Sumerta Yasa mengatakan, terkait inovasi telah dimiliki yaitu Tertib Ijin yang dilakukan turun langsung kelapangan. Seperti halnya, telah sempat turun ke salah satu Desa, tepatnya ke Desa Tunjuk. Yang mana, semua Desa di Tunjuk telah kita berikan ijin.

“Setelah itu bisa mengurus NPWPD, meskipun jumlahnya tergolong kecil hanya sebesar Rp 5 ribu, akan tetapi jika dikalikan tentu PHD akan meningkat.Karena adanya Pandemi Corona tentu mengalami kendala karena tidak diperbolehkan untuk berkumpul” paparnya.

Terkait dengan target , yang sebelumnya di tahun 2020 ditarget sebesar Rp 5 milyar. Akan tetapi, adanya pandemi Covid-19 akhirnya dilakukan revisi . Yang akhirnya target diturunkan menjadi Rp 3,3 milyar.

“Jika dilihat sampai saat ini kita telah mencapai diangka Rp 2 Milyar lebih, dan sampai akhir tahun ini kami optimis akan mampu mencapai target tersebut,” ucapnya.

Optimis akan tercapai, tentu dengan kiat-kiat tertentu dilakukan meskipun dalam kondisi corona. Salah satunya dengam cara turun langsung Door-to-door dengan cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan.

“Jauh lebih mengena dari pada kita mengirim surat, cara tersebut kami lakukan” tutupnya.

Pelantikan PPK dan PPS Telah Dilakukan KPU Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Menurut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali, I Dewa Gede Agung Lidartawan, Selasa,(16/6) di Renon,Kota Denpasar,Provinsi Bali menyampaikan, adapun kondisi tahapan lanjutan Pilkada di Provinsi Bali saat ini untuk PPK dan PPS di KPU Bali khususnya telah dilantik sebelumnya sedangkan saat ini tinggal menggaktifkan kembali saja.

“Dalam rangka mengaktifkannya ada PPS yang direkomendasikan,karena masuk Sipol. Karena, disini ada PAW termasuk PPSnya ada yang mengundurkan diri, pengunduran tersebut dilakukan karena telah mendapat pekerjaan atau sekretariat yang notabena sudah pensiun dan akan diganti. Mereka akan bersama-sama dengan PPK yang kemarin telah dilantik untuk diaktifkan kembali.Sehingga pada, Selasa( 16/6) sudah langsung bekerja mempersiapkan rekrutmen PPDB.Yang mana, untuk di Bali jumlah Desa dikalikan dengan tiga orang jumlah PPS dan tiga orang untuk sekretariat PPS nya,” paparnya.

Terkait protokol kesehatan dalam kegiatan pelatikan tetap dilakukan.Seperti salah satunya, pelaksanaan kegiatan pelatikan.

“Misalnya, dalam pelaksanan pelatikan yang kami lakukan di Kabupaten Badung.Karena PAW nya hanya 10 orang maka, kita melakukan pelantikan langsung di kantor.Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti,mengatur jarak , memakai masker,memakai termoskaner untuk memeriksa suhu tubuh,” jelasnya.

Terkait kendala sampai saat ini, hanya kekurangan anggaran khususnya di Kabupaten Tabanan. Sembari Dirinya menghimbau, kepada semua kandidat nanti tidak menggunakan Baliho, karena di Provinsi Bali khususnya telah sepakat tidak akan menggunakan bahan dasar plastik.

“Ya misal menggubah dengan film pendek khusus biografi mereka (para kandidat) untuk kita sebarkan. Sehinga, masyarakat pemilih mengetahui siapa orang yang akan dipilih, seberapa hebat mereka dan apa yang telah dilakukan untuk bangsa dan negara ini. Sehinga, menjadi pembelajaran buat masyarakat kita di Bali khususnya,” harapnya.

Mentri Pariwisata Apresiasi Kesiapan Bali dalam Menarik Kepercayaan Publik di Sektor Parekraf

GIANYAR – Pantaubali.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Bali dalam menarik kepercayaan publik di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Sektor pariwisata merupakan bisnis yang mengedepankan kepercayaan sehingga hanya ketika wisatawan percaya saja mereka akan datang, berkunjung dengan aman dan nyaman ke Bali,” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Restoran Bebek Tepi Sawah, Ubud, Rabu (17/6/2020).

Wishnutama juga mengapresiasi Pemprov Bali yang telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan di wilayahnya, namun ia juga menekankan untuk protokol kesehatan harus dipersiapkan jauh hari agar dapat membangun kepercayaan publik untuk kembali berwisata di Pulau Dewata.

Saat kunjungan kerja ke Bali, Menparekraf didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer, Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, berserta jajaran pimpinan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menparekraf juga mendorong Pemprov Bali melakukan tiga tahapan pembukaan beberapa sektor di Bali. Setelah pada tahap pertama pembukaan dianggap berhasil dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat. Ia berharap tahapan selanjutnya bisa dilalui dengan cepat.

“Oleh karena itu saya mohon kepada para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat melaksanakan hal itu dengan baik. Sehingga semua proses tahapan bisa kita review dan kita bisa memasuki tahap-tahap selanjutnya dengan lebih cepat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan tiga tahapan untuk implementasi protokol kesehatan menyambut kenormalan baru. Tahap pertama akan dilakukan pada 9 Juli 2020.

“Kami berencana kalau situasinya kondusif itu 9 Juli kami akan mulai membuka untuk pergerakan di Bali dalam beberapa sektor kecuali pendidikan dan pariwisata,” ujarnya.

Tahap kedua akan dilakukan pada Agustus 2020 dengan catatan apabila pergerakan tahap pertama kondusif dan berhasil. Maka akan dilanjutkan ke tahap kedua untuk wisatawan nusantara. Setelah tahap kedua berhasil berlanjut ke tahap ketiga dengan mulai membuka destinasi bagi wisatawan mancanegara pada September 2020.

“Tapi ini hanya persiapan dan ancang-ancang, bukan jadwal pelaksanaan. Jadi atau tidak tergantung dari perkembangan situasi dan dinamika COVID-19 khususnya perkembangan transmisi lokal di Bali,” ujarnya.

I Wayan Koster juga menjelaskan, hal tersebut sudah sesuai arahan Presiden dan Menparekraf terkait bahwa reopening Bali harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak tergesa-gesa.

“Jangan sampai terjadi pandemi gelombang kedua di Bali, bila kita terburu-buru. Karena itu akan berisiko dan sangat berat bagi kami,” katanya.

Gubernur Bali juga menjelaskan situasi pandemi COVID-19 di Bali secara umum masih cukup dinamis. Sampai hari ini ujarnya, transmisi lokalnya memang masih cukup tinggi di beberapa wilayah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, dan Badung.

“Maka dari sisi kesehatan saya melihat Bali belum kondusif untuk pelaksanaan normal baru dalam sektor pariwisata,” ujarnya.

Percepat Hasil Swab Berbasis PCR,Pemprov Bali Siapkan Dua RS

DENPASAR – Pantaubali.com – Guna memberikan pelayanan secara optimal terutama penyampaian hasil swab berbasis PCR dari laboratorium kepada pasien yang belakangan ini mengalami perlambatan akibat jumlah kasus yang semakin meningkat, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Rabu,(17/6) di Denpasar mengatakan, ke depan akan ada dua rumah sakit yang dilengkapi laboratorium uji Swab-PCR yakni Rumah Sakit Bali Mandara dan UPTD. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, yang akan aktif pada awal Juli mendatang.

Dengan bertambahnya jumlah laboratorium uji Swab-PCR di Bali, diharapkan mampu meningkatkan kecepatan tim medis dalam mengeluarkan hasil uji Swab-PCR yang nantinya juga akan memberi dampak semakin cepatnya sirkulasi layanan bagi pasien khususnya yang sedang menjalani karantina.

“bertambahnya kasus Covid-19 di Bali jangan sampai membuat kita kehilangan semangat. Namun jangan juga karena terlalu berdedikasi kita lupa untuk menjaga kesehatan diri kita. Baiknya kita menyeimbangkan antara tugas kewajiban dan juga hak kita untuk tetap sehat dengan pembagian waktu tenaga medis berjaga dalam penanganan Covid-19 dengan teman sejawatnya. Selain itu untuk mempercepat proses penyampaian hasil uji Swab-PCR kepada pasien, antara form input dan form laporan harus satu,” katanya.

Jika ada penumpukan sampel akibat jumlah pasien, maka tenaga medis terkait yang sedang bertugas harus melakukan penggeseran sampel ke laboratorium lain, sehingga hasil uji Swab-PCR tidak akan terlalu lama, hal ini juga ditujukan agar tidak menimbulkan permasalahan baru di hilir khususnya tempat karantina.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, terhitung tiga bulan terakhir (April, Mei dan Juni) saja jumlah total sampel yang sudah diuji lab sebanyak 21.723 dengan jumlah peningkatan kasus sejak dua (2) bulan yang diakibatkan traching contacts. Sehingga ke depan pihaknya memiliki rencana strategis dalam percepatan hasil laboratorium dengan sasaran alur pasien keluar masuk rumah sakit dan penanganan kasus baru dapat dioptimalisasi.

“Beroperasinya tiga (3) laboratorium yang ada dengan kapasitas 24.640 per bulan ( RSUP Sanglah 3 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR sebanyak 600 per hari, RSPTN Udayana 2 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR sebanyak 200 per hari dan Warmadewa 1 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR 60 per hari) mengharuskan pihak tenaga medis di rumah sakit menerapkan sistem priority (mengutamakan) bagi pasien dalam perawatan karantina, ODP, PMI dan ABK yang baru datang serta pelaku perjalanan yang bersifat emergency/ kedinasan,” paparnya.

Melihat semakin banyaknya transmisi lokal yang terjadi di sejumlah tempat (Kabupaten/ Kota) maka, rumah sakit type B ke depannya diharapkan memiliki laboratorium uji Swab-PCR mandiri dengan sarana prasarana dan sumber daya manusia (tenaga medis) yang cukup termasuk wajibnya memiliki dokter spesialis patologi klinik. Sembari Dirinya menambahkan,pada waktu yang akan datang kabupaten Badung akan melaksanakan rapid tes massal di Desa Ayunan, Mengwi.

“Hal ini dilakukan untuk memutuskan rantai penularan dan penyebaran virus corona di tengah masyarakat awam. Dengan rapid tes setiap orang akan tahu seberapa besar dirinya memiliki peluang tertular sehingga dapat dilakukan pencegahan dini oleh semua pihak,” tutupnya.

Dewan Berharap Tidak Ada Lagi PD Dharma Santhika Sesi ke Empat

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam pelaksanaan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring perangkat daerah dalam upaya efektifitas pemungutan PAD dimasa Covid-19 di Kabupaten Tabanan, yang dilakukan oleh komisi III DPRD Kabupaten Tabanan salah satu pelaksanaanya mengunjungi Perusahan Daerah Dharma Santhika Kabupaten Tabanan,Rabu,(17/6).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tabanan, A.A Nyoman Dharma Putra mengingatkan, kepada Perusahan Daerah Dharma Santhika Kabupaten Tabanan, agar tidak ada lagi sesi Dharma Santika jilid empat dan seterusnya.

“Jika dilihat saat ini baru pertama sekali kami turun disini(Perusahan Daerah Dharma Santhika) tentu kami ingin sekali mengetahui terkait dengan manajemant di Dharma Santhika. Kami ingin mengetahui terkait ada beberapa devisi,bagaimana progres dimasing-masing divisi tentu kami disini akan melakukan kajian juga,” jelasnya.

Selain itu dirinya menambahkan, jika dilihat kelemahan dari pengelolaan manajemant sebelumnya hanya terkait dengan administrasi atau pembukuan saja.

Menangapi hal tersebut, Ketua Perusahan Daerah Dharma Santika (PDDS) Kabupaten Tabanan, I Putu Sugi Darmawan menjelaskan dan memaparkan, jika dilihat berdasarkan data penjualan per Mei 2019 sampai 2020 tercatat di 2019 total penjualan terjadi sebesar, Rp 823.676.538 sedangkan pada bulan sama tahun 2020 tercatat Rp 1.840.001.371, kemudian untuk biaya umum dan administrasi jika dilihat berdasar data dilihat per Mei 2019 tercatat sebesar Rp 254.959.747 sedangkan pada 2020 jika diambil pada bulan yang sama tercatat Rp 177.831.551 selanjutnya, terkait kondisi utang usaha dengan jenis utang mulai dari, utang investasi, inventaris gedung, utang Bank perusahan daerah Darma Santhika dan juga utang Bank Darma Santhika Grafika total tercatat sebesar Rp 652.794.836.

“Ya, sampai saat ini kami memiliki utang dari manajemant lama sebesar Rp 652.794.836. Tentu utang tersebut nantinya akan kami selesaikan terlebih dahulu,” tutupnya.

Wagub Bali Berharap, Wisman Australia Bisa Mengunjungi Bali Kembali

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali dalam Webinar Kemenparekraf bersama Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Australia. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Wagub didaulat sebagai narasumber acara Webinar Kemenparekraf bersama Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Australia dengan tema ‘Re- Inventing Bali – What will be better in Bali after Covid’ , di Ruang Rapat Wagub Bali, Rabu (17/6) (Kemarin).

Dalam kegiatan tersebut Dirinya menyampaikan,dilihat dari tingkat kunjungan wisatawan manca negara, di Tahun 2019 kunjungan wisatawan Australia ke Bali sangat tinggi.Australia,merupakan pangsa pasar yang besar bagi Bali tentu sangat diharapkan sekali kunjungan wisatawan Australia ke Bali.

“Saya sangat berharap agar wisatawan Australia bisa kembali mengunjungi Bali nantinya,” jelasnya.

Jika dilihat dri sektor pariwisata, Bali telah menyiapkan protocol kesehatan di semua bidang kepariwisataan yang terfokus pada 3 hal utama yaitu, Cleanliness, Health and Safety (CHS).

“Tentu dengan penerapan CHS ini diharapkan Bali akan kembali bisa menjadi pusat pariwisata dunia ketika nantinya Bali siap dibuka untuk pariwisata,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan impelmentasi dari penerapan CHS di Bali dimana Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua akan menjadi percontohan penerapan CHS.

“Persiapan penerapan CHS terus dilakukan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan CHS bagi pekerja pariwisata serta simulasi penerapannya serta nantinya penerapan di berbagai destinasi wisata yang ada,” tutupnya.

Bupati Eka Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19 diMadrash Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sangulan

TABANAN – Pantaubali.com –  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan bantuan sembako dan paket stamina kepada masyarakat terdampak Covid-19 di sekitar Madrash Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sangulan. Bantuan tersebut berupa 200 paket sembako dan 100 paket stamina yang merupakan donasi dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU.

Pada kesempatan yang sama Bupati Eka juga menyerahkan 300 bibit tanaman, yang terdiri dari bibit tanaman cabai, terong ungu, tomat dan lainnya, dan 100 pcs masker kain dari Yayasan Ekalawya, serta 1 Thermo Scan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Eka di Sekolah Ma’arif, Sangulan, Kediri, Rabu (17/6), yang diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak Covid-9, khususnya umat muslim Madrash Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sangulan.

Turut hadir saat itu Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Sekda I Gede Susila dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Nampak hadir juga Pengurus PBNU, Ansor, Banser, Ketua Yayasan Ekalawya dan undangan lainnya.

Bupati Eka mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk peduli kasih dari Pemkab Tabanan yang berasal dari Dompet Peduli Covid-19 Tabanan, guna memastikan masyarakat Tabanan tidak ada yang kelaparaan  akibat krisis yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19.

Ia menuturkan, sumbangan Dompet Peduli Covid-19 Tabanan tersebut merupakan dana yang berasal dari sumbangan seluruh elemen masyarakat Tabanan. Meskipun bantuan ini tidak seberapa, Bupati Eka berharap bantuan ini bermanfaat dan mampu meringankan beban masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut Bupati Eka menyampaikan, khusus untuk 300 bibit tanaman yang diserahkan saat ini harus benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Disamping itu harus dirawat dan bila perlu diperbanyak guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia pun mengakui telah menanam bibit tanaman tersebut di pekarangannya karena untuk proses penanaman dan media menanam tidaklah sulit. “Kalau tidak punya lahan bisa pakai botol-botol bekas, bisa pakai bahan bekas. Semua tergantung keinginan kita,” ujarnya.

Terkait penanggulangan penyebarluasan pandemic Covid-19 di Kabupaten Tabanan, Bupati Eka menghimbau seluruh elemen masyarakat Tabanan memahami protap kesehatan penanggulangan Covid-19 yang dianjurkan Pemerintah, yakni dengan selalu menerapkan PHBS, social dan phsycal distancing serta selalu menggunakan masker di setiap aktivitas baik di dalam maupun di luar rumah.

“Saya harapkan semua memahami protap ini. Dan juga selalu berdoa kepada Tuhan yang memiliki segalanya dari alam ini, sehingga kita dilindungi dari berbagai musibah dan bencana,” pinta Bupati Eka.

Sementara H. Antoni selaku Pimpinan Madrash Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sangulan, menyampaikan terimakasih kepada Ibu Bupati beserta jajaran. “Pertama-tama kami mengucapkan terimakasih. Yang mana selama ini Ibu Bupati selalu mengajak kita terlibat bersama-sama dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada kesempatan ini Bupati Eka dikatakannya seolah-olah selalu mengajarkan pihaknya kebaikan tanpa memandang suku, ras, dan agama. Hal itu terbukti dengan kegiatan sosial ini, Bupati Eka disampaikannya bukan hanya membantu umat muslim tapi semua umat yang ada di Tabanan mendapatkan bantuan. “Dan pantaslah kita di Tabanan mendapatkan penghargaan Harmony Award,” jelasnya.

Terkait bantuan ini, pihaknya menegaskan akan mempergunakannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan bersama. @humastabanan