- Advertisement -
Beranda blog Halaman 963

Pacsa Bidan Terpapar Covid-19 di Puskesmas Tabanan III, 72 Orang Telah Jalani Test Swab

Puskesmas Tabanan III Laksanakan Tes Swab

TABANAN – Pantaubali.com – Pasca Puskesmas Tabanan III ditutup akibat salah satu tenaga kesehatan (bidan) dinyatakan positif COVID-19.Yang dipeparah bidan tersebut telah sempat beri pelayanan kesehatan kepada beberapa masyarakat, serta melakukan imunisasi kepada balita juga.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Puskesmas Tabanan 3, Dokter Wisnu, Selasa,(7/7) saat dikonfirmasi via WA menyampaikan perkembangannya, mulai dari pelaksanaan test swab telah dilakukan kepada 72 orang perhari ini.Dengan hasil dari test swab yang dilakukan semua hasilnya negatif.

“Test swab telah kami lakukan, dan hari Kamis kita swab sekali lagi. Dengan traking sampai hari ini ada penambahan lagi 30 orang termasuk salah satunya seorang Balita,” jelasnya.

Sampai hari ini aktifitas Puskesmas belum berjalan yang menurut Dirinya, kemungkinan pada Senin setelah hasil swab ke 2 keluar akan dibuka kembali. Sembari Wisnu menghimbau, agar bisa secara bersama-sama untuk instropeksi diri bagaimana kita dapat saling bersinergi untuk menghadapi covid-19 ini.

“Mulai belajar berdamai dengan Covid, karena akan kita ajak terus seumur hidup,” tutupnya.

Antisipasi Transmisi Lokal, Dewan Dorong Sopir Angkutan Logistik Bisa di Rapid Tes

TABANAN – Pantaubali.com – Guna menjamin kesehatan para pengemudi yang mendistribusikan logistik hasil bumi di kabupaten Tabanan untuk melakukan rapid tes bagi sopir angkutan logistik terutama ber-KTP Tabanan. Terkait dengan hal tersebut Dewan Tabanan berkeinginan agar Gugus Tugas memfasilitasi usulan tersebut dengan tujuan mengantisipasi adanya transmisi lokal dari para pelaku perjalanan.

Setidaknya dapat memperhatikan atau memfasilitasi sopir angkutan logistik juga. Karena, para sopir tersebut merupakan para pelaku perjalanan yang membawa hasil bumi Tabanan ke luar Tabanan. Setidaknya, Pemerintah melalui gugus tugas diharapkan berusaha menyiapkan anggaran dan regulasi terkait hal tersebut, itu disampaikan, Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, dalam pembahasan terkait pelaksanaan rapid tes bagi sopir angkutan logistik terutama yang ber-KTP Tabanan melalui teleconference, Selasa (7/7) di Tabanan.

“Dinkes juga mengharapkan bisa melakukan rapid di puskesmas sehingga biayanya lebih murah. Kami juga harapkan gugus tugas agar mengkaji hal ini. Kami mohon juga kepada gugus tugas dan dewan dengan situasi di Tabanan ini yqng semakin genting,” ujarnya.

Selain itu terkait kondisi saat ini yang penyebarannya karena transmisi lokal di Tabanan semakin meningkat. Sehingga, sangat perlu kewaspadaan seluruh pihak terkait hal ini agar semua elemen lebih meningkatkan semangat dan kewaspadaan terhadap penularan ini.

“Kenapa sekarang penyebaran transmisi lokal yang ditakutkan selama ini terjadi. Penyebaran ini dilakukan antar kabupaten apalagi yang saat dirawat saat ini 40 orang Dengan jumlah segitu kok justru tenang tenang saja, boleh tenang tapi tetap waspada dan tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat. Gugus tugas harus semangat kan lagi semua pihak lagi,” paparnya.

Lewat gugus tugas, semua elemen masyarakat harus semangat lagi seperti semula. Jika meningkat terus tentu tidak akan berani menerapkan new normal di Tabanan.

“Jadi kita harus tingkatkan kewaspadaan di semua sektor baik melalui Satgas Gotong Royong Desa dan Desa Adat, Kelian Banjar. Bila perlu lakukan teleconfrence terhadap jajaran tersebut untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan semangat lagi,” ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, Gusti Ngurah Putu Darma Utama menyatakan, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap jumlah para pengemudi atau pelaku perjalanan angkutan logistik ber-KTP Tabanan. Dishub tentunya sangat menginginkan untuk menfasilitasi sopir angkutan logistik KTP Tabanan. Terlebih lagi, mereka merupakan penyalur hasil bumi tabanan yang tentunya bisa membantu ketahanan ekonomi di Tabanan.

“Saat uni kami masih proses pendataan sopir angkutan logistik. Untuk sementara ini, sudah ada 100 orang lebih yang terdaftar sebagai sopir angkutan logistik,” katanya.

Terkait rapid tes, dirinya menyampaikan, kewenangannnya bukan berada di Dinas Perhubungan, melainkan di Dinas Kesehatan sebagai gugus tugas bidang kesehatan.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika mengatakan, siap akan memfasilitasi pelaksanaam rapid tes bagi para sopir angkutan logistik ber-KTP Tabanan. Terlebih lagi sebelumnya, seorang sopir truk juga sempat menularkan kasus di Tabanan.

“Sebenarnya sopir ini salah satu OTG untuk menyebarkan kasus Covid, dan sudah terjadi di Tabanan. Terkait usulan dari Dishub Dan Dewan, secara prinsipnya kami siap melakukan rapid tes asal kami diberikan anggaran untuk menyediakan alat rapid tersebut,” cetusnya.

Dirinya berharap Dinas Perhubungan juga melakukan pendataan terkait jumlah para sopir angkutan logistik di Tabanan. Sehingga, nantinya akan lebih gampang menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan agar segera dimohonkan.

Pendataan jumlah tersebut nantinya akan berpengaruh pada jumlah alat yang digunakan. Sebab, masa berlakunya (rapaid tes) hanya dua minggu, tentu para sopir harus diperiksa dua kali dalam sebulan.

“Tapi jika anggaran tak memungkinkan, bisa juga rapid tes di puskesmas yang hanya perlu beli alatrapid saja. Harganya sudah di bawah Rp 200 ribu. Intinya sekarang, yang penting ada persetujuan, dan dibuatkan regulasi misalnya dengan SK Bupati atau SE Bupati terkait pelaksanaannya. Setelah itu kita mohon anggarannya,” sebutnya.

Masih dalam pembahasan yang sama Asisten I Sekda Tabanan, I Wayan Miarsana juga mendukung terkait pelaksanaan rapid tes difasilitasi oleh pemerintah. Apalagi, mereka para sopir angkutan logistik ini merupakan pelaku ekonomi yang akan mengantarkan produk pertanian tabanan yang tentunya harus dipasarkan ke luar kabupaten hingga luar provinsi.

“Untuk menjaga ketahanan ekonomi di Tabanan, ini harus memang dilakukan,”sampainya.

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan bersama. Pertama, yang dilakukan rapid tes khusunya pengemudi angkutan barang. Kedua, harus dicermati jangan sampai menerobos atau memanfaatkan fasilitas ini. Sehingga, harus diseleksi dan fokus sasaran utama kita adalah pengemudi angkutan barang tersebut.

“Jadi Kadishub harus menggali data berapa personel anggota pengemudi angkutan barang di Tabanan. Sehingga agar tepat sasaran dan anggaran bisa diakomodasikan saat pengusulan anggaran perubahan nanti,” lanjutnya

“Intinya didata dulu agar nantinya menjadi gambaran memberikan anggaran terkait pelaksanaan rapid tes tersebut,” jelasnya.

Antisipasi Transmisi Lokal, Dewan Dorong Sopir Angkutan Logistik Bisa di Rapid Tes

TABANAN – Pantaubali.com – Guna menjamin kesehatan para pengemudi yang mendistribusikan logistik hasil bumi di kabupaten Tabanan untuk melakukan rapid tes bagi sopir angkutan logistik terutama ber-KTP Tabanan. Terkait dengan hal tersebut Dewan Tabanan berkeinginan agar Gugus Tugas memfasilitasi usulan tersebut dengan tujuan mengantisipasi adanya transmisi lokal dari para pelaku perjalanan.

Setidaknya dapat memperhatikan atau memfasilitasi sopir angkutan logistik juga. Karena, para sopir tersebut merupakan para pelaku perjalanan yang membawa hasil bumi Tabanan ke luar Tabanan. Setidaknya, Pemerintah melalui gugus tugas diharapkan berusaha menyiapkan anggaran dan regulasi terkait hal tersebut, itu disampaikan, Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, dalam pembahasan terkait pelaksanaan rapid tes bagi sopir angkutan logistik terutama yang ber-KTP Tabanan melalui teleconference, Selasa (7/7) di Tabanan.

“Dinkes juga mengharapkan bisa melakukan rapid di puskesmas sehingga biayanya lebih murah. Kami juga harapkan gugus tugas agar mengkaji hal ini. Kami mohon juga kepada gugus tugas dan dewan dengan situasi di Tabanan ini yqng semakin genting,” ujarnya.

Selain itu terkait kondisi saat ini yang penyebarannya karena transmisi lokal di Tabanan semakin meningkat. Sehingga, sangat perlu kewaspadaan seluruh pihak terkait hal ini agar semua elemen lebih meningkatkan semangat dan kewaspadaan terhadap penularan ini.

“Kenapa sekarang penyebaran transmisi lokal yang ditakutkan selama ini terjadi. Penyebaran ini dilakukan antar kabupaten apalagi yang saat dirawat saat ini 40 orang Dengan jumlah segitu kok justru tenang tenang saja, boleh tenang tapi tetap waspada dan tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat. Gugus tugas harus semangat kan lagi semua pihak lagi,” paparnya.

Lewat gugus tugas, semua elemen masyarakat harus semangat lagi seperti semula. Jika meningkat terus tentu tidak akan berani menerapkan new normal di Tabanan.

“Jadi kita harus tingkatkan kewaspadaan di semua sektor baik melalui Satgas Gotong Royong Desa dan Desa Adat, Kelian Banjar. Bila perlu lakukan teleconfrence terhadap jajaran tersebut untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan semangat lagi,” ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, Gusti Ngurah Putu Darma Utama menyatakan, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap jumlah para pengemudi atau pelaku perjalanan angkutan logistik ber-KTP Tabanan. Dishub tentunya sangat menginginkan untuk menfasilitasi sopir angkutan logistik KTP Tabanan. Terlebih lagi, mereka merupakan penyalur hasil bumi tabanan yang tentunya bisa membantu ketahanan ekonomi di Tabanan.

“Saat uni kami masih proses pendataan sopir angkutan logistik. Untuk sementara ini, sudah ada 100 orang lebih yang terdaftar sebagai sopir angkutan logistik,” katanya.

Terkait rapid tes, dirinya menyampaikan, kewenangannnya bukan berada di Dinas Perhubungan, melainkan di Dinas Kesehatan sebagai gugus tugas bidang kesehatan.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika mengatakan, siap akan memfasilitasi pelaksanaam rapid tes bagi para sopir angkutan logistik ber-KTP Tabanan. Terlebih lagi sebelumnya, seorang sopir truk juga sempat menularkan kasus di Tabanan.

“Sebenarnya sopir ini salah satu OTG untuk menyebarkan kasus Covid, dan sudah terjadi di Tabanan. Terkait usulan dari Dishub Dan Dewan, secara prinsipnya kami siap melakukan rapid tes asal kami diberikan anggaran untuk menyediakan alat rapid tersebut,” cetusnya.

Dirinya berharap Dinas Perhubungan juga melakukan pendataan terkait jumlah para sopir angkutan logistik di Tabanan. Sehingga, nantinya akan lebih gampang menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan agar segera dimohonkan.

Pendataan jumlah tersebut nantinya akan berpengaruh pada jumlah alat yang digunakan. Sebab, masa berlakunya (rapaid tes) hanya dua minggu, tentu para sopir harus diperiksa dua kali dalam sebulan.

“Tapi jika anggaran tak memungkinkan, bisa juga rapid tes di puskesmas yang hanya perlu beli alatrapid saja. Harganya sudah di bawah Rp 200 ribu. Intinya sekarang, yang penting ada persetujuan, dan dibuatkan regulasi misalnya dengan SK Bupati atau SE Bupati terkait pelaksanaannya. Setelah itu kita mohon anggarannya,” sebutnya.

Masih dalam pembahasan yang sama Asisten I Sekda Tabanan, I Wayan Miarsana juga mendukung terkait pelaksanaan rapid tes difasilitasi oleh pemerintah. Apalagi, mereka para sopir angkutan logistik ini merupakan pelaku ekonomi yang akan mengantarkan produk pertanian tabanan yang tentunya harus dipasarkan ke luar kabupaten hingga luar provinsi.

“Untuk menjaga ketahanan ekonomi di Tabanan, ini harus memang dilakukan,”sampainya.

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan bersama. Pertama, yang dilakukan rapid tes khusunya pengemudi angkutan barang. Kedua, harus dicermati jangan sampai menerobos atau memanfaatkan fasilitas ini. Sehingga, harus diseleksi dan fokus sasaran utama kita adalah pengemudi angkutan barang tersebut.

“Jadi Kadishub harus menggali data berapa personel anggota pengemudi angkutan barang di Tabanan. Sehingga agar tepat sasaran dan anggaran bisa diakomodasikan saat pengusulan anggaran perubahan nanti,” lanjutnya

“Intinya didata dulu agar nantinya menjadi gambaran memberikan anggaran terkait pelaksanaan rapid tes tersebut,” jelasnya.

Sejumlah Event Tandai Kesiapan Bali Memasuki Tatanan Hidup Era Baru

DENPASAR – Pantaubali.com – Sejumlah kegiatan dirancang untuk menandai kesiapan Bali memasuki tatanan kehidupan era baru yang tetap produktif dan aman Covid-19. Rancangan kegiatan tersebut dibahas dalam rakor yang digelar di Ruang Pendet Gedung BI Perwakilan Bali, Selasa (7/7/2020). Rakor dipimpin oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali Trisno Nugroho dihadiri langsung oleh Wakil Gubenur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan diikuti unsur perbankan dan OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali.

Dalam pertemuan itu terungkap beberapa event yang dirancang sebagai tanda kesiapan Bali memasuki tatanan hidup era Baru. Pada Kamis (9/7/2020), Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali akan menggelar tour yang mengambil start di depan Kantor Gubernur Bali. Selain sebagai penyaluran hobi, tour yang dijadwalkan menempuh rute Denpasar-Karangasem-Buleleng-Tabanan ini bertujuan mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Bekolaborasi dengan BI dan jajaran perbankan, tour juga akan meninjau kesiapan penerapan protokol tata kehidupan era baru di Kebun Raya Bedugul dan sejumlah kawasan pedagangan berbasis digital di Tabanan dan Buleleng. Berikutnya pada tanggal 11 Juli 2020 diagendakan peninjauan penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di DTW Pantai Pandawa, Badung. Disusul tanggal 30 Juli peninjauan penerapan protokol tata kehidupan era baru di Kawasan ITDC Nusa Dua yang meliputi Hotel, Restoran, Perdagangan/Pusat Perbelanjaan, UMKM, Rumah Sakit, Objek Wisata dan Lapangan Golf.

Wagub Cok Ace mengapresiasi sejumlah event yang dirancang BI Perwakilan Bali bersinegi dengan jajaran perbankan dan PPMKI. Merujuk pada skema yang telah dirancang, ia menerangkan bahwa secara niskala tatanan kehidupan Bali era baru telah diawali dengan Upacara Pamahayu Jagat di Pura Agung Besakih. Selanjutnya secara sekala, tatanan hidup Bali era baru akan dimulai pada tanggal 9 Juli 2020 yang bertepatan dengan hari baik, Kamis Umanis Sinta. Cok Ace menjelaskan, untuk skema tahap pertama, aktivitas dibatasi secara selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali. Penglingsir Puri Ubud ini menambahkan, selama ini wisatawan cendeung diasumsikan dengan pelancong dari luar Bali dan luar negeri. Padahal, masyarakat lokal juga banyak plesiran ke objek-objek wisata. “Artinya, mulai tanggal 9 Juli, kita memasuki era baru untuk lokal,” imbuhnya sembari mengingatkan agar pada tahap ini semua pihak tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti penggunaan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengapresiasi skema tatanan hidup era baru yang dirancang oleh Pemprov Bali. Sebab bagaiamanapun, hingga saat ini Covid-19 masih ada dan belum ditemukan obat serta vaksinnya. “Saatnya kita berkompromi, melakukan aktivitas ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jajaran perbankan akan mendukung melalui kampanye penerapan transaksi berbasis digital,” pungkasnya.

Wagub Cok Ace Dukung Lomba Layang-layang Virtual

Audensi dari kreator lomba Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto)

DENPASAR – Pantaubali.com – Sejumlah upaya dalam memulihkan perekonomian dan aktivitas umum Bali namun tetap aman dari Covid-19 terus dilakukan Pemerintah yang bekerjasama dengan institusi dan berbagai pihak swasta. Salah satu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba layang-layang virtual yang akan diselenggarakan 12 Juli mendatang di wilayah Sanur, Denpasar. Dukungan ini disampaikan Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati diruang tamunya saat menerima audensi dari kreator lomba Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7).

Lomba layang-layang virtual ini diikuti sebanyak 350 layangan yang berasal dari Bali, Sulawesi Utara dan juga Lombok. Perlombaan sessi kedua ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu, namun karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.

Wagub Cok Ace berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berkarya, salah satunya membangkitkan layangan kategori inovasi jenis bidadari yang menonjolkan paduan warna dan inovasi.

Sesuai dengan rencana, upaya tatanan kehidupan era baru akan mulai dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada 9 Juli mendatang, sedangkan upaya untuk memulihkan pariwisata yang dimulai dari wisatawan domestik 30 Juli dan 11 September untuk wisatawan internasional.

Lebih spesifik lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan “Celepuk vs Kupu-Kupu”, yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan/ narik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur. Lebih ditekankan juga peserta penarik layang-layang virtual disyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali.

Penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, sehingga peserta tidak perlu jauh jauh datang ke zona “live center”.

Terkait banyaknya tali layangan yang sudah memakan korban, Kreator Lomba Layang-layang Virtual, Kadek Suprapta Meranggi mengatakan agar para pemuda yang menaikkan layangan ke udara tidak menginapkan layangannya terlalu lama, sehingga dapat memantau kekuatan tali penyangga layangan dengan baik.

5 Seniman Muda Berkolaborasi Lantunkan Puisi di Sebuah Video

pembacaan kolaborasi puisi berjudul Ia Yang Datang Tiap Malam karya Moch Satrio Welang.

DENPASAR – Pantaubali.com – Lama menghilang, akhirnya Teater Sastra Welang tampil lagi ke permukaan publik. Kali ini dengan meluncurkan sebuah video pembacaan kolaborasi puisi berjudul Ia Yang Datang Tiap Malam karya Moch Satrio Welang. Video  ini menampilkan lima seniman muda, empat penyair yakni Pranita Dewi, Ayu Winastri, Achmad Obe Marzuki, Moch Satrio Welang dan seorang pegiat teater Legu Adi Wiguna.  

Legu Adi Wiguna, pegiat teater yang lebih dikenal sebagai sutradara, penata artistik ini didapuk menjadi nahkoda dalam penggarapan video art ini, mulai dari proses pengambilan gambar hingga proses penyuntingan. dilakukan dengan sangat sederhana, terinspirasi dari filosofi tokoh Teater Indonesia, Putu Wijaya, sebuah proses yang berangkat dari yang ada. Ruang yang sederhana, pengambilan gambar dan proses penyutingan pun dilakukan dengan sederhana namun masih menjaga keindahan karya. Puisi Ia yang Datang Tiap Malam ini sebagai bentuk karya puisi, telah dialihkreasikan dalam bentuk musikalisasi puisi oleh pegiat teater dan musisi Heri Windi Anggara, yang telah diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya tahun lalu, melalui pagelaran Lomuisi Tetra Welang 2019.

Salah satu penyair dalam kolaborasi kali ini, Pranita Dewi menyampaikan bahwa inilah upaya para pegiat seni muda mengisi ruang – ruang kosong dan mengasah kreatifitas untuk selalu terjaga melalui puisi. “Jika kita percaya pada cita-cita tentang ‘puisi yang baik’— dan dengan demikian berarti ‘puisi murni’, yang didambakan sejak masa nirbahasa sampai tarikh posmodern ini — maka kita pun percaya: lagu dan makna, bentuk dan isi, nyanyi dan inti, rima dan getar hati, hadir secara seimbang dalam komposisi. Keseimbangan itu hanya dapat muncul jika sang penyair tetap jujur dalam mengungkapkan puisinya: persis sama dengan saat “tanya pertama” itu datang dari dalam hati — ‘bukan nan dicari’, kata Sanusi Pane — sehingga kata yang berduyun-duyun itu ‘kembali dalam pembaca sebagai bayang di muka kaca’. Dan menggoncang hati nuraninya,” papar Pranita Dewi, penyair yang meluncurkan buku puisi tunggalnya bertajuk “Pelacur Para Dewa” di tahun 2006 silam.

Penyair Ayu Winastri pun menambahkan bahwa puisi memberi ruang dalam menghayati segala peristiwa dari luar diri menjadi penekuran dalam diri. Puisi melatih ketajaman bercakap, mencari makna dan mungkin rahasia kehidupan. Hal senada juga disampaikan Penyair Achmad Obe Marzuki yang melihat bahwa puisi bukan sekedar teks, yang lahir tidak semudah membalikkan telapak tangan. puisi adalah lahirnya batin terhadap kondisi, entah itu sosial, diri pribadi atau terhadap alam semesta.

Moch Satrio Welang selaku penggagas program, menyampaikan bahwa selain memperkenalkan karya baru, ia juga berupaya merangkul para penyair sahabatnya untuk meramaikan dan memberi warna tersendiri dalam penampilan pembacaan kolaborasi  di video art yang berdurasi sekitar empat menit ini. Puisi ini diambil karena tidak hanya mengangkat sisi romantisme, tapi juga menghadirkan kesatiran hidup, seperti dalam larik, ‘darah mengolam di bola mata anak- anak, menghanyutkan mimpi mereka’. Sebuah bentuk keprihatinan sosial di masyarakat yang saat ini sedang mengalami kesulitan di segala lini. Walaupun tidak ditujukan khusus mengenai pandemi ini, setidaknya terdapat kesamaan nuansa, kesatiran, getir yang sedang dialami penduduk di penjuru dunia baik itu krisis pangan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, rasa aman untuk menatap masa depan, dalam yang tersirat dalam larik ‘Kengerian di kota yang memerah, teriakan anak-anak memadam, tertelan desing peluru di hatimu’.

Sejatinya Puisi Ia Yang Datang Tiap Malam ini akan dimasukkan dalam album musikalisasi puisi ketiga Teater Sasta Welang, yang jadwal peluncurannya terpukul mundur pandemi menjadi tahun depan 2021. Sebelumnya Teater Sastra Welang telah meluncurkan dua album musikalisasi puisi, yakni Taman Bunga (2013) dan Instalasi Bulan dan Matahari ( 2016).

Putri Koster,Himbau Pasangan Usia Subur Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster

DENPASAR – Pantaubali.com – Saat ini pemerintah khususnya BKKBN mengimbau masyarakat agar bisa menunda kehamilan khususnya bagi pasangan usia subur di masa pandemi Covid-19. Para ibu yang sedang hamil memiliki kecenderungan imunitas yang lebih lemah dibandingkan dengan wanita yang tidak dalam keadaan hamil.

Sedangkan tipe dari penyebaran Virus Corona adalah menyerang manusia yang memiliki imunitas lemah, atau penurunan imunitas. Sehubungan dengan adanya resiko tersebut, diimbau agar para ibu muda ataupun yang sudah lama berkeluarga, dapat menunda kehamilan.

“Untuk itu, terhadap poin perencanaan sehat tadi, saya harapkan TP PKK yang ada di seluruh kabupaten/kota sampai ke pelosok desa, dapat menyebarluaskan informasi terkait resiko kehamilan di masa pandemi Covid-19, tidak dengan informasi menakut-nakuti, namun dengan informasi yang edukatif,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster,Senin (6/7) saat menjadi salah satu narasumber dalam Dialog Khusus Peran Serta PKK dalam Menunda Kehamilan bagi pasangan usia subur di masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan disalah satu Studio Radio Denpasar.

Kehamilan memang merupakan hak setiap orang. Terlebih bagi pasangan pengantin baru, kehamilan merupakan suatu kewajiban dan terkadang menjadi tuntutan dari keluarga. Namun di masa pandemi ini, ada baiknya secara bersama-sama menyadari baik pasangan maupun pihak keluarga agar menunda kehamilan sehingga sang ibu atau sang calon anak tidak mengalami dampak buruk dari pandemi Covid-19 ini.

“Jika sudah terlanjur mengalami kehamilan di masa pandemi ini, maka ibu hamil harus waspada dan memperketat protokol kesehatan terhadap diri sendiri agar terhindar dari paparan virus Covid-19.Walaupun sedikit ribet dengan menerapkan protokol kesehatan pada diri sendiri yang lebih ketat dari orang lain, tidak apa-apa, karena itu semua demi kesehatan ibu-ibu dan bayi yang ada dalam kandungan,” paparnya.

Sembari dirinya menambahkan, agar petugas medis yang ada di lapangan selain tetap fokus dalam menangani pasien Covid-19, juga agar tetap memperhatikan para ibu hamil sehingga para ibu hamil mendapatkan pelayanan yang terbaik dan aman dalam melahirkan.

Pilkada Serentak 2020 Ditengah Pandemi Covid-19, Partisipasi Pemilih Diperkirakan Menurun

Pengamat Sosial dan Politik, DR. I Made Pria Dharsana, SH. M. Hum

BADUNG – Pantaubali.com – Partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 diperkirakan akan menurun di Bali. Hal tersebut disebabkan karena, pelaksanaan Pilkada serentak kemungkinan masih akan terjadi ditengah kondisi pandemi Covid-19. Nantinya bisa saja para pemilih akan lebih memilih mengurungkan diri untuk pergi ke TPS, karena pertimbangan kesehatan.

“Partisipasi kemungkinan akan menurun. Jika dilihat dalam kondisi normal saja partisipasi bisa mencapai diantara 70 sampai 75 persen. Apa lagi ditambah masyarakat dihadapkan pada pandemi Covid-19 seperti saat ini,” jelas salah satu pengamat Sosial dan Politik di Provinsi Bali, DR. I Made Pria Dharsana, SH. M. Hum saat ditemui belum lama ini di Badung.

Melihat tingkat kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan tinggi. Tentu masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya bisa saja akan lebih banyak.

“Masyarakat akan cenderung mementingkan kesehatan pribadi dan keluarganya ditengah kondisi saat ini,” ujarnya.

Melihat kemungkinan dasar pertimbangan kesehatan.Tentu menjadi pertimbangan dan kerja keras bagi penyelengara pemilu dalam upaya meningkatkatan partisipasi pemilih ditengah pandemi Covid-19 nantinya.

“Harus melihat perkembangan dari pandemi ini juga, jika nanti pandemi misal dari bulan Agustus sampai September nanti tidak juga melandai atau turun.Setidaknya harus dipakai dasar pertimbangan juga dengan Gugus tugas Covid-19.Setidaknya tidak mesti Pilkada dilakukan serentak, atau bisa dilakukan dibeberapa daerah saja terlebih dahulu,” paparnya.

Jangan sampai Politik lebih didorong atau diutamakan ketimbang kesehatan atau keselamatan masyarakat atau warga.

“Saya kira para politisi dan pemerintah harus memperhitungkan hal-hal seperti itu. Atau bisa lebih bijaksana lagi,”ucapnya.

Dengan demikian dirinya menambahkan, kepala daerah atau walikota terpilih nantinya akan memiliki ligitemasi yang lebih kuat lagi dalam kondisi saat ini.

Per Minggu, Total Jumlah Kumulatif Pasien Positif 1.849 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah kumulatif pasien positif 1.849 orang bertambah 52 orang WNI, terdiri dari 2 orang PMI dan 50 orang Transmisi Lokal. Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 967 orang bertambah 30 orang WNI, terdiri dari 30 orang Transmisi Lokal.

Sedangkan untuk jumlah pasien meninggal berejumlah 20 orang 18 orang WNI dan 2 orang WNA.Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 862 orang yang berada di 14 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering, itu disampaikan, Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Minggu,(5/7) di Denpasar.

“Jika dilihat jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sejumlah 1.477 Orang,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Sembari Dirinya kembali menekan, melihat meningkatnya kasus transmisi lokal, maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Pemprov Bali Gelar Upacara Yadnya Pamahayu Jagat

KARANGASEM – Pantaubali.com – Bertepatan dengan Purnama Kasa, 5 Juli 2020, bertempat di Pura Agung Besakih, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggelar Upacara Yadnya Pamahayu Jagat dan Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali. Upacara diikuti oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Ny. Tjokorda Putri Hariyani Sukawati, Sekda Prov. Bali Dewa Made Indra, DPRD Bali, tokoh-tokoh Agama serta anggota Forkopimda se-Bali.

Usai persembahyangan, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan munculnya wabah COVID-19 saat ini, merupakan salah satu jenis Gering, yang cakupan penularannya mendunia dengan tingkat infeksi yang tinggi sehingga disebut Gering Agung (Pandemi COVID-19). Ia menambahkan wabah sebagai penanda adanya ketidakharmonisan/ ketidak-seimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya akibat ulah manusia yang tidak melaksanakan tata kehidupan berdasar nilai-nilai kearifan lokal. “Bahwa hidup harus menyatu dengan alam, yaitu manusia adalah alam itu sendiri, manusia harus seirama dengan alam, hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus menghormati alam, alam ibarat orang tua, oleh karena itu hidup harus mengasihi alam,” kata Gubernur asal desa tua bernama Desa Sembiran, Buleleng ini.

Gubernur Koster mengatakan pandemi COVID-19 mesti dimaknai secara positif sebagai proses alam, dari situasi negatif-berbahaya untuk mencapai kondisi di titik nol, sebagai pondasi menuju suatu keseimbangan baru yang akan menjadi tatanan kehidupan baru secara holistik dalam Era Baru.

Pandemi COVID-19 di Bali telah menimbulkan dampak luas dalam berbagai bidang kehidupan kesehatan, sosial, dan ekonomi termasuk pariwisata, yang telah dirasakan oleh masyarakat sejak pandemi ini muncul empat bulan lalu. Selama pandemi berlangsung, seluruh masyarakat tidak dapat melaksanakan aktivitas secara normal; bekerja dari rumah, belajar dari rumah, berdoa di rumah, tidak boleh berkerumun, dan berbagai pembatasan aktivitas lainnya di luar rumah.

Untuk menangani pandemi COVID-19, sesuai arahan dan kebijakan Pemerintah Pusat, TNI/Polri, Kejaksaan, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, Majelis Desa Adat, Majelis Keagamaan, Desa Adat, Desa/Kelurahan, dan seluruh komponen masyarakat telah solid bergerak dengan bergotong-royong, yang dilaksanakan secara niskala dan sakala sehingga mencapai hasil yang baik dalam mengendalikan penyebaran pandemi COVID-19. Hasil yang baik tersebut ditandai dengan terkendalinya muncul kasus positif baru, tingkat kesembuhan yang tinggi, dan jumlah yang meninggal relatif kecil.

“Oleh karena itu, kita harus terus berupaya dengan sebaik-baiknya menangani COVID-19, seraya dalam waktu bersamaan kita mesti mulai melakukan aktivitas demi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Aktivitas ini harus dilakukan secara bertahap, selektif, dan terbatas dengan melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru untuk Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19,” kata Gubernur yang mantan anggota DPR tiga periode ini.

Tiga Tahapan—-subjudul

Tahapan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat di Bali dibagi menjadi tiga tahap. Tahap Pertama, melaksanakan aktivitas secara terbatas dan selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali, mulai tanggal 9 Juli 2020 yang bertepatan dengan hari baik, pada hari Kamis Umanis Sinta. Untuk Tahap Prtama ini, sesuai arahan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, pelaksanaan Tatanan Kehidupan Era Baru, yang diijinkan terbatas hanya pada sektor: a) kesehatan; b) kantor pemerintahan; c) adat dan agama; d) keuangan, perindustrian, perdagangan, logistik, transportasi, koperasi, UMKM, pasar tradisional, pasar modern, restoran, dan warung; e) pertanian, perkebunan, kelautan/perikanan, dan peternakan; dan f) jasa dan konstruksi. Sedangkan untuk sektor pendidikan dan Sektor Pariwisata belum diberlakukan. Untuk Sektor Pendidikan menunggu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahap Kedua, melaksanakan aktivitas secara lebih luas, termasuk sektor pariwisata,namun hanya terbatas untuk wisatawan Nusantara, mulai tanggal 31 Juli 2020 yang bertepatan dengan hari Jumat, Pon, Kulantir.

Tahap Ketiga, melaksanakan aktivitas secara lebih luas sektor pariwisata termasuk untuk wisatawan mancanegara, mulai tanggal 11 September 2020 yang bertepatan hari Jumat, Kliwon, Sungsang, Sugihan Bali; kurun waktu 42 hari (abulan pitung dina) dari Tahap Kedua tanggal 31 Juli 2020.

Gubernur Koster mengatakan tiga tahapan tersebut merupakan suatu ancang-ancang yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar, baik, dan sukses atas izin, restu, tuntunan, serta perlindungan Ida Bhatara Bhatari Sasuhunan sami, Leluhur, Lelangit, dan Guru-guru Suci. “Untuk itu kita berserah diri sepenuhnya dan setulusnya, seraya memohon kepada Beliau agar berkenan memberikan anugerah yang terbaik untuk kita semua,” ujarnya.

Menurut Gubernur, Upacara Yadnya Pamahayu Jagat yang dihaturkan pada hari ini merupakan aled rasa bakti dan suksmaning manah atas anugerah Beliau sehingga penanganan COVID-19 di Provinsi Bali telah berjalan dengan baik. “Melalui Upacara Yadnya Pamahayu Jagatini pula, kita memohon izin, restu, tuntunan, serta pelindungan Ida Bhatara Bhatari Sasuhunan sami agar Beliau berkenan memberikan anugerah yang terbaik sehingga Tiga Tahapan itu dapat berjalan dengan lancar dan sukses dengan penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali,” jelasnya.

Agar semua tahapan tersebut berjalan sesuai harapan dan restu Beliau, secara sakala, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang mengatur ketentuan dalam berbagai sektor kehidupan. Surat Edaran ini sudah ditandatangani oleh Gubernur pada pagi hari sebelum berangkat ke Pura Besakih.

“Saya memohon kepada seluruh krama Bali agar melaksanakan aktivitas dalam tiga tahapan tersebut dengan menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru secara tertib, disiplin, dan dengan rasa penuh tanggung jawab, seperti: selalu memakai masker/pelindung wajah, menjaga jarak, tidak berkerumun, rajin mencuci tangan, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga daya tahan tubuh,” pintanya.

Gubernur juga memohon kepada krama Bali agar dalam beraktivitas selalu mematuhi himbauan, arahan, dan kebijakan Pemerintah Pusat, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Majelis Desa Adat, dan Majelis Keagamaan, sehingga bisa produktif dan aman COVID-19.

“Saya perlu menegaskan bahwa harapan ini bisa terwujud hanya berkat restu Beliau secara niskala, dan secara sakala harus ada kesamaan rasa, kesadaran kolektif, kebersamaan gerak dan soliditas seluruh komponen masyarakat Bali,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada tenaga medis, TNI/Polri, Kejaksaan, Bupati/Walikota, Majelis Desa Adat, Majelis Keagamaan, Satgas Gotong Royong Desa Adat, Relawan Desa/Kelurahan, media Pers, dan seluruh komponen masyarakat yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi, tanpa lelah dalam penanganan COVID-19 di Provinsi Bali.

“Marilah Kita terus bergerak dengan penuh soliditas, kebersamaan, serta semangat gotong-royong demi gumi Bali yang kita cintai bersama,” pungkasnya.