- Advertisement -
Beranda blog Halaman 959

Wagub Bali,Program Happy Digital Cities Diharapkan Mampu Sinergikan Teknologi dan Budaya

DENPASAR – Pantaubali.com – Sebagai daerah destinasi pariwisata, Bali memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari sektor ini. Namun, di sisi lain masih terjadi ketimpangan penerimaan manfaat di masyarakat, misalnya antara daerah kota (urban) dengan desa.

Di samping itu, Bali juga menghadapi tantangan akibat faktor lingkungan dan budaya yang mengalami tekanan.Persoalan ini akhirnya mengakibatkan penurunan nilai kebahagiaan. Untuk menjawab tantangan ini, tentu Bali membutuhkan sebuah sinergi yang baik antara pengembangan teknologi pintar dan kearifan lokal.

Melihat kondisi tersebut apresiasi kepada Unity In Diversity (UID) campus yang telah mengadakan advisory online meeting untuk program Happy Digital Cities. Tentu program ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi masyarakat Bali akan tetapi bagi dunia juga,itu disampaikan,Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam Webinar Online Advisory Meeting Happy Digital City yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, di Ruang Vidcon, Diskominfos Prov Bali, Senin (13/7) malam di Renon, Kota Denpasar.

“Program Happy Digital Cities tentu diharapkan, agar ada lebih banyak orang saling berkolaborasi guna mengembangkan sinergitas Teknologi-Budaya ini, sehingga melahirkan calon-calon urban designer yang lebih baik di masa depan,” jelasnya.

Yang bergabung nantinya dalam program ini harus memiliki latar belakang atau keahlian yang khusus. Mengingat perencanaan tata kota merupakan sebuah studi multidisiplin yang memerlukan kolaborasi dari berbagai bidang ilmu.

“Program ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah selaku stakeholder perencana atau urban designer. Selain itu, pihak swasta, misalnya pihak pengembang, dan perencana tata kota juga bisa menjadi end user program Happy Digital Cities,” tutupnya.

Kadiskes Tabanan Klaim, Limbah Medis Covid-19 Tertangani Baik

Rumah Sakit Umum Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Adanya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Tabanan, tentu berimbas pada volume limbah medis dihasilkan. Meskipun ada peningkatan volume limbah medis, akan tetapi penanganan telah dilakukan dengan baik serta melibatkan pihak ketiga.

“Limbah telah dikumpulkan dengan baik, untuk di Puskesmas telah terkumpul dimasing-masing Puskesmas serta untuk di RS juga sama,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika saat dikonfirmasi kemarin,(Kamis,(9/7) di Tabanan.

Selain itu penanganan limbah telah dikerjasamakan dengan pihak ketiga sampai saat ini.

“Aman, karena penanganan limbah medis pasien Covid-19 sama perlakuannya dengan penanganan limbah infeksius, dan kita telah kerjasamakan denga pihak ke tiga,” ujarnya.

Selanjutnya Dia menambahkan, pihak ketiga akan membawa limbah-limbah tersebut keluar dari daerah Tabanan.

Jelang Launching Produksi Garam Kusamba Manfaatkan Teknologi

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menugaskan Koperasi Mina Segara Dana Kusamba untuk mengoptimalkan sentuhan teknologi dalam proses produksi Garam Beryodium ‘Uyah Kusamba’. Teknologi ini diperlukan agar produk kemasan lebih praktis dan higeinis sebelumnya nantinya dilempar kepasaran. Perlunya pemanfaatan teknologi itu disampaikan Bupati Suwirta saat melakukan kunjungan ke koperasi mina segara dana Kusamba di jalan pura segara desa Kusamba, Senin (13/7/2020) Pagi. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa.

Kunjungan ini juga sebagai tindak lanjut untuk mewujudkan mimpinya agar garam tradisional Kusamba mampu bersaing di pasaran. Garam Kusamba yang selama ini diproduksi secara tradisional akan diproses lebih baik menjadi garam beryodium dengan label ‘Uyah Kusamba’. Garam beryodium ini dalam waktu dekat akan dilaunching untuk dipasarkan baik di pasar tradisional maupun pasar modern. “Garam Kusamba yang selama ini diproduksi secara tradisional akan diproses lebih baik menjadi garam beryodium dengan label ‘Uyah Kusamba’, semoga langkah ini bisa berjalan dengan baik,” harap Bupati Suwirta.

Sebelumnya sebagai komitmennya untuk meningkatkan nilai jual garam Kusamba dan pendapatan petani garam, Bupati Suwirta juga memberi perhatian serius kepada Koperasi Mina Segara Dana Kusamba sebagai pengolah dan penyalur Garam Beryodiun Kusamba. (Humasklk/puspa).

Kunjungi Tempat Pemindangan Kusamba, Bupati Suwirta Upayakan Alat Gasifier

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Usai mengunjungi TOSS Center, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melanjutkan kunjungannya untuk memantau proses pemindangan di yang berada di wilayah Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (13/7) Siang. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Suwirta melihat tumpukan kayu bakar di tempat pemindangan ini nampaknya sangat banyak yang akhirnya membuat pemandangan menjadi sumpek, kumuh kemudian setelah dibakar juga terlihat mengeluarkan asap yang luar biasa. Nah, tentu hal ini membuat kesehatan para pemindang tidak bisa kita jamin karena asap yang dikeluarkan cukup banyak. “Oleh sebab itu, terkait TOSS Center yang kita miliki dan sekarang sudah menghasilkan pelet yang begitu banyak. Saya sudah tugaskan STPLN untuk segera membuat alat gasifier yang lebih besar, sehingga para pemindang bisa menggunakan gas yang dihasilkan oleh gasifier itu sendiri untuk mengolah ikan di tempat ini,” Ujar Bupati Suwirta.

Menurut Bupati Suwirta gasifier itu bahan bakarnya menggunakan sampah yang sudah diolah menjadi pelet. Jadi pelet yang dihasilkan dari TOSS Center nanti akan dibuatkan gasifier ditempat ini untuk digunakan sebagai alat pengganti bahan bakar, sehingga nantinya asap maupun sampah bisa berkurang dan tentu sirkulasi pengolahan sampah ini juga bisa berjalan dengan baik. “Semoga upaya ini bisa berjalan lancar agar kesehatan para pemindang tetap terjaga dengan sebaik-baiknya,” harap Bupati Suwirta.(Humasklk/puspa).

Perlu Dipantau, Penerapan Mencuci Tangan di Pasar Moderen

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga

TABANAN – Pantaubali.com – Dewan perwakilan rakyat Kabupaten Tabanan menilai selain masih minim petugas jaga mengarahkan masyarakat mencuci tangan di Pasar tradisional.Hal yang sama menurut,Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga,Selasa(14/7) saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, pemantauan juga perlu dilakukan ke pasar moderen apakah telah diterapkan dengan baik atau belum hal tersebut.

“Tidak hanya di pasar tradisional saja, pengecekan perlu dilakukan ke pasar moderen juga seperti, di Indomaret maupun Alfamart khususnya terkait apakah ada petugas mengarahkan pengunjung mencuci tangan terlebih dahulu sebelum berbelanja apa belum,” jelasnya.

Pelaku usaha di pasar moderen harus turut serta menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi, selain penyedian sarana dan prasarana.

“Jangan pasar moderen mencari keuntungan saja tidak ada kontribusi membantu pemeritah, atau jangan sekedar-sekedar menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi saat ini,”ujarnya.

Protab kesehatan dan kewaspadaan tersebut merupakan pemahan harus tetap ditanamankan ketengah masyarakat.

“Selain lengkap fasilitas, harus lengkap pemahaman dan kedisiplinan juga khususnya berkaitan dengan protokol kesehatan,” tutupnya.

Diduga Dirampok, Pemilik Toko Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Depeha

SINGARAJA – Pantaubali.com – Seorang pedagang Putu Sekar (50) dikabarkan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumah toko (ruko) miliknya di Banjar Dauh Pura, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Senin (13/7) sekitar pukul 16.00 sore.

Informasi dihimpun, perempuan status janda itu, tewas dengan sejumlah luka robek pada bagian kepala. Korban Sekar diduga menjadi korban perampokan lantaran sejumlah perhiasan emas berupa kalung serta tas pinggang berisi uang dan dokumen penting diketahui raib.

Pantauan di lokasi, Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa SIK didampingi Wakapolres Buleleng Kompol Loduwyk Tapilaha SIK dan Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada turun bersama petugas inafis Polres Buleleng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pada bagian lainnya, aparat kepolisian terlihat cukup kerepotan mengamankan lokasi kejadian yang dipadati oleh kerumunan warga. Sejumlah warga setempat penasaran meski lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi.

Made Mawut dan The Sarden, Perform di Streaming

DENPASAR – Pantaubali.com – Antida Music Productions dan estmovie kembali menggelar Live Streaming Concert yang kali ini menampilkan Made Mawut & The Sarden Senin 13 Juli 2020 pk 20.00 Wita tampil dalam kanal youtube erick est

Setelah sukses sebelumnya menggelar live streaming concert Dialog Dini Hari, kali ini menampilkan penyanyi Made Mawut yang akan menghibur penonton di rumah dengan iringan musik Blues.

Dalam pertunjukan live streaming Made Mawut yang 2019 lalu telah mengeluarkan album baru berjudul Merdeka 100% ini akan membawakan sederetan lagu di antaranya korona blues, lingkaran setan, komoditas, terlena, setan kredit dan di rumah sakit.

Made Mawut yang tak hanya piawai memainkan gitar dia juga dikenal sebagai seorang koki handal di dapur. Musik dan Masak adalah dua hal yang melekat pada diri Made Mawut.

“Musik harus mampu membebaskan, dan dalam situasi kita terbelengu oleh kondisi pandemi dan mengharuskan untuk di rumah saja tak membatasi diri untuk selalu tetap kreatif. Lahirnya lagu korona blues di masa pandemi ini menjadi salah satu bukti nyata kita tetap bisa kreatif melahirkan karya dalam keterbatasan.” ujarnya.

Dalam pertunjukan online yang berdurasi satu jam ini selain menampilkan Made Mawut juga menampilkan band beraliran reggae The Sarden. Mereka membawakan dua lagu clean up dan soul fire yang di garap pertengahan 2019.

“Kami ingin menampilkan dua genre musik yang berbeda dalam satu panggung, agar memberikan kesegaran pada penonton yang di rumah saja. Blues dan Reggae adalah dua jenis musik yang memiliki root penikmat cukup besar di Bali,” Kata Anom Darsana selaku Pendiri dari Antida Music Productions.

Penampilan Made Mawut & The Sarden adalah konser live streaming kelima yang diselenggarakan Antida Music Productions. Selama konser ini tetap melaksakan seluruh protokol kenormalan baru dengan memperhatikan kebersihan, kesehatan dan keamanan seluruh musisi dan kru dengan menerapkan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker dan acara konser ini tanpa pengunjung yang hadir di tempat acara.

Pertunjukan konser live streaming dipandu oleh sutradara kawakan Erick Est yang telah beberapa kali sukses menggelar konser online.Konser mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kemenparekraf melalui Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif mengajak para kreator dan pekerja kreatif untuk terus berkarya walau dalam keterbatasan. Program konser online adalah salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dalam situasi seperti ini sehingga para musisi tetap dapat tampil menghibur penonton yang menyaksikan dari rumah,” kata Yuana Rochma Astuti, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif.

Melalui konser live streaming diharapkan dapat memberikan hiburan bagi mereka yang tetap di rumah saja.

Dewan Tabanan Sebut, Penerapan E-ticketing Jangan Setengah Hati

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya mengurangi transaksi langsung di tengah pandemi Covid-19 tentu penerapan digitalisasi ditengah masyarakat penting dilakukan, salah satunya penerapan E-ticketing. Karena kedepan mau tidak mau pasti akan mengarah kesana.

Akan tetapi, dalam penerapannya jangan sampai Pemerintah Kabupaten Tabanan setengah hati mengingat E- ticketing merupakan sebuah kemajuan, itu sampaikan,Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, belum lama ini (Jumat,(10/7) saat ditemui di ruang kerjanya.

“Yang saya khawatirkan, Pemerintah malah setengah hati melakukan penerapan E- ticketing tersebut,” jelasnya.

Tentu model tersebut harus diterima, karena merupakan kemajuan dari pendapatan juga.

“Perlu dilaksanakan model tersebut, jika telah dilaksanakan maka baru ditunjukan kepada masyarakat,” ujarnya.

Harus ada sampel yang jelas, jika tidak kecendrungan masyarakat akan memandang sebelah mata.

“Harus ada contoh, apa kelebihanya dan apa kekuranganya jika telah berhasil maka sangat perlu dilakukan secara lebih maximal,” harap Dirga.

Dewan Tabanan, Menilai Tempat Mencuci Tangan Minim di Pasar Tradisional

TABANAN – Pantaubali.com – Anggota Dewan Komisi II Kabupaten Tabanan menilai tempat mecuci tangan dibeberapa titik di pasar tradisional di Tabanan masih kurang, jika dibandingkan dengan luas pasar dan jumlah kunjungan ke pasar. Seperti salah satunya terlihat di pasar Dauh Pale,Tabanan tempat mencuci tangan kurang dari tiga unit itu disampaikan,Ketua Dewan Komisi II Kabupaten Tabanan, I Wayan Lara dalam kunjungan lapangan ke pasar tradisional Dauh Pala, Pasar Pesiapan dan Pasar Kerambitan dalam kunjungan lapangan dengan beberapa anggota dewan lainnya dan instansi terkait di Tabanan, Senin,(13/7).

“Jika dilihat dari sekala besar, tentu harus ada tiga tempat pencucian tangan.Sehinga,tidak menuimbulkan antrian serta tidak lama mengatri nantinya” jelasnya.

Dari pemantauan meskipun tersedia tempat mencuci tangan, akan tetapi masih ada beberapa pengunjung pasar tidak mencuci tangan.

“Petugas jaga sudah ada dan tempat cuci tangan ada juga, akan tetapi masih ada saja beberapa lolos masuk ke pasar tanpa melakukan cuci tangan. Tentu ini perlu dibiasakan,” ujarnya.

Selain itu, dalam pemantauan secara umum ada beberapa pedangang memang tidak menggunakan atau membawa masker akan tetapi tidak dipakai.

“Kita selaku wakil rakyat dan pemegang pelaksana pemerintah lebih banyak melakukan pembinaan dan pengawasan,” katanya.

Dia menambahkan, protokol kesehatan penting tetap dilakukan dan diterapkan karena, menyangkut kesehatan diri sendiri dan bagi orang lain dalam kondisi saat ini.

Wagub Cok Ace Presentasikan Program Inovatif “Kami Datang Penglihatan Terang”

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui inovasi Rumah Sakit Mata Bali Mandara (RSMBM) berhasil masuk ke dalam 15 (lima belas) besar pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB).

Untuk menuju ke Top 5 atau 5 (lima) besar, maka tadi pagi Senin (13/7) Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati secara langsung via Zoom Meeting mempresntasikan Inovasi RSMBM dengan judul “Kami Datang Penglihatan Terang”.

Dalam presentasi kepada tim penilai yang berdurasi 7 menit tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana, program inovasi tersebut dilaksanakan dengan memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan serta dengan cara menjemput bola. Selain itu, Latar belakang munculnya inovasi tersebut juga dari didapatkannya data bahwa tahun 2007 prevalensi kebutaan Indonesia sebesar 0,9% tertinggi di Asia Tenggara dan lebih tinggi dari prevalensi global 0,7%.

Angka prevalensi kebutaan di Provinsi Bali juga lebih tinggi dibandingkan Indonesia, yaitu sebesar 1% dengan penyebab utama adalah katarak senilis (80%). Bertitik tolak dari kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berusaha untuk mengatasi penderitaan masyarakat melalui program inovatif yaitu “Kami Datang Penglihatan Terang”.

Melalui beberapa permasalahan tersebut, maka RSMBM melakukan beberapa strategi Pertama, melalui Pemberdayaan masyarakat, dengan memberi pelatihan dan melakukan kolaborasi dengan TP PKK, Mahasiswa yang sedang melaksakan kegiatan PKL dan Kuliah Kerja Nyata di masyarakat, serta Siswa sekolah dalam hal penjaringan pasien yang dicurigai menderita katarak dengan teknik hitung jari dalam jarak 3 meter.

Masyarakat yang dicurigai mengalami kebutaan akan didata dan dilaporkan ke RS Mata Bali Mandara melalui puskesmas setempat. Kemudian yang kedua, dengan mendekatkan pelayanan kesehatan mata ke masyarakat berupa kegiatan skrining katarak dan operasi katarak menggunakan Mobile Eye Clinic (bus Operasi). Selanjunya, juga dilakukan pola pendekatan strategis, yaitu membentuk Komite Mata daerah melalui SK Gubernur, advokasi lintas sektor/program, kemitraan dan kolaborasi dengan masyarakat, PKK, LSM dan swasta dan juga peran serta mahasiswa melalui kegiatan KKN dan siswa sekolah melalui kegiatan UKS.

Selanjutnya Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa dari pelaksanaan inovasi tersebut, terdapat beberapa hasil yang sudah dicapai yaitu; Menurunnya angka kebutaan dari 1 % menjadi 0,3% ; Cataract Surgical Coverage Bali tertinggi di Indonesia 82,7%, sedangkan di Indonesia 50,1% ; 87.8% penderita telah mengalami perbaikan penglihatan. Sedangkan WHO menstandarkan perbaikan penglihatan pasca operasi katarak diatas 80%; Meningkatnya Cataract Surgery Rate di Provinsi Bali, yaitu 1.020,6 per 1 juta penduduk tahun 2010 menjadi 1.746 per 1 juta penduduk pada tahun 2018; Meningkatnya jumlah layanan luar gedung dari 1.353 di tahun 2010 menjadi 2.109 di tahun 2019.

“Bapak Ibu tim penilai, untuk diketahui bahwa Inovasi ini telah diadopsi oleh beberapa daerah lain baik dari sisi ide, metode, maupun teknologinya. Pada tahun 2018 RSMBM mendapat undangan sebagai narasumber dalam ajang transfer inovasi berskala internasional yaitu The International Public Service Forum 2018 serta diikutkan dalam Pameran Indonesia Melayani di Surabaya dan Solo sebagai ajang transferabilitas inovasi tingkat nasional’’ tuturnya.

Selanjutnya, Wagub Cok Ace menyampaikan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, RSMBM melakukan beberapa langkah, antara lain : Perluasan layanan keluar pulau dan Provinsi dengan memberikan pelayanan operasi katarak di Nusa Penida, serta bekerjasama dengan Perdami dan CSR melakukan operasi katarak ke NTT, Situbondo dan Lombok tengah; serta Pengembangan layanan kesehatan mata untuk anak sekolah, dan skrining Retinopati Diabetik karena dari hasil survey yang mengambil beberapa sampel 87% anak-anak sekolah mengalami gangguang penglihatan dan hal ini juga menjadi fokus penanganan dalam inovasi tersebut.

Untuk itu, dari seluruh paparan yang telah disampaikan, Wagub Cok Ace menarik kesimpulan, bahwa Pertama Keberhasilan inovasi berbanding lurus dengan komitmen pimpinan serta keberanian untuk melakukan reformasi pelayanan; Kedua, Sinergitas terbangun dengan melibatkan banyak unsur di masyarakat; Ketiga, Kebutaan katarak tidak akan pernah habis, karena Bali berada di daerah katulistiwa dengan prevalensi katarak cukup tinggi. Kedepan hal tersebut perlu diintegrasikan dengan kegiatan Pos Binaan Terpadu dalam deteksi dini kebutaan; Keempat, Dengan berkembangnya teknologi informasi 4.0, sistem pencatatan dan pelaporan akan dikembangkan agar dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat dengan aplikasi SIGALIH (Sistem Informasi Gangguan Penglihatan).

Dalam presentasi tersebut Wagub Cok Ace didampingi oleh Direktur RS Mata Bali Mandara Ni Made Yuniti, Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah, serta Kepala Diskominfos Provinsi Bali Gede Permana. Selanjutnya terdapat 12 orang Tim Panel Independen (TPI) KIPP 2020 yang melakukan penilaian dalam kesempatan tersebut.