- Advertisement -
Beranda blog Halaman 955

Buleleng Miliki TK Negeri Percontohan

BULELENG – Pantaubali.com – Kabupaten Buleleng kini memiliki Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Percontohan yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

TK Negeri Percontohan yang terletak di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu ini diresmikan oleh Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Sujati Suradnyana, Selasa (28/7).

Ditemui usai peresmian, Aries Sujati menjelaskan gedung TK Negeri Percontohan ini merupakan program Kemendikbud RI. Syarat dan kriteria yang diberikan juga berasal dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI. Salah satunya adalah lahan yang digunakan minimal 10 are.Oleh karena itu, dilakukan survey hingga pada khirnya terpilih di lahan Lapangan Desa Busungbiu sebagai tempat dibangunnya TK Negeri Percontohan.

“Sehingga berdirilah TK Negeri Percontohan Kabupaten Buleleng di Desa Busungbiu dan diresmikan pada hari ini,” jelasnya.

Dengan berdirinya TK Negeri Percontohan Kabupaten Buleleng di Desa Busungbiu, diharapkan seluruh anak-anak PAUD yang bertempat tinggal di sekitarnya bisa terlayani. Dan, para siswa lebih senang untuk menempati gedung yang baru diresmikan. PAUD ataupun Taman Kanak-Kanak (TK) yang sebelumnya ada, diupayakan untuk menjadi kelas jauh. “Nanti kita juga akan koordinasikan dengan pihak desa agar bisa menyerahkan aset dari TK-TK yang ada kepada pemerintah kabupaten. Dengan penyerahan tersebut, TK yang menjadi kelas jauh bisa dipelihara oleh PAUD Percontohan ini,” ujar Aries Sujati.
Sementara itu, Kepala TK Negeri Percontohan Desa Busungbiu, Gede Nuarta menyebutkan gedung yang baru selesai dibangun memiliki tiga ruangan.

Ruangan-ruangan ini nantinya bisa disekat sesuai dengan rombongan belajar (rombel) yang ada. Pada tahaun ajaran ini juga menjadi yang pertama TK Negeri Percontohan Desa Busungbiu menerima peserta didik baru. “Kami sudah menerima sebanyak 105 orang peserta didik pada tahun ajaran ini,” sebutnya.

Dirinya menambahkan saat ini sistem pembelajaran masih menggunakan dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Pihak terkait dan orang tua telah membantu berjalannya sistem belajar ini. Bahkan, ada orang tua yang datang  ke sekolah. Di samping itu, guru juga yang mendatangi siswa untuk memberikan tugas. “Istilahnya pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kelas jauh. Kita berikan pembelajaran bisa di rumah siswa,” tutup Gede Nuarta.

TK Negeri Percontohan ini dibangun dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 1.088.000.000,-.

Diskusi Membangun Spirit Toleransi dalam Kebhinekaan Menuju Tabanan Aman dan Produktif,

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, melakukan diskusi bersama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat Prof.DR.KH. Said Aqiel Sirodj, dalam Webinar yang bertemakan “Membangun Spirit Toleransi dalam Kebhinekaan Menuju Tabanan Aman dan Produktif”, yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, Selasa (28/7).

 

Selain Prof.DR.KH. Said Aqiel Sirodj, diskusi ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yakni Penasehat Lembaga Seni Kolaborasi Budaya Indonesia Gus Syauqi Ma’ruf Amin. Dan sebagai moderator diskusi adalah Sekum Lembaga Seni Budaya PBNU, H Uki Marzuki Sholihin.

Diskusi virtual yang menitikberatkan tentang mengedepankan toleransi dalam membangun bangsa dan Negara ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Forkopimda, FKUB, beserta perwakilan umat Muslim Tabanan dan undangan lainnya.

Bupati Eka dalam sambutan pembukannya mengatakan, selaku wakil masyarakat Tabanan, Ia sangat bangga dengan acara virtual ini yang mengedepankan tentang amanah toleranasi. Dimana keberagamaan adalah kekuatan terbesar dalam mempersatukan bangsa dan Negara, begitupun juga memajukan Tabanan.

“Sudah sekian lama kita melakukan hal-hal yang positif dengan seluruh Umat di Tabanan, khususnya disaat pandemic ini. Mudah-mudahan Tabanan selalu bisa melewati dengan bergandengan tangan, gotong-royong, selalu mengedepankan empati dan kasih sayang persaudaraan, sehingga seluruh umat bersama-sama Pemerintah Daerah selalu memikirkan yang terbaik untuk Tabanan,” harapnya.

Lebih lanjut Bupati Eka menegaskan, hal itu harus terus ditingkatkan dan dijaga keutuhannya. Karena menurutnya membuat sangatlah mudah namun merawat sangatlah sulit. Untuk itu, diperlukan peran serta semua tokoh masyarakat khususnya, untuk bisa selalu mensosialisasikan dan menggaungkan hakekat arti persaudaraan.

“Karena utamanya keberagaman ini merupakan modal besar bagi kami di Tabanan untuk bisa mengisi pembangunan ini dengan cita-cita yang luhur, yaitu mensejahterakan masyarakat kami di Tabanan,” ungkapnya.

Bupati Eka juga berharap diskusi virtual ini menjadi tolak ukur Kebhinekaan di Tabanan. “Dan Saya harapkan diskusi virtual ini bisa menjadi tolak ukur bagi kita semua untuk lebih mempererat tali kasih kita, tali persaudaraan kita, demi Tabanan yang kita banggakan dan kita cintai,” pintanya.

Ketua PBNU Prof.DR.KH. Said Aqiel Sirodj mengatakan, setiap orang yang dilahirkan ke Bumi mempunyai satu amanat melekat, sebelum amanat Ilmu Pengetahuan, Harkat, Martabat dan Agama adalah amanat Insanniah atau humanity. “Jadi kita ini menjadi apapun, sebagai apapun, dimanapun, kita harus memperjuangkan, mengupayakan terwujudnya tatanan kehidupan yang harmonis,” ungkapnya.

Kalau ada manusia yang sedang konflik,bersitegang, atau tidak saling menyapa, jelas KH. Said Aqiel Sirodj seutuhnya mereka ingin berbaikan kembali. Karena menurutnya masing-masing masih mempertahankan gengsi dan kekesalannya. “Itu artinya, yang menghalangi keharmonisan kita adalah hawa nafsu angkara murka, hasrat lobha, rakus, tamak yang berlebihan. Hal itulah yang merusak keharmonisan sesama manusia,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia mengajak seluruh umat untuk selalu merenungkan, mensyukuri, bahwa setiap manusia membawa amanat dari Tuhan yang menciptakan kita untuk memperjuangkan, mengupayakan tatanan kehidupan yang harmonis. “Kalau kita betul-betul insan, ya harus mendambakan cita-cita kita membangun kehidupan yang harmonis,” pintanya.

Sementara Narasumber kedua Gus Syauqi Ma’ruf Amin, mengatakan, kebhinekaan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk bisa saling menghargai, saling menjaga, untuk membangun bangsa dan Negara. “Karena prinsipnya, kebudayaan dan Agama itu adalah untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat yang baik. Semestinya ini menjadi semangat kita bersama, bahwa budaya dan Agama itu adalah modal untuk membangun kebersamaan dalam perbedaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, antara Agama dan Budaya harus bisa diimprovisasi dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat dalam Pancasila, dikatakannya telah terkandung nilai-nilai kebersamaan di dalam perbedaan mulai dari sila pertama sampai dengan kelima. “Pancasila ini menjadi amanat dasar untuk kita sebagai bangsa Indonesia untuk saling toleransi dan saling menjaga nilai-nilai pancasila ini untuk menciptakan kondisi dan situasi yang aman, kondusif, saling bergotong-royong untuk membangun bangsa ini lebih maju,” imbuhnya.@humastabanan

Tangapi Keluhan Pedangang, Dewan Tabanan Turun Langsung ke Pasar Darurat Terminal Pesiapan

TABANAN – Pantaubalo.com – Buntut dari belasan pedagang pasar darurat terminal Pesiapan, Tabanan yang mengadu ke Kantor DPRD Kabupaten Tabanan Kemarin (Senin,(27/7) yang merasa merugi dengan adanya pembatasan jam buka pasar.Yang sebagian pedagang sangat berharap, jam buka pasar bisa diefaluasi kembali oleh pemerintah Tabanan.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh anggota Wakil Ketua Komisi II A.A Sagung Ani Ariani dan anggota komisi II DPRD Tabanan lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Dewan perwakilan rakyat Tabanan tidak mau menunda waktu yang langsung merespon cepat, dengan turun langsung ke pasar darurat terminal pesiapan guna melihat kondisinya, Selasa,(28/7) tadi siang.

Dalam kesempatan tersebut salah satu perwakilan pedangan, Wayan Ariawan menyampaikan, sama apa yang menjadi tuntutan kemarin. Bahwasanya, jika bisa jam buka pasar dapat dievaluasi kembali, sehinga tidak menyebabkan kerugian yang yang besar.Karena, sebagian besar barang dagaan disini berupa sayur- mayur.

”Kami merasa rugi jika aturan, buka dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.Tentu kami tetap berharap Pemerintah dan DPRD Tabanan bisa memberikan jalan. Kalau bisa batas jam buka kami berjualan seperti biasa kembali atau seperti dahulu,” jelasnya.

Selain itu Dia menyampaikan, masih ada terkadang pedangan yang mengelar barang dagaan tidak sesuai dari jam buka sesuai apa ditetapkan Pemerintah.Jika bisa, mohon ditindak lanjuti atau ditertibkan juga.

Menangapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisi II Kabupaten Tabanan, I Wayan Lara menyampaikan, dalam hal ini tentu anggota Dewan sangat siap membatu menyuarakan apa menjadi keluhan para pedagang (masyarakat).Serta sangat menginginkan agar segera bisa diselesaikan masalah tersebut.

“Kami berada dipihak pedagang (masyarakat) dan akan meyuarakan apa yang menjadi permasalah yang dihadapi saat ini,”sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika mengatakan, bisa saja pasar dibuka kembali kewaktu awal, asalkan protokol kesehatan benar-benar bisa dilakukan dengan sangat-sangat disiplin dan ketat. Karena, sangat penting dalam melindungi diri sendiri maupun orang lain dari penyebaran virus Covid-19.

“Asal tetap pakai masker, face shield atau pelindung wajah, cuci tangan, jaga jarak baik itu antara orang satu dengan yang lain atau antara tempat berjualan. Tentu tidak ada masalah jika dibuka kembali jam pasar seperti sebelumnya,”tandasnya.

Pemkab Buleleng Dorong Pemenuhan Kebutuhan Pejabat Fungsional PBJ

BULELENG – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng saat ini tengah mendorong pemenuhan kebutuhan Pejabat Fungsional Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Upaya ini dilakukan untuk memenuhi regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 terkait Pengadaan Barang/Jasa.

Dalam Perpres tersebut, ada aturan tentang adanya Pejabat Fungsional PBJ di masing-masing Kementerian, Lembaga atau pemerintah daerah. Pemkab Buleleng pun harus mengikuti aturan ini.

Dalam regulasi juga disebutkan batas waktu yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan Pejabat Fungsional PBJ tersebut adalah sampai dengan 31 Desember 2020. Setelah tanggal tersebut, pejabat yang melakukan pengadaan harus menjadi Pejabat Fungsional PBJ. Saat ini di Buleleng, pejabat yang melakukan pengadaan masih diemban oleh pejabat administrator.

“Oleh karena itu, kita mendorong teman-teman pejabat pengadaan di semua SKPD itu adalah pejabat fungsional. Dengan mengalihkan dari tenaga administrasi menjadi tenaga fungsional pengadaan,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat ditemui usai membuka dan memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Pejabat Fungsional PBJ di lingkup Pemkab Buleleng, Selasa (28/7).

Gede Suyasa mengungkapkan jika setelah 31 Desember 2020 pejabat pengadaan bukan dari fungsional, maka kontrak pengadaan barang/jasa yang dihasilkan tidak diakui. Hal tersebut dikarenakan kontrak yang dihasilkan tidak memenuhi legal standing pejabat pengadaan yang melakukan perikatan dalam sebuah kontrak pengadaan. “Ini sedang kita upayakan dalam lima bulan kedepan. Kebutuhan ideal kita 70 orang. Dua puluh orang berada di Bagian PBJ dan 50 orang lagi di SKPD masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian PBJ, Sekretariat Daerah Buleleng,  I Made Suwitra Yadnya, ST mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk mengundang para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi syarat  untuk menjadi pejabat fungsional PBJ. Syaratnya adalah sudah memiliki pengalaman pengadaan dan yang terpenting adalah memiliki sertifikat PBJ. “Yang memiliki sertifikat juga masih sangat sedikit di Buleleng. Oleh karena itu, kami memacu semua PNS untuk mendaftarkan diri sebagai pejabat fungsional PBJ,” ujarnya.

Dirinya menambahkan dari kebutuhan 70 orang, 20 orang di Bagian PBJ dan 50 orang di SKPD, baru ada 34 orang yang memenuhi syarat. Dari hasil evaluasi kembali, hanya 28 orang yang memenuhi syarat dari sisi jenjang pendidikan. Ini dilakukan karena syaratnya minimal S1 dan sudah golongan III. Sementara di Buleleng masih banyak pejabat pengadaan yang belum S1 dan masih golongan II. “Selama ini masih dimungkinkan sebelum terbitnya Perpres Nomor 16 tahun 2018,” tutup Suwitra Yadnya

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Bali mencatat, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Naik

DENPASAR – Pantaubali.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Selasa (28/7), Jumlah kumulatif pasien positif 3.249 (bertambah 30 transmisi lokal).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Hari ini total pasien yang sembuh sebanyak 2.627 (bertambah 57 transmisi lokal).
PERSENTASE PASIEN SEMBUH MENCAPAI 80,86%.

Kembali hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat NIHIL kasus meninggal, sehingga data mencatat 48 pasien Covid-19 yang meninggal atau 1,48%.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering) sebanyak 574 (terdiri dari 570 WNI dan 4 WNA).

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sebanyak 2.859 (terdiri dari 2.847 WNI dan 12 WNA). Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.

Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian.

Bupati Eka Apresiasi Webinar “Peran Media dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”

TABANAN – Pantaubali.com –  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, membuka Webinar “Peran Media Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Indonesia Tangguh Berdasarkan Pancasila” yang diselenggarakan oleh PT. Suara Dewata Media di Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan, Senin, (27/07/2020). 

Penyelenggaran Webinar ini dilaksanakan untuk mendorong media dalam pembuatan narasi-narasi berita agar menumbuhkan optimisme masyarakat saat menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini masyarakat dapat menghasilkan produktivitas untuk menuju Indonesia yang tangguh berdasakan Pancasila.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat memberikan sambutan dalam pembukaan webinar mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh media online Suara Dewata di tengah Covid-19.

Namun dengan adaptasi kebiasaan baru masyarakat harus tetap bisa berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi. Seperti mengayuh sepeda, jika dulunya mengayuh dengan cepat, sekarang mengayuh lambat asal tetap berjalan dan tidak jatuh. Untuk itu, ia menyarankan kepada masyarakat saat menghadapi Covid-19 untuk memproduksi jamu-jamuan herbal yang diwariskan oleh leluhur agar bisa menjaga kondisi tubuh.

“Dan juga, ditengah Covid-19, media diharapkan memberitakan hal yang dapat membangun optimisme di masyarakat dan bertahan hidup ditengah Covid-19. Sehingga menjadi motivasi masyarakat ditengah Covid-19,” ucap Eka Wiryastuti yang sekaligus membuka Webinar tersebut melalui aplikasi virtual zoom, Senin, (27/07/2020).

Setelah webinar dibuka resmi oleh Bupati Tabanan, moderator acara Panca Wardani Lodra menampuk Direktur Bali Ekspress, I Putu Suyatra, Ketua AJI Denpasar, Nandang Astika, Dosen FISP UNUD, DR Ni Made Ras Amanda Gelgel,S.Sos.,M.Si dan Direktur Bali Business Network, I Made Abdi Negara sebagai narasumber.

Direktur Bali Ekspress, I Putu Suyatra sebagai pembicara pertama mengatakan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru peran media agar membuat berita yang berimbang. Dari data yang yang diperoleh pihaknya, dampak dari Covid-19 ini mengakibatkan adanya sekitar puluhan ribu pekerja dirumahkan bahkan di PHK. Tidak hanya itu, jumlah penduduk miskin juga bertambah bila dibandingkan dengan tahun yang lalu.

“Ini tanggung jawab kami selaku media untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat di tengah Covid-19, karena sulit mencari orang yang bertahan hidup di tengah Covid-19, sehingga peran media dapat memberikan optimisme kepada masyarakat,” kata Putu Suyatra.

Dalam pembuatan berita, pihaknya di Bali Ekspress selalu ada narasumber yang jelas dan sudah terkonfirmasi. Sehingga berita yang dimuat dan diedarkan ke masyarakat merupakan informasi yang benar dan kredibel.

“Apa yang kami sampaikan dalam pembuatan berita itu benar, bukan dibuat-buat atau hoax, karena kami langsung mencari narasumber dan data yang resmi dalam obyek pemberitaan,” pungkasnya.

Ketua AJI Denpasar, Nandang Astika sebagai pembicara kedua mengatakan bahwa tema dalam Webinar yang diselenggarakan sangat nasional. Pada kesempatan tersebut, Nandang menjelaskan bahwa AJI Denpasar merupakan organisasi terindividu dari jurnalis itu sendiri.

Nandang menerangkan, bahwa saat ini kita akui bersama, baik dan buruknya media saat ini masih dibutuhkan oleh khalayak umum di kalangan masyarakat. Lantaran masyarakat ingin mendapatkan informasi dan banyak juga masyarakat tidak bisa mengakses informasi. Dari media itu sendiri yang memfasilitasi untuk menyambung informasi ke masyarakat.

Untuk Media mainstream sebagai fungsi pers, ada banyak fungsinya yakni memberikan informasi, edukasi, hiburan dan sosial kepada masyarakat melalui media. Namun belakangan ini, masyarakat justru mengatakan berita yang dimuat oleh media mainstream dikatakan berita hoax.

“Hal ini terjadi karena tidak sependapatnya masyarakat dengan berita itu sehingga dikatakan berita hoax dan berita bohong. Kami menegaskan, prosesnya bukan asal comot dan asal contek, yang pasti sudah sesuai wawancara dan tidak membuat berita yang tidak ada pernyataan resmi dari narasumber,” terangnya.

“Media tidak hanya menulis yang baik di Pemerintah saja, karena media punya kontrol sosial dan boleh memberitakan yang tidak baik di Pemerintah,” imbuhnya.

Dewan Tabanan Serap Aspirasi Belasan Perwakilan Pedang di Pasar Darurat Pesiapan

TABANAN – Pantaubali.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan,Senin,(27/7) serap aspirasi belasan perwakilan pedagang dari pasar darurat terminal Pesiapan Kabupaten Tabanan.Dalam penyaian aspirasi tersebut diterima langsung oleh, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tabanan A.A Sagung Ani Ariani, Wakil Komisi I Dewi Trisnayanti dan anggota Komisi II I Made Suardika.

Belasan pedagang yang sebagian besar pedangang sayur mendatangi kantor DPRD Kabupaten Tabanan dengan tujuan agar jam buka pasar bisa di efaluasi kembali. Agar barang dagaan berupa sayur mayur jika mengikuti aturan jam buka saat ini membuat sebagian besar menjadi layu.Tentu malah akan membuat tidak laku dan merugi.

”Kami merasa di rugikan dengan adanya aturan, buka dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita,” jelas salah satu perwakilan pedagang sayur bermobil I Putu Darmayasa dalam kesempatan tersebut.

Yang menjual sayur di pasar ada sekitar puluhan mobil, dari jumlah tersebut semuanya merugi jika jam 09.00 Wita baru buka,

”Kita rugi banyak, kami harap Pemerintah dan DPRD Tabanan bisa memberikan jalan. Kalau bisa batas kami menjual seperti biasa sampai pukul 07.00 Wita,” ucapnya.

Setidaknya Dia sangat berharap nantinya bisa dicarikan jalan keluar. Dengan tetap berjualan di Terminal Persiapan, akan tetapi waktu bukanya bisa subuh.

Menerima masukan tersebut, Wakil Ketua Komisi II A.A Sagung Ani Ariani mengatakan, kedatangan puluhan pedagang di kantor DPRD menyampaikan sebelum mewabahnya Covid-19 mereka berjualan malam di pasar Dauh Pala dan selanjutnya saat wabah Covid-19 pedagang dipindahkan ke Lapangan Alit Saputra Dangin Carik dan selanjutnya dipindahkan berjualan ke Terminal Pesiapan.

Intinya hanya masalah jam buka, karena mereka merupakan pedagang sayur dari wilayah Baturiti berjualan dari jam 9.00 Wita sampai jam 14.00 Wita tidak ada pembeli sehingga sayurnya menjadi layu jadi pedagang mengalami kerugian.

”Apa yang menjadi aspirasinya tetap mau jualan tapi minta waktunya buka subuh,”cetusnya.

Terkait dengan hal tersebut Dirinya menambahkan, tentu tetap akan berkoordinasi semua pihak untuk disikapi dicarikan jalan keluar dengan pertemuan antara dinas terkait, dengan pedagang  yang menggunakan kendaraan roda empat.

Ibu Rumah Tangga Asal Kerambitan Sempat Didiagnosa Positif Covid-19,Telah Menjalani Isolasi Mandiri di Rumah

Dok Foto Kadiskes Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait salah seorang ibu rumah tangga asal Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan,Kabupaten Tabanan yang sempat dinyatakan Positif Covid-19,Jumat (24/7) minggu lalu saat akan melakukan operasi kista.Karena, mengalami kondisi tanpa gejala,akhirnya yang bersangkutan sempat diisolasi mandiri disalah satu hotel karantina di Provinsi Bali.

Selanjutnya, dari hasil tes swab yang telah dilakukan menurut,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika, saat dikonfirmasi via WA pagi tadi (Senin,(27/7) di Tabanan menyampaikan, hasil tes menunjukan pasien tersebut negatif Covid-19.

“Kemarin (Minggu,(26/7) hasil swab telah keluar dan hasilnya negatif,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, maka pasien saat ini telah melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Saat ini telah melakukan isolasi mandiri selama 7 hari, jadi sesuai protokol revisi V,” tutupnya.

Dewan, Menilai Pembelajaran Daring Belum Efektif di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – DPRD Kabupaten Tabanan menilai pelaksanaan pembelajaran daring belum efektif dan masih perlu dievaluasi kembali.Karena, dalam penerapanya masih ada keluhan dari masyarakat (orang tua murid), mulai terkendala sinyal jaringan yang kurang bagus dibeberapa daerah sampai ada beberapa anak didik belum memiliki HP Android.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, I Gusti Komang Wastana, Senin,(27/7) disela pelaksanaan Rapat kerja anggota Komisi IV dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan membahas proses pembelajaran melalui media daring atau Online menyampaikan, perlu dievaluasi kembali dalam upaya peningkatan belajar daring ditengah kondisi pandemi Covid-19

“Dari evaluasi yang telah kami lakukan, ada beberapa kelemahan dari belajar daring tersebut.Mulai dari masalah jaringan, kendala ekonomi yang akhirnya menyebabkan beberapa anak didik tidak memiliki HP android sampai masih ada juga yang belum paham teknologi,” jelasnya.

Mungkin salah satu langkah dapat dilakukan misalnya,melakukan pendataan ada berapa jumlah anak didik belum memiliki HP android dan berapa persen sudah.

“Bisa dilakukan pendataan langsung ke para anak didik terkait kepemilikan HP android contohnya,” ujarnya.

Maka dari itu, perlu di evaluasi kembali sistem belajar melalui media daring di Tabanan agar benar-benar bisa lebih inovatif.

“Kita dorong, support serta memberi apresiasi mereka (Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan) agar semakin semangat salah satunya dengan mengumpulkan kepala sekolah agar bergotong royong dalam upaya mempersiapkan sistem pendidikan di New Normal saat ini,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Tabanan dalam hal ini, tentu selalu mengawasi sistem pendidikan di Kabupaten Tabanan agar bisa berjalan dengan lebih baik lagi.

“Bagaimanapun juga, pendidikan merupakan pondasinya negara guna menciptakan anak-anak yang cerdas,” katanya

Sembari Dirinya sedikit menambahkan, para Guru dituntut juga agar lebih melek teknologi di era saat ini.

Menangapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra dalam kesempatan yang sama menyampaikan, terimakasih atas segala masukan telah diberikan. Dan kedepan akan melakukan koordinasi kembali, guna membahas apa yang selama ini masih menjadi kendala dihadapi para anak didik maupun orang tua anak didik di Kabupaten Tabanan.

Artana, Meregang Nyawa Tertimbun Longsoran Sederan di Baturiti

TABANAN – Pantaubali.com – Seorang pria (48) warga Banjar Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan meregang nyawa setelah tertimbun material senderan.Kejadian menimpa korban yang bernama I Made Artana terjadi,Senin (27/7) tadi siang.

Menangapi kejadian tersebut, Kapolsek Baturiti, AKP. Fahmi Hamdani menyampaikan kronologis kejadian, Senin,(27/7) yang menyebutkan, kejadian terjadi sekitar jam 10.00 wita berlokasi di tanah milik warga telah terjadi peristiwa orang meninggal akibat tertimbun tanah saat melakukan pengerukan guna perataan tanah dalam rangka pembuatan senderan dan pembuatan tembok pekarangan rumah dengan menggunakan alat berat jenis bego.

Saat dilakukan pengerukan korban berada di samping senderan yang mengalami longsor lanjut menimpa korban.Yang pada saat itu berada dibawahnya,akibat korban tertimbun material tanah dan batu dari longsoran tersebut.

Melihat kejadian tersebut lanjut pencarian korban dilakukan oleh masyarakat sekitar, dengan manual namun tidak berhasil.Sehingga, diputuskan pencarian mempergunakan bego yang ada.

Selanjutnya,setelah dilakukan evakuasi korban dibawa ke Puskesmas Baturiti 1 mempergunakan ambulance puskesmas 1.Dengan hasil, bahwasanya, korban diperkirakan telah meninggal dunia di TKP.

“Kondisi korban mengalami luka pada bagian dagu sepanjang 12 cm, kemudian dilakukan penjaritan oleh tim medis.Dipimpin oleh dr. Sabda kemudian jenazah dibawa ke rumah duka mempergunakan ambulance Puskesmas Baturiti 1,”pungkasnya.