- Advertisement -
Beranda blog Halaman 954

Digulung Ombak, Minardi Meregang Nyawa di Pulau Menjangan

SINGARAJA – Pantaubali.com — Nasib nahas menimpa seorang nelayan Minardi (50). Pria beralamat di Lingkungan Arum Timur, Gang 5, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tewas dihantam ombak besar ketika hendak sandar di dermaga Pulau Menjangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Selasa (28/7).

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Iptu Gede Sumarjaya mengungkapkan, kecelakaan laut menimpa Minardi bermula saat korban membawa rombongan pemedek melakukan persembahyangan di Pura Giri Menjangan.

Korban sebut Kasubbag Sumarjaya, berangkat dari Waterbi Gilimanuk sekitar pukul 16.00 WITA mengangkut 18 orang pemedek dengan menggunakan 2 jukung (perahu).

“Sekitar pukul 17.00 WITA, rombongan pemedek sampai di dermaga. Pemedek turun dari jukung menuju lokasi persembahyangan. Korban Minardi berniat memperbaiki posisi sampan, namun tanpa diketahui ombak besar menggulung jukung di dermaga hingga korban ikut terpelanting bersama jukungnya,” ungkap Kasubbag Sumarjaya melalui telepon seluler, Rabu (29/7) malam.

Sempat mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban Minardi tak dapat diselamatkan.

“Korban tidak sadarkan diri sebelum diketahui meninggal. Diduga korban mengalami benturan keras dengan body jukung,” terangnya.

Jasad korban berhasil dievakuasi, selanjutnya dibawa langsung oleh keluarganya menuju Puskesmas Gilimanuk.

Ny Putri Koster Minta Pengusaha Berperan Aktif Majukan UMKM Bali

DENPASAR – Pantaubalo.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster terus mengupayakan berbagai cara agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyesuaikan diri dalam menjalani tatanan kehidupan era baru di tengah pandemi Covid-19.

Selain telah mendorong penggunaan platform digital, ia juga menggugah kepedulian para pengusaha yang selama ini bergiat dan memperoleh keuntungan di Bali, dapat ikut berperan aktif dalam memajukan UMKM dengan memberi ruang promosi yang lebih luas.

Ny Putri Koster menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada dialog siaran tunda Bali TV yang mengusung tema ‘Peluang Produk Kerajinan Pasca Pandemi Covid-19’ di Denpasar, Rabu (29/7/2020).

Pendamping orang nomor satu di Bali itu menyatakan, hampir seluruh sektor usaha, baik yang berskala besar, menengah maupun kecil, kini tengah menghadapi kesulitan yang sama karena dampak pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan akan berakhir. Hampir seluruh sektor usaha dipastikan mengalami kendala pemasaran hingga tingkat penjualan yang turun drastis.

“Pandemi ini juga telah mengajak kita untuk jeda sejenak. Tapi ingat, tak boleh berlama-lama. Sekarang saatnya kita bangkit, mulai melihat dan berpikir apa yang harus kita lakukan,” ujarnya, menekankan.

Di tengah situasi prihatin ini, perempuan yang juga dikenal sebagai penyair kawakan itu mengetuk kepedulian para investor yang selama ini telah banyak menikmati keuntungan usaha di Bali untuk menunjukkan kepeduliannya dengan merangkul perajin lokal.

Sebagai Ketua Dekranasda Bali, salah satu upaya yang tengah diusahakannya adalah menjajaki kerja sama dengan pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dari pengalamannya singgah di beberapa daerah, ia melihat sejumlah bandara telah menyediakan etalase untuk memajang produk perajin lokal daerah setempat.

“Jangan hanya berpikir untung rugi, tapi bagaimana semua komponen mampu menunjukkan kepedulian terhadap kearifan lokal. Akan sangat membahagiakan kalau produk kerajinan kita bisa dipamerkan, sekalipun hanya di tembok. Kita bangga, produk kita hadir di situ sebagai ajang promosi,” ucapnya.

Ny Putri Koster menyebutkan, yang sesungguhnya dibutuhkan oleh pelaku UMKM bukan semata-mata uang, tapi ruang. Karena dengan ruang itulah pelaku UMKM akan meraih peluang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ia tak ingin masyarakat dan perajin lokal Bali hanya jadi penonton di daerah sendiri, karena menurutnya itu sangat tidak adil. Bahkan, seniman multitalenta itu menyampaikan harapan, suatu saat Bali memiliki sebuah gedung pameran besar dan megah seperti Jakarta Convention Centre (JCC).

“Kita bisa memiliki Bali Convention Centre. Jangan bangga pameran di luar, karena bisa jadi kita hanya menjadi objek. Saya ingin Bali jadi etalase dan jadi tuan di daerah sendiri,” katanya, menandaskan.

Terkait dengan adaptasi kebiasaan baru, Ny Putri Koster kembali mengingatkan agar pelaku UMKM cepat menyesuaikan diri dan memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk mereka. “Mari belajar dan masuk market place. Jangan takut, jika telah terbiasa, ini justru lebih menguntungkan karena produk yang dipromosikan bisa dilihat publik di seluruh dunia. Ini beda dengan pameran konvensional yang hanya dilihat oleh para pengunjung yang datang ke ruang pameran saja,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga minta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Daerah Bali dapat menjadi orang tua asuh bagi pelaku UMKM. Lembaga ini diharapkan dapat memberi ruang, mengasuh dan menumbuhkembangkan UMKM di Pulau Dewata.

Seiring dengan itu, Ny Putri Koster kembali mengajak masyarakat Bali untuk menggunakan produk daerah sendiri. “Kita punya motto, cintai produk dalam negeri, gunakan produk daerah sendiri,” ujarnya. Melalui motto itu, ia ingin mengajak masyarakat Bali bangga menggunakan produk hasil kerajinan lokal. Kalau produk kerajinan Bali dicintai dan digunakan oleh orang Bali, ia yakin UMKM Bali akan tetap bisa bertahan.

Sementara itu, Ketua Kadin Bali Made Ariandi menyampaikan dukungan penuh atas berbagai program pemerintah dan Dekranasda dalam upaya memajukan UMKM. Senada dengan Ny Putri Koster, Ariandi juga mendorong peran aktif kalangan pengusaha dalam memasarkan produk kerajinan Bali.

“Investor yang berusaha di Bali harus memberi ruang promosi bagi hasil UMKM lokal yang menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya,” ucapnya. Sejauh ini, pihaknya telah berkomunikasi dengan gerai oleh-oleh yang kebetulan dikelola oleh putra daerah yaitu Krisna Oleh-Oleh. Kadin mengharapkan gerai oleh-oleh ini memberi ruang promosi yang lebih luas bagi produk lokal. “Kami tawarkan opsi agar mereka mengutamakan produk lokal Bali,” ujarnya.

Masih terkait dengan produk kerajinan lokal, Ariandi juga menyinggung upaya pelestarian kain tenun tradisional khususnya endek. Ia mengapresiasi keluarnya Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali yang bertujuan untuk melestarikan kain tenun tradisional.

Agar implementasinya lebih optimal, ia berharap tak ada pola penyeragaman pakaian kerja ASN, khsusnya endek. “Kalau seragam, saya khawatir bahan bakunya datang dari luar. Karena seperti kita tahu, kalau hasil tenunan lokal, pasti produksinya terbatas untuk masing-masing motif,” katanya.

Menanggapi harapan Ny Putri Koster agar hasil kerajinan lokal Bali bisa dipajang di areal bandara, Ariandi menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, ia sempat berkomunikasi dengan pihak Pelindo agar pelaku UMKM diberi ruang pameran di areal pelabuhan.
[29/7 17.08] +62 812-3638-834: Pointer Wakil Gubernur Bali sebagai narasumber pada Webinar Planet Tourism Indonesia 2020

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjadi narasumber pada Webinar Planet Tourism Indonesia 2020 dengan tema Persiapan/Soft Opening Launch Pembukaam Pariwisata dan Deklarasi Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Provinsi Bali di Ruang Rapat Wakil Gubernur Bali, Rabu (29/7).

Dalam arahannya, Wagub Bali menyampaikan bahwasannya pandemi Covid 19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Bali telah berimbas tidak saja kepada para pelaku industri pariwisata namun juga berimbas pada semua elemen kehidupan masyarakat Bali. Pertumbuhan perekonomian Bali mengalami keterpurukan.

Namun di balik semua permasalahan serta keterpurukan yang diakibatkan pandemi Covid 19, ada hikmah yang dapat kita petik dimana salah satunya tumbuhnya kesadaran kolektif ‘jengah’ dimana bersama sama bertekad untuk bangkit kembali . Semua lapisan masyarakat bahu membahu, bekerja sama untuk bisa bangkit.

Pemerintah terus berupaya mencari metode ataupun obat yang bisa mempercepat proses penyembuhan ataupun mencegah penularan virus. Disisi lain, para pelaku industri pariwisata terus melakukan persiapan persiapan tatanan pariwisata yang sesuai dengan protocol kesehatan Covid 19 yang salah satunya dengan melakukan sertifikasi usaha ataupun destinasi wisata.

Jika dilihat dari perkembangan kasus Covid 19 di Provinsi Bali saat ini Bali dapat dikatakan sudah masuk dalam tahap recovery. Hal ini terlihat dari perkembangan kasus Covid 19 dalam sepuluh hari belakangan lebih banyak pasien yang dinyatakan sembuh per harinya daripada yang terkonfirmasi positif. Bahkan terkadang jumlah pasien yang sembuh dua kali lipat dari pasien yang sakit.

Terkait rencana dibukanya Bali bagi wisatawan domestik per 31 Juli mendatang, Wagub Cok Ace menyampaikan dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk didalamnya pemerintah pusat Bali sudah siap untuk menyambut wisawatan domestik.Tidak saja hotel ataupun destinasi wisata yang sudah tersertifikasi sesuai protocol kesehatan Covid 19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020 tentang persyaratan wisatawan nusantara berkunjung ke Bali.Dalam surat edaran tersebut dijelaskan persyaratan bagi Wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Bali diantaranya Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), minimum hasil non-reaktif rapid test serta kewajiban bagi wisatawan untuk mengisi Aplikasi LOVEBALI dan pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap Wisatawan sudah mengisi Aplikasi LOVEBALI.

Penerapan surat edaran ini menekankan kepariwisataan Bali mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas yang lebih memberi pelindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dalam masa pandemi COVID-19.

Webinar pada pagi hari ini juga menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya Founder and Chairman MarkPlus Tourism Hermawan Kartajaya, Presiden PHRI Hariyadi Sukamdani serta PLT. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Frans Teguh.

Update Penanggulangan Covid-19 Pemprov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Rabu (29/7), Jumlah kumulatif pasien positif 3.310 (bertambah 61 orang transmisi lokal).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Hari ini total pasien yang sembuh sebanyak 2.711 (bertambah 84 orang terdiri dari 82 transmisi lokal dan 2 PPDN).
PERSENTASE PASIEN SEMBUH MENCAPAI 81,90%.

Kembali hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat NIHIL kasus meninggal, sehingga data mencatat 48 pasien Covid-19 yang meninggal atau 1,45%.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering) sebanyak 551 (terdiri dari 548 WNI dan 3 WNA).

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sebanyak 2920 (terdiri dari 2908 WNI dan 12 WNA).
Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.
Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian.

Tahun Ini,Bus Sarbagita Akan Mengaspal di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Guna menganti transportasi pribadi yang masih marak digunakan masyarakat. Maka, di 2020 (tahun ini) Kabupaten Tabanan berencana akan mengoprasikan transportasi publik berupa Bus Sarbagita. Mengambil rute mulai dari terminal Pesiapan menuju jalan Bay Pass, Badung, Ubung, Pasar Central serta lanjut dari Ubung ke Batubulan, Ubud dan ke Gianyar.

“Tahun ini tahap percobaanya akan direncanakan bulan Agustus, dengan pola pemberian pelayanan gratis. Tentu diharapkan bisa mengatikan transportasi pribadi yang selama ini dipakai oleh masyarakat,” jelas, Kadis Perhubungan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, Kemarin,(Rabu,(29/7) di terminal Pesiapan, Tabanan.

Rencana nanti jumlah titik tungu berjumlah 14 titik pulang pergi dengan pengaturan waktu kedatangan diatur sedemikan rupa.

“Per 10 menit, nyambung kedatangan angkutan trans sarbagita lainnya khususnya dibeberapa titik yang telah ditentukan,” ujarnya.

Pemesanan nantinya memakai digital, yaitu bisa memesan di titik tunggu yang telah ditetapkan serta cukup masyarakat memesan melalui aplikasi HP saja.Sembari Dirinya menambahkan, walaupun saat ini ada akntifitas tambahan disekitar areal di terminal Pesiapan, akan tetapi hal tersebut tidak mengangu proses pelaksanaan transportasi sesuai fungsi dari terminal itu sendiri.

Meminimalisir Masalah, Pokja Aset Pansus VI Cek Aset Pemda Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Meminimalisir masalah sengketa atas kepemilikan aset serta perlu melakukan pengkajian ulang kerjasama dengan masyarakat guna mengevaluasi pengelolaan aset Pemda Tabanan saat ini.Maka, anggota Pokja Aset Pansus VI dengan OPD terkait, Rabu,(29/7) turun langsung melakukan monitoring aset.Seperti meninjau eks dan pasar agro (aset pemda) di Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Aset dengan luas 1,7Ha tersebut selama ini digarap oleh, I Wayan Suadnya dan Nengah Pidada di Pupuan.Adapun lahan aset Pemda dikerjasamakan oleh masyarakat dengan Perda retribusi.

Melihat aset tersebut, tentu harapan Pokja, agar aset milik Pemda bisa dikaji ulang khususnya kerjasama dengan masyarakat.

“Harus ada evaluasi ulang terhadap aset pemda terkait perda retribusi kerjasama aset pemda dengan masyarakat,” jelas Ketua Pokja Aset Pansus VI, I Gusti Nyoman Omardani disela kesempatan tersebut.

Dinas pertanian, Bakeuda dan penggarap harus mengadakan pertemuan ulang membahas pengelolaan aset pemda tersebut.

“Kedepannya agar lebih efektif, dan efisien serta berkontribusi terhadap PAD,” ujarnya.

Selanjutnya untuk aset 16 are dan 17 are penggarap ketut Suidiartika, dikembangkan menjadi wisata agrobisnis dan sistem pengelolaan yang lebih baik,Aset TTP (taman teknologi pertanian) luas 6 Ha dengan pemanfaatan bekerjasama dengan propinsi. Dengan sarana dan prasarana hibah dari propinsi dengan pencatatan aset di dinas pertanian kabupaten Tabanan.

Kemudian aset pemda di pasar pupuan kurang lebih 52 Are yang dikelola oleh Pemda dibawah Disperindag, namun belum disertifikatkan oleh Pemda serta Aset pemda yang berada di depan kantor Telkomsel Pupuan yakni pemanfaatan lapangan basket oleh masyarakat terdahulu aset ini adalah mess untuk sekolah sehingga perlu didata kembali.

“Tentu Pokja aset mohon agar segera disertifikatkan aset Pemda, dalam hal ini Bakeuda. Sehingga ke depan tidak akan terjadi sengketa atas kepemilikan.Dan agar ada kekuatan hukum dan dasar hukum kepemilikannya,” paparnya.

Pokja aset dalam hal ini merekomendasikan agar seluruh aset daerah yang belum terinventarisir agar segera disertifikatkan, guna penyelamatan dan pengembangan potensi aset yang akan gunakan.Sembari Dirinya menambahkan, Pokja aset menghimbau kepada Bakeuda bahwa untuk pengembangan dan pengelolaan aset pemda agar dimaksimalkan dan diberdayakan.Sehingga, potensi-potensi aset bisa berkontribusi terhadap PAD Tabanan.

Terobosan dan Langkah Strategis Penting Untuk Bangkitkan Kebanggaan Generasi Muda Pada Pramuka

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengajak gerakan pramuka untuk melakukan lebih banyak terobosan agar tetap eksis dan berkembang di tengah kemajuan zaman.

” Tantangan gerakan pramuka kedepannya adalah makin menurunnya minat anak muda untuk turut gerakan pramuka.Untuk itu kita harus mencari terobosan, metodologi dan strategi yang tepat untuk kembali membuat generasi muda meminati gerakan pramuka,” Kata Wagub dalam pembukaan Rakerda Gerakan Pramuka Bali 2020 di Gedung Kwartir Pramuka Daerah Bali, Denpasar pada Rabu (29/7) sore.

Dirinya menyatakan, gerakan pramuka pada tahun-tahun sebelumnya merupakan sebuah kebanggaan bagi anak anak muda. ” Dulu sangat bangga sekali rasanya memakai dasi merah putih, namun sekarang tampaknya mulai memudar. Kebanggaan ini yang harus kita bangkitkan lagi,” Tandas Ketua Harian Mabida Pramuka Bali ini. ” Padahal dalam hakekatnya arti pramuka itu sendiri sebagai anak muda yang dinamis sangat pas dengan kondisi sekarang ini,” Imbuhnya.

Wagub menebarkan optimismenya bahwa kedepannya gerakan pramuka lebih mampu eksis di tengah generasi terkini. ” Potensi pramuka sangat besar, apalagi ada landasan undang undang hingga dukungan anggaran dari pemerintah. Tidak ada pula orang tua yang melarang anaknya ikut pramuka, karena sangat mulia sekali, ” Tukasnya.

Wagub melanjutkan rapat kerja daerah merupakan sebuah langkah strategis untuk konsolidasi dan koordinasi,sekaligus wadah untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. ” Saya juga berharap gerakan pramuka di Bali selalu bersinergi mendukung jalannya visi pembangunan Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” Harap pria yang akrab disapa Cok Ace ini

Negara menurut Cok Ace, telah memberikan landasan kepada kegiatan pramuka di Indonesia melalui UU no 12 tahun 2010. ” Sebagai suatu gerakan yang mampu membangun mental, spiritual hingga emosional menjadi manusia yang berwatak dan berbudi luhur serta berjiwa pancasila,” Paparnya.

Sementara itu,Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso dalam sambutan tertulisnya juga mengajak segenap keluarga besar pramuka untuk mengevaluasi diri, menghadapi dinamika yang terjadi di era sekarang. ” Mari kita merenung dan mengkaji langkah dan program kita ke depan, dan tanamkan bahwa sesungguhnya pramuka adalah wadah terbaik bagi kaum muda, membentuk kaum muda yang berbudi luhur, ” Ajak purnawirawan Jenderal Polri ini.

Sosok bersapaan Buwas ini juga engajak segenap keluarga besar pramuka khususnya di Bali untuk turut serta mendukung himbauan pemerintah dalam menangani merebaknya covid-19. “Jangan remehkan protokol kesehatan. Pakai Masker, cuci tangan dan tetap jaga jarak,” Himbaunya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Bali I Made Rentin menyebut Rakerda Pramuka Bali tersebut merupakan langkah pengendalian operasional program kerja 2020 dan sekaligus menyusun rencana kegiatan di tahun 2021 ” Juga sebagai media penyambung informasi antar kwarda di Bali serta wadah pengembangan dan pemajuan gerakan pramuka di Bali, dengan tema pramuka Bali dalam tatanan kehidupan baru dengan motto ‘Satyaku ku-dharmakan, dharmaku ku baktikan’, ” Kata pria yang juga kepala BPBD Bali ini.

Rentin juga menyebut, Kondisi saat ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi covid-19. ” Untuk itu sesuai tatanan kehidupan Bali era baru yang dicanangkan bapak Gubernur, kita harus produktif namun tetap aman sesuai protokol kesehatan,” Tutupnya.

BPKPD Buleleng Sederhanakan SOP Proses Pelayanan PBB dan BPHTB

SINGARAJA – Pantaubali.com – Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng mulai menyederhanakan proses Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mempercepat proses pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPKPD Buleleng, Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

Sugiartha Widiada menjelaskan saat ini SOP untuk pelayanan PBB dan BPHTB disederhanakan untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. SOP baru ini merupakan hasil dari evaluasi terhadap pelayanan-pelayanan yang telah dilakukan dan kondisi terkini di BPKPD seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan perangkat atau aplikasi.

Termasuk masukan-masukan dari berbagai pihak. “Kita mulai jalankan dari tanggal 15 Juli 2020. Jadi ada peningkatan pelayanan dalam sisi percepatan pengurusan PBB dan BPHTB,” jelasnya.

Pelayanan yang dulunya dilakukan selesai dalam waktu 22 hari, saat ini bisa selesai dalam waktu tujuh hari saja dan maksimal 20 hari. Lamanya penyelesaian tergantung dari jenis pelayanan yang dikerjakan. Dalam hal PBB dan BPHTB, ada 10 jenis pelayanan. Diantaranya adalah mutasi penuh yang bisa selesai dalam tujuh hari.

Jika jumlah berkasnya dua sampai sepuluh atau dipecah, ini memerlukan waktu 12 hari. Sedangkan, jika di atas sepuluh berkas, memerlukan waktu 20 hari.

“Itu batas maksimal yang kita berikan. Jika lewat dari SOP yang sudah ditentukan, kita akan berikan insentif berupa percepatan penyelesaian pada hari itu juga,” ujar Sugiartha Widiada.

Sugiartha Widiada menambahkan untuk dokumen BPHTB yang sudah diproses sebanyak 3.997 berkas.

Sedangkan yang sudah terbayarkan sebanyak 3.817 berkas. Pendapatan daerah yang diterima dari BPHTB sampai dengan bulan Juli 2020 adalah Rp16.928.617.676,50,-. Realisasi pada triwulan III tersebut mencapai 103,11 persen. “Realisasinya sudah mencapai 103 persen lebih sampai Bulan Juli 2020,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menginstruksikan kepada BPKPD Buleleng untuk menyederhanakan SOP.Ini dilakukan untuk mempercepat proses pelayanan kepada pemohon atau masyarakat. Jika dalam regulasi ada mutasi penuh mengenai kepemilikan tanah, sistemnya bisa dirubah agar prosesnya lebih cepat. Sehingga, penyelesaian bisa dilakukan segera dan tidak membebani masyarakat.

“Pelayanan dilakukan secara cepat sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama,” pintanya.

Langkah evaluasi harus dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal. Percepatan yang dilakukan semata-mata untuk membantu masyarakat Buleleng yang akan mengurus PBB dan juga BPHTB. “Boleh mendapat dana dari PBB tapi tidak terlalu menekan masyarakat,” tutupnya.

Gubernur Koster Minta ISI Denpasar Bangkitkan Kekayaan dan Kejayaan Budaya Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster dan Wakil Gubernur yang juga Guru Besar ISI Denpasar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menghadiri Sidang Terbuka Senat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dalam rangka Dies Natalis XVII dan Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn.M.Sn dan Prof. Dr. Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn. di Gedung Natya Mandala, Kampus ISI Denpasar, Selasa (28/7).

Dalam sambutannya Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pencapaian visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bidang kebudayaan semakin maju dengan diundangkannya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan. “Hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Bali dikandung semua di dalam peraturan daerah ini, sehingga kita sekarang telah memiliki aturan yang cukup memadai untuk memperkuat dan memajukan kebudayaan Bali yang menjadi jantung kehidupan masyarakat Bali,” ujarnya.

Gubernur menambahkan Bali memiliki kekayaan tradisi sejak dahulu yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh para leluhur. Selama ini kekayaan tradisi ini masih kurang serius dibangkitkan, dijaga, dipelihara serta dimajukan sehingga secara perlahan-lahan semakin mundur, luntur dan mungkin sudah ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat di desa adat. “Karena itu ini harus kita gali kembali, dibangunkan agar dia menjadi satu potensi yang mencerahkan kehidupan masyarakat di provinsi Bali serta juga mendorong perekonomian masyarakat Bali,” kata Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.

Gubernur mengatakan dalam konteks pelaksanaan Peraturan Daerah ini serta Peraturan Gubernur sebelumnya yang berkenaan dengan kebudayaan, ISI Denpasar memiliki ruang yang cukup memadai untuk mengaktualisasikan potensi yang ada.

Menurutnya ISI Denpasar memiliki sumber daya yang mumpuni yakni dosen, mahasiswa serta sembilan 9 orang Guru Besar. “Saya kira ini sumber daya yang luar biasa untuk mengembangkan seni yang ada di Bali ini termasuk seni tradisi. Saya titip nanti dengan satu skema tertentu seni-seni tradisi yang berakar di desa adat yang tumbuh di desa adat yang digeluti oleh masyarakat desa adat kemudian sekarang ditinggal punah lantas dia tidak lagi muncul sebagai kekayaan seni, mohon supaya ISI Denpasar bergerak ke bawah melalui kegiatan pengabdian masyarakat, kuliah kerja nyata maupun juga kegiatan kemasyarakatan lainnya, turun ke bawah untuk masuk ke wilayah itu agar bersentuhan langsung dengan kekayaan seni yang ada di akar rumput,” katanya.

Menurut Gubernur inilah yang harus dikembangkan oleh ISI Denpasar dalam kegiatan Tri Dharma yang menjadi tugas utama sebagai perguruan tinggi. “Dengan demikian Saya kira seni dan budaya di Bali yang berbasis tradisi maupun juga yang berbasis modern itu akan terus maju terus berkembang di tengah-tengah dinamika lokal nasional dan global inilah yang menjadi kekayaan kita,” ujarnya.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum mengatakan dalam bidang pengabdian masyarakat tahun 2020 mahasiswa ISI Denpasar mengadakan KKN di desa adat masing-masing sebagai dukungan terhadap program Gubernur Bali.

Hanya saja dengan situasi pandemi program ngayah ke desa-desa dan pura-pura di Bali dengan berat hati harus dihentikan sementara. “Namun demikian, kami merasa bersyukur karena Bapak Gubernur dan Pemprov Bali telah menginisiasi dan membiayai penciptaan seni virtual yang telah tayang di media sosial dapat kami pastikan dari 202 sanggar seni yang dibantu oleh Bapak Gubernur mendapatkan bantuan penciptaan seni virtual itu 80 persen mahasiswa dan alumni ISI Denpasar,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memberi ucapan selamat kepada dua guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn. dan Prof. Dr. I Wayan (Kun) Adnyana, S.Sn.M.Sn yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Pemprov Bali Keluarkan Surat Edaran, Syarat Wisatawan ke Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam rangka pelaksanaan masyarakat produktif dan aman COVID-19 untuk aktivitas pariwisata bagi Wisatawan nusantara berkunjung ke Bali dimulai (31/7), terkait dengan hal tersebut Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15243 Tahun 2020 Tentang Persyaratan Wisatawan nusantara berkunjung ke Bali.

Adapun ketentuan mengenai persyaratan bagi Wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Bali,seperti Bebas COVID-19 dengan menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), minimum hasil non-reaktif rapid test dari instansi yang berwenang, Masa berlaku Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif
rapid test untuk berkunjung ke Bali adalah paling lama 14 (empat belas) hari sejak Surat Keterangan tersebut dikeluarkan, Wisatawan yang telah menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis COVID-19, Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali, Wisatawan yang hasilnya reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR di Bali. Selama menunggu hasil uji swab, Wisatawan menjalani proses karantina di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, Wisatawan yang positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas, kesehatan yang ada di Bali, Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab Wisatawan serta Sebelum keberangkatan ke Bali, setiap Wisatawan berkewajiban mengisi Aplikasi.

“Selain itu, selama melaksanakan aktivitas wisata di Bali, berkewajiban juga melaksanakan protokol tatanan kehidupan Bali era baru sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Bali,” jelas Kepala Dinas Kominfos
Provinsi Bali, Gede Pramana, Selasa,(28/7) di Denpasar.

Wisatawan berkewajiban mematuhi ketentuan dalam Surat Edaran tersebut, dan bagi Wisatawan yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Sembari Dirinya menambahkan,petunjuk aplikasi LOVEBALI dapat diakses pada laman https://lovebali.baliprov.go.id.

“Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap Wisatawan sudah mengisi Aplikasi LOVEBALI,” pungkasnya.

Wabup Kasta Serahkan Bantuan Kepada Balita Penderita Jantung Bocor

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bentuk kepedulian Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang juga selaku Ketua PMI Klungkung terlihat ketika menyerahkan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada balita penderita penyakit jantung bocor. Bantuan tersebut diserahkan setelah sebelumnya Wabup Kasta mendapatkan informasi terkait kondisi yang dialami oleh salah seorang warganya yang masih berusia satu setengah bulan itu.

“Saya sangat merasa perihatin setelah melihat keadaan yang dialami Ni Kadek Ayu Padmini Suari sejak baru lahir,” Ujar Wabup Kasta didampingi beberapa staf PMI Klungkung usai menyerahkan bantuan tersebut di Banjar Ayung, lingkungan Kelurahan Semarapura Kelod, Selasa (28/7) Pagi.

Dalam kesempatan itu, Wabup Kasta juga sudah menugaskan dinas terkait agar segera menindaklanjuti langkah-langkah penanganan kedepan baik itu berupa bantuan sosial maupun penanganan kesehatannya secara rutin. “Saya sudah tugaskan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah kedepan, baik itu bantuan sosial maupun penanganan kesehatannya. Upaya ini dilakukan agar Kadek Ayu segera bisa pulih dari sakitnya,” ujar Wabup Kasta.

Tidak hanya sampai disana, usai menyerahkan bantuan tersebut Wabup Kasta juga mengatakan sangat berterima kasih kepada PMI karena sudah bersama membantu masyarakat Klungkung dalam menangani permasalahan baik dibidang sosial maupun dibidang kesehatan. ”PMI dan Pemerintah harus terus saling bekerjasama dan berkomunikasi yang baik untuk menangani permasalahah masyarakat seperti contohnya yang saat ini dialami oleh Kadek Ayu. Semoga dengan bantuan ini bisa lebih bermanfaat,” harap Wabup Kasta.

Sementara itu, menurut penjelasan Ni Kadek Sri Asih (60) yang merupakan nenek dari Ni Kadek Ayu Padmini Suari penyakit jantung bocor cucunya itu dialami sejak baru lahir. Ayahnya yang bernama Made Alit Guna Artana juga mengalami sakit ODGJ sejak lima tahun dan sering bolak balik masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli. Sedangkan Ibunya juga sudah meninggalkan Kadek Ayu kerumah asalnya di Banjar Jro Agung, Gelgel sejak ia berumur tujuh bulan.

“Kesehariannya saya yang merawat dan mengajak Kadek Ayu, sebab saat ini ayahnya sudah tiga bulan masuk RSJ Bangli. Dengan situasi itu, berstatus belum cerai Ibunya akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah asalnya dan mengajak seorang kakak kandung dari Ni Kadek Ayu yang masih berusia lima tahun,” kata Kadek Sri Asih saat dikonfirmasi di lapangan.

Lebih lanjut, Ni Kadek Sri Asih juga menambahkan bahwa sebelumnya dirinya pernah bekerja membuat banten di Griya Kamasan, setelah kejadian ini akhirnya Sri Asih berhenti bekerja dan fokus merawat cucunya bersama anak perempuannya yang saat ini juga berhenti bekerja akibat pendemi covid-19. Selain itu, Kadek Ayu juga punya riwayat penyakit penyempitan pernapasan yang secara rutin sudah setiap bulan diajak cek kontrol ke RS Sanglah sebanyak dua hingga tiga kali tergantung pemanggilan dari dokter. Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan kepada cucunya itu.

“Terimakasih atas bentuk kepedulian pemerintah yang telah memberikan bantuan dan doa kepada cucu saya,” ucapnya.