- Advertisement -
Beranda blog Halaman 950

Ny Putri Koster, Ajak Orangtua Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

DENPASAR-Pantaubali.com-Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak para orangtua untuk menanamkan semangat nasionalisme sejak dini pada putra putri mereka. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada pengambilan siaran tunda Dialog Perempuan Bali Bicara disalah satu setasiun TV lokal di Bali, Jumat (7/8) Dialog yang digelar dalam nuansa peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini mengusung tema khusus “Membangun Karakter dan Kepribadian Anak Dalam Mempertahankan NKRI”.

Lebih jauh Ny Putri Koster menguraikan, upaya membentuk karakter anak yang punya loyalitas dan kecintaan terhadap tanah air mutlak dilakukan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga. Para orangtua bisa menanamkan semangat kebangsaan melalui hal-hal sederhana, seperti mengenalkan lagu-lagu kebangsaan.

Menurutnya, hal-hal kecil seperti itu akan membentuk karakter anak yang punya loyalitas dan dedikasi kepada tanah air.

Masih terkait dengan semangat kebangsaan, perempuan yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini menyampaikan keprihatinan karena belakangan banyak remaja yang lupa dengan hafalan sila-sila dalam Pancasila. Ia mengaku miris manakala menyaksikan sebuah video viral seorang remaja yang tidak hafal ketika ditanya sila dalam Pancasila.

“Ditanya sila pertama, dia jawab satu untuk semua. Itu hal yang sangat mendasar, mesti dihafalkan, dipahami dan dihayati. Hal-hal yang mendasar seperti itu harus menjadi perhatian. Kita bisa mulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.

Para orangtua diminta jangan bosan mengedukasi putra-putri mereka tentang pentingnya semangat nasionalisme dalam konteks menjaga keutuhan NKRI. “Mereka adalah generasi yang akan meneruskan tongkat estafet, jadi harus punya jati diri yang kokoh,” tambahnya.

Pada bagian lain, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyinggung pembentukan karakter secara lebih luas yang harus dimulai sejak anak berada dalam kandungan. “Upaya untuk membentuk karakter yang baik harus dimulai sejak dalam kandungan, perdengarkan hal yang baik-baik. Lanjut setelah lahir, pada masa usia emas tanamkan hal-hal terbaik agar mereka jadi anak yang suputra. Pola asuh itu terus dijaga, menyesuaikan dengan umur anak,” imbuhnya.

Menurut ibu dua orang putri ini, mendidik anak memang bukan hal yang sederhana. Namun menurutnya, itu bukan hal yang rumit dan tak harus dibuat ruwet.

“Intinya jangan terlalu banyak teori, mulai saja dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti berbagi tugas di rumah. Itu akan memupuk rasa disiplin pada diri seorang anak,” tandasnya sembari meningatkan agar orangtua menjadi contoh, bukan memberi contoh.

Selain menanamkan kebiasaan baik di lingkungan keluarga, orangtua diingatkan pula untuk tetap memberi kasih sayang dan kehangatan bagi putra putri mereka.

“Jangan dipikir kalau anak-anak kita sudah cukup hanya dengan diberi materi. Mereka butuh sentuhan kasih sayang orang tua. Ibarat tanah, kita tak ingin anak kita seperti tanah kering, tapi menjadi tanah yang subur dengan siraman kasih sayang,” terangnya.

Sependapat dengan Ny Putri Koster, Komandan Kodim 1611/Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana yang juga menjadi pembicara pada dialog juga menekankan pentingnya sosok orang tua sebagai panutan. “Seorang anak biasanya mengamati dulu, baru kemudian bertanya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk menjadi contoh,” ujarnya.

Terkait dengan upaya menanamkan semangat kebangsaan pada anak-anak, pihaknya mengambil peran melalui program bela negara.

Dewan Tabanan,Borong Produk di Pasar Gotong Royong

Dewan Tabanan Borong Produk di Pasar Gotong Royong

TABANAN – Pantaubali.com – Pelaksanaan surat edaran Gubernur Bali Nombor 15036 tahun 2020, per 22 Juli 2020 tentang “Pasar Gotong Royong Krama Bali”.Maka,DPRD Kabupaten Tabanan mengelar pasar gotong royong, dengan melibatkan seluruh anggota DPRD dan jajaran secara langsung ikut berbelanja di 25 orang produsen pelaku usaha kecil dengan menawarkan ragam produk seperti, sayur-mayur sampai olahan jajan tradisional Bali.

“Semua dilakukan dalam rangka membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19, yang tentunya akan mampu memutar roda perekonomi serta kedaulatan pangan kita. Dalam hal ini DPRD Tabanan tetap bekerjasana dengan pemerintah untuk “Rungu” kepada masyarakat Tabanan pada khususnya,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, Jumat,(7/8) disela kegiatan tersebut.

Kegiatan yang sama rencana kedepan secara konsisten akan dilakukan setiap bulannya. Tentu dengan tetap melibatkan masyarakat (para pedangang) pelaku usaha kecil di Tabanan.

“Kami telah mengagendakan, selain dari pelaksanaan pasar dadakan model seperti yang dilakukan saat ini, rencana akan turun langsung ke pasar tradisional nantinya juga,” ujarnya.

Bagaimana para eksekutif beserta jajaran maupun para pegawai negeri, bisa secara bersama-sama ikut turun ke pasar nantinya.

“Dengan ikut turun, tentu masyarakat(pedagang) akan terbantu dalam kondisi melemahnya daya beli masyarakat disaat ini,”katanya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pedagang jajan tradisional Bali Klepon, Ibu Sagung Bintang menyampaikan, ajang ini sangat bagus.Selain barang dagangan cepat laku, moument ini bisa dijadikan perkenalan produk lebih luas lagi.

“Tentu senang dengan kegiatan ini, bisa berpromosi langsung agar jaje klepon saya semakin bayak memesan,” tutup Ibu yang mengaku telah mengeluti usaha jajan Klepon selama kurang lebih 4 tahun lamanya ini.

Wagub Cok Ace Tandaskan Pariwisata Bali Dibuka Bertahap dan Terbatas Pada Kawasan Tertentu

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan bahwa pariwisata Bali pasca covid 19 akan dibuka secara terbatas dan bertahap. ” Tidak semua kawasan akan dibuka, hanya yang telah secara baik menjalankan protokol kesehatan-lah yang kita buka, itupun dengan sertifikasi dari pemerintah daerah” Tandas Wagub saat menerima jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia National Air Carrier Association ( INACA) di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar pada Kamis (6/8) sore.

Pemprov Bali sendiri menurut Wagub telah mengeluarkan pedoman kesehatan di 14 sektor. Panduan ini ditambah pula ketentuan khusus di sektor pariwisata melalui SOP-nya masing-masing. ” Kami cukup bangga, teman-teman pelaku pariwisata yang belum siap secara jujur menyatakan belum siap.
Keterlibatan masyarakay juga sampai sekarang masih disiplin dimana Desa adat bahkan membuat sanksi tersendiri terkait protokol kesehatan,” Jelas penglingsir Puri Ubud ini.

Penerapan SOP protokol kesehatan tersebut menurut Wagub adalah hal yang akan dikedepankan dalam ‘promosi’ Bali terutama setelah pembukaan pintu wisatawan domestik 30 Juli 2020 dan jelang pembukaan untuk wisman medio 11 September mendatang. ” Selain protokol kesehatan, untuk karyawan hotel misalnya kita laksanakan tes covid secara berkala. Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga 11 September pintu wisman ke Bali bisa dibuka, selain tentu saja menunggu regulasi pemerintah pusat dan negara lain untuk pembukaan penerbangan,” Lanjut pria yang akrab disapa Cok Ace ini.

Dalam sebuah poling Secara virtual melalui webinar-webinar, Wagub Cok Ace juga menyebut calon wisatawan dari berbagai negara menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berkunjung ke Bali, bahkan hingga mencapai angka 80 persen.

Dirinya juga bersyukur penyebaran covid 19 di Bali tidak separah daerah lain di Indonesia. ” Statistik 2 minggu terakhir tingkat kesembuhan hampir 87 persen, Sedangkan tingkat kematian hanya 1 persen. Artinya juga Grafik kesembuhan kami di Bali posisinya masuk fase recovery, dimana jauh lebih banyak yang sembuh,” Paparnya.

Di kesempatan yang sama,Ketua umum PHRI Pusat Hariyadi Sukamdani menyebut momen saat ini adalah dimulainya kampanye traveling sehat guna mendukung dibukanya Bali. ” Kampanye Ini kita lakukan Pertama kali di Bali.
Namun ini juga hendaknya tidak pada wacana mengajak masyarakat secara masif untuk mulai bepergian, tapi pada wacana sebagai traveling sehat , sesuai protokol kesehatan sebagai ‘produk’ yang akan dijual.
Tren yang mulai naik ini adalah kampanye dan merupakan paket menarik untuk masyarakat,” Kata Hariyadi.

Sementara itu, Ketua INACA Denon Wiraatmadja meminta kalangan media bisa membantu menyaring berita yang bersifat hoax mengenai covid 19 untuk menghindari gagalnya upaya bersama untuk pemulihan. ” Kita akan buat program yang lebih konkrit untuk kembali percaya pada keamanan transportasi udara atau penerbangan kita,” pungkasnya.

Tahun Depan Bali Bakal Miliki Jalan Tol Kedua, Gubernur Koster Bersama Menteri PUPR Tinjau Lokasi

BADUNG – Pantaubali.com – Usai meninjau pengerjaan proyek infrastruktur pada tiga lokasi berbeda, yakni rencana pengembangan Kawasan Besakih (Karangasem), pengembangan Stadion Kapten Dipta (Gianyar) dan pengerjaan Bendungan Belok Sidan (Petang, Badung), Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PU PR) Basuki Hadimuljono kembali meninjau rencana pembangunan infrastruktur Jalan Tol Mengwi – Gilimanuk di Desa Mengwi, Badung, Kamis (6/8).

Dengan pembangunan jalan tol ini, maka akan menambah satu lagi jalan tol yang telah dimiliki Bali sebelumnya, yakni Jalan Tol Bali Mandara.
Di sela – sela peninjauan Gubernur Bali Wayan Koster kepada awak media mengungkapkan bahwa rencana pengembangan jalan tol tersebut merupakan kebutuhan untuk mengurai titik-titik kemacetan yang sering terjadi pada jam – jam padat, di samping juga untuk mewujudkan akses yang cepat menuju Denpasar maupun arah sebaliknya dari Denpasar menunu Gilimanuk.

“Rencana ini sesuai kebutuhan, mewujudkan akses infrastruktur jalan yang cepat untuk efisiensi waktu dan biaya. Saat normal sekarang ini waktu tempuh dari maupun, Gilimanuk mencapai tiga jam lebih. Jika ada saja kendaraan besar bermuatan berat berjalan pelan, itu sudah akan menyebabkan antrean kendaraan di belakangnya lumayan panjang. Saya yakin, ini akan bagus untuk pengembangan wilayah Bali. Di saat musim kunjungan wisatawan ke Bali tinggi, saya kira tidak akan ada lagi kemacetan jika ada tol,” jelas Gubernur Koster.

Di dampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini kembali memaparkan rencana pengembangan yang akan dibagi dalam tiga tahapan. Yakni tahapan pertama sebagai prioritas meliputi jalur Pekutatan – Soka, tahap kedua dilanjutkan meliputi Soka – Mengwi yang kemudian diakhiri jalur Pekutatan Gilimanuk. Total jalan yang akan dibangun mencapai sepanjang 90 km lebih.

“Kita prioritaskan jalur Pekutatan – Soka karena sepanjang jalur itu yang sering terjadi kemacetan, di samping juga tingkat kecelakaannya tinggi. Jalur ini panjangnya sekitar 20 km dari total sekitar 90 km.

Total biaya yang dianggarkan sekitar 14 triliun lebih. Itu sama sekali tidak mengambil anggaran, baik dari Pusat maupun daerah, karena semuanya dibangun dengan prakarsa swasta,” terang Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan ini sembari menjelaskan rencana pengembangan jalan tol ini juga akan dikembangkan lagi pada rencana berikutnya untuk jalur Mengwi – Gianyar hingga akses antarkabupaten bisa ditempuh sesingkat mungkin.

“Untuk pembebasan lahan itu sepenuhnya pembiayaan Pemprov (Bali, red). Untuk pembangunan saya kira akan cepat, tinggal menunggu pembebasan lahan. Tapi masih ada tahapan-tahapan sebelum itu yang mesti dilengkapi. Semoga bisa cepat terlaksana agar lebih cepat mewujudkan keseimbangan dan pemerataan ekonomi seluruh wilayah di Bal,i baik dari Barat ke Timur, maupun dari Selatan ke Utara Pulau Bali, demi kemajuan Bali secara menyeluruh,” kata Gubernur Koster.

Hal senada pula disampaikan Menteri PU PR RI Basuki Hadimuljono bahwa pembangunan jalan tol Mengwi – Gilimanuk merupakan tahapan pengembangan antarkawasan dan antarwilayah, termasuk pendukung penghubung Jawa dengan Bali.

“Ini urusannya dengan jalur Trans Jawa yang saat ini sudah nyampai Pasuruan, rencananya sampai Ketapang. Jika nanti sudah lancar sampai Ketapang, tentu kunjungan wisatawan akan bertambah. Untuk itu Bali butuh fasilitas pendukung agar tidak semakin macet.

Jika akses tersedia, saya yakin akan lebih banyak orang yang berminat ke Bali, lebih hemat bisa berangkat satu keluarga dibanding naik pesawat, bisa sambil menikmati pemandangan,” sebutnya.

Menurutnya, tahapan yang sudah terlaksana saat ini adalah izin uji feasibility study (FS), apabila telah selesai akan dilanjutkan dengan izin prakarsa dan penetapan izin lokasi. Lalu kemudian pada Oktober direncanakan sudah terlaksana tender, dan pembangunan sudah mulai bias dilaksanakan pada Maret 2021 yang diawali penandatanganan dengan kontrak.

“Untuk tahap pertama direncanakan sudah rampung pada akhir 2021. Dan pembangunan kami dorong prakarsa swasta non BUMN yang berinvestasi. Jika dibutuhkan akan dilengkapi dengan fasilitas kendaraan roda dua juga, yang tentunya dilengkapi dengan tingkat pengamanan untuk roda dua,” tutupnya.

Gubernur Koster Target Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih Rampung Akhir 2021

KARANGASEM – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Provinsi  Bali, meskipun pandemi Covid-19 belum menunjukan gejala usai. Setelah menggelar Ground Breaking Pelabuhan Nusa Penida di Sampalan dan Pelabuhan Nusa Ceningan di Bias Munjul dengan menghadirkan Mexnteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi pada, Senin, Soma, Umanis, Tulu (3/8) lalu.

Kini Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada, Kamis, Wraspati, Wage, Tulu (6/8). Setiba di kawasan Bencingah Pura Manik Mas, Besakih, kedua pemimpin itu kian memperlihatkan kinerjanya untuk mewujudkan Kawasan Pura Besakih nyaman sebagai tempat persembahyangan terbesar umat Hindu di Bali hingga Indonesia.

Untuk mewujudkan Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Wayan Koster sepakat melakukan kolaborasi kerja antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Pusat, dimana proyek yang akan membangun fasilitas
parkir di jaba Pura Manik Mas Besakih lengkap dengan pembangunan Bale Pesandekan dan fasilitas kios untuk UMKM, hingga penyediaan jalur pejalan kaki yang nyaman yang dilengkapi oleh pesona taman yang indah, serta dilengkapi oleh bangunan Graha Wiyata (tempat menayangkan video segala
kegiatan berkaitan Pura Besakih, red) ini tercatat akan dimulai pada awal Tahun 2021, dan ditargetkan rampung pada Desember 2021 dengan anggaran Rp 900 Miliar Rupiah.

“Kawasan Besakih saat ini dalam kondisi semrawut, kotor, jorok, toiletnya tidak tertata, sehingga niat orang untuk sembahyang disini (Pura Besakih, red) tidak nyaman, untuk itu wilayah yang akan dijadikan Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih kita harapkan segera terwujud,” ujar Gubernur Koster asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya menegaskan Bapak Menteri PUPR,
Basuki Hadimuljono komitmen untuk membantu mewujudkannya, dan saya pribadi juga sudah melapor ke Presiden RI, Joko Widodo agar program ini berjalan sampai 2021.

Alasan Gubernur Bali, Wayan Koster menggenjot Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, karena di Tahun 2022 umat Hindu di Bali akan
menggelar upacara keagamaan yang akan berlangsung, Maret 2022.
“Jadi semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan jalan terbaik, sehingga pembangunannya diharapkan bisa mengakomodir umat Hindu di Bali dan di Indonesia yang hadir saat upacara di Besakih,” jelasnya saat didampingi Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa serta Arsitek dan Penanggungjawab Penataan Kawasan Suci Besakih, Nyoman Popo Danes seraya mengucapkan
terimakasih kepada Bapak Menteri Basuki Hadimuljono.

Mendengar hal itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kesempatannya mengatakan Pura Agung Besakih adalah aset nasional yang harus diperhatikan bersama, sehingga berdasarkan rencana akan ada sembilan (9) item paket pekerjaan untuk menata kawasan Pura Agung Besakih.

“Pemerintah Pusat akan membangun kawasan parkir di wilayah Manik Mas dengan luas 52.000 m2, kemudian menata kawasan Becingah 12.287 m2.Untuk mempersiapkan penataan kawasan tersebut, Menteri Basuki menegaskan telah menyelesaikan studi kelayakan (FS), sedangkan untuk desain
akan dikerjakan dengan metode rancang bangun (design and build) untuk mempercepat pelaksanaan.

“Karena luasan kawasannya sudah lebih dari 10 ribu m2 dan juga lokasinya sebagai destinasi wisata sekaligus cagar budaya, maka kami pula akan melengkapi pekerjaan ini dengan dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan),” ucapnya seraya menegaskan penataan kawasan Pura
Besakih akan memperhatikan adat istiadat serta kearifan lokal budaya Bali, yang mana lahan parkir itu akan dibangun tidak bertingkat ke atas, namun dibuat dengan konsep parkir 4 lantai ke bawah (basement), sehingga parkir ini tidak melebihi batas ketinggian kawasan suci yang sudah menjadi
acuan Bali dalam membangun.

Ny Putri Koster Ajak Pasar Modern Berkolaborasi Tingkatkan Pemasaran UMKM Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster terus mengupayakan berbagai cara agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyesuaikan diri dalam menjalani tatanan kehidupan era baru di tengah pandemi Covid-19.

Selain telah mendorong penggunaan platform digital dengan mengadakan webinar baru-baru ini, ia juga menggugah kepedulian para pengusaha seperti investor pasar modern atau mall-mall yang selama ini bergiat dan memperoleh keuntungan di Bali, untuk dapat ikut berperan aktif dalam memajukan UMKM dengan memberi ruang promosi yang lebih luas.

Ny Putri Koster menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada dialog siaran tunda Bali TV yang mengusung tema ‘Membangun Kerja Sama Pemasaran dengan Pasar Modern atau Mall’, Pada Kamis (6/8).

Pendamping orang nomor satu di Bali itu mengakui, hampir seluruh sektor usaha, baik yang berskala besar, menengah maupun kecil, kini tengah menghadapi kesulitan yang sama karena dampak pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan akan berakhir. Hampir seluruh sektor usaha dipastikan mengalami kendala pemasaran hingga tingkat penjualan yang turun drastis.

“Pandemi ini juga telah mengajak kita untuk jeda sejenak. Tapi ingat, tak boleh berlama-lama. Sekarang saatnya kita bangkit, mulai melihat dan berpikir apa yang harus kita lakukan,” ujarnya, menekankan.

Di tengah situasi prihatin ini, perempuan yang juga dikenal sebagai penyair kawakan itu mengetuk kepedulian para pengelola pasar modern atau mall yang selama ini telah banyak menikmati keuntungan usaha di Bali untuk menunjukkan kepeduliannya dengan merangkul perajin lokal.

“Saya berharap para pengelola mall yang ada di Bali dapat menyediakan ruang bagi UMKM kita untuk memasarkan produknya, sehingga para perajin memiliki ruang yang lebih luas dalam melakukan kegiatan pemasaran,” tuturnya.

Sebagai Ketua Dekranasda Bali, salah satu upaya yang akan diusahakannya adalah menjajaki asosiasi mall yang ada di Bali untuk turut serta memberikan ruang pemasaran pada para UMKM di Bali. Menurutnya, Bali merupakan tujuan daerah pariwisata dunia, untuk itu selain menjadi etalase produk kerajinan dari berbagai Nusantara, Bali juga harus unggul dengan produk lokalnya sendiri.

Untuk itu diperlukan suatu kerja sama dan kolaborasi yang baik antar-asosiasi mall dengan UMKM di Bali. Ny Putri Koster berjanji akan menjajaki hal ini, sehingga ke depan mall-mall yang ada di Bali tidak hanya dipadati brand-brand dari luar, tapi juga dipenuhi dengan produk-produk lokal Bali.

Lebih lanjut, Ny Putri Koster menyebutkan, yang sesungguhnya dibutuhkan oleh pelaku UMKM bukan semata-mata uang, tapi ruang. Karena dengan ruang itulah pelaku UMKM akan meraih peluang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ia tak ingin masyarakat dan perajin lokal Bali hanya jadi penonton di daerah sendiri, karena menurutnya itu sangat tidak adil. Bahkan, seniman multitalenta itu menyampaikan harapan, suatu saat Bali memiliki sebuah gedung pameran besar dan megah seperti Jakarta Convention Centre (JCC).

“Kita bisa memiliki Bali Convention Centre. Jangan bangga pameran di luar, karena bisa jadi kita hanya menjadi objek. Saya ingin Bali jadi etalase dan jadi tuan di daerah sendiri,” katanya, menandaskan.

Selain itu, terkait dengan adaptasi kebiasaan baru, Ny Putri Koster juga selalu mengingatkan agar pelaku UMKM cepat menyesuaikan diri dan memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk mereka. “Mari belajar dan masuk market place. Jangan takut, jika telah terbiasa, ini justru lebih menguntungkan karena produk yang dipromosikan bisa dilihat publik di seluruh dunia. Ini beda dengan pameran konvensional yang hanya dilihat oleh para pengunjung yang datang ke ruang pameran saja,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga minta Direktur Plaza Renon yang telah tergabung dalam asosiasi mall di Bali, supaya dapat menjembatani untuk merealisasikan kerja sama antara UMKM Bali dengan mall yang ada di Bali.

Di sisi lain, Ny Putri Koster kembali mengajak masyarakat Bali untuk menggunakan produk daerah sendiri. “Kita punya motto, cintai produk dalam negeri, gunakan produk daerah sendiri,” ujarnya. Melalui motto itu, ia ingin mengajak masyarakat Bali bangga menggunakan produk hasil kerajinan lokal. Kalau produk kerajinan Bali dicintai dan digunakan oleh orang Bali, ia yakin UMKM Bali akan tetap bisa bertahan.

Sementara itu, Direktur Plaza Renon Bayu Adisastra menyambut baik rencana dari Ny Putri Koster tersebut. Ia mengakui, sebelum pandemi pihak mall juga telah mengakomodasi para UMKM yang ada di Bali, tapi belum dilakukan secara maksimal. Untuk itu, ke depannya ia juga berharap melalui Dekranasda Provinsi Bali, kerja sama antara UMKM dengan mall dapat ditingkatkan dengan maksimal, baik dari sisi lamanya waktu pameran, maupun yang lainnya.

Namun dalam kesempatan ini, ia juga berpesan kepada UMKM yang ada di Bali agar terus meningkatkan kualitas produknya yang sekaligus menyesuaikan dengan keinginan pasar, sehingga penjualan juga dapat dilakukan secara maksimal.

“Saya harap kondisi ekonomi di Bali akan cepat pulih, sehingga upaya untuk meningkatkan produksi dan konsumsi produk lokal dapat kita realisasikan dengan upaya yang maksimal,” katanya.

Ny Putri Suastini Koster Dukung Keaktifan Kelompok Wanita Tani

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster memberi apresiasi dan dukungan terhadap aktifnya Kelompok Wanita Tani seluruh Bali yang berperan serta dalam pembangunan Bali khususnya menjaga ketahanan pangan.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri penyerahan bantuan stimulus kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) se-Bali, di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kamis (6/8).

Beberapa poin dalam arahan yang disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali (Ny Putri Koster):

Selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali yang ex officio pendamping Gubernur Bali Ny Putri Suastini Koster sangat bangga dan mengapresiasi terbentuk dan aktifnya Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh Bali yang bersinergi dengan kader PKK di wilayahnya dalam menata lahan pekarangan dan telajakan di rumahnya.

Tidak jauh berbeda dengan HATINYA (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) PKK, program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) juga merupakan bentuk dukungan dan peran serta ibu-ibu rumah tangga atau kader PKK dalam pembangunan daerah Bali, khususnya di bidang ketahanan pangan.Kedua program ini akan bersinergi dan pelaksanaannya saling berdampingan agar sama-sama memiliki manfaat bagi masyarakat secara luas.

“Di tengah pandemik Covid-19 yang kita tidak tahu sampai kapan akan berakhir, usaha dalam menata pekarangan rumah menjadi halaman yang asri, teratur, indah, nyaman dan bermanfaat menjadi upaya yang sangat meringankan bagi kita semua.Selain memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan pokok khususnya sayur mayur dan bumbu masakan, pengelolaan HATINYA PKK dan P2L juga akan sangat menghemat pengeluaran kita,” ujar Ny Putri Koster.

Dengan HATINYA PKK dan P2L, maka setiap rumah tangga dipastikan dapat mengatur pengeluaran dengan hemat, mengembalikan selera makan rumahan, yang sebelumnya cenderung menikmati fast food. Namun di masa pandemi, setiap orang terutama anak-anak diajarkan kembali menata pola makan sehat yang diolah langsung oleh tangan ibunya sendiri. “Perpaduan peranan ibu dan bapak dalam membangun keharmonisan rumah tangga akan mampu meningkatkan imun tubuh untuk jauh dari Covid-19,” imbuh Ny Putri Koster.

Untuk target, Ny Putri Koster mengatakan pihaknya akan berusaha agar Bali pada tahun 2023 mampu menjadi juara umum HKG PKK dengan program unggulan HATINYA PKK, sehingga ke depan ketika wisatawan masuk ke Pulau Dewata mereka akan menikmati taman yang indah di masing-masing telajakan rumah warga. Selain itu, harapan terbesar Ketua TP PKK Provinsi Bali adalah Bali memiliki maskot bunga di masing- masing kabupaten yang terjejer pada telajakan jalan. Misalnya Tabanan dengan bunga sandatnya.

Dengan adanya dua (2) program yang bersinergi, maka Ny Putri Koster mengharapkan kader PKK dan Kelompok Wanita Tani mampu menjadi pioneer bagi wilayahnya dalam membantu program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali merancang program untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, terutama telajakan dan pekarangan rumah, berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengalokasikan anggaran APBN dan APBD meluncurkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Program ini bersinergi dengan HATINYA PKK dalam bidang ketahanan pangan dengan tujuan memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif untuk diolah dengan baik, sehingga menjadi produktif dan memiliki manfaat menumbuhkan kebutuhan pangan sehari-hari.

Jumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) yang terbentuk di 9 kabupaten/kota se-Bali adalah sebanyak 70 dengan anggaran Rp2,3 miliar, dengan total kegiatan P2L dan stimulus yang diberikan tahun ini adalah 32 Kelompok Wanita Tani penerima stimulus sebesar Rp15 juta dalam tahap pengembangan lahan dan bibit.

Jumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima stimulus sebesar Rp50 juta dalam tahap penumbuhan bibit dan pengolahan hasil berbahan baku produk pertanian yang dihasilkan sebanyak 38 KWT.

Bantuan stimulus ini dipergunakan untuk pembuatan pembibitan (agar pelaksanaan P2L bisa berlanjut dan berkesinambungan, sehingga terus tumbuh dan berkelanjutan), pelaksanaan demplot tanaman pada pekarangan jenis bibit bumbu, bibit sayur mayur, bibit buah dan tanaman lain untuk tanaman pangan kebutuhan sehari hari.

Selain itu bantuan stimulus ini juga bisa digunakan untuk pengadaan peralatan dan bahan untuk pengolahan serta pemasaran hasil berbahan baku produk pertanian yang dihasilkan.

Update Penanggulangan Covid-19 Kamis, 06 Agustus 2020 Pemprov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Kamis (06/8), Jumlah kumulatif pasien positif 3.644 (bertambah 27 terdiri dari 26 transmisi lokal dan 1 PPDN).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Hari ini total pasien yang sembuh sebanyak 3.168 (BERTAMBAH 38 orang terdiri dari 36 transmisi lokal dan 2 PPDN).
PERSENTASE PASIEN SEMBUH MENCAPAI 86,94%.

Kembali hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat NIHIL kasus meninggal, sehingga data mencatat 48 pasien Covid-19 yang meninggal atau 1,32%.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering sebanyak 428 orang terdiri dari 427 WNI dab 1 WNA.

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sebanyak 3.252 orang terdiri dari 3.240 WNI dan 12 WNA. Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19. Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian.

Program Guru Kunjung, Telah Berjalan di Tingkat Dasar di Tabanan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra

TABANAN – Pantaubali.com – Guna mendorong program pembelajaran kepada anak didik tetap berjalan dengan baik ditengah pandemi Covid-19.Maka,Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, membuat program belajar guru kunjung, dengan menyasar tingkat SD.Dalam aplikasinya, para anak didik dibuatkan kelompok belajar dilakukan disalah satu tempat tingal anak didik yang bersedian tempatnya digunakan.

“Program guru kunjung tersebut, mengutamakan anak-anak SD kelas1,2 dan 3 guna membentuk kelompok belajar. Jumlah dalam satu kelompok berjumlah 7 orang anak didik.Bisa dikatakan sistemnya hampir sama seperti homeschooling,”jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra, Kamis,(6/8) di ruang kerjanya dinTabanan.

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di rumah seorang siswa atau guru secara bergilir nantinya.Dan tidak diperbolehkan menggunakan sekolah dan tempat umum lainnya.

“Dalam hal ini kita memberi ruang kepada satuan pendidikan, membentuk kelompok belajar dengan tujuan lebih mengoptimalkan proses belajar dan mengajar bagi para siswa,”ujarnya.

Pemilihan tempat belajar di rumah dilakukan karena, memang tempat paling aman tersebut adalah di rumah.

“Jadi rumah masing-masing siswa merupakan tempat paling aman, karena jika dilihat dalam lingkungan masing-masing rumah sangat selektif menerima orang keluar maupun masuk.Selain itu, untuk rumah dan wilayah tempat belajar kelompok tentu dipastikan aman dalam pengertian tidak ada wilayah tersebut sempat ada orang terpapar Covid-19,” paparnya.

Dalam hal ini, proses belajar kelompok tentu harus wajib menerapakan protokol kesehatan.Seperti salah satunya, dengan penyedian hand sanitizer.
“Semua itu telah tertuang dan dimuat dalam surat edaran, yang mana telah kami berikan ke masing-masing sekolah,” ucapnya.

Selain itu Dirinya menambahkan, di tingkat SMP juga diberikan fasilitas tersebut( program guru kunjung) terutama bagi siswa yang memiliki masalah dengan jaringan dan minim fasilitas lainnya.

Usaha UKM Bergeliat,Pengunjung Dinilai Masih Minim

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, I Wayan Yasa,

TABANAN – Pantaubali.com – Seiring dibukanya destinasi pariwisata dibeberapa tempat di Tabanan, akhirnya berdampak pada sektor usaha UKM khususnya disekitar destinasi.Meskipun demikian,pengunjung dinilai masih minim mengunjungi gerai usaha pelaku UKM.

“Dari pengamatan dilakukan, hari Minggu kemarin seperti di Bedugul, terlihat hanya 70% pelaku usaha mulai membuka usahanya.Selain itu, muncul juga pelaku usaha baru memilih membuka tempat usahanya berlokasi di pinggir jalan,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, I Wayan Yasa, Rabu,(5/8) di Tabanan.

Meskipun ada beberapa pelaku UKM telah membuka gerai usahanya,akan tetapi jumlah pengunjung terlihat masih minim dibanding sebelumnya.

“Jika dilihat dari jumlah pengunjung masih terbatas jumlahnya.Hanya masyarakat lokal Bali, dan beberapa tamu asing yang masih tertahan di Bali saja terlihat saat ini,” ujarnya.

Kondisi tersebut tentu berdampak ke volume penjualan akhirnya ke omset yang menurun. Mungkin kondisi tersebut disebabkan karena, perubahan prilaku masyarakat sangat signifikan.Seperti, meliputi keinginan,kemampuan dan kebutuhan sangat menurun drastis juga.

“Pasti omzet masih rendah, karena pembatasan jumlah pengunjung tersebut,” ucapnya.

Banyak pelaku usaha akhirnya mencoba pemasaran melalui group komunitas media digital, serta pelatihan yang masih mungkin dilakukan dengan pemanfaatan dana DAK.Sedangkan dari dana APBD sudah tidak ada lagi.
“Bagi pelaku usaha, dia akan beradaptasi dengan kondisi yang ada dalam upaya mempertahankan kehidupannya,” katanya.

Sembari Dirinya menambahkan, dalam situasi belum normal serta situasi kelesuan ekonomi.Ternyata kondisi tersebut memberi dampak pada jumlah masyarakat berkeinginan menjadi pelaku usaha mandiri ikut bertambah.
“Mereka yang dulunya berkerja di sektor formal, akhirnya ikut mencoba menggeluti berwirausaha saat kondisi saat ini,” tutup Yasa.