- Advertisement -
Beranda blog Halaman 946

Frustasi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria Asal Baturiti Gantung Diri

TABANAN -Pantaubali.com – Frustasi sakit tak kunjung sembuh seorang Pria berinisial IWS (54) asal Banjar Batunya, Desa Batunya,Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan ditemukan terbujur kaku tergantung menggunakan kain selendang di plapon kamar ukuran 2×2.5 meter di rumah milik korban, Selasa,(18/8) jam  09.00 Wita.

Saat dikonfirmasi terkait dengan kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy PS Siregar SIK MH, Iptu I Nyoman Subagia Kasubbag Humas Polres Tabanan membenarkan kejadian tersebut dab menjalaskan kronologis kejadia, Selasa,18 Agustus 2020 pukul 08.30 wita istri korban Ni Ketut Niti disuruh korban membeli obat berupa loloh daun ubi. Selanjutnya saksi keluar, dan sekitar 30 menit kembali melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri. Lalu saksi berteriak minta bantuan ketetangga.

Mendengar teriakan tersebut tetangga berdatangan dan berusaha menurunkan korban dengan memotong simpul pada leher dengan harapan bisa menolong korban namun setelah dicek korban sudah tidak bernyawa. Adapun kain selendang digunakan berwarna loreng putih hitam, yang sudah dipotong dibagian simpul belakang leher dengan panjang dari simpul ke plapon 20 cm.

Atas kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke prajuru adat maupun dinas, kemudian dilanjutkan ke Polsek Baturiti, Tabanan.

“Dari hasil olah TKP,korban sudah dalam keadaan meninggal dunia tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana kain pendek warna merah saja,” jelasnya.

Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, dan di kamar juga tidak ditemukan barang lain berupa sajam atau barang terlarang lain.Sembari Subagia menambahkan, menurut keterangan dari pihak keluarga I Ketut Candra ( menantu ) bahwa akhir-khir ini korban sering mengeluh sakit dan perkiraan sakit diperut dan sudah sering dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Akan tetapi, merasa tidak sembuh dan tetap mengeluh sakit.

Retribusi Sewa Garasi Mobil, Jadi Bahasan Anggota Pansus II di Rapat Intern Ranperda

TABANAN – Pantaubali.com – Anggota Pansus II, gelar rapat Intern melibatkan Pimpinan,anggota pansus II dan staf ahli guna membahas 3 Ranperda,Selasa,(18/8) di Kantor DPRD Tabanan.Adapun 3 Ranperda dibahas meliputi,Perubahan atas Perda Nomor 19 tahun 2011 tentang tetribusi penyediaan atau penyedotan Kakus,Kedua atas Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor serta Ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 25 tahun 2011 tentang pajak parkir.

Dari sekian pembahasan tersebut salah satu pembahasan Ranperda perubahan kedua atas Perda Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir menurut Ketua Pansus II, Ni Made Dewi Trisnayanti disela kesempatan tersebut menyampaikan, ada beberapa point penting menjadi pembahasan seperti, berapa besar distribusi nantinya mengalami perubahan. Serta berapa persen kontribusinya ke Pemda.

Dirinya mencontohkan, seperti retribusi pelantaran parkir milik badan usaha,yang mulai marak dibeberapa titik di Tabanan.Serta membahas pengkenaan retribusi penyewaan garasi mobil yang semakin menjamur di Tabanan.

“Seiring bermunculanya badan usaha dengan membuka pelantaran parkir, tentu hal tersebut perlu dilihat berapa persen kontribusinya telah diberikan ke Pemda (dari pajak parkir) tersebut,” jelasnya.

Selain itu, dalam pembahasan juga membahas terkait garasi mobil disewakan yang semakin banyak ditemukan juga saat ini.

“Hal tersebut penting dibahas, seiring semakin banyak bermunculan bahkan sampai di desa-desa juga ada,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika dilihat pajak parkir dipersiapkan sebesar 25 persen. Tentu beberapa pembahasan tersebut, nantinya akan dibawa ke rapat kerja. Kemungkinan, akan dilaksanakan beberapa minggu kedepan dengan melibatkan pihak-pihak terkait seperti, DLH dan Dinas perhubungan.

37 Warga Binaan Terima Remisi Bebas,Diharapkan Bisa jadi Warga Lebih Baik

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster berharap narapidana yang memperoleh remisi bebas agar memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dari pengalaman dan menjalani kehidupan normal serta menjadi lebih baik saat kembali ke tengah lingkungan masyarakat.

Hal ini disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Penyerahan Remisi Umum bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Badung, Senin (17/8).

Usai menghadiri acara yang dilaksanakan secara daring serentak di seluruh Indonesia itu, Gubernur kepda wartawan menyampaikan apresiasinya kepada Menkumham RI Yasonna Laoly, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Reynhard Silitonga dan Kakanwil Kemenkumham Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk yang telah membantu sehingga 1671 warga binaan di lembaga permasyarakatan (Lapas) yang ada di seluruh Bali mendapat pengurangan masa tahanan atau remisi.

“Saya kira ini sesuatu yang sangat berharga bagi para narapidana dan dengan adanya remisi ini ada yang bebas langsung sebanyak 37 orang,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Gubernur Bali berharap agar para narapidana menjadikan proses ini sebagai pembelajaran bagi dirinya dan juga bagi keluarganya mengenai hal-hal yang pernah dilakukan sehingga menimbulkan masalah hukum dan harus menjalani masa tahanan.

“Supaya setelah bebas dia menjadi warga biasa, tentu kita berharap agar keluarganya, masyarakat di sekitarnya bisa menerima kembali kehadiran mereka sebagai warga yang juga memiliki hak untuk menjalankan kehidupannya di masyarakat sebagaimana mestinya,” pinta Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly yang memimpin acara dari Lapas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang harus dihormati.

“Salah satunya adalah hak mendapat pengurangan menjalani narapidana atau yang kita kenal dengan remisi,” kata Menkumham. Menurutnya pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara atas pencapaian WBP selama menjalani pembinaan di Lapas, Rutan dan Lembaga Pembinaan Anak.

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kakanwil Kemenkumham RI Jamaruli Manihuruk dan Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali Suprapto secara simbolis menyerahkan remisi kepada dua orang perwakilan WBP Anak yang ada di Provinsi Bali.

Sebanyak 1671 orang dari 3048 narapidana yang ada di Provinsi Bali mendapat remisi HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75. 1634 orang. Di antaranya mendapat Remisi Umum I dan 37 orang mendapat Remisi Umum II (langsung dibebaskan).

Pemberian remisi ini telah sesuai UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden Nomor 174/1999, serta Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2018. Pemberian remisi bervariasi antara 1-6 bulan.

Hari Kemerdekaan, Ratusan Warga Binaan LP Kerobokan Mendapat Remisi

BADUNG – Pantaubali.com – Dari 1293 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A Kerobokan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali di hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75,Senin,(17/8) sebanyak 638 orang warga binaan mendapat remisi termasuk diantaranya, beberapa warga negara asing.

Adapun jenis remisi seperti, untuk RU I dengan perolehan besaran mulai dari, 1 bulan sebanyak 194, 2 bulan sebanyak 170,3 bulan 143 orang, 4 bulan 64 orang, 5 bulan 41 orang dan 6 bulan sebanyak 9 orang.Selanjutnya, RU II perolehan besaran mulai 1 bulan sebanyak 5 orang, 2 bulan sebanyak 1 orang, 3 bulan tidak ada, 4 bulan 7 orang, 5 bulan 3 orang sedangkan 6 bulan sebanyak 1 orang.

“Total RU II langsung bebas dihari ini total sebanyak 17 orang dari jumlah tersebut 1 orang merupakan warga negara asing asal Jerman. Sedangkan, untuk total jumlah warga negara asing mendapat remisi di hari ini tercatat sebanyak 29 orang,” jelas Kepala LP Kelas II A Kerobokan, Yulius Sahruzah di LP kelas II A Kerobokan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin,(17/8).

Sedangkan, warga binaan tidak diusulkan mendapat remisi sebanyak 658 orang.Adapun rincian dari total jumlah tersebut, tahanan berjumlah 337 orang dan total narapidana tercatat sebanyak 318 orang.Hal tersebut disebabkan karena,yang bersangkutan belum memenuhi syarat karena ada pidana seumur hidup belum 1/3 masa pidana.Kemudian, bagi narapidana terkait PP 99 dan PP 28 belum mengajukan Justice Collaborator,belum 6 bulan masa pidana selanjutnya ada juga sedang menjalankan BIIIS atau pidana kurungan penganti denda dan belum membayar uang pengganti bagi narapidana tipikor.

“Yang tidak mendapat remisi tersebut, karena secara administratif belum memenuhi persyaratan,” tutupnya.

Gubernur Bali, Ikuti Peringatan Detik-Detik Proklamasi Istana Merdeka Secara Daring

DENPASAR – Pantaubali.com – Perayaan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia (RI) pada tahun ini terasa berbeda. Kali pertama, upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang biasanya digelar secara fisik di Istana Merdeka, Jakarta, kini dilakukan secara virtual.

Hal ini dilakukan demi mencegah penularan virus Covid-19 serta mendukung protokol kesehatan tetap menjaga jarak atau social distancing.

Untuk dapat menyaksikan momen penuh khidmat tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster beserta jajaranya turut mengikuti rangkaian Upacara Detik-detik Proklamasi ke-75 itu secara virtual atau daring yang bertempat di Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar pada (17/8).

Gubernur Koster turut menyaksikan rangkaian acara hiburan yang digelar secara virtual oleh Sekretarian Negara RI. Di antaranya tari-tarian dari sejumlah daerah, lagu-lagu yang dinyanyikan beberapa artis, dan testimoni dari sejumlah tokoh nasional.

Di samping itu, beberapa hal spesial juga disiapkan untuk tetap menjaga kehikmatan sekaligus kemeriahan acara di Istana Kepresidenan itu. Misalnya dengan menghadirkan naskah konsep teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno untuk bersanding dengan Sang Saka Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati. Naskah asli tersebut ditempatkan di mimbar kehormatan.

Di sisi lain bertepatan pada momen itu pula, seluruh masyarakat Indonesia dianjurkan untuk menghentikan aktivitasnya sejenak selama tiga menit saat dilangsukan pengibaran bendera Merah Putih dan tanda sirine Detik-detik Proklamasi.

Imbauan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020.

Di sela-sela menyaksikan jalannya upacara yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, terselip kebanggaan Gubernur Koster terhadap salah satu putra Pulau Dewata yang terpilih menjadi pengibar Bendera Merah Putih di Istana Negara. Ia adalah I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adinatha yang bersekolah di SMA N 1 Mendoyo Jembrana.

Diharapkan prestasi yang ditunjukan oleh perwakilan dari Bali ini dapat menjadi pemantik semangat bagi putra-putri Bali yang lainnya untuk meningkatkan prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Gubernur Bali,Banga Motif Kain Grinsing Tertera di Uang Rp75 Ribuan

DENPASAR – Pantaubali.com – Apresiasi mendalam disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster atas terpilihnya kain pegringsingan Bali menjadi salah satu ikon dalam uang kerta Rp 75 ribu yang baru saja diluncurkan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali saat wawancara dengan awak media pada acara Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia secara virtual melalui aplikasi zoom, pada Senin (17/8).

Dalam peluncuran uang baru yang dilakukan oleh Mentri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo itu, Gubernur Koster menyatakan kebanggaannya karena sekali lagi salah satu kerajinan khas Bali menjadi salah satu simbol mata uang Republik Indonesia.

“Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan pada masyarakat Bali dari Pemerintah Pusat. Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasiih dan apresiasi kepada Mentri Keuangan dan Gubernur BI,” ucap mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan bahwa makna dari mata uang RI yang baru diluncurkan ini sangat dalam.

“Dalam mata uang baru ini, tergambar pencapaian bangsa kita selama 75 tahun kemerdekaannya. Demokrasi serta berbagai hasil pembangunan telah dicapai oleh bangsa ini,” jelasnya dalam acara yang turut juga didampingi oleh Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho serta Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Ia juga sangat mengapresiasi pemilihan simbol-simbol pada mata uang ini yang mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah pemersatu bangsa. Hal itu bisa dilihat dari berbagai kesenian serta kebudayaan dari masing-masing daerah dipadukan dalam selembar uang kertas.

“Kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu ingat, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta UUD 1945 sebagai ideologi negara. Karena hal tersebut adalah pemersatu kita,” tegasnya.

Hal ini menurutnya adalah modal politik bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar dan menjadi negara maju dan berdaulat sesuai cita-cita Bapak Pendiri Bangsa Ir. Soekarno. Dan tujuan pembanguan Presiden RI Joko Widodo yang senada dengan visi misi Pemprov Bali saat ini Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju Bali Era Baru.

Sementara itu dalam acara peluncuran uang kertas, Mentri Sri Mulyani mengatakan pecahan mata uang ini berbentuk kertas dengan nominal Rp75 ribu. Jumlah yang akan dicetak sebanyak 75 juta lembar. Uang ini resmi menjadi alat pembayaran yang sah.

“Sebagai bentuk wujud syukur kita atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian-pencapaian yang telah kita lakukan selama 75 tahun Kemerdekaan Indonesia, maka pengeluaran uang rupiah dalam rangka peringatan khusus kemerdekaan Republik Indonesia bertepatan dengan tanggal 17 Agustus tahun 2020,” kata Sri Mulyani dalam acara peluncuran itu.

Dia menambahkan, penerbitan mata uang baru ini sebagai bentuk syukur atas usia Republik Indonesia yang kini menginjak 75 tahun. Meskipun saat dalam kondisi menghadapi wabah Covid-19.

“Peringatan 75 tahun Republik Indonesia merdeka ditujukan untuk memperteguh kita semua di dalam menjaga kebhinnekaan dan kesatuan Republik Indonesia, serta bertujuan untuk menambah dan meningkatkan semangat kita dalam menyongsong masa depan dan terus mendukung dan mencapai tujuan kemerdekaan,” kata dia.

Bentuk syukur terlukis melalui gambar yang tertera di mata uang Rp75 ribu. Yakni peristiwa pengibaran bendera pada saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Menampilkan foto Proklamator Soekarno-Hatta serta gunungan. Di mana gambar tersebut memiliki filosofi sebagai pembuka dan permulaan lembar baru bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang baru saja diproklamasikan.

“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk menumbuhkan optimisme dan semangat terus-menerus untuk membangun dan mencapai cita-cita kemerdekaan. Meskipun kita tahu di dalam perjalanan bangsa dan negara kita selalu akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan kendala kehidupan termasuk pada saat ini, kita harus mampu untuk menghadapi tantangan Covid-19,” jelas dia.

Senada dengan Menkeu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan mata uang rupiah bukan hanya digunakan sebagai alat tukar saja, tapi juga sebagai simbol identitas dan karakterisitik Indonesia. Adapun uang ini memiliki tiga tema dan makna filosofi, yaitu mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinnekaan dan menyongsong masa depan.”Tiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik kita sebagai bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan dan banggakan,” sebut Gubernur BI Perry Warjiyo.

Ratusan Warga Binaan Lapas Tabanan, Terima Remisi

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam peringatan hari kemerdekaan RI, Senin,(17/8) sebanyak warga binaan Lapas II b, Kabupaten Tabanan, memperoleh remisi.

Pemberian remisi tersebut, merupakan hak kepada warga binaan, dimana remisi merupakan motivator atau penyemangat bagi warga binaan untuk senantiasa berkelakuan baik,itu disampaikan,Sekretaris Daerah Kabupaen Tabanan I Gede Susila, saat memimpin Apel pemberian Remisi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Tabanan, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75, Senin (17/8), di halaman Kantor Lapas Tabanan.

“Ada sebanyak 110 dari 185 orang warga binaan Lapas II b Kabupaten Tabanan menerima remisi dihari ini,” jelasnya.

Apel dilaksanakan sekitar pukul 14.00 wita tersebut merupakan bagian dari pembagian remisi umum terhadap narapidana dan anak serentak di seluruh Indonesia secara virtual melalui aplikasi zoom yang dihadiri secara virtual oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly beserta jajaran, di Jakarta, Senin (17/8).

Dalam kesempatan tersebut, Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan, pemberian remisi ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75 dengan tema Indonesia Maju dan bentuk penghormatan Negara terhadap narapidana yang diamanatkan oleh undang-undang.

“Mengingat perjuangan para pahlawan bangsa, pada saat ini merupakan perjuangan yang tak ternilai harganya, hingga berhasil mengusir penjajah dari tanah air kita. Untuk itu, proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945 merupakan titik penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia,”ujarnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, berkat perjuangan tersebut bangsa Indonesia berhasil meraih kedaulatan penuh. Untuk itu, kemerdekaan dikatakannya harus disyukuri.

“Rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan ini tentunya milik segala mayarakat Indonesia pada umumnya, dan termasuk didalamnya warga binaan lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.

Dirimya menambahkan, pemberian remisi tersebut merupakan hal wajib dilakukan Negara untuk memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Warga binaan pemasyarakatan merupakan bagian warga Negara yang tetap memiliki hak-hk yang mesti dihormati dan dipenuhi.

“Salah hak yang dimiliki oleh warga binaan pemasyarakatan adalah hak mendapatkan remisi. Melalui remisi diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dan anak dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, hal ini jangan hanya dimaknai dengan pemberian remisi biasa, namun hal ini merupakan apresiasi dari Negara atas pencapaian yang sudah dilakukan oleh warga binaan Lapas, di Rutan, dan Lembaga Pembinaan khusus Anak.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir,Kalapas Kelas II b Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, perwakilan Forkopimda Tabanan, Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta 2 orang perwakilan warga binaan Lapas Kelas II b Tabanan.

Wagub Bali, Apresiasi Konser Musik ‘Drive In’ Pertama di Bali

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyambut baik pagelaran musik bertajuk Bali Revival 2020 yang diselenggarakan di Rooftop Monkey Forest Ubud dari tanggal 15 hingga 17 Agustus 2020. Konser musik pelepas dahaga para penikmat konser ini dilaksanakan dengan konsep cukup unik yaitu penonton menyaksikan pertunjukan dari dalam kendaraan (drive in). Hal ini sejalan dengan penerapan protokol kesehatan jaga jarak.

Apresiasi terhadap pagelaran musik ini diutarakan Wagub Cok Ace saat menyaksikan konser hari ke-2 Bali Revival 2020, Minggu (16/8).Cok Ace menyebut, konser musik secara langsung yang digelar untuk kali pertama setelah lama vakum akibat pandemi Covid-19 ini merupakan hal baru dan unik. Karena digelar di tengah penerapan tatanan kehidupan era baru, dari awal ia mengarahkan agar pihak panitia melengkapi perizinan, berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan berkomunikasi dengan pihak desa yang mewilayahi lokasi pelaksanaan konser. Menurut Guru Besar ISI Denpasar ini, komunikasi sangat dibutuhkan agar niat baik dapat diterima dengan baik.

Selain berkoordinasi dengan pihak desa dan melengkapi perizinan, Cok Ace juga mewanti-wanti mengingatkan penerapan protokol kesehatan selama penyelenggaraan konser.

“Saya amati, protokol kesehatan sudah diterapkan seperti pengecekan suhu tubuh dan jaga jarak,” ucapnya.

Ia mengingatkan, satu saja kesalahan dalam penyenggaraan akan menjadi bumerang bagi pemulihan pariwisata yang saat ini tengah diupayakan.
Di sisi lain, Cok Ace menilai event ini bisa dijadikan contoh bagi tempat lain untuk menggelar ajang kreatif yang berkaitan dengan upaya pemulihan pariwisata Bali.
Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi media promosi bagi Bali yang saat ini tengah fokus menggarap wisatawan domestik. Kata dia, potensi wisdom yang saat ini tengah diupayakan berwisata ke Bali adalah mereka yang datang melalui jalur darat.

“Kalau lewat jalur udara, selain kapasitas terbatas, sebagian juga masih ragu. Makanya saat ini kita banyak berharap pada wisatawan yang lewat darat, salah satunya komunitas otomotif,” cetusnya.

Pada bagian lain, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali ini berharap konser musik Bali Revival 2020 menjadi angin segar bagi musisi yang lama vakum.

“Seperti yang kita ketahui, musisi Bali sudah lama tak bisa menyalurkan kreativitas melalui konser,” tambahnya.

Ia menyebut, ini merupakan salah satu solusi bagi musisi agar bisa terus berkarya dan menyalurkan kreativitas di tengah pandemi.

Apresiasi terhadap pelaksanaan konser musik ini juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. Ia berharap acara ini dapat membangkitkan kembali aktifitas berkesenian di Bali. Lebih dari itu, ia ingin kegiatan ini menjadi memicu kebangkitan ekonomi Bali yang pada triwulan dua tahun 2020 terpuruk cukup dalam yaitu minus 10,98.

Sementara itu, Pimpinan Fokus Production Jos Darmawan selaku pihak penyelenggara menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangkitkan industri konser yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Lebih jauh ia mengurai, Revival 2020 adalah bentuk konser musik di era baru yang menerapkan protokol kesehatan secara penuh.

Jos Darmawan yang juga selaku Penasihat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno mengklaim ini merupakan konser musik dengan konsep Drive In pertama kali di Bali.

Dalam konser musik ini, banyak mobil tua yang hadir sehingga menambah semarak serta membedakan acara ini dengan konser musik sebelumnya. Selain menikmati konser musik band lokal, para penonton juga bisa bergaya dan berfoto dengan mobil-mobil kuno.

Bali Revival 2020 menampilkan musisi dan band lokal Bali dari berbagai aliran atau jenis musik, diantaranya Lolot, Navicula, Di Ubud, Balawan, The Hydrant, Dialog Dini Hari, Jun Bintang, Dek Ulik, dan Manja Grup.

Permahi dan Dit Intelkam Polda Bali, Gelar Aksi Sosial

DENPASAR – Pantaubali.com -Guna menjalin soliditas dan menciptakan stabilitas keamanan Direktorat Intelkam Polda bersama permahi (DPC) Bali melakaanakan bhakti sosial,Sabtu,(15/8) di Kesiman,Denpasar.

Aksi dan giat sosial tersebut dilaksakan sebagai wujud kerjasama nyata antara Permahi Bali dan Dit Intelkam Polda Bali, melalui pemberian sembako kepada warga masyarakat kurang mampu terdampak covid 19, yang bertempat di Kesiman dan beberapa tempat lain di Denpasar.

“Pemberian sembako ini merupakan wujud aplikasi bagi kami, sebagai insan hukum untuk ikut meringankan beban ekonomi warga dan skaligus secara langsung memberikan masukan berkaitan dengan hukum jika ada warga terdampak yang mempunyai permasalahan,” jelas Pembina PERMAHI, Ryan Hendrich Dharma dalam kesempatan tersebut.

Semoga melalui kerjasama ini kita bersama-sama dapat mendukung tugas Polri dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif di wilayah Bali. Sembari menambahkan, Polda Bali melalui Direktorat intelkam Polda Bali mengucapakan terimakasih telah bersama-sama dengan Permahi DPC Bali untuk melakukan kegiatan sosial pemberian sembako kepada sebagian warga yang terdampak dalam masa pandemi covid-19 dengan harapan agar Permahi DPC Bali dan warga masyarakat yang terdampak lainnya ikut menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Putri Koster,Apresiasi Relawan Sosial

SEMARAPURA – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny.Putri Koster mengapresiasi para relawan atas semangat yang secara terus-menerus melakukan aksi sosial di tengah masyarakat di seluruh kabupaten kota se-Bali dalam upaya penanganan Covid-19 di Provinsi Bali itu disampaikan Dirinya dalam kegiatan sosial di Pelabuhan Penyebrangan Tribuana,Desa Kusamba, Klungkung, Sabtu (15/8).

Dengan semangat dari para relawan dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, Bali bisa menekan penyebaran Covid 19 di tengah masyarakat dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari pemerintah pusat terkait upaya penanggulangan Covid-19.

“Apresiasi dan keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat gotong-royong, saling tolong menolong, sagilik -saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya, saling asah, asih dan asuh yang merupakan kearifan lokal kita,” jelasnya.

Semua komponen masyarakat bersemangat, saling mendukung, saling membantu, dan bersama-sama kita bangkit dari situasi ini. Seberat apapun permasalahan kita hadapi, jika kita bersatu, bersemangat kita pasti akan menemukan solusi yang tepat.

“Para relawan serta satgas agar tidak pernah lelah dan terus bersemangat dalam melakukan aksi sosial terlebih kita belum tahu kapan virus ini akan berakhir,” ujarnya.

Demikian pula halnya dengan PKK akan terus melakukan berbagai kreativitas juga serta aksi sosial dalam upaya penanganan Covid 19, seperti melalui Gebrak Masker Mandiri untuk Bali serta kegiatan berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Pendistribusian sembako dan masker ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama bukan bertujuan untuk memanjakan.

“Kita harus mandiri, kita lawan, kita bisa dan pasti kita menang melawan Covid-19,”ucapnya.

Aksi sosial tersebut diserahkan bantuan berupa 167 peket sembako, 1800 masker, 167 paket PHBS serta 9 APD dari pada relawan serta 1000 masker serta 25 paket sembako dari TP PKK Provinsi Bali kepada Sekaa Sorog Banjar Bias, Sekaa Sorog Banjar Tribuana, Sekaa Kajang Banjar Tribuana, Pecalang serta Bendesa. Aksi sosial juga diisi dengan pelayanan kesehatan,penyemprotan disinfektan serta fogging.S

elain itu dalam aksi sosial yang mengusung tema ‘Mendorong Bali Bangkit Dalam Tatanan Bali Era Baru Melalui Semangat Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali dan HUT RI ke- 75 ini turut dihadiri oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, jajaran TNI atau POLRI serta jajaran Satpol PP Provinsi Bali dan Kabupaten Klungkung.