- Advertisement -
Beranda blog Halaman 943

Perlu Bergandeng Tangan,Mengatasi Masalah Sosial di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam upaya penangan masalah sosial di Kabupaten Tabanan tentu dibutuhkan saling bergadeng tangan antara komponen yang satu dengan komponen lainnya.Agar apa yang menjadi harapan bersama dapat diselesaikan dengan baik.

“Tentu dalam hal ini harus saling bergandengan tangan,apa lagi dalam kondisi seperti saat ini”, jelasnya.

Seperti salah satu contoh, kasus persetubuhan seorang Ayah terhadap anak kandung belum lama ini terjadi di Tabanan, melibatkan pelaku berinisial SP (36) dengan korban JM,saat ini kasusnya masih dalam tahap pemeriksaan berkas perkara.

Terkait masalah sosial tersebut, tentu tidak diharapkan terulang kembali terjadi ditengah-tengah masyarakat,apa lagi dalam kondisi seperti saat ini.Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan,Selasa,(25/8) di Tabanan menyampaikan,terkait kasus diatas misalnya tenti dibutuhkan saling bergadeng tangan antar satu komponen dengan komponen lainnya.

Mulai dari peran orang tua di rumah maupun peran para Guru di sekolah.Semua dalam upaya mendidik, dan menjaga anak agar tidak tercerumus maupun terjebak ke hal-hal negatif.

“Ya,tentu tidak bisa diserahkan semua ke Dinas sosial.Dalam hal ini, kita harus saling bergandengan tangan”,ujarnya.

Selain Dinas Sosial dalam kaitan dengan kasus tersebut, tentu peran orang tua di rumah sangat penting juga, agar mampu mengontrol dan memantau anak dengan seksama untuk tidak sampai melakukan hal mengarah kehal negatif.Selain itu Dirinya menambahkan, peran para guru di sekolah juga penting dalam upaya mendidik anak didik disekolah.

Pembelajaran Kerja Kelompok Masih Berlangsung,Wilayah Bebas Covid-19 Tetap Menjadi Perhatian

TABANAN – Pantaubali.com -Meskipun peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tabanan meningkat,penerepan proses pembelajaran kelompak khsusnya di tingkat SD kelas 1 sampai 3 tetap dilaksanakan.Akan tetapi,dalam penerapanya tetap memperhatikan kemanan, dengan benar-benar melihat dan memilih daerah atau desa mana yang belum ada penularan Covid-19, maka barulah penerapan proses belajar kerja kelompok tersebut dilaksanakan.

Hal tersebut dilakukan, agar dalam proses pebelajaran kerja kelompok tetap berjalan dengan baik dan anak-anak tidak sampai terpapar nantinya.

“Untuk kegiatan kelompok belajar sekali saya tekankan, hanya dilakukan di desa yang tidak ada penduduknya terpapar Covid 19 dan tetep melaksanakan protokol kesehatan”, jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra saat dikomfirmasi, Selasa,(25/8) di Tananan.

Jika dilihat dari mulai diterapkan proses belajar kelompok secara bergilir di beberapa rumah orang tua murid.Pelaksanananya sampai saat ini efektif bagi anak didik.

“Yang saya lihat pembelajaran ini efektif dan lebih bermanfaat bagi anak-anak,”ujarnya.

Dirinya berharap, kepada orang tua murid dalam kondisi saat ini agar tetap dan selalu melaksanakan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun demi keselamatan keluarga, bersabar, jangan mudah terpancing oleh hal-hal yang bisa mengganggu kesetabilan emosianal, kalau ada hal yang perlu ditanyakan lebih baik ditanyakan kepada Dinaspendidikan atau kepala sekolah (pihak sekolah) jika ada informasi yang ingin didapatkan mengenai PBM atau PJJ.Sembari Putra menambahkan, yang tidak kalah pentingnya adalah agar orang tua berkenan agar selalu mendampingi putra-putrinya saat dibutuhkan oleh anak.

Ny Putri Koster,Produk Lokal Bali Perlu di Angkat

DENPASAR – Pantaubali.com – Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi belakangan ini, mencuatkan gagasan untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pariwisata di Bali.

Langkah yang kemudian ditempuh, salah satunya adalah bagaimana mengangkat produk-produk lokal agar lebih dihargai dan mendapat tempat yang layak dalam industri pariwisata. Hal ini yang dicoba untuk dilakukan Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda Provinsi Bali) Ny Putri Suastini Koster, sehingga mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli dan pemangku kepentingan untuk membahas rencana penyempurnaan cenderamata destinasi wisata dan penggunaan busana yang berbasis kearifan lokal oleh pramuwisata, yang berlangsung di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Senin (24/8).

“Mari kita tata agar kue pariwisata ini dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat lokal yang ada di Bali,” kata istri Gubernur Bali Wayan Koster ini.

Ny Putri Suastini Koster mengatakan, Bali memiliki kekayaan dari sisi kearifan lokal yang belum dilibatkan secara baik dalam menciptakan pariwisata budaya yang berkualitas dan berkelanjutan. Dalam kapasitas sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny Putri Koster menginginkan produk dan potensi daerah lokal Bali bisa terserap dalam industri pariwisata Bali.
“Misalnya, saya ingin mendapat masukan (cenderamata, red) seperti apa yang harus kita berikan kepada tamu sehingga menjadi sesuatu yang istimewa,” ujar seniman multitalenta yang gemar membaca puisi.

Ny Putri Koster meyakini, Bali bisa kembali membuat cenderamata – cenderamata yang berkualitas berbasis kearifan lokal, yang pasarnya selama ini tergerus oleh produk-produk massal impor berkualitas rendah.

Selain cenderamata, Ny Putri Koster juga memiliki ide agar pramuwisata yang ada di Bali tampil dengan mencirikan budaya Bali.

“Idenya melalui pramuwisata menunjukkan produk asli Bali. Produk sandang kita bagus-bagus, limited edition,” jelas penyanyi lagu Bali yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali.

Ia menambahkan, hal ini akan memberikan kebanggaan terhadap pramuwisata Bali.
Ketua Himpunan Pramuwisata Bali Nyoman Nuarta menyambut baik rencana membuat kostum guide. Menurutnya, ini akan memberikan ciri kepada pramuwisata Bali yang legal.

“Saya ingin membedakan guide legal dengan ilegal,” ujarnya.

Nuarta berharap, seragam pramuwisata ini nantinya akan menunjukkan identitas dan yang paling penting dari segi harga tidak memberatkan pramuwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ir Putu Astawa mengatakan, masukan-masukan yang didapat dari rapat ini akan ditindaklanjuti dengan menggandeng desainer-desainer lokal Bali untuk menghasilkan desain-desain yang bisa menyerap produk lokal Bali di industri pariwisata Bali.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri juga oleh, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha S.SKar., M Hum, Anggota Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali Dr. Eng. I Wayan Kastawan, Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Ida Bhawati Prof. Pitana dan Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha dan beberapa instansit terkait lainnya.

Tim KemenPAN-RB, Nilai Indeks Reformasi Birokrasi dan SAKIP Pemprov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melakukan penilaian terhadap indeks reformasi birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemerintah Provinsi Bali. Penilaian dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom, Senin (24/8) Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang mengikuti proses penilaian dari ruang kerjanya memberi sejumlah penekanan terkait kegiatan ini.

Menurutnya, Reformasi Birokrasi dan SAKIP merupakan salah satu program prioritas Presiden Jokowi yang sejalan dengan visi Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru” pada misi ke-22 yaitu “Mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah”.

Reformasi Birokrasi dan SAKIP menjadi program prioritas, sebab tanpa birokrasi yang bersih, akuntabel, berintegritas dan memiliki semangat melayani, program-program prioritas Pemerintah Provinsi Bali yang memberikan manfaat dan dampak yang besar bagi krama Bali tidak akan terlaksana dengan baik. Ia mengibaratkan birokrat sebagai mesin bagi pembangunan yang harus dijaga kinerja dan ditingkatkan kemampuannya.

Melalui penilaian ini, ia berharap ada perubahan kinerja pemerintah melalui SAKIP di mana program kegiatan dijalankan secara efektif dan efisien, memastikan anggaran digunakan untuk program kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan serta penghematan anggaran dengan cross cutting program kegiatan yang tidak mendukung kinerja organisasi.

“Dengan manajemen kinerja, saya yakin program-program prioritas Pemerintah Provinsi Bali dapat dengan cepat kita wujudkan. Semua ini, hanya dapat terlaksana apabila birokrasi kita didorong melakukan transformasi yang fundamental yaitu membangun sistem pemerintahan yang akuntabel,” ujarnya.

Masih dalam arahannya, ia juga menyampaikan komitmen Pemprov Bali dalam mewujudkan birokrasi yang baik dan bersih. Semangat perubahan diwujudkan dengan melakukan percepatan 8 area perubahan Reformasi Birokrasi. Saat ini, ujar Cok Ace, Pemerintah Provinsi Bali sedang gencar menggalakkan transformasi digital.

Penglingsir Puri Ubud ini berpendapat, digitalisasi menjadi keniscayaan dalam upaya meningkatkan transparansi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19.Dalam tatanan kehidupan Bali Era Baru, Pemprov Bali tetap berkinerja dan memberikan pelayanan publik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Ia menyadari bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang konvensional tidak akan bisa survive (bertahan) di masa pandemi Covid-19 sehingga budaya digital merupakan kunci percepatan reformasi birokrasi.

Dalam konteks Reformasi Birokrasi, ia menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih Pemprov Bali berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat. Capaian itu antara lain tujuh kali berturut-turut meraih opini WTP, tingkat kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sangat baik yaitu 100%, Tingkat Kematangan SPIP pada level 3, Tingkat kematangan Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada level 3, Indeks Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kategori BB dengan nilai 78, tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) pada level 3 dan Indeks Keterbukaan Informasi Publik menuju informatif dengan nilai 85.87.

Capaian lainnya yaitu predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI/WBK) untuk unit layanan Rumah Sakit Mata Bali Mandara, tata kelola sarana pengaduan terintegrasi SP4N-LAPOR dengan baik dan penilaian kepatuhan pelayanan publik dari Ombudsman RI pada Zona Hijau. Hal ini membuktikan keseriusan jajaran Pemprov Bali dalam melakukan Reformasi Birokrasi.

Di tengah berbagai upaya yang dilakukan jajaran Pemprov Bali, ia menyadari bahwa pembenahan birokrasi masih perlu terus dioptimalkan. Ia berpendapat, evaluasi RB dan SAKIP merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan reformasi birokrasi telah dilakukan sehingga dapat dilakukan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) agar program- program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali berjalan efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi kesejahteraan seluruh krama Bali.

Sementara itu, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kamaruddin, Ak., M.Sc menyampaikan apresiasi terhadap hubungan harmonis yang berhasil dibangun jajaran Pemprov Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Ia berharap hal ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Kamarudin menambahkan, melalui kegiatan evaluasi ini KemenPAN-RB ingin memperoleh gambaran sejauh mana reformasi birokrasi telah dilaksanakan di tiap daerah.

“Penilaian juga diarahkan untuk mengetahui sejauh mana rekomendasi dari proses penilaian tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti pemerintah daerah. Dalam indeks reformasi birokrasi dan SAKIP, Kamarudin menyebut Bali sebagai daerah yang masuk kelas papan atas atau memperoleh penilaian sangat baik”, ujarnya.

Pada kegiatan penilaian, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memaparkan berbagai langkah terkait peningkatan indeks reformasi birokrasi dan SAKIP. Ia menyampaikan, pemerintah provinsi akan terus melakukan evaluasi terhadap SAKIP untuk memperbaiki dan menyempurnakan program yang menjadi visi dan misi dalam mensejahterakan masyarakat Provinsi Bali, khususnya membangun dan memperkuat ekosistem digital yang kuat menyertakan didalamnya ada hardware, software, behavior (perilaku disetiap orang yang dinilai), humanware dan brandware. Selain itu Sekda Dewa Indra juga menegaskan bahwa birokrasi Pemerintahan Bali sudah menerapkan elektronik Office termasuk barcode tanda tangan elektronik, terkecuali aurat menyurat yang memang membutuhkan tanda tangan dan cap basah. Tanda tangan elektronik ini sudah mendapat sertifikat resmi dari Badan Cyber dan Sandi Nasional (BCSN). Dan seluruh bendahara di Pemerintahan Provinsi Bali hanya memiliki sistem pembayaran tanpa membawa uang atau alat pembayaran cash.

Ditambahkannya Provinsi Bali juga memiliki badan riset dan inovasi daerah sebagai indikasi yang menunjukkan pemerintah Bali akan terus melakukan inovasi dan terus bergerak. Khusus untuk bidang ketatalaksanaan yang menjadi ciri pemerintah, Sekda Bali menjelaskan pihaknya terus melakukan gebrakan menuju digital birokratik yakni sistem digital menuju Bali smart island, salah satunya merampingkan jumlah OPD dari 36 menjadi 31 organisasi kelembagaan pada tahun 2019 lalu.

Untuk memudahkan pengawasan pengadaan barang dan jasa, Pemerintah Provinsi Bali menggunakan E_Market Place dan sangat transparan yang berjaringan dengan KPK, selain itu PHRI online juga diterapkan di Bali sehingga memudahkan instansi pemerintah terkait untuk memantau.

Tiga rumah sakit di Bali adalah akreditasi paripurna, UKPBJ unit kerja pengadaan barang dan jasa adalh titik rawan korupsi oleh karena itu sistem UKPBJ ini di garap dengan optimal dan maksimal untuk menerapkan manageman Anti suap dan transparan sehingga UKPBJ Bali mendapatkan level 3 dengan pembuktian kepemilikan sertifikat ISO 37001 2016 dan merupakan satu satunya unit pemerintah unit layanan publik di Bali.

BI Sebut, Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Mampu Bangkitkan Ekonomi Bali

BADUNG – Pantaubali.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, belum lama ini di Badung menyampaikan, Bank Indonesia sangat mendukung implementasi penerapan tatanan kehidupan era baru.Karena, melalui penerapan tatanan kehidupan era baru diharapkan secara berlahan ekonomi Bali akan mampu kembali bangkit.

“Penerapan tatanan kehidupan era baru menjadi penting dilakukan di Kawasan objek wisata salah satunya.Guna menyambut kembali wisatawan yang berlahan-lahan mulai berdatangan ke Bali”, ujarnya.

Jika dilihat sesuai SE Gubernur No.3355 misalnya,penerapan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak saja.Akan tetapi,harus mencakup kegitan penyelesaian transaksi pembayaran secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS.

“QRIS sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health, safety, and environment sustainability (CHSE) karena meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi”, jelasnya.

Sembari Dirinya menambahkan, pandemi Covid-19 telah memberikan guncangan cukup keras terhadap perekonomian Bali, misal jka dilihat pada triwulan II 2020 tercatat kontraksi sebesar -10,98% (yoy) sebagai akibat dari penurunan kegiatan pariwisata.

Ketua TP PKK Bali Berharap, Pengusaha Memperoleh Keuntungan Lebih Bisa Bantu Petani

BADUNG – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau langsung pelaksanaan pasar rakyat yang dilaksanakan oleh krisna Oleh-Oleh Grup di salah satu gerainya di Jalan. By Pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Minggu (23/8).
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan pasar rakyat yang telah digelar, semua tentu sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap kelangsungan hidup para petani di Bali di tengah pandemi Covid-19. Sehingga, hasil pertanian bisa terserap dan tersalurkan ke masyarakat dengan baik.

Dirinya berharap,agar para pengusaha yang usahanya memperoleh keuntungan di Bali bisa meniru upaya dilakukan oleh Krisna Oleh-Oleh dalam mensejahterakan para petani. Karena menurutnya, para petani adalah warga Bali yang selama ini sudah memberikan kontribusi besar bagi Bali dan bagi kelangsungan hidup masyarakatnya.

“Kegiatan ini tidak hanya berakhir di sini saja nantinya, akan tetapi pihak Krisna Oleh-Oleh bisa melaksanakan kegiatan serupa di seluruh gerainya di Bali, sehingga masyarakat mendapatkan hasil pertanian dengan merata, serta distribusi hasil pertanian juga merata hingga ke seluruh Bali”,harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemilik Krisna Oleh-Oleh Gusti Ngurah Anon atau yang akrab disapa Ajik Krisna mengaku bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah diadakan sebelumnya di Krisna Oleh-Oleh di jalan Sunset Road, Kuta, Badung.Melihat antusias masyarakat sebelumnya, maka kegiatan serupa dilaksanakan dan berharap bisa terus dilanjutkan setiap minggunya di seluruh gerai miliknya.

“Pasar rakyat ini direncanakan akan berlangsung hingga akhir Oktober sembari dievaluasi apakah bisa dilaksanakan lagi setelahnya atau tidak, serta gerai mana yang pelaksanaannya paling ramai”,jelasnya.

Mengenai latar belakang kegiatan menurut dirinya, melihat realita yang terjadi akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang dilanda kesusahan karena pandemi Covid-19. Salah satunya adalah petani, dimana mereka mengalami over supply hasil pertanian yang sebelumnya mereka kirim ke hotel atau restoran. Untuk mendistribusikan hasil pertanian mereka, pihaknya mengaku menjembatani hingga sampai di tengah masyarakat.

“Tujuan pelaksanaan pasar rakyat ini, selain untuk membantu para petani dalam pendistribusian produknya, juga membantu masyarakat sekitar membeli produk pertanian dengan murah”, katanya.

Sembari menambahkan,dalam pasar rakyat juga diterapkan Pergub No 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dimana baik pambeli maupun penjual tidak menggunakan kantong belanja berbahan plastik.

Konsumsi BBM dan LPG Naik di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah Bali per, Sabtu (15/8) kemarin tercatat meningkat 11% dibandingkan Juli 2020. Per Agustus Pertamina mencatat konsumsi rata-rata sales BBM jenis Gasoline dan Gasoil sebesar 2.900 KL per hari dibandingkan dengan bulan Juli sebesar 2.600 KL per hari.

Pertamina juga mencatat adanya kenaikan produk rendah emisi seperti Pertamax, yang mengalami kenaikan sebesar 12%.

“Pada bulan Juni lalu tercatat konsumsi sebanyak 242 KL/hari, kemudian naik menjadi 271 KL/hari sampai dengan akhir Juli kemarin,” jelas Rustam Aji, Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V dalam keterangan Pesrnya.

Program Langit Biru sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, memperoleh dukungan dari masyarakat di Kota Denpasar. Upaya pengurangan emisi gas karbon di udara dengan peralihan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih berkualitas dan rendah emisi bagi kendaraan, sebagai bentuk aksi nyata kontribusi masyarakat untuk lingkungan.

Setelah diluncurkan pada 5 Juli 2020 lalu, masyarakat yang sebelumnya masih menggunakan BBM Premium kemudian beralih ke BBM Perta Series (Pertalite dan Pertamax) di Kota Denpasar, terus bertambah setiap harinya. Setelah sebulan program ini berjalan, rerata konsumsi harian Pertalite di Denpasar tercatat meningkat menjadi 1.063 KL/hari, atau meningkat 12 persen.Sebelumnya, rata-rata konsumsi harian Pertalite sepanjang Bulan Juni 2020 sebanyak 950 KL/hari.

Pertamina mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan dan merasakan pengalaman langsung keunggulan kualitas Pertalite dan juga Perta-Series lainnya.

“Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di Kota Denpasar bisa semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi,” ucapnya.

Sedangkan untuk BBM sektor penerbangan, Pertamina juga mencatat kenaikan konsumsi Avtur sebesar 76%. Pada bulan Agustus sampai dengan Selasa (18/8) kemarin dibandingkan dengan bulan Juni, tercatat konsumsi Avtur di Bandara Internasional Ngurah Rai sebanyak 3.100 KL. Sedangkan pada Juli kemarin tercatat konsumsi Avtur di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sebanyak 3.000 KL, dibandingkan pada bulan Juni kemarin yang tercatat hanya 1.700 KL.Hal ini masih sangat jauh dibandingkan dengan kondisi normal yang bisa mencapai 70.000 KL per bulannya.

Sedangkan untuk sektor LPG pada Agustus,Pertamina mencatat kenaikan konsumsi LPG sebesar 8% dibandingkan pada Juli 2020. Pertamina mencatat konsumsi LPG sebesar 716 MT per hari pada Agustus 2020 dibandingkan dengan konsumsi Juli 2020 kemarin sebesar 660 MT per hari.

Sembari Dia mengimbau, agar masyarakat yang tidak berhak menggunakan LPG Bersubsidi yaitu, selain masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha mikro, untuk dapat menggunakan Bright Gas, LPG yang tidak bersubsidi.

“Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135”, tutupnya.

Gerakan HATInya PKK, Lahirkan KWT Laksmi Dewi di Desa Ulakan

KARANGASEM – Pantaubali.com -Gerakan HATInya PKK yang terus digelorakan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster dengan tujuan agar tanah pekarangan dapat dikelola secara optimal dan dimanfaatkan untuk menanam pangan dan tanaman produktif seperti sayur mayur, hingga bumbu dapur ini disambut oleh warga Banjar Dinas Tengah, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem dengan membuat Kelompok Wanita Tani (KWT) Laksmi Dewi yang beranggotakan 30 orang.

Hal itu terlihat saat Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan kunjungan kerja, Minggu (23/8) pagi ke Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi bersama Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, serta dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa bersama Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi, Ni Ketut Sulaksmi yang didampingi Pembina, I Made Arta Dana melaporkan bahwasannya Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini tercipta, karena mendengar adanya siaran informasi program HATInya PKK di Provinsi Bali yang kami nilai sangat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan pangan di masyarakat, apalagi dalam situasi Pandemi Covid-19.

“Untuk mewujudkannya kami langsung mengumpulkan warga, setelah berkumpul ternyata spiritnya sama ingin mewujudkan ketahanan pangan, sehingga berlanjut kami bentuk Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini yang beranggotakan 30 orang,” ujar Ni Ketut Sulaksmi seraya mengungkapkan lahan yang kami gunakan untuk bercocok tanam ialah lahan ‘Ayahan Desa’ seluas 44 are. Sedangkan tanaman yang kami tanam di lahan ini berupa pohon ketela, tomat, bayem, cabai, terong, timun, pare, kangkung, kelor, sere, jahe merah, hingga pohon buah pisang dan pepaya.

Disaat panen, Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini tidak hanya membagikan hasil panen sayur mayur, hingga buah kepada anggotanya. Namun kata Pembina KWT Laksmi Dewi, I Made Arta Dana hasil panennya juga kami bagikan kepada warga yang membutuhkan untuk meringankan beban mereka secara ketahanan pangan ditengah pandemi Covid-19.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster menyebutkan keberadaan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Program HATInya PKK sangat sejalan dengan kebijakan di Pemerintah Provinsi Bali yang memiliki misi yaitu tersedianya pangan yang cukup bagi krama Bali, dan sebagai wujud terimplementasinya Peraturan Gubernur Bali Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali untuk Taman Gumi Banten, Usada, dan Penghijauan.

Untuk mengimplementasikan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini, Ida Bagus Wisnuardhana mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat melalui APBN Dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian dan melalui APBD Provinsi Bali telah turut serta membiayai kegiatan P2L ini. Untuk tahun 2020, kegiatan P2L dilaksanakan oleh 70 KWT yang tersebar di seluruh Bali, seperti P2L tahap pengembangan sebanyak 32 KWT diberikan dana stimulus masing-masing Rp. 15 juta, dan P2L tahap penumbuhan sebanyak 38 KWT diberikan dana stimulus yang masing-masing nilainya Rp. 50 juta.

“70 KWT ini telah menerima dana stimulus yang diserahkan oleh Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster pada tanggal 6 Agustus 2020, dan dampaknya sangat bermanfaat ketika Gubernur Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, yang mana hasil panen program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini juga dapat dijual ke Pasar Gotong Royong Krama Bali, kemudian hasil penjualannya dimanfaatkan untuk Kas Kelompok di dalam mengembangkan usaha pengolahan hasil salah satunya,” pungkas Ida Bagus Wisnuardhana dihadapan Gubernur Bali yang saat ini menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Srikandi Polres Tabanan, Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker dan Bunga Mawar

TABANAN – Pantaubali.com -Guna memberi kontribusi dalam penanganan Covid-19 di tengah masyarakat Tabanan seluruh Polwan Polres Tabanan membagikan 100 lembar masker dan 50 buah handsanitizer kepada masyarakat, serta menyampaikan himbauan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

Maka seluruh Polwan Polres Tabanan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. turun ke jalan untuk bagian Masker, Hand Sanitizer, Bunga dan Helm oleh Polwan Polres Tabanan sembari melaksanakan tugas penjagaan dan pengatutan lalu lintas kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di seputaran Jalan Pahlawan Tabanan dan Catur Muka Tabanan pada Hari Senin,(24/8) pukul 07.00 wita.

Selain itu juga, 50 Tangkai bunga mawar dan 2 buah helm dibagikan kepada pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan dan Catur Muka Tabanan sebagai bentuk simpatik dan kepedulian Polwan Polres Tabanan kepada masyarakat serta mendukung program keselamatan dan tertib berlalu lintas dalam rangka Hari Jadi Polwan ke-72.

“Polwan Siap Mewujudkan Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif”, jelas Kasat Lantas Polres Tabanan Ni Putu Wila Indrayani Seijin Kapolres Tabanan disela kegiatan tersebut.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini diharapkan agar kepercayaan masyarakat kepada Polri khususnya Polwan Polres Tabanan semakin meningkat.Selain itu, tentu akan mampu menjalin sinergitas Polwan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sebagai Srikandi Polri.

Perkemarin,Positif Covid-19 Tercatat 59 orang di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Per Minggu,(23/8) (kemarin) berdasar data perbaharui sore ini jam 15.00 menurut, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan I Gede Susila saat dikonfirmasi menyampaikan, jika dilihat dari laporan berdasarkan data per Minggu 23 Agustus 2020 perkembangan masyarakat mulai dari, tercomfirm positif total tercatat sebanyak 59 orang dengan rincian 1 orang di isolasi RSUD Mangusada, 2 orang di isolasi di Bapelkesmas,1 orang di isolasi di RSPTN Udayana, 3 orang di isolasi di WB, 3 orang di isolasi di RSUP Sanglah,7 orang di isolasi di BRSUD Tabanan, 24 orang melakukan isolasi mandiri, 18 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah.

Data Akumulasi Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 59 orang dalam perawatan, 166 orang sembuh,2 orang meninggal serta 227 orang positif Covid-19.

“Selain itu,dari data tercatat suspek tercatat sebanyak 15 orang. Dengan jumlah tercatat 7 orang di isolasi di BRSUD Tabanan dan 8 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah”, jelasnya.

Selanjutnya berdasarkan data kontak erat tercatat sebanyak 335 orang.Kemudian per Minggu,(23/8) tercatat sebanyak 6 orang terpapar Covid-19 yang telah di isolasi yaitu, di UPTD RS Nyitdah sebanyak 3 orang, Bapelkesmas sebanyak 1 orang, WB sebanyak 1 orang dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 1 orang. Sembari Dirinya menambahkan, untuk pasien terpapar Covid-19 berasal dari,Desa Abiantuwung,Desa Angkah,Desa Tunjuk,Desa Apuan, Desa Beraban Kediri dan dari Desa Rejasa Kabupaten Tabanan.

“Meskipun demikian kabar baiknya, hari ini (Minggu,(23/8) telah ada sebanyak 2 orang pasien yang terpapar Covid-19 di nyatakan sembuh.Pasien tersebut selama ini di isolasi di UPTD RS Nyitdah sebanyak 2orang, pasien tersebut berasal dari Desa Meliling dengan umur 55 tahun, jenis kelamin Laki-laki dan umur 54 tahun berjenis kelamin perempuan”, tutup Susila.