- Advertisement -
Beranda blog Halaman 942

Kasus Covid-19 Meningkat,Proses Pembelajaran Tatap Muka Ditunda di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Jmlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tabanan cendrung meningkat saat ini.Melihat hal tersebut, terpaksa proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah terpaksa ditunda. Terkait hal tersebut, Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan terkait kesiapan dibukanya sekolah secara tatap muka di Ruang Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (27/8).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana mempertanyakan, bagiamana kesiapan terkait dibukanya kembali sekolah mengingat saat ini kasus terkonfirmasi positif justru meningkat di Tabanan.Karena kasus masih meningkat serta di Tabanan masuk zona kuning menuju oranye, sekolah di Tabanan masih belum bisa dibuka secara tatap muka kembali.

“Untuk sekolah masih belum bisa kita buka, karena melihat kasus Covid-19 di Tabanan semakin meningkat. Apalagi hingga saat ini,sudah ada sebanyak 254 orang di Tabanan terkonfirmasi positif. Dengan rincian, dirawat sebanyak 62 orang, dan 3 orang dinyatakan meninggal. Nah inilah yang menyebabkan sekolah untuk sementara kita belum buka untuk menghindari terjadinya kluster baru,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, kerap menerima keluhan dan masukan dari orang tua murid terkait fenomena terjadi ditengah masyarakat mengenai sekolah secara daring di masa pandemi ini. Misal,setiap siswa minimal menghabiskan uang pulsa Rp 50 Ribu sebulan, namun itu berlaku hanya untuk orang tua yang memiliki anak satu orang. Dan jika memiliki anak empat orang dan masih duduk di bangku sekolah, praktis dalam sebulan akan mengalokasikan dana Rp 200 Ribu untuk pulsa saja. Sedangkan masyarakat saat ini sedang kesulitan dalam pemenuhan hidup karena banyak yang dirumahkan atau di-PHK.

“Sebelumnya kami sudah usulkan, karena ini sesuai instruksi dari Kementerian Pendidikan kepada Dinas Pendidikan daerah terkait subsidi pulsa untuk siswa. Sehingga diharapkan nantinya bisa meringankan beban orang tua juga,” katanya.

Meskipun secara daring, Dinas Pendidikan masih bisa memaksimal belajar kelompok untuk kelas rendah untuk tetap membentuk karakternya. Namun, saat pembelajaran kelompok tersebut, kendala masih dihadapi adalah masih ada orang tua tak mau rumahnya dijadikan tempat belajar.

Sembari menambahkan,sebelumnya menyarankan agar memanfaatkan fasilitas umum seperti Balai Banjar dan Balai Subak yang sebagian besar sudah disediakan wifi untuk mengantisipasi hal serupa terjadi.

Dalam kesempatan yang sama,Kepala Dinas Pendidikan, I Nyoman Putra menjelaskan, untuk pemberian subsidi pulsa terhadap peserta didik sudah sempat dilakukan di triwulan II dan rencana akan diberikan kembali pada bulan Oktober atau triwulan IV. Selain merancang subsidi tersebut, pihak kementrian pendidikan sudah bekerjasama dengan provider untuk menyediakan kuota khusus untuk proses belajar mengajar saja. Sehingga nantinya bisa memanfaatkan hal tersebut.

“Jika kita berikan pulsa sepertinya agak kurang maksimal karena subsidi pulsa yang kemudian menjadi kuota internet tersebut kemungkinan tak hanya digunakan untuk proses belajar melainkan hal lainnya mungkin seperti game. Nah sehingga, subsidi kuota yang memang khusus untuk proses belajar agar bisa dimaksimalkan,” paparnya.

Untuk proses pembelajaran kelompok kelas rendah masih dilakukan seperti sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan jaminaan kemanan dan kesehatan jika mengikuti usulan menggunakan tempat umum seperti balai Banjar atau balai subak. Sebab, proses steril dan kebersihannya harus ada yang menyediakan dan butuh biaya. Sehingga, salah satu rumah orang tua siswa menjadi tempat yang paling aman dan nyaman karena memang sebagai rumah tinggal yang dijaga kebersihannya.

“Jadi siapa yang menjamin keamanan jika ruang umum digunakan. Karena menurut kami, jika menggunakan salah satu rumah orang tua siswa adalah pilihan yang paling aman. Rumah warga tersebut lebih memberikan kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan karena memang sudah dijaga oleh warga yang tinggal di rumah tersebut,”tutupnya.

Optimalkan PAD Ditengah Pandemi,Dewan Dorong Eksekutif Maksimalkan Potensi di Kecamatan

TABANAN – Pantaubali.com – DPRD Kabupaten Tabanan, dorong eksekutif memaksimalkan potensi dimiliki masing-masing kecamatan di Tabanan.Hal tersebut perlu dilakukan, dalam upaya mengoptimalisasi PAD ditengah pandemi Covid-19, yang hampir melumpuhkan segala sendi perekonomian maupun pendapatan daerah saat ini.

“Sangat perlu mendata kembali potensi menojol apa saja telah dimiliki di masing-masing kecamatan di Tabanan,terutama yang belum maksimal digarap agar dimaksimalkan kembali”, jelas,Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, Kamis,(27/8) disela pelaksanaan rapat kerja gabungan komisi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan di ruang rapat DPRD Kabupaten Tabanan.

Adapun pontensi tersebut seperti, pajak Tanah dan Bumi, meskipun dalam kondisi pandemi tentu masih ada saja bisa membayar pajak. Dan harus dipungut juga.Sembari Dirinya menambahkan,jika dilihat memang telah ada datanya,akan tetapi tingal menindak lanjuti saja.Sehinga, nantinya benar-benar akan mampu mejadi peningkatan lebih bagi PAD Tabanan dalam kondisi seperti saat ini.

“Tentu dalam hal ini sangat perlu ada peningkatan kedesiplinan juga”, ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Bapelitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja mengatakan, terkait potensi-potensi dimasing-masing kecamatan di Tabanan belum bisa dijalankan secara maksimal dalam sisa bulan 12 ini.Akan tetapi, untuk rencana kedepan harus, bahwasanya setiap kecamatan memiliki potensi apa yang menonjol agar mampu digali lebih jauh lagi.

“Tidak boleh potensi yang dimiliki tersebut sampai terlepas nantinya.Dan benar-benar harus diawasi”, katanya.

Terkait dengan hal tersebut potretnya telah dimiliki dan datanya di bagian keuangan juga telah ada.Meskipun datanya telah ada, akan tetapi jika dilihat dari potensinya masih sangat kecil sekali.

“Bisa dikatakan tidak akan banyak mampu mendongrak PAD, biarpun 10 kecamatan di gabung di Tabanan masih tiadak akan menutupi.Angka paling banyak berkisar Rp 10 milyar di 10 kecamatan di Tabanan. Tidak akan mampu membantu Rp 90 milyar.Meskipun demikian,tetap harus dicari”, paparnya.

Jika dilihat target PAD Kabupaten Tabanan total sebesar Rp 450 milyar,akan tetapi karena pandemi target diturunkan menjadi Rp 270 milyar dan target tersebut tidak mungkin juga akan mampu tercapai.

“Mungkin tidak tercapainya Rp 100 sampai Rp 110 milyar itu kan masih prediksi, dan semuanya mungkin bisa saja berubah nantinya”, cetusnya.

Sembari menambahkan, mungkin nanti 1 September 2020 pasti akan diketahui evaluasinya, sehinga akan diketahui analisisnya.

Perhari ini,Kasus Covid-19 Bertambah 6 Kasus di Tabanan

TABANAN- Pantaubali.com – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kabupaten Tabanan,perRabu,(26/8) tercatat sebanyak 6 orang terpapar Covid-19 telah di isolasi.Dengan tempat isolasi mulai dari di UPTD RS Nyitdah sebanyak 1 orang, Bapelkesmas sebanyak 1 orang, RSUP Sanglah sebanyak 2 orang dan yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 2 orang.

Adapun asal pasien terpapar Covid-19 tersebut dari data tercatat berasal dari,Desa Marga Dauh Puri,Desa Pandak Bandung,Desa Delod Peken,Desa Dajan Peken,Desa Bongan dan Desa Dauh Peken,Tabanan.

Selanjutnya, untuk akumulasi terkonfirmasi Covid-19 tercatat sebanyak 64 orang dalam perawatan dengan rincian 1 orang di isolasi RSUD Mangusada,1 orang di isolasi di Bapelkesmas,1 orang di isolasi di RSPTN Udayana,2 orang di isolasi di WB,3 orang di isolasi di RSUP Sanglah,8 orang di isolasi di BRSUD Tabanan,31 orang melakukan isolasi mandiri dan 17 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah,Tabanan.
Kemudian berdasarkan data 2 orang meninggal,246 orang positif Covid-19 dan 180 orang sembuh selanjutnya suspek tercatat sebanyak, 12 orang.

Dari 12 orang tersebut 3 orang di isolasi di BRSUD Tabanan dan 10 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah.Sedangkan untuk kontak erat tercatat sebanyak 420 orang.Kemudian berdasarkan data di kegiatan satgas,mencatat berita baik, yaitu per hari ini ada 4 orang pasien terpapar Covid-19 telah di nyatakan sembuh, pasien tersebut selama ini di isolasi di UPTD RS Nyitdah sebanyak 1 orang, Bapelkesmas sebanyak 1 orang, RSUP Sanglah sebanyak 1 orang dan WB sebanyak 1 orang, pasien tersebut masing-masing berasal dari Desa Kerambitan,Desa Pandak Bandung,Desa Kediri dan dari Desa Angkah.

Bupati Eka Hadiri Pisah Sambut Kajari Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Suasana penuh kekeluargaan mewarnai acara Pisah Sambut Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati, SH, MH, yang digantikan oleh Ni Made Herawati, SH. Apalagi acara dihadiri secara langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu (26/8) di Ruang Rapat Lantai III kantor Bupati Tabanan.

Mengingat, Bupati Eka dan Ni Wayan Sinaryati merupakan srikandi yang mampu menjadi pemimpin di daerah, dan kebetulan sama-sama berasal dari Tabanan, yakni tepatnya di Kecamatan Baturiti.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Dandim 1619 Tabanan Toni Sri Hartanto, Wakapolres Tabanan, perwakilan PN Tabanan, Sekda, para Asisten dan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tabanan  serta seluruh staf Kejaksaan Negeri Tabanan.

Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan Ibu Sinaryati sudah merupakan seperti keluarga sendiri, bahkan saudara. Terlebih jasa-jasa beliau dikatakannya sangat banyak untuk Tabanan. “Sudah sepantasnya beliau dibuatkan acara singkat untuk mengenang jasa-jasa beliau selama ini mengawal kita di Tabanan,” ujar Bupati Eka.

Lebih lanjut Bupati Eka sangat bangga, karena hilang satu srikandi datang srikandi lainnya. “Dan tentunya srikandi lagi datangnya. Sangat cocok. Perempuan ketemu perempuan obrolannya banyak dan komplit,” imbuhnya.

Bupati Eka berharap dengan kehadiran Kajari yang baru, Tabanan ini selalu dijaga dan selalu dituntun menuju arah yang lebih baik lagi. Karena menurutnya, di dunia ini tidak ada yang sempurna, dan segala sesuatu saling terkait. “Mudah-mudahan dengan kelebihan kita masing-masing, kita bisa buat yang terbaik untuk Tabanan,” pintanya.

Untuk itu, Bupati Eka sangat berharap pihaknya dan Kajari yang baru dapat bersinergi  seperti yang telah dilakukan sebelumnya, terlebih ditingkatkan. “Mudah-mudahan kita bisa bekerjasama dan Ibu Sinar di tempat yang baru juga jangan lupa dengan kita. Dan mari kita sosngsong hari yang indah kedepan serta selalu berpikir positif. Semoga kita kita dijauhkan dari segala ujian,” imbuh Bupati Eka.

Sementara, Ni wayan Sinaryati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Eka beserta jajaran dan Forkopimda serta pihak terkait yang telah membantu dan mendukung pihaknya dalam melaksanakan tugas selama ini. “Semua kami raih ini adalah berkat dukungan seluruhnya, baik OPD maupun Forkopimda di Tabanan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengatakan sebagai manusia biasa sudah pasti tidak luput dari kesalahan Untuk itu, secara pribadi maupun kedinasan Ia meminta maaf kepada semua pihak. “Mohon dimaafkan bila ada salah kata, salah perbuatan, Saya pribadi begitupun saat Saya menjabat secara kedinasan, mohon dimaafkan,” pintanya.

Tidak luput juga, Ni Wayan Sinaryati yang saat ini didaulat menjadi Kajari Gianyar, mengucapkan terimakasih kepada para staf dan para awak media, baik media cetak maupun media online, yang telah mendukung kinerjanya. “Jangan lupakan Saya, kalau boleh Sinar itu melekat di hati kalian semua,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ia juga mohon doa restu agar mampu menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru. “Terimakasih Ibu Bupati yang luar biasa, yang banyak inovasi, karena dimasa pandemic ini selalu ada kegiatan untuk masyarakat. Mudah-mudahan Ibu selalu sukses dan jangan lupakan Sinaryati,” tambahnya.

Sinaryati juga berharap, agar seluruh jajaran Pemkab Tabanan dan jajaran Forkopimda Tabanan mampu bersinergi dengan Kejari yang baru. “Tolong bantu dan dukung beliau, agar pelaksanaan tugasnya dapat diraih seperti apa yang kami raih. Mudah-mudahan dengan kepemimpin Ibu Herawati, Kejari Tabanan jadi Kejari yang betul-betul luar biasa,” harapnya.

Sementara Kejari Tabanan yang baru, Ni Made Herawati mengucapkan terimakasih kepada Bupati Eka, Forkopimda dan seluruh undangan yag hadir dalam acara tersebut. Ia juga meminta dukungan dari seluruh pihak agar mampu melaksanakan tugas dengan baik di Tabanan. “Apa yang sudah dicanangkan oleh Ibu Kajari Gianyar, Saya akan lanjutkan. Artinya hubungan baik kita, kerjasama kita yang Ibu Kajari Gianyar telah laksanakan, akan Saya lanjutkan,” ujarnya.

Ia sangat menyadari telah mewariskan sesuatu yang bagus, baik dari bangunan gedung Kejari maupun sistemnya dan tidak ada yang harus dibenahi. Untuk itu, Ia titip diri dan selalu bekerjasama. “Semoga dalam bekerja kita selalu dalam bimbingannya, dengan posisi pandemic seperti ini. Saya mengucapkan terimakasih dan mohon dukungannya,” tambah Herawati.

Wabup Sanjaya Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Serbaguna Br. Adat Jambe Baleran

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serbaguna Br. Adat Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Tabanan, Rabu (26 Agustus 2020) 

Peletakan batu pertama turut disaksikan oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Tabanan, Camat Tabanan, dan Perbekel, Tokoh Masyarakat serta warga masyarakat setempat. Sekaligus pada kesempatan tersebut dilakukan prosesi mulang dasar.

Dalam sambutannya, Wabup Sanjaya, sangat mengapresiasi persatuan warga masyarakat Br. Adat Jambe Baleran yang melakukan langkah inovatif melakukan pembangunan. Wabup meminta masyarakat agar tetap mempertahankan persatuan tersebut dan selalu semangat melaksanakan pembangunan meskipun di tengah wabah pandemic Covid-19.

Wabup sanjaya juga sangat berterimakasih karena diberi kehormatan untuk meletakan batu pertama pembangunan gedung serbaguna ini. “Astungkara apapun yang ingin kita raih, apapun yang ingin kita kerjakan harus selalu kita awali dengan mimpi. Dan Astungkara mimpi itu sekarang terwujud,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menegaskan, pembangunan ini merupakan langkah yang sangat positif di tengah pandemi. Hal ini dikatakannya salah satu faktor untuk menggairahkan kembali perekonomian kerakyatan masyarakat sekitar.

“Minimal dari pembangunan gedung serbaguna ini tercipta lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Ada juga pembelian material dan lain-lain, sehingga perekonomian berjalan, tidak mandeg,” ujarnya.

Wabup Sanjaya berharap di saat-saat yang sangat sulit ini, seluruh masyarakat tetap meminta dan mohon keselematan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, agar pandemic ini cepat berakhir, serta obat dan vaksinnya juga cepat tersedia di Tabanan.

“Astungkara, wabah yang begitu besar ini cepat hilang di Kabupaten Tabanan, begitupun di Indonesia. Sehingga apa yang kita cita-citakan bersama bisa kembali kita kerjakan bersama, menuju Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Prestasi,” imbuhnya.

Gusti Nengah Jadi Jaya selaku Penasehat Banjar Jambe Baleran, mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran Wabup Sanjaya beserta jajaran dalam peletakan batu pertama ini.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung serbaguna ini akan dibangun sesuai gambar, yakni 2 lantai, dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 1,5 miliar. Dari dana tersebut, bantuan dari Pemerintah sebesar Rp. 500 juta.

“Titiang atas nama masyarakat Banjar Jambe Baleran, mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Bupati beserta jajaran, yang telah mengkawal bantuan hingga sampai pada kami untuk melaksanakan pembangunan ini,” imbuhnya

1 Orang Tersesat Dijalur Pendakian Batukaru, Akhirnya Ditemukan

TABANAN – Pantaubali.com – Usai melaksanakan persembahyangan, seorang warga Denpasar Utara dilaporkan tersesat. Ketika itu A.A. Oka Ariawan beserta rombongan lainnya berjumlah 23 orang melaksanakan persembahyangan di Pura Puncak Kedaton,Tabanan.

Basarnas Bali mendapatkan informasi pada Selasa (25/8) malam pukul 22.50 Wita dari A.A. Dwijarkara yang merupakan rekan korban. Penuturaan dari Gede Darmada, selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) membenarkan kabar tersebut.

“Jadi kemari pukul 09.00 Wita rombongan memulai persembahyangan, dan sekitar pukul 17.00 Wita satu orang terpisah dari rombongan,” terangnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, 2 SRU berjumlah 11 orang diberangkatkan menuju lokasi, dan bergabung dengan unsur SAR lainnya.

“Dini hari tadi tim sudah ada di posko selanjutnya berkoordinasi bersama Polsek Penebel, SAR Samapta Polda Bali, BPBD Tabanan, pecalang setempat serta Kelian Desa Kesambian.Kami sudah beberapa kali menangani permintaan bantuan seperti kasus sekarang ini, biasanya mereka kelelahan, namun kali ini korban salah memilih jalur karena dia kembali menuruni gunung sendirian mendahului rombongan” paparnya.

Penyisiran dimulai,Rabu (26/8) pukul 01.30 Wita melalui jalur yang dilalui oleh rombongan. Akhirnya korban berhasil ditemukan pada pukul 06.21 Wita. Dalam keterangannya, Darmada menjelaskan bahwa korban melewati jalur barat Pura Luhur Petali, yang bukan jalur utama pada umumnya dan korban juga sempat alami keram.

“Ketika tim SAR gabungan sudah berada di ketinggian 1500 Mdpl, diperoleh info bahwa korban sudah ditemukan, ia berusaha mencari jalur keluar menuju posko pada ketinggian 878 Mdpl,” ucapnya.

Sebagai SMC dalam operasi SAR ini, Darmada menghimbau kepada siapapun yang melakukan pendakian di gunung agar sebaiknya mempersiapkan logistik, fisik, dan kemampuan mengenal alam bebas, khususnya bagi yang tidak terbiasa melewati jalur pendakian serta diupayakan mengajak teman atau bersama rombongan.

Ny Putri Koster, Mandiri Memakai Masker Penting Dilakukan

BADUNG -Pantaubali.com – Dalam rangka mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memutuskan mata rantai penyebaran dan penularan Virus Corona, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak seluruh kader PKK mewujudkan Bali Bebas Covid-19 melalui ‘Gerakan Bersama Memakai Masker dan Mandiri Untuk Bali’. Hal ini disampaikannya sesaat setelah menyerahkan seribu masker kepada Wakil Ketua III TP PKK Badung Ny Yuniasih Wijaya, di salah satu setasiun radio di Kuta,Badung, Selasa (25/8).

Berbagai upaya dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK dan kadernya, mulai dari melakukan edukasi turun langsung ke lapangan di sela pembagian sembako, hingga edukasi melalui sistem virtual. Selain edukasi bahaya Covid-19 dan tata cara pencegahannya, Ny Putri Koster juga secara simultan menyerahkan seribu masker kepada TP PKK kabupaten atau kota se-Bali.

Selanjutnya, masker-masker tersebut diberikan kepada warga yang ditemukan tidak menggunakan masker di lapangan. Tidak kalah penting, ribuan masker juga telah didistribusikan kepada warga kurang mampu yang memang layak menerimanya.

“Melalui PKK GEBRAK Masker (Gerakan Bersama Memakai Masker) yang merupakan sebuah gagasan dari Ketua Umum TP PKK Ny Tri Tito Karnavian, Indonesia bahkan seluruh negara di dunia diharapkan segera pulih dari keterpurukan akibat Covid-19. Salah satu upaya yang arus dilakukan ialah dengan menerapkan protokol kesehatan dalam segala bentuk kegiatan”, jelasnya.

Untuk melanjutkan dalam menempuh kehidupan dengan pola tatanan era baru, semua orang wajib menggunakan masker saat berada di luar rumah terutama di tengah keramaian, serta tetap menjaga jarak terutama saat berkomunikasi dengan orang lain, dan selalu membawa hand sanitizer.Memulai gerakan mandiri masker, di mana setiap orang dituntut sadar tentang pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, karena sudah seharusnya setiap warga saling menjaga.

“Gunakan masker saat bepergian atau berada di luar rumah, apalagi saat berada di tengah keramaian, karena maskermu selain melindungi kesehatanmu juga melindungi orang lain. Begitu juga dengan maskerku akan selalu melindungiku dan juga orang lain. Sebisa mungkin mari kita bersama hindari kerumunan karena kita tidak tahu bagaimana Virus Corona itu menyebar dan siapa pembawanya,” tutupnya.

Ditengah Pandemi,Kader TP PKK Harus Tetap Beraktifitas

BADUNG -Pantaubali.com – Ibu rumah tangga memiliki nilai dan peran lebih dalam memperkokoh ketahanan keluarga saat masa pandemi Covid-19 ini. Mulai dari, menyiapkan keperluan keluarga, mengatur keuangan rumah tangga kala pemasukan justru mulai menipis. Belum lagi bila sang suami terkena PHK. Kemudian mesti sabar mengasuh dan mengawasi putra-putri mereka saat mengikuti proses belajar mengajar online (daring) dengan guru pengajar di sekolah,itu disampaikan, Ketua TP PKK Provinsi Bali,Ny. Putri Suastini Koster Dialog interaktif Ketua TP PKK Provinsi Bali di dampingi Wakil Ketua III TP PKK Kabupaten Badung Ny. Yuniasih Wijaya, di Kuta Radio FM, Selasa (25/8).

“Secara struktural TP PKK mulai tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten atau kota, Kecamatan dan desa memiliki garis hubungan koordinasi yang erat, dan program yang dilaksanakan juga saling berkaitan dan bersinergi. Dengan pola saling berkaitan di mana program yang digagas pusat secara langsung dilaksanakan pula hingga ke tingkat desa”, ujarnya.

Guna mengisi hari-hari di masa pandemi Covid-19 agar tidak merasa bosan dan menimbulkan rasa stres, Kader TP PKK diminta untuk terus menggenjot aktifkan pemanfaatan halaman rumah untuk diisi dengan tanaman-tanaman bermanfaat. Seperti sayur mayur, bumbu dapur mulai cabai, tomat dan jahe.

“Dengan melihat halaman yang asri, teratur, indah, nyaman dan bermanfaat dipastikan akan mampu membangkitkan semangat dan imunitas tubuh”, katanya.

Program HATINYA PKK mendapat gelontoran dana dari TP PKK Provinsi yang disalurkan kepada PKK kabupaten, kecamatan dan desa dengan diharapkan membikin percontohan halaman asri, teratur, indah, nyaman dan bermanfaat. Sehingga, nantinya dapat diikuti oleh masing-masing rumah tangga.

“Dimana pada saat yang tidak terduga seperti, masa pandemi Covid-19 ini akan sangat membantu dan meringankan beban dalam urusan kebutuhan pangan pokok sehari-hari”,jelasnya.

Selain HATINYA PKK, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali juga terus mensosialisasikan sekaligus mengedukasi program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga). Yakni mengerjakan sesuatu yang kreatif guna menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. Misalnya membuka usaha kuliner rumahan yang dipromosikan melalui media sosial. Contoh lainnya bisa membikin masker yang dijual untuk masyarakat.

“Kegiatan ini nantinya akan diketok tularkan kepada warga di sekitar sehingga mulai memperluas lapangan kerja secara mandiri”, ucapnya.

Selanjutnya, adapun program teranyar yang sedang giat dilaksanakan kader TP PKK adalah PKK GEBRAK Masker (Gerakan Bersama Memakai Masker dan Mandiri Untuk Bali), turut serta mensosialisasikan penggunaan masker oleh semua kalangan baik generasi muda dari usia dini hingga lanjut usia. Karena dengan masker, kita akan menjaga kesehatan dan keselamatan banyak orang di masa pandemi Covid-19 yang tidak diketahui pastu kapan berakhirnya.

“Kita semua mulai mencoba berinteraksi, namun tetap menerapkan tatanan kehidupan pola baru, yakni disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan”, sampainya.

Dengan kembalinya kita beraktivitas di tengah masa pandemi, Ny. Putri Koster mengajak warga Bali untuk menjadi individu yang kreatif, cerdas dan mandiri. Dan bergerak bangkit menghadapi situasi pandemi ini bersama-sama. Mau tidak mau, kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19, namun agar semua selamat mesti selalu menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat dengan mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.

Kemudian Wakil Ketua III TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Yuniasih Wijaya menambahkan, bahwa untuk sehat kita perlu menerapkan perilaku CERDIK. Yakni cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet yang seimbang dan kelola stres agar tidak sampai tertekan dan mengalami stres. Jika keluar hindari kerumunan dan jaga jarak.

“Meningkatkan rasa gotong royong juga menjadi hal utama yang harus dipicu, sehingga segala bentuk kesulitan akan terasa ringan jika sudah dilalui bersama”, tutupnya.

Wagub Bali,Bahas Kebijakan Perbankan Pemprov di Tengah Pandemi

DENPASAR -Pantaubali.com – Menindak lanjuti kondisi ekonomi Bali yang masih diangka minus 10,98 di triwulan ke II maka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengumpulkan beberapa lembaga perbankan dan pelaku usaha pariwisata untuk melakukan rapat sosialisasi Kebijakan Perbankan Pemprov Bali kepada masyarakat di masa pademi, rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali pada Selasa (25/8).

Dalam kesempatan tersebut Wagub Cok Ace mengatakan,bahwa sebagaimana diketahui bahwa kondisi ekonomi Bali untuk pertama kali berada pada minus 10,98, selain itu pembukaan pariwisata untuk wisatawan mancanegara yang awalnya direncanakan akan dibuka pada September mendatang namun diundur sampai waktu yang belum ditentukan.

“Dengan hal ini, tentu akan memberikan dampak terhadap Bali mengingat Bali hidup dengan aktivitas pariwisatanya. Dikhawatirkan ekonomi Bali akan tumbuh sangat melambat. Oleh karena itu, kehadiran para perbankan seperti Bank Indonesia, OJK, Bank Daerah maupun Bank Swasta dapat memberikan angin segar kepada masyarakat khususnya pada UMKM dalam pelunakan penyaluran kredit”,jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Wagub Cok Ace mendengar kebijakan apa yang bisa diberikan oleh perbankan dalam menanggapi situasi ini, sehingga para UMKM dapat terbantu dalam menjalankan usahanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali,Trisno Nugroho mengatakan,bahwa penyebaran COVID-19 sudah berdampak terhadap perlambatan dan penurunan pertumbuhan ekonomi beberapa negara pada triwulan II 2020. Namun demikian, Tiongkok yang mengalami COVID-19 di awal tahun sudah mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada triwulan II – 2020.

Begitu juga dengan di Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II -2020 terkontraksi sebesar 5,32% (yoy) dari pertumbuhan Tw I-2020 yang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2020 Terkontraksi sebesar 2,97%. Khusus ekonomi Bali padda tw II mengalami minus yang sangat dalam yaitu -10,98, dimana ini adalah keaadaan ekonomi bali yang paling rendah.

“Maka dari itu diperlukan koordinasi kebijakan untuk mendorong sektor perekonomian produktif dan aman. Sektor yang produktif adalah sektor yang memberikan nilai tambah pada perekonomian, namun memiliki risiko penyebaran COVID-19 yang rendah. Seperti sektor pertanian, pangan, peternakan dan beberapa sektor lainnya”, paparnya.

Sedangkan pada tracking perekonomian Bali pada triwulan ke III, diproyeksikan akan ada pergerakan, terutama didorong oleh pergerakan wisatawan domestik. Disamping itu, sejak adanya new normal era pencarian travel Bali pada website cenderung meningkat, dan hal ini mengindikasikan Bali masih menjadi destinasi wisata favorite.

Memasuki tatanan kebidupan era baru di triwulan ke III (Juli) 2020, kredit perbankan Bali mulai meunjukan peningkatan. Dimana peningkatan kredit bersumber dari modal kerja (4.94 yoy) dan investasi (32.43 yoy). Sementara dari sisi Lapangan Usaha bersumber dari kredit perdagangan (4.94 yoy) dan akomodasi makan dan minum (9.08 yoy). Dengan demikian resiko kredit secara keseluruhan sedikit meningkat namun masih berada dibawah tresh hold. Namun dari sisi Lapangan Usaha, resiko kredit konstruksi meningkat cukup tinggi dan perlu mendapat perhatian, begitu lula pada kredit UMKM yang akan ada pergerakan namun masih lerlu perhatian.

Sedangkan pada penyaluran dan penyerapan bantuan Program Sembako di Balinusra hingga Juni 2020 sudah optimal yakni hampir 100%. Nominal dan jumlah KPM nya pun meningkat dibandingkan dengan tahun 2019, yang merupakan buah kebijakan pengembangan BPNT menjadi Program Sembako di mana terdapat peningkatan indeks bantuan dari Rp110rb/bulan menjadi Rp150rb/bulan pada Januari 2020 dan meningkat lagi menjadi Rp 200rb/bulan mulai Maret 2020 sebagai salah satu upaya menghadapi COVID-19. Untuk menjaga daya beli masyarakat, penyaluran bantuan PKH tahap 2 (untuk nominal bantuan April-Juni) yang biasanya dilakukan di bulan April dipercepat menjadi bulan Maret. Adapun penyaluran bantuan PKH hingga Juni sudah 100% dan penyerapan bantuan oleh KPM tercatat sebesar 91,46%.

” Bank Indonesia mengusulkan beberapa strategi dalam menahan laju penurunan ekonomi di tahun 2020 yaitu,Relaksasi PSBB Provinsi dan Kabupaten/Kota secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Percepatan absorpsi belanja pemerintah (termasuk belanja PEMDA).Pembukaan sektor ekonomi utama dengan disiplin ketat protokol CHSE. Digitalisasi UMKM dan Mendorong Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Akeselerasi kredit bank (termasuk BPD) ke sektor riil dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian”, sampainya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto menyampaikan,Pandemi covid-19 memberikan efek domino pada aspek Sosial, Ekonomi dan Keuangan. Dalam merespon hal tersebut, pemerintah pusat telah menyalurkan biaya penanganan covid-19 sebesar 695.20 T. Yang meliputi biaya kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, pembiayaan korporasi, sektoral kementerian lembaga dan pemerintah daerah.

Terdapat beberapa program dalam pemulihan ekonomi nasional , yaitu perlindungan sosial seperti program keluarga harapan, dimana Total penerima program PKH di bali sebanyak 89,883 orang. Program Bantuan Pangan Non Tunai, adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terendah di daerah pelaksanaan, selanjutnya disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Sembako, yang namanya termasuk di dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM) program Sembako dan ditetapkan oleh Kementerian Sosial.

“Program bantuan sosial tunai adalah, bantuan berupa uang (Rp.200.000/bulan) yang diberikan kepada keluarga miskin, tidak mampu, dan atau rentan yang terkena dampak dari Wabah Covid-19. Sebanyak 124.556 warga Bali yang sudah menerima bantuan tersebut”, ucapnya.

Selain itu,ada program Bantuan Tunai Langsung Dana Desa dimana diberikan sebesar Rp600.000 setiap bulan untuk setiap keluarga miskin yang memenuhi kriteria dan diberikan selama 3 (tiga) bulan dan Rp300.000 setiap bulan untuk tiga bulan berikutnya. BLT-Dana Desa ini bebas pajak.

Kemudian ada juga program bantuan langsung UMKM, yaitu bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) diberikan kepada pelaku Usaha Mikro untuk menjalankan usaha di tengah krisis akibat pandemic COVID 19 dalam rangka Program PEN. Bantuan ini diberikan satu kali dalam bentuk uang sejumlah Rp.2.400.000 kepada pelaku Usaha Mikro yang memenuhi kriteria. Selanjutnya ada program kartu prakerja dan pemberian subsidi pada gaji atau upah.

Selanjutnya pada program pemulihan ekonomi nasional terdapat program subsidi bunga UMKM, dimana besaran subsidi bunga yang diberikan yaitu,Perbankan dan perusahaan pembiayaan,pinjaman sampai dengan 500juta, subsidi bunga 6% untuk 3 bulan pertama dna 3% untuk 3 bulan kedua. Sedangkan pinjaman diatas 500 juta sampai dengan 10 milyar subsidi bunga 3% untuk 3 bulan pertama, 2% untuk 3 bulan kedua. Serta bbeerapa kebijakan kredit lainnya.

Terakahir statment Direktur utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menambahkan,dalam rangka mendorong Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan Program penempatan uanh negara (PUN) Bank BPD Bali telah menyesuaikan Suku Bunga Kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya sektor riil dan konsumtif walaupun masih di lokal Bali, namun hal tersebut juga sebagai persiapan menuju era new normal.

“Adapun beberapa kebijakan yang telah diambil oleh BPD seperti, penyaluran KUR tahun 2020 dan subsidi yang diberikan pada debitur UMKM”, katanya.

Rapat tersebut diikuti juga oleh perwakilan OJK Provinsi Bali, Kepala Dinas Koperasi dna UMKM Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ketua GIPI Bali serta beberapa pelaku pariwisata dari berbagai Kabupaten atau Kota.

Kasus Covid-19 Meningkat, Masyarakat Diharapkan Jangan Takut ke RS

TABANAN -Pantaubali.com- Adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang sempat terjadi beberapa hari ini di Kabupaten Tabanan.Tentunya bisa berdapak pada kewaspadaan masyarakat, dalam upaya mencegah penularannya. Misal mulai dari, menjalankan protokol kesehatan,menjaga daya tahan tubuh sampai pada mengantisipasi agar tidak sampai tetular disalah satu tempat seperti salah satunya, di Rumah Sakit (RS).

Guna menghilangkan kekhawatiran dan keraguan masyarakat untuk berobat ke RS karena takut terpapar virus covid-19.Menangapi hal tersebut,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika,Selasa,(25/8) menyarankan, agar masyarakat Tabanan tidak perlu khawatir berobat ke RS. Karena Dirinya mengatakan, RS telah melaksanakan protokol dengan sangat baik serta dengan sangat ketat.

“Tidak perlu takut ke RS kalau memang membutuhkan penanganan medis nantinya”, jelasnya.

Sampai saat ini, meski ditengah pandemi RS di Tabanan telah melaksanakan protab kesehatan dengan sangat-sangat disiplin dan ketat.

“RS telah melaksanakan protokol dan SOP dengan baik”, ujarnya.S

Sembari Suratmika menambahkan, jadi tidak ada alasan lagi masyarakat merasa was-was datang ke RS untuk melakukan penangan medis.