- Advertisement -
Beranda blog Halaman 931

Kembali,Dukungan Puri Mengalir ke Paket Jaya-Wira

TABANAN – Pantaubali.com -Kembali 3 Puri di Tabanan kompak restui dan mendukung langkah calon bupati dan wakil bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dengan I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira ) melengang diperhelatan Pilkada serentak 2020.Adapun 3 Puri besar di Tabanan tersebut yaitu,Puri Marga,Perean dan terakhir Puri Abiantuwung.

Hal tersebut terungkap dalam simakrama dilakukan paket Jaya-Wira ke masing-masing Puri tersebut,Rabu,(23/9).

Seperti salah satunya disampaikan, penglingsir Puri Abiantuwung,Tabanan, I Gusti Agung Gede Susila mengatakan, akan mendukung paket Jaya-Wira dalam perhelatan Pilkada serentak 2020.Karena, melihat selama ini paket Jaya-Wira telah memiliki pengalaman baik di legislatif maupun di eksekutif.

“Saya rasa beliau keduanya telah memiliki pengalaman dibidang pemerintahan.Jadi bisa dikatakan cukup berpengalaman terutama dalam memajukan Tabanan dengan pengalaman yang telah dimiliki,” katanya.

Sembari dirinya mengingatkan, selama bertindak dan berbuat agar selalu komit dengan apa yang telah menjadi komitmen.Berjuang membela rakyat serta selalu membela kepentingan rakyat Tabanan khususnya.

“Jadi teruskan apa yang telah dilakukan demi kemajuan Tabanan kedepan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Dirinya menyampaikan, bahwasanya ange puri Abiantuwung khususnya akan mendukung paket pasangan Jaya-Wira dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 Tabanan.

Dalam waktu dan kesempatan yang sama I Komang Gede Sanjaya mengatakan,memohon doa restu dan dukungan agar mampu mendulang perolehan suara dalam Pilkada di Tabanan saat ini.Agar kedepan kembali mampu melanjutkan pembangunan di Tabanan.

“Paket jaya wira ini nantinya akan menuntaskan program apa yang belum terselesaikan sebelumnya di Tabanan ini,” jelasnya.

Setidaknya dalam memperoleh kemenangan nantinya setidaknya merupakan kemenangan yang berkualitas.Sembari dirinya berkeyakinan dalam pengambilan nombor urut ke KPU besok (Kamis,(24/9),paket Jaya-Wira yakin memperoleh nombor urut satu.

Mayat Di Tengah Sawah,Gegerkan Warga Pandak Gede Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Warga Pandak Gede,Tabanan siang hari Selasa,(22/9) kemarin di gegerkan penemuan mayat di sawah subak Gadon 1 Tumpeng Nasi,Banjar Pasti.Mayat berjenis kelamin Laki-laki berumur 65 tahun tersebut bernama, I Ketut Meter seorang petani dari Banjar Pasti,Desa Pandak Gede,Kecamatan Kediri,Kabupaten Tabanan.

Adapun kronologis penemuan mayat tersebut seijin Kapolres Kabupaten Tabanan,Kapolsek Kediri,Kompol Gusti Nyoman Wintara menyampaikan, Selasa,( 22/9) sekira pukul 12.00 wita,salah satu saksi yang kami sebut Saksi 1 ( satu ) dan Saksi 2 ( dua ) saat hendak melihat air disawah,berdekatan dengan lokasi ditemukan korban tersebut.Yang pada saat itu, Saksi 1 melihat korban dalam keadaan terlentang di sawah milik korban.Melihat kejadian tersebut, Saksi 1 ( satu ) langsung bergegas pulang dan segera memberitahukan kepada keluarga korban.

“Akhirnya keluarga korban datang ke lokasi tersebut, maka ditemukannya korban telah dalam keadaan tidak bernyawa atau meninggal dunia”, jelasnya.

Selanjutnya korban dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka.Terkait hal tersebut, pihak keluarga mengikhlaskan korban meninggal dunia karena sakit.
“Surat pernyataan tidak dilakukan otopsi mayat juga telah dilakukan”, ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan,sebelumnya pemeriksaan medis luar juga telah dilakukan dari Puskesmas Kediri 3 Beraban.Dengan hasil riksa luar telah dilakukan,tidak ditemukan tanda-tanda kekerasaan luka.

“Dugaan sementara, korban meningal akibat kecapaian, dan pingsan sewaktu kerja membersihkan rumput di sawah”, tutupnya.

Kesekian Kalinya, Badai Dukungan Kembali Menerpa Paket Jaya-Wira di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali badai dukungan kembali menerpa paket Jaya-Wira yang merupakan pasang calon bupati dan wakil bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dengan I Made Edi Wirawan.Kali ini, dukungan datang dari warga Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan.

Yang kompak satu suara mendukung serta menyatakan kesiapan memenangkan paket Jaya-Wira dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 di Tabanan.

Tokoh masyarakat Kamasan I Gusti Agung Putu Suradnya mewakili warga setempat dengan,Selasa,(22/9) mengatakan,selama ini masyarakat kamasan telah merasakan perhatian dari elit-elit PDIP baik itu, yang duduk di legislatif maupun eksekutif.

“Kami pun siap secara total memenangkan Jaya-Wira,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan, rasa terimakasihnya atas dukungan disampaikan oleh masyarakat Kamasan.Tentu semua itu didasari komitmen bersama dan bersatu.Shingga, kedepan tentu akan lebih mudah berkoordinasi.Baik, dalam pembangunan fisik, adat maupun budaya.

“Kedepan kita akan tata lagi desa adat kota, sehingga lebih baik lagi.Begitu juga kamasan akan diplot menjadi Kamasan yang berkualitas”,tuturnya.

Sembari dirinya mengajak, agar bisa secara bersama-sama dan bersatu dalam menciptakan Kamasan yang berkualitas kedepan.

Seorang Pemulung,Meregang Nyawa di Terminal Pesiapan Tabanan

TABANAN – Seorang wanita asal Dusun Sebaung,Kecamata Gending, Kabupaten Probolinggo bernama Subaedah(55).Yang keseharianya bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas Pada Senin,(21/9)sekira jam 19.45 Wita ditemukan telah meregang nyawa di terminal Pesiapan Banjar Dauh Pala, Dusun Dauh Peken,Tabanan.

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut yang menyampaikan langsung kronologis kejadian,tepatnya pada Senin tanggal 21 September 2020 sekira jam 19.45 wita, saksi 1 melihat korban tidur dibangku tempat jualan sebelah barat pintu keluar terminal Pesiapan kelihatan tidak bergerak.Sehingga saksi 1 memberitahukan kepada pelapor kemudian pelapor mengecek korban ternyata korban tidak bergerak dan menghubungi Polsek Tabanan.

Kemudian personil Polsek mendatangi TKP dengan kelengkapan APD dan jarak tidak menyentuh korban, setelah diamati posisi korban tidur tengadah kepala dibarat kaki sebelah timur.

Selanjutnya menghungi team medis pihak Rumah Sakit Tabanan.Yang beberapa menit datang petugas Rumah Sakit Tabanan dengan kendaraan Ambulance jenazah, serta pakaian APD lengkap melakukan pengecekan.

“Setelah dilakukan pengecekan,ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal, selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Tabanan”, jelasnya.

Menurut salah satu temen dekat korban menyampaikan, bahwasanya korban telah lama tinggal, dan kontrak tanah di kompleks rongsokan di utara hotel Kuskus pesiapan.

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

“Saksi juga menjelaskan bahwa korban pernah cerita bahwa korban mederita sakit jantung”, ujarnya.

Jenazah korban saat ini,(Senin,(21/9) masih dititipkan di kamar Jenazah RS Tabana guna menunggu keluarga korban sedang dalam perjalanan dari Probolinggo menuju ke Tabanan.Terkait kejadian tersebut menurut dirinya,akan melakukan lidik lebih lanjut.

Ini, Update Penanggulangan Covid-19 Per Hari Ini di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Jika dilihat berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Senin(21/9) mencatat untuk pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 139 orang melalui Transmisi Lokal,Sembuh sebanyak 80 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 6 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif Terkonfirmasi terlihat tercatat Positif 7.888 orang,Sembuh 6.418 orang (81,36%), dan Meninggal Dunia 222 orang (2,81%).
Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.248 orang (15,82%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Adapun upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Guna memutus rantai penularan Covid-19 maka, keramaian dalam bentuk tajen disetiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19.

Adapun hibauan yang selalu tertulis yaitu,mari dukung upaya Pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

10 Hotel Karantina,OTG dan Gejala Ringan Segera Disapkan di Bali

Denpasar,Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memberi apresiasi atas kinerja dan dedikasi sejumlah relawan atas kerjasamanya dengan Pemerintah dalam membantu banyak hal penanganan kasus Covid-19 yang sudah memasuki bulan keenam namun belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Malah sebaliknya jumlah kasus yang terkonfirmasi hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Seperti yang tercatat dalam data per tanggal 20 September kemarin Bali mencatat jumlah terkonfirmasi Positif 7.749 orang,
Sembuh 6.338 orang (81,79%), dan Meninggal Dunia 216 orang (2,79%), dengan kasus aktif per hari ini menjadi 1.195 orang (15,42%). Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi kehidupan masyarakat di Bali yang diketahui sebagian besar warganya bertumpu pada sektor pariwisata.

“Namun kita jangan pernah menyerah dengan keadaan sekarang, karena bagaimanapun pandemi Covid-19 ini harus tetap kita hadapi bersama, kita lawan dengan menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun berada. Dan saya minta agar ada penambahan 10 titik hotel karantina khusus bagi OTG dan gejala ringan,” tegas Dewa Indra sesaat setelah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada relawan penanganan kasus Covid-19, di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Senin (21/9) di Denpasar.

Sertifikat penghargaan diberikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali kepada relawan dari Potensi SAR Radio 115, Gowri Rescue, d’Pohon, Indonesia Ambulance Escort dan Tagana Badung yang sebelumnya bertugas di tempat karantina LPMP dan BPSDM yang disaksikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin.

Melihat perkembangan kasus positif Covid-19 semakin meningkat, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin sesuai arahan Sekda Bali akan menyiapkan sepuluh (10) titik hotel yang akan digunakan sebagai tempat karantina bagi warga yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Dari sepuluh hotel ini satu akan dikelola langsung oleh Provinsi dan sembilan (9) sisanya akan dikelola oleh masing-masing Kabupaten dan Kota yang ada. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengakomodir kasus OTG dan gejala ringan yang sebelumnya menjalani isolasi di rumahnya masing-masing.Dimana kecenderungan untuk tidak disiplin masih diprediksi akan menjadi celah penyebaran Covid-19 kluster keluarga.

“Yang positif dengan gejala ringan atau OTG mungkin saja sudah disiplin untuk mengisolasi dirinya, namun belum tentu dengan keluarga mereka baik pasangan, orangtua maupun anak-anak mereka. Sehingga kemungkinan menyebarnya virus corona ini masih terjadi dan meluas di tengah keluarga,” ungkap Made Rentin.

Selain itu, Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin menambahkan bahwa tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan dokter yang menangani dan bersentuhan langsung dan terkonfirmasi positif juga diprioritaskan untuk mendapatkan hotel tempat isolasi dalam rangka memulihkan kembali imun tubuh dan kesehatannya.

Untuk saat ini dari 157 kapasitas kamar yang tersedia dari tiga (3) tempat karantina yakni Diklat BPK Pering, Bapelkesmas dan Wisma Bima terisi 88 kamar dan sisanya tersebar di 17 rumah sakit rujukan lainnya.Untuk meminimalisir penambahan kasus akibat transmisi lokal maka tim satuan tugas penanganan Covid-19 kembali akan memperketat pengawasan, penanganan termasuk kontrol bagi warga yang sudah terindiksi/ terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG), yang ke depan juga akan diisolasi di hotel yang ditunjuk dengan sistem kontrol dan pengawasan dari tenaga medis.

Pol PP,Kadishub dan Dandim, Pantau Operasi Yustisi di Tabanan

TABANAN – Pantabali.com -Guna memastikan penerapan protokol Kesehatan telah diterapkan sesuai Pergub Bali no 46 tahun 2020 dan Perbup Tabanan no 44 tahun 2020 maka, Kasatpol PP dan Kadishub, Dandim Tabanan turun langsung memantau pelaksanaan Operasi Yustisi Penerapan Disiplin Penegakan Hukum yang menyasar Pasar Kerambitan dan Pasar Bajra, Tabanan Senin (21/9).

Kegiatan Penerapan Disiplin dan Penegakan hukum Protokol Kesehatan tersebut dilakukan, guna menekan penyebaran Virus Covid-19 yang sempat meningkat melalui transmisi lokal di Wilayah Tabanan.Sehingga Tabanan menyandang status zona merah penyebaran Covid-19.

“Adapun menjadi sasaran pendisiplinan yaitu 2 lokasi pokok, pasar umum Kerambitan dan Pasar Umum Bajra dan dalam kegiatan tersebut didapatkan warga pelanggar dan langsung dikenakan sanksi sesuai dengan kesalahannya yaitu 1(satu) warga masyarakat yang tidak menggunakan masker”, jelas Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto disela kegiatan tersebut.

Tindakan tegas sesuai dengan Pasal 7 ayat (1) huruf a angka 1 Peraturan Bupati Tabanan No. 44 Tahun 2020 dikenakan sanksi denda sebesar Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah).Sembari Dirinya menambahkan,upaya Pemda bersama TNI maupun Polri di Tabanan semakin ditingkatkan untuk melaksanakan pendisiplinan masyarakat.

Selain dengan Operasi Yustisi juga melaksanakan pendisiplinan sampai ke Desa-Desa melalui peran aparat Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menyampaikan himbauan. Selain itu juga secara terus-menerus memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan seperti 3 M yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan air sabun maupun hand sanitizer dan menjaga jarak.

Ini Tagapan Kadiskes,Terkait Belum Cairnya Insentif Nakes di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Pencairan dana insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) Tabanan yang menangani Covid-19 direncanakan cair awal September 2020 dipertanyakan. Karena, sampai saat ini insentif tersebut tak kunjung cair.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, saat dikonfirmasi via WA, Senin,(21/9) mengakui saat ini masih menunggu proses perbaikan SPJ. Sebab, 20 puskesmas dan 2 RS rujukan Covid mengajukan secara bersamaan. Sehingga, butuh waktu melakukan proses SPJ tersebut.

“Saat ini masih proses dan tiang kasi batasan waktu perbaikan SPJ terakhir besok. Kalau sudah klop dan diverifikasi benar, baru kita ajukan ke Badan Keuangan Pemkab,” jelasnya.

Adapun penyebab madegnya proses pengurusan SPJ tersebut lantaran aturannya yang selalu ada perubahan.Seperti, ada 3 kali perubahan yang sudah dilakukan semenjak menerima dana untuk insentif nakes dari Pusat.

“Karena memang aturannya yang selalu ada perubahan. Dulu sudah pernah mengumpulkan ke pusat, tapi berubah ke daerah dan berubah lagi isi aturannya. Jadi sudah tiga kali perubahan,” ucapnya.

Menurut Dirinya secepatnya akan dicairkan,sebab anggaran sudah ada di daerah tinggal prosesnya saja. Sedangkan untuk pencairannya nanti akan langsung ditranfer oleh bagian keuangan Pemkab Tabanan.

Klau besok bisa setor semua, selanjutnya tinggal proses di keuangan saja karena, dana sudah dikirim dari pusat. Kalau prosesnya sudah benar dana langsung ditransfer ke rekening masing-masing nakes. Nah untuk waktunya kapan kewenangannya ada di Bakeuda karena kami setor SPJ ke sana,” paparnya.

Sembari menambahkan, intinya masih proses, tidak mungkin akan dihambat.

“Staf saya sudah berjuang. Mohon semangati mereka,” harapnya.

 

Selalu Diberi Angin Surga, 7 Bulan Nakes Belum Terima Insentif di Tabanan

DENPASAR – Pantaubali.com – Meskipun sebelumnya Dinas Kesehatan Tabanan menyatakan,insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 direncanakan akan cair awal September 2020 secara bertahap.

Yaitu, pencairan tahap pertama dilakukan pada Maret sampai April 2020 yang akan dibayarkan pada awal September 2020 menggunakan anggaran dari pusat sebesar Rp 5,1 miliar lebih.

Akan tetapi,realisasinya sampai saat ini ternyata tenaga medis yang bertugas digarda depan belum menikmati insetif tersebut di Tabanan.Yang membuat nakes mengeluh,bagaimana tidak selama 3 kali katanya telah diberikan janji palsu oleh Pemkab Tabanan.

Padahal nakes tersebut telah 7 bulan lamanya bergulat dalam penanganan Covid-19,seperti misalnya disampaikan oleh salah satu nakes bertugas di Tabanan yang wanti-wanti menyampaikan agar namanya dipublis. Dengan menyampaikan ungkapan hatinya melalui chat WAnya “SPJ masih belum selesai dan masih di evaluasi bulan kemarin.Masak setiap bulan alasan SPJ terus,sedangkan Kabupaten lain cair”.
Menangapi isu tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan,I Gede Susila saat dikonfirmasi via WA, Senin,(21/9) di Tabanan menyampaikan,kondisi saat ini kita memang wajib menyemangati mereka(nakes),dengan apa yang bisa dilakukan sesuai aturan.

“Kita dalam hal ini tidak ingin menunda ataupun meniadakan,sepanjang sesuai dengan aturan.Pastilah kita suport,” katanya dalam chat WA tersebut.

Sembari Dirimya menambahkan, mungkin jika terlambat mungkin terkendala adminitrasi saja.Tapi harus dilaksanakan dengan secepat-cepatnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan Ny. Putri Koster, Pompa Semangat Petani Melalui Panen Sayur di Batusesa

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah sebelumnya melakukan panen bawang putih di Babahan, Penebel, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, kembali melakukan kegiatan yang sama.Kali ini dilakukan di Banjar Batusesa, Desa Candi Kuning, Baturiti, Minggu (20/9).

Pada kesempatan tersebut, panen sayuran dilakukan di sebuah lahan milik petani lokal setempat, dengan tujuan mensupport para petani di tengah pandemi.Dengan harapan, para petani tidak sampai patah semangat untuk bertani.Mengingat kondisi saat ini hampir seluruh hasil pertanian di tengah pandemi mengalami penurunan sangat drastis.

Dalam kesempatan tersebut Ny. Rai Wahyuni Sanjaya berharap, kehadirannya dengan Ny. Putri Koster beserta rombongan mampu menjadi penyemangat, terlebih mampu mendongkrak harga sayuran di pasaran, khususnya di Kabupaten Tabanan.

“Melihat situasi seperti ini, kami ingin selalu turun menyemangati masyarakat. Menginggat sektor unggulan dari Tabanan adalah pertanian,” katanya.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut,Ny. Putri Koster menyampaikan,disamping prihatin melihat situasi para petani sayur di Batusesa dengan anjloknya harga di pasaran, Ia pun sangat khawatir nantinya hal ini akan dimanfaatkan oleh pihak luar yang ingin mencari keuntungan.Dirinya meminta kepada semua pihak terkait di Banjar Batusesa dan sekitarnya agar melindungi, menjaga dan ikut menyemangati para petani. Sehingga para petani lebih bersemangat lagi melakukan produksi.

Sembari Ny. Putri Koster berharap, agar masyarakat lebih membudidayakan sayuran lokal ketimbang sayuran impor. Karena menurutnya, sayuran lokal di Tabanan lebih bagus kualitasnyan daripada sayuran luar.

“Selama ini kita terlalu fokus pada makanan yang mempunyai kualitas impor untuk para wisatawan, sehingga masyarakat kita tidak terlalu biasa mengkonsumsi sayuran tersebut. Untuk itu kita samakan saja, sehingga masyarakat kita didik menikmati makanan berkualitas dari petani kita,” paparnya.

Dirinya mencontohkan,misal seperti saat panen bawang putih lokal di Babahan.Bahwa kualitas bawang putih lokal lebih bagus dari bawang putih impor.

“Mungkin itu kualitasnya bagus lalu kita ekspor, trus kita impor lagi bawang putih yang tidak jelas kualitasnya dari luar dan itu yang kita konsumsi. Sehingga masyarakat terbiasa mengkonsumsi bawang luar,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut pemilik lahan Ibu Wayan Suryani merasa kaget dan sangat terharu karena telah dikunjungi oleh Ny. Putri Koster dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya beserta rombongan.

“Tiang kaget, karena tidak tahu kalau Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Bupati akan kesini. Merasa terharu jadinya,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut Dirinya berharap agar Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Bupati, sering-sering berkunjung ke Desanya agar para petani di Desanya lebih bersemangat lagi meskipun harga saat ini sangat anjlok.

“Tiang berharap beliau-beliau lebih sering kesini, tentunya jangan dadakan seperti ini, sehingga kami ada persiapan,” harapnya.