- Advertisement -
Beranda blog Halaman 925

Akhirnya Pria Pencari Ikan,Ditemukan Meregang Nyawa di Atas Batu Jurang

TABANAN – Pantaubali.com -Operasi SAR hari ke tiga, dengan tim SAR gabungan berhasil menemukan korban menghilang di Sungai Sengguan, Tangeb, Senin (12/10) kurang lebih pukul 15.30 Wita. Jenasah korban berinisial ATY(45), tergeletak di atas batu besar, sekitar aliran sungai daerah Kaba-Kaba.

“Jenasahnya terlihat dari atas jurang di atas batu besar, kira-kira 5 km ke arah barat dari lokasi diduga korban hilang, Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-Kaba,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali),Gede Darmada.

Usai mendapatkan informasi tersebut, tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian segera merapat ke lokasi. Setelah dievakuasi jenasah langsung dibawa ke RS Kapal,Badung.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga asal Kecamatan Mengwi belum kembali usai mencari ikan di Sungai Sengguan Tangep, Sabtu (10/10).Menurut keterangan ATY (45) berangkat dari rumahnya sekitar pukul 07.30 Wita. Hingga Pukul 11.00 Wita belum kembali. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali) mendapatkan laporan kurang lebih pukul 11.15 Wita dari pihak keluarga.

Hari ke 3 pencarian, tim SAR melakukan penyusuran di pinggiran sungai dan juga mengikuti aliran sungai dari Bendungan Munggu menuju ke arah selatan hingga jembatan kaba-kaba. Sementara tim lainnya menyisiri dari Perumahan Green Lot menuju Pantai Nyanyi. Unsur SAR yang terlibat selama operasi SAR berlangsung diantaranya Basarnas Bali, Ditsamapta Polda Bali, Polairud Kabupaten Badung, Polsek Mengwi, Setraskrim Kabupaten Tabanan, BPBD Badung, Babinsa Abianbase, pihak keluarga dan masyarakat setempat.

PerMinggu Ini, Jumlah Kasus Sembuh Tercatat 85,80% di Bali

DENPSAR- Pantaubali.com – Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Minggu,(11/10,Hari ini) mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 107 orang melalui transmisi lokal,ssebanyak 98 orang, dan meninggal dunia sebanyak 1 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat untuk terkonfirmasi Positif 10.135 orang,Sembuh 8.696 orang (85,80%), dan Meninggal Dunia 321 orang (3,17%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.118 orang (11,03%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

IMF 2020,Peluang Bagi UMKM dan Start Up Business Lokal

DENPASAR – Pantaubali.com -Ditengah ketidakpastian perekonomian global akibat dari adanya penyebaran Covid-19, tentu berdampak pula perekonomian Provinsi Bali terutama berdampak pada dunia bisnis atau usaha.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, dunia bisnis atau usaha Bali dipengaruhi oleh kondisi yang tengah terjadi di Dunia. Kondisi-kondisi tersebut yang kemudian dapat mempengaruhi laju pertumbuhan perekonomian masyarakat Bali di berbagai bidang bisnis ataubusaha termasuk di bidang pemasaran produk-produk UMKM dan Start Up Business lokal.

Demikian disampaikan Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun pada acara.

“Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2020 Bali dengan Tema The Growth Strategies For The Next Bali” yang berlangsung secara daring, Sabtu (10/10) pagi.
“Akibat dari pandemi Covid-19 ini, kita harus mempersiapkan diri untuk mencari inspirasi dan mencari insight yang sesuai dengan masa Tata Kelola Bali Era Baru.

Tentu ini akan menjadi peluang sekaligus tantangan kita semua sebagai upaya pemulihan ekonomi Bali,” jelasnya.

Untuk itu setiap pengusaha harus mempertahankan tingkat kesehatan usahanya, memperkuat permodalan melalui peningkatan kinerja dan profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan sesuai dengan Tata Kelola Bali Era Baru, termasuk meningkatkan kualitas pemasaran melalui sistem informasi digital yang terintergrasi.
Menurutnya, Digitalisasi menjadi tak terelakan di dalam situasi saat ini bahkan dalam semua aspek kehidupan, terutama dunia ekonomi. Era industri 4.0 pun dikenal sebagai era ekonomi digital. Sehingga merujuk perkembangan ekonomi digital saat ini maka kita semua harus meningkatkan kemampuan diri melalui penguasaan teknologi informasi, disamping kita juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif, mengingat basis dari era ekonomi digital adalah dua hal tersebut.

“Di era persaingan bisnis yang begitu kuat dan ketat seperti yang terjadi sekarang ini, menuntut semua pebisnis untuk lebih agresif dan berani dalam mengambil keputusan serta menerapkan strategi perusahaan sehingga bisa menjadi lebih unggul dari pada pesaing. Kualitas pelayanan dan peningkatan teknologi merupakan salah satu faktor penting bagi keberhasilan debuah perusahaan. Karena dewasa ini masalah kepuasan dan loyalitas pelanggan melalui kualitas pelayanan terbaik telah menjadi komitmen bagi perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya,” tambahnya.

Kegiatan Indonesia Marketers Festival 2020 dengan mengangkat tema “The Growth Strategies For The Next Bali” diharapkan akan menjadi ajang bertemunya kalangan Business, Industry dan Goverment. Momentum ini merupakan saat yang tepat untuk memunculkan potensi kreativitas Youth Women Nitzen yang ada di Bali.

“Marketers Festival 2020 juga merupakan peluang bagi UMKM atau Start Up Business lokal yang ada di Bali untuk mengkomersialisasikan produknya agar dapat bersaing dengan produk nasional dan internasional. Demikan halnya dengan para pelaku pariwisata di Bali Saya berharap dapat mengambil bagian dan mendapatkan manfaat tentang bagaimana memasarkan pariwisata yang bagus dan sesuai dengan Tata Kelola Bali Era Baru,” tutupnya.

TAB Tabanan,Langsung Tangani Pipa Putus Akibat Jalan Longsor di Sangulan

TABANAN – Pantaubali.com – Adanya musibah jalan longsor menimpa 3 perumahan di daerah Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan yaitu perumahan Panorama, Mawar dan Lembah,Sabtu,(10/10) kemarin.

Akibat musibah tersebut menyebabkan salah satu pipa air milik Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) terputus. Tentu kondisi tersebut menyebabkan ganguan pelayanan kepara pelangan terdampak.
Agar pelayanan air bersih bisa berjalan normal semetara waktu sambil menungu tahap perbaikan pipa besi maka,perbaikan segera dilakukan pada pipa putus di salah satu jalan longsor tersebut.

Adapun tidakan cepat sebagai antisipasi dilakukan menurut Kasubag Humas TAB, Wayan Agus Suanjaya,Sabtu,(10/10) (kemarin) saat ditemui di lokasi musibah tersebut menyampaikan,panjang pipa putus tersebut kurang lebih 20 meter.Melihat kondisi tersebut maka sementara waktu akan dilakukan pemasangan valve, agar tetap mampu mengalirkan air sementara ke para pelangan.

“Ini dulu (pemasangan valve) kami lakukan agar pelayanan bisa berjalan sementara waktu.Hari ini atau malam hari ini (Sabtu,(10/10) (kenarin) kami usahakan harus selesai sehinga,aliran air bisa normal kembali,” jelasnya.

Selanjutnya besok (Hari ini,Minggu,(11/10) akan dipasang pipa besi disebelah utara jalan.Dikarenakan, disebelah sisi selatan jalan tidak memungkinkan dipasang pipa besi karena tanah penyanga sudah longsor atau tidak ada lagi.

“Untuk pemasangan pipa besi ini kami harapakan bisa selesai tiga sampai empat hari kedepan,” cetusnya.

Sembari dirinya menambahkan,jika dilihat total jumlah pelangan di Desa Sanggulan sampai saat ini tercatat kurang lebih 500 sampai 800 pelangan.

700 orang Pecinta Burung Pleci,Rebahkan Dukungan ke Paket Jaya-Wira di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com- Komunitas pleci mania yang merupakan komunitas para pecinta burung di Tabanan menyatakan sikap dan dukungan dengan nomor urut 1 paket Jaya-Wira.

Hal tersebut disampaikan,saat Sanjaya didampingi oleh anggota DPRD Kabutapen Tabanan I Gst Komang Wastana dan anggota DPR Provinsi Bali I Made Suparta menghadiri peringatan hari jadi pleci mania ke IV di warung Sawira Tabanan, Sabtu (10/10) kemarin.

Ketua panitia yang juga ketua komunitas pecinta burung pleci Tabanan Dewa Oka menyampaikan, anggota pleci mania Tabanan yang kini berusia 4 tahun berangotakan 700 orang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak I Gede Komang Sanjaya beserta jajaran karena, bersedia meluangkan waktu untuk hadir di hari jadi komunitas pleci mania ke IV.

“Kami atas nama seluruh komunitas pecinta burung pleci tabanan, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.atas kehadiran bapak pada acara kami yang sangat sederhana ini, dan besar harapan kami kedepannya bapak akan selalu membimbing dan membina kami,” jelasnya.

Selain mengucapkan terima kasih, Dewa Oka beserta seluruh anggota pleci mania juga menyampaikan, dukungan serta kesiapan untuk mengawal dan memenangkan paket Jaya-Wira sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tabanan dalam perhelatan pemilu 9 Desember mendatang.

“Walaupun komunitas kami kecil, tapi semangat dan dukungan kami tetap pada paslon Jaya Wira. Dan kami.siap akan mengawal serta memenangkan Bapak pada pemilu kada kali ini”,tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Sanjaya menyampaikan, terima kasih atas dukungan dan semangat dari anak-anak muda tabanan yang tergabung dalam komunitas pecinta burung pleci tabanan dan dihari jadi yang ke IV setidaknya agar mampu menjaga persatuan dan solidaritas.

“Melalui komunitas ini setidaknya akan mampu melestarikan dan menjaga eksistensi dari burung pleci ini khususnya di Tabanan,”ujarnya.

Jika kedepan pandemi berakhir Sanjaya berjanji,akan mengelar agenda tetap berupa Bupati Cup dengan mengundang seluruh pecinta burung pleci se Indonesia.Sembari Sanjaya tidak lupa dalam kesempatan tersebut berpesan, agar di komunitas burung pleci di Tabanan bisa menyampaikan ke keluarga masing-maaing untuk medukung serta bisa menjatuhkan pilihan ke paket Jaya-Wira dalam Pilkada Tabanan 2020 yang akan datang.

Pohon Tumbang,Tanah Longsor dan Banjir,Warnai Tabanan Beberapa Hari Ini

TABANAN – Pantaubali.com – Hujan deras yang sempat membasahi Tabanan beberapa hari ini mengakibatkan terjadinya musibah mulai dari, pohon tumbang, tanah longsor dan banjir di beberapa daerah.

Seperti disampaikan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) I Gusti Ngurah Made Sucita,Sabtu,(10/10) kemarin,ada beberapa titik terdampak akibat adanya hujan lebat seperti salah satunya di wilayah Selemadeg misalnya pada Jumat 9 sampai 10 Oktober telah terjadi banjir dan tanah longsor.

Mengakibatkan tembok penyengker Pura Dalem Desa Adat Munduk, Desa Bajera Utara longsor sepanjang 30 meter, tinggi 2 meter.

“Adapun kerugian material yang ditibulkan kurang lebih Rp 75 juta dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Kemudian ada juga beberapa tempat lainnya, yang mengalami Tanah longsor, di Banjar Sukawati mengakibatkan jalur Utama Denpasar-Gilimanuk mengalami ganguan lalu-lintas,Banjir di Banjar, Bajera Sari, Desa Bajera yang mengakibatkan dua rumah tenggelam,Wantilan Pantai Soka ambruk dengan kerugian material belum diketahui serta adanya Pohon tumbang di timur jembatan Bajera.

“Dari sekian musibah tersebut telah dilakukan upaya pemotongan maupun pembersihan dibeberapa daerah terdampak bencana tersebut oleh anggota dibantu BPBD Tabanan,”jelasnya.

Sembari Sucita menambahkan,situasi sampai saat ini kondusif serta arus lalu lintas telah berjalan normal lancar.

Sanjaya, Sambangi 100 KK Terdapak Jalan Longsor di Sangulan Tabanan

TABANAN- Pantaubali.com- Akibat curah hujan exstrim terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan mengakibatkan musibah alam salah satunya, jalan longsor menimpa 3 perumahan di Sangulan,Tabanan.Adapun 3 perumahan tersebut antaralain,perumahan Panorama, Mawar dan Lembah yang mengakibatkan kurang lebih 100 KK ikut terdampak,Sabtu,(10/10).

Mengetahui musibah tersebut Calon Bupati Kabupaten Tabanan,I Komang Gede Sanjaya langsung merespon dengan turun langsung ke lokasi.

Dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan, sebelumnya telah dilakukan pantauan terkait adanya musibah tersebut melalui media sosial.Musibah ini memang tidak dapat diduga sebelumnya akan terjadi jika dilihat hampir diseluruh daerah di Tabanan mengalami musibah seperti tanah longsor.

“Saya sudah memonitoring sebelumnya.Jika dilihat iklim,siklus alam memang kita tidak duga-duga sebelumnya.Dan kita juga tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini,” jelasnya.

Terkait musibah menimpa kurang lebih 100 KK terdampak tersebut Sanjaya akan melakukan kordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.Dirinya juga berharap,semoga musibah ini cepat selesai dan warga harus semangat.

“Semoga musibah ini cepat berlalu dan jika cuaca memungkingkan saya akan ikut turun ke lapangan untuk turut serta bersih-bersih,” katanya.

Sembari dirinya tetap mengingatkan agar warga terdampak selalu melakukan protokol kesehatan dengan disiplin.

Musim Penghujan Dihimbau Nelayan di Pesisir Tabanan Waspada

TABANAN – Pantaubali.com -Sempat adanya himbauan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Sadam Artana Yasa belum lama ini di Tabanan terkait agar para nelayan bisa lebih berhati-hati melakukan aktifitas melaut.

Karena,diperkirakan perairan sedang berada dalam ancaman La Nina di laut bagian selatan.Hal tersebut disebabkan dari dampak dari La Nina yang berpotensi menimbulkan angin kencang, gelombang tinggi, dan curah hujan secara tiba-tiba.

Terkait hal tersebut menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan,I Gusti Ngurah Made Sucita saat dikonfirmasi,Sabtu,(10/10) di Tabanan menyampaikan,untuk kesiapan menghadapi musim penghujan di bulan ini secara umum BPBD Tabanan telah membuat surat himbauan ke masyarakat melalui camat temasuk OPD terkait.

Kemudian terkait kewaspadan nelayan dalam beraktifitas di laut Dirinya menyembutkan, akan segera membuat himbauan melalui kelompok nelayan.

“Segera akan kita buat surat himbauan melalui semua kelompok nelayan yang ada di sepanjang pesisir wilayah Tabanan dan instansi terkait,” jelasnya.

Sesuai info dari BMKG memang bulan ini sudah mulai masuk ke musim penghujan dengan kemungkinan curah hujan akan melebihi kapasitas biasa. Selain itu juga musim hujan saat ini biasanya disertai fenomena alam ikutan lainnya seperti angin kencang atau gelombang laut meninggi.Sembari Sucita menambahkan,untuk kesiagaan tehadap personil tentu tetap siaga termasuk pada peralatan juga jika seandainya sewaktu-waktu terjadi kecelakaan atau sesuatu yang tidak diinginkan bisa segera diatasi dengan segera.

Gubernur Bali Gelar Raker Bersama Ketua dan Jajaran Satgas Covid-19 Nasional

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus terhadap Bali dalam penanganan Covid-19. Di mana Bali menjadi salah satu dari 10 provinsi yang mendapat prioritas penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat kerja dan pengarahan Ketua Satgas Covid-19 Nasional bersama Satgas Penanganan Covid-19 se-Bali yang berlangsung secara video conference dari Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (9/10).

“Bali dianggap bisa menjadi etalase dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” ungkap Gubernur Koster seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian khusus Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid-19 di Bali.

Di mana dalam rapat kerja ini, juga tampak dihadiri Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kapolda Bali Kapolda Bali, Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta jajaran terkait.

Dengan perhatian itu, pihaknya akan berupaya penuh untuk terus menekan angka pertambahan positif Covid-19. Di mana dalam beberapa hari terakhir, lanjut dia, menunjukkan kemajuan yang cukup mengembirakan dengan angka kesembuhan yang meningkat tajam.

“Selain upaya-upaya teknis, kami juga terus melakukan upaya lain yang sesuai dengan kearifan lokal kami di Bali. Dan untuk itu, kami selalu meminta dukungan dari Pemerintah Pusat dan terutama dari Satgas Nasional. Semoga Bali bisa secepatnya terbebas dari pandemi ini,” kata pria asal Sambiran, Buleleng ini.
Sementara itu, Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo yang hadir langsung di Bali mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Satgas melakukan berbagai upaya untuk mendukung penuh sejumlah provinsi yang dianggap memiliki peningkatan kasus, termasuk Bali.

“Saat ini masih ada masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19 berdasakan data BPS. Jumlahnya 17 persen yang angka riilnya hampir 45 juta orang. Termasuk di Bali yang sekitar 20,78 persen masyarakatnya ada yang merasa tidak mungkin terpapar. Ini adalah angka yang sangat besar dan untuk itu, langkah dan upaya untuk memutus mata rantai ini harus ditingkatkan lagi,” tandas Doni.

Menurut dia, sosialisasi disiplin protokol kesehatan (prokes) merupakan hal mendesak yang harus jadi prioritas setiap kepala daerah, baik melalui media massa ataupun media sosial.

“Satgas sendiri telah bekerjasama dengan Dewan Pers dan sejumlah media untuk mendukung dan mengisi program yang dalam hal ini berhubungan dengan perubahan perilaku masyarakat. Penyampaian informasi dengan kearifan lokal, dengan bahasa-bahasa setempat juga tak kalah penting karena sekali lagi pemahaman yang kurang akan berbahaya, tentang apa itu new normal, apa itu sosial distancing, dan lainnya,” katanya.

“Covid ini sangat berbahaya karena bukan ditularkan oleh hewan, tapi dari manusia ke manusia dan orang yang kemungkinan besar menularkan adalah orang terdekat, keluarga, kerabat, teman jadi harus dipahami betul masker, cuci tangan dan jaga jarak adalah prioritas untuk saat ini,” imbuh Doni.

Doni Monardo juga mengingatkan bahwa sampai saat ini vaksin untuk Covid-19 belum ada dan jika pun sudah ada, distribusinya tidak bisa serta merta untuk keseluruhan masyarkat namun perlu tahapan-tahapan lagi.

“Jadi untuk saat ini, vaksin terbaik adalah patuh dan disiplin (protokol kesehatan-red). Sudah lebih dari satu juta orang yang meninggal di seluruh dunia, sudah lebih dari 35 juta orang terpapar. Sudah sangat banyak tenaga kesehatan kita yang gugur menjalankan tugasnya sebagai pahlawan kemanusiaan dan kita tidak ingin ini terus terjadi, sungguh tidak sebanding dengan kesadaran kita untuk mematuhi prokes,” katanya menegaskan.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi menuturkan, di Bali menurut data BPS terdapat 20,8 persen masyarakat yang yakin dirinya tidak tertular Covid-19, alias hampir 840 ribu orang dari 4,2 juta penduduk Bali. “Hal ini perlu edukasi yang masif. Lalu, setiap orang perlu mengetahui daerahnya masuk zona apa sehingga bisa mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Sonny juga menjelaskan, penerapan disiplin protokol 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan merupakan pilihan paling mujarab untuk saat ini, terutama sebagai kewajiban dalam pencegahan.

“Tanpa 3M, resiko kita tertular ada di angka 95 persen. Jika diterapkan dengan benar maka angka resiko penularan jadi 15 persen. Bahkan dengan prokes pun masih beresiko namun tentu jauh lebih rendah resikonya,” bebernya.

Perubahan perilaku menurut Sonny menjadi senjata untuk melawan penularan Covid-19.

“Masker saat ini jadi senjata utama. Saya ambil kasus di Alabama, US. Setelah pemerintahnya mewajibkan memakai masker, kasus hariannya turun drastis sampai seperempatnya. Lalu contoh lain di Austria, ketika pemerintahnya melonggarkan pemakaian masker, maka kasus langsung melonjak,” urainya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menambahkan, kasus aktif di Bali yang berjumlah 1.179 terhitung rendah dengan dengan angka kesembuhan yang mencapai angka 85,2 persen.

“Namun tentu harus ditekan lagi angka positifnya dengan perilaku yang harus diubah, lebih patuh dan disiplin,” katanya.
Untuk mendukung aksi di lapangan, Prof Wiku juga menyebut petugas satgas, TNI, Polri hingga Satpol PP akan dibekali dengan aplikasi pemantauan disiplin protokol kesehatan yang berguna untuk melihat kondisi riil di lapangan.

“Aplikasi ini bersifat real time sehingga akan banyak laporan dan langsung bisa ditangani saat ini juga jika menunjukkan indikator yang beresiko seperti kerumunan dan orang-orang tanpa masker,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Satgas Covid-19 Nasional menyerahkan bantuan kepada Pemprov Bali yang diterima langsung Gubernur Koster berupa dua unit ventilator, 5 ribu face shield, 15 ribu alat pelindung diri (APD), 30 ribu masker bedah, 10 ribu masker N-95 dan 500 ribu masker kain.

Salah Input Data Bantuan Stimulus Usaha 2 Calon Penerima Tidak Dicairkan Pemprov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Bali Wayan Mardiana menyampaikan klarifikasi resmi terkait adanya pemberitaan disalah satu media yang membahas adanya permasalahan penyaluran Penerima Bantuan Stimulus Usaha (PBSU) dari Pemerintah Provinsi Bali kepada para pelaku UMKM yang terdampak pandemik Covid-19.

Klarifikasi dimaksudkan agar opini masyarakat tidak semakin melebar disampaikannya melalui siaran pers dari kediamannya,belum lama ini.Seperti ditulis dalam berita tersebut, 2 (dua) warga desa Undisan, Tembuku, Bangli Ni Nyoman Sri Astini (43) dan Ni Komang Juliastini (35) yang sebelumnya sempat dinyatakan sebagai calon penerima hingga sempat mengurus syarat-syarat yang dibutuhkan, pada saat waktu pencairan tidak bisa mencairkan bantuan dimaksud karena adanya perbedaan data antara Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor KK dengan Nama yang tercantum.

“Ini kesalahan data, namanya tidak sinkron dengan NIK dan KK yang tercantum, bisa saja terjadi kesalahan saat proses input data,” tegas Mardiana.

Karena adanya perbedaan data tersebut, kedua belah pihak pun tidak berhak menerima bantuan dimaksud, untuk menghindari adanya permasalahan hukum dikemudian hari.

“Baik NIK dan KK dengan nama orang-orang yang tercantum disana kan berbeda-beda, jadi baik orang yang NIK dan KKnya maupun namanya tercantum disana, sama-sama tidak diperbolehkan mencairkan PBSU ini,” ujarnya.

Sembari menjelaskan pengajuan nama calon penerima bantuan sangat jauh lebih banyak dan tidak sebanding dengan quota bantuan yang akan diserahkan, sehingga sangat memungkinkan adanya kesalahan teknis saat verifikasi dan validasi data.

“Tercatat pengajuan usulan calon penerima PBSU untuk Kabupaten Bangli sebanyak 16.000 orang penerima, sedangkan quota yang kami siapkan hanya 4.500 orang penerima dari keseluruhan quota karena harus berbagi dengan Kabupaten/Kota lainnya. Sehingga tentu saja tidak semuanya yang diajukan bisa diakomodir, untuk itulah kami harapkan pengertian dan permakluman dari masyarakat terkendala anggaran yang terbatas,” rincinya.

Tidak berdiam hanya sebatas penyaluran PBSU dari Pemprov Bali, Kadis Mardiana pun menyatakan telah berusaha mengajukan usulan nama-nama calon penerima bantuan yang belum menerima PBSU dari Pemprov Bali untuk selanjutnya menjadi calon penerima Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Kami memahami kondisi para pelaku UMKM yang terdampak wabah Covid-19 ini, maka dari itulah kami Diskop UMKM Provinsi Bali berusaha mengajukan usulan tersebut untuk menjadi calon penerima BPUM dari Kemenkop UKM RI, agar lebih banyak masyarakat yang bisa diakomodir. Jadi yang belum menerima (tahap pertama – red) masih ada peluang untuk menerima bantuan ini,” imbuhnya.

Krana peluang penambahan calon penerima BPUM pun kembali terbuka setelah Kemenkop UKM mengeluarkan surat edaran Nomor 491/SM/X/2020 Tanggal 06 Oktober 2020 perihal Perpanjangan Waktu Pendataan Program BPUM yang awalnya direncanakan ditutup pada Minggu ke-2 bulan September kemudian diperpanjang hingga akhir bulan Nopember 2020. Perpanjangan waktu pun kembali dilakukan setelah Kemenkop UKM RI melakukan pengajuan penambahan penerima manfaat, yang awalnya hanya ditarget sekitar 9,1 juta, kemudian bertambah hingga menjadi 12 juta pelaku usaha mikro.

Lebih jauh Mardiana berharap masalah ini jangan diperpanjang. Hal ini terjadi semata-mata karena terbatasnya anggaran yang tersedia sedangkan usulan calon penerima dari Kabupaten/Kota sangat banyak.

“Mudah-mudahan yang belum dapat bisa diprioritaskan terakomodir dalam bantuan tahap berikutnya yang bersumber dari Kementerian Koperasi UKM RI,” pungkasnya.