- Advertisement -
Beranda blog Halaman 915

Hari Ini,Ribuan Kotak Suara Dirakit KPU Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – KPU Tabanan telah melakukan perakitan kotak suara yang akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Adapun total keseluruhan kotak suara dibutuhkan sebanyak 1.140 kotak suara yang akan dirakit.Adapun tempat pelaksanaan perakitan di areal GOR Debes Tabanan, Rabu (11/11) (hari ini).

Dalam kesempatan terpisah saat dikonfirmasi,Komisioner Divisi Teknis KPU Tabanan, Ni Luh Sunadi menyampaikan,hari ini,(Rabu,(11/11) kegiatan pelipatan kotak suara hanya melibatkan warga terdekat. Adapun total jumlah tenaga dilibatkan sebesar belasan orang warga guna total merakit 1.140 kotak suara.

“Ada 1.140 kotak suara yang dirakit. 1.130 untuk TPS, 10 buah untuk Kecamatan nantinya,”ucapnya.

Kegiatan perakitan kotak suara ini lebih awal dilakukan agar nantinya tak kelabakan saat kedatangan surat suara yang dijadwalkan akan datang dalam pekan ini. Sehingga, setelah kotak suara rampung, akan dilanjutkan dengan pelipatan surat suara.

“Setelah ini ada kegiatan pelipatan surat suara. Nanti kita akan libatkan 50 orang warga untuk pelipatannya di GOR Debes tersebut,”pungkasnya.

Puluhan Ton Sampah, Masuk ke TPA di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Berdasarkan data rata-rata volume sampah dari DLH dan swasta masuk ke TPA di Tabanan sebesar 97 Ton perhari dengan total jumlah kendaraan DLH sebanyak 34 unit sedangkan Swasta 28 unit kendaraan yaitu,10 unit truk ditambah 18 unit kendaraan jenis cary atau engkel.

“Rata-rata puluhan ton sampah ton perhari masuk ke TPA,”Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia,Selasa,(10/11) di Tabanan.

Selanjutnya dirinya mencontohkan, misalnya terkait dengan jumlah desa telah dilayani oleh Swasta yaitu meliputi,Kecamatan Tabanan meliputi,Desa wanasari,Desa buahan,Desa yeh gangga,Desa bedha( rumah makan cs bedha),Kecamatan Kediri seperti Desa sanggulan,Desa Braban,Desa Belalang,Desa kaba-kaba,Desa cepaka,Desa Bengkel,Desa kediri (Pt lipuri Jagat),Kecamatan Marga meliputi,Desa belayu,Desa kukuh,Kecamatan Kerambitan yaitu di Desa samsam,Desa tista,Desa baturiti,Desa tibubiu,Desa blumbang,Desa Sembung,Desa meliling dan Desa Timpag,Kecamatan Baturit yaitu Pt jaffa Comped,Kecamatan Selemadeg seperti Desa bajra dan Desa megati kemudian terakhir Kecamatan Seltim yaitu TPS bantas Lestari.

“Itu jumlah desa telah dilayani oleh Swasta,” ujarnya.

Sembari Subagia menambahkan, adapun jumlah total sampah DLH yang masuk ke TPA di Tabanan jika dikihat dari data per Senin,(9/11) sebesar 52.889 m3 dengan total jumlah kendaraan pengangkut masuk kurang lebih sebanyak 35 unit.

Masih Ada Daerah Berpotensi Tanah Longsor di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Kemungkinan akan adanya cuaca ekstrim menerpa Kabupaten Tabanan kedepan menurut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan,I Gusti Ngurah Made Sucita,Selasa,(10/11) di Tabanan mengatakan, masih ada kemungkinan beberapa daerah memiliki titik rawan terjadinya musibah tanah longsor.Maka dengan demikian, masyarakat khsusnya berada dibeberapa titik rawan tersebut dihimbau agar selalu siap siaga kapanpun.

“Ada beberapa titik rawan longsor terutama mulai di Kecamatan di daerah utara seperti di Baturiti,Penebel,Pupuan dan Selamadeg itu daerah yang rawan longsor.Memang semua memiliki ancaman akan tetapi,kualitas acamanya yang bisa dikatakan berbeda-beda satu dengan yang lainnya,” katanya.

Kemudian terkait bencana banjir di Tabanan tidak perlu dikawatirkan oleh warga dikarenakan, sebagian besar di daerah Tabanan memiliki sungai-sungai relatif tebingnya tinggi-tinggi.

“Jika dilihat sejauh ini hanya genangan-genangan air sementara saja.Tidak ada kekawatiran terkait dengan musibah banjir tersebut hanya saja genangan sementara saja,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, penting masyarakat Tabanan tetap siap siaga dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrim yang akan datang kedepan.

Sekda I Gede Susila Pimpin Apel Bersama dan Pergelaran Peralatan Penanggulangan Bencana Alam

TABANAN – Pantaubali.com – Melihat perkembangan situasi Nasional saat ini, banyak terjadi bencana alam yang menjadi perhatian publik akibat dampak perubahan cuaca yang menimbulkan berbagai permasalahan. Apalagi wilayah Bali, khususnya Kabupaten Tabanan sudah memasuki musim hujan yang diperkirakan puncaknya terjadi pada bulan November hingga Desember 2020, sehingga perlu diwaspadai.

Terkait dengan kondisi tersebut, pemkab Tabanan menggelar Apel Bersama dan Pergelaran Peralatan dalam rangka Penanggulangan Bencana Alam, Selasa (10/11) yang digelar di TMP Pancaka Tirta. Selaaku Pemimpin Apel, Sekda I Gede Susila yang saat itu mewakili Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, diikuti oleh Forkopimda, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta peserta lainnya.

Bupati Tabanan yang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda I Gede Susila, mengatakan, dalam upaya penanggulangan terjadinya bencana di Kabupaten Tabanan, sepatutnya harus tanggap terhadap terjadinya bencana. “Sehingga kita dituntut untuk siap siaga dan all out bersinergi dengan Pemerintah Daerah, TNI Polri dan instansi terkait lainnya untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut,” ujarnya.

Disamping itu, Apel ini diadakan bertujuan untuk mengetahui kesiap siagaan Pemkab Tabanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam yang ada di Kabupaten Tabanan, baik dari kesiapan personil, sarana dan prasarana serta dukungan logistic lainnya. Dan juga dilaksanakan masih dalam suasana keprihatinan bersama di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Tabanan, terkait adanya pandemi Covid-19.

Untuk itu, Sekda I Gede Susila berharap semua petugas yang ditugaskan dalam mengantisipasi bencana ala mini selalu waspada dan tetap disiplin menggunakan protokol kesehatan, sehingga kita terhindar dari terpapar Covid-19 ini. Ia juga berpesan agar setiap petugas selalu menjaga kesehatan dan stamina. “Serta yang terpenting agar menjaga keselamatan diri, selalu memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar pelaksanaan tugas kita dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman,” imbuhnya.

Usai kegiatan Apel Bersama dan Pergelaran Peralatan tersebut, dilakukan penyerahan 850 sertifikat asset Daerah Kabupaten Tabanan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan. Penyerahan dilakukan secara oleh Kepala Pertanahan Kabupaten Tabanan Heryanto kepada Sekda I Gede Susila. @humastabanan

Hadapi Cuaca Ekstrim,Peralatan dan Ratusan Personil Siaga di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim diperkirakan terjadi di November dan Desember 2020.Terkait hal tersebut, Kabupaten Tabanan telah mengatisipasi mulai dengan mempersiapkan berbagai langkah dan upaya termasuk personil.

“Tentu harus bisa menyiapan sarana dan prasarana termasuk kesiapan personil kita.Hal tersebut peting dilakukan karena, jika terjadi bencana nantinya bisa diantisipasi dengan segera serta masyarakat tidak terjebak juga,”jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila,Selasa,(10/11) di Tabanan.

Dalam hal ini sinergitas TNI dan Polri penting dalam upaya penangan kebencanaan di Tabanan.

“Saat ini total jumlah personil keselurah mencapai 200 orang personil.Mulai di laut,perairan maupun di darat termasuk alat berat telah disiapkan juga,”ujarnya.

Camat beserta mustika bisa dikatakan sangat kompak dalam menangani dan menditeksi tentang kejadian-kejadian di Tabanan.Di musim saat ini diharapkan masyarakat Tabanan tetap waspada.Sembari dirinya menambahkan,himbauan juga telah berkali-kali dilakukan mulai dengan cara bersurat ataupun melakukan sosialisasi.

“Telah kami lakukan di jajaran,Kacamatan di muspika dan di Kabupaten ini,” tutupnya.

Gubernur Bali, Segera Sampaikan Raperda Bali ke Mendagri

DENPASAR – Pantaubali.com -DPRD Bali sepakat menyetujui Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Bali.

Dengan telah disetujuinya Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Bali, selanjutnya Perda tersebut akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dilakukan proses fasilitasi, itu disampaikan,Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya dibRapat Paripurna DPRD Bali dengan agenda Laporan dan Sikap atau Keputusan Dewan terhadap pembahasan Raperda Perubahan Kedua atas Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan Penyampaian Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2021 bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Senin (9/11),Renon,Denpasar.

Terkait Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2021, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Penyusunan Rancangan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2021 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, serta mengacu pada Dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Semesta Berencana serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021, yang telah dibahas dan disepakati bersama DPRD Bali.

“Gambaran Umum RAPBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2021, Pendapatan Daerah, diperkirakan sebesar Rp6 trilyun lebih terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,1 trilyun lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 2,8 trilyun lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp5,7 milyar rupiah lebih,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Belanja Daerah, direncanakan sebesar Rp 8,5 trilyun lebih terdiri dari Belanja Operasional sebesar Rp4,6 trilyun lebih, Belanja Modal sebesar Rp2,2 trilyun lebih, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp54,9 milyar lebih dan Belanja Transfer sebesar Rp1,5 triliyun lebih.

“Dalam RAPBD Tahun Anggaran 2021, prioritas anggaran untuk memenuhi kebutuhan wajib, telah sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan. Sementara program-program prioritas, seperti pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; adat, agama, tradisi, seni dan budaya; pariwisata; penguatan infrastruktur; serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik juga mendapatkan prioritas dukungan anggaran,” paparnya.

Dari pendapatan dan belanja dialokasikan pada RAPBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2021, direncanakan defisit anggaran sebesar Rp 2,4 triliyun lebih atau 40,99%. Defisit ini akan dibiayai dari Pembiayaan Netto, yaitu perencanaan penerimaan pembiayaan daerah setelah dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan daerah.
“Penerimaan pembiayaan daerah Provinsi Bali Tahun 2021 direncanakan sebesar Rp2,5 trilyun lebih yang bersumber dari Silpa Tahun 2020 sebesar Rp 1 trilyun lebih dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp1,5 trilyun. Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah Provinsi Bali Tahun 2021 direncanakan sebesar Rp30 milyar untuk penyertaan modal pada Bank Pembangunan Daerah Bali,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Koster berharap, agar Raperda ini dapat dibahas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku, untuk selanjutnya mendapat persetujuan bersama.Dalam tapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama dan dihadiri juga oleh anggota DPRD Provinsi Bali dan Kepala OPD Provinsi Bali.

Gubernur Bali, Hadiri Penyerahan Ribuan Sertifikat PTSL Secara Virtual oleh Presiden RI

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat dilaksanakan secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/11/2020). Sertifikat tanah yang diserahkan merupakan pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2020.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi secara virtual menyerahkan satu juta sertifikat kepada masyarakat yang tersebar di 31 provinsi. Penyerahan sejuta sertifikat PTSL dilaksanakan serangkaian memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) Tahun 2020.

Khusus Provinsi Bali, prosesi penerimaan sertifikat PTSL secara virtual dari Presiden Jokowi dipusatkan di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kegiatan dihadiri undangan terbatas yang merupakan perwakilan penerima dari sembilan kabupaten/kota.

Presiden Jokowi dalam arahannya menyebut, sejuta sertifikat diserahkannya kali ini merupakan jumlah sangat besar. Karena sebelum program ini berjalan, BPN hanya mampu mengeluarkan 500 ribu sertifikat setiap tahun.

“Itu terjadi hingga tahun 2015, hanya mampu merampungkan 500 ribu sertifikat setiap tahun,” ujarnya.

Sementara data menunjukkan, pada 2015 masih ada 80 juta bidang tanah belum bersertifikat. Tanpa sebuah terobosan, ia mengkalkulasi penyertifikatan tanah masyarakat baru akan rampung dalam jangka waktu 160 tahun. Mencermati hal tersebut, ia lantas menjadikan penyertifikatan tanah rakyat sebagai program prioritas.

“Makanya saya target dan dengan kerja keras seluruh jajaran BPN hingga kabupaten atau kota terbukti kita bisa,”cetusnya.

Lebih jauh Dirinya mengurai,2017 pemerintah menargetkan penyertifikatan 5,4 juta bidang tanah, berikutnya pada 2018 dan 2019 masing-masing sebanyak 9,3 juta dan 11,2 juta bidang tanah. Sedangkan di 2020, karena terkendala pandemi Covid-19, pemerintah memasang target 6,5 juta sertifikat. Presiden berkeyakinan, dengan dukungan dan kerja keras seluruh komponen, target penyertifikatan tanah di tahun 2020 akan bisa tercapai.

Seluruh bidang tanah telah bersetifikat pada 2025 mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi jajaran BPN karena target di berikan dapat terelalisasi.

Masih dalam arahannya, Jokowi juga menyampaikan alasan kenapa dirinya begitu getol dengan program penyertifikatan tanah rakyat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh keluhan kerap didengarnya dari masyarakat terkait masih banyaknya bidang tanah belum bersertifikat. Hal itu kemudian memicu timbulnya sengketa dan konflik di masyarakat.

“Saya tanya, kenapa ndak diurus? Alasannya karena ngurusnya susah,” ungkapnya. Ia berharap, melalui program PTSL tak ada lagi keluhan masyarakat tentang rumitnya mengurus sertifikat tanah.

Presiden Jokowi kembali berpesan agar bukti kepemilikan tanah itu disimpan dan dimanfaatkan dengan baik.

“Sampai di rumah, difotocopi dan aslinya disimpan dengan baik,” pesan Jokowi sembari mengingatkan bahwa sertifikat tanah merupakan dokumen yang sangat penting.

Menurutnya, sebagai bukti kepastian hukum atas kepemilikan tanah, dokumen ini dapat mencegah terjadinya konflik dan sengketa tanah. Lebih dari itu, sertifikat tanah juga punya nilai ekonomis karena bisa diagunkan di bank. Hanya saja, ia mengingatkan agar masyarakat tak menggunakan uang pinjaman untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli mobil, motor atau ganti hand phone.

“Gunakan untuk hal-hal yang produktif seperti tambahan modal usaha,” cetusnya.

Usai acara penyerahan sertifikat, Gubernur Wayan Koster berbincang hangat dengan sejumlah penerima sertifikat.Sembari berpesan agar sertifikat tanah diterima disimpan dan dimanfaatkan dengan baik.

“Dalam program PTSL 2020, BPN Bali menargetkan penyertifikatan 24.422 bidang tanah masyarakat,” sebutnya.

Dalam pelaksanaan penyerahan sertifikat PTSL di Gedung Wiswa Sabha dihadiri pula oleh Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali Rudi Rubijaya, S.P, M.Sc.

Perhari ini,Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 68 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Dari data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini, Senin,(9/11) mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 68 orang (65 orang melalui Transmisi Lokal, 1 PPLN dan 2 PPDN),sembuh sebanyak 70 orang, dan 1 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 12.293 orang,Sembuh 11.275 orang (91,72%), dan Meninggal Dunia 400 orang (3,25%).Kasus Aktif per hari ini menjadi 618 orang (5,03%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Melarikan Anak Orang,Pria 41 Tahun Dipolisikan

TABANAN – Pantaubali.com -Seorang Pria berinisial MMW (41) beralamat di Dusun 1, Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (asal Bali ) di Polisikan lantaran telah melarikan anak orang bersetatus pelajar disalah satu SMP di Baturiti,Tabanan berinisial NM (16).

Selain tanpa seizin atau sepengetahuan orang tua membawa lari anak orang Pria bejat tersebut juga menyetubuhi beberapakali anak perempuan dibawah umur tersebut.Pelaku akhirnya dibekuk Rabu,(14/10) oleh jajaran unit reskrim Polsek Baturiti,Tabanan.

Terkait hal itu, dalam konferensi Pers, Senin,(9/11) di Polsek Baturiti,Tabanan Kapolsek Baturiti seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar,Kapolsek Baturiri AKP Fachmi Hamdani menjelaskan, kronologis pengungkapan kasus tersebut berawal adanya laporan dari orang tua Korban,dalam laporannya menyebutkan,Senin,(2/10) 2020 pukul 08.00 anaknya berinisial NM, meninggalkan rumah tanpa izin dan sepengetahuan orang tua,kemudian dibawa kabur keluar Bali ( Sulawesi Utara ) oleh terduga pelaku.

Laporan tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan serangkaian pengembangan penyelidikan,mendalami dan mengali keterangan saksi.

“Dari hasil lidik terungkap, ada pesan singkat ( SMS ) diterima orang tua Korban, dikirim terduga Pelaku MMW menggunakan HP milik Korban, dalam SMS tersebut mengatakan “ Swastiastu Ibu, Bapak, Iluh saat ini ada di Manado baru turun dari Pesawat dan Iluh baik-baik saja (demikian pesan singkat yang diterima orang tua Korban ),” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui terduga telah kembali ke Bali dengan Korban hal ini kemudian ditindaklanjuti dan akhirnya Pelaku dan Korban dapat diamankan di Daerah Sukada Buleleng,Rabu,(14/10) pukul 21.00 Wita, selanjutnya terduga pelaku MMW dibawa ke Polsek Baturiti,Tabanan.

“Dari interogasi dilakukan terduga pelaku mengakui perbuatannya, yaitu tanpa sepengetahuan orang tua korban, membawa lari korban, bahkan terduga mengaku beberapa kali telah melakukan hubungan badan dengan korban,” ujarnya.
Sedangkan dari keterangan korban mengaku, mau diajak kabur oleh pelaku, karena dibujuk, dirayu, dijanjikan dibelikan sepatu, diberikan sepeda motor bahkan akan dijanjikan diberi modal untuk bisnis obat – obat pertanian dan seluruh keuntungan akan diserahkan kepada korban.

“Korban juga mengaku berkenalan dengan pelaku di media sosial ( fece book ) dilanjutkan pacaran, sebelum kabur mengakui 5 kali melakukan bubungan badan dengan pelaku, kemudian kembali disetubuhi, Senin,(12/10) pukul 22.00 Wita dan Selasa,(13/10)pukul 21.00 wita, bertempat di rumah berinisial LSS di Kecamatan Sukasada,Kabupaten Buleleng,” bebernya.

Sembari dirinya menambahkan,terduga ditahan di Polsek Baturiti saat ini dan akibat perbuatanya korban dijerat pasal 81ayat (1) dan (2), pasal 82 ayat (1) dan pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Kemarin Malam,Gubernur Bali Tutup Festival Seni Bali Jani II “Candika Jiwa Puitika Atma Kerthi”

DENPASAR – Pantaubali.com -Menurut Gubernur Bali Wayan Koster,kemarin (Sabtu(7/11) di Denpasar menyampaikan,Festival Seni Bali Jani yang di gagas Ny. Putri Suastini Koster tahun lalu merupakan wadah bagi seniman modern untuk menuangkan apresiasi dan inovasinya yang kreatif dalam berkarya untuk memajukan kesenian, sekaligus melestarikan budaya Bali.

Untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan antara seni tradisi dan seni modern yang masing-masing di wadahi ke dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ), maka Gubernur Bali memperkuat keberadaannya ke dalam payung hukum yang tertuang ke dalam Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Hal ini merupakan langkah konkrit Gubernur Wayan Koster dalam melindungi karya masyarakat Bali karena budaya adalah keunggulan Bali, mengingat Bali dengan jumlah penduduknya yang hampir 5 juta jiwa tidak memiliki kekayaan alam seperti batu bara, minyak bumi, emas, pertambangan dan lainnya.

“Festival Seni Bali Jani adalah, ruang dan wadah yang disiapkan bagi pencinta seni Bali sebagai upaya bersama dalam memperkuat dan memajukan budaya yang ada di Provinsi Bali,” jelasnya.

Baik seni tradisi dan juga seni modern sama-sama memiliki gengsi yang berkualitas dalam kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam peradaban dunia, apalagi Bali dikenal ke kancah internasional karena budayanya yang kuat dan adi luhung sehingga akan terus berkembang berkelanjutan dan menjadi keunggulan Bali di tingkat nasional maupun internasional.Di tengah globalisasi yang semakin kuat budaya sebagai keunggulan Bali diharapkan tidak akan pernah habis dan seluruh komponen yang menggeluti seni semakin menunjukkan kualitas karyanya, terutama generasi muda mau bangkit dan bergeliat membangun ekosistem dalam berkesenian, baik dalam jenis tradisional ataupun modern.

“Jangan pernah bosan dalam membangun seni dan budaya di Provinsi Bali sehingga mampu membangun eksistensi dan daya saing yang menjadi sumber kehidupan di masa yang akan datang. Dengan lahir dan munculnya karya inovatif dan kreatif, maka diyakini juga akan muncul individu-individu yang memiliki gagasan kaya dengan ide-ide baru,” paparnya.

Melalui Festival Seni Bali Jani maka, jejak sejarah Bali sebagai pusat peradaban dunia yakni Padma Bhuawana akan kembali mengukuhkan kesenian budaya Bali melalui karya inovasi dan kreativitas generasi muda, seniman, kurator dapat terwujud sehingga melalui dialog dan forum diskusi diharapkan mampu menumbuhkan semakin baiknya komunikasi seni di tengah masyarakat yang heterogen, sekaligus menjadikan sejumlah pihak terkait dapat menjadi semakin terbuka dan akomodatif dalam berkoordinasi dengan seniman.
“Gunakan panggung ini dengan maksimal untuk mengkolaborasikan kesenian secara kolektif dan berkelompok sehingga mutu dan kualitas yang tampil juga mampu berdaya saing di tingkat yang lebih tinggi,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menambahkan bahwa salah satu ciri peradaban bangsa yang maju adalah banyaknya penulis buku yang berkualitas yang lahir di daerah tertentu. Dan pihaknya meminta agar pada pelaksanaan Festival Seni Bali Jani yang ketiga di tahun 2021 mendatang diisi dengan pameran buku bertaraf internasional.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. I Wayan Adnyana menyampaikan,Festival Seni Bali Jani II dilaksanakan dalam rangka pemajuan seni modern, kontemporer dan karya-karya bersifat inovatif dengan mengusung tema “Candika Jiwa Puitika Atma Kerthi” yang bermakna semesta kreativitas terkini dalam mencandikan jiwa spirit, taksu atau ide-ide cemerlang dalam platform konsep eksplorasi, eksperimentasi, lintas batas, kontekstual dan kolaborasi.Delapan (8) hari pelaksanaan Festival Seni Bali Jani II sebagai momentum penting lahirnya seni vitual secara masif dengan dukungan 295 peserta dari delapan jenis lomba, terlibat 1000 seniman dalam 45 komunitas pagelaran dan menyertakan 45 perupa dan 1 komunitas mural di dalam pameran Megarupa.

“Sekaligus terdapat juga sebanyak 17 penerbit buku pada beranda pustaka dengan 341 persentasi judul baik fiksi ataupun non fiksi, dan tidak ketinggalan juga ditetapkannya 10 tokoh dari lintas daerah yang berdedikasi sebagai penerima Bali Jani Nugraha 2020 yang di apresiasi dan diakui prestasi dan dedikasinya,” sebutnya.

Sembari menambahkan,pada penutupan Festival Seni Bali Jani II tahun 2020 juga tampil Ny. Putri Koster berkolaborasi dengan Balawan yang membawakan puisi berjudul “AGUSTUS” disamping tampil juga Adilango bertajuk “Alun Bali Bangkit” yang dibawakan oleh Sanggar Rare Sejati berkolaborasi dengan sejumlah seniman Bali.