- Advertisement -
Beranda blog Halaman 912

Desa Bedha Memohon Sertifikat Tanah Setra, Komisi I DPRD Tabanan Tinjau Langsung

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait adanya Desa adat Bedha yang berencana memohon agar setra tunon yang saat ini berdiri crematorium Santha Graha disertifikasi apakah hak milik atau hak guna pakai.

Maka, terkait hal tersebut komisi I DPRD Tabanan mengecek ke lokasi untuk melihat secara langsung keberadaan setra di Pantai Batutampih, Desa Pangkung Tibah, Kediri,Tabanan,Selasa,(17/11).Adapun kunjungan tersebut diketuai oleh I Putu Eka Putra Nurcahyadi.

“Kami turun karena ada permintaan dari desa adat bedha memohon sertifikat tanah setra serta permohonan pinjam pakai lahan Pemkab untuk parkir,” jelas I Putu Eka Putra Nurcahyadi kemarin.

Dari pengecekan dilakukan, memang lahan setra tersebut merupak setra tunon atau setra tamiu yang digunakan banyak orang untuk proses ngaben namun tidak memiliki setra termasuk untuk umat lain. Terkait lokasi bangunan krematorium yang sudah berdiri, diakui tidak mungkin diberikan ijin karena jelas melanggar aturan tata ruang. Begitupun rencana sertifikasi lahan selus 30 are tersebut, karena dari awal tidak jelas kepemilikannya.

“Soal ijin jelas tidak mungkin, ini harus dicarikan solusi dan akan kami bahas dengan stake honder yang ada di pemerintahan,” katanya.

Melihat kondisi di lapangan kata politisi asal Marga ini, secara hukum sulit direaliasikan kecuali ada kebijakan dari pimpinan daerah (Bupati). Namun hal tersebut sifatnya hanya sementara. Sementara hal ini harus memiliki patyung hukum yang jelas. Salah satu yang mungkin bisa dilakukan lokasi tersebut diambil alih Pemkab, hanya saja pengelolaannya dikerjasamakan dengan desa adat dalam hal ini Desa Adat Bedha.

“Itu mungkin soluasi yang bsia diambil tapi itu juga harus dibahas di dewan termasuk dengan pihak terkait lainnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Bendesa Adat Bedha I Nyoman Surata yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, kalau pihkanya di Desa Adat behdamemng mengingikan untuk mensertifikatkan lahn setra tersebut apakah hak milik atau hak guna pakaia. Menurut Surat, saat ini status tanah harus ada kejelsan dalam bentuk sertifikat.

“Kami memang berencana mensertifikatkan lahan ini seluas 30 are termasuk rencana meminjam lahan Pemkab untuk areal parkir,”sampainya.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga anggota DPRD lainnya Ni Made Dewi Trisnayanti dan Dewi Maheni didampingi Plt Asisten I IGAN Sumarpatni dan Kadis Kebudayaan IGN Supanji langsung mengfeek lokasi banguan krematorium Santha Graha Tunon yang berada tepat di bibir pantai dan bangunan yang ada memang melanggar sempadan pantai.

Pelaksanaan Debat, KPU Tabanan Menghimbau Kanditat Tidak Mengerahkan Massa

TABANAN – Pantaubali.com -Jelang debat perdana Pilkada Tabanan pada 22 November 2020 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan meminta kepada seluruh pendukung paslon dan tim pemenangan agar tidak melakukan pergerakan masa.Hal tersebut perlu diperhatikan dikarenakan, kondisi saat ini masih ditengah pandemi Covid-19.

Selain itu KPU Tabanan juga menghimbau masing-masing paslon tetap mentaati segela proses aturan debat nantinya. Agar debat perdana dapat berjalan dengan tertib dan lancar.Debat pilkada Tabanan yang digelar KPU Tabanan akan dilakukan dua kali. Yakni 22 November dan 3 Desember mendatang.

Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa menjelaskan, debat pilkada Tabanan saat ini agak sedikit berbeda daripada pilkada tahun sebelumnya.Memang membatasi jumlah orang yang menonton masuk dalam ruangan debat. Ini demi kepentingan bersama untuk mencegah terjadi penularan Covid-19.

“Di dalam ruangan debat ada sekitar 20 orang nantinya. Diantaranya 4 dari pendukung paslon, 2 anggota Bawaslu, anggota komisioner KPU Tabanan dan moderator. Panelis tidak masuk ke ruangan debat,” ujar Weda Subawa saat di konfirmasi,Selasa(17/11) di Tabanan.

Masing-masing paslon calon bupati dan wakil bupati Tabanan tidak diperbolehkan membawa lebih pendukung masuk ke dalam ruangan. Selain itu pihaknya memwajibkan masing-masing paslon untuk wajib menerapkan protokol ketat Covid-19 saat berada di dalam ruangan.

“Aturan ini sudah kami sampaikan kepada masing-masing paslon untuk ditaati,” ujarnya.

Debat publik pilkada Tabanan akan pihaknya gelar disalah satu stasiun televisi milik pemerintah di Bali. Dengan relay sejumlah statiun televise swasta dan dapat ditonton melalui cancel youtube KPU Tabanan dan halaman facebook KPU Tabanan. Sehingga masyarakat Tabanan menonton debat pilkada dari rumah, tanpa harus ke lokasi debat.

Perihal tema debat perdana pihaknya sudah memberikan kepada masing-masing paslon. Debat pertama menyangkut memajukan dan menyelesaikan persoalan daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru.

“Tema debat ini berdasarkan perumusan dari panelis yang ditunjukkan oleh KPU Tabanan. Penelis tersebut dalam posisi netral tidak berafiliasi dengan partai politik,” katanya.

Mengantisipasi terjadi pengarahan massa saat di lokasi debat pilkada Tabanan yang akan berlangsung. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polres Tabanan dalam hal pengamanan. Agar lokasi debat benar-benar steril, tidak ada gangguan.

“Bila mana ada pendukung paslon yang ingin memasuki ruangan debat tanpa ada udangan resmi. Kami sudah minta kepada aparat kepolisian untuk bertidak tegas. Demi kenyaman jalannya debat,” tutupnya.

Ny Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Bertema ‘Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu 3M’

JEMBRANA – Pantaubali.com – Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan ke seluruh masyarakat yang ada di dunia. Menyikapi hal ini, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak untuk mengambil hikmah atas apa yang tengah terjadi.

“Mungkin alam mengajak kita jeda sejenak, untuk memikirkan apa yang sudah kita lakukan selama ini terhadap semesta. Semoga hal ini menjadikan kita tahu bahwa alam membutuhkan perhatian kita sebagai manusia untuk kembali saling menghormati keberadaan mereka sebagai habitat alam yang saat ini mungkin juga sudah merasa terusik dengan tangan-tangan yang kurang konsisten menjaga kebersihan udara,” ujar Ny Putri Koster.

Selain mengingatkan pada ‘Pesan Ibu 3M’ (memakai masker kapanpun dan di manapun berada, mencuci tangan setiap saat dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dengan orang lain), Ny Putri Suastini Koster juga mengingatkan tentang 3B yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni ‘Berdoa’ sebelum melaksanakan aktivitas, kemudian ‘Berupaya’ untuk beraktivitas dan berkreativitas karena ibu ibu itu banyak memiliki inovasi serta jangan lupa untuk ‘Bersyukur’ di mana kita selalu pandai mengambil hikmah di setiap musibah.

Beberapa poin yang disampaikan Ny Putri Suastini Koster dalam dialognya yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny Ari Sugianti Artha dengan tema “Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu 3M”, di Radio Dirgantara, Selasa (17/11):

Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir sembilan bulan telah meluluhlantakkan perekonomian masyarakat Bali yang sebagian besar mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Kondisi ini mengharuskan semua pihak beralih haluan dalam memenuhi kebutuhan dapur, baik dengan inovasi dengan ide-ide dan bakat baru. Salah satunya adalah memanfaatkan halaman rumah menjadi HATINYA PKK yakni halaman / taman asri, tenteram, indah dan nyaman yang bermanfaat dan menghasilkan bahan makanan pokok sehari-hari, seperti sayur, cabai, terong, tomat dan lainnya.

Dengan begitu kita dapat mengembalikan pada fungsinya, yakni memenuhi kebutuhan dasar dalam pemenuhan pangan.

Dengan pandemi Covid-19 ini, jika kita ambil hikmahnya seorang ibu yang sedang berkarier dapat kembali merasakan fungsinya sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya, terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme yang dapat menghancurkan karakter anak anak kita sebagai generasi penerus. “Semakin kuat asuhan dan didikan kasih sayang seorang ibu akan menghasilkan membentuk karakter anak yang tangguh, 3 tahun pertama kita mendidik dan menjaga anak, 300 tahun generasi akan terawat,” ujar Ny Putri Koster.

Peran ibu dan TP PKK saat pandemi ini tentu saja memberikan kesempatan bagi para wanita karier untuk kembali mencurahkan perhatiannya kepada keluarga, khususnya anak-anaknya. Dengan demikian, tanggung jawab untuk mengasah karakter dan moral anak-anaknya menjadi tanggung jawab ibu, yang juga ditambah dengan tanggung jawab berupaya ikut mencari tambahan pemasukan saat tidak ada penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga. Dengan landasan kasih sayang, maka seorang ibu dapat melahirkan ide baru dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya. “Untuk melindungi masyarakatnya dari wabah pandemi, maka setiap individu wajib mematuhi anjuran pemerintah yang dibantu sosialisasi oleh TP PKK seluruh Bali,” imbuhnya.

Menurutnya, siapapun harus tenang dalam menjalani dan menghadapi sesuatu yang sedang menghampiri hidup sebagai musibah dan cobaan hidup. “Seorang ibu jangan ikut panik dan menyerah dalam sebuah kondisi apapun, karena dalam keadaan tenang akan memunculkan ide-ide baru dalam menumbuhkan bakat terpendam, contohnya saat pandemi Covid-19 mewabah dan membuat sebagian besar perekonomian Bali terpukul, maka banyak sekali muncul bakat dari seorang perempuan/ ibu dalam upayanya meneruskan kehidupan,” tegas Ny. Putri Koster.

Istri adalah tempat untuk berkeluh kesah dan menceritakan beban yang dirasakan seorang suami. Dan jangan sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangga disaat perekonomian keluarga sedang berada di bawah. Karena selain sebagai seorang ibu, istri juga sebagai dewi yang penuh kasih sayang.

Di era Covid-19 mari kita semua mengikuti imbauan pemerintah, selain menaati 3M seluruh masyarakat juga diharapkan mampu menghindari kerumunan dan keramaian. Jika ada piodalan atau upacara yadnya, bukan piodalannya yang ditiadakan namun berusahalah untuk memberi ruang lebih lama bagi para pemedek untuk tangkil, jika biasanya nyejer 3 hari ya saat masa Covid-19 bisa diperpanjang menjadi 5 hari agar tidak terjadi kerumunan pemedek. Sehingga dengan pola baru terutama dalam persembahyangan (tidak perlu menunggu pemedek menjadi satu dan numplek untuk sembahyang) dan pasar (diberlakukan pasar 24 jam sehingga ada kelonggaran waktu) akan dapat mengurangi kerumunan atau keramaian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan jangan kendor.

“Penerapan protokol kesehatan 3M dan peningkatan kewaspadaan tetap dilakukan, ketat dalam mentaati imbauan untuk Prokes dan jika positiflah mari kita turunkan ketegangan agar imun setiap penderita Covid-19 dapat naik kembali,” kata Ny Putri Koster.

Dan disarankan bagi OTG untuk memilih tempat karantina yang nyaman dan terisolir dari masyarakat sehingga bisa beraktivitas seperti biasa dan menaikkan imun tubuh dengan baik.

Gubernur Koster Harap Event MSEAP 2021 Kembalikan Kepercayaan Internasional pada Pariwisata Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wqyan Koster menyambut baik rencana penyelenggaan event Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) 2021 oleh Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang bakal digelar di Bali pada tahun depan dengan diperkirakan dihadiri 100 negara.

Bahkan bukan hanya tahun 2021, konferensi internasional juga rencananya akan diselenggarakan tahun 2022, sehingga ada dua acara besar yang akan dihelat di Pulau Dewata yang diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap pariwisata Bali hingga mempercepat pemulihan ekonomi Bali.

Hal ini terungkap dalam kunjungan advance Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI terkait rencana tersebut ke Bali. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon diterima oleh Gubernur Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (17/11).

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan penanganan Covid-19 di Bali yang sudah semakin membaik. Hanya saja kondisi pariwisata Bali yang sekarang ditopang wisatawan domestik belum pulih dan tak sebaik daerah lain. “Tingkat hunian hotel baru sekitar 20 persen,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode itu.

Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini berharap dengan terselenggaranya konferensi internasional yang diselenggarakan DPR RI tahun depan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional untuk datang ke Bali dan berdampak positif terhadap ekonomi Bali.

Salah satu harapan yang disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster adalah agar konferensi internasional tidak dilaksanakan terpusat di satu tempat khusus seperti Nusa Dua. Ia berharap panitia bisa mempertimbangkan untuk menyelenggarakan rangkaian acara di destinasi wisata lain. Seperti Sanur dan Ubud agar dampak ekonominya bisa lebih dirasakan secara luas oleh masyarakat Bali.

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengatakan Bali masih menjadi daya tarik yang sangat besar untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) pada perhelatan MSEAP ke-4 tahun 2019 di Kazakhstan.

“Bali memang sangat memanggil. Biasanya kalau ada konferensi di Bali lebih banyak yang datang,” kata Fadli.

Fadli berharap tahun depan pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga konferensi bisa digelar lebih cepat. Menurutnya panitia akan mengundang 100 negara untuk hadir dalam konferensi internasional MSEAP yang akan diselenggarakan sekitar bulan September sampai November. “Lebih cepat lebih baik, tergantung situasi dan keadaan,” ujar politisi partai Gerindra.

Ia menambahkan konferensi internasional menjadi salah satu momentum memberikan kabar kepada masyarakat di negara masing-masing bahwa pariwisata di Bali sudah terbuka, terjamin, aman dan protokol kesehatannya sudah berstandar internasional.

Terkait harapan Gubernur Bali Wayan Koster agar penyelenggaraan konferensi internasional bisa lebih dirasakan masyarakat Bali, pimpinan BKSAP menyambut positif ide tersebut. Ide untuk melibatkan UMKM, masyarakat sekitar, seniman dan budayawan akan dikaji lebih lanjut oleh panitia terkait teknis pelaksanaannya.

Per Hari Ini, Tercatat Positif Covid-19 Sebanyak 89 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Selasa,(17/11) mencatat ada pertambahan jumlah kasus terkonfirnasi sebanyak 89 orang (86 orang melalui Transmisi Lokal dan 3 PPDN),sembuh sebanyak 51 orang, dan 2 orang Meninggal Dunia.

Sedangkan untuk data jumlah kasus secara kumulatif sebagai tercatat terkonfirmasi Positif 12.848 orang,Sembuh 11.753 orang (91,48%), dan Meninggal Dunia 407 orang (3,17%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 688 orang (5,35%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Fun The Me Project,Telorkan Single Bertajuk “Luh Karoni Covida Devi”

BULELENG – Pantaubali.com -Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia dan Bali memang menyisakan dampak yang sangat buruk baik dari segi kesehatan maupun perekonomian masyarakatnya.

Meski demikian, pandemi covid-19 jangan sampai menurunkan daya kreatifitas masyarakat dalam berkarya. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Putu Suhermayadi, vokalis group band Motifora asal Desa Munduk, Banjar, Buleleng.

Bapak 2 (Dua) anak yang biasa disapa Tunick ini mengatakan, single “Luh Karoni” merupakan project Fun The Me.Penggarapannya pun melibatkan (featuring-red) beberap musisi diantaranya Tukaro “Def Studio” pada Keybord dan Sound Engineering, Jonh Putra “KeepRock” pada Drum serta Erick Anggara “KeepRock” pada Bass.

Selain itu, penggarapan videonya juga dibantu oleh Gek Anik di model video klip, Ajik Agung Asep dan Mok Kucita Dewi dari Bondres STI.Ditambahkan Tunick, pembuatan video clipnya di directed oleh Gusde Ocky dari meneer studio yang sekaligus sebagai model cowoknya.

“Lagu Luh Karoni ini menjadi single pertama project ini (Fun The Me Project-red). Lagu ini diciptakan oleh Saya sendiri, dimana lagu ini adalah lagu recycle dari project Saya sebelumnya. Namun lirik, judul dan aransemen lagunya kita ganti bahkan dari segi reff ada perbaharuan nada,” jelasnya kepada awak media pada Selasa (17/11).

Dikatakan Tunick, lagu ini bercerita tentang kondisi saat ini yakni “pandemi”. Akan tetapi dirinya menuangkannya lewat cinta. Dimana seorang kekasih yang namanya Karoni memiliki sikap yang sangat posesif. Ia mengharuskan pasangannya agar menjaga jarak dengan teman, harus diam dirumah dan ujung-ujungnya gara-gara cinta yang dijalani akhirnya terkena PHK. Lagu ini murni terinspirasi dari pandemi covid-19 yang saat ini tengah melanda.

“Untuk penggarapannya bisa dibilang tidak ada kendala sama sekali, mengalir begitu saja. Terkait dengan apa yang ingin kami sampaikan dalam pagunini, kalau dari segi cinta sih ingin menyampaikan jika memiliki seseorang itu kita harus jangan terlalu posesif karena bisa saja itu yang akan membuat pasangan kita tidak nyaman. Sementara kalau dari segi pandemi saat ini, ya hanya menggambarkan situasi yang dialami semua orang, dan tidak ada tempat mengadu selain berjuang masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Tunick, hikmah yang dapat diambil dari adanya pandemi saat ini yakni bisa lebih instropkesi diri. Selain itu, Ia juga lebih banyak memiliki waktu untuk menyiapkan keperluan konten dan karya yang akan dibuat selanjutnya.

“Yang di lakukan paling buat konten-konten keperluan YouTube dan tetap mempersiapkan karya-karya berikutnya. Jadi Saya menyikapi pandemi ini dengan positif aja. Karena kalau mengeluh ya tidak akan menjadi aluh (mudah-red),” imbuhnya.
Ia berharap lagu yang digarap hampir 1 (Satu) bulan ini bisa diterima baik oleh masyarakat serta tidak ada yang merasa tersinggung.

“Ini single dari fun the me project. Bisa dibilang ini side projectnya dari Saya sendiri. Tentu harapannya agar lagu ini bisa diterim dan mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung dari lagu ini. Karena Kami hanya ingin mengkritik adanya pandemi covid-19 itu melalui lagu tapi dari unsur percintaan,” tutupnya sembari mengajak masyarakat untuk menyaksikan lagunya memlalui kanal YouTube Motifora Band Bali (https://youtu.be/lFCdEVv3QC8).

Penyelenggara Pilkada, Dinilai Berpeluang Melakukan Pelanggaran

DENPASAR – Pantaubali.com -Hampir disetiap tahapan Pilkada di Indonesia para penyelenggara masih memiliki peluang melakukan berbagai bentuk pelanggaran.

Mulai dari, tidak profesional sampai ada juga penyelenggara tidak jujur.
“Hampir disetiap tahap ada jenis pelanggaranya dan berbeda-beda,” jelas Anggota Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP),Prof. Dr. Teguh Prasetyo,SH,M.Si, di Sanur,Denpasar,Senin,(16/11) malam kemarin.

Varian pelanggarannya bisa dikatakan begitu banyak,tentu sesuai tahapan-tahapan dalam Pilkada tersebut.

“Bentuk pelanggaranya bisa dikatakan beragam ada tidak profesional,tidak jujur,berpihak pada orang lain,tidak bertanggung jawab,melakukan pelanggaran berkaitan kasus kesusilaan,berkaitan dengan uang suap serta ada juga berkaitan dengan suara seperti merubah perolehan suara atau menghilangkan hak seseorang.Maka,mesti diberhetikan karena putusanya seperti itu,”paparnya.

Tentu dalam hal ini jika ada penyelengara melakukan pelangaran-pelangaran dalam pelaksanaan Pilkada tentu akan direhat terlebih dahulu.

“Jika yang dilangar tersebut sifatnya terkait masalah integritas, kejujuran atau ketidak adilan biasanya akan direhatkan atau diberhentikan disertai dengan beberapa nasehat,”sebutnya.

Dalam Pilkada di tahun ini Dirinya berpesan,setidaknya para penyelengara harus mampu membangun demokrasi bermartabat.Sembari Dirinya menambahkan,penyelengara harus berpegang teguh dengan suatu perinsif,pijakan filsafat pemilu agar mampu mengujudkan Pilkada yang lebih bermartabat.

WNA Argentina Diduga Depresi,Meregang Nyawa di Sungai Air Terjun

BULELENG – Pantaubali.com -Warga negara asing asal Argentina menghilang di Hutan Wanagiri, Buleleng.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) diketahui identitas atas nama Pablo Agusto (38), yang menetap sementara di daerah Ubud, Gianyar.

Awalnya ia bersama keluarga dan kerabat sebanyak kurang lebih 20 orang berkemah di sekitar hutan tersebut pada hari Minggu (14/11). Keesokan harinya ketika hendak pulang, Pablo justru melarikan diri menuju hutan. Dalam keterangannya Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada. mengungkapkan bahwa target sedang alami depresi, sehingga nekat melakukan hal yang beresiko. Sempat dilakukan upaya pencarian oleh warga dan aparat kepolisian.

“Laporan kami terima hari ini pukul 09.10 Wita dan dari keterangan saksi ia terakhir terlihat kemarin 16 Nopember 2020 oleh keluarganya disekitar hutan, namun lari lagi menjauh kedalam hutan.Sebanyak 7 orang personil dari Pos SAR Buleleng dikerahkan menuju lokasi,”paparnya.

Pada pukul 11.55 Wita tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga ke arah sungai di dekat perkemahan. Berselang 20 menit, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenasahnya mengapung di sungai air terjun Cemara, tak jauh dari lokasi air terjun. Pada pukul 12.40 Wita jenasah dievakuasi menuju parkiran PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro) Muara.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulance PMI. Unsur SAR yang terlibat diantaranya Basarnas Bali, Polsek Sukasada, Babinkamtibmas Desa Sambangan, Babinsa Desa Sambangan, TRC BPBD Buleleng, SAR Radio 115, aparat dan masyarakat Desa Sambangan.

 

Gubernur Bali,Matangkan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali

KLUNGKUNG – Pantaubali.com -Keseriusan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati untuk mengangkat martabat kebudayaan Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia atau Padma Bhuwana sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru kian dimatangkannya dengan cita-cita mewujudkan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.

Hal tersebut terlihat saat Gubernur Wayan Koster melakukan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, Senin (16/11) yang berlangsung di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya.
Dalam pemaparannya, Wayan Koster menjelaskan kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang berlokasi di Eks Galian C Gunaksa ini semula merupakan wilayah yang rusak, tergenang dan terbengkalai, karena pasca Gunung Agung Meletus pada tahun 1963 menjadikan lahan persawahan yang subur tersebut tertutup aliran lahar dingin Gunung Agung lebih dari 300 Ha.
Kemudian sejak tahun 1963-2002 wilayah tersebut (Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya, red) menjadi lokasi penambangan Galian C. Sehingga akibat penambangan pasir tersebut, tercatat pada tahun 2002 menyebabkan lingkungan wilayah Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya rusak, banyak kubangan, menjadi sumber penyakit, serta menjadikan perizinan penambangan Galian C ditutup Pemkab Klungkung.

Tidak berhenti sampai disana, namun pada tahun 2002-2017 wilayah Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya menjadi lahan kosong, terbengkalai, beberapa usul ide yang muncul untuk pengelolaan wilayah tersebut juga gagal.

Bahkan di 2017 Erupsi Gunung Agung yang mengalirkan lahar dalam jumlah yang cukup besar, menyebabkan wilayah galian ini semakin tidak bisa dimanfaatkan.

“Oleh karena itu, kita harus melakukan upaya pelindungan dan menata, sekaligus mengembangkan wilayah ini menjadi bermanfaat untuk masyarakat Bali dan Klungkung khususnya.Saat ini wilayah Pesisir Tangkas, Gunaksa, dan sekitarnya telah ditetapkan dalam Perda 3/2020 menjadi Kawasan Strategis Provinsi sebagai Kawasan Pusat Kebudayaan Bali,”jelasnya.

Menjelaskan untuk mewujudkan Pusat Kebudayaan Bali, kami melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali telah melakukan Penetapan Lokasi Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dengan luas mencapai 334, 62 Ha yang terdiri dari Pemukiman Desa Tangkas Eksisting sebanyak 11,19 Ha, Penlok Tahap I seluas 110,31 Ha, Penlok Tahap II dengan luas 213, 12 Ha.
“Secara konsep perencanaan, ada 3 konsep yaitu Konsep Utama Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dengan merencanakan tempat yang dapat menjadi inventarisasi warisan Kebudayaan masa lalu diintegrasikan dengan kebutuhan pengetahuan dan teknologi masa kini, dan masa yang akan datang, sehingga nilai-nilai luhur budaya dapat terwarisi secara berkelanjutan,” ujar mantan jebolan ITB ini yang juga telah menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Selanjutnya dalam konsep pembangunan terdapat Edukasi, Konservasi, Rekreasi, dan Pembangunan ramah lingkungan yang berkelanjutan dan Pembangunan Terintegrasi berbasis IT. Kemudian ada juga Konsep Infrastruktur Terintegrasi dan Ramah Lingkungan, dengan adanya Perhubungan Darat (Jalan, Kereta LRT, & ART, red), Perhubungan Laut (Pelabuhan Gunaksa, Marina, red), dan Pengembangan Infrastruktur yang aman dan ramah lingkungan.

Tidak berhenti sampai disana, Wayan Koster yang disetiap pembangunannya di Provinsi Bali selalu berpedoman pada ajaran Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi, dan Berkepribadian dalam bidang Kebudayaan menegaskan bahwa dalam di Masterplan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mengusung konsep Tri Mandala & Sat Kerthi, yang terdiri dari Wana Kerthi dengan pembangunan Taman Hutan Raya dan Taman Rekreasi. Danu Kerthi, dengan pembangunan Danau, serta Estuary Dam. Untuk Atma Kerthi terdapat bangunan Catus Patha, Jagat Kerthi terdapat bangunan Panggung Terbuka. Sedangkan Jana Kerthi ini merupakan Pusat Kebudayaan Bali dengan memiliki area pendukung lainnya, dan Segara Kerthi merupakan laut, dan marina.

“Jadi saya berkeinginan untuk mengangkat martabat kebudayaan Bali, karena dalam sejarah Bali di Klungkung ini adalah tempat Masa Keemasan Kebudayaan Bali yang saat itu terjadi di Era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Waturenggong,” jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode ini.
Dalam Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung tersebut

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, Kepala Perangkat Daerah di Pemprov Bali, Para Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali, Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, Camat Klungkung dan Camat Dawan, hingga Para Perbekel di Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Gunaksa, Desa Sampalan Klod, dan Perbekel di Desa Gelgel.

Pohon Bila, Saksi Krama di 3 Banjar Desa Klating Satu Suara Mendukung Sanjaya

TABANAN -Pantaubali.com-Berlanjut suara dukungan masyarakat Tabanan kembali menghampiri Calon Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Kali ini dukungan datang dari Krame Banjar adat Banjar Dauh Jalan,Dangin Jalan dan Banjar Adat Dukuh Kelating,Desa Klating,Tabanan komitmen tersebut diutarakan di Wantilan Setra Prajapati Kelating,Senin,(16/11).

Dalam kesempatan tersebut Prajuru Kahyangan Dalem Pura Prajapati Putu Sukarata dalam sambutanya menyampaikan, dari total 237 KK di tiga Banjar di Desa Klating telah menyatakan kesiapan memenangkan Paket Jaya-Wira dalam perhelatan Pilkada Tanan 2020.

“Masyarakat kami memiliki komitmen,dan mengapa Saya berani menyatakan komitmen tersebut dalam hal ini ingin menjembati apa yang menjadi kebutuhan masyarakat khususnya di Desa Klating ini,”Jelasnya.

Selain itu juga masyarakat telah menilai sepaknterjang Sanjaya sejak menjadi Wakil Bupati Tabanan.Dengan demikian akan mampu menjembatani masyarakat dibawah khususnya terkait pembangunan.

“Tentu beliau akan bisa lebih memperhatikan kami dibawah, sehinga masyarakat kami justru akan memberi pilihanya ke Bapak Sanjaya dan itulah alasan kami,” ujarnya.

Selain itu menurut dirinya, sosok Sanjaya merupakan sosok pemimpin yang bisa menyerap aspirasi serta sangat peduli dengan masyarakat maka dari itu, jika nanti terpilih bisa memperhatikan dari sisi pembangunan dan dari segi pariwisata bisa tetap diperhatikan juga.Sembari Dirinya menambahkan,masyarakat siap mengawal dan akan mendukung sampai di 9 Desember mendatang.

Selanjutnya Sanjaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan, tentu apa menjadi aspirasi masyarakat akan diserap untuk salanjutnya direalisasikan.

“Keinginan masyarakat sangat perlu dibantu kedepan dan merupakan salah satu aspirasi,tentu dalam hal ini bagaimana nantinya Pemerintah bisa hadir di tengah masyarakat,” ucapnya.

Dengan demikian maka pada 9 Desember mendatang diharapkan dukungan bisa lebih dari 90 persen diraup di Desa Klating untuk paket Jaya-Wira.

“Jika dilihat dari peta politik kita lihat sudah sangat bagus disini,” terangnya.

Tidak henti-hentinya Dirinya menyampaikan,agar masyarakat di Pilkada nantinya jangan sampai tidak memilih atau menggunakan hak suaranya di 9 Desember mendatang itu sangat penting guna menenyukan arah Tabanan kedepan.

Di waktu yang sama,Ketua Tim Pemenangan Paket Jaya-Wira Made Urip mengatakan,dukungan masyarakat tentu akan sangat bermakna.Mudah-mudahan suara 90 persen ke atas mampu diraup dalam perhelatan Pilkada nantinya.

“Saya rasa akan mampu diujudkan disini,dan dalam Pilkada masyarakat juga harus menggunakan hak pilihnya jangan sampai Golput,” harapnya.

Pernyataan sikap warga masyarakat ke Paket Jaya-Wira tersebut disampaikan tepat berada di bawah pohon Bila di Prajapati Kelating Setra setempat.