- Advertisement -
Beranda blog Halaman 911

Wagub Bali,Tabur Bunga keTMP Margarana

TABANAN – Pantaubali.com -Memperingati Hari Puputan Margarana ke-74 Tahun 2020, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memimpin ziarah rombongan dan tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan, Jumat (20/11).

Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, peringatan Hari Puputan Margarana tahun ini dilaksanakan secara sederhana di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, kegiatan yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali dan Pimpinan OPD Pemprov itu tetap berlangsung khidmat.

Ziarah rombongan dan tabur bunga diawali dengan pembacaan sejarah singkat Perang Puputan Margarana.Puputan Margarana adalah peristiwa pertempuran habis-habisan pasukan Ciung Wanara yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai melawan Belanda. Pertempuran itu berpusat di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan pada 20 November 1946 atau tepat 74 tahun silam.

Meski digempur habis-habisan oleh pasukan Belanda dengan kekuatan penuh dan persenjataan modern, sosok pahlawan I Gusti Ngurah Rai tak menunjukkan rasa gentar dan terus membakar semangat pasukannya. Karena jumlah pasukan dan persenjataan Belanda yang jauh di atas angin, Pasukan Ciung Wanara terdesak ke wilayah terbuka di area persawahan dan ladang jagung di kawasan Kelaci, Desa Marga.

Dalam kondisi terdesak, semangat I Gusti Ngurah Rai tak jua padam. Ia memekikkan kata ‘puputan’ (bertempur habis-habisan) yang membuat pasukannya makin bersemangat.

Dalam pertempuran habis-habisan itulah I Gusti Ngurah Rai dan seluruh pasukannya gugur. Ngurah Rai gugur sebagai ksatria di usia 29 tahun dan dimakamkan di Taman Pujaan Bangsa Margarana.

Guna mengenang peristiwa heroik itu, setiap 20 November diperingati sebagai Hari Puputan Margarana.

Usai pembacaan sejarah Puputan Margarana, Wagub Cok Ace didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha dan peserta ziarah lainnya beranjak menuju candi utama yang merupakan lokasi gugurnya Pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Setelah pembacaan surat sakti I Gusti Ngurah Rai dan prosesi penghormatan, Wagub Cok Ace meletakkan karangan bunga sebagai simbul penghormatan di depan candi utama atau yang juga disebut dengan Canti Pahlawan Margarana.

Prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga mengelilingi candi utama dilanjutkan dengan tugu pahlawan lainnya. Total candi pahlawan yang ada di kawasan ini sebanyak 1.372, menggambarkan jumlah pejuang yang gugur di medan perang saat peristiwa Puputan Margarana.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Cok Ace meyampaikan,bahwa kegitan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang bertaruh nyawa untuk merebut kemerdekaan yang sekarang kita nikmati.

“Selain mengenang dan memberi penghormatan, ia mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pejuang yaitu pantang menyerah untuk membela kedaulatan tanah air,” tutupnya.

Wagub Bali,Gandeng Stakeholder Bangkitkan Pariwisata Bali Ditengah Pandemi

BADUNG – Pantaubali.com -Bali terus berupaya untuk menanggulangi pandemi ini dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah, industri pariwisata termasuk masyarakat. Bali sangat bertumpu pada sektor pariwisata, sebelum COVID-19 sektor pariwisata menyumbang sampai 53% terhadap perekonomian Bali.

Pengaruh pandemi COVID-19 saat ini di pulau Dewata jauh lebih signifikan dibandingkan bom Bali dan meletusnya Gunung Agung.Namun, pemulihan ekonomi mulai tampak sejak libur panjang akhir Oktober lalu, tingkat hunian kamar hotel mulai menunjukkan peningkatan sekitar 25-30%, didominasi oleh wisatawan domestik atau lokal.

Dari data statistik kunjungan wisatawan, sejak dibukanya pariwisata Bali untuk pasar domestik tanggal 31 Juli 2020, kunjungan wisatawan domestik ke Bali dari bulan September dan Oktober mengalami peningkatan sebanyak 37,30%.Pertumbuhan ekonomi Bali juga apabila dibandingkan antara Q2 (triwulan kedua) dengan Q3 (triwulan ketiga) menunjukkan pertumbuhan sebanyak 1,66%.

Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya PDRB triwulan III sebesar 55,37 trilyun dibandingkan dengan triwulan II yang hanya sebesar Rp 54,33 trilyun.
Data menunjukkan bahwa 53 % ekonomi Bali ditopang oleh sektor pariwisata, satu jutaan tenaga kerja diserap dari sektor pariwisata. Untuk membangun lapangan kerja di Bali, Pemerintah Provinsi Bali mau tidak mau harus membangkitkan kembali pariwisata Bali,itu disampaikan Wagub Cok Ace saat di daulat sebagai keynote speaker dalam temu responden 2020 yang diselenggarakan oleh BI Provinsi Bali dengan mengangkat tema “What’s Next on Bali Business After Covid-19”, di BNDCC, kawasan ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (19/11).

“Hal-hal telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali diantaranya,penanganan COVID-19 dilaksanakan dengan semakin baik, mengingat sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk menyembuhkan orang terjangkit COVID- 19 dengan fokus kepada pengendalian timbulnya kasus baru, peningkatan kesembuhan dan pengendalikan angka kematian,” jelasnya.

Melakukan aktivitas dan berbagai upaya dalam rangka pemulihan perekonomian demi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Gubernur Bali bersama Bupati/Walikota se-Bali telah bersepakat untuk melaksanakan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman COVID-19 secara bertahap, selektif, dan terbatas dengan melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

“Membuka pariwisata bagi wisatawan Nusantara, melaksanakan program We Love Bali dengan menggerakkan wisatawan lokal. Hal ini dilakukan serangkaian mempersiapkan pariwisata Bali untuk menerima kunjungan wisatawan, dengan melaksanakan verifikasi fasilitas dan daya tarik wisata,” paparnya.

Dalam masa Pandemi COVID-19, di mana kita belum mengetahui dengan jelas negara mana saja akan membuka perbatasan mereka atau apakah negara mereka mampu menanggulangi kasus positive COVID-19 dengan baik, maka target wisatawan yang akan digarap dalam waktu dekat ini adalah wisatawan domestik terlebih dahulu. Karena daya pemulihan wisatawan domestik jauh lebih cepat daripada wisatawan manca negara.

“Selain itu, program hot deal atau paket diskon yang dilakukan oleh pihak maskapai penerbangan seperti paket tiket pesawat dengan hotel, tiket pesawat dengan aktivitas minat wisata khusus, atau paket dengan harga yang cukup terjangkau, tentu akan membuat wisatawan domestik semakin banyak berlibur ke Bali,” ujarnya.

Selain itu, program staycation juga sangat diminati oleh masyarakat, menginap dan berlibur di tempat-tempat yang tidak terlalu jauh (di Bali saja) selama tidak lebih dari 5 hari.Pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan protokol kesehatan dan melakukan verifikasi protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment) dibantu oleh industri pariwisata.

“Protokol kesehatan CHSE tersebut wajib diterapkan di seluruh sektor pelayanan publik dengan menekankan pada faktor Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan memperhatikan lingkungan. Hal ini kita lakukan dengan harapan Bali mendapatkan ‘trust’ atau rasa percaya dari wisatawan sebagai destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi,” tutupnya.

Perkemarin,Terkonfirmasi Positif Covid-19 Sebanyak 88 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari kemarin ,(Kamis,(19/11) tercatat ada pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 88 orang melalui Transmisi Lokal,sembuh sebanyak 66 orang, dan nihil Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat untuk terkonfirmasi Positif 13.005 orang,Sembuh 11.904 orang (91,53%), dan Meninggal Dunia 408 orang (3,14%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 693 orang (5,33%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

TP PKK Kabupaten Tabanan Gelar Pelatihan

TABANAN  – Pantaubali.com – Untuk meningkatkan cakupan dan kualitas 10 program pokok PKK, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Gelar Pelatihan atau Sosialisasi dengan tema “Pelatihan atau sosialisasi kegiatan Pokja 1, Pokja 2, Pokja III, Pokja IV, SIM PKK dan Administrasi PKK”, Kamis (19/11).

Pelatihan atau Sosialisasi yang diselenggarakan di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan yang dalam hal ini diwakili oleh staf ahli Bupati bidang Pembanguna I Ketut Subrata Suyasa, Kepala DPMD Kabupaten Tabanan, Ny. Santi Susila, serta para peserta Pelatihan.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya yang dibaca oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan I ketut Subrata Suyasa, mengatakan agar para peserta mengawali kegiatan ini dengan optimisme dan percaya diri untuk berkarya lebih baik lagi dalam mewujudkan Tabanan yang sehat, aman dan berprestasi.

“Khususnya para Kader PKK, haruslah senantiasa meningkatkan kemampuan agar dapat mengatasi isu-isu strategis permasalahan keluarga, yakni : pola asuh anak dan remaja, pemahaman perkoperasian, pekarangan, posyandu, dan lainnya.

Disamping itu, Ia juga berkeyakinan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan profesionalisme kader PKK dalam menghadapi masa pandemi yang dialami hampir diseluruh dunia saat ini, yang sangat besar pengaruhnya terutama pada sektor kesehatan dan ekonomi.

“Sekali lagi saya sampaikan untuk pelaksanaan Pelatihan/Sosialisasi agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Serta pelatihan ini benar-benar meningkatkan professionalism serta kualitas khususnya para kader PKK Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.

Sementara, Ny. Santi Susila pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa tujuan dari Pelatihan atau Sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan cakupan dan kualitas 10 program PKK yang dituangkan dalam 40 bidang pokja atau bidang tertib administrasi tim PKK dan sistematika pembuatan laporan.

“Pelaksanaan dilaksanakan mulai hari ini sampai 3 desember 2020 yang tersebar di sepuluh kecamatan. Peserta diambil dari masing-masing tim Penggerak PKK dari masing masing angkatan diseluruh kecamatan sebanyak 100 orang,” ucapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Narasumber kegiatan berasal dari beberapa Dinas baik Provinsi maupun Kabupaten, diantaranya, DPMD Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali, DPMD Kabupaten Tabanan, serta Dinas Kesehatan, Dinas kependudukan dan KB, PUPR, Bapelitbang Kabupaten Tabanan.

“Adapun pun hasil yang ingin dicapai dalam pelatihan atau sosialisasi ini antara lain, dapat terlaksananya hasil rakernas VIII Tahun 2015 di Bidang kelembagaan rencana kerja 5 tahun Tim PKK dan Tertib Administrasi serta peran PKK dalam Pemberdayaan masyarakat dan Kemampuan tim penggerak PKK Desa dalam menyusun program pengajuan anggaran atau dana kegiatan,” imbuhnya.@humastabanan

Generasi Muda Tabanan,Eggan Berkunjung ke Museum

TABANAN – Pantaubali.com -Generasi muda di Kabupaten Tabanan dinilai masih ada enggan berkunjung ke museum.Seperti salah satunya berkunjung ke museum Subak.

Hal tersebut disebabkan,masih ada generasi muda berangapan benda-benda di museum sebagian besar membosankan.Selain itu juga, pengunjung yang datang ke museum masih ada tidak ingin ditemani pemandu saat melihat-lihat koleksi museum.

“Mungkin generasi muda masih engan berkunjung ke museum karena, bisa saja bukan merupakan minat mereka untuk datang. Bisa dikatakan ketika generasi muda datang ke museum, tentu akan disajikan benda-benda terlihat membosankan bagi mereka,” jelas Kepala UPTD Museum Subak Kabupaten Tabanan,Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani,kemarin,(Rabu,(18/11) di Tabanan.

Sebagian pengunjung tidak ingin ditemani pemandu museum, yang sebenarnya akan menjelaskan benda-benda apa yang ada di museum dengan detail.Tentu hal tersebut sedikit tidaknya akan mampu mengugah rasa ingin tau pengunjung, yang akhirnya bisa menarik minat datang ke museum.

“Jika dilihat, anak muda atau pengunjung umumnya tidak mau ditemani pemandu, dan itu merupakan kesalahan fatal bagi pengunjung itu sendiri,” ujarnya.

Jadi pengunjung tidak pernah akan mendapat ceritra menarik di balik benda-benda yang menjadi koleksi di musemum tersebut.

“Padahal saya selalu berpesan agar setiap ke museum jika bisa ditemani pemandu di museum,pemandu tersebut juga gratis tidak perlu dibayar,” katanya.

Meskipun demikian pihak museum Subak tidak henti-hentinya melakukan terobosan salah satunya dengan mensosialisasikan museum.Salah satunya dengan turun langsung ke tengah-tengah seka truna-truni di masing-masing Kecamatan di Tabanan.

“Dengan menyampaikan hal tersebut, setidaknya akan mampu menepis bayangan bahwasanya, museum tersebut tidak membosankan lagi seperti sebagian besar dibayangkan oleh generasi muda khususnya,” tutupnya.

Libatkan Masyarakat Sebagai Pengawas Partisifatif, Bawaslu Tabanan Gelar Rapat Koordinasi

TABANAN- Pantaubali.com -Bawaslu Tabanan Gelar rapat koordinasi pengawas partisipatif dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020.Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut salah satunya, bagaimana masyarakat dapat terlibat sebagi pengawas partisifatif.

Karena keterlibatan masyarakat tersebut sebagai salah satu bukti suksesnya pelaksanaan pemilihan,gelaran rapat tersebut dilaksanakan di Bedha,Tabanan,Kamis,(19/11).

Dalam kesempatan tersebut seijin Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada,Koordinator Bidang Pengawasan Bawaslu Tabanan,Ketut Narta menyapaikan,tentu dalam hal ini Bawaslu ingin mengujudkan Pemilu lebih adil,bersih dan demokratis.Dengan demikian tentu pengawasan Pemilu untuk Pilkada telah bertransformasi bersifat partisifatif.

Saat ini,tidak menempatkan lagi masyarakat sebagai objek demokrasi akan tetapi selayaknya masyarakat bisa dijadikan sebagai subjek dalam demokrasi.

“Masyarakat bisa ikut dalam hal ini menjaga pelaksanaan Demokrasi atau ikut berpartisipasi dalam upaya mengawasi Pemilu maupun Pilkada,” jelasnya.

Sembari Dirinya menambahkan,shinga dengan demikian tidak akan terjadi jarak antara pengawas dan masyarakat.Maka, jadikan aktifitas pengawasan sebagai bagian dari aktifitas sehari-hari.

Masih dalam waktu yang sama,Anggota Bawaslu Bali Devisi Penangan Pelanggaran I Wayan Wirka mengatakan,berkaitan dengan kegiatan kali ini Bawaslu melibatkan bagaimana masyarakat bisa terlibat sebagi pengawas partisifatif.Karena keterlibatan masyarakat tersebut sebagai salah satu bukti suksesnya pelaksanaan pemilihan.

“Jika masyarakat tidak terlibat bagaimana bisa kita mengatakan sukses,”ucapnya.

Dalam hal ini, Bawaslu tidak mungkin melakukan pengawasan dengan sendirian.Maka dari itu,kegiatan hari ini kita harapkan setelah para peserta dalam rapat koordinasi pengawas partisipatif pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020.Dapat menyampaikan ke warga dan ke teman-temanya bahwa,sebagai masyarakat kita wajib terlibat dalam pesta demokrasi ini.

Rapat tersebut dihadiri juga oleh Ketua BEM beberapa Universitas di Tabanan,Ketua KNPI Tabanan,Ketua Pradah Tabanan, Ketua Osis SMA Negeri Tabanan,Koncab Pramuka Kabupaten Tabanan serta beberapa perwakilan dari Pewarta.

Putri Suastini Koster, Mengajak Anak Sekolah Berjiwa Nasionalisme dan Semangat Belajar

DENPASAR – Pantaubali.com -Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak anak-anak sekolah untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada diri masing-masing. Selain itu, diharapkan anak-anak selalu rajin belajar dan semangat dalam menuntut ilmu di bangku sekolah.

Ajakan tersebut disampaikannya saat memberi sambutan pada kegiatan Bali Virtual Field Trip Sekolah Dian Harapan, Lippo Village Tangerang melalui aplikasi Microsoft Teams, yang berlangsung di Kediaman Gubernur Bali Jayasabha, Rabu (18/11) kemarin di Denpasar.

Lebih jauh Ny Putri Koster menyampaikan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh hilang dalam diri setiap anak bangsa. Karena hal itu merupakan modal bagi upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendamping orang nomor satu ini menambahkan, upaya menanamkan loyalitas dan dedikasi pada Tanah Air dapat dilakukan melalui banyak hal, salah satunya karya sastra seperti puisi. Ia menyebut puisi berjudul ‘Sumpah Kumbakarna’ karya Denok Kristianti sebagai mahakarya yang sangat aktual dibaca dan dijadikan bahan perenungan.

Ia menerangkan, puisi Sumpah Kumbakarna memiliki makna mendalam, yang mengingatkan siapa saja untuk mencintai dan membela negaranya tanpa syarat. Seperti yang dilakukan tokoh Kumbakarna, meski tidak setuju dengan perbuatan kakaknya Rahwana yang menculik Dewi Sinta, namun ketika Kerajaan Alengka diserbu pasukan Sri Rama, dengan langkah kesatria, Kumbakarna pasang badan untuk membela negaranya. Puisi itu memberi pesan mendalam agar seorang anak bangsa selalu loyal dan menunjukkan dedikasi pada negerinya.

“Satu detik pun, jangan pernah terbersit dalam pikiran untuk menghancurkan negeri ini. Jangan mau terhasut oleh apapun,” jelasnya.

Itulah alasan kenapa ia sangat menyukai ‘Sumpah Kumbakarna’ hingga menjadi puisi wajib yang dibawakan pada setiap penampilannya di panggung.

Selanjutnya, menghidupkan suasana, pihak panitia menayangkan salah satu video Ny Putri Koster saat sedang membawakan puisi ‘Sumpah Kumbakarna’.
Masih dalam sambutannya, Dirinya menyambut baik pelaksanaan wisata virtual Sekolah Dian Harapan, Lippo Village Tangerang. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ide kreatif di tengah pandemi Covid-19. Kesempatan itu dimanfaatkan Ny Putri Koster untuk lebih memperkenalkan Bali kepada siswa Sekolah Dian Harapan.

“Sebelum bisa berkunjung secara langsung ke Bali, adik-adik bisa lebih mengenal dulu secara virtual. Pahami dulu tentang Bali, seperti pepatah tak kenal maka tak sayang,” ucapnya.

Memperkenalkan Bali sebagai satu bingkai Bhineka Tunggal Ika. Masyarakat Pulau Dewata telah mengenal akulturasi budaya sejak berabad-abad yang lalu. Jejak akulturasi dapat dilihat dari keberadaan sejumlah kawasan seperti Kampung Bugis, Kampung Jawa dan Pegayaman.

Selain itu, Bali juga punya jejak sejarah akulturasi dengan budaya luar seperti China melalui cerita Raja Jaya Pangus dan Putri China Kang Cing Wie. Legenda keduanya diabadikan dalam tradisi Barong Landung. Akulturasi yang telah berjalan selama berabad-abad itu menjadi spirit kehidupan masyarakat Bali yang hingga saat ini dikenal sangat toleran. Masyarakat dari berbagai daerah dengan perbedaan suka, ras dan agama hidup berdampingan secara damai di Pulau Dewata.

Mengakhiri sambutannya, Ny Putri Koster berharap setelah pandemi siswa Sekolah Dian Harapan bisa berkunjung secara langsung dan menikmati keindahan alam Bali. Sebab menurutnya, akan lebih menyenangkan kalau anak-anak dapat hadir langsung di Pulau Dewata.

Wisata virtual Sekolah Dian Harapan ke Bali dirancang sedemikian rupa sehingga 95 anak yang mengikuti dari rumah masing-masing serasa diajak langsung menjelajahi sejumlah tempat di Bali. Seperti layaknya wisata sungguhan, pihak penyelenggara menampilkan visual proses perjalanan mulai dari naik pesawat hingga mengunjungi sejumlah objek wisata di Bali.

Ketua TP PKK Bali Sebut, Ambil Hikmah Dari Pandemi

DENPASAR – Pantaubali.com -Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan ke seluruh masyarakat di dunia.Menyikapi hal ini, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak untuk mengambil hikmah atas apa yang tengah terjadi.

Ajakan tersebut disampaikannya saat dialog program acara Bahagia dan Sejahtera (Bahtera) dengan topik ‘Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu 3M’,didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, bertempat di salah satu stasiun TV di Denpasar,Rabu (18/11).

“Mungkin alam mengajak kita jeda sejenak, untuk memikirkan apa yang sudah kita lakukan selama ini terhadap semesta. Semoga hal ini menjadikan kita tahu bahwa alam membutuhkan perhatian kita sebagai manusia untuk kembali saling menghormati keberadaan mereka sebagai habitat alam yang saat ini mungkin juga sudah merasa terusik dengan tangan-tangan yang kurang konsisten menjaga kebersihan udara,” jelasnya.

Dalam momentum tersebut, Ny Putri Koster juga mengingatkan ‘Pesan Ibu 3M’, yaitu memakai masker kapanpun dan di manapun berada, mencuci tangan setiap saat dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dengan orang lain.

“3B juga wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu ‘Berdoa’ sebelum melaksanakan aktivitas, kemudian ‘Berupaya’ untuk beraktivitas dan berkreativitas karena ibu-ibu itu banyak memiliki inovasi, serta jangan lupa untuk ‘Bersyukur’ di mana kita selalu pandai mengambil hikmah di setiap musibah,” ujarnya.

Dalam dialognya, wanita pendamping orang nomor satu di Bali ini juga memaparkan masa pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir sembilan bulan telah meluluhlantakkan perekonomian masyarakat Bali yang sebagian besar mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Kondisi ini mengharuskan semua pihak beralih haluan dalam memenuhi kebutuhan dapur, baik dengan inovasi dengan ide-ide dan bakat baru. Salah satunya adalah memanfaatkan halaman rumah menjadi HATINYA PKK yakni halaman atau taman asri, tenteram, indah dan nyaman yang bermanfaat dan menghasilkan bahan makanan pokok sehari-hari, seperti sayur, cabai, terong, tomat dan lainnya. Dengan begitu kita dapat mengembalikan pada fungsinya, yakni memenuhi kebutuhan dasar dalam pemenuhan pangan.

Dengan pandemi Covid-19 ini, jika dapat diambil hikmahnya seorang ibu yang sedang berkarier dapat kembali merasakan fungsinya sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya, terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme yang dapat menghancurkan karakter anak-anak sebagai generasi penerus.

“Semakin kuat asuhan dan didikan kasih sayang seorang ibu akan menghasilkan membentuk karakter anak yang tangguh. Tiga tahun pertama kita mendidik dan menjaga anak, 300 tahun generasi akan terawat,” katanya.

Peran ibu dan TP PKK saat pandemi ini, lanjut seniman multitalenta ini, tentu saja memberikan kesempatan bagi para wanita karier untuk kembali mencurahkan perhatiannya kepada keluarga, khususnya anak-anaknya. Dengan demikian,  tanggung jawab untuk mengasah karakter dan moral anak-anaknya menjadi tanggung jawab ibu, yang juga ditambah dengan  tanggung jawab berupaya ikut mencari tambahan pemasukan saat tidak ada penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga. Dengan landasan kasih sayang, maka seorang ibu dapat melahirkan ide baru dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Untuk melindungi masyarakatnya dari wabah pandemi, maka setiap individu wajib mematuhi anjuran pemerintah yang dibantu sosialisasi oleh TP PKK seluruh Bali,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan bahwa hasil survei BPS Provinsi Bali sebanyak 20% masyarakat Bali tidak percaya akan adanya Virus Covid-19, untuk itu 20% masyarakat ini sering tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk menggunakan masker dan protokol kesehatan lainnya, di mana hal tersebut dapat mengancam kesehatan orang lain yang ada di lingkungan sekitarnya.
Untuk itu, ia mengingatkan agar mari bersama-sama melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus ini.

Dirinya juga mengatakan, bahwa kondisi perkembangan Virus Covid-19 di Bali tingkat kesembuhan mencapai 91,68% lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tidak juga memiliki stigma negatif terhadap orang yang positif Covid-19 karena itu bukan merupakan “aib”.

“Virus tersebut ada masa inkubasinya, setelah 10 hari orang yang positif tidak berpotensi untuk menularkan virus tersebut, walaupun orang tersebut hasil swabnya masih positif. Untuk itu masyarakat sekitar harus mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” tutupnya.

Per Kemarin,Covid-19 Tercatat 69 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus,terkonfirmasi sebanyak 69 orang melalui transmisi lokal sembuh sebanyak 85 orang, dan 1 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut terkonfirmasi Positif 12.917 orang,Sembuh 11.838 orang (91,65%), dan Meninggal Dunia 408 orang (3,16%).Kasus Aktif per hari ini menjadi 671 orang (5,19%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Dalam Sebulan, TAB Menerima Ratusan Keluhan Pelangan

TABANAN – Pantaubali.com -Dari data keluhan pelangan di Tirta Amerta Buana (TAB) perbulan tercatat sebesar 250 keluhan.Adapun keluhan-keluhan dari pelangan ada bersifat teknis atau adminitrasi.

“Adapun keluhan kami terima perbulanya ada bersifat teknis seperti, keluhan kebocoran pipa sedangkan untuk keluhan adminitrasinya yaitu banyak ada menbayar rekening serta ada juga bagaimana perhitunganya dan terkait pemakaiannya,” jelas Kasubag Humas Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) Wayan Agus Suanjaya,Rabu,(18/11) di Tabanan.

Jika dilihat saat ini, jumlah keluhan tersebut telah menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kondisi tersebut disebabkan karena,masyarakat selalu melaporkan seandainya melihat ada titik kebocoran terjadi,” ucapnya.

Dengan demikian tentu bisa lebih cepat melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi tersebut.

“Jadi tidak akan ada doubel keluhan lagi dengan ikutnya masyarakat melakukan hal tersebut,” tutupnya.