- Advertisement -
Beranda blog Halaman 910

Sanjaya Sebut, Pengelolaan Pemerintahan Tidak Cukup Dengan Kata Akan-Akan Saja

DENPASAR- Pantaubali.com -Meskipun dihujani kritikan paket Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020,I Komang Gede Sanjaya – I Made Edi Wirawan ( Jaya – Wira ), dalam debat terbuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020, I Komang Gede Sanjaya menjawab dengan tenang dan lugas lontaran pertanyaan dari paket lawan debat,Minggu,(22/11) di salah satu stasiun televisi,Denpasar.

Seperti misalnya menepis salah satu pertanyaan terkait pengelolaan pemerintahan Sanjaya menyampaikan, tidak bisa pengelolaan pemerintahan hanya disampaikan dengan kata-kata akan-akan saja.Melainkan pengelolaan pemerintahan haruslah bersdasakan regulasi, bukan seperti mengelola swalayan.

“Dalam menjalankan pemerintahan kita selalu taat dengan regulasi. Baik itu dari Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah Bali ataupun Peraturan Bupati,” sebutnya.

Jadi bisa dikatakan tidak semudah apa yang disampaikan maka dari itu,kami (Paket Jaya-Wira) telah memiliki pengalaman dalam pemerintahan.Misal,bagaimana membuat regulasi atau aturan apa lagi menyangkut angaran-angaran.

“Meskipun demikian semua sektor yang ada sampai saat ini telah mampu dipenuhi semuanya.Tentu sebelum melakukan eksekusi perlu ada sebuah diskusi,” bebernya.

Dari 10 tahun pengalaman menjadi wakil Bupati Tabanan telah banyak berbuat untuk masyarakat Tabanan.Jadi, tidak bisa dengan kata akan-akan itu saja melainkan sudah bisa dibuktikan.Sembari Sanjaya menambahkan,jika ingin menjadi sosok seorang pemimpi setidaknya harus diawali dari bawah terlebih dahulu.

Wagub Bali, Berharap Sendratari Lembayung Kurusetra Jadi Pintu Pemulihan Pariwisata Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengharapkan hubungan Bali dan Indonesia, dengan India akan semakin erat kedepannya lewat kolaborasi seni dan budaya.Sekaligus juga sebagai pintu terbukanya kembali pariwisata di Bali.

“Pertunjukkan seni seperti ini perannya sangat strategis bagi pemulihan Bali di masa pandemi ini. Semoga (pertunjukkan ini, red) menjadi pertunjukkan spektakuler yang nembuka era baru pariwisata Bali,” Tukasnya di sela pertunjukan Mahabrata Lembayung Kuruksetra ISI Denpasar bekerjasama dengan KJRI Mumbai bertempat di Panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Sabtu (21/11) malam.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini juga menguraikan bahwa epos yang disusun Begawan Byasa ini, adalah salah satu karya sastra terpenting dari India yang turut pula memberikan pengaruh pada seni budaya di Bali.

“Banyak sekali opengaruhnya kepada seni di Bali, wayang, drama, pertunjukkan, kekawin dan lainnya. Tak hanya di Bali, Epos Mahabharata juga berpengaruh besar di Indonesia bahkan jadi role model bagi sistem pemerintahan di masa kerajaan-kerajaan Hindu dahulu,” Ungkap penglingsir Puri Ubud ini.

Dan sampai sekarang pun, di Bali pesan dan kisah dari perseteruan Pandawa dan Kurawa ini masih di lestari lewat nyanyian atau lantunan kekawin di desa-desa adat.
“Hal tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan upacara adat di Bali,” Imbuhnya.

Untuk itu dilanjutkan Wagub, pihak Pemprov Bali sangat mendukung adanya program-program yang mengangkat kisah epik tersebut, terlebih bisa jadi jembatan untuk semakin memperkuat hubungan dua negara.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar lewat tayangan virtual juga menyebutkan bahwa pertunjukkan ini sangat penting, untuk hubungan 2 negara.

“Sebuah simbol yang kuat untuk optimisme kita menyambut new normal. Menuju pemulihan regional dan global,” Tandas Mahendra.

Mantan Dubes Indonesia untuk AS ini juga mengatakan bahwa India dan indonesia punya hubungan yang sangat erat dan unik.

“Dua negara punya Hubungan kuat dalam banyak lini.Kolaborasi di banyak kesempatan. Terlebih pada tahun 2018 lalu Presiden Jokowi dan PM India Narendra Modi sepakat untuk meningkatkan hubungan dua negara, dalam seni dan budaya, meningkatkan pertukaran pelajar, kolaborasi seni dan inisiatif baru lain,” Jelas Mahendra.

Hal tersebut dilanjutkan Mahendra juga terlihat dari posisi Wisman India yang masuk 5 besar kunjungan turis ke indonesia yang lebih dari 40 persen berwisata ke Bali.

“Bali sudah dibuka untuk turis lokal sejak 2 bulan lalu pasca pandemi covid-19. Saya lihat Protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat. Fasilitas kesehatan ditingkatkan dan tingkat infeksi menurun serta kesembuhan sangat tinggi. Kita semua bekerja keras agar bali bisa segera dibuka untuk wisman secara terbatas,” Tutup Mahendra.

Sementara itu Konsulat Jenderal RI Agus Prihatin Saptono langsung dari KJRI Mumbai menyampaikan terimakasihnya atas dukungan pemprov Bali.

“Cerita Mahabaratha yang disajikan dalam bentuk sendratari adalah kisah epik yamg terus hidup hingga saat ini. Bukan hanya cerita namun berkembang jadi seni, film, wayang , drama dan lainnya.Dasarnya cerita ini punya alur yang sama di indonesia dan india hanya dengan sentuhan kearifan lokal dan tentu sisi bahasanya,” Jelasnya.

Agus berharap pertunjukkan ini bisa menjadi pertunjukkan yang mengesankan dan selalu diingat.
“Para personel yang turut gelaran ini semuanya menerapkan protokol kesehatan,” Pungkasnya.

Selain dilaksanakan secara virtual dan dapat disaksikan via youtube, Garapan sendratari oleh ISI Denpasar, Sanggar Bulan Dedari dan KJRI Mumbai ini dirancang dengan standar protokol kesehatan yang ketat seperti pembatasan jumlah audiens hingga wajib masker di lokasi acara. setiap rangkaian garapan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Contohnya para penabuh yang biasanya 45 orang dikurangi tidak lebih dari 25 orang.

Lembayung Kuruksetra Mahabharata dibagi dalam empat bagian. Pertama, prolog yang menggambarkan ketokohan seorang Bisma dalam Mahabharata, sebagai putra dari Prabu Santanu dan Dewi Gangga. Ia juga kakek dari Pandawa maupun Kurawa.

Bagian berikutnya dilanjutkan dengan perang antar bala tentara Pandawa dan Korawa, lalu perang Arjuna versus Bisma. Karena ketangguhan Bisma yang berada di pihak Kurawa, pasukan Pandawa pun sempat dibuat tak berdaya hingga Yudistira pun patah arang.

Lalu munculah Krisna menguatkan hati Yudistira. Krisna membeberkan bahwa Bisma punya kelemahan yakni Srikandi. Hanya Srikandi yang bisa mengalahkannya.

Pertempuran sengit di Medan Kurusetra berlanjut. Hingga pada suatu titik kereta kuda Arjuna yang didampingi Srikandi berhadapan dengan kereta Bisma. Melihat kehadiran Srikandi, Bisma kaget dan terlena.

Dosa masa lalu pada Srikandi membuatnya merenung di medan laga.
Krisna langsung memerintahkan Srikandi dan Arjuna membentangkan busur panah ke tubuh Bisma. Dalam hitungan detik, tubuh Bisma ditembus ratusan anak panah. Kekalahan Bisma mengubah angin kemenangan ke pihak Pandawa hingga akhirnya memenangkan peperangan. Sementara Bisma yang dianugrahi kemampuan menentukan waktu kematiannya, memilih menyaksikan perang hingga akhir dengan tersangga ratusan anak panah yang menembus tubuhnya.

Tersemat Seabrek Penghargaan,Sanjaya Siap Melayani Masyarakat Tabanan

TABANAN- Pantaubali.com -Mungkin tidak semua masyarakat Tabanan mengetahui lebih jauh sosok Calon Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang diusung partai PDIP dalam perhelatan Pilkada di tahun ini. Terutama terkait seabrek penghargaan telah berhasil diraih Pria kelahiran 4 Oktober 1966 ini secara berturut-turut dari 2012 sampai tahun 2020.

Adapun penghargaan-penghargaan tersebut mulai dari,penghargaanThe Most Creative People Award 2012,Indonesian Achievement Award “Man Of The Year 2014,Figure Achievement Economist of Indonesia 2014-2015,International Seminar Spirituality in 21st Century Speaker “Success in Life with The Power of Dharma”,Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama.

Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama,Great Support in Vovinam Development,Pembicara/ Narasumber pada Rakerda I DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Tahun 2020.

Pembicara atau Narasumber pada Rakerda I DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan Tahun 2020 serta penghargaan sebangai Pembicara atau Narasumber pada Rakerda I DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2020.

Segudang penghargaan dimiliki Pria asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken,Kecamatan Tabanan tersebut membuat dirinya semakin mantap melangkah dalam pertarungan Pilkada Tabanan 2020.

Dengan penghargaan tersemat pada Didirinya tentu telah cukup sebagai bekal memimpin Tabanan kedepan.Itu dibuktikan Sanjaya dengan telah dipercaya masyarakat Tabanan sebagai wakil Bupati selama dua periode.

Selain itu sosok Pria murah senyum ini tidak hanya kaya akan setumpuk penghargaan saja akan tetapi, Dirinya juga aktif dalam berbagai organisasi.Adapun beberapa organisasi telah dijalani mulai dari, aktif sebagai Ketua PMI Tabanan, Ketua BNK Tabanan dan Ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah Kabupaten Tabanan,Pendiri Forum Bhinneka Tunggal Ika Tabanan, Pembina Flobamora Tabanan dan pembina Baitul Muslimin (Bamusi) Tabanan.

Duduk sebagai pembina ORARI dan RAPI Tabanan,Sempat duduk sebagai Ketua Umum Porprov Bali ke-XIV Tabanan dan Ketua Umum Panitia Karya Agung Pengurip Gumi Pura Luhur Batukaru serta sampai saat ini Sanjaya juga duduk sebagai Penyegjeg Desa Adat Kota Tabanan.

Dari sekian pengalaman berorganisasi,membuat Pria berkaca mata ini semakin matang dalam berorganisasi.Akhirnya Sanjaya dipercaya kader-kader banteng PDIP Tabanan memegang tapuk kepemimpinan DPC PDI Tabanan dari 2014 sampai saat ini (2020).Memang tidak mudah, akan tetapi Dirinya menunjukan,melakoni serta telah mampu dilakukan secara profesional.

Selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster Hadiri KKI Seri III 2020 Secara Virtual

DENPASAR – Pantaubali.com – Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali mengapresiasi keinginan brand Christian Dior untuk menggunakan kain endek dalam rancangan busananya. Tetapi bukan hanya terpilihnya kain endek yang menjadi perhatian Ny Putri Koster, khususnya sebagai pembina kerajinan UMKM se-Bali, melainkan lebih kepada benefit atau imbas keuntungan kepada perajin endek itu sendiri.

Hal ini disampaikan Ny Putri Koster di sela-sela menghadiri Pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020 seri III secara virtual di ruang kerjanya, Jayasabha, Denpasar, Jumat (20/11).

“Jangan sampai produk kita digunakan namun tidak memberi efef baik kepada perajin dan tenaga kerja kita. Jangan sampai kasus serupa kain rangrang terjadi lagi,” ujar Ny Putri Koster.

Beberapa poin tambahan yang disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, yakni :

Ketika produk kain endek perajin Bali dipakai pihak lain (Christian Dior), maka wajib kita perjuangkan agar hal ini memberikan benefit yang berimbas untuk kesejahteraan perajin. Ini karena sumber daya manusia (tenaga kerja) kita diserap, sehingga perajin Bali sepatutnya mendapatkan benefit atau kesejahteraan.

Jangan sampai setelah kain endek kita memiliki izin untuk digunakan oleh Cristian Dior, malah sebaliknya perajin endek di Bali hanya bisa menjadi penonton saja namun tenaga kerja di sini tidak diikutsertakan dalam memproduksi.

“Jangan sampai seperti kasus kain rangrang milik Nusa Penida yang sebelumnya menjadi ciri khas dan memiliki taksu, lama-kelamaan kehilangan identitas karena produknya di buat massal, sehingga ketika booming dan dijiplak orang lain dengan segala jenis benang, maka produknya akan menjadi produksi pasaran, mudah ditemukan dan tidak terbatas (unlimited edition),” jelasnya.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster mengatakan tentu pihaknya akan sangat bangga dan senang ketika hasil kerajinan Bali mampu menembus pasar internasional, namun apabila tidak memberikan dampak positif bagi perajin lokal, pihaknya tentu saja akan lebih memikirkan kondisi konsumen di Bali.

“Saat ini produksi kain endek kita belum dipakai Christian Dior saja, namun masih bisa tetap berputar pemasaran di pasar lokal karena pada umumnya masyarakat di Bali sangat melekat dengan penggunaan kain endek terutama saat upacara adat. Jangan sampai ketika ditimpa produksi luar, tenaga kerja kita dalam memproduksi kain endek nanti tidak terserap,” tegas Ny Putri Koster.

Intinya seperti apapun tawaran pihak luar yang menjanjikan hal-hal manis terkait penggunaan kerajinan endek kita, tetapi kewaspadaan tentu wajib menjadi nomor satu. Karena pembinaan dan perlindungan terhadap perajin Bali melalui HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) seperti indikasi geografis dan kekayaan komunal sangat diperlukan.

Dengan majunya sistem teknologi informatika seperti saat ini mewajibkan generasi muda untuk turut berperan serta menjaga, merawat, melindungi, mempertahankan dan melestarikan sekaligus mengembangkan motif yang sudah ada dan dikeluarkan dari ide seni pada zamannya.

Sehingga para penenun tetap dapat berkreasi. Dan mereka memiliki ciri khas tenunan, yang menjadi kekhasannya. Dengan begitu peningkatan mutu dan kualitas dari benang dan metode pencelupan benangnya juga dapat menjadi jaminan branding yang akan dipasarkan nantinya. Selain itu, para perajin dan entrepreneur juga diwajibkan menguasai teknologi informatika dan mampu memnfaatkan platform digital untuk mempermudah pemasaran dan penjualan produknya secara online dan virtual.

Dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi dan menerpa perajin Bali diharapkan dapat memacu kita untuk lebih melindungi karya seni masyarakat Bali secara utuh. Karenanya tugas Dekranasda adalah sebagai organisasi yang menyerap aspirasi para perajin UMKM yang kemudian diupayakan untuk dapat terwujud.

Berbicara tentang perajin Bali yang mengalami kesulitan di masa pandemi, Ny Putri Koster berpesan saat entrepreneur menemukan tantangan dan kendala, hendaknya itu dipandang adalah ujian. Selanjutnya bagaimana mereka mencari jalan keluar dan menemukan ide-ide brilian dalam upayanya mengembangkan diri, karena pemerintah berkedudukan sebagai pendorong yang memberikan fasilitas bagi pengusaha.

Gubernur Koster Harap Sinergi Kadin Wujudkan Bali Bangkit

MANGUPURA – Pantaubali.com – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, membuat Bali yang bergantung pada sektor pariwisata menjadi provinsi di Indonesia yang paling terdampak. Akibatnya, sebagian masyarakat Bali yang menggantungkan perekonomian mereka dari sektor ini ikut terpuruk. Untuk membangkitkan kembali perekonomian Bali di tengah pandemic, maka dibutuhkan sinergi semua pihak.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada acara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali Masa Bakti 2020-2025 pada Jumat (20/11) malam di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Badung.

“Kontribusi devisa pariwisata Bali terhadap nasional mencapai hampir 40 persen yang ditopang dari wisatawan mancanegara. Pada tahun 2019, mencapai 6,3 juta orang, sedangkan wisatawan domestik 10,5 juta orang. Ini menjadi fundamental perekonomian Bali. Sehingga sekarang ini, begitu pariwisata terganggu karena pandemi Covid-19, otomatis Bali menjadi paling terdampak,” ungkap Gubernur Koster.

Untuk ke depannnya agar tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata, maka menurut Gubernur Koster, Bali perlu melakukan penataan ulang. Selain pariwisata, sektor pertanian serta pengembangan industri berbasis budaya Bali perlu digenjot. “Industri untuk memperkuat pertanian dari hulu sampai ke hilir, memperkuat industri sandang serta menumbuhkan usaha kecil dan menengah dalam rangka memperkuat industri kerajinan rakyat,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Gubernur Koster, perekonomian Bali akan lebih sehat dan berimbang. Menurutnya, tidak perlu mempertentangkan antara pariwisata dengan pertanian, pariwisata dengan industri. “Tiga tiganya bagus, dan semuanya itu sebenarnya adalah satu sama lain saling mendukung, melengkapi, memiliki keterkaitan yang sangat kuat,” terangnya.

Sedangkan terkait pandemi Covid-19, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini mengatakan bahwa hal itu menjadi persoalan bersama yang mesti dihadapi dengan penuh kesabaran.

“Kita harus bersabar, mungkin kita sedang diuji secara bersama-sama untuk melakukan introspeksi. Introspeksi terhadap apa yang telah berlangsung selama ini, agar ke depan kita bisa melakukan penataan secara baik. Bali ini agar betul-betul bisa dibangun dengan kekuatan sumber daya yang ada di wilayah ini,” tuturnya.

Untuk itu, Gubernur Koster mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersinergi untuk membangkitkan kembali perekonomian Bali yang tengah terpuruk akibat pandemi. Sinergi semua pihak sangat diperlukan dalam mewujudkan Bali Bangkit.

“Saya sudah punya skema untuk Bali Bangkit, mendorong Indonesia Bangkit di mulai dari Bali. Dengan perkembangan kasus Covid-19 belakangan ini, sebenarnya Bali sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan mancanegara.

Akan tetapi karena kebijakan (pemerintah, red) pusat yang belum mengizinkan, maka kita harus bersabar. Yang pasti, saya sudah berkoordinasi untuk menyiapkan sistem dengan para pelaku usaha pariwisata di Bali agar betul-betul tertib di dalam menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dalam hal tersebut, peran Kadin sangat diperlukan guna mendukung rencana dan skema Pemprov Bali dalam menyiapkan diri menyambut wisatawan mancanegara. “Saya berharap agar pelaku ekonomi di Bali betul-betul bisa bersinergi, bekerja sama dengan baik, dengan Kadin maupun juga dengan Pemerintah Provinsi Bali,” pintanya.

Sementata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dalam sambutannya mengatakan walaupun di tengah pandemi, sebagai pengusaha harus tetap bersemangat dan berusaha berbagai hal, beradaptasi dan berinovasi di tengah tantangan ekonomi yang melanda hampir seluruh dunia.

“Kita tahu Bali mengalami tekanan ekonomi paling besar ketimbang provinsi lainnya di Indonesia, karena Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata. Kondisi ekonomi saat ini dalam keadaaan luar biasa. Proses berbisnis pun dijalankan tidak seperti biasa. Harus bekerja secara exstra ordinary out of the box dalam rangka bertahan, sambil menunggu proses vaksinasi berjalan tahun 2021,” terangnya.

Oka Winaya Segera Dilantik Jadi PAW DPRD Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Tabanan I Made Edi Wirawan kepada I Gede Oka Winaya mendekati final. Sekretariat DPRD Tabanan telah mengambil Surat Keterangan (SK) Pemberhentian I Made Edi Wirawan dan SK Pengganti Antar Waktu (PAW) I Gede Oka Winaya dari Pemprov Bali, Selasa (20/10/2020).

Selanjutnya, pihak Setwan melakukan persiapan  proses pelantikan. Pelantikan sendiri akan dilaksanakan, Senin (26/10/2020) mendatang dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Sekretaris DPRD  (Sekwan) Tabanan I Made Sugiarta mengatakan secara administrasi proses pergantian antar waktu Made Edi Wirawan kepada Gede Oka Winaya sudah tuntas. bahkan pihaknya sudah mengambil surat keputusan gubernur terkait PAW tersebut. “Sudah berproses selama ini. Tadi pagi ( kemarin) tim juga sudah mengambil SK pemberhentian dan PAW yang telah disetujui dari provinsi,” kata  Made Sugiarta, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan, setelah dua SK tersebut selesai dan dibawa ke Tabanan, akan dilakukan persiapan pelantikan di ruang rapat pleno gedung DPRD tabanan. Persiapan yang dimaksud adalah seperti tempat, surat undangan karena menerapkan prokes, kemudian sarana prasarana untuk prosess persembahyangan yakni mejaya-jaya  serta perlengkapan lainnya. “Pelantikannya Senin 26 Oktober mendatang, langsung dilantik Pak Ketua DPRD. Saat ini kami sudah mulai persiapan dan astungkara prosesnya  berjalan lancar,” katanya.

Setelah dilantik, kata Sugiarta, PAW I Made Edi Wirawan yakni I Gede Oka Winaya tersebut akan langsung bertugas saat hari itu juga. Ia akan duduk sebagai anggota Komisi II DPRD Tabanan dari Fraksi PDIP sebagaimana posisi Edi Wirawan sebelumnya. “Langsung bertugas di komisi yang sama dengan Pak Edi Wirawan di komisi II,” sebutnya.

Untuk diketahui, satu kursi DPRD Tabanan kini telah kosong setelah I Made Edi Wirawan resmi mengundurkan diri untuk menjadi Calon Wakil Bupati Tabanan Pilkada 2020. Sehubungan dengan hal tersebut terbitlah surat persetujuan PAW langsung dari DPP PDIP yang menyatakan, I Gede Oka Winaya diusulkan menggantikan Edi Wirawan untuk duduk di kursi legislatif fraksi PDIP.

Perhari Ini,Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 61 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Jumat,(20/11) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 61 orang (59 orang melalui Transmisi Lokal dan 2 PPDN) sembuh sebanyak 54 orang, dan 2 orang Meninggal Dunia.

Sedangkan jumlah kasus secara kumulatif mulai dari terkonfirmasi Positif 13.066 orang,Sembuh 11.958 orang (91,52%), dan Meninggal Dunia 410 orang (3,14%).Kasus Aktif per hari ini menjadi 698 orang (5,34%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Komandan Kodim 1619/Tabanan, Tegaskan Anggota Jangan Main-main Dengan Narkoba

TABANAN – Pantaubali.com – Generang perang terhadap Narkoba tidak pernah kendor serta terus dilakukan jajaran Kodim 1619/Tabanan dengan secara rutin dan secara berkelanjutan menggelar kegiatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) TW IV TA. 2020 seperti dilaksanakan,Jumat (20/11).

Hal tersebut dikatakan,Kapten Inf I Ketut Suparta mewakili Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto di Makodim 1619 Tabanan.Dirinya menekankan arahan Komandan Kodim agar seluruh anggota Kodim menjauhi namanya Narkoba.

“Jangan pernah mencoba-coba barang haram tersebut karena, akan merusak kesehatan dan mengancurkan hidup penggunanya,” jelasnya.

Agar para aparat ke wilayahan dapat membantu mensosialisasikan tentang bahaya narkoba tersebut kepada warga di Desa binaan masing-masing baik secara personal maupun secara kelompok pada saat pertemuan atau kumpul-kumpul di Desa.

Kemudian Pgs. Pasi Intel Letda, Inf M.Khayyun menerangkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri Para Perwira Jajaran Kodim 1619/Tabanan, anggota militer dan ASN juga sekaligus diambil sample urinenya.

“Sebanyak 50 orang di test dengan testpack urine khusus mendeteksi kandungan Narkoba dan seluruhnya hasil pengecekan sample urine hasilnya Negatif,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama,Tim Penyuluh dari BNN Provinsi Bali Kasi Bidang Pencegahan BNNP Bali, IGA Witarini menyampaikan, bahwa Narkoba sangat berbahaya.

“Lebih baik hidup 100 % tanpa Narkoba sadar, Sehat, Produktif, Bahagia Tanpa Narkoba,” tutupnya.

Wagub Cok Ace Pimpin Apel Peringatan Puputan Margarana ke-74 Tahun 2020

TABANAN – Pantaubali.com –  Untuk mengenang jasa para pahlawan Bali yang berjuang mengusir penjajah dalam Puputan Margarana 20 Nopember 1946, Pemprov Bali menggelar Apel rutin peringatan Puputan Margarana yang dilaksanakan di areal TPB Margarana, Kelaci, Marga, setiap tahunnya, tepatnya pada setiap tanggal 20 Nopember.

Peringatan ini sekaligus juga bertujuan untuk lebih memupuk rasa nasionalisme, serta persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga Bali dan Indonesia pada umumnya menjadi bangsa yang besar. Terbilang sampai saat ini merupakan peringatan Puputan Margarana yang ke-74 Tahun 2020.

Apel kali ini, Jumat (20/11), dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace. Turut hadir saat itu jajaran Forkopimda dan OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, para pejuang veteran dan keluarga, nampak juga Sekda Tabanan I Gede Susila beserta OPD terkait dilingkungan Pemkab Tabanan serta para peserta lainnya.

Peringatan kali ini terbilang tidak seperti peringatan-peringatan sebelumnya, bahkan terbilang sepi karena masih dalam masa pandemi. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi makna dari peringatan. Para peserta yang telah hadir sejak pagi sangat antusias mengikuti Apel meskipun cuaca cukup terik.

Usai apel, rombongan yang dipimpin Wagub Cok Ace, melakukan ziarah dan tabur bunga di makan para pahlawan yang diawali dengan tabur bunga di monumen TPB Margarana, dilanjutkan dengan tabur bunga di Makam pahlawan I Gusti Ngurah Rai dan makam pejuang lainnya, dilanjutkan persembahyangan bersama di monumen TPB Margarana.

Selain peserta apel, nampak juga saat itu beberapa keluarga para pahlawan dan masyarakat umum yang melaksanakan ziarah dan tabur bunga di makan para pahlawan TPB margarana, dengan harapan perjuangan para pahlawan mampu memberikan vibrasi positif dan inspirasi bagi para penerus bangsa.@humastabanan

Ini,Keluh Kesah Peziarah di Taman Pujaan Bangsa Margarana

TABANAN – Pantaubali.com -Memperingati Hari Puputan Margarana ke-74 Tahun 2020 pelaksanaan ziarah dan tabur bunga menjadi kegiatan rutin dilaksanakan di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan, kali ini dilaksanakan pada Jumat (20/11).

Memang pelaksanaan kegiatan saat ini bisa dikatakan sangat berbeda dari sebelumnya dikarenakan, peringatan Hari Puputan Margarana di 2020 dilaksanakan secara sederhana di tengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian tidak pernah menyurutkan sanak keluarga para pejuang untuk datang melakukan ziarah.

Seperti halnya disampaikan salah satu peziarah,Ni Wayan Candri asal Klaci,Dauh Puri,Marge,Tabanan.Yang menurut dirinya setiap tahun pasti melakukan ziarah dimakam Ayahnya yang menurut Perempuan 70 tahun ini tidak pernah mengetahui raut wajah sang Ayah.
Hal tersebut disebabkan karena,Ayahnya telah gugur dalam medan perang sejak nenek 5 cucu tersebut berumur 9 tahun.

“Sama sekali saya tidak mengebal mukak Bapak saya.Foto beliaupun tidak punya saya,”terangnya.

Selanjutnya peziarah lainnya I Guti Ayu Putu Sutari juga menyampaikan hal yang sama, tidak pernah lupa untuk melakukan Ziarah ke Taman Pujaan Bangsa Margarana guna memperingati Hari Puputan Margarana.Dirinya mengaku dalam berziarah dirinya selalu mengajak turut serta anak dan cucunya.

“Tetap setiap kesini saya mengajak anak dan cucu saya,” tuturnya.

Sembari Dirinya menambahkan, tidak pernah mengetahui sosok atau wajah sang Kakek dikarenakan, saat itu dirinya mesih sangat kecil.

“Tidak tau saya wajah beliaunya (kakek) saat itu,dan hanya mengetahui dari foto yang masih tersisa sampai saat ini saja,” tutupnya.