- Advertisement -
Beranda blog Halaman 909

Dewan Tabanan Sepakat Bahas 6 Buah Ranperda

TABANAN – Setelah dilakukan pembahasan oleh fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Tabanan, melalui Pemandangan Umum, 6 (enam) buah Ranperda Kabupaten Tabanan disepakati untuk dibahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang ada di DPRD Kabupaten Tabanan. Hal itu disampaikan secara langsung  Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, dalam rapat paripurna ke-13, masa persidangan ketiga Tahun 2020, yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Selasa (24/11/2020).

Enam buah Ranperda tersebut diantaranya, Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan T.A 2021, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pelayanan Terpada Satu Pintu, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan berbasis Elektronik.

“Dengan memperhatikan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD, dapat ditarik kesimpulan bahwa fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Tabanan sepakat menerima 6 buah Ranperda Kabupaten Tabanan untuk dibahas pada tingkat pembahasan selanjutnya,” tegas Dirga.

Menanggapi Pandangan Umum Fraksi DPRD, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mengatakan bahwa penyampaian enam buah Ranperda tersebut sebagai upaya untuk menyiapkan landasan hukum yang jelas dan pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada fraksi-fraksi dewan yang telah menyampaikan pemandangan umum terhadap Ranperda tersebut, dimana pemandangan umum itu telah disampaikan oleh, Saudara I Nyoman Arnawa dari Fraksi PDI Perjuangan, Saudara I Made Asta Dharma dari Fraksi Golkar dan Saudari Ida Ayu Ketut Candrawati dari Fraksi Nasional Demokrat,” Ucap Bupati Eka.

Lebih lanjut, Bupati Eka sependapat dengan saran Dewan untuk tetap memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19 pada APBD 2021, baik dalam pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan dan pencegahan penularannya.

“Dalam penyusunan prioritas pembangunan Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2021, telah dilakukan sinergitas dengan prioritas pembangunan Provinsi dan Nasional,” ujarnya.

Dalam mendorong penuntasan target PAD, Bupati Eka mengatakan sepakat untuk mengintensifkan dan menggali sumber-sumber pendapatan yang potensial melalui pendekatan dan pembinaan kepada pelaku-pelaku usaha dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Untuk belanja, kami sepakat agar diwujudkan secara efektif dan efisien sesuai prioritas, produktif dan dapat menciptakan multiplier effect terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan PP No 12 Tahun 2019,” imbuhnya.

Terkait mengenai penyertaan Modal daerah terhadap PDDS, Bupati Eka menjelaskan hal ini sesuai dengan peraturan daerah nomor 12 tahun 2019 tentang penambahan penyertaan modal pada PUDDS, dimana besarannya Rp 10 Milyar. Namun terjadi refocusing terhadap APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 6 Milyar. Mengenai kepesertaan BPJS, PBI, KIS, hal ini mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial yang ditetapkan dan dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

“Dalam hal meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, kami sependapat untuk melaksanakan reformasi birokrasi serta pemanfaatan teknologi informasi dengan mempersiapkan SDM, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai,” tambah Bupati Eka.

Gubernur Bali,Ajak Guru Bentuk Integritas Siswa Sesuai Nilai Kearifan Lokal

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para guru dan tenaga pendidik di Bali membangun pendidikan bermutu untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, unggul dan berintegritas berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Bali.

Demikian terungkap saat Gubernur Koster membuka workshop terkait Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-75 melalui virtual conference dari Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, pada Senin (23/11) kemarin.

Dalam visi Pembangunan daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru“, bahwa membangun pendidikan bermutu untuk menghasilkan SDM berkualitas, unggul dan berintegritas menjadi salah satu prioritas utama.

“SDM Bali unggul ini benar-benar memiliki kompetensi profesional, berkualitas dan berintegritas berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Bali yakni Sad Kerthi,” jelasnya.

Ia berharap dengan begitu para siswa sebagai generasi muda tidak akan mudah terpengaruh dengan mengikuti segala nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan kearifan lokal Bali. Di mana nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan kearifan lokal Bali ini justru dapat merusak perilaku generasi muda Pulau Dewata.

Untuk itu, mantan anggota DPR RI tiga periode ini mengajak para guru selain melaksanakan tugas sesuai kurikulum berlaku, juga menanamkan pemahaman perilaku serta karakter anak didik sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal, adat istiadat, seni tradisi, budaya Bali.

“Jangan sampai ajaran dari luar (tidak sesuai kearifan lokal Bali dan Pancasila, red) masuk ke sistem pembelajaran kita. Baik secara langsung maupun buku-buku,” ujarnya.

Koster mengingatkan agar PGRI tidak lengah apalagi hingga terpapar nilai luar yang tak sesuai kearifan lokal Bali dan Pancasila, namun justru ikut mengawasi agar guru-guru jangan sampai terpapar hal buruk tersebut. Sebab hal itu sangat penting untuk menjaga eksistensi dan keberlanjutan nilai-nilai luhur warisan tetua di Bali, selain sekaligus pegangan untuk menghadapi perkembangan global dan tatanan hidup dalam berbagai aspek.

“Untuk itu saya memohon acara workshop seperti ini tidak hanya dilakukan sebagai acara formalitas yang hanya sekedar mengisi peringatan HUT PGRI, namun betul-betul secara prinsip dan esensial mengisi dengan sesuatu yang penting untuk memajukan dunia pendidikan. Dan untuk Bali secara khusus, menjaga alam budaya dan manusia Bali. Saya percaya para guru akan memahami dengan baik hal ini, tanggung jawab secara professional, di samping kita menjalankan program pemerintah dan kementerian pendidikan,” paparnya.

Ia juga meminta semua komponen pendidikan di Bali solid dalam komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar selaras dalam pembangunan Bali Salah satunya untuk turut memahami konsep dan visi pembangunan daerah Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

“Guru menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk turut serta membangun daerah Bali. Karena penting memahami visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Diberikan pemahaman kepada para siswa, baik di dalam dan di luar sekolah sehingga pembangunan di Bali akan betul-betul dipahami oleh anak-anak sekolah, dipahami baik oleh seluruh generasi, ini tugas penting para guru,” terangnya.

Dirinya langsung melibatkan PGRI dalam merumuskan rancangan undang-undang sehingga, tahun 2005 lahir Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen.Sembari menambahkan, melalui perjuangan berat dan panjang akhirnya dengan adanya UU Guru dan Dosen, tingkat kesejahteraan guru kini dirasa sudah cukup memadai.

RAPBD 2021 Dirancang 1,8 T Lebih

 

TABANAN –Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, menyampaikan pidato pengantar terhadap 6 (enam) buah Ranperda Kabupaten Tabanan pada rapat Paripurna ke 12 masa persidangan ketiga Tahun 2020 DPRD Kabupaten Tabanan, yang dilaksanakan via daring melalui aplikasi Zoom, Senin (23/11/2020).

Salah satu rapaerda yang disampikan yakni RAPBD 2021 dalam rapat yang dipimpin langsung ketua DPRD I Made Dirga

Dalam Pidato Pengantarnya, Bupati Eka mengatakan, pertimbangan mendasar yang melatar belakangi pengajuan 6 buah Ranperda ini, yakni Ranperda tentang APBD Tahun 2021 merupakan rencana keuangan Daerah yang ditetapkan dengan Perda yang mengacu pada kebijakan umum APBD dan PPAS yang merupakan awal perencanaan anggaran daerah yang menjadi pedoman dalam menyusun rancangan APBD TA 2021.

“Pada rancangan tahun anggaran 2021, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 1,8 Triliun lebih mengalami penurunan sebesar Rp 298,836 Milyar lebih atau 14,13 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2020. Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 1,8 Triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 294,279 Milyar lebih atau 13,5 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2020, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp 69,5 Milyar lebih yang akan ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari estimasi Silpa tahun anggaran 2020,” ungkap Bupati Eka.

Lebih lanjut Bupati Eka menjelaskan, Silpa tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 391,6 Milyar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 1,3 Milyar lebih, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 42,5 Milyar lebih.

“Belanja Daerah terdiri dari belanja operasi dan belanja modal sebesar Rp 1,6 Triliun lebih, belanja tak terduga sebesar Rp 13,3 Milyar dan belanja transfer sebesar Rp 251,9 Milyar lebih,” imbuh Bupati Eka.

Usai Rapat ketua DPRD Tabanan mengatakan, setelah pihaknya menerima RAPBD 2021, Selasa (24/11) ini akan dilanjutkan dengan rapat paripurna untuk penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap RAPBD 2021. Kemudian dilanjutkan dengan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi. “Selanjutnya akan dilakukan rapat kerja sebelum disepakati,” katanya.

 

Dewan Tabanan,Dengar Pidato Bupati Tabanan Terhadap Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran 2021

TABANAN-Pantaubali.com-DPRD Kabupaten Tabanan gelar rapat paripurna Dewan ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2020, dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga Rabu,(23/11) di Kantor DPRD Tabanan dilaksanakan via daring melalui aplikasi Zoom.

Adapun acara pokok rapat Paripurna, penyampaian pidato pengatar Bupati Tabanan terhadap Ranperda tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021.

Selain itu juga dibahas terkait dengan perubahan atas peraturan daerah Nombor 13 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah perubahan atas peraturan daerah nombor 10 tahun 2018 tentang pelayanan terpadu satu pintu perubahan atas peraturan daerah nombor 6 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dan Perubahan atas peraturan perubahan atas peraturan daerah nombor 6 tahun 2015 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.Serta penyelenggaraan sistem Pemerintahan berbasis elektronik.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, dalam pidato pengantarnya yang dilaksanakan via daring melalui aplikasi Zoom tersebut,
Pertimbangan mendasar yang melatar belakangi pengajuan 6 buah Ranperda ini, yakni Ranperda tentang APBD Tahun 2021 merupakan rencana keuangan Daerah yang ditetapkan dengan Perda yang mengacu pada kebijakan umum, APBD dan PPAS yang merupakan awal perencanaan anggaran daerah yang menjadi pedoman dalam menyusun rancangan APBD TA 2021.

“Pada rancangan tahun anggaran 2021, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp. 1,8 Triliun lebih mengalami penurunan sebesar Rp 298,836 miliar lebih atau 14,13 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2020. Dan Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 1,8 Triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 294,279 miliar lebih atau 13,5 persen dari anggaran induk tahun anggaran 2020, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp 69,5 miliar lebih yang akan ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari estimasi Silpa tahun anggaran 2020,” paparnya.

Lebih lanjut Bupati Eka menjelaskan, Silpa tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 391,6 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp. 1,3 miliar lebih, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 42,5 miliar lebih.

“Belanja Daerah terdiri dari belanja operasi dan belanja modal sebesar Rp 1,6 triliun lebih, belanja tak terduga sebesar Rp. 13,3 miliar dan belanja transfer sebesar Rp. 251,9 Miliar lebih,” jelasnya.

Untuk 5 Ranperda lainnya, Bupati Eka menjelaskan pertimbangan mendasar yang melatar belakangi adalah karena adanya peraturan pemerintah nomer 72 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomer 18 tahun tahun 2016 tentang Perangkat daerah, adanya Permendagri nomer 100 tahun 2016 tentang pedoman nomenklatur dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi dan Kabupaten Kota, Permendagri nomer 106 Tahun 2017 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, Permendagri nomer 138 tahun 2017 tentang penyelengaraan pelayanan terpadu satu pintu dan Ranperda nomer 13 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

“Oleh semua itu kita wajib berkomitmen agar pelaksanaannya dapat dilaksanakan secara efektif. Konsekuensinya kita semua dituntut dapat membuat perencanaan yang realistis, berkualitas serta implementatif dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk sumber daya yang handal,” katanya.

Usai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD I Made Dirga mengungkapkan, setelah menerima penyampaian RAPBD 2021, akan dilanjutkan dengan rapat paripurna penyampaian pemadangan umum fraksi dilanjutkan dengan jawaban Bupati atas pemandangan umum fraksi,Selasa,(24/11) besok.

Bapelitbang Tabanan Umumkan Verifikasi Lapangan Pemenang Tahap Seleksi Awal Lomba Festival Kita 2020

TABANAN – Pantaubali.com – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Tabanan, mengumumkan Verifikasi Lapangan Pemenang Tahap Seleksi Awal Festival KITA 2020 se-Kabupaten Tabanan untuk semua kategori yang dilaksanakan, yakni Kategori Masyarakat, Kategori SMA/SMK/Sederajat, dan Kategori ASN, Senin, (23/11).

Pengumuman tersebut  dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom, oleh Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, ST.,MT, didampingi para juri dan tim penilai yang kompeten di bidangnya masing-masing.

I.B. Wiratmaja menjelaskan, Festival Kita adalah akroim dari Kreativitas dan Inovasi Tabanan, dengan tagline ‘Kita Pasti Bisa’. “Ini diharapkan bisa menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi masyarakat Kabupaten Tabanan, demi masa depan yang lebih baik,” ujar Wiratmaja

Lebih lanjut Ia menegaskan, pada Festival KITA dilaksanakan lomba untuk 3 kategori, yaitu : Kategori Masyarakat, Kategori SMA/SMK/Sederajat, dan Kategori ASN. Dan melalui berbagai tahapan, diantaranya tahapan pengumuman, pendaftaran, seleksi awal, pengumuman pemenang seleksi tahap awal, serta verifikasi lapangan pemenang tahap seleksi awal.

“Verifikasi Lapangan Pemenang Tahap Seleksi Awal Festival KITA dilakukan dengan cara presentasi video dan Tanya jawab yang dilaksanakan pada hari ini, tanggal 23 Nopember 2020. Dan Pengumuman pemenang lomba semua kategori direncanakan pada puncak perayaan HUT Kota Tabanan, tanggal 29 November 2020,” imbuh Wiratmaja.

Verifikasi Lapangan Pemenang Tahap Seleksi Awal Festival KITA diikuti oleh 5 orang Pemenang Tahap Seleksi Awal dari masing-masing kategori. Kategori Masyarakat diantaranya : I Ketut Laba Nindya Arta, Ni Made Defy Januarianti, Siti Jubaidah, Ni Luh Gede Sara Purnama Santhi dan Made Pavian Budi Gunawan. Kategori SMA/SMK/Sederajat, diantaranya : Ni Putu Lidya Pramesty, Ni Luh Gede Nirmala Dewi, Ni Made Rina Purnami, Kadek Indah Widyanthari, dan I Kadek Girang Dimartawan. Untuk Kategori ASN diantaranya ; Drs. I Dewa Nyoman Sarjana, Ni Wayan Murdani, I Gusti Agung Rai Dwipayana, Karseno dan I Wayan Supar Artawan.

Pihaknya menambahkan, peserta yang mengikuti lomba Festival KITA dari awal sampai ditutupnya pendaftaran yang dilakukan mulai dari bulan April sampai 30 Mei 2020 sebanyak 34 peserta. Dari masing-masing kategori, yakni Kategori Masyarakat diikuti 20 peserta, Kategori SMA/SMK/Sederajat diikuti 9 peserta, dan Kategori ASN diikuti 5 peserta.

Peserta terdiri dari perorangan atau kelompok dengan jumlah kelompok maksimal 5 orang. Juara pada setiap kategori mendapat penghargaan Bupati Tabanan, Hadiah Hiburan, Uang Pembinaan dan Door Prize, dengan total hadiah sebanyak Rp. 122 Juta.

Nama-nama juri Festival KITA 2020, yakni Dr. Drh. Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi, S.KH., M.Biomed (Ketua Inkubator Bisnis Universitas Udayana), Dr. Dra, Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati, M.Par (Kabid Pengelolaaan Kekayaan Intelektual Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali), serta Ida Bagus Wiratmaja, ST.,MT (Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan). @humastabanan

Calon Bupati Tabanan Dr. Sanjaya Terbitkan Buku Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman

TABANAN – Pantaubali.com -Ditengah kesibukannya mengabdi membangun Tabanan dalam posisinya sebagai wakil bupati dan saat ini sedang berkonsentrasi dalam perhelatan pilkada Tabanan sebagai calon kuat bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., menunjukkan dirinya sebagai pemimpin cerdas dan berkwalitas. Hal tersebut ditunjukkannya dengan menerbitkan sebuah buku yang penuh nilai edukasi.

Adapun buku yang ditulisnya tersebut berjudul Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman. Buku ini ditulisnya dengan salah satu tujuannya sebagai literatur dalam meningkatkan karakter siswa di Kabupaten Tabanan.

Buku yang ditulis politikus PDIP asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan ini terbagi atas tujuh bab. Buku setebal 377 halaman ini juga diperjelas dengan tabel dan gambar.

Dr. Sanjaya, Senin,(23/11) mengatakan,memang memilih menulis buku ini dengan mempertimbangkan bahwa pendidikan agama Hindu berbasis pasraman menjadi sebuah contoh penerapan pendidikan agama dengan menekankan pada karakter yang berlandaskan tradisi dan seni budaya Bali dalam bingkai religiusitas Hindu.

“Pasraman mendidik manusia Hindu menjadi manusia seutuhnya dengan karakter kehinduan yang mapan dan kuat sebagaimana tercantum dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas),” jelasnya.

Ketua DPC PDIP Tabanan ini menjelaskan, dalam Sisdiknas siswa diajarkan untuk mengalami secara langsung pengetahuan tersebut dengan penekanan bobot nilai lokal yang diformulasikan dengan pendidikan moderen. Sehingga,sebagai peserta didik pasraman, para siswa akan secara alamiah mengalami pembelajaran sambil mengamalkan pengetahuannya langsung dan dari sedini mungkin tertanam pendidikan karakter dalam dirinya.

Dr. Sanjaya juga mengatakan, buku yang ditulisnya ini dapat dijadikan sebagai sarana dalam proses membangun karakter siswa sesuai dengan kebijakan pemerintah dan memperkuat pondasi agama dikalangan peserta didik.

“Buku ini juga untuk membekali generasi muda untuk menghadapi nilai-nilai perubahan dalam pergaulan kehidupan global serta tindakan antisipasi terhadap munculnya penyimpangan perilaku dikalangan siswa,”ujarnya.

Lebih jauh Dr. Sanjaya mengatakan,dalam penulisan buku ini, selain mengacu dari beberapa lontar, Veda, buku referensi nasional, buku referensi internasional dan jurnal nasional juga berdasarkan dari hasil wawancara dengan para narasumber yang kompeten dibidangnya.

Untuk studi lapangan imbuhnya, dilakukan pada tiga pasraman yang berdiri di Tabanan. Yakni Pasraman Seruling Dewata, Pasraman Kebo Taruna dan Pasraman Mandala Suci.

Perpadi Tabanan Sebut, Produksi Beras Masih Stabil

TABANAN – Pantaubali.com -Saat ini produksi beras di Tabanan dinilai stabil atau surplus.Hal tersebut disebabkan karena,dilihat dari hasil panen setiap bulan masih ada.Selain itu total setok diakumulasi dipengilingan padi rata-rata sebanyak 50 sampai 70 Ton,itu disampaikan,Ketua DPC Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Tabanan,I Ketut Sukarta, Senin,(23/11) di Sangulan, Tabanan.

“Untuk panen saya (I Ketut Sukarta) kira masih merata sampai saat ini.Bisa dikatakan surplus.Dan jika dilihat total kebutuhan masyarakat Tabanan kurang lebih sebesar 300 sampai 400 Ton beras perbulannya,” jelasnya.

Sedangkan dari produksi perbulan kurang lebih 800 atau 1000 ton gabah kering panen dengan total beras dihasilkan sebanyak 500 Ton di Tabanan.

“Sampai saat ini tidak ada gabah tidak terbeli,kamipun di lembaga pengilingan Padi akan membeli sesuai harga di pasaran.Harga gabah kering panen dibeli dengan harga kisaran Rp 4.700 sampai 4.800 sedangkan hpp Rp 4.300 atau masih diatas hpp,” paparnya.

Dilihat dari panen di Tabanan bisa juga dikatakan hampir merata sepanjang tahun.Sebelumnya Maret dan April 2020 panen bisa membludak sampai-sampai kewalahan dalam mengolahnya.

“Gabah tersebut tidak tahan lama untuk disimpan khususnya yang kering panen,” sebutnya.

Untuk puncak produksi di Tabanan diperkirakan dimulai Januari dan Februari 2021 sedangkan musim tanam mulai dilakukan di November.

“Kami sangat optimis, tidak sampai ada kekurangan konsumsi masyarakat sampai tiga bulan kedepan,” cetusnya.

Tidak lupa dirinya menyampaikan, sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah maupun pusat.Karena,telah memberi bantuan berupa dryer-dryer di masing-masing pengilingan.

“Tentu sangat membantu bagi kami,sehinga mampu menyerap gabah lebih banyak dari para petani di sini (Kabupaten Tabanan),” tutupnya.

Buka Mahasabha V Pratisentana Bendesa Manik Mas, Wagub Cok Ace Ajak Umat Hindu Pertebal Keyakinan

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi pelaksanaan Mahasabha V Pratisentana Bendesa Manik Mas di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar, Minggu (22/11).

Dalam sambutannya Wagub dengan sapaan akrab Cok Ace ini menyatakan menyikapi permasalahan keyakinan yang belakangan ini mencuat di media khususnya terkait agama Hindu, Pasemetonan sebagai salah satu unsur dari masyarakat Bali, diharapkan bisa memberikan bimbingan khususnya kepada pratisenta masing – masing dan masyarakat umum pemeluk agama Hindu agar meningkatkan sradha bhakti dan keyakinan terhadap agama yang dianut.

“Agar generasi kita tidak mudah terpengaruh untuk mengikuti aliran – aliran atau keyakinan yang sifatnya kekinian karena kurangnya pemahaman tentang agama yang dianut, sebaiknya kita semakin pertebal keyakinan kita, mari sering – sering diadakan dharma wecana untuk memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya generasi muda,” cetus Wagub Cok Ace.

Lebih jauh, Cok Ace juga mengajak masyarakat Bali untuk tidak cepat terpancing dan mempercayai isu – isu yang beredar dengan masif di media sosial, yang bisa mengganggu jalannya program pembangunan oleh pemerintah. Namun lebih kepada menelusuri lebih dalam dan mencari kebenaran terkait berita – berita yang beredar tersebut. Ia pun berharap Mahasabha terlaksana dengan baik dan sukses sesuai yang diharapkan para pratisentana Bendesa Manik Mas.

Sementara itu, Panitia Mahasabha Wayan Suwija menjelaskan Mahasabha yang mengambil tema Meningkatkan Sradha Bhakti Menuju Pratisenthana Mahotama kberagendakan diantaranya menyempurnakan AD-ART, merapatkan program kerja 2021 – 2025, dan memilih pengurus yang baru. Peserta diantaranya melibatkan utusan pengurus kecamatan, kabupaten, hingga tingkat pusat diantaranya berasal dari Lampung, Lombok, Palu, Sulawesi Tengah dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Wagub Bali,Ajak Umat Hindu Pertebal Keyakinan

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi pelaksanaan Mahasabha V Pratisentana Bendesa Manik Mas di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar, Minggu (22/11).

Dalam sambutannya Wagub dengan sapaan akrab Cok Ace ini menyatakan menyikapi permasalahan keyakinan yang belakangan ini mencuat di media khususnya terkait agama Hindu, Pasemetonan sebagai salah satu unsur dari masyarakat Bali, diharapkan bisa memberikan bimbingan khususnya kepada pratisenta masing – masing dan masyarakat umum pemeluk agama Hindu agar meningkatkan sradha bhakti dan keyakinan terhadap agama yang dianut.

“Agar generasi kita tidak mudah terpengaruh untuk mengikuti aliran – aliran atau keyakinan yang sifatnya kekinian karena kurangnya pemahaman tentang agama yang dianut, sebaiknya kita semakin pertebal keyakinan kita, mari sering – sering diadakan dharma wecana untuk memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya generasi muda,” jelasnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat Bali untuk tidak cepat terpancing dan mempercayai isu – isu yang beredar dengan masif di media sosial, yang bisa mengganggu jalannya program pembangunan oleh pemerintah.Namun lebih kepada menelusuri lebih dalam dan mencari kebenaran terkait berita – berita yang beredar tersebut.

“Mahasabha terlaksana dengan baik dan sukses sesuai yang diharapkan para pratisentana Bendesa Manik Mas,” ujarnya.

Sementara itu, Panitia Mahasabha Wayan Suwija menjelaskan Mahasabha yang mengambil tema Meningkatkan Sradha Bhakti Menuju Pratisenthana Mahotama kberagendakan diantaranya menyempurnakan AD-ART, merapatkan program kerja 2021 sampai 2025, dan memilih pengurus yang baru.

Dalam kesempatan tersebut,melibatkan utusan pengurus kecamatan, kabupaten, hingga tingkat pusat diantaranya berasal dari Lampung, Lombok, Palu, Sulawesi Tengah dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Per Kemarin,Terkonfirmasi Positif 103 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 103 orang (98 orang melalui Transmisi Lokal dan 3 PPDN),Sembuh sebanyak 61 orang dan 1 orang meninggal Dunia.

Sedangkan tercatat untuk jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi Positif 13.263 orang,Sembuh 12.092 orang (91,17%), dan Meninggal Dunia 411 orang (3,10%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 760 orang (5,73%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.