- Advertisement -
Beranda blog Halaman 908

Pemprov Bali Raih Klasifikasi Informatif Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali meraih anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020 klasifikasi Informatif. Pembacaan dan penganugrahan Keterbukaan Informasi Publik kepada kualifikasi Badan Publik Informatif dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra secara virtual melalui aplikasi Zoom dari Ruang Video Conference, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Rabu (25/11).

Dalam wawancaranya dengan sejumlah awak media seusai mengikuti penganugrahan secara virtual, Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali beserta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Bali atas upaya raihan klasifikasi informatif Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2020. Pencapaian klasifikasi informatif KIP diraih Pemprov Bali secara bertahap.

Di tahun 2018 , Pemprov Bali mendapat predikat cukup informatif lalu di tahun 2019 meningkat dengan klasifikasi menuju informatif. “ Tahun 2020 ini kita bisa sampai di puncak klasifikasi yaitu informatif. Ini tidak terlepas dari kerja keras dan koordinasi yang baik antar OPD. Kedepannya kita harus tetap bekerja keras untuk mempertahankan predikat informatif dan sempurnakan lagi untuk mendapat nilai yang lebih baik, “ imbuhnya.

Sekda Dewa Indra yang didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana juga menyampaikan bahwasanya terdapat dua kriteria dalam KIP yaitu inovasi dan kolaborasi. Inovasi dimaksud meliputi inovasi pelayanan informasi, inovasi pelayanan informasi di tengah pandemic Covid 19 serta inovasi strategi inovasi public. Kriteria kedua adalah kolaborasi yaitu kolaborasi Pemprov Bali dengan badan publik lain dalam penyediaan, pelayanan serta penyebaran informasi publik. “Kedua kriteria besar ini bisa kita penuhi dan kita berhak menyandang predikat informatif.

Layanan informasi publik tidak boleh berhenti di masa pandemi, namun justru harus lebih inovatif. Kedepan kita tingkatkankan lagi kinerja kita , lebih inovatif lagi dalam memberikan layanan keterbukaan informasi kepada masyarakat, “ tuturnya.

Sementara itu Wakil President Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan terdapat beberapa hal penting terkait keterbukaan informasi publik dimana keterbukaan informasi publik merupakan upaya optimalisasi perlindungan hak masyarakat atas informasi publik sebagai bagian hak asasi manusia.

Keterbukaan informasi publik juga merupakan hal strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang baik bersih dan bebas korupsi, pelayanan publik yang transparan, efektif dan efisien. Keterbukaan informasi publik juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorng partisipasi masayarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik. Dengan adanya keterbukana inforamsi publik maka masyarakat diharapkan semakin aktif terlibat dalam proses pembuatan kebijakan publik dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi terhadap kebijakan tersebut.

Untuk itu, Wapres mengajak semua pihak untuk memaknai pentingnya pelibatan partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan publik. “Pemerintah berkomitmen menjalankan keterbukaan dan transparansi publik dalam menjalankan pemerintahan, “ tuturmya.

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik diberikan kepada Badan Publik yang memenuhi kualifikasi informatif. Penganugerahan ini diberikan oleh KI pusat setiap tahunnya kepada Badan Publik yang menerapkan dan menjalankan UU No 14 Tahun 2008 tentang KIP berdasarkan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat.

Dari monev keterbukaan Badan Publik (BP) , bahwa dari 348 BP yang dimonitoring sepanjang tahun 2020, mayoritas 72,99 persen (254 BP) masih sangat rendah kepatuhan dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik, yaitu 17,53 persen (61 BP) hanya masuk katergori Cukup Informatif, 13,51 persen (47 BP) Kurang Informatif dan 41,95 persen (146 BP) tidak Informatif.

Berdasarkan rentangan penilaian monitoring dan evaluasi BP tahun 2020 yang dilaksanakan oleh KI Pusat melibatkan delapan juri dari kalangan akademisi, peneliti, pegiat keterbukaan informasi dan media massa, untuk kategori BP Informatif hanya 17,43 persen (60 BP) dan Menuju Informatif 9,77 persen (34 BP) yang dapat dinilai telah melaksanakan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik. Pemprov Bali masuk dalam klasifikasi informatif badan publik pemerintah provinsi dengan raihan nilai 92,20.

Ny Putri Koster: Anak-Anak adalah Aset Bangsa, Mari Jaga dengan Cegah Stunting

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Prov Bali Ny Putri Koster berkesempatan menjadi keynote speaker dalam webinar Hari Kesehatan Nasional ke-56 dengan tema ‘Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Stunting’, Denpasar, Rabu (25/11).

Dalam acara yang juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan dr Ketut Suarjaya dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Putu Anom Agustina, Ny Putri Koster mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah stunting sejak dini.

“Kita bisa mulai dari diri sendiri dulu, terutama untuk kalangan remaja. Jika melaksanakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat-red) terlebih dahulu itu akan memberikan dampak prositif untuk jangka panjang, dan juga bisa memberikan efek positif untuk keturunan kita kelak,” ujarnya.

Berikutnya, ia melanjutkan jika peranan orang tua juga amat diperlukan. Khususnya dalam menjaga perilaku hidup bersih dan asupan bergizi sejak bayi dalam kandungan, di mana hal ini sangat diperlukan demi menjaga kesehatan janin dan upaya pencegahan stunting sejak dini. “Para orang tua juga bisa membekali putra putri mereka yang masih remaja untuk mengambil peranan dalam upaya pencegahan stunting bagi keturunan mereka kelak,” imbuhnya dalam webinar yang juga dihadiri oleh kader PKK Kab/Kota serta desa seluruh Bali.

Ny Putri Koster menyatakan bahwa keberlangsungan bangsa dan negara ke depan bergantung pada generasi penerus yang tidak hanya sehat fisik dan rohani, namun juga berahlak serta cerdas. Dan fenomena stunting merupakan penghambat atas tujuan utama tersebut. “Jadi di sini semua orang berperan dalam memajukan bangsa dan negara kita ke depan,” imbuhnya.

Ia menyatakan, meskipun Bali mendapat predikat angka terendah stunting secara nasional, namun semua pihak tidak boleh lengah. Semua stake holder harus bahu membahu menghapus stunting di Bali. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena butuh peranan semua pihak. Pemerintah mungkin bisa mengeluarkan skema dan rencana pencegahan, namun tetap ujung tombak pencegahan stunting ada di masyarakat terutama keluarga,” bebernya.

Ia juga meyakini dengan kerja keroyokan dari berbagai instansi, baik PPK, Dinas Kesehataan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, maka masalah ini akan cepat terselesaikan.

Lebih lanjut, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga mengapresiasi langkah-langkah posyandu dalam menjaga kesehatan Bayi dan Balita. Meskipun di tengah pandemi yang melarang kegiatan berkerumun, kader posyandu tak lelah mengunjungi warga untuk memeriksa kesehatan bayi dan balita. “Saya sangat berterima kasih atas pengabdian para kader posyandu. Ke depan mungkin pemerintah desa bisa berkoordinasi dengan posyandu setempat agar mengalokasikan APBDes untuk kegiatan pemenuhan gizi anak dan balita,” tambahnya seraya mengatakan akan mengajak kader-kader PKK dan Posyandu di seluruh desa untuk terus berupaya melakukan edukasi untuk mengurangi angka stunting.

Sementara Kadis Kesehatan dr Suarjaya mengatakan jika indikator kesehatan untuk anak-anak adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita, berikutnya menurunkan angka stunting. Ia menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembagan anak yang terjadi sejak masih dalam kandungan. “Pertumbuhan meliputi bertambahnya ukuran anak secara fisik, sementara perkembangan berkaitan dengan perubahan kognitif berupa bertambah pintar dan spiritual. Jadi stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik dan mental,” jelasnya.

Ia sepakat dengan Ny Putri Koster jika pencegahan stunting bisa dilakukan sejak dini, dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Jika kebiasaan itu sudah ada minimal sejak remaja, tentu itu berguna jika kelak kita sudah menjadi calon Ibu dan menjadi Ibu kelak,” imbuhnya.

Sementara mengenai pencegahan stunting, ia menyatakan harus mulai memperhatikan tumbuh kembang anak sejak masih dalam kandungan. Ia menambahkan periode emas berlangsung sejak anak dalam kandungan selama 9 bulan hingga berumur 2 tahun. “Pada fase ini, pentingnya orang tua memonitor perkembangan dan pertumbuhan anak, karena cirri-ciri stunting juga bisa dilihat pada periode ini,” bebernya.

Senada dengan Ny Putri Koster, ia menegaskan stunting bukan hanya ranah kesehatan semata, namun juga menjadi tanggung jawab bersama. Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak masyarakat dan kader PKK untuk bahu membahu mencegahnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Putu Anom Agustina juga menekankan pentingnya peranan masyarakat Desa dalam mencegah stunting. Menurutnya sesuai dengan Permendagri No. 18 tahun 2018 dalam sinerggi pencegahan stunting, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) mempunyai peranan seperti peningkatan peran Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan Ibu dan Anak, serta memfasilitasi kegiatan TP PKK dalam kegiatan pembinaan kesehatan masyarakat.

“Hal lainnya adalah melakukan pembinaan, pengawasan dan memfasilitasi penganggaran dalam APBDes , termasuk mendorong, optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan pemberdayaan seperti peningkatan kulitas dan akses pelayanan dasar dan pencegahan stunting,” jelasnya.

Ia juga menambahkan prioritas dana desa tahun 2021 salah satunya sesuai dengan program prioritas nasional diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa yaitu penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting. “Hal tersebut membuktikan betapa seriusnya pemerintah untuk menurunkan angka stunting di tingkat nasional,” katanya.

Paket Jaya-Wira, Dikawal 500 Advokat

TABANAN – Pantaubali.com – Mengantisipasi munculnya masalah dalam Pilkada Tabanan, Calon Bupati Tabanan dan Calon Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya-I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) dikawal 500 orang advokat.Tim advokat tersebut tergabung dengan tim advokat kabupaten, provinsi, dan pusat.

I Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) Tabanan I Gede Putu Yudi Satria Wibawa plmengatakan, sesuai hasil rapat dengan BBHA Tabanan guna mengantisipasi munculnya masalah dalam proses pilkada, Jaya-Wira dikawal 500 advokat.

“Pengawalan ini dilakukan dari pendaftaran hingga berakhirnya masa Pilkada 2020,” jelasnya.

Pengawalan terhadap 500 advokat untuk PDIP tidak hanya saat Pilkada saja, tetapi sudah terbentuk sejak adanya hajatan Pileg, dan Pilgub. Ini karena tekstur kepengurusan organisasi partai PDIP sudah linier.

“Jadi bukan saat Pilkada saja membentuk advokat ya, sudah dibuat sejak Pileg dan Pilgub,” ucapnya.

Sanjaya mengucap terimakasih atas dukungan Advokat yang diberikan dalam hajatan Pilkada Tabanan 2020. Diharapkan,segala permasalahan nanti muncul bisa diselesaikan secara tuntas dan berjalan dengan baik.

“Terimakasih untuk supprotnya, mudah-mudahan Pilkada Tabanan berjalan dengan lancar,” harapnya.

Sementara itu Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) Tabanan I Gede Putu Yudi Satria Wibawa menegaskan, secara prinsip advokat yang mengkawal Jaya-Wira di Tabanan berjumlah 25 orang, di Provinsi 25 orang dan sisanya dari pusat.

“Di Tabanan pada prinsipnya 25 orang,” sebutnya.

Advokat dilibatkan karena memang sudah menjadi kebutuhan organisasi. Dan tugasnya memberi pendampingan hukum, membela dan memastikan bahwa seorang klien mendapatkan hak-haknya dalam menjalankan proses hukum.

“Jadi advokat ini akan mendampingi mencatat permasalahan yang muncul saat Pilkada,” tutupnya.

Magister Ilmu Komunikasi UHN IGB Sugriwa, Mengelar Talkshow Bertema “Kreatif dan Produktif di Masa Pandemi”

DENPASAR – Pantaubali.com -Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi angkatan 2019 Universitas Hindu Negeri IGB Sugriwa Denpasar, Bali, melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat lewat Talkshow dengan tema “Kreatif dan Produktif di Masa Pandemi”, di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Rabu,(25/11).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag, M.Hum selaku Wakil Direktur Pasca Sarjana dan di hadiri pula Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Hindu (IKH).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Pasca Sarjana Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag, M.Hum menyampaikan jika pandemi Covid-19 ini bukan alasan untuk tidak produktif dan kreatif. Justru pandemi Covid-19 ini membuat beberapa kebiasaan baru yang positif, contohnya disaat membuat kegiatan itu wajib mentaati waktu yang di tetapkan.

“Jadi orang yang biasa ngaret atau telat dituntut untuk on time,” jelasnya.

Setelah kegiatan dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bersama para mahasiswa jenjang magister dan undangan yang hadir. Dimana panitia menghadirkan Kadek Ayu Windasari S.Kep.NS.,MM selaku Wasekum BPC HIPMI Denpasar sekaligus Owner Cuci House Laundry sebagai narasumber dan di moderatori oleh Diah Desvi Arina selaku Miss Internet Indonesia 2019.

Dalam talkshow ini narasumber yang hadir membagikan banyak pengalaman berbisnis, berorganisasi hingga memberikan solusi pelatihan bagi teman-teman yang akan baru memulai bisnis laundry. Selain itu owner yang akrab disapa Winda ini juga membagikan tips-tips yang mudah untuk memperkenalkan bisnis agar mudah dikenal dan diingat. Contohnya membuat brand dengan warna yang lebih cerah dan lebih intens dalam komunikasi ke customer.

Tidak lupa Winda juga membeberkan pengalamannya dalam bernegosiasi dan menangani keluhan-keluhan dalam bisnis yang digelutinya. Talkshow ini pun direspon dengan sangat positif oleh para mahasiswa magister dengan adanya diskusi yang begitu seru hingga ada beberapa yang sampai curhat mengenai bisnis yang dijalaninya sekarang terkena dampak akibat pandemi Covid-19 ini.

“Teman-teman yang ingin memulai bisnisnya agar join ke kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh HIPMI karena program-programnya sudah terencana dan bisa membangun relasi untuk teman-teman yang ingin memulai ataupun mengembangkan bisnis,” ajaknya.

Acara diakhiri dengan memberikan piagam penghargaan kepada narasumber dan foto bersama tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Agung Maub Berikan Klarifikasi, Berharap Masalahnya Diselesaikan Kekeluargaan

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait adanya laporkan oleh Puri Anom Tabanan ke Ditreskrimsus Polda Bali.Agung Maub dengan nama aslinya Arya Asmara Putra, 54 akhirnya memberikan keterangan klarifikasi.

Sebelumnya Facebook Agung Maub dilaporkan,Senin (23/11) atas dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian melalui media sosial. Laporan itu masih dalam bentuk Dumas dengan Nomor Dumas/865/X/2020 DITRESKRIMSUS.

Dalam postingannya BAGAIMANA MASYARAKAT BISA PERCAYA KALAU KESEJARAHAN KLASIKNYA DIMANIPULASI, KITA TERBIASA MENYEBUT JERO (ASAL RUMAH CALON) (diikuti dengan emoticon tertawa). Salah satu postingan terlapor.

Agung Maub ditemui langsung di Puri Agung Tabanan Selasa malam, (24/11) mengaku dirinya yang bertandang ke Puri Agung Tabanan ke Tjok Cokorda Anglurah Tabanan atas inisiatif pribadinya. Untuk meminta pertimbangan, petunjuk dan masukkan.

Dimana Tjok Cokorda Anglurah Tabanan selaku peneduh jagat dalam kapasitas pelestari budaya dan adat juga klan betara Arya Kenceng yang memang diakui oleh pemerintah adat sejebag adat Tabanan. Juga diakui raja-raja se-Bali dan se-Nusantara. Dengan maksud tujuan agar masalahnya yang dialaminya tidak berlarut dan menjadi kegaduhan.

Menurutnya dalam kasus tersebut sebetulnya adalah masalah adat dan budaya. Tidak terkait dengan konteks politik sedang berlangsung dalam Pilkada Tabanan.

“Jadi nike sebenarnya diawali dengan perdebatan kecil di media sosial. Dibawalah ke ranah adat dan budaya,” terangnya.

Apa menjadi petujuk dan masukkan Tjok Cokorda Anglurah Tabanan Puri Agung Tabanan. Jalan keluar masalah ini disarankan dan harus menyelesaikan secara kekeluargaan (mediasi). Agar persoalan seperti ini tidak sampai ke ranah hukum.

“Saya tetap berharap masalah ini diselesaikan secara musyawarah. Masalah teknis dan pertemuannya kapan dilakukan dengan pihak pelapor Puri Anom Tabanan. Itu kewenangan peneduh jagat Tabanan. Saya kembalikan ke Puri Agung Tabanan,” tutupnya

RS Sanglah, Komit Kelola Berton-ton Limbah Medis Secara Prosedural

DENPASAR -Ditengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian serius pengelolan limbah medis ditengah pandemi Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Sanglah.

Dilihat dari volume dalam sehari RS Sanglah Denpasar mampu menghasilkan limbah medis rata-rata sekitar 1 Ton perharinya. Limbah medis baik kategori infeksius dan non infeksius.

Dengan total jumlah limbah medis dihasilkan tersebut maka tidak heran RS Sanglah melakukan pengawasan intens terhadap pihak ketiga (rekanan) yang melakukan pengelolaan limbah medis.

Selama ini sejak tahun 2016 lalu RS Sanglah telah melakukan kerjasama dengan PT. Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) untuk penanganan limbah medis. RS Sanglah menilai PT. Pria sebagai salah transporter sekaligus pengelola limbah yang melakukan l pengelolaan secara prosedur hukum dan profesional. Agar keberadaan limbah medis tersebut benar-benar tertangani dengan baik.

“Rata-rata limbah medis sebanyak 1.000 kilogram yang kami (RS Sanglah red) hasilkan perharinya. Dimana pengelolaan limbah medis melibatkan pihak ketiga yang telah dilakukan mulai 2016,” jelas Direktur Perencanaan organisasi dan Organisasi Umum RS Sanglah berkaitan dengan limbah medis bersama dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, MHSM ditemui di ruangan Selasa, (24/11) di Sanglah,Denpasar.

Limbah medis berupa padat, cair maupun gas, telah dikelola dengan baik dengan didukung SOP serta SDM yang mumpuni. Pengelolan limbah di RS Sanglah ditangani unit pelayanan. Limbah medis dihasilkan bisa dari rawat inap pasien, IGD, ruang operasi dan ruangan pasien lainnya.

Di RS Sanglah memiliki penyimpanan untuk limbah medis tersebut sebelum diangkut oleh pihak ke tiga.

“Tentu pihak ketiga akan mengolah limbah tersebut karena, kita tidak bisa mengolahannya sendiri,” katanya.

Pemilihan pihak ketiga tersebut tetap dilakukan dengan prosedur tidak sembarangan. Harus ada izin UKL dan UPL pihak minta. Termasuk perizinan pengakuan limbah medis. Setiap pengangkutan limbah selalu cek manifest.

“Jadi staf kami melakukan monitor mulai dibawa limbah tersebut sampai ditempat tujuan. Bahkan memastikan pengelolaan limbah medis. Setiap 6 bulan sekali pihak RS Sanglah melakukan pengecekan langsung ketempat pengolahan limbah. Jadi pihak PT. Pria yang membawa kami langsung mengecek soal pengelolaan limbah medis,” paparnya.

Luh Dharma Kerti Natih menyebut pihak ketiga dalam hal ini PT. Pria telah memiliki sistem agar limbah-limbah tersebut benar-benar sampai ditempat pengolahan dengan baik. Misal memberikan manifest, titik ordinat transposter selalu dilaporkan saat limbah dalam pengakutan.

Limbah medis tersebut dikirim keluar Bali tepatnya di daerah Mojokerto, Jawa Timur dan pengangkutan tidak pernah lewat dari 2×24 jam. Transporter selalu melaporkan ketika telah tujuan pengolahan limbah medis.

Dia menambahkan, terkait pengawasan juga sangat ketat dilakukan mulai dari Kemenkes, Kementerian LHK, karena RS Sanglah dibawah naungan pemerintah pusat.

“Selama ini pengelolaan limbah medis dari PT. Pria belum ada kami temukan penyimpangan. Ya kami berharap kerjasama ini tetap terjalin dengan baik. Tidak hanya dari kami RS Sanglah ikut mengawasi melainkan kesadaran dari pihak rekanan (PT. Pria, red),” tutupnya.

Perhari ini,Positif Covid-19 Tercatat 111 Orang di Bali

Denpasar,Berdasarkan data jumlah perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per,Selasa,(24/11) (hari ini) mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 111 orang (108 orang melalui Transmisi Lokal dan 3 PPDN),sembuh sebanyak 105 orang, dan 1 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 13.442 orang,Sembuh 12.260 orang (91,21%), dan Meninggal Dunia 415 orang (3,09%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 767 orang (5,71%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

 

Museum Subak, Gelar Seminar Kajian Koleksi Kentungan

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam upaya memperoleh informasi serta masukan mendalam tentang koleksi di museum Subak,seperti Ketungan.Maka,Dinas Kebudayaan Tabanan melalui UPTD Museum Subak melaksanakan seminar kajian koleksi Kentungan,Selasa,(24/11) di ruang pertemuan museum subak.

Dengan harapan penyampaian ke pengunjung nantinya bisa lebih detail serta lebih jelas terkait koleksi dimiliki di museum subak khususnya.

“Kegiatan ini,tentu dengan harapan bisa memperoleh masukan baru dan informasi lebih mendalam terkait Ketungan atau koleksi dimiliki di museum subak ini,” jelas Kepala UPTD Museum Subak Kabupaten Tabanan,Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani disela kegiatan tersebut.

Selain itu juga, melalui seminar diperlukan agar bisa lebih detail nantinya dalam menyampaikan apa itu Ketungan khususnya kepara pengunjung museum subak.

“Sehinga akan lebih memudahkan dalam penyampaian pada pengunjung museum terkait tentang Kentungan tersebut,” ucapnya.

Di 2020 museum subak telah melakukan 2 kajian antaralain,Ketungan dan kedua kajian terkait Jineng. Sebelumnya juga telah dilakukan seminar terkait dengan 3 koleksi lainnya dan telah dilakukan kajian juga.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan kajian koleksi museum subak,” sebutnya.

Sembari Dirinya menyampaikan,pada Rabu,(25/11) (besok) akan dilaksanakan seminar kembali ditempat yang sama dengan mengkaji Jineng.

Adapun narasumber dalam seminar (Kentungan) tersebut antaralain, Dr. I Kadek Suartaya,S.S.Kar.,M.Si,I Made Wardana,S.S.Kar.,M.Si,I Gusti Putu Bawa,S.Pd dan Ida Bagus Nyoman Astawa,S.Ag.,M.Fil.H.

Kunjungi Yayasan Puspadi, Sekda Dewa Indra Dukung Pengembangan Alat Bantu Disabilitas.

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Setelah beberapa waktu lalu sempat menerima audensi jajaran Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Indonesia (Puspadi) Bali diruang kerjanya, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang merasa tertarik akan misi sosial yang dilaksanakan yayasan tersebut serta tergerak untuk mendukungnya, Selasa (24/11) melaksanakan kunjungan kerja kelokasi yayasan tersebut ke Jl. Bakung, Kerthalangu, Kesiman, Denpasar.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda Dewa Indra pun menyatakan dukungannya kepada LSM lokal yang berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan orang-orang dengan disabilitas fisik di seluruh Bali dan Indonesia Timur, serta berusaha menuju masyarakat yang inklusif dimana penyandang disabilitas diperlakukan sama dan diberikan kesempatan yang sama seperti orang lain. Bentuk dukungan yang diberikan yakni dengan menjalin kerjasama lebih jauh bersama Pemprov Bali melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bali, guna menyalurkan alat bantu disabilitas yang diproduksi Yayasan Puspadi kepada masyarakat Bali yang membutuhkan berdasarkan data penyandang disabilitas yang dimiliki Dinsos Prov Bali.

“Pemerintah wajib hadir untuk mendukung organisasi – organisasi sosial kemanusiaan termasuk Yayasan Puspadi, yang program kerja dan kegiatannya jelas, serta memenuhi aspek legalitas. Tinggal menggodok peraturan dalam hal kerjasama yang akan dibangun,” ujar Sekda Dewa Indra.

Didampingi Kepala Dinsos Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Sekda Dewa Indra kembali menegaskan dukungan tersebut diharapkan dapat memperlancar kendala – kendala yang dihadapi Yayasan Puspadi terutama terkait sisi produksi, sehingga lebih banyak penyandang disabilitas yang bisa dibantu.

Sementara itu Founder sekaligus Direktur Yayasan Puspadi Bali I Nengah Latra, menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi yayasan yang tak hanya memproduksi alat bantu disabilitas organ tangan – kaki palsu, namun juga produksi dan merakit ulang kursi roda yang disesuaikan dengan kebutuhan para penyandang disabilitas, dan kesemuanya diproduksi dari nol.

“Dalam satu yayasan ini, kami menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti mediasi, komunikasi, alat bantu, pelatihan, hingga lapangan pekerjaan. Bahkan hampir sebagian besar tenaga kerja kami adalah penyandang disabilitas,” ujar Latra.

Lebih jauh Ia menjelaskan walaupun Puspadi belum memiliki cabang diberbagai daerah khususnya Indonesia timur seperti NTB, NTT dll, namun Puspadi tetap menggalang kerjasama dengan yayasan – yayasan yang ada didaerah tersebut untuk menyalurkan alat bantu disabilitas. Banyaknya permintaan bantuan menyebabkan menipisnya stok bahan produksi, terutama terpengaruh pandemi Covid 19 yang bahannya sebagian besar merupakan bahan impor. Untuk itulah Ia mengharapkan dukungan dari Pemprov Bali.

Sekda Dewa Indra pun berkesempatan menyaksikan secara langsung pembuatan tangan – kaki palsu dari tahap awal hingga akhir produksi, bahkan setelah jadi pun penerima tetap mendapat pendampingan dan pelatihan dalam menyesuaikan pemakaian alat bantu tersebut.

Dukung Jambore Pemuda Indonesia, Wagub Cok Ace Pesan Infokan Keseriusan Bali Tangani Covid-19

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyatakan dukungan akan terselenggaranya Jambore Nasional Pemuda Indonesia secara virtual. Hal tersebut dijelaskannya saat menerima audiensi dari Ketua DPD Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) I Gede Pande Eka Prayika, bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/11).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace berpesan kepada para peserta untuk menginformasikan ke masyarakat luar terutama peserta dari daerah lain tentang bagaimana seriusnya Pemerintah Provinsi Bali menangani pandemi Covid-19 ini. “Baik dari segi regulasi hingga penambahan fasilitas kesehatan. Kami sangat serius menangani,” ujarnya seraya menjelaskan keseriusan tersebut berbuah dengan predikat angka kesembuhan Covid-19 di Bali menjadi tertinggi secara nasional.

Ia juga mengapresiasi tetap berlangsungnya acara jamboree tersebut, meskipun lewat virtual. Sehingga tak lupa tokoh Puri Ubud ini juga berpesan kepada peserta untuk tidak kehilangan semangat membawa nama Bali, meskipun di tengah keterbatasan. “Meskipun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, bias melakukan Jambore secara fisik dan emngunjungi sejumlah wilayah di Indoensia. Tahun ini meskipun dilaksanakan secara virtual, tapi semangat adik-adik membawa nama Bali jangan sampai berkurang,” tandasnya.

Sementara sebelumnya I Gede Pande Eka Prayika menjelaskan jika kegiantan Jambore yang sedianya akan dilaksanakan di Jawa Timur tahun ini harus dilaksanakan secara virtual dari provinsi masing-masing akibat pandemi Covid-19. Ia menyampaikan 14 kalangan muda yang terdiri dari 7 putra dan 7 putri dari 9 kabupaten/kota se-Bali akan mewakili nama Bali mengikuti kegiatan Jambore Pemuda Indonesia tersebut. “Kegiatan akan berlangsung secara virtual, dan seleksi pun kami lakukan secara virtual,” jelasnya.

Ia menambahkan JPI menggelorakan semangat anak-anak muda Indonesia untuk meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda di berbagai bidang pembangunan dalam rangka menuju pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan iptek yang terus meningkat.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan seperti mengangkat potensi daerah yang rencananya akan mengangkat kehidupan di desa Tenaganan. “Untuk perkenalan ekonomi kreatif kami akan mengangkat industry pis boling di Kamasan, Klungkung. Dan untuk bakti social rencananya akan dilaksanakan di pasar Selat, Karangasem berupa bagi-bagi masker, hand sanitizer dan instalasi beberapa westafel,” jelasnya. Untuk semua kegiatan tersebut rencananya akan dibuatkan video dan dikirim ke PPMI pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace juga berkesempatan menyematkan selempang peserta kepada dua wakil yaitu I Kadek Java Sumantra Yasa dan Ni Made Pande Suari.