- Advertisement -
Beranda blog Halaman 906

Raperda APBD 2021 Disetujui Dewan, Gubernur Bali Genjot Infrastruktur

DENPASAR- Pantaubali.com – Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran (TA) 2021 akhirnya disetujui DPRD Bali menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna ke-27 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (30/11).

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras dan kerjasama Pimpinan dan anggota DPRD Bali dalam pembahasan Raperda tersebut, sehingga berhasil rampung dalam pembahasan cukup singkat.

“Kami memberikan peghargaan setinggi-tingginya karena pembahasannya dilakukan dalam waktu singkat. Ada materi yang cukup krusial juga dibahas, tapi dengan spirit kebersamaan dan kekompakan demi Bali pembahasan APBD ini ternyata berjalan dengan sangat lancar,” kata Gubernur Koster.

Lebih jauh, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini menjelaskan postur APBD Provinsi Bali Tahun 2021 terdiri dari pendapatan daerah kira- kira sebesar Rp 6 triliun yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 3,2 triliun dan Dana Perimbangan sekitar Rp 2,8 triliun.

“Di bawah pimpinan Pak Sekda (Dewa Made Indra, red), OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemprov Bali khususnya Badan Pendapatan akan berusaha merealisasikannya. Tahun ini sudah berhasil merealisasikan sebesar Rp 3 triliun. Semoga kondisi lebih kondusif dan terkendali, kondisi ekonomi secara makro segera pulih agar target pendapatan daerah itu bisa kita raih,” terangnya sembari menambahkan seluruh program kegiatan pada tahun 2020 dapat berjalan lancar dengan tingkat penyerapan cukup tinggi, begitu pula dana perimbangan telah terealisasi secara penuh.

Selain terkait pendapatan daerah, Gubernur Koster juga menyinggung soal belanja daerah untuk program baru bersifat khusus. Yakni, pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung yang dinilai dapat mewujudkan rencana peningkatan pendapatan daerah Bali.

“Ini rencana yang sangat bagus, karena memanfaatkan lahan mati yang luasnya sekitar 318 hektar. Seperti kita ketahui, di sana sejak Gunung Agung meletus tahun !963, menjadi hamparan datar galian C. Sekarang pasirnya sudah habis, sehingga lahannya tidak produktif lagi dan tidak bisa diapakan lagi. Sehingga kita manfaatkan untuk hal sangat produktif dan bisa menjadi legasi kita bersama, yaitu menjadikan kawasan Pusat Kebudayaan Bali. Banyak investor ingin membangun di sana, tetapi saya memilih pemerintah provinsi (Pemprov Bali, red) yang mengelola lahan yang begitu luas di tempat sangat strategis guna meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

“Membangun infrastruktur sangat penting, lebih bagus lagi kalau membangun infrastruktur yang menghasilkan. Sekarang kita bangun ini 2-3 tahun sudah menghasilkan. Dan dari pendapatan itu nanti bisa kembangkan untuk pembangunan lainnya,” imbuh Gubernur Koster.

Sementara itu, dukungan penetapan Ranperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2021 menjadi Perda dibacakan oleh Koordinator Pembahasan Raperda APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021 Gede Kusuma Putra, yang merupakan hasil dari pendapat akhir dan rekomendasi seluruh anggota DPRD Provinsi Bali.

Adapun yang mendasari pendapat akhir terhadap Raperda tersebut, di antaranya bahwa kebijakan memperkuat dan melestarikan adat dan budaya masyarakat Bali. Di mana jumlah desa adat di Bali sebanyak 1.493 sesuai Perda No. 4 Tahun 2019, dengan langkah-langkah strategis melalui peningkatan anggaran, kualitas program dan dukungan regulasi sudah sangat tepat, namun demikian dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata perlu terus ditingkatkan melalui program pembangunan ekonomi di berbagai sektor terutama di sektor primer dan sekunder.

“Kami Dewan mendukung upaya saudara Gubernur dalam rencana Pembangunan Pusat Kebudayaan di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung yang sudah tentu didahului dengan berbagai pertimbangan dan kajian mendasar. Di antaranya menjadikan tanah-tanah terlantar menjadi produktif, mendukung pembangunan sektor pariwisata, sekaligus membuat keseimbangan pembangunan serta adanya penyerapan tenaga kerja lebih dari 12 ribu orang,’ ujar Kusuma Putra.

Ditengah Pandemi,Hut ke-527 Tabanan Dirayakan Sederhana

TABANAN – Pantaubali.com -Peringatan ke-527 HUT Kota Tabanan Tahun 2020 dengan mengusung tema “Welas Asih” dilakukan dengan sederhana, ditandai dengan Apel Peringatan dirangkaikan Peringatan ke-49 HUT KORPRI 2020, di halaman depan Kantor Bupati setempat, Senin (30/11) di Tabanan.

Apel peringatan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, juga dihadiri oleh Tjokorda Anglurah Tabanan, perwakilan Forkopimda Tabanan, para Asisten dan OPD serta puluhan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Membaca sambutan Gubernur Bali, pada kesempatan tersebut Sekda I Gede Susila berharap kepada seluruh komponen masyarakat Tabanan, khususnya segenap anggota KORPRI dan seluruh jajaran Pemkab Tabanan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari jadi juga dapat dimaknai sebagai sakralisasi dari sebuah kelahiran. Momentum historis ini kita jadikan dasar pijakan dalam menyukseskan pembangunan Daerah Bali dalam bingkai NKRI, sehingga dapat dipakai sebagai simbol dan spirit dalam kehidupan kita,” jelasnya.

Oleh karena itu, Susila meminta agar peringatan hari jadi ini harus disikapi secara mendalam, arif dan bijaksana sebagai refleksi bagi generasi millennial untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, tanpa melupakan perjuangan para pahlawan pendahulu.

Disamping itu dikatakannya, melalui semangat HUT KORPRI yang sejalan dengan tema Peringatan ke-527 HUT Kota Tabanan Tahun 2020, yakni Welas Asih yang mengandung arti memaknai rasa kepedulian terhadap sesame, dimana makna dari tema ini sangat relevan dijadikan agenda utama pembangunan di Kabupaten Tabanan dan memerlukan dukungan penuh dari seluruh komponen masyarakat Tabanan.

“Peringatan ke-527 HUT Kota Tabanan Tahun 2020 dan peringatan HUT KORPRI Tahun ini sangat istimewa, karena masih dalam semangat perjuangan Hari Pahlawan dan Hari Puputan Margarana. Sehingga melalui kesempatan ini Saya berharap semoga momentum dan peringatan tahun ini hendaknya dapat dijadikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua dalam rangka meningkatkan peran dan partisipasi dalam melaksanakan pembangunan menuju terwujudnya Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi,” paparnya.

Disamping itu, saat ini juga dijelaskannya juga merupakan awal dimulainya pesta demokrasi menyongsong Pilkada serentak di seluruh Indonesia, tepatnya pada tanggal 9 Desember 2020. Untuk itu Ia mengajak semua lapisan masyarakat agar berpartisipasi aktif untuk mensukseskan pelaksanaan hajatan politik ini dengan tetap menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan di wilayahya masing-masing.

“Kepada ASN, Saya tegaskan untuk tetap menjaga netralitas saudara sebagai ASN, dengan tidak terjun langsung dan memihak atau mendukung kepada salah satu kandidat calon. Hal ini hendaknya kita pahami dalam upaya memelihara dan menjaga situasi yang aman dan kondusif. Terlebih saat ini kita tengah dalam upaya pemulihan ekonomi dalam kondisi pandemi Covid-19,” katanya.

Selanjutnya,usai pelaksanaan Apel,dilakukan beberapa kegiatan serangkaian untuk memeriahkan Peringatan HUT ke-527 Kota Tabanan 2020, diantaranya Penyerahan Bantuan Hibah Pariwisata 2020 kepada lima pihak dan Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Festival KITA 2020 untuk semua kategori.

Purnama Keenam,Gubernur Bali Meletakan Batu Pertama Pekerjaan Normalisasi Tukad Unda

KLUNGKUNG – Pantaubali.com -Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama Pekerjaan Pengendalian/Normalisasi Tukad Unda di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung tepat pada Purnama Keenam, Coma, Kliwon, Uye, Senin (30/11).

Pekerjaan Pengendalian Banjir Tukad Unda ini merupakan bagian dari rencana besar Gubernur Koster untuk membangun Kawasan Pengembangan Terpadu Daerah (KPTD) yang akan menjadi salah satu Kawasan Strategis Provinsi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Semesta Berencana Provinsi Bali.

“Pekerjaan ini bertujuan untuk melakukan perlindungan wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Yeh Sah dan Daerah Aliran Sungai Tukad Unda yang akan menurunkan risiko bencana pada wilayah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung,” ujar Wayan Koster saat didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Maryadi Utama, ST., M.Si seraya menyebutkan Pekerjaan Pengendalian Banjir Tukad Unda dapat dilakukan berkat kolaborasi dan koordinasi yang kuat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Adanya kegiatan ini, Gubernur Koster menjelaskan bahwa wilayah Muara Tukad Unda akan dapat dikembangkan menjadi kawasan inti dan penunjang Pusat Kebudayaan Bali.

Guna penyelesaian kegiatan ini, Pemerintah Pusat menggelontorkan APBN 2020-2022 sebesar Rp 241,4 Milyar untuk konstruksi, dan Provinsi Bali menyediakan anggaran ganti rugi tanah dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2020 sebesar Rp 74,7 Milyar.

“Kegiatan konstruksi pada Daerah Aliran Sungai Yeh Sah terdiri atas pembangunan Cekdam Pelintas, Perkuatan Tebing Sungai, dan Pembangunan Sabo Dam dengan variasi lebar 20 sampai dengan 35 meter dan panjang total 2,560 Km,” ujarnya.

Lebih lanjut Dirinya mengatakan, rangkaian bangunan hidrolis ini dimaksudkan sebagai fasilitas penahan debris dan aliran lahar dingin pada hulu DAS Tukad Unda. Pada DAS Tukad Unda sendiri dilakukan Pekerjaan Perkuatan Tebing, Tanggul Penampang Tunggal dan Tanggul Penampang Ganda, Ground Sill, dan Jetty Pencegah Sedimentasi Muara.

Pekerjaan ini akan membentuk aliran Tukad Unda di Desa Tangkas dengan memiliki lebar 70 meter, panjang total 2250 meter, dan kedalaman aliran 6 meter, hasilnya akan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan publik, olah raga air, sekaligus taman rekreasi bagi masyarakat Klungkung dan sekitarnya.

“Pekerjaan ini juga akan diselesaikan tahun 2022, sedangkan manajemen pekerjaan dikendalikan oleh Balai Wilayah Sungai Bali Penida Kementerian PUPR di bawah kendali Satker PSDA dan dibantu oleh Konsultan Supervisi PT Caturbina Guna Persada yang melakukan KSO dengan PT. Multimera Harapan dan PT. Laras Sembada,” tambah mantan Anggota DPR-RI 3 Periode Fraksi PDI Perjuangan ini seraya menyatakan untuk Pelaksana Konstruksi adalah PT. Nindya Karya dan PT. Bina Nusa Lestari, dan hingga akhir November ini Pekerjaan ini telah melibatkan 250 orang tenaga kerja dari anggota masyarakat di sekitar hulu sungai Yeh Sah.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Maryadi Utama dalam laporannya mengatakan dengan melihat permasalahan yang ada di DAS Tukad Unda dan adanya lahan yang terdampak pada saat erupsi Gunung Agung, maka diperlukan sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Daerah untuk mengendalikan banjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda dengan rencana pekerjaan Pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah hingga Pembangunan Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty.

Sebagai penutup, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Maryadi Utama menyatakan pembangunan ini dimulai pada 28 Agustus 2020, dan akan direncanakan selesai pada Desember 2022 dengan sistem Multiyears kontrak.

Dalam acara peletakan batu pertama Pekerjaan Pengendalian/Normalisasi Tukad Unda di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung ini turut juga dihadiri oleh Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali, Plt. Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Bupati Klungkung, Ketua DPRD Klungkung, Pjs. Bupati Karangasem, Direktur Utama Nindya Karya, dan Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Bali.

Siswi SMK, Meregang Nyawa Tertimpa Cabang Pohon Ketapang 15 meter

TABANAN – Pantaubali.com – Hendak mandi seorang gadis bersetatus pelajar disalah satu SMK di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan berinisial KPL(16) meregang nyawa ketika cabang pohon ketapang dengan panjang kurang lebih 15 meter menimpa siswi tersebut di sumber mata air atau beji telabah sipuh, Banjar Dinas Pacung, Desa Senganan, Kecamatan Penebel,Tabanan,Minggu,(29/11) sekira pukul 09.30 Wita dan dilaporkan sekira pukul 10.00 wita.

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan relisnya menyampaikan,Minggu,(29/11) sekira jam 09.00 wita, korban pergi mandi ke sumber mata air atau Beji Telabah Sipuh di Banjar Dinas Pacung, Desa Senganan, Kecamatan Penebel,Tabanan saat bersamaan ada beberapa orang warga sedang mandi dilokasi tersebut.

Setelah beberapa saat mandi, korban mandi sendiri di hulu mata air, tiba-tiba tanpa disadari korban, cabang pohon ketapang dengan panjang lebih kurang 15 meter dan diameter 20 cm patah dan jatuh menimpa korban yang sedang mandi.

“Cabang kayu menimpa pada bagian tulang paha kanan, lengan kiri dan leher,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami patah tulang pada bagian tersebut dan tidak sadarkan diri, kemudian korban dilarikan ke Puskesmas Penebel I.
“Ketika sampai di Puskesmas Penebel I, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis setempat,” tutupnya.

Kemarin,Staf Khusus Presiden Gracia Berkunjung ke Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, Minggu (29/11) pagi menerima kunjungan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau yang lebih akrab disapa Billy Mambrasar di ruang rapatnya, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Dewa Indra mengucapkan terima kasih atas kunjungan stafsus millenial Billy Mambrasar ke Bali. Dikatakan Dewa Indra, kedatangan stafsus presiden asal Papua sekaligus Pendiri Yayasan Kitong Bisa, yang bergerak dalam bidang pendidikan informal, menyediakan pendidikan untuk anak-anak kurang mampu dengan fokus di Papua dan Papua Barat ini bisa dijadikan kesempatan untuk menitipkan beberapa masukan kepada Presiden.

Beberapa masukan yang disampaikan birokrat asal Desa Pemaron, Buleleng ini diantaranya terkait dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bali.

“Terima kasih atas kunjungannya ke Bali. Terkait dengan kondisi pandemi saat ini, Saya berharap intensif kepada UMKM oleh pemerintah pusat bisa ditingkatkan lagi. Negara harus berpihak kepada UMKM. Kita tahu daya serap KUR untuk UMKM sangat tinggi selama ini. Untuk itu penyaluran KUR sangat membantu pelaku UMKM bisa tetap bertahan di tengah guncangan ekonomi akibat dampak Covid-19,” ungkap Dewa Indra.

Dewa Indra juga menitipkan pesan agar akses UMKM terhadap KUR bisa lebih luas lagi. Ia mengatakan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dekat dengan masyarakat bisa diberikan perhatian agar juga bisa menyalurkan KUR. Selama ini dikatakan Dewa Indra, hanya bank besar yang menyalurkan KUR.

Selain pada bidang UMKM, Dewa Indra juga memberikan perhatian pada bidang pendidikan untuk bisa disampaikan kepada Presiden. Diantaranya terkait kebutuhan guru pegawai negeri sipil (PNS) yang saat ini masih kurang di Bali. Ia mengungkapkan selama ini, kebanyakan sekolah masih mengandalkan guru dengan status tenaga kontrak. Padahal Kementerian selalu mengalokasikan dana untuk peningkatan mutu pendidikan guru bagi PNS, sehingga guru tenaga kontrak tidak bisa mengikutinya.

“Data yang disampaikan oleh Menpan-RB mengatakan jika PNS sudah banyak. ASN yang paling banyak itu ada di Kementerian. Tapi di daerah, seperti halnya PNS guru masih kurang. Alokasi guru PNS di Bali masih sedikit, kebanyakan guru kontrak. Pendidikan ini kan menjadi nasib masa depan bangsa kita, jadi harus mendapat perhatian. Terlebih gaji tenaga kontrak guru juga masih kecil,” jelas Dewa Indra.

Selain itu, guru dengan pendidikan khusus untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bali juga terbatas. Bahkan tidak jarang guru umum harus bertugas di SLB yang secara pendidikan tidak nyambung. Untuk itu, Dewa Indra berharap hal tersebut menjadi perhatian pemerintah.

Terakhir, Sekda Dewa Indra menitipkan masukan terkait dengan sektor pariwisata Bali yang mengalami dampak luar biasa akibat adanya pandemi Covid-19. Hal ini mengingat sektor pariwisata menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Bali selama ini.

Dewa Indra menyampaikam bahwa selama ini pariwisata Bali telah menyumbang 41% devisa kepada negara. Dimana 54% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali merupakan dari sektor pariwisata. Dengan terjadinya pandemi Covid-19 saat ini, membuat kunjungan wisatawan ke Bali turun drastis, terlebih hingga saat ini pintu penerbangan internasional masih ditutup.

“Setelah pandemi banyak pegawai yang dirumahkan atau di putus kerja. Meski saat ini wisatawan domestik telah dibuka, namun masih terbatas. Tiket pesawat ke Bali kalau bisa lebih murah. Saat ini tiket ke Bali masih cukup tinggi harganya. Sehingga hal ini juga menjadi kendala wisatawan domestik. Dengan harga tiket yang murah, kedatangan wisatawan ke Bali bisa terus meningkat,” terangnya.

Lebih lanjut, meski demikian sepanjang tidak ada turis (wisatawan mancanegara-red) yang berkunjung ke Bali, maka akan sangat sulit untuk membangkitkan ekonomi Bali. Untuk itu Ia berharap kegiatan Kementerian atau Lembaga bisa diarahkan ke Bali untuk pelaksanannya. Dengan demikian, sedikit tidaknya akan membantu perekonomian masyarakat Bali.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar mengatakan sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Sekda Dewa Indra. Ia mengatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Menteri terkait serta Presiden langsung agar mendapat perhatian.

“Sesuai dengan tugas pokok Saya sebagai staf khusus presiden, yakni Pendidikan, Pembangunan SDM, Enterpreneurship serta Komprehensif, maka apa yang disampaikan tadi akan Saya laporkan kepada Menteri terkait dan juga akan Saya laporkan kepada pak Presiden,” tegasnya.

Billy mengatakan, kedatangannya ke Pulau Dewata dalam rangka mengunjungi mahasiswa Papua yang sedang melaksanakan kuliah di Bali. Selain itu juga bertemu dengan petani milenial Bali dalam rangka program Food Estate serta berkunjung ke komunitas untuk memberikan motivasi.

Pada kesempatan ini, hadir pula Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Bali Wayan Mardiana, Kadis Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa, Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa.

Perhari ini, Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 109 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data Perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Minggu,29/11) mencatat ada pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 109 orang melalui Transmisi Lokal sbanyak 56 orang, dan 1 orang Meninggal Dunia.

Selanjutnya jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 13.938 orang,Sembuh 12.588 orang (90,31%), dan Meninggal Dunia 428 orang (3,07%).
Kasus Aktif per hari ini menjadi 922 orang (6,62%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Tabung Gas Meledak,Api Sambar Kaki Martini

TABANAN – Pantaubali.com – Bagi Ibu-Ibu rumah tangga perlul berhati-hati terutama saat menganti tabung gas.Agar tidak terjadi hal tidak diinginkan seperti hal musibah tabung gas meledak,dialami salah satu ibu rumah tangga berprofesi sebagai buruh bangunan asal warga Dusun Tengah,Desa Kukuh,Tabanan.

Diawali saat Ibu rumah bernama Gusti Ayu Made Martini (50) menganti tabung gas melon selanjutnya menganti dengan tabung gas melon baru hal tidak terduga terjadi.Tabung gas melon baru diganti tersebut meledak den memicu munculnya semburan api.Akhirnya menyembur mengenai salah satu bagian tubuh Gusti Ayu Made Martini menyebabkan Dirinya mengalami luka bakar kejadian tersebut terjadi,Minggu,(29/11) sekitar pukul 08.00 Wita.

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan relisnya menyampaikan, kronologis kejadian,Minggu,(29/11) di Tabanan menyampaikan,pada pukul 08.00 Wita Korban selesai memasak di dapur miliknya menggunakan kompor gas.Selanjutnya korban memasang tabung gas yang baru pada kompor tersebut, kemudian Korban mencoba menghidupkan kompor tersebut.

Namun tidak dapat menyala, selanjutnya Korban membalikan karet pada tabung, kemudian mencoba menghidupkan kembali dan tiba-tiba tabung tersebut meledak berisi semburan api mengenai kedua kaki korban.

“Akhirnya menyebabkan korban mengalami luka bakar pada kedua kaki Korban,” ujarnya.

Selanjutnya,korban berteriak meminta tolong hingga didengar oleh beberapa masama.bersama dengan keluarga lainnya. Selanjutnya para saksi dan keluarga berusaha memadamkan api menggunakan air dan pasir basah namun api masih menyala, selanjutnya selang gas berhasil dicabut paksa dan dipisahkan dari kompor namun api pada tabung gas masih menyala karena tabung gas diduga bocor.

Kemudian selang beberapa menit kemudian petugas pemadam kebakaran Tabanan tiba di TKP dan berhasil memadamkan api menggunakan tabung pemadam akhirnya api dapat dipadamkan sekitar pukul 08.30 Wita.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka bakar 10 % pada kedua kaki pergelangan bawah.Sembari menambahkan,adapun kerugian materiil sebesar Rp. 350.000,-.

Ketua TP PKK Bali,Ingatkan Generasi Milenial Selalu Berpikir, Berkata dan Berbuat Baik

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Sastini Koster mengingatkan kepara remaja yang merupakan generasi milenial agar selalu berpikir, berkata dan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. Meski terdengar sederhana dan mungkin membosankan karena sudah terlalu sering didengar, namun ketiganya merupakan konsep dasar bagi upaya membentuk remaja yang berbudi pekerti.

Hal itu diutarakan Ny Putri Koster saat tampil menjadi pembicara pada Seminar Nasional ‘Budi Pakerti Generasi Milenial’ yang dilaksanakan secara daring oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, belum lama ini,Jumat (27/11).

Bahwa tiga konsep dasar tersebut merupakan penjabaran dari ajaran Hindu, yakni Tri Kaya Parisudha (Manacika, Wacika dan Kayika).

“Mulai dari pikiran yang harus kita kendalikan. Karena pikiran punya kendali yang lauar biasa, melebihi dahsyatnya bom atom,” ujarnya,

Dirinya mecontohkan betapa hal yang baik atau buruk itu berawal dari pikiran. Misalnya, ujar Ny Putri Koster, seseorang yang sedang berada di sebuah ruang kecil punya pikiran untuk berbuat tidak baik seperti merencanakan teror.

“Itu merupakan contoh pikiran yang tidak dilandasi budi pakerti. Maka, seyogyanya kita selalu harus dapat mengendalikan pikiran,” ujarnya.

Berikutnya adalah perkataan yang menurutnya sangat penting dikendalikan agar apa yang diucapkan tidak sampai menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain.

“Yang ketiga tentu saja perilaku yang wajib kita jaga agar selalu ingat untuk berbuat baik,” katanya, mengingatkan. Ny Putri Koster menyebut, tiga konsep dasar itu sangat relevan di era kekinian.

Dirinya juga menyinggung tentang era milenial yang saat ini tengah dihadapi masyarakat dunia. Menurutnya, bukan hanya para remaja yang hidup di zaman milenial, kelompok orang tua seperti dirinya pun ada di jaman ini.

“Artinya, kami orang tua milenial yang juga harus banyak belajar dan menyesuaikan diri dalam mendidik anak-anak,” ucapnya.

Situasi tersebut menuntut para orang tua untuk melakukan penyesuaian dalam mendidik anak karena mereka umumnya memperoleh pendidikan dengan pola-pola yang berbeda.

Meski zaman berubah, menurut Ny Putri Koster, ada satu hal yang mesti selalu ditanamkan pada anak-anak yaitu budi pakerti. Wanita yang dikenal piawai membawa puisi ini mengibaratkan anak-anak seperti bangunan.

“Agar bangunannya kokoh, pondasinya harus kokoh dan kuat. Pondasi itu adalah etika dan budi pakerti. Jika pondasinya kokoh, sehebat apapun badai menerpa, tidak akan goyah atau roboh,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, pendampingi orang nomor satu di Bali ini mengingatkan kembali sejumlah ancaman yang mengintai para generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja hingga HIV/AIDS. Ia mengumpamakan berbagai ancaman itu seperti harimau yang siap menerkam manakala para remaja lengah.

“Untuk itu, ibu ingatkan lagi. Ananda jangan pernah bosan mendengar nasihat orang tua. Jadikan anak yang berbakti pada catur guru,” ucapnya.

Masih terkait dengan pembentukan budi pakerti, ia menyambut baik pelaksanaan ajang pemilihan remaja berbudi pakerti yang digelar FIP Undiksha. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo yaitu revolusi mental. Mengakhiri paparannya, ibu dua anak ini berbagi tips sukses yang disebutnya 3B (Berdoa, Berupaya dan Bersyukur).

Seminar nasional yang dipandu Dekan FIP Undiksha Dr I Ketut Gading itu diikuti dengan antusias oleh para peserta yang banyak mengajukan pertanyaan kepada Ny Putri Koster selaku narasumber. Selain berusaha menjawab pertanyaan para remaja yang rata-rata kritis, Ny Putri Koster juga berinteraksi dengan mereka.

Ibu tahu, generasi milenial senang belajar tapi tak suka kalau digurui. Karena itu, ibu ingin ananda yang lebih banyak menyampaikan pendapat terkait dengan budi pekerti,” tutupnya.

Tanpa Fraksi Golkar dan Nasional Demokrat, Bupati dan DPRD Sepakati Ranperda APBD 2021 jadi Perda

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan dan DPRD Kabupaten Tabanan, Sepakati Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan T.A 2021 menjadi Perda dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi oleh Gubernur.

Hal itu terungkap pada Rapat paripurna ke 15 masa persidangan ketiga tahun 2020 DPRD Kabupaten Tabanan, dalam pokok acara Persetujuan bersama Bupati Tabanan dan DPRD Kabupaten Tabanan terhadap Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan tahun 2021 yang dilangsungkan, Sabtu (28/11/2020).

Sidang yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Forkopimda Tabanan, para Dewan terhormat, Instansi Vertikal dan BUMD, Sekda, Sekwan, para Asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.Seperti pembahasan sebelumnya, Fraksu Golkar dan Nasional Demokrat juga tidak mengikuti rapat paripurna virtual tersebut.

Sekwan Tabanan I Made Sugiharta melaporkan, Badan Anggaran telah melakukan kajian dan pembahasan sebagai bentuk tugas dan fungsi penganggaran baik dalam rapat intern maupun dalam rapat kerja dengan TAPD Kabupaten Tabanan.

Dikatakan, setelah melalui Rapat Intern maupun dengan TAPD telah menyepakati pendapatan daerah sebesar Rp 1,8 Triliun lebih. Dimana target PAD ditetapkan sebesar Rp 391,6 Miliar lebih. Target PAD dikatakan sama dengan kesepakatan KUA dan PPAS TA 2021, sedangkan Belanja Daerah disepakati sebesar Rp 1,9 Triliun lebih.

“Sehingga mengalami defisit sebesar Rp 87,9 Miliar lebih, yang ditutup dari pembiayaan netto. Badan anggaran menilai sangat relevan dan realistis mengingat kondisi perekonomian Kabupaten Tabanan di masa pndemi Covid-19 belum pulih dan Badan Anggaran berharap adanya komitmen dari seluruh pihak untuk bersama-sama mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, Pembahasan Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan TA 2021 telah berdasarkan pada peraturan Menteri Dalam Negeri RI No 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021. Dan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Hal ini tidak terlepas dengan komitmen dan keseunngguhan serta kerjasama yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat. Sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku seteleh disetujui bersama, Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan TA 2021, maka tahapan berikutnya akan dilakukan evaluasi oleh gubernur,” kata Bupati Eka.

Bupati Eka mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan terhormat atas segala etikad baik dan komitmen serta kerjasamanya dalam menyelesaikan tugas-tugas untuk kesejahteraan masyarakat. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingannya dalam pengabdian kita masing-masing untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” harap Bupati Eka.

 

Bupati dan DPRD Tabanan Sepakati Ranperda tentang APBD T.A 2021 menjadi Perda

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan dan DPRD Kabupaten Tabanan, Sepakati Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan T.A 2021 menjadi Perda dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi oleh Gubernur.

Hal itu terungkap pada Rapat paripurna ke 15 masa persidangan ketiga tahun 2020 DPRD Kabupaten Tabanan, dalam pokok acara Persetujuan bersama Bupati Tabanan dan DPRD Kabupaten Tabanan terhadap Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan tahun 2021 yang dilangsungkan via daring melalui aplikasi Zom, Sabtu (28/11).

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Forkopimda Tabanan, para Dewan terhormat, Instansi Vertikal dan BUMD, Sekda, Sekwan, para Asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dalam hal ini, Sekwan DPRD Kabupaten Tabanan I Made Sugiharta melaporkan, Badan Anggaran telah melakukan kajian dan pembahasan sebagai bentuk tugas dan fungsi penganggaran baik dalam rapat intern maupun dalam rapat kerja dengan TAPD Kabupaten Tabanan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, berdasarkan atas kajian tersebut Badan Anggaran dapat melaporkan sebagai berikut, secara normative mekanisme penyusunan dan pembahasan Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2021, sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pihaknya juga melaporkan bahwa setelah melalui Rapat Intern maupun dengan TAPD telah menyepakati pendapatan daerah sebesar Rp. 1,8 triliun lebih. Dimana target PAD ditetapkan sebesar Rp, 391,6 miliar lebih. Target PAD dikatakan sama dengan kesepakatan KUA dan PPAS TA 2021, sedangkan Belanja Daerah disepakati sebesar Rp. 1,9 Triliun lebih.

“Sehingga mengalami defisit sebesar Rp 87,9 miliar lebih, yang ditutup dari pembiayaan netto. Badan anggaran menilai sangat relevan dan realistis mengingat kondisi perekonomian Kabupaten Tabanan di masa pndemi Covid-19 belum pulih dan Badan Anggaran berharap adanya komitmen dari seluruh pihak untuk bersama-sama mencapai target yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan Pembahasan Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan TA 2021 telah berdasarkan pada peraturan Menteri Dalam Negeri RI No 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021. Dan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Hal ini tidak terlepas dengan komitmen dan keseunngguhan serta kerjasama yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat. Sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku seteleh disetujui bersama, Ranperda tentang APBD Kabupaten Tabanan TA 2021, maka tahapan berikutnya akan dilakukan evaluasi oleh gubernur,” pungkas Bupati Eka.

Untuk itu, Ia mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan terhormat atas segala etikad baik dan komitmen serta kerjasamanya dalam menyelesaikan tugas-tugas untuk kesejahteraan masyarakat. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingannya dalam pengabdian kita masing-masing untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” harap Bupati Eka. @humastabanan