- Advertisement -
Beranda blog Halaman 901

Bertemu Gubernur Koster, BPIP Nyatakan Kebijakan di Bali Tidak Ada Yang Diskriminatif

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja rombongan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi, di ruang rapat Gedung Gajah Jayasabha Denpasar, Kamis (10/12).

Di hadapan para peserta kunker, Gubernur Koster menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan situasi dan kondisi yang belakangan ini kurang kondusif, terutama yang menyangkut masalah persatuan bangsa dan kesatuan bangsa.

“Kita sudah merdeka sejak tahun 1945, tapi masalah ideologi ini gak tuntas-tuntas, masih saja sering terdengar dan terkadang mengkhawatirkan. Kemajuan suatu bangsa dan kecepatan dalam membangun diukur dari ideologi kebangsaannya. Kalau belum tuntas, maka akan terhambat. Kalau kita melihat negara – negara maju, saya kira masalah ideologinya sudah selesai,” kata gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Untuk itulah, lanjut Gubernur Koster, dengan terbentuknya BPIP bersama lembaga-lembaga lainnya seperti DPR, diharapkan mampu memberikan pembinaan dan menggawangi ideologi Pancasila.

“Secara spesifik kan dengan adanya badan ini akan menjadi lebih fokus, lebih kuat, lebih terarah, lebih tersistematis dalam memperkuat ideologi kebangsaan masyarakat yang diawali dari instansi pemerintahan sebagai penerbit produk-produk kebijakan yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, sehingga sangat memahami alur satu regulasi,” ujar gubernur yang tiga periode sempat menjadi DPR RI.

Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu menyatakan, lembaga yang ada saat ini seperti DPR dan Kemendagri, tentu akan terbantu dengan kehadiran BPIP. Terutama dalam mengkaji peraturan daerah yang diterbitkan provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia.

Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP Ani Purwanti menjelaskan, BPIP mempromosikan nilai-nilai Pancasila kepada pemerintah daerah hingga akademisi untuk mencegah lahirnya regulasi yang diskriminatif. Sekaligus menginternalisasi apabila ditemukan data perundang-undangan yamg dinilai diskriminatif.

“Kami mendapatkan banyak Perda yang untuk dilihat lagi sinkronisasinya dengan Pancasila, dan kami mengapresiasi terkait pembuatan Peraturan Daerah di Bali termasuk kemitraan yang dijalin dengan stakeholder sangat baik, sehingga tidak terdapat satu Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah yakni peraturan gubernur, bupati/wali kota yang diskriminatif,” ujarnya, menjelaskan.

19 Akomodasi, Pilih Tidak Mengambil NPHD di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Perwakilan akomodasi pariwisata di Tabanan melakukan pengurusan administrasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk 118 penerima dana hibah pariwisata termin II dari pusat di Kantor Dinas Pariwisata Tabanan, Kamis (10/12).Dana Hibah Pariwisata tersebut telah masuk dari pusat ke Kas Daerah (Kasda) pada,Rabu (9/12) (kemarin).

Penerima hibah pariwisata pada termin II ini sebanyak 153 akomodasi pariwisata. Kemudian yang sudah disalurlan sebanyak 16.Akan tetapi ada 19 akomodasi tidak mengambil dengan berbagai alasan.Sehinga, total menerima di termin II ini sebanyak 118 akomodasi pariwasata.

“Untuk mereka yang menolak itu ada alasan yang muat menurut mereka. Pertama karena besarannya, jika dibandingkan waktu dan juga materai tidak terlalu menutup karena rata-rata mereka menerima hanya seratusan ribu. Kemudian ada juga karena manajemen pusat yang tidak mengambil,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Gede Sukanada, Kamis (10/12) di Tabanan.

Dari proses NPHD yang belum adalah di Kecamatan Baturiti. Rencananya pihak Dinas pariwisata akan melaksanakan jemput bola ke Baturiti,Sabtu (12/12) mendatang.

“Rencananya, setelah semua selesai, dana hibah akan disalurkan sebelum 15 Desember,” ujarnya.

Dari total 153 akomodasi yang berhak menerima dana hibah justru menolak. Total ada 19 akomodasi pariwisata menolak menerima hibah lantaran nilainya yang sangat kecil. Sebab, perhitungannya adalah sesuai dengan jumlah kontribusi pajak dibagi dengan jumlah dana hibah yang akan disalurkan.

“Dana Hibah Pariwisata pusat sudah masuk ke Kasda kemarin, Rabu (9/12). Saat ini kami masih melanjutkan penandatanganan dan proses NPHD untuk para penerima,” Katanya.

Dalam hal ini, Dinas Pariwisata Tabanan telah melakukan jemput bola dana hibah pariwisata ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu (2/12) lalu. Hasilnya adalah, Dispar Tabanan telah mengantongi rekomendasi pencairan hibah pariwisata untuk termin II.

Selanjutnya tinggal menunggu pusat mentransfer dana hibah ke Kas Daerag (Kasda). Diharapkan pekan ini dana hibah tersebut sudah ditransfer ke Kasda dan selanjutnya, pekan depan bisa disalurkan ke masing-masing penerima.

“Rekomendasi tersebut saat ini sudah diserahkan dan masih menunggu proses di Kementrian Keuangan yang merupakan ranah dari Bakeuda Tabanan. Dengan surat rekomendasi tersebut, diharapkan dalam pekan ini sisa dana hibah bisa ditransfer ke daerah. Kemudian akan dilanjutkan ke proses pencairan ke para penerima hibah.

“Targetnya, pencairan hibah termin kedua ini sudah harus semua tersalurkan sebelum tanggal 15 Desember,” tutupnya.

 

Kemarin,Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat Sebanyak 139 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data per,Rabu,(9/10) (kemarin) perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 139 orang (136 orang melalui Transmisi Lokal dan 3 PPDN) sembuh sebanyak 97 orang, dan 5 orang Meninggal Dunia.

Selanjutnya jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut,terkonfirmasi Positif 15.218 orang,Sembuh 13.801 orang (90,69%), dan Meninggal Dunia 455 orang (2,99%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 962 orang (6,32%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pilkada Serentak Sukses,Edi Wirawan Ucapkan Terimakasih ke Masyarakat Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Atas semangat bergotong royong dan bersatunya masyarakat Tabanan menyukseskan Pilkada 2020.Calon Wakil Bupati diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Made Edi Wirawan,mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tabanan,Kamis (10/12) di Tabanan.

“Saya menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Tabanan dengan semangat bersatunya serta telah ikut menyukseskan pasta demokrasi pilkada Tabanan yang telah digelar kemarin,” jelasnya.

Selain itu Dirinya juga memuji para masyarakat Tabanan yang menggunakan hak pilihnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.Sehingga, proses pemungutan suara tidak menjadi klaster baru bagi penyebaran Covid-19.

“Selain itu,dengan tetap mematuhi protokol kesehatan maka perhelatan pilkada 2020 ini tidak saja berlangsung dengan aman, lancar dan demokratis namun juga sehat,” ujarnya.

Melihat perolehan suara sementara memenangkan Jaya-Wira, hal tersebut tentu merupakan buah semangat seluruh masyarakat Tabanan beserta kader-kader dan simpatisan PDIP yang bersatu dan bergotong royong dalam upaya menyukseskan perhelatan Pilkada serentak di Tabanan.

“Kemenangan ini merupakan bukti dari kuatnya semangat bersatu dan bergotong royong seluruh semeton Tabanan,” ucapnya.

Terkait hasil penghitungan suara setidaknya semeton bisa ikut mengawal hingga nanti KPU Tabanan mengumumkan secara sah kemenangan bagi paslon Jaya-Wira.

Sembari Edi menambahkan,Tabanan diharapkan agar tetap menjaga semangat gotong royong dan bersatunya dalam membangun Tabanan kedepan.Dengan demikian tentu visi Nangun Sat Kertih Loka Bali di Tabanan untuk menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani segera terwujud.

Sanjaya, Ucapkan Terima Kasih Atas Bersatunya Masyarakat Sukseskan Pilkada 2020

TABANAN – Pantaubali.com – Calon bupati diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., Kamis (10/12) mengucapkan, terima kasih kepada seluruh masyarakat Tabanan. Ucapan terima kasihnya itu disampaikannya atas semangat bergotong royong dan bersatu menyukseskan pilkada 2020.

“Secara pribadi sekaligus sebagai Ketua DPC PDIP Tabanan, saya menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh semeton Tabanan yang dengan semangat bersatunya telah menyukseskan pasta demokrasi pilkada Tabanan yang telah berlangsung kemarin,” jelasnya.

Dr. Sanjaya juga memuji para semeton Tabanan yang menggunakan hak pilihnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga ia yakin, proses pemungutan suara tidak menjadi klaster baru bagi penyebaran covid-19.

Selain itu imbuhnya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan maka perhelatan pilkada 2020 ini tidak saja berlangsung dengan aman, lancar dan demokratis namun juga sehat.

Disinggung terkait perolehan suara sementara yang memenangkan dirinya (pasangan calon Jaya-Wira dengan nomer urut 1), Dr. Sanjaya menyebutkan itu buah dari semangat seluruh masyarakat Tabanan beserta kader dan simpatisan PDIP yang bersatu dan bergotong royong menyukseskan perhelatan politik lima tahunan ini.

“Ya, kemenangan ini adalah bukti dari kuatnya semangat bersatu dan bergotong royong seluruh semeton Tabanan,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak seluruh semeton Tabanan mengawal hasil penghitungan suara hingga nanti KPU Tabanan mengumumkan secara sah kemenangan bagi paslon Jaya-Wira.

Tidak hanya itu, Dr. Sanjaya juga mengajak seluruh semeton Tabanan untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bersatunya dalam membangun Tabanan kedepan. Sehingga visi Nangun Sat Kertih Loka Bali di Tabanan untuk menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani segera terwujud.

Masyarakat Dauh Pale,100 persen Rebahkan Suara ke Sanjaya

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 Tabanan Calon Bupati (Cabup) I Komang Gede Sanjaya memperoleh suara terbanyak sementara di beberapa TPS di Tabanan.

Seperti salah satunya di TPS tempat tinggal Dirinya di TPS 06 Banjar Pakraman Manusmrtti,Desa Dauh Pale,Tabanan.Dari pantauan perolehan suara untuk I Komang Gede Sanjaya berjumlah 438 suara sedangkan A.A.Ngurah Panji Astika tidak memperoleh suara satu pun di TPS asal Sanjaya tersebut.

Sebelum pelaksanaan penghitungan suara sementara kemarin,(Rabu,(9/12) pagi dilakukan.Sanjaya telah menyatakan optimis serta yakin kemenangan Jaya-Wira akan mampu terwujud di Tabanan.

“Saya tetap sangat optimis,karena saya selalu diajarkan dengan sesuatu yang optimis dan semangat.Saya sangat yakin kemenangan Jaya-Wira Astungkare bisa diraih,” jelasnya sebelum pelaksanaan penghitungan suara sementara di Dauh Pale.

Sembari Dirinya juga sempat mengatakan,dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Tabanan, tidak memiliki target akan tetapi yang terpenting menang.

“Tetap saya tidak mau mendahuli yang penting dalam hal ini menanglah.Menang dikit, menang banyak juga sama menang namanya,” cetusnya.

Sanjaya menambahkan,persoalan kalah menang hal biasa tidak ada yang perlu dirisaukan disusahkan karena ini merupakan amanah rakyat.

“Jika rakyat telah mempercayakan dengan siapapun,maka kita songsong dengan baik. Hal tersebut tentunya menjadi harapan saya (Sanjaya),” tutupnya setelah melakukan pelaksanaan pencoblosan kemarin di TPS 06 bersama istri dan putrinya.

Jam 10 Mencoblos, Sanjaya Sebut Memiliki Nilai Historis

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam pelaksanaan pencoblosan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak 2020 Tabanan,Rabu,(9/12) Calon Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta keluarga menggunakan hak pilih di Banjar Pakraman Manusmrtti atau di TPS 06,Desa Dauh Pale,Tabanan.

Sanjaya memilih datang jam 10 pagi ke TPS,jam tersebut dipilih dirinya dikarenakan memiliki nilai historis. Jam 10 merupakan waktu menuju detik-detik proklamasi kemerdekaan RI.

“Saya sudah janji jam 10 pagi akan datang ke TPS untuk menggunakan hak suara saya,” katanya.

Jam 10 mengingatkan dahulu Bungkarno memerdekakan Republik Indonesia (RI) selain itu juga bisa dikatakan waktu tersebut menunjukan detik-detik proklamasi RI.

“Jadi saya tepat datang jam 10 pagi ini dan tetap sesuai amanah dari PKPU juga,” jelasnya.

Persiapan khusus sebelum melakukan pencoblosan ke TPS pasti melakukan persembahyangan terlebih dahulu di pagi hari tadi.

“Santailah,sembahyang dan sarapan dahulu sebelum kesini (TPS),” cetusnya.

Dirinya berharap bagaimanapun pada 9 Desember 2020 masyarakat jangan sampai lupa tetap menerapkan Prokes dengan disiplin.Karena, hal tersebut nombor satu jika sudah melaksanakan prokes tentu tidak akan malah menimbulkan terjadi peningkatan jumlah kasus akibat dari pelaksanaan Pilkada nantinya di Tabanan.

“Harapan saya tentu masyarakat Tabanan bisa kondusif semuanya,persoalan kalah menang merupakan hal biasa.Tidak perlu ada dirisaukan dan disusahkan lagi.Karena,dalam hal ini jika rakyat sudah mempercayakan kepada siapapun mari kita song-song dengan baik,” harap Sanjaya.

Ini Alasan Beberapa Masyarakat Datang Mencoblos Lebih Pagi di Tabanan

TABANAN -Pantaubali.com – Dalam pelaksanaan pencoblosan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak 2020 di Tabanan meskipun ditengah Pandemi Covid-19.

Terlihat masyarakat khsusnya di wilayah Bale Banjar Pakraman Manusmrtti atau di TPS 06,Desa Dauh Pale,Tabanan tetap antosias datang ke TPS menggunakan hak pilih.

Masyarakat datang ke TPS sebagian besar telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin.Mulai dari, memakai masker,mencuci tangan serta ada juga beberapa masyarakat datang selain menggunakan masker juga menggunakan face shield.

Terkait hal tersebut adapun berbagai komentar dan alasan masyarakat datang lebih pagi ke TPS seperti salah satunya disampaikan, Ibu Batani,Rabu,(9/12) warga setempat yang terlihat datang dari jam 8 pagi sudah berduyun-duyun ke TPS.Adapun alasan Wanita yang kesehariannya sebagai pedagang tersebut datang pagi hari,selain biar cepat mengelar barang dagaan juga biar suasana tidak terlalu ramai di TPS.

“Saya (Ibu Batani) datang pagi biar bisa sebentar lanjut jualan dan tidak terlalu ramai juga,” ucapnya.

Kemudian salah satu warga lainnya Ketut Paca Dana ditempat yang sama menyampaikan,datang lebih awal dikarenakan biar bisa mengikuti kegiatan adat di Desa.

“Datang pagi karena sebentar saya mau ada kegiatan adat disini,” katanya.

Kedua warga tersebut kompak menyampaikan tidak takut datang ke TPS dikarenakan, penerapan Prokes telah dilaksanakan dengan baik.Selain itu,sebagai warga Tabanan tentu wajib ikut menggunakan hak suara dalam pemilihan kepala daerah di tahun ini.

Hari ini,Surat Suara dan Bilik Telah Didistribusikan ke Desa di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Pengiriman logistik ke masing-masing Kecamatan terkait pelaksanaan pencoblosan Pilkada serentak 2020 di Tabanan telah dikirim dan dilakukan KPU Tabanan, Selasa,(8/12) (Hari ini).Nantinya Truk akan mengangkut logistik menuju ke Kecamatan akan diturunkan dimasing-masing Desa,itu disampaikan,Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa,Selasa,(8/12) di Tabanan.

“Hari ini(Selasa,(8/12) kita (KPU Tabanan) melakukan pengiriman logistik ke Kecamatan-kecamatan di Tabanan.Ada 10 Kecamatan dengan 133 Desa,jadi hari ini akan dilakukan pengiriman secara serentak,” paparnya.

Logitik dikirim hari ini nantinya akan turun di masing-masing Desa,Truk pengangkut logistik ke Kecamatan selanjutnya diturunkan  ke masing-masing Desa.

“Adapun logistik turun berupa kotak suara saja beserta bilik.Sedangkan yang lain seperti, APD telah kemarin di distribusikan.Bahkan di luar Kota telah 2 hari lalu didistribusikan,” sebutnya.

Pengiriman logistik saat ini diamankan terlebih dahulu di Desa selanjutnya, besok(Rabu,(9/12) akan langsung didistribusikan ke masing-masing TPS yang ada.

“Di TPS masing-masing akan ada 3 bilik,dua berada didalam dan satu merupakan bilik khusus.Sedangkan kotak suara total ada sebanyak 1.130,”katanya.

Sempat sebelumnya(2 minggu lalu) ada TPS dipindah. Tepatnya di Desa Selamadeg Timur hal tersebut dilakukan dikarenakan, tempatnya roboh dan bocor.Akhirnya dipindah dari Balebanjar ke Wantilan desa setempat.

“Langsung Kepala Desa Bersurat ke kita kemudian segera ditiindak lanjuti,” cetusnya.

Terkait udangan kepada pemilih di Tabanan juga telah tersebar,laporan dari masing-masing PPK telah didistribusikan sejak 30 November 2020.Jadi sampai kemarin total seluruhnya telah didistribusikan.

“Dalam undangan tersebut telah tertera juga jam berapa pemilih nantinya mendapat undangan untuk mencoblos,” tutup Subawa.

Pemprov Bali Perkuat Sistem Pencegahan Korupsi

DENPASAR – Pantaubali.com -Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya memperkuat sistem pencegahan korupsi. Tak hanya melalui regulasi, pencegahan korupsi juga dilakukan dengan penerapan sistem digital pada bidang pelayanan seperti pengadaan barang dan jasa, perijinan dan pendapatan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada acara Wirasa TVRI Bali yang mengusung tema ‘Membangun Budaya Anti Korupsi’, Selasa (8/12/2020).

Lebih jauh Sekda Dewa Indra membeber, pencegahan merupakan langkah yang paling penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI telah punya instrument untuk memonitoring daerah yaitu melalui sistem yang disebut Monitoring Centre for Prevention (MCP). Ada tujuh area yang dimonitor KPK untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di daerah yaitu perencanaan penganggaran, kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), managemen ASN, perijinan satu atap, managemen aset dan pendapatan asli daerah.

Sejalan dengan komitmen KPK dalam pencegahan korupsi, Pemprov Bali telah melakukan penguatan sistem pada tujuh area tersebut. Sejauh ini, pemprov sudah menerapkan sistem online pada beberapa area yang rawan korupsi, satu diantaranya adalah PBJ. “Dari hasil penelitian, korupsi paling rentan terjadi pada bidang ini. Mengantisipasi hal tersebut, kita telah terapkan sistem online,” ucapnya. Melalui sistem ini, seluruh proses PBJ dilakukan secara online dan sangat transparan, tak ada lagi rekanan yang bertemu langsung dengan pejabat pengadaan. Yang membanggakan, sistem PBJ Pemprov Bali baru-baru ini meraih penghargaan dari Lembaga Kebijakan Pengadan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). “Kita dinobatkan sebagai Unit PBJ paling transparan,” imbuhnya. Masih dalam bidang PBJ, Pemprov Bali juga memanfaatkan marketplace untuk pengadaan barang dan jasa yang nilainya di bawah Rp. 50 juta. Dalam sistem ini, semua transaksi berlangsung dengan sangat transparan karena dapat dipantau oleh siapapun. Selain itu, jajaran APIP juga lebih mudah melakukan pengawasan karena seluruh jejak digitalnya terekam. Tak hanya pada area PBJ, sistem online juga telah diterapkan pada sistem perijinan dan pendapatan Pemprov Bali. “Ke depan sistem ini akan terus kita sempurnakan,” cetusnya.

Masih dalam kaitan dengan upaya membangun sistem pencegahan korupsi, Pemprov Bali juga memperkuat bidang pengawasan melalui peningkatan kapabilitas APIP. Dewa Indra berpendapat, APIP yang kredibel akan mampu melaksanakan tugas pengawasan dengan baik. “Selain hal-hal yang sudah saya sebutkan tadi, dalam perencanaan dan anggaran kita telah terapkan e-planning dan e-budgeting,” tambahnya.

Pada bagian lain, birokrat asal Buleleng ini menyampaikan bahwa sejauh ini Bali masih relatif minim dari catatan kasus tindak pidana korupsi. Ia berpendapat, hal itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat Bali yang taat pada hukum dan agama. “Seperti kita ketahui, kasus korupsi di Bali sangat kecil. Itu karena kita memiliki budaya yang kuat. Selain itu, kita punya sistem pengawasan yang menjadi pagar agar kita tak keluar dari aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bal I Nyoman Sugawa Korry mengibaratkan korupsi itu seperti proses pembusukan pada ikan. “Ikan itu mulai busuk dari kepalanya, sama halnya dengan upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari jajaran pimpinan,” jelasnya.

Menurut Sugawa Korry, upaya pencegahan korupsi akan efektif bila jajaran pimpinan punya komitmen dan tekad yang kuat. Masih dalam acara yang sama, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Muhhamad Masykur menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh lembaganya difokuskan pada program strategi nasional dan area yang termonitor KPK. Lebih dari itu, pihaknya juga memberi atensi pada efisiensi keuangan daerah dan pengamanan aset.