- Advertisement -
Beranda blog Halaman 897

Bupati Eka,Kembali Sambangi Masyarakat Menderita Sakit di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti melakukam aksi sosial membantu warga Tabanan yang kurang mampu.Kali ini turun ke daerah Desa Bantas, Selemadeng Timur,Tabanan,Jumat,(18/12).

Pertama mendatangi salah satu warga di Banjar Bantas Bale Agung,Desa Bantas,Seltim,Kabupaten Tabanan merupakan pasangan suami istri I Ketut Natra dan Made Wetri.Yang mana,Made Wetri menderita kelumpuhan akibat struk selama 10 tahun lamanya.

Pada kesempatan tersebut dirinya memberikan bantuan berupa sembako, pampers dan dana pribadi berupa uang senilai Rp. 3 juta, yang diserahkan langsung kepada I Ketut Natra yang merupakan suami dari Ni Made Werti.

Kemudian Bupati Eka melanjutkan aksi sosialnya ke daerah Banjar Bunut Puhun di Desa yang sama dengan mengunjungi Kakak-Beradik Ni Ketut Longker (80) dan Ni ketut Langkir (78) di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Seltim. Ni Ketut Longker menderita trauma, yakni takut melihat orang banyak dan Ni ketut Langkir mengalami sakit patah tulang dari 3 bulan yang lalu.

Kakak beradik yang diurus oleh I Wayan Selawa yang masih mempunyai hubungan keluarga tersebut, diberi bantuan berupa sembako, dana pribadi berupa uang tunai senilai Rp. 3 juta dan termasuk akan diberikan bantuan bangunan WC senilai Rp. 10 juta, karena kakak beradik ini belum mempunyai bangunan WC.

Meskipun sesuai data di lapangan, warga yang sakit ini juga telah menerima bantuan dari Pemerintah, namun hal itu dikatakan Bupati Eka belumlah cukup.

“Mereka masih perlu uluran tangan kita, karena keluarga ini mengalami cobaan yang sangat berat disamping perekonomian yang kurang mencukupi,” sebutnya.

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Tabanan agar lebih peduli dengan sesamanya dan hanya menunggu bantuan pemerintah. Karena menurutnya, tanpa kerjasama dari semua pihak, pemeritah tidak akan bisa bekerja sendiri.

“Ayo kita sama-sama gotong-royong bantu mereka. Artinya membantu masyarakat itu, jangan menunggu pemerintah saja. Kalau kita punya ejeki lebih, ayo bantu,” cetusnya.

Bupati Eka berharap kunjungannya ini mampu memberikan semangat bagi para penderita sakit agar selalu mampu berjuang demi kesembuhannya. Disamping itu Ia juga berharap bantuan ini mampu meringankan beban warganya yang sakit sekaligus pihak keluarga yang mengurusnya.

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan agar selalu disiplin mentaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah di masa pandemi ini. Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M,memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Karena hal itu merupakan kunci agar virus Covid-19, khususnya di Tabanan dapat diminimalisir penyebarannya

Kominfo Tabanan,Sayangkan Pengerusakan Tulisan Papan Lampu Wifi Corner

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali terulang kasus pengerusakan fasilitas publik berupa lampu bertuliskan Wifi Corner di area Wifi Corner pojok barat lapangan Dangin Carik Tabanan pada,Kamis,(17/12) kurang lebih pukul 00.45 Wita.Dari Video rekaman terlihat pelaku sengaja merusak fasum tersebut dan sangat jelas terpantau melalui camera CCTV di areal Wifi Corner tersebut.

“Kejadiannya sekitar 2 malam yang lalu dan dilaporkan kepada Saya (Kadis Kominfo Kabupaten Tabanan,I Putu Dian Setiawan) semalam oleh Kasi Infrastruktur terkait pengerusakan atas fasilitas Kominfo di lapangan dangin carik yaitu, bertuliskan Wifi Corner yang menyala.Dengan kejadian terjadi,Kamis 17 Desember 2020 pukul 00:45-00:48,” jelas Kadis Kominfo Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan,Jumat,(18/12) sore saat dikonfirmasi Via WA di Tabanan.

Tim infrastuktur Kominfo menemukan ada rekaman kejadian oknum merusak fasilitas Publik milik Kominfo di pojok lapangan Alit Saputra, dan dengan rekaman CCTV yang ada Kominfo meminta kesadaran oknum tersebut untuk bertanggung jawab karena,merusak fasilitas Publik.

“Bila tidak ada ethikad baik dari oknum yang menyebabkan kurang berfungainya fasilitas publik dengan baik.Maka akan kita lanjutkan dengan laporan ke penegak Hukum,” sebutnya.

Tentu hal tersebut sangat disayangkan dengan adanya oknum-oknum kurang sadar untuk turut memelihara fasilitas publik yang ada tersebut.

“Kita menghinbau warga untuk secara bersama-sama menjaga fasilitas publik agar berfungsi dengan lebih baik,” himbaunya.

Sembari Dirinya menambahkan, terkait kerugian akibat kejadian tersebut masih di hitung.

Gubernur Bali, Dukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

DENPASAR – Pantaubali.com – Kebutuhan konsumsi BBM Indonesia yang mencapai sekitar 1,2 juta barrel oil per day (BOPD) sebagian besar masih impor. Dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi, ketergantungan pada BBM impor akan terus meningkat. Untuk itu harus segera ditanggulangi.

Demikian penegasan disampaikan Menteri ESDM Arifin Tasrif saat menggelar acara Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) via daring, Kamis (17/12).

“Oleh karena itu diperlukan penggunaan sumber energi lokal terutama energi baru terbarukan dan gas, yang digunakan untuk pembangkit listrik sebagai penyedia listrik bagi KBLBB. Sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional,” tutur Arifin.

Dikatannya, public launching ini bertujuan mengintegrasikan program pemerintah pusat dengan daerah beserta stakeholder dalam mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

“Dasar pemikiran program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional (KEN) dengan mengurangi ketergantungan impor BBM. Yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada neraca pembayaran indonesia akibat impor BBM,” jelasnya.

Apabila program ini berjalan mulus, pihaknnya optimis akan mampu memenuhi target penurunan impor BBM sebesar 77 ribu barrel oil per day dari penggunaan 13 juta unit kendaraan bermotor. Dengan begitu bekal menghemat devisa sekitar 1,8 juta USD. Yang tak kalah pentingnya akan dapat menurunkan emisi CO2 sebesar 1,1 juta ton CO2 hingga tahun 2030.

Penyusunan Grand Strategi Energi oleh Kementerian ESDM melalui programnya penggunaan KBLBB ini juga telah didukung dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam mendorong implementasi kebijakan KBLBB.

“Kebijakan ini diharapkan akan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi,” ujar Luhut.

Untuk itu, pihaknya pun mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD untuk menjadi pionir dalam penggunaan KBLBB, khususnya sebagai kendaraan operasional di lingkup instansi masing-masing. Selain itu pula memberikan apresiasi terhadap instansi yang telah mulai menggunakan KBLBB sebagai kendaraan operasional mereka.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang turut mengikuti launching tersebut menyatakan dukungan dan upaya yang telah dilaksanakan Pemprov Bali dalam mensukseskan penerapan KBLBB. Di antaranya dengan diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Di mana dari keseluruhan energi dari hulu sampai hilir akan dirancang sebagai energi bersih. Pun untuk KBLBB telah diterbitkan pula Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang diterbitkan tanggal 5 November 2019.

“Sedianya kami berencana merealisasikan kebijakan-kebijakan itu pada tahun ini. Tapi terkendala pandemic, kami baru bisa fokus pada pembuatan SOP dari pelaksanaan KBLBB di Bali,” kata Gubernur Koster.

Ditambahkannya, untuk memulai upaya upaya riil penerapan KBLBB di Pulau Dewata telah diawali dengan percontohan kegiatan uji coba bus listrik pada kawasan strategis pariwisata nasional. Disusul peresmian stasiun pengisian kendaraan listrik umum dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.

Selain itu, sebut Gubernur Koster, Pemprov Bali saat ini telah memanfaatkan PLTS hibah dari Kementerian ESDM pada jaringan listrik komplek perkantoran di lingkungan Kantor Gubernur Bali. Di Bali, pengembangan KBLBB rencananya bakal diawali untuk area kawasan kawasan pariwisata, seperti Sanur, Ubud dan Kuta. Untuk daerah Denpasar telah dikoordinasikan untuk segera dilaksanakan secara bertahap.

“Kami di Bali sangat mendukung kebijakan ini, karena sejalan dengan filosofi dan kearifan budaya lokal untuk membangun alam yang bersih dan ramah lingkungan. Mohon dukungan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan,” terang Gubernur Bali asa Desa Sembiran, Buleleng tersebut.

Ny Putri Koster Ajak Seniman Muda Asah Kemampuan dan Pengalaman

DENPASAR – Pantaubali.com -Belakangan ini bakat-bakat muda di bidang seni terus bermunculan di Pulau Dewata, hingga membuat seniman multitalenta Ny Putri Suastini Koster tidak merasa khawatir akan proses regenerasi pelaku seni asal Bali untuk masa yang akan datang.

“Setelah melihat sendiri perkembangan bakat-bakat muda, Ibu tidak khawatir akan keberlangsungan seni di Bali, mengingat bakat seni anak-anak mudanya luar biasa,” puji pendamping orang nomor satu di Bali ini, saat menerima para finalis kompetisi Bintang Pop Bali TVRI di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar pada Kamis (17/12) siang.

Di hadapan para finalis yang sebagian besar masih duduk di sekolah menengah pertama ini, Ny Putri Koster mengajak untuk terus mengasah diri dan pengalaman dalam kesenian, khususnya tarik suara. “Di Bali, berkesenian adalah identitas dan kepribadian kita, sebagai jati diri kita di Bali. Asah diri terus, (bagi waktu,red) kapan saatnya untuk belajar, kapan untuk kegiatan seni. Jika fokus, pasti ananda akan sukses,” ujar sosok seniman serba bisa ini.

Tak lupa, Ny Putri Koster berpesan agar para penyanyi yang masih sangat belia ini dapat menempatkan diri dan penampilan sesuai dengan usianya atau jangan tampil berlebihan. “Pakaian misalnya, pakailah yang nyaman, simpel tapi manis sesuai dengan usia. Karena pakaian yang nyaman juga menunjang performa di atas panggung, jadi lebih luwes. Penonton juga akan lebih fokus pada suara dan ekspresi ananda,” ujarnya.

Demikian halnya dengan make up, hendaknya disesuaikan dengan karakter remaja yang lebih natural. “Remaja bepenampilan-lah layaknya remaja. Lagu juga demikian, lagu cinta boleh, tapi cinta itu universal bisa cinta tanah air, alam juga cinta orang tua,” katanya lagi.

Ny Putri Koster juga berharap ke depan makin banyak ajang serupa sebagai wahana penyaluran bakat anak-anak-muda Bali. ” Mudah-mudahan ke depan makin banyak wadah untuk bibit potensial seniman muda kita. Para finalis ini juga jangan berhenti sampai disini, terus lanjutkan agar kemampuan makin terasah dan baik,” harapnya.

Salah satu finalis Putu Andika Pramana asal Buleleng mewakili rekan-rekannya mengaku pertemuan dengan Ny Putri Koster sangat berkesan dan bermakna bagi dirinya dan finalis lain. “Meskipun singkat, tetapi pertemuan ini sangat memotivasi kami dan banyak hal yang bisa kami pelajari,” ucapnya.

Pada perhelatan kali ini, tercatat 8 orang finalis Bintang Pop Bali TVRI masing-masing atas nama I Gusti Ayu Satya Rani Daniswari Bagya, AA Sri Mulya Raya, Ni Kadek Pradnya Putri Utami, Ayu Komang Kharisma Dewi, Putu Andika Pramana, Ni Putu Kita Suarianti, Dewa Ayu Agung Istri Mas Widia Pradnyasuari Pemayun dan Kadek Natasya Aurelia Saraswati.

I Gusti Ayu Satya Rani Daniswari Bagya asal Denpasar berhasil keluar menjadi juara 1 disusul Dewa Ayu Agung Istri Mas Widia Pradnyasuari Pemayun (juara 2) dan AA Sri Mulya Raya (juara 3).

Ratusan Anggota Polres Tabanan,Mendadak Dites Urine

TABANAN – Pantaubali.com – Ratusan anggota Polres Tabanan dan anggota Polsek jajaran, khususnya yang pengemban bidang tugas fungsi Opsnal secara mendadak di wajibkan mengikuti Tes Urine,Kamis,(17/12) pukul 09.00 wita dihalaman depan Polres Tabanan.

“Ya, hari ini dilakukan tes urine mendadak, dalam rangka pengawasan dan pengendalian personel khususnya yang mengemban tugas fungsi Opsnal, sebagai upaya antisipasi, pengawasan dan pencegahan adanya penyimpangan perilaku dan penyalahgunaan Narkoba oleh anggota, khususnya anggota Polres Tabanan dan jajaran,” jelas Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar.

Pimpinan Polri tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang terbukti menyalah gunakan wewenang, termasuk yang Positif menggunakan Narkoba.

“Hukum harus ditegakkan kepada siapapun, termasuk kepada aparat yang melanggar akan ada tindakan tegas,” ucapnya.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan Tim Bid Dokkes Polda Bali Nihil Anggota Polres yang terindikasi Narkoba.

Perhari ini,Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 132 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Kamis,17/12) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 132 orang (125 orang melalui Transmisi Lokal dan 7 PPDN),sembuh sebanyak 101 orang, dan 2 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut,Terkonfirmasi Positif 16.012 orang,Sembuh 14.596 orang (91,16%), dan Meninggal Dunia 476 orang (2,97%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 940 orang (5,87%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Gubernur Bali,Sambut Baik Keputusan Pembatasan Kegiatan Pengembangan Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Menyikapi Keputusan Bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali Nomor : 106/PHDI-Bali/XII/2020, Nomor : 07/SK/MDA-Prov Bali/XII/2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Pengembanan Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali, membuat Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara untuk menyikapi keputusan tersebut, pada Kamis, Wraspati, Paing, Prangbakat (17/12).

Munculnya Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali telah menimbulkan kerisauan, kekhawatiran, dan gangguan terhadap tatanan kehidupan beragama Hindu di Bali sesuai dengan Dresta Bali yaitu adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali yang merupakan fundamental kehidupan Krama Bali.

“Untuk itu saya menyambut baik terbitnya Keputusan Bersama Tentang Pembatasan Kegiatan Pengembanan Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali sebagai jawaban atas aspirasi dan harapan Krama Bali yang telah muncul sejak lama tanpa ada kepastian jawaban. Astungkara, kita sepatutnya bersyukur, karena Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, sebagai lembaga yang berwenang, secara bersama-sama telah mengeluarkan Keputusan yang sangat penting bagi kehidupan Krama Bali,” katanya.

Gubernur Koster menilai Keputusan Bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, sesungguhnya merupakan pengejawantahan Visi Pembangunan Daerah Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Sangat menghormati dan mendukung terbitnya Keputusan Bersama tersebut dalam mewujudkan tatanan kehidupan Krama Hindu di Bali yang rukun, damai, dan tertib yang telah terbangun dan mengakar selama berabad-abad berdasarkan adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali. Tatanan kehidupan inilah yang sesungguhnya merupakan jati diri asli Krama Bali (Genuine Bali),” paparnya.
Dirinya mencatat telah mengeluarkan Perda Provinsi Bali, Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali ini dengan tegas juga menyatakan bahwa kekayaan dan keunikan adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali yang menyatu menjadi tatanan kehidupan beragama Hindu di Bali inilah yang menjadi kekuatan aura atau taksu Pulau Bali. Harus dipahami dengan sesadar-sadarnya, inilah yang menjadi keunggulan Bali, sehingga Bali menjadi sangat terkenal, dicintai, dan dihormati oleh masyarakat dunia.
Atas keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali ini, Gubernur Wayan Koster meminta kepada Krama Bali agar menerima, mentaati, dan melaksanakan Keputusan Bersama tersebut dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab sebagai upaya kita bersama untuk menjaga eksistensi dan keberlanjutan tatanan kehidupan Krama Hindu di Bali yang merupakan warisan adiluhung, dari Ida Sasuhunan dan Leluhur Bali.
“Inilah komitmen nyata yang wajib dilaksanakan sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab terhadap warisan adiluhung tersebut. Jangan sampai terbawa arus nilai-nilai luar yang berpotensi merusak tatanan kehidupan adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali.Meminta Desa Adat agar bersinergi dengan pihak terkait untuk mengawal, mengamankan, dan melaksanakan Keputusan Bersama tersebut dengan sungguh-sungguh, tulus, dan lurus,” paparnya.

Sembari Dirinya mengajak semua pihak agar bersatu padu dan solid bergerak dengan penuh semangat, guna menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan dinamika perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global yang berdampak terhadap masa depan tatanan kehidupan Krama Bali dalam memasuki Bali Era Baru.

Ini Kata IFBEC,Terkait Adanya Kewajiban Tes PCR di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Adanya kewajiban tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang diperkirkan pariwisata Bali bisa merugi hingga Rp967 miliar akibat pembatalan ratusan ribu tiket pesawat dan hotel.Menangapi hal tersebut, Ketua Indonesia Food n Beverage Executive Assosiation (IFBEC),Ketut Darmayasa,Kamis,(17/12) saat dikonfirmasi di Denpasar menyampaikan,dengan terbitnya SE 2021 atau 2020 dari segi financial dinilai sangat besar.Seperti halnya terlihat pada data yang sering tampil di media terkait adanya pembatalan 133.000 tiket kunjungan ke Bali,refund tiket mencapai Rp.317 m dan potensi kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 967 m.

Bisa dikatakan sangat luar biasa berdampak pada perekonomian masyarakat terutama para pelaku priwisata dan pendukung pariwisata lainnya.Jika dilihat sudah hampir 10 bulan hidup dengan ketidak pastian,bahkan ada sampai tidak memiliki pekerjaan.

“Jika dilihat dari sisi Industri terutama makanan dan minuman,potensi kerugian meskipun belum dihitung namun sudah bisa dibayangkan bahwa kerugiannya sangat besar,” jelasnya.

Semua calon pengunjung atau wisatawan yang akan berkunjung sudah pasti akan makan dan minum,dimana itu bisa menaikkan perekonomian masyarakat baik di industry maupun dikalangan umum
Jika dilihat saat ini beberapa hotel telah buka dengan protokol kesehatan dengan pembuktian tersertifikasi CHSE dan verifikasi dari Dinas Pariwisata prov/kab/kota se Bali,begitu juga hotel yang mau akan buka sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk menyambut datangnya Festive season dimana saat festive season.

“Ini bisa dikatakan kesempatan emas buat mereka untuk mencari revenue buat usahanya dan penghasilan keluarganya,kerugian yang sudah bisa terlihat dalam persiapan tesebut meliputi biaya dekorasi, entertainment,tiket ,pembuatan Market list untuk makanan dan minumna yang sudah terlanjur diproses,”bebernya.

Terkait dengan hal tersebut dari anggota IFBEC-Bali pada dasarnya kurang setuju dengan kebijakan tersebut apalagi sifatnya sangat mendadak ditengah mereka sedang dalam persiapan perayaan.

“Memang sangat dilema antara kesehatan dan ekonomi,semoga ada perkembangan baru dari SE tersebut,” sebutnya.

Setelah adanya masukan dari beberapa pihak,mungkin yang bisa dijadikan pertimbangan adalah merelokasi atau pengalihan beberapa anggaran dana hibah.Atau dana program branding Pariwisata masing-masing kabupaten/kota se Bali bisa di alihkan untuk rapid antigen kepada calon pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke Bali.Atau mungkin bisa program CHSE pengontrolannya diperketat dengan menerjunkan aparat dan melibatkan dessa Adat atau mungkin ada strategi lain.

“Kami semua menyadari bahwa Bali memang sebagai percontohan dan citra positifnya harus dijaga,Bali harus sehat dan Pariwisata harus kuat,mengelola covid memang harus dengan kehati-hatian,salah melangkah maka dampaknya akan lebih besar lagi.Namun segala keputusan yang berdampak kepada masyarakat luas harus diperhitungkan jauh sebelumnya juga,” paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan,apapun menjadi keputusannya semoga itu yang terbaik buat banyak orang,karena kita meyakini setiap keputusan akan berdampak pada 2 hal,dirugikan atau di untungkan.

“Seperti ada pepatah bilang “UNITY grows when we PAIR”teruslah bersatu,” tutupnya.

KPU Badung Menilai,Kesadaran Berpolitik Masyarakat Semakin Meningkat di Badung

BADUNG – Pantaubali.com -Melihat partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Badung menyetuh angka 84,62 persen.Maka, dinilai kesadaran berpolitik masyarakat Badung sudah semakin meningkat.Hal tersebut juga telah dibuktikan dari pelaksanaan Pemilu 2019 dengan partisipasi Pemilih mencapai 87,22%,itu disampaikan,Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta,Kamis,(17/12) saat dikonfirmasi di Denpasar.

“Kami meyakini bahwa, kesadaran berpolitik masyarakat Badung sudah semakin meningkat, dimana hal ini juga dibuktikan pada saat Pemilu 2019 yang Partisipasi Pemilihnya mencapai 87,22%, meningkat dari partisipasi Pemilu tahun 2014 sebesar 78%.Tentu kalo melihat data ini, sangat wajar kemudian ada peningkatan partisipasi pemilih di pemilihan serentak 2020,” jelasnya.

Dari total jumlah partisipasi pemilih tersebut,Pemilih yang hadir mencapai 100% tersebar di 4 Kecamatan di Badung.

“Daerah yang terdapat TPS dengan jumlah Pemilih hadir mencapai 100% tersebar di Kecamatan Petang, Abiansemal, Mengwi dan Kecamatan Kuta Utara,” ujarnya.

Jika dilihat secara umum semua kecamatan pada 2015 partisipasinya rendah, sedangkan untuk Pilkada Badung 2020 tahun ini, semua mengalami peningkatan.Dari total partisipasi pemilih tersebut, untuk pemilih pemula belum bisa dipastikan jumlahnya karena, harus mengecek daftar hadir pemilih.Sedangkan untuk total jumlah Pemilih Disabilitas sebanyak 661 Orang telah menggunakan hak pilihnya.

Sembari Dirinya berharap penyelenggara Pemilihan/Pemilu agar senantiasa bekerja pada dasar aturan yang ada dan selalu siap dengan segala perubahan yang terjadi.

“Semoga penyelenggara kedepan lebih baik lagi dalam rangka menjaga marwah demokrasi khususnya di Badung,” tutup Cipta.

Gubernur Bali, Dukung Keterlibatan BPD dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di Sektor Perumahan

TABANAN – Pantaubali.com – Guna menjaga keamanan,ketertimban dan penerapan protokol kesehatan menyambut pergantian tahun ditengah Pandemi.Polres Tabanan akan fokus melakukan pemantauan pada selebrasi terutama yang mungkin menimbulkan penggumpulan orang banyak disuatu tempat.Termasuk juga di tempat-tempat wisata akan dilakukan hal yang sama, itu disampaikan,Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S, Siregar,Rabu,(16/12) (Kemarin) di Tabanan.

“Tentu masih dalam tahap berjuang,bagaimana disiplin dalam mencegah kerumunan massa tersebut,” jelasnya.

Pengamanan nantinya akan di fokuskan ke tempat-tempat objek wisata juga.Hal tersebut dilakukan tentu dalam upaya ingin ikut membantu Pemerintah dalam upaya penerapan protokol kesehatan dengan disiplin dan agar tetap dilakukan serta disiapkan oleh peyelengara wisata tersebut.

“Jika nantinya di tempat-tempat pariwisata ada kerumunan, tentu tetap akan diberi himbauan juga,” ujarnya.

Adapun jumlah personil akan disiagakan dalam pergantian tahun di Tabanan menurut Dirinya, jumlahnya telah nencukupi.

“Jadi jangan diragukan lagi kami (Polres Tabanan) telah memiliki 2 Pos pelayanan dan 3 Pos pengamanan,” tutupnya.