- Advertisement -
Beranda blog Halaman 892

Nenek 90 tahun Diperkirakan Jatuh ke Jurang

TABANAN – Pantaubali.com – Nenek 90 tahun dicurigai terjatuh ke jurang di belakang rumahnya pada Minggu (27/12). Keterangan dari pihak keluarga, Ni Ketut Rampin meninggalkan rumah guna mencari kayu bakar ke ladang yang lokasinya berada di belakang rumah. Sejak Minggu pagi hingga keesokan harinya, ia tak kunjung kembali.

Dari informasi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), lokasi kejadian berada di Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan,Provinsi Bali.

“Kami menerima laporan dari Bapak Krisna, ada warga yang dicurigai jatuh ke jurang, karena hanya ditemukan sandal dan parang, sementara orangnya hingga saat ini belum kembali,” terang Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada.

Sebanyak 10 personil yang diberangkatkan ke lokasi dan mereka mulai melakukan pencarian sekitar pukul 07.40 Wita. Di lokasi hujan deras membuat jalan turunan menjadi licin, maka tim menyesuaikan dengan kondisi.

“Sejauh ini, meskipun hujan, tim tetap melanjutkan pencarian, berjalan turun ke arah bawah dimana ditemukan barang-barang milik nenek tersebut hingga menyisiri sungai” tutupnya.

Menparekraf Memastikan Protokol Kesehatan Diterapkan Saat Libur Nataru di Bali

BADUNG – Pantaubali.com -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pawisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, langsung melakukan berbagai kegiatan kerja di pekan pertamanya sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo,Minggu (27/12). Sandiaga melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat di berbagai destinasi saat momen libur Natal dan Tahun Baru 2020.

“Kedatangan saya ke Bali kali ini guna memastikan penerapan protokol kesehatan telah dijalankan dengan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, yaitu Bali,” ujarnya.

Dalam peninjauan destinasi pertamanya, Sandiaga melihat kesiapan penerapan protokol kesehatan CHSE atau K4, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Keberlangsungan Lingkungan) di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Sandiaga melihat langsung alur penumpang saat turun dari pesawat, validasi formulir deklarasi kesehatan (E-HAC), dan surat keterangan PCR.
Seperti diketahui, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2021 Tahun 2020 mewajibkan pengunjung yang hendak memasuki Bali melalui transportasi udara untuk melakukan test PCR H-7 sebelum keberangkatan. Sandiaga juga memantau alur penumpang saat mengambil bagasi. Sementara di area keberangkatan, Sandiaga meninjau calon penumpang yang tengah menjalani proses rapid.

“Saya ingin melaporkan, kebetulan kita lihat dengan mata kepala sendiri proses penerapan protokol kesehatan yang hanya bertambah 3 detik dari keseluruhan tahapan yang mengacu pada protokol yang sudah ditetapkan. Saya harapkan kepatuhan dari para wisatawan dan para pengunjung yang datang ke Bali dari seluruh daerah, karena ini untuk kepentingan kita bersama. Kita patuhi dengan betul-betul ketat dan disiplin,” paparnya.

Data dari Posko Nataru Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan jumlah penumpang pesawat domestik terus bertambah. Pertumbuhan rata-rata harian penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru sebesar 14 persen. Data dari 18 Desember hingga 26 Desember 2020, jumlah penumpang yang tiba di Bali sebanyak 62.093 penumpang. Sementara untuk keberangkatan, sebanyak 54.317 penumpang.

“Tentunya kita prihatin dengan pandemi COVID-19 ini. Arahan dari Presiden, bahwa kita harus berbenah kita harus menyiapkan destinasi-destinasi wisata kita karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini banyak sekali menyiapkan peluang kerja. Saya dengar di Bali begitu banyak yang terdampak kehilangan lapangan pekerjaan, kekurangan penghasilan dan situasi ekonomi yang sulit. Jadi ini situasi yang tentunya jadi perhatian dan prioritas kita ke depan,” bebernya.

Kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Uno akan berlangsung dua hari hingga Senin (28/12).Rencananya Sandiaga akan meninjau penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (K4) di berbagai destinasi wisata lainnya di Bali.
Termasuk bertemu dengan jajaran pemerintah daerah di Bali serta industri dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk berdiskusi dan mendapat masukan dan kendala-kendala yang dihadapi, agar mendapatkan strategi terbaik ke depan.

Optimistis tanda-tanda kebangkitan pariwisata Bali mulai terlihat. Di tengah pandemi, sejak Mei 2020 tercatat kedatangan pesawat ke Bali mulai naik 10 kali lipat.

“Wisnus jumlahnya lebih banyak bahkan naik lebih dari 30 kali lipat selama periode Mei sampai November 2020 baik melalui jalur darat maupun udara,”ucapnya.

Sembari menambahkan, bahwa berdasarkan laporan diterima hingga akhir Desember 2020, rata-rata 6.000 wisatawan memasuki Bali.
Adapun alasan kedatangan ke Bandara Ngurah Rai, Bali, untuk meninjau dan memastikan secara langsung layanan dan penerapan standar protokol kesehatan.

“Ini blusukan, kita bisa melihat langsung standar CHSE yang sudah diinisiasi yang memang harus di chase dan cek implementasinya di lapangan. Bali menjadi semacam champion proses reaktivasi pariwisata nasional pascapandemi,” katanya.

Dia berkeyakin bahwa Bali telah sepenuhnya siap menyambut kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus makin siap menyongsong kebangkitan pariwisata.

Dihadapan Koster-Ace, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Siap Dukung 100 Persen Pariwisata Berbasis Budaya Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dengan tegas menyatakan siap mendukung 100 persen pariwisata Bali yang berbasis budaya. Hal itu diungkapkannya dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati ‘Cok Ace’ saat melakukan kunjungan kerja ke kediaman Gubernur Bali di Jayasabha Denpasar pada, Minggu (27/12) sore.

Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dihadapan Gubernur Koster menceritakan selama dirinya berada di Bali, telah melakukan kunjungan ke destinasi wisata di Kuta, Badung dan berdiskusi dengan pelaku pariwisata hingga pengunjung, dimana para pengunjung dan pelaku pariwisata menyatakan apresiasinya terhadap penanganan Covid-19 di Pulau Bali.

“Saya berharap di Pulau Bali ini kita bisa menciptakan pariwisata yang berkualitas ‘quality tourism’,” ujarnya seraya menyatakan rasa kagum terhadap pesona alam di bagian Bali Barat, karena saya baru pertama kali menaiki perbukitan di Pura Batu Kursi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sedangkan di Bali Timur itu yang sangat cantik alamnya ada di Tulamben, Karangasem.

Mendengar hal itu, Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dan Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa mengucapkan selamat kepada Sandiaga Salahuddin Uno yang baru saja dilantik oleh Presiden RI, Joko Widodo sebagai Menparekraf Republik Indonesia.

Karena memegang jabatan strategis di Kementrian Pariwisata dan Bali sebagai destinasi wisata dunia, Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini lebih lanjut menjelaskan kepada Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bahwa kebijakan pembangunan pariwisata di Pulau Dewata ini selalu mengedepankan konsep pariwisata yang berbasis budaya dengan kearifan lokalnya.

Sehingga sampai saat ini, budaya dan kearifan lokal Bali selalu menjadi kekuatan utama di dalam memajukan pariwisata yang berkualitas.

“Jadi kami harus mengedepankan ‘quality tourism’ di Bali, agar pariwisata Bali berjalan secara berkelanjutan,” jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali ini.

Kata Wayan Koster, salah satu cara untuk menciptakan quality tourism di Bali selain berpegang teguh pada budaya dan kearifan lokal Bali, kita juga melakukan penerapan protokol kesehatan dengan disiplin. Kemudian secara berkelanjutan dan agar memiliki manfaat, maka kami mendorong Kementrian Pariwisata Republik Indonesia untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dengan memberdayakan mata rantai pertanian dan kelautan di Bali sebagai sumber pendukung aktivitas pariwisata.

“Kami ingin tata kelola pariwisata di Bali betul-betul bisa memberdayakan mata rantai aktivitas pertanian dan hasil kelautan kami, supaya eknomi di Bali berjalan, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat lokal,” tambahnya bersama Wagub Cok Ace yang notabene menjabat sebagai Ketua PHRI Provinsi Bali.

Selanjutnya, karena Pulau Bali destinasi pariwisatanya juga berada di wilayah pesisir, maka kami juga sudah melakukan simulasi kunjungan wisata bahari dengan konsep mengelilingi Bali, dan mereka yang berwisata ini menginapnya di daratan Bali.

“Bali komitmen untuk menciptakan destinasi wisata baru, salah satunya dengan mengusung konsep wisata bahari, dan kami mohon dukungan Bapak Menteri Pariwisata,” ucapnya sembari memberikan kenang-kenangan berupa Usada Barak ‘Balinese Arak’ kepada Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Atas adanya permohonan tersebut, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan apa yang menjadi kehendak Gubernur Bali kita akan ikuti terkait kebijakan pariwisata di Bali ini.

Sebagai penutup, Gubernur Koster mengajak seluruh instansi pemerintahan di Bali untuk bersama-sama mencegah Covid-19.

“Termasuk bertindak tegas di dalam memberikan penanganan tindak disiplin kepada beberapa Bule/wisatawan asing yang ditemukan membandel tidak memakai masker di areal Kuta,” pungkasnya dihadapan Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa.

Masuk Kamar Tidur, Wanita Paruh Baya Hilang di Perean

TABANAN – Pantaubali.com – Disuruh tidur seorang wanita paruh bayak berinisial NKR( 90) sebagai Petani atau Pekebun asal Dusun Perean Tengah,Baturiti,Tabanan hilang kurang lebih pukul Sekitar pukul 10.00 wita.Tentu hal tersebut membuat sanak keluarga korban panik serta melakukan pencarian bersama-sama warga setempat.Serta dilaporkan juga pada,Sabtu,(27/12) jam 17.00 wita.

Terkait hal tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia,Minggu,(27/12) dalam keterangan relisnya menyampaikan kronologis kejadian tersebut, dimulai hari Sabtu 27 Desember 2020 pukul 03.00 wita korban keluar dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.Setelah itu kembali masuk kamar tidur,adapun saksi saat menegur sambil mengatakan sudah malam agar segera tidur.

Sekitar pukul 10.00 wita korban tidak keluar-luar dari kamarnya.Kemudian setelah saksi mengcek ke kamar dan ternyata korban tidak ditemukan di kamarnya kemudian dicari seputaran rumahnya namun tetap tidak diketemukan.

“Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke prajuru adat kemudian secara bersama-sama masyarakat mengadakan pencarian,” ujarnya.

Saat berada di sebuah tebing curam dan licin ditemukan sandal jepit warna hitam dan pisau yg di duga milik korban namun korban tetap Tidak di temukan.

“Bersama-sama masyarakat juga telah melakukan pencarian ulang sampai radius 1 km ditebing barat rumah korban,” ucapnya.

Sembari Dirinya menambahkan,adapun barang bukti saat ini yaitu, berupa 1 ( satu ) pasang sendal jepit warna hitam dan pisau besar ( blakas).

Pandemi, Penjualan On Line Melonjak Usaha Ekspedisi Ikut Terdampak

DENPASAR – Pantaubali.com -Ditengah Pandemi ternyata memberi dampak pada transaksi penjualan produk melalu jejaring On Line.Yang secara tidak langsung berimbas pada usaha ekspedisi.Kondisi tersebut salah satunya dirasakan perusahan ekspedisi JNE di Kota Denpasar.

Seperti disampaikan,Kepala Cabang JNE Kota Denpasar,Alit Septiniwati saat ditemui belum lama ini di Sanur,Denpasar mengatakan, memang kondisi tersebut terjadi,apa lagi dalam menyambut hari raya Natal dan tahun baru di tahun ini telah terjadi peningkatan pengiriman dilakukan oleh masyarakat.

Pengiriman meningkat salah satunya disebabkan, adanya peningkatan pengiriman barang khususnya terkait kebutuhan menyambut hari Raya Natal dibanding sebelumnya.

“Tentu berpengaruh pada pengiriman barang saat ini,” ujarnya.

Untuk di wilayah Bali (Denpasar) di 2020 telah terjadi peningkatan mulai dari 15 peren sampai 20 persen.Akan tetapi, jika dibanding tahun sebelumnya peningkatannya sebesar 30 persen.

“Memang terlihat menurun, kondisi tersebut disebabkan danya Pandemi yang telah melumpuhkan beberapa sektor usaha khususnya pariwisata di Bali.Akhirnya secara tidak langsung berpengaruh ke perekonomian,terutama menurunya keinginan masyarakat untuk berbelanja juga,”bebernya.

Meskipun demikian tetap ada peningkat di tengah kondisi saat ini.Baik, terkait Incoming ataupun Outgoing.

“Jika dilihat rata-rata barang masuk dalam satu hari ke Kota Denpasar sebesar 16 ribu kiriman atau sebanyak 35 ton sedangkan untuk Outgoing sebanyak 9 ribu perhari jika ditonasekan sebesar 20 ton untuk selanjutnya disebarkan ke seluruh Indonesia,” katanya.

Dalam pengiriman barang tentu tetap memanfaatkan jalur sekunder atau transportasi darat selain tetap menggunakan jalur udara atau menggunakan pesawat juga.

“JNE tidak hanya berpatokan dengan satu armada transportasi saja. Jadi bisa dikatakan ada alternatif dalam penyampaian pengiriman barang agar bisa sampai ketangan penerima tepat waktu,aman serta nyaman atau tetap bisa berbagi kebahagiaan kepada masyarakat,” pungkas Alit.

Satgas ENFORCE Kerumunan,Terus Bergerak Selama Pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

TABANAN – Pantaubali.com -Patroli Gabungan Satgas ENFORCE Kerumunan yang terdiri dari Anggota Kodim 1619/Tabanan bersama Gudmurah Paldam IX/Udy, Anggota Polres Tabanan, Satpol PP Kab. Tabanan dan Pecalang dalam Rangka Penerapan Disiplin dan Gakkum Protokol Kesehatan Sesuai Pergub Bali no.46 tahun 2020 dan Perbup Tabanan no 44 tahun 2020 terus bergerak melaksanakan pendisiplinan dan menegakkan hukum protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Tabanan,Jumat (25/12).

Adapun sasaran Satgas ENFORCE kali ini diantaranya Kecamatan Baturiti dengan menyasar DTW Ulun Danu Beratan, Obyek Wisata Kebun Raya Eka Karya Bali Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan, Kemudian dilanjutkan dengan menyasar DTW Tanah Lot Desa Beraban Kecamatan, Kediri dan untuk malam harinya menyasar Pasar Senggol Kediri, Mie Kober Jalan By Pass Ir. Soekarno Tabanan dan Tum Hi Ho Cafe dan Caraoke di Jalan By Pass Ir. Sokarno Tabanan.

Kegiatan Satgas ENFORCE Kerumunan ini adalah menyampaikan himbauan secara terus menerus terkait protokol kesehatan dan menegur langsung dan menindak pelanggar yang kedapatan tidak mentaati aturan tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru.Hal tersebut disampaikan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto saat dikonfirmasi terkait Satgas ENFORCE Kerumunan bentukan Kodim 1619/Tabanan.

“Satgas ENFORCE ini sudah bergerak mulau 24 Desember lalu dan hingga 4 Januari 2021 mendatang dengan secara terus-menerus menegakkan peraturan terkait protokol kesehatan.Agar masyarakat meningkatkan disiplin protokol kesehatan dimasa adaptasi kebiasaan baru terutama dimasa liburan Natal 2020 dan juga tahun baru 2021 sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali nomor 2021,” paparnya.

Satgas ENFORCE Kerumunan ini selalu memantau kegiatan masyarakat selama 24 jam dan melaksankan patroli gabungan dengan melibatkan TNI-Polri, Satpol PP Kab. Tabanan dan juga Pecalangan Adat untuk menyasar kerumunan di Wilayah Kabupaten Tabanan dan menyampaikan himbauanbsecara humanis dan melakukan tidakan tegas bila diperlukan.

“Seluruh lapisan Masyarakat diharapkan mendukung Pemerintah Khususnya Pemerintah Daerah dalam menekan Penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Tabanan dengan Disiplin menerapkan Protokol Kesehatan,” tutupnya.

Natal,Wabup Sanjaya Jalin Kebersamaan Bersama Forkopinda,Pimpinan Dan Umat Nasrani Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Hari Raya Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2020 kali ini terlihat sedikit berbeda jika dibandingkan dengan perayaan Natal pada tahun – tahun sebelumnya.

Hal ini diakibatkan oleh pandemi Covid 19 yang melanda dunia, hingga berdampak pada perekonomian dan acara – acara besar keagamaan lainnya. Hal ini terungkap saat Wabup Sanjaya menghadiri undangan perayaan Hari Raya Natal dan silaturahmi antara Forkopinda Tabanan dengan Pimpinan dan Umat Kristiani/Nasrani di Gereja Katolik Santa Maria Immaculata Tabanan, Sabtu (26/12).

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.MM, menjelaskan perayaan Natal kali ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh pandemi yang sedang melanda seluruh dunia. Namun hal ini tidak menyurutkan niat umat kristiani menjalankan perayaan Natal yang tentunya tetap mengutamakan Prokes.

“Marilah kita merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan, tanpa mengurangi makna dan arti dari perayan Natal kali ini, apalagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi covid 19 yang tentunya berdampak pula pada kita diTabanan,” ujarnya.

Sanjaya menambahkan, dalam perayaan Natal kali ini dirinya mengajak Forkopinda Tabanan, FKUB dan Seluruh umat nasrani di Kabupaten Tabanan agar bersama sama merajut tali kasih dan persaudaraan dalam damai Natal kali ini, yang tentunya akan dirasakan pula oleh semua masyarakat Tabanan. Nuansa yang penuh kerukunan merupakan cita-cita untuk terciptanya tata dunia yang damai, adil dan harmonis, dunia yang bebas dari konflik, kekerasan, penindasan dan peperangan.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini Saya mengajak Forkopinda, FKUB dan Seluruh umat Nasrani di Kabupaten Tabanan serta masyarakat Tabanan pada umumnya, untuk selalu menjaga tali silaturahmi dengan baik, karena untuk menciptakan Tabanan yang damai tentunya kita harus bersatu untuk membangun Tabanan sehingga dengan Bersatu kita mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama,” paparnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Tabanan Nikolaus I Made Wiratna mengatakan, rasa terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan yang selama ini sangat memperhatikan umat nasrani diTabanan.

“Saya mewakili seluruh umat Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan mengucapkan terima kasih dan kami sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan dan semoga tali silaturahmi ini terus berlanjut kedepannya,” katanya.

Nikolaus menambahkan hal seperti ini sangat luar biasa karena moment ini yang dituggu –tunggu oleh semua umat kristiani dan masyarakat ditabanan dimana pemimpin mau langsung turun kebawah sebagai partner kerja masyarakat untuk membangun Tabanan yang labih baik kedepannya.

Ny Putri Koster,Berikan Ruang Perempuan Sehingga Kesetaraan Gender Terwujud

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Tim Penggerak PKK Prov Bali Ny Putri Koster hingga kini tak henti-hentinya menggaungkan wacana kesetaraan gender bagi kaum perempuan. Seperti halnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali, Ny Putri Koster menekankan pentingnya peranan perempuan dalam lini kehidupan sehingga peran dan fungsi perempuan harus selalu diperhatikan.

“Berikanlah ruang di manapun itu, baik rumah tangga, tempat kerja dan masyarakat untuk perempuan menunjukkan eksistensinya, sehingga cita-cita kesetaraan gender bisa terwujud,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Webinar yang diselenggarakan oleh IBI Prov Bali dengan tema ‘Memaknai Hari Ibu di Dalam Mencegah Kekerasan dan Praktik P2GP’ dari kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Sabtu (26/12).

Dalam kesempatan tersebut, pendamping orang nomor satu di Bali ini menyatakan bahwa peranan perempuan sejak dulu sudah berjalan seiringan dengan peran laki-laki dan saling melengkapi.

“Hal itu bisa dilihat dalam kehidupan berumah tangga, masyarakat dan terutama di Bali dalam kehidupan beradat serta beragama,” ujarnya.

Peranan seorang perempuan terutama ibu tidak bisa dilepaskan begitu saja. Ia menambahkan, meskipun sudah berjalan dengan baik, apresiasi terhadap perempuan terutama ibu sangatlah penting.

Ny Putri Koster menambahkan, seperti hadirnya webinar kali ini yang tujuannya juga mengapresiasi para perempuan terutama ibu, dirasa sangat bermanfaat. Apalagi webinar kali ini mengangkat tema yang sangat penting yaitu tentang praktik ‘Pemotongan dan Perlukaan pada Genital Perempuan’ (P2GP).

“Terus terang sebagai Ketua TP PKK saya baru mendengar tentang praktik ini, dan setelah saya pelajari ini sangat berbahaya bagi kesehatan perempuan, sehingga perlu dicegah,” imbuhnya.

Selain itu, praktik tersebut juga tidak sesuai dengan upaya semua pihak dalam melindungi hak-hak para perempuan. Untuk itu, ia mengajak para peserta webinar untuk benar-benar menyimak paparan para narasumber.

“Saya ingatkan untuk menyimak dengan baik webinar kali ini kemudian berperan aktif mensosialisasikan tentang bahaya sunat perempuan kepada masyarakat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sosialisasi bisa dilakukan melalui media sosial ataupun di lingkungan masing-masing.

Hal ini dikarenakan, lanjutnya, ia menilai perlindungan hak dan upaya kesetaraan gender tidak hanya bisa dilakukan oleh golongan tertentu saja, namun memerlukan peran aktif semua pihak agar cita-cita dalam mensejahterakan perempuan bisa terwujud.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Prov Bali Luh Putu Sukarini mengatakan bahwa webinar kali ini adalah serangkaian dalam menyambut Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember yang lalu. Selain itu, webinar ini juga merupakan dedikasi para bidan seluruh Bali kepada para ibu dan perempuan atas dedikasi selama ini.

Mengenai P2GP, Luh Putu Sukarini tidak menampik jika praktik ini masih marak terjadi karena menyangkut tentang kewajiban adat di daerah tertentu. Ia mengatakan jika praktik tersebut tidak memberikan faedah apapun terhadap perempuan, bahkan secara medis bisa membahayakan kesehatan reproduksi perempuan. Sehingga melalui webinar kali ini, ia berharap masyarakat akan semakin terbuka pikirannya sehingga tidak perlu melakukan praktik seperti itu, bahkan jika perlu menghapus praktik yang merugikan hak perempuan tersebut.

Webinar kali ini menghadirkan pembicara dari bidang kesehatan dan perlindungan perempuan dan anak, seperti dari Dinas Kesehatan Prov Bali, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tokoh agama hingga dokter.

Ny. Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati Ingatkan, KDRT Di Bali Jangan Sampai Ada Lagi

TABANAN- Pantaubali.com -Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Ny. Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati mengajak semua anggota forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa), Dinas Sosial dan PPPA Provinsi dan Kabupaten, pihak berwenang serta instansi terkait untuk bekerjasama dan bersinergi membangun kehidupan warga sehat lahir-bathin, keluarga bahagia yang nyaman dan aman dari kekerasan.

Sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan warga agar tidak mengalami kekerasan dalam rumah tangga, sehingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bali tidak ada lagi atau setidaknya semakin minim.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri bakti sosial dan sosialisasi pencegahan dan PKDRT yang diselenggarakan di Kubu WCC Bali, di Desa Kekeran, Penebel, Tabanan, Sabtu (26/12).

Kegiatan yang dilaksanakan satu hari langsung menghadirkan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sudah dan sedang berproses hukum. Kegiatan serangkaian peringatan Hari Ibu ke-92 tahun 2020 ini bertujuan agar rakyat Indonesia mengetahui apa arti dan makna peringatan Hari Ibu, dimana setiap warga negara berhak dan berkewajiban untuk ikut berperan aktif mewujudkan keamanan bagi perempuan, sehingga mampu menunjukkan peran dan kedudukannya dalam kehidupan berbagsa dan bernegara.

Kekerasan dalam rumah tangga sejak dulu sering terjadi terutama dialami kaum perempuan dan anak-anak, apalagi saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak perlu mendapat perhatian lebih dari semua pihak, khususnya oleh tetangga terdekat.

“Apabila terdapat kekerasan yang terjadi ditengah lingkungan kita, maka kita sebagai tetangga berhak mengadukan kejadian tersebut kepada aparat desa/ kepala lingkungan atau pihak berwajib agar kejadian kekerasan jangan sampai menimbulkan korban atau trauma psikis bagi korbannya”, ungkap Direktur LBH Bali Women’s Cycling Community (WCC) Ni Nengah Budawati.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

Dengan dilaksanakannya bakti sosial dan sosialisasi pencegahan dan PKDRT ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat dan kepedulian kita bersama terhadap keberadaan orang orang di sekeliling kita, sehingga tidak akan ada lagi korban kekerasan dan diskriminasi terhadap seseorang yang sedang teraniaya.

Pada kesempatan tersebut,Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga sebagai bentuk kepedulian, disamping juga mereka mendapatkan bantuan dana pendampingan selama kasus mereka sedang berada pada ranah hukum.

Ny Putri Koster,Berikan Ruang untuk Perempuan sehingga Kesetaraan Gender Terwujud

DENPASAR – Pantaubali.com-Ketua Tim Penggerak PKK Prov Bali Ny Putri Koster hingga kini tak henti-hentinya menggaungkan wacana kesetaraan gender bagi kaum perempuan. Seperti halnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali, Ny Putri Koster menekankan pentingnya peranan perempuan dalam lini kehidupan sehingga peran dan fungsi perempuan harus selalu diperhatikan.

“Berikanlah ruang di manapun itu, baik rumah tangga, tempat kerja dan masyarakat untuk perempuan menunjukkan eksistensinya, sehingga cita-cita kesetaraan gender bisa terwujud,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Webinar yang diselenggarakan oleh IBI Prov Bali dengan tema ‘Memaknai Hari Ibu di Dalam Mencegah Kekerasan dan Praktik P2GP’ dari kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Sabtu (26/12).

Dalam kesempatan tersebut, pendamping orang nomor satu di Bali ini menyatakan bahwa peranan perempuan sejak dulu sudah berjalan seiringan dengan peran laki-laki dan saling melengkapi. “Hal itu bisa dilihat dalam kehidupan berumah tangga, masyarakat dan terutama di Bali dalam kehidupan beradat serta beragama,” ujarnya. Peranan seorang perempuan terutama ibu tidak bisa dilepaskan begitu saja. Ia menambahkan, meskipun sudah berjalan dengan baik, apresiasi terhadap perempuan terutama ibu sangatlah penting.

Ny Putri Koster menambahkan, seperti hadirnya webinar kali ini yang tujuannya juga mengapresiasi para perempuan terutama ibu, dirasa sangat bermanfaat. Apalagi webinar kali ini mengangkat tema yang sangat penting yaitu tentang praktik ‘Pemotongan dan Perlukaan pada Genital Perempuan’ (P2GP). “Terus terang sebagai Ketua TP PKK saya baru mendengar tentang praktik ini, dan setelah saya pelajari ini sangat berbahaya bagi kesehatan perempuan, sehingga perlu dicegah,” imbuhnya.

Selain itu, praktik tersebut juga tidak sesuai dengan upaya semua pihak dalam melindungi hak-hak para perempuan. Untuk itu, ia mengajak para peserta webinar untuk benar-benar menyimak paparan para narasumber. “Saya ingatkan untuk menyimak dengan baik webinar kali ini kemudian berperan aktif mensosialisasikan tentang bahaya sunat perempuan kepada masyarakat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sosialisasi bisa dilakukan melalui media sosial ataupun di lingkungan masing-masing.

Hal ini dikarenakan, lanjutnya, ia menilai perlindungan hak dan upaya kesetaraan gender tidak hanya bisa dilakukan oleh golongan tertentu saja, namun memerlukan peran aktif semua pihak agar cita-cita dalam mensejahterakan perempuan bisa terwujud.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Prov Bali Luh Putu Sukarini mengatakan bahwa webinar kali ini adalah serangkaian dalam menyambut Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember yang lalu. Selain itu, webinar ini juga merupakan dedikasi para bidan seluruh Bali kepada para ibu dan perempuan atas dedikasi selama ini.

Mengenai P2GP, Luh Putu Sukarini tidak menampik jika praktik ini masih marak terjadi karena menyangkut tentang kewajiban adat di daerah tertentu. Ia mengatakan jika praktik tersebut tidak memberikan faedah apapun terhadap perempuan, bahkan secara medis bisa membahayakan kesehatan reproduksi perempuan. Sehingga melalui webinar kali ini, ia berharap masyarakat akan semakin terbuka pikirannya sehingga tidak perlu melakukan praktik seperti itu, bahkan jika perlu menghapus praktik yang merugikan hak perempuan tersebut.

Webinar kali ini menghadirkan pembicara dari bidang kesehatan dan perlindungan perempuan dan anak, seperti dari Dinas Kesehatan Prov Bali, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tokoh agama hingga dokter.