- Advertisement -
Beranda blog Halaman 890

Tahun Baru, Mcast Pregina Showbiz Telorkan Singel New Hope From The Island Of God

DENPASAR – Pantaubali.com- Masih dalam rangka tahun baru 2021, Mcast Pregina Showbiz mengajak beberapa seniman muda di Bali untuk berkolaborasi bersama, meluncurkan single dan video klip terbaru di awal tahun ini yang berjudul “New Hope From The Island of God.”

Lagu ini merupakan sebuah lagu yang sengaja diciptakan oleh Agung Bagus Mantra, yang dikomposeri oleh Gde Kurniawan di mana lagu ini memuat segala pengharapan baru menyoal Bali, sebagai pulau Dewata yang memang harus bangkit dari keterpurukan Pandemi Covid 19 di tahun-tahun mendatang.

Inilah sebuah “keringat” yang dapat dikerjakan seorang Agung Bagus Mantra, sebuah dedikasi untuk Pulau Dewata di mana kita bisa berdoa; untuk Pulau Dewata, pulau laut di mana kita bisa berenang bersama; untuk Pulau Dewata, di mana kita bisa menari dalam senyuman; untuk Pulau Dewata di mana semua pengharapan baru memasuki cahayanya yang terang di gemilang tahun mendatang.

“Lagu ini menggandeng beberapa artis dan juga seniman terkait yang mempunyai suara dan visi yang sama untuk bersama-sama membangun Bali kembali di tengah segala keterpurukannya semenjak pandemi melanda negeri ini,” jelas owner Mcast Pregina Showbiz Bali,Agung Bagus Mantra belum lama ini di Denpasar.

Memang, sederetan nama seniman muncul di dalam lagu yang berdurasi hampir enam menit ini. Mereka adalah sederetan nama yang muncul sebagai pemenang kontes penyanyi garapan Denpasar Festival 2020 lalu yaitu; Dini Nugraha, Mitha Wulandari, Andik taksu, Gung Indi, Gung Luna, Ayu Kharisma dan juga seorang musisi yang menjadi coach mereka, yaitu Coach Gek Rina. Selain itu juga sederetan nama dari ajang pencarian Vokalis ternama di Indonesia, The Voice Indonesia, yang turut juga berkolaborasi dan menyanyikan lagu ini. Mereka adalah Ava, Suci, dan Gus Agung.

Seolah tak pernah padam, sederetan nama musisi-musisi telah khatam di bidangnya pun turut memainkan alat musik mereka untuk membuat single ini semakin penuh warna, sebut saja ada Agung Bagus Mantra yang mengisi Drum; Krisna yang mengisi Gitar; dan Yudha Pranata yang mengisi Flute dan juga sejumlah musisi lainnya seperti Gus Ndoet dan Small Axe.
“Tidak hanya musisi, sejumlah seniman lain yang berkarya melalui media lain seperti topeng dan tari pun turut menghiasi lagu dan video klip ini, sebut saja Mantram, Sidhakarya dan Arsa Wijaya,” ujarnya.

Dalam video klip disutradari langsung oleh Agung Bagus Mantra ini mengambil beberapa lokasi yang mempunyai potensi tinggi pariwisata Bali, yaitu Sanur Beach, Bukit Ser Pemuteran, Pregine Studio, Patung Catur Muka 0 km kota Denpasar, Taksu Stage DNA Alaya Bali, Karang Lestari Pemuteran.

Lagu dan video klip New Hope from The Island of God telah hadir di awal tahun 01 Januari 2021 ini dan bisa dinikmati bersama-sama oleh semua penikmat musik dan keindahan di kanal youtube maupun media digital lainnya.

“New Hope from The Island of God telah melaju sejalan waktu, menyampaikan harapan baru, di tahun yang baru, di telinga dan mata orang-orang yang mendengar dan menyaksikannya, yang bisa jadi sudah tidak betah menunggu lama-lama sampai akhirnya pandemi selesai untuk kembali ke semula,” tutupnya.

2 Ekor Ternak Babi, Dibunuh Dengan Usus Terurai di Baturiti

TABANAN – Pantaubali.com- Aneh 2 ekor Babi milik I Wayan Sabda(54) asal Banjar Batunya, Kecamatan Baturiti,Tabanan dibunuh dengan usus terurai di kandang tengah kebun milik Sabda.Kejadian tersebut terjadi,Jumat,(1/01) kurang lebih jam 23.00 Wita dan dilaporkan, Sabtu,(2/01) jam 08.00 wita.

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia,Sabtu,(2/01) dalam keterangan Persnya kronologis kejadian tersebut,pada Sabtu,(2/01) sekira pukul 06.30 wita, korban I Wayan Sabda pergi melihat peliharaan babinya yang ada di kandang berada di kebun miliknya di Banjar Batunya, Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan.

Selanjutnya setiba di kandang babi alangkah terkejutnya korban melihat 2 ( dua ) ekor babi warna putih dengan berat kurang lebih 40 kg sudah mati.
Melihat isi perut kedua babinya dalam keadaan terurai kemudian,sabit yang tadinya ditaruh di gubugnya berpindah berada di kandang babinya. Dengan kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Baturiti untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Modus pelaku mengambil sabit yang ada di ngubuk korban kemudian pelaku menebaskan sabitnya ke perut babi sampai isi perut kedua babi keluar terurai setelah itu babi di tinggalkan dalam keadaan mati,” jelasnya.

Adapun barang bukti berhasil diamankan seperti,satu buah sabit gagang kayu.Sembari Subagia menambahkan,adapun kerugian dialami korban yaitu sebesar Rp 5,000.000,-.

Gubernur Bali dan Kapolda Bali Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Destinasi Wisata Badung

BADUNG – Pantaubali.com -Ditengah padatnya kegiatan penanganan pandemi Covid-19, dan menerima masyarakat serta tamu penting dari Pusat, Gubernur Bali Wayan Koster menyempatkan diri memantau langsung pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19 di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Badung, mulai dari Pantai Kuta, Pantai Petitenget, dan Pantai Batu Bolong di Canggu,Jumat (1/1) Pukul 15.00 WITA sore bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Dengan suasana hujan gerimis, Gubernur Koster yang didampingi Kasat Pol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi di Pantai Kuta melihat tidak banyak ada wisatawan atau masyarakat yang berkerumun. Namun, sebagian pengunjung yang menikmati Pantai Kuta tersebut mengeluh dihadapan Gubernur Koster terkait menumpuknya berbagai jenis sampah di sepanjang pesisir Pantai Kuta, seperti sampah plastik, kayu, hingga sampah dari styrofoam.

Atas kondisi itu, Gubernur Bali yang komitmen melakukan perjuangan pengurangan plastik sekali pakai ini dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, berharap kebersihan pesisir Pantai Kuta agar mendapat perhatian serius dan segera dibersihkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Pemda Badung harus memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta yang dilengkapi Posko dengan sarana dan prasarananya serta tenaga yang memadai, sehingga bisa bertindak cepat dalam hitungan jam untuk membersihkan sampah kiriman yang datang secara tiba-tiba. Apalagi di dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, yakni di musim hujan dan banyak wisatawan yang berkunjung, maka sistem pengelolaan sampah harus berfungsi dalam 24 jam penuh, sehingga tidak perlu menunggu hari besok. Untuk itu penanganan sampah ini harus cepat, cepat, dan cepat dikerjakan,” tegasnya sembari mengatakan karena pada setiap musim hujan selalu terjadi adanya sampah kiriman di Pantai Kuta, maka kejadian yang sudah berulang setiap tahun ini sudah seharusnya dibuatkan sistem penanganan khusus yang melibatkan Desa Adat.

Usai melakukan kunjungan ke Pantai Kuta, selanjutnya Gubernur Koster bersama Kapolda Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengunjungi Pantai Petitenget. Disana, Gubernur Koster disambut oleh Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana dan tidak melihat adanya pengunjung yang melanggar Protokol Kesehatan, termasuk tidak melihat adanya tumpukan sampah di sepanjang pesisir pantai yang berlokasi di Desa Kerobokan tersebut.

Sedangkan di lokasi terakhir, yakni di Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini diterima langsung oleh Perbekel Desa Canggu, I Nengah Lana dan Bendesa Adat Canggu, Nyoman Sujapa. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini meminta kepada Perbekel dan Bendesa Adat Canggu, termasuk pihak Kepolisian agar selalu memperhatikan aktivitas masyarakat yang berada di pantai.

“Orang yang berenang di Pantai Batu Bolong ini sangat banyak, saya minta petugas terkait untuk siap siaga melakukan pengaman pantai ‘lifeguard’,” ujarnya seraya menegaskan penerapan Protokol Kesehatan wajib dilakukan oleh wisatawan domestik, maupun wisatawan asing yang menetap di Desa Canggu.

Mengenai sampah yang ada di dekat pintu masuk Pantai Batu Bolong, Gubernur Koster dengan tegas meminta agar segera dibersihkan, supaya citra positif tentang pesona pantai ini selalu terjaga di mata wisatawan. “Kita harus rawat dengan baik kebersihan pesisir pantai ini, karena ini adalah sumber pendapatan masyarakat sekitar maupun pemerintah,” pungkasnya.

Kerangka Manusia Ditemukan di Lereng Gunung Batukaru

TABANAN – Pantaubali.com -Ditemukan kerangka tulang diduga kerangka manusia di dalam hutan lindung atau di lereng Gunung Batukaru termasuk wilayah Desa Sanda, Kecamatan Pupuan,Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.Tulang belulang tersebut tidak sengaja pertama kali ditemukan oleh pemburu burung yang melakukan perburuan di lereng tersebut.

Terkait penemuan kerangka manusia tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan Persnya,Jumat,(1/01) di Tabanan menjelaskan kronologis kejadian, dimulai pada Kamis,(31/12) kurang lebih pukul 20.00 wita bertempat di kantor Desa Pujungan,Kecamatan Pupuan telah diterima infomasi dari warga Desa Pujungan,I Nym Budi Dan I komang Lolik bahwa yng bersangkutan sekitar kurang lebih 20 hari lalu sempat berburu burung ke hutan dan sekitar 3 jam berjalan kaki menemukan tas belanja warna orange, pakaian, sandal dan ada beberapa tulang diduga tulang manusia.

“Akhirnya pada Jumat, 1 Januari 2021 sekitar pukul 11.00 bertempat di dalam hutan lindung termasuk ke wilayah Desa Sanda pihak terkait turun ke TKP,” jelasnya.

Adapun di lereng tersebut ditemukan tulang kaki kiri dari betis sampai jari-jari berjarak 5 m dari posisi tas. Tulang rahang bawah dengan 7 gigi bagian depan sudah tanggal berjarak 7 m dari posisi tas. Beberapa tulang bagian yang berserakan di sekitar lokasi.

Di lokasi ditemukan antara lain Tas belanja warna orange merk Orange yang berisikan,tas plastik putih isi sabun Giv (2), pasta gigi, sikat gigi dan cermin bentuk segiempat, sarung bantal warna biru. Baju kaos hitam gambar motif gajah dan tulisan Thailand, minyak GPU kecil, baju kaos motif garis2, baju kaos gambar Dan tulisan I come Shanghai, baju kaos hitam kombinasi crem. Kain sarung atau kamben warna coklat, Baju kaos hitam tanpa motif dengan jarak 2 meter dr posisi tas orange.Celana pendek warna biru motif garis2 kombinasi hitam dan celana dalam berjarak 3 meter dari posisi tas.

“Dari kaos hitam gambar motif gajah dan tulisan Thailand dan Informasi dari Sekdes Desa Pujunga kepada Kepala Desa Wanagiri Kauh Kecamatan Selamadeg I Gede Diatmika dan Keluarganya ( kakak kandung I Nyoman Sunara). Dengan membawa selembar kertas dicari orang hilang datang Kepolsek Pupuan dan dijelaskan orang tersebut bernama I Made Subawa Alias Pan Soma, Laki- laki, 60 tahun, beralamat di desa Wanagiri Kauh Kecamatan Selemadeg dan meninggalkan rumah hari Senin,2 Nopember 2020 dan sudah 6 kali meninggalkan rumah ditemukan oleh keluarga di hutan diduga memiliki penyakit halusinasi,” paparnya.

Menyabit Rumput,Sesosok Mayat Ditemukan Berbaring di Ladang

TABANAN – Pantaubali.com – Sesosok mayat wanita ditemukan salah satu warga Banjar Perean, Desa Perean Kauh,Kabupaten Tabanan, Nyoman Sutama,(55) saat sedang menyabit rumput di ladang,Jumat,(1/01) kurang lebih pukul 09. 00 waktu setempat.Diduga mayat tersebut salah satu orang hilang beberapa hari lalu.

Terkait hal tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan Persnya,Jumat,(1/01) menyampaikan kronologis penemuan jenazah seorang wanita tersebut, dimulai dari saat Bapak Nyoman Sutama sedang menyabit rumput dirinya mencium aroma bau tidak sedap.Selanjutnya dirinya mencari sumber bau dan menemukan sumber bau berasal dari sesosok mayat.

Bapak Nyoman Sutama langsung mencari pemilik ladang Gung Aji Ngurah Agung diladang seberang sungai namun tidak bertemu yang berangkutan.Akan tetapi bertemu Bapak Mangku I Wayan Ridin dan menemui Kadus Perean I Nyoman Pinda.Kemudian mengecek ke lokasi penemuan mayat guna memastikan selanjutnya kadus menghubungi petugas.

“Melihat ciri-ciri pisik dan baju yang digunakan, dan keterangan saksi-saksi diduga jenazah adalah orang hilang beberapa hari lalu, namun prosedur kepolisian tetap dilakukan dengan identifikasi dan membawa jenazah ke RSUP Sanglah Denpasar untuk di visum,” bebernya.

Kemudian unit unit Reskrim melaksanakan olah TKP selanjutnya jenazah dievakuasi dibawa ke rumah sakit gina dilakukan identifikasi.

Mencegah Penyebaran Klaster Baru,Pantai Balian Ditutup

TABANAN – Pantaubali.com- Guna mencegah penyebaran klaster baru penyebaran Covid-19 maka,telah dilakukan penutupan sementara 1 ( satu ) Obyek Wisata Pantai yang berpotensi menimbulkan berkumpulnya atau kerumunan tamu asing jelang malam pergantian Tahun Baru 2021.Adapun obyek wisata pantai ditutup tersebut adalah obyek Wisata Pantai Balian, penutupan dilaksanakan oleh Kapolsek Selbar bersama unsur terkait.

Penutupan akan dilakukan mulai 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021.Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan,Kamis,(31/12) kurang lebih pukul 18.00 wita di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat.

“Kegiatan penutupan ini dilaksanakan, merupakan salah satu wujud implementasi untuk menjalankan Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 thn 2020 dan Maklumat Kapolri No. 4 /XII/2020 yang bertujuan untuk menekan penyebaran penularan covid 19 di wilayah Kecama Selemadeg Barat,” jelas Kapolsek Selbar AKP I Gst Lanang Jelantik dalam kesempatan tersebut.

Kegiatan tersebut berakhir pukul 19.00 wita dalam keadaan aman dan lancar.Hadir juga dalam kesempatan tersebut Camat Selbar diwakili Kasi Trantib I Made Ardika,Kawil Banjar Pengasahan I Made Santika,Klian Adat Banjar Pengasahan I Made Edy Sumartika,Personil Polsek Selbar sebanyak 5 orang,Personil Koramil 02 Selemadeg sebanyak 5 orang dan Linmas Desa Lalanglinggah sebanyak 4 orang.

Ditengah Pandemi,Penerapan Prokes Konsiten Dilakukan Usaha Ekspedisi

DENPASAR – Pantaubali.com – Ditengah Pandemi penerapan protokol kesehat sangat penting dilakukan dengan disiplin.Apalagi dalam usaha bidang jasa ekspedisi yang selalu bersentuhan dengan customer.

Maka dari itu menurut,Kepala Cabang JNE Denpasar,Alit Septiniwati,saat ditemui belum lama ini di ruang kerjanya,Sanur,Denpasar penerapan protokol sangat ketat dilakukan mulai dari penyediaan hand sanitizer di seluruh couter maupun tempat cucitangan sampai pada penerapan prokes ke para karyawan juga dilakukan dengan disiplin.

“Diseluruh conter JNE di Bali tetap terapkan prokes dengan disiplin seperti, dengan menyediakan tempat cuci tangan,hand sanitizer.Selain itu juga tenaga di Couter maupun kurir juga selalu dengan disiplin menggunakan masker serta membawa hand sanitizer saat di lapangan,” jelasnya.

Para kurir juga diberi masing-masing hand sanitizer dan JNE juga melakukan isi ulang hand sanitizer jika ada kehabisan hand sanitizer tersebut.Bahkan diseluruh Counter maupun di kantor operasional JNE dengan rutin juga melakukan penyemprotan satu minggu sekali.Hal tersebut dilakukan dalam upaya agar seluruh tempat pelayaan benar-benar seteril dan memang bebas dari peyebaran virus Covid-19.

“Seluruh kantor kami lakukan penyemprotan,apa lagi di kator operasional kami disana tempat masuknya barang.Termasuk di kantor di Jakarta juag kami lakukan hal yang sama,” cetusnya.

Hal tersebut dilakukan dengan harapan jangan sampai kurir terpapar Virus Covid-19 karena, para kurir merupakan garda terdepan.Selain itu, edukasi kepara pelangan juga tetap dilakukan salah satunya dengan peyediaan Bander terkait edukasi prokes.

“Akan tetapi,saat ini kami rasa seluruh customer telah memahami dengan baik penerapan prokes tersebut,” katanya

Semabari Dirinya menambahkan, semua dilakukan tidak terlepas untuk tetap berbagi kasih dengan para konsumen.

Belasan Anggota Semeton Bali, Berorasi Dukung Pembubaran FPI

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait pembubaran dan melarang seluruh kegiatan organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI) terhitung sejak,Rabu(30/12) dilakukan Pemerintah di Jakarta di sampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam.

Terkait hal tersebut salah satu kelompok warga masyarakat Tabanan mengatasnamakan Semeton Bali sangat mendukung langkah diambil oleh Pemerintah pusat.Karena,semeton Bali tetap cinta damai dan mencegah paham-paham radikalisme meluas lebih jauh di tanah NKRI.

Aspirasi tersebut diujudkan dalam bentuk orasi oleh belasan anak muda,tepat dilakukan di bundaran patung Dr. Ir. H. Sukarno jalan By pass Ir. Sukarno,Tabanan.Aksi tersebut dilakukan menurut Korlap Semeton Bali,Iwan Prasetiawan,Kamis,(31/12) di Tabanan secara sepontalitas.

“Kami sangat mendukung langkah dilakukan oleh pemerintah,terkait pembubaran FPI tersebut,”jelasnya.

Jangan sampai paham-paham radikalisme menyebar di tanah NKRI.Karena, pada intinya masyarakat Bali tetap cinta perdamaian.

“Radikalisme jangan sampai bercokol di NKRI dan toleransi tetap harus dijaga demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini ” ujarnya.

Untuk saat ini Dirinya menambahkan,gerakan sementara difokuskan terlebih dahulu di Kabupaten Tabanan nantinya akan dilakukan secara masif di seluruh Kabupaten di Bali.

Belasan Anggota Semeton Bali, Dukung Pembubaran FPI

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait pembubaran dan melarang seluruh kegiatan organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI) terhitung sejak,Rabu(30/12) dilakukan Pemerintah di Jakarta di sampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam.

Terkait hal tersebut salah satu kelompok warga masyarakat Tabanan mengatasnamakan Semeton Bali sangat mendukung langkah diambil oleh Pemerintah pusat.Karena,semeton Bali tetap cinta damai dan mencegah paham-paham radikalisme meluas lebih jauh di tanah NKRI.

Aspirasi tersebut diujudkan dalam bentuk orasi oleh belasan anak muda,tepat dilakukan di bundaran patung Dr. Ir. H. Sukarno jalan By pass Ir. Sukarno,Tabanan.Aksi tersebut dilakukan menurut Korlap Semeton Bali,Iwan Prasetiawan,Kamis,(31/12) di Tabanan secara spontalitas.

“Kami sangat mendukung langkah dilakukan oleh pemerintah,terkait pembubaran FPI tersebut,”jelasnya.

Jangan sampai paham-paham radikalisme menyebar di tanah NKRI.Karena, pada intinya masyarakat Bali tetap cinta perdamaian.

“Radikalisme jangan sampai bercokol di NKRI dan intoleransi tetap harus dijaga demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini ” ujarnya.

Untuk saat ini Dirinya menambahkan,gerakan sementara difokuskan terlebih dahulu di Kabupaten Tabanan nantinya akan dilakukan secara masif di seluruh Kabupaten di Bali.

IFBEC Bali, Menilai Langkah Pemerintah Tepat Antisipasi Penyebaran Sars Covid Varian Baru

DENPASAR – Pantaubali.com – Langkah antisipatif dilakukan Pemerintah terkait adanya berita ditemukannya Sars Covid varian baru di South Wales Inggris varian B117 dan adanya peningkatan kasus penyebaran Virus Sars Cov-2 Varian B117.Dinilai sangat bagus mengantisipasi terjadinya imported cases nantinya bisa berpotensi berkembang di Indoneisa dan utamanya Bali sebagai daerah destinasi tujuan wisata dunia,Itu disampaikan Ketua Indonesia Food and Beverage Executive Assosiation (IFBEC) Bali, Ketut Darmayasa,Kamis,(31/12) di Denpasar.

“Mengelola Covid-19 sangat berbeda dengan mengelola isu lain,ini sangat sensitive dan berhubungan dengan keselamatan jiwa manusia,sedikit saja salah mengelola kasus ini akan berdampak jauh lebih buruk kedepannya baik terhadap perekonomian maupun dunia Pariwisata dan sector lainnya,” jelasnya.

Jika pandemik ini bisa landai semestinya Desember di 2020 tahap pemulihan sudah selesai dan di Januari sampai Desember 2021 sudah saatnya ke tahap Normalisasi yaitu dengan publikasi dan promosi, penyelenggaraan event nasional dan iternasional serta peningkatan program CHSE.

“Saat ini yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar Pandemic ini segera berakhir,jaga kesehatan dan lakukan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sembari dirinya menambahkan, dalam kondisi seperti saat ini tentu harus tetap kreatif untuk mencari peluang berkarya positif agar tetap bisa bertahan sambil menunggu strategi pemerintah dan pentahelix Pariwisata lain.