- Advertisement -
Beranda blog Halaman 888

Hari Ini Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 191 orang di Bali

TABANAN – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Rabu,(6/1) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 191 orang (189 orang melalui Transmisi Lokal dan 2 PPDN),sembuh sebanyak 155 orang, dan 7 orang Meninggal Dunia.

Dengan jumlah kasus secara kumulatif tercatat sebagai berikutTerkonfirmasi Positif 18.606 orang,Sembuh 16.835 orang (90,48%), dan Meninggal Dunia 547 orang (2,94%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.224 orang (6,58%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Jika dilihat sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Meskipun Resiko Kesehatan Mengancam, Tim Tenaga Pemungut Sampah DLH Disebut Masih Sehat

TABANAN – Pantaubali.com – Ditengah pandemi serta terpaan hujan tenaga kebersihan mapun pemungut sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan menurut,Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia dikonfirmasi belum lama ini di Tabanan menyampaikan, sebagian besar kesehatan fisik tenaga bertugas di lapangan dalam kondisi terjaga dengan baik.

Meskipun demikian, tetap ditegaskan agar tenaga dilapangan selalu menerapkan prokes dengan ketat dan disiplin saat melakukan aktivitas di lapangan.Seperti halnya,tetap memakai masker dan setelah bekerja juga selalu disarankan agar melakukan cuci tangan dengan air mengalir.

“Astungkare sampai saat ini tim kami di DLH Tabanan tidak ada terditeksi Covid-19 ataupun OTG.Mudah-mudahan hal tersebut tidak sampai terjadi di Tim kami di lapangan,” sebutnya.

Jika satu saja tim tidak masuk maka satu tim armada akan kacau rantai tataniaganya di Tabanan.Maka dari itulah,berbagai langkah dilakukan salah satunya dengan tetap menjaga imun tubuh para tenaga di lapangan agar tetap terjaga dengan baik.

“Jika ada sedikit saja keluhan sakit maka,mereka tetap runtin memeriksakan diri menggunakan kartu KISnya untuk melakukan kontrol di RS maupun di Puskesmas terdekat,” katanya.

Jadi bisa dikatakan terkait peningkatan kapasitas sumber daya di DLH notabena sampai saat ini sebagian besar tetap semangat bekerja menjalankan tugas di lapangan.Dan jika dilihat setiap hari Sabtu dan Minggu juga tidak pernah ada tenaga melakukan work from home.Jika boleh, tenaga armada di lapangan work from home betapa merasa banga dan sangat dihargai sekali DLH.

“Orang-orang beraktivitas di DLH khsusnya tenaga di lapangan bukan orang marginal atau orang-orang tersisihkan.Jika tidak ada petugas pengangkut sampah tersebut setidaknya sebagaian orang tidak sampai menutup hidung jika keluar rumah,” ujarnya.

Dalam hal ini paradigma masyarakat Tabanan juga perlu dirubah terkait penanganan sampah. Bahwasanya sampah tersebut tidak dimarginalkan lagi.Mengolah sampah tersebut mahal dan di Tabanan bisa dikatakan telah darurat sampah.

Maka Dirinya menambahkan, tidak boleh lagi orang memikiran TPA sebagai pembuangan sampah.Dikarenakan sebagian besar masyarakat disekitar TPA telah terdampak akibat dari tumpukan sampah-sampah di TPA yang telah overloud tersebut.Maka sangat perlu sekali melakukan langkah bijak dan jitu perlu dilakukan oleh masyarakat Tabanan khsusnya yaitu harus mampu mengelola sampah berbasis sumbernya.

Intensitas Hujan Tinggi,Tanaman Pertanian Disebut Masih Mampu Dikendalikan

TABANAN – Pataubali.com – Melihat intensitas hujan masih tinggi di awal 2021,secara tidak langsung memberi dampak di sektor pertanian.Terutama pada beberapa jenis tanaman pertanian mulai dari, jenis Hortikultura sampai padi di Tabanan.Meskipun demikian, kondisi tersebut secara umum telah mampu di atasi, baik oleh petani maupun Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan itu disampaikan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana,saat dikonfirmasi siang hari tadi (Rabu,(6/1) di Tabanan.

“Untuk tanaman Hortikultura dalam kondisi iklim seperti saat ini khususnya Cabe, Tomat dan jenis tanaman lainnya memang akan berpengaruh terhadap pertanaman terutama Layu Fusarium dan Antraknose,” jelasnya.

Meskipun demikian umumnya di tingkat petani telah mampu mengendalikan dengan pemanfaatan fungisida dan bakterisida.Memang akan berpengaruh terhadap Produktivitas pertanaman juga nantinya.

Hal ini terbukti dengan mulai naiknya harga cabai dan komoditas Horti lainnya di pasaran, disamping itu juga disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari luar daerah yang merupakan sentra produksi hortikultura.

“Tetapi justru di satu sisi hal ini menguntungkan bagi para petani Horti di Tabanan, sebab selama Pandemi Covid 19 harga komoditas Horti sangat murah akibat dari rendahnya daya beli dan daya serap pasar,” sebutnya.

Selain itu, untuk pertanaman yang sudah ada dalam kondisi iklim saat ini,beberapa pertanaman padi misalnya mengalami gangguan penyakit kresek dan atau blast.Akan tetapi,biasanya masih bisa ditanggulangi dengan pengeringan atau menggunakan pestisida.

“Awal Januari 2021 dalam intensitas hujan masih tinggi umumnya penanaman padi yang ada di tingkat petani masih pada fase vegetatif bahkan beberapa subak masih melakukan penanaman,” katanya.

Adapun upaya dilakukan pihak Dinas Pertanian Tabanan dalam hal ini, mulai dengan melibatkan petugas lapangan PPL agar tetap melakukan pendampingan dan penyuluhan bagi petani Pangan maupun Horti dalam teknis Budidaya maupun pasca panen.Disamping itu juga tetap melaksanakan program dalam upaya penyediaan sarana budidaya maupun pengembangan komoditas penting nasional.

“Tetap dalam hal ini kami mengajak para petani untuk melakukan budidaya Padi maupun komoditas lainnya.Tentu dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan komoditas unggul lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau pasar,” harap Budana.

Hari Raya Natal dan Tahun Baru, 366.666 Orang Telah Berkunjung ke Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Pasca pelaksanaan Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 di Bali, yang telah mengikuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020, ternyata jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Bali melalui transportasi udara, darat, dan laut mencapai angka yang cukup besar yaitu 366.666 orang. Para wisatawan ini datang sejak tanggal 17 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.

Bahkan selama di Bali, secara umum para wisatawan ini telah mentaati protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin, yaitu mengikuti uji swab berbasis PCR bagi pelaku perjalanan yang memakai transportasi udara dan uji rapid test antigen bagi pelaku perjalanan yang memakai transportasi darat dan laut.

“Tempat-tempat jasa usaha pariwisata, secara umum juga telah mentaati protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin. Sehingga zampai saat ini, tidak terjadi penambahan kasus positif Covid-19 secara signifikan,” jelas Gubernur Bali, Wayan Koster saat melakukan Jumpa Pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunartha terkait Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, pada Selasa (5/1) di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Atas pencapaian kinerja yang baik ini, Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut menyatakan mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, saya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan para pihak yang telah bersedia dan rela berkorban secara nyata dengan berpartisipasi dan bersinergi demi Bali yang kita cintai bersama.

“Selanjutnya, saya menghimbau kepada semua pihak dan masyarakat Bali agar terus mematuhi protokol kesehatan sesuai kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab serta penuh kesadaran dan kesabaran,” sampainya.

Lebih lanjut Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengajak seluruh masyarakat untuk jangan terpengaruh oleh ajakan-ajakan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Sehingga, sebagai Gubernur yang mewakili Pemerintah Pusat di daerah sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sesuai kewenangan yang diberikan, saya menginstruksikan kepada Bupati/Walikota se-Bali agar melaksanakan kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab serta agar sungguh-sungguh menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat.

“Pencapaian kinerja penanganan Covid-19 yang baik ini, diharapkan akan membangun kepercayaan masyarakat lokal, nasional, dan internasional, sehingga kita bisa optimis pariwisata dan perekonomian Bali akan bangkit kembali,” tutupnya.

Meskipun Vaksin Ada,Mendagri, Menkes, Kepala BNPB Kompak Tegaskan Prokes Tetap Jalan dengan Ketat

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengikuti rapat koordinasi Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo secara virtual di Ruang Video Conference (Vicon) Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Selasa (5/1).

Mendagri Tito Carnavian selaku pimpinan rapat kembali menegaskan pentingnya penegakan protokol kesehatan kepada seluruh pimpinan daerah, baik gubernur serta bupati/walikota dalam mencegah penyebaran Covid yang sempat meningkat. Di samping program vaksinasi Covid–19 yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Vaksinasi yang belum dapat dilaksanakan secara serempak terhadap seluruh masyarakat dan baru bertahap untuk yang diprioritaskan seperti tenaga kesehatan, masih membuka peluang terjadinya penyebaran pandemi bagi mereka belum tervaksinasi. Sehingga penegakan prokes mutlak masih diperlukan sepanjang pandemi masih terjadi dan program vaksinasi belum usai.

Sosialisasi terkait vaksinasi pun diharapkan segera dilaksanakan oleh daerah supaya masyarakat memahami tujuan vaksinasi dan siapa saja yang berhak menerima serta mekanisme pelaksanaannya yang melibatkan unsur TNI-POLRI.

“Untuk membangun kepercayaan masyarakat, unsur–unsur pimpinan daerah pun diharapkan ikut melaksanakan program suntik vaksin serempak secara nasional antara tanggal 14 -15 Januari depan. Mengikuti langkah suntik vaksin oleh Presiden RI bersama para pejabat negara pusat sebagai simbolis dimulainya program vaksinasi, yang rencananya dilaksanakan sehari sebelumnya tanggal 13 Januari,” kata Tito Karnavian.

Hal senada disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengutip arahan dari Presiden RI Joko Widodo bahwa Prokes harus tetap dilaksanakan secara disiplin.

“Jangan sampai ada terbangun narasi di masyarakat bahwa Covid akan usai karena sudah ada vaksin. Jumlahnya tidak sebanding kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. Sehingga tidak mungkin terpakai dalam waktu bersamaan, harus bertahap, itu berpengaruh kepada masyarakat yang belum memakai vaksin apabila lalai akan Prokes.sembari menyatakan pemerintah pusat sedang berusaha terus menambah jumlah suplay dan stok, agar kebutuhan vaksin untuk seluruh penduduk Indonesia tercukupi,” bebernya.

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan,secara teknis program vaksinasi yang rencananya akan berlangsung selama 15 bulan. Yang di mulai Januari 2021 hingga Maret 2022 yang menyasar sekitar 181 juta jiwa penduduk dengan penambahan cadangan sekitar 15%.

“Dari 269 juta penduduk Indonesia, yang di atas 18 tahun kita identifikasi ada 188 juta rakyat. Dari 188 juta rakyat Indonesia ini yang kita keluarkan karena kondisinya hamil atau pernah terkena Covid-19 menjadi 181 juta rakyat Indonesia. Jumlah inilah yang menjadi target vaksinasi.Masing – masing orang akan membutuhkan setidaknya dua kali proses vaksin guna mencapai herd immunity.

“Seratus delapan puluh satu juta penduduk dikalikan dua vaksin, jumlahnya sekitar 362 juta. Terus kita tambah 15 persen. Itulah keluar angka 420 juta. Angka jumlah vaksin inilah yang harus kita siapkan untuk Indonesia,” sebutnya.

Untuk tahap awal vaksinasi yang berlangsung Januari hingga April 2021, penerima vaksin corona diprioritaskan untuk sekitar 1,6 juta tenaga kesehatan yang ada di 34 provinsi se-Indonesia.

“Untuk melaksanakan program vaksinasi kami sudah siapkan sekitar 30 ribu orang tenaga terlatih, dengan masing – masing kemampuan menyutik sekitar 30 – 40 orang per hari,” tutupnya.

Bali, Capai Peringkat Tertinggi Penerapan Prokes di Indonesia

DENPASAR – Pantaubali.com – Provinsi Bali mencapai peringkat tertinggi dalam penerapan protokol kesehatan, setelah Kepala BNPB/Ketua Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19, Bapak Letjen TNI Doni Monardo mengadakan rapat pada tanggal 5 Januari 2021 yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Gubernur Se-Indonesia dengan data Kepatuhan memakai masker yang persentasenya mencapai 96,47%, serta Kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan dengan persentase mencapai 91,95%.

“Kepatuhan memakai masker serta Kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan ini merupakan tertinggi di Indonesia,” jelas Gubernur Bali, Wayan Koster saat melakukan Jumpa Pers terkait Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, pada Selasa (5/1) di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, Wayan Koster sebelumnya menegaskan bahwa Provinsi Bali melakukan penerapan protokol kesehatan, karena berdasarkan kebijakan pengetatan penerapan protokol kesehatan yang diantaranya bersumber dari Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru, dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Atas hal itu juga, Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini menyatakan kita telah mampu melakukan pencapaian hasil dari penerapan protokol kesehatan, dimana Penambahan kasus baru terkendali, rata-rata 98 orang per hari (data tanggal 4 Januari 2021, red). Selanjutnya, Tingkat kesembuhan mencapai 90,96%, dan hal ini merupakan tertinggi di Indonesia. Kemudian, Tingkat kematian terkendali dan cenderung menurun, rata-rata kurang dari 5 orang per hari, secara kumulatif mencapai 2,95% (data tanggal 4 Januari 2021, red).

“Mengenai penambahan kasus baru tertinggi terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Pencapaian kinerja yang baik ini adalah berkat kerja keras dan kebersamaan dari para pihak, seperti dari Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Bali masing-masing beserta jajaran, dan Desa Adat, Desa/Kelurahan, serta kelompok masyarakat.

“Pencapaian kinerja yang baik ini juga menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan dan kebijakan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah,” tutupnya.

Harga Cabai Meroket, Pendagang Tradisional Mengeluh

TABANAN – Pantaubali.com – Harga buah cabe di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Tabanan mengalami lonjakan.Sebelumnya rata-rata harga cabai Rp 40 ribuan per kilo saat ini menembus kisaran harga Rp 70 sampai 80 ribuan per kilo.Kenaikan tersebut telah dirasakan para pedagang dari beberapa minggu lalu.

Adanya kenaikan harga tersebut,membuat pedagang sedikit kesulitan menjualnya.Kondisi penjualan terasa sangat seret berbeda sebelum terjadinya kenaikan harga tersebut.

Kondisi tersebut misalnya dirasakan beberapa pedagang mulai dari pedangan aneka macam bahan bumbu-bumbu dapur di pasar tradisional Dauh Pale, Tabanan, Ibu Agus,Selasa,(5/1) (kemarin) saat ditemui digerai dagaanya mengatakan, memang harga buah cabe mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 40 ribu akan tetapi saat ini menembus harga Rp 80 ribu perkilo.Kenaikan harga telah terjadi kurang lebih seminggu lalu.

“Harga naik dari harga sebelumnya, akan tetapi sebab terjadi kenaikan ini saya tidak mengetahuinya,” katanya.

Selanjutnya masih di pasar yang sama Ibu Naya mengatakan, kenaikan harga cabai telah terjadi sebelum tahun baru.Sebelumnya harga berkisar Rp 35 sampai Rp 45 ribu per kilonya.Akan tetapi,saat ini lebih dari harga tersebut.

“Naik sedikit demi sedikit harganya dari Rp 35 ribuan perkilo dan saat ini juga tidak bisa dimengerti kondisi harga jual perkilonya.Karena, berbeda-beda menjualnya ada pedagang menjual Rp 60 sampai Rp 70 ribuan lebih perkilonya,” paparnya.

Kondisi kenaikan harga juga dirasakan oleh salah satu pedangan di pasar tradisional Tabanan,Bapak Negah Sugiarta menyebutkan, kenaikan harga cabai naik secara bertahap.Kadang dalam perminggu dan bisa juga perhari terjadi kenaikan harganya.Dengan kondisi tersebut dirinya menggaku akhirnya berdampak pada menurunya penjualan.

“Sebelum ada kenaikan rata-rata perhari mampu menjual kurang lebih 5 sampai 10 kilo.Akan tetapi saat ini paling banyak 2 sampai 3 kilo perharinya,” sebutnya.

“Penurunan penjualan sangat dahsyat, bisa mencapai 70 persenan,” katanya.

Dirinya berharap,agar kondisi seperti saat ini bisa cepak membaik kembali.

Awal tahun, Dandim Tabanan Lepas Purna Tugas 2 Orang Bintara dan 1 PNS Kodim 1619

TABANAN – Pantaubali.com – Diawal tahun 2021 Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto lepas lagi 2 orang bintara dan 1 orang PNS Kodim 1619/Tabanan karena sudah memasuki masa pensiun melaui acara corp raport Pelepasan di Makodim 1619/Tabanan Jalan Katamso no 2 Tabanan,Selasa (5/1).

Berkenaan dengan acara Purna Bhakti 3 orang anggota tersebut yaitu Peltu I Dewa Mahayana Ramil 1619-05 / kerambitan, Pelda I Wayan Puja Ramil 1619-08/penebel dan PNS I Nyoman Suriati Anggota Pok Tuud Kodim 1619/Tabanan, Komandan Kodim 1619/ Tabanan menyampaikan bahwa secara pribadi maupun dinas mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada anggota yang memasuki masa Pensiun.

“Semoga pengabdian telah diberikan kepada Bangsa dan Negara selama bertugas di TNI mendapatkan balasan yang setimpal dan diberikan kesuksesan, kesehatan dan agar terhindar dari covid 19 dalam menjalani masa Pensiun dan kembali bermasyarakat,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, kepada Para Perwira, Bintara,Tamtama serta PNS sekalian Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa masa Pensiun merupakan hal biasa yang tidak bisa dihindari dan merupakan bagian dari proses kaderisasi dan penyegaran serta tuntutan kebutuhan organisasi sebagai upaya optimalisasi pencapaian tugas pokok TNI-AD.

“Agar dimasa pensiun jangan sampai bingung bagi yang belum punya rumah intinya untuk tempat tingal kita pensiun.Selain itu,saya ingin menekankan bahwa setelah memasuki masa Pensiun hendaknya para anggota tetap menjaga nama baik TNI di masyarakat serta dapat melanjutkan pengabdian di masyarakat da|am wujud yang Iain, serta tetap membantu tugas- tugas aparat TNI apabila diperlukan,” paparnya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Dandim 1619/ Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, Kasdim 1619/ Tabanan Mayor Inf Dewa Putu Oka, Perwira Staf Kodim 1619/Tabanan, Para Danramil kodim 1619 Tabanan dan Perwakilan Anggota Militer dan PNS Kodim 1619/ Tabanan.

BI Bali,Perkirakan Inflasi Januari 2021 Masih Terkendali

DENPASAR – Pantaubali.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkirakan inflasi Januari 2021 tetap terkendali. Meskipun demikian, tingginya curah hujan di Bali perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan harga kelompok barang volatile food.

“Menghadapi potensi tantangan tersebut, BI Provinsi Bali akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran nasional, salah satunya melalui himbauan agar petani tetap menanam sesuai dengan siklusnya agar pasokan tetap mencukupi di kemudian hari,” papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam siaran pers, Senin (4/12) (kemarin) di Denpasar, Provinsi Bali.

Sebagaimana terjadi bulan sebelumnya, Provinsi Bali bulan Desember 2020 kembali mencatat inflasi setelah mengalami deflasi berturut turut sejak April hingga Oktober 2020.Desember 2020 Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,68% (mtm) lebih tinggi dibanding inflasi nasional tercatat sebesar 0,45% (mtm).

Berdasarkan perhitungan data BPS, inflasi terjadi di kedua kota perhitungan yaitu, kota Denpasar sebesar 0,62% (mtm) dan kota Singaraja (1,08%, mtm).Dengan demikian maka inflasi Bali sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar 0,80% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 1,68% (yoy).

“Inflasi ini juga tercatat sebagai inflasi terendah di Provinsi Bali,” sebutnya.

Peningkatkan inflasi di Desember terjadi terjadi karena, adanya peningkatan harga seluruh kelompok barang sejalan dengan peningkatan permintaan di tengah libur akhir tahun. Hal ini tercermin dari meningkatnya harga bahan makanan seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, harga yang diatur pemerintah seperti tarig angkutan udara serta harga perlengkapan upacara keagamaan canang sari.

Meskipun demikian Dirinya menambahkan, tekanan harga lebih mendalam tertahan berlanjutnya penurunan harga emas perhiasan dan angkutan antar kota.

 

Sosok Alm Wayan Sarjana di Mata Handai Taulan

TABANAN – Pantaubali.com Berpulangnya Ketua DPD Nasdem Tabanan, I Wayan Sarjana, Senin (4/1) disalah satu rumah sakit swasta di Denpasar yang dikatakan memiliki sakit ambeien dan penurunan fungsi hati.

Tentu berpulangnya I Wayan Sarjana,meninggalkan duka mendalam bagi keluarga,kerabat,handai taulan maupun rekan seprofesi.Di mata handai taulan maupun rekan seprofesi Politisi asal Banjar Pacung, Desa/Kecamatan Baturiti adalah pribadi baik,tegas,suka bergaul,bercanda serta dikenal sebagai sosok yang setia kawan.

Seperti halnya disampaikan,Ketua Fraksi Nasdem Tabanan Ida Ayu Ketut Candrawati kemarin di Tabanan mengaku sangat kehilangan sosok senior Wayan Sarjana. Karena, Dirinya loyal terhadap partai serta diberi juga kehormatan memegang jabatan Ketua DPD Nasdem Tabanan.

“Saat di Pilkada 2020,masih aktif dalam mendukung calon, jadi kita benar-benar kehilangan,”katanya.

Di kader sosok Wayan Sarjana juga tegas namun memang suka bergaul maupun bercanda.

“Pak Wayan Sarjana dikenal suka bercanda, tetapi beliau adalah sosok pemimpin tegas juga,” sebutnya.

Kemudian mantan anggota DPRD Tabanan I Ketut Boping Suryadi menyampaikan,saat masih sama-sama di PDIP Wayan Sarjana dikenal setia kawan apalagi dia sendiri sudah berkawan sejak muda.

“Kami temain baik, sejak muda sudah kenal dari zaman proses perjuangan partai. Jadi menurut saya ini dia teman baik dan setia kawan,” kenangnya.

Dirinya mengaku kaget dan benar-benar kehilangan.

“Pas Pilkada kemarin memang masih aktif namun sudah sakit itu dia (Wayan Sarjana) cerita,” ujarnya.

Sementara rangkaian upacara dari pihak keluarga mendiang menyampaikan, mulai nyiramang layon dilakukan,Kamis (14/1) dan upacara ngaben dilaksanakan, Jumat (15/1) di setra Banjar Pacung, Desa atau Kecamatan Baturiti,Tabanan.