- Advertisement -
Beranda blog Halaman 876

Hari Ini,Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 309 orang

DENPASAR – Pantaubali.com -Perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 309 orang (287 orang melalui Transmisi Lokal dan 22 PPDN),sembuh sebanyak 372 orang, dan 6 orang Meninggal Dunia.

Adapun jumlah kasus secara kumulatif tercatat erkonfirmasi Positif 26.866 orang,Sembuh 22.707 orang (84,52%), dan Meninggal Dunia 696 orang (2,59%) sedangkan kasus Aktif per hari ini menjadi 3.463 orang (12,89%).

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2021 pada tanggal 24 Januari 2021, tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

SE ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun.

pandemi koster sebut komitmen pelestarian bahasa dan budaya tetap terjaga

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka gelaran Bulan Bahasa Bali 2021 yang memasuki edisi ketiga kalinya, lewat prosesi pembukaan yang digelar secara luring dan daring bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Senin (1/2) petang. Pembukaan ditandai oleh penyerahan lontar Gita Prangastiti Pamahayu Jagat Ngider Bhuwana oleh Gubernur Bali.

Bulan Bahasa Bali untuk tahun ini mengangkat tema Wana Kerthi: Sabdaning Taru Mahottama yang bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai Altar Pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali Tertaut Jelajah Pemaknaan Hutan sebagai Prana Kehidupan.

Gubernur Koster menekankan , Bulan Bahasa Bali ini digelar dari 1-28 Februari 2021 sebagai bentuk pemuliaan, pelestarian hingga penguatan terhadap bahasa, aksara dan sastra Bali. “Bulan Bahasa Bali ini merupakan implementasi dari Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pemajuan dan Penguatan Kebudayaan Bali serta Peraturan Gubernur Bali No 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,” sebut Gubernur Koster. “Semuanya menjadi landasan hukum atau regulasi, untuk memguatkan dan melestarikan bahasa dan sastra Bali, bahkan hingga tatanan desa adat,” imbuhnya.

Gelaran Bulan Bahasa Bali kali ini juga dikatakan Gubernur Koster adalah komitmen Pemerintah Provinsi (Pem0rov) Bali untuk pelestarian adat budaya dan kearifan lokal Bali meski dalam kondisi pandemi. “Bali harus tetap terjaga, terawat meskipun menghadapi tantangan seperti saat ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini memgungkapkan bahwa sesuai visi pembangunan Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pembangunan Bali dilaksanakan dengan mengutamakan adat, budaya serta kearifan lokal setempat. ” Bahasa Bali sebagai bahasa ibu, adalah kepribadian dan jiwa masyarakat Bali. Jadi lewat momen Bulan Bahasa Bali ini, saya mengajak semeton Bali, untuk turut serta, penuh kesadaran, untuk turut melestarikan bahasa dan sastra Bali,” Ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini mencontohkan, bahasa daerah kini banyak yang sudah mulai ditinggalkan. UNESCO mencatat dari kurang lebih 6000 bahasa daerah di dunua, 200 bahasa sudah punah dan 538 kritis alias hampir punah. “Di Indonesia sendiri dari 352 bahasa daerah, sudah 11 yang punah,” sebutnya. Tak lupa ia mengajak kaum muda dan milenial untuk ambil peranan terlebih dengan kemajuan teknologi saat ini. “Kemajuan teknologi harus jadi faktor pendukung kemajuan dan kelestarian bahasa dan sastra Bali,” tuturnya.

Selain Bulan Bahasa Bali, kesempatan tersebut juga menandai dimulainya Pameran IKM Bali Bangkit yang merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menggelar pameran produk industri kecil dan menengah atau IKM dan usaha mikro, kecil, dan menengah di Bali.

Pameran produk lokal dan kerajinan Bali ini diharapkan mampu membantu meringankan dampak pandemi Covid-19 yang menghantam sektor perekonomian di Bali. “Ini salah satu dari terobosan kita untuk menyelamatkan pelaku IKM Bali yang terkena dampak,” tandas Gubernur.

Pameran bertajuk ”IKM Bali Bangkit” akan digelar mulai Senin (1/2/2021) hingga 31 Maret 2021. Adapun lokasi pameran IKM Bali Bangkit 2021 bertempat di kawasan Taman Budaya Bali, Kota Denpasar, yakni di area Gedung Ksirarnawa dan Ardha Candra, melibatkan 50 peserta dari IKM dan UMKM lokal di Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘Kun’ Adnyana menjelaskan seluruh pengisi Bulan Bahasa Bali dipastikan menerjemahkan konsep tema dari berbagai sumber pustaka lontar, seperti Taru Pramana, Aji Janantaka, terkait Usadha, dan lain-lain.
“Adapun skema isian kegiatan memadukan luring (luar jaringan) dan dengan daring (dalam jaringan), termasuk pergelaran virtual,” ujar Kun Adnyana yang juga akademisi ISI Denpasar itu.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini, dijabarkan Kun Adnyana layaknya tahun-tahun sebelumnya, akan menyajikan sejumlah agenda acara yang dikemas dalam bentuk Widya Tula (seminar), Kriya Loka (lokakarya), Prasara (pameran), Wimbakara (lomba), Utsawa (festival), Sesolahan (pergelaran), dan pemberian penghargaan Bali Kerti Nugraha Mahottama. “Untuk Widya Tula (seminar) akan mengangkat enam topik yakni Kalimosaddha, Widyosadha, Sastra Panaweng Gering, Usadhi Pranawa, Usadhikanda dan Dharma Usadha,” ungkapnya.

Juga akan diserahkan Penghargaan Bali Kerti Nugraha Mahottama akan diberikan kepada dua tokoh yang telah berjasa dalam usaha pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Penghargaan berupa lencana emas dan hadiah uang masing-masing Rp100 juta.

Menandai pembukaan tersebut, Sanggar Bungan Dedari ISI Denpasar menampilkan Sesolahan Taru Pramana

Yang diawali pula dengan pembacaan lontar Gita Prangastiti Pamahayu Jagat ngider Bhuwana.

Per Hari Ini,Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tercatat 253 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat dari perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 253 orang (233 orang melalui Transmisi Lokal dan 20 PPDN),sembuh sebanyak 266 orang, dan 6 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat,Terkonfirmasi Positif 26.557 orang,Sembuh 22.335 orang (84,10%), dan Meninggal Dunia 690 orang (2,60%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 3.532 orang (13,30%).

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2021 pada tanggal 24 Januari 2021, tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

SE ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun.

Antisipasi Penyebaran Covid-19,Angkasa Pura I Bali Terima 4000 Masker Dari Biznet

BADUNG – Pantaubali.com – Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali terima bantuan masker dari PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) sebagai upaya  mengantispasi penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Bantuan Masker tersebut sebanyak 4000 lembar dan diterima langsung oleh Taufan Yudhistira selaku Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bali di Kantor Administrasi, (1/2).

“Saya mengapresiasi upaya Biznet yang telah memberikan bantuan masker ke Angkasa Pura I cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, sebab kami sebagai salah satu pintu gerbang utama masuk ke Provinsi Bali wajib melakukan pencegahan melalui protokol kesehatan seperti menggunakan masker,” kata Taufan.

“Tentunya sangat bermanfaat, nantinya akan kami bagikan masker ini ke pegawai khususnya yang berdinas di terminal sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, apalagi saat sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok bahwa menggunakan masker merupakan bagian dari kesehatan kita selain itu mendukung pemerintah dalam program PPKM.”

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, sangat bermanfaat semoga sinergi ini terus terjalin”.

Lebih lanjut Bagus Wicaksono, SM Sales Regional East Biznet mengungkapkan “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada sektor-sektor fasilitas umum yang bergerak melayani masyarakat seperti di Bandara I Gusti Ngrah Rai – Bali yang dimana harus melayani penumpang disaat pendemi COVID-19”.

“Untuk itu kami memberikan bantuan masker karena melihat resiko pandemi COVID-19 sangat tinggi adapun jenis masker yang kami berikan adalah masker medis 3 lapis, semoga dapat dimanfaatkan,” ujar Bagus.

“Kami dari Biznet turut memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan di masa pandemi COVID-19, selain di Angkasa Pura I kami juga turut berbagi masker untuk rumah sakit dan masyarakat umum,” tutupnya.

Gubernur Bali Tinjau Perkembangan Pembangunan Kawasan PKB di Gunaksa

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meluangkan waktu liburnya untuk meninjau perkembangan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) yang diawali dengan pengerjaan Normalisasi Tukad Unda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan tepat pada Hari Banyupinaruh, Minggu, Redite Paing Sinta (31/1) siang.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, Gubernur Wayan Koster dalam kunjungan tersebut melihat langsung pengerjaan Normalisasi Tukad Unda dengan menggunakan alat berat ekscavator.

Usai melihat kegiatan normalisasi di lahan Eks Galian C tersebut, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini dalam kesempatannya juga mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Maryadi Utama, ST., M.Si dan pelaksana Pekerjaan Pengendalian/Normalisasi Tukad Unda.

Ada pesan yang ditekankan Gubernur Bali asal Desa Sembiran ini dalam Rakor tersebut, yaitu meminta Balai Wilayah Sungai Bali Penida untuk memastikan Pengerjaan Pengendalian Banjir ‘Normalisasi’ Tukad Unda yang sudah dilaksanakan dari tahun 2020 bisa selesai tepat waktu sampai tahun 2022. Mengingat tujuan Pengerjaan Pengendalian Banjir ini untuk melakukan perlindungan wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Tukad Unda dan akan mampu menurunkan risiko bencana di wilayah Kabupaten Klungkung.

Dengan menggunakan pakaian adat Bali, orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga meminta pihak pelaksana pekerjaan yaitu PT. Nindya Karya, agar mulai mengintegrasikan Pekerjaan Normalisasi Tukad Unda dengan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali melalui Kegiatan Pematangan Lahan.

“Saya harap Kegiatan Pematangan Lahan untuk Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mulai sekarang sudah bisa diintegrasikan,” ujarnya kembali seraya mengatakan kerjakan kegiatan ini dengan cepat, cermat, dan aman, karena ini menjadi bagian dari rencana besar Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

Sebelumnya Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan bahwa pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan disokong dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar RP 2,5 Triliun. Sedangkan anggaran untuk normalisasi Tukad Unda, bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp. 270 Miliar. Akan dilanjutkan dengan pembangunan kawasan penunjang berupa waduk/embung muara yang perencanaannya selesai disusun tahun 2021, sehingga mulai dilaksanakan tahun 2022, dan selesai tahun 2023.

Dengan demikian aliran air Tukad Unda akan terarah sesuai alur sungai yang telah dirancang sehingga tidak akan membahayakan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan dilengkapi dengan kawasan penunjang, kawasan pendukung, dan kawasan penyangga dengan total luas lahan 320 hektar. Ini merupakan kawasan yang paling lengkap dalam mengimplementasikan filosofi dan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Tekan Zona Merah,Pendisiplinan Prokes Gencar di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah kemarin Minggu,(31/1) bertepatan dengan Banyu Pinaruh Kodim Tabanan menggelar giat operasi pendisiplinan prokes di Pantai Kedungu,Tabanan.Kali ini pelaksanaan kegiatan menyasar pasar terminal pesiapan Tabanan,Senin,(1/2).Dalam pelaksanaan tersebut Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto tetap memimpin langsung pelaksanaan kegiatan.

“Hari ini kita melakukan kegiatan pendisiplinan dalam rangka PPKM yang ke dua kali.Karena melihat di Tabanan masih masuk dalam zona merah makanya, kita secara masif melakukan pendisiplinan ini,” jelasnya.

Pelaksanaan kali ini menyasar pasar terminal Pesiapan dengan melibatkan beberapa komponen terkait di Tabanan.

“Adapun sasaran dari pendisiplinan dilakukan di tempat-tempat umum yang kemungkinan ada keramaian atau adanya tempat berkumpulnya masyarakat,” ujarnya.

Tentu dengan kegiatan pendisiplonan diharapkan masyarakat Tabanan tetap dapat menerapakan 3M dengan disiplin dan ketat.

“Kegiatan ini digelar tentu,agar seluruh warga masyarakat semakin sadar dan paham akan pentingnya 3 M (Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak),” katanya.

Dalam rangkaain kegiatan tesebut juga tetap melibatkan Dinkes Tabanan guna melaksanakan tes swab antigen secara ajak kepada pengunjung maupun para pedagang.Dalam pelaksanaan swab antigen tersebut telah menjaring sebanyak 41 orang masyarakat dengan hasil non reaktif semuanya.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali Tanpa Penonton

DENPASAR -Pantaubali.com – Bulan Bahasa Bali akan dibuka secara resmi Gubernur Bali Wayan Koster dari Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (1/2/2021), disiarkan langsung melalui televisi dan media daring. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Bali ini sebagai bentuk pemuliaan terhadap bahasa, aksara dan sastra Bali, berlangsung sebulan dari 1-28 Februari 2021 mendatang.

Untuk acara pembukaan juga dirangkai dengan pembukaan pameran IKM Bali Bangkit. Semua rangkaian acara dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) ketat tanpa penonton. Dan akan disiarkan secara langsung melalui media televisi lokal Bali dan live streaming chanel YouTube Disbud Provinsi Bali

” Karena masih situasi Pandemi Covid-19, untuk pembukaan Bulan Bahasa Bali, kita terapkan prokes ketat, tanpa kehadiran penonton, begitupula, undangan terbatas dengan diwajibkan membawa hasil rapid test antigen Covid-19 dengan hasil negatif,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof Dr Wayan “Kun” Adnyana didampingi Pelaksana Teknis Bulan Bahasa Bali Made Mahesa Yuma Putra di Denpasar, Minggu (31/1).

Kadisbud Bali Kun Adnyana mengungkapkan bagi pecinta sastra Bali dan masyarakat umum diharapkan dapat menyaksikan isian perhelatan Bulan Bahasa Bali melalui layar televisi dan kanal Youtube Disbud Prov.Bali.

“Jika pada Bulan Bahasa Bali tahun-tahun sebelumnya ditandai dengan Utsawa (festival) Nyurat Lontar, untuk tahun ini diisi utsawa Gita Pangrastiti Pamahayu Jagat Ngider Bhuwana,” sebutnya.

Para penyuluh bahasa Bali dari semua kabupaten/kota se-Bali bersama-sama melantunkan bait-bait Pupuh Sanjiwani yang intinya memohon agar wabah segera berakhir, dan bumi kembali bersih (suci).

“Pada pembukaan Bulan Bahasa Bali yang bertajuk Wana Kerthi: Sabdaning Taru Mahothama, akan digelar Solah Tutur “Taru Pramana” oleh Sanggar Bungan Dadari bekerjasama ISI Denpasar,” ucapnya.

Kadisbud Bali mengatakan Bulan Bahasa Bali untuk tahun ini memang dimaknai sebagai Altar Pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali Tertaut Jelajah Pemaknaan Hutan sebagai Prana Kehidupan. Bulan Bahasa Bali merupakan implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, dan Peraturan Gubernur Bali nomo 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sert Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.
“Seluruh isian Bulan Bahasa Bali dipastikan menerjemahkan konsep tema tersebut dari berbahai sumber pustaka lontar, seperti Taru Pramana, Aji Janantaka, terkait Usadha, dan lain-lain. Adapun skema isian kegiatan memadukan luring dengan daring, termasuk pergelaran virtual,” ujar Kun Adnyana yang juga akademisi ISI Denpasar itu.

Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali pada tahun-tahun sebelumnya, untuk Bulan Bahasa Bali 2021 akan menyajikan sejumlah agenda acara yang dikemas dalam bentuk Widya Tula (seminar), Kriya Loka (lokakarya), Prasara (pameran), Wimbakara (lomba), Utsawa (festival), Sesolahan (pergelaran), dan pemberian penghargaan Bali Kerti Nugraha Mahottama.

Untuk Widya Tula (seminar) akan mengangkat enam topik yakni Kalimosaddha, Widyosadha, Sastra Panaweng Gering, Usadhi Pranawa, Usadhikanda dan Dharma Usadha.

Sedangkan kegiatan Kria Loka (loka karya) akan menghadirkan enam narasumber dengan mengangkat tiga materi yakni Pangenter Acara (Pembawa Acara), Ngreka Baligrafi, dan Ngracik Loloh. Kemudian Prasara (pameran) seni prasi melibatkan 89 seniman prasi lintas generasi. Ini merupakan pameran karya seni prasi terbesar di Bali.

Kun Adnyana menambahkan, terkait Wimbakara (lomba) dengan total ada 17 jenis lomba, ada yang kategori untuk umum dan ada juga peserta merupakan hasil seleksi dari tingkat kabupaten/kota.

Untuk lomba kategori Umum meliputi Lomba Pidarta Tingkat Universitas, Lomba Vlog, Lomba Artikel, Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Foto dan Caption Berbahasa Bali, Lomba Cipta Puisi, Lomba Cerpen, Lomba Prasi, Lomba Poster, dan Lomba Komik Strip.

Kemudian lomba yang diikuti perwakilan Kabupaten/Kota yakni Lomba Nyatua Bali Krama PKK, Lomba Pidato Berbahasa Bali Bendesa Adat, Lomba Debat Bahasa Bali, Lomba Baligrafi, Lomba Mengetik Aksara Bali di Komputer, Lomba Ngwacen Lontar Daa Taruna, dan Lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD.

Selanjutnya Sesolahan (pergelaran) akan melibatkan 16 Sanggar yang dikurasi kurator Bulan Bahasa Bali yaitu Prof Nyoman Suarka, Dr Komang Sudirga, dan Putu Eka Gunayasa.

Penghargaan Bali Kerti Nugraha Mahottama akan diberikan kepada dua tokoh yang telah berjasa dalam usaha pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Penghargaan berupa lencana emas dan hadiah uang masing-masing Rp100 juta.

“berbagai agenda acara yang disiapkan selama Bulan Bahasa Bali ini juga berlangsung menyemesta hingga ke seluruh desa adat di Bali,” sambung Kun Adnyana.

Penerapan Arsitektur Bali Dibagunan Milik Swasta,Dinilai Kurang

DENPASAR – Pantaubali.com – Penerapan arsitektur tradisional Bali khususnya pada bangunan milik swasta dinilai masih kurang diterapkan dengan baik.Padahal jika berbicara amanah peraturan daerah wajib dan tidak ada kata lain lagi di luar artsitektur Bali.

“Melihat hal tersebut bisa disebut di Bali masih tidak konsisten lagi dalam penerapan Perda terkait arsitektur Bali tersebut. Perda dalam hal ini telah ada dan juga telah diatur.Apakah dalam bentuk mulai itu warna,wujud,strukturnya,ornamen dan lain-lainya,” jelas Guru Besar Program Studi Aritektur Fakultas Teknik,Universitas Udayana (Unud),Prof.Dr.Ir.Putu Rumawan Salain. M.Si., IAI, saat di konfirmasi via telephone,Minggu,(31/1) di Denpasar.

Perda berkaitan dengan arsitektur tersebut merupakan salah satu wujud dari karya budaya.Sehinga,penguatan Budaya tentu menjadi penting terutama muatan-muatan dipegang oleh arsitektur.

“Padahal semua orang pasti berangapan bahwasanya identitas tersebut penting.Dengan demikian tentu identitas ke Baliannya akan tampak dari artsitekturnya apapun bangunanya. Jadi tidak khusus di kantor pemerintahan saja,” ujarnya.

Jika dievaluasi saat ini memang sebagian besar pembangunan masih dibiayai Pemerintah menjadi contoh nuasa penerapan artsitektur tradisional Bali.Akan tetapi, mengapa di bangunan-bangunan milik swasta masih belum mengindahkannya terlihat sampai saat ini.

“Tentu hal tersebut masih menjadi masalah menurut saya.Padahal jika dilihat telah ada pemerintah memberikan ijin bangunan,kenapa bisa lalai terkait dengan hal tersebut,” ucapnya.

Dalam penerapan hal ini maka, berbicara ruang,ruang berbicara rasa.Jadi arsitekrur tradisional Bali tentu akan mencerminkan kearifan lokanya.

“Jangan lupa bahwasanya manusia dibentuk karena ruang,” cetusnya.

Dalam hal ini bukan ingin kembali kemasa lalu akan tetapi, bisa dilihat dari kaidah-kaidah,makna-makna atau teradisi yang masih relevan.Khususnya dalam membentuk jiwa dan raga atau moral masyarakat Bali.

“Jangan sampai meningalkan kaidah-kaidah teradisi yang telah ada.Jangan sampai hilang ciri identitas menjadi kebangaan kita sendiri.Memang arsitektur tersebut akan berubah dan berkembang, akan tetapi yang berubah dan berkambang ini perlu diberikan pemaham-pemahaman baru,” paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan, jika dilihat dari kekuatan politik Bapak Koster saat ini dan beliau juga berbicara one management.Setidaknya management arsitekturnya seharusnya tidak akan ada masalah saat ini maupun yang akan datang.

Gubernur Koster Tinjau Perkembangan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Desa Gunaksa

 

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meluangkan waktu liburnya untuk meninjau perkembangan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang diawali dengan pengerjaan Normalisasi Tukad Unda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan tepat pada Hari Banyupinaruh, Minggu, Redite Paing Sinta (31/1) siang.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, Gubernur Wayan Koster dalam kunjungan tersebut melihat langsung pengerjaan Normalisasi Tukad Unda dengan menggunakan alat berat ekscavator.

Usai melihat kegiatan normalisasi di lahan Eks Galian C tersebut, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini dalam kesempatannya juga mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Maryadi Utama, ST., M.Si dan pelaksana Pekerjaan Pengendalian/Normalisasi Tukad Unda.

Ada pesan yang ditekankan Gubernur Bali asal Desa Sembiran ini dalam Rakor tersebut, yaitu meminta Balai Wilayah Sungai Bali Penida untuk memastikan Pengerjaan Pengendalian Banjir ‘Normalisasi’ Tukad Unda yang sudah dilaksanakan dari tahun 2020 bisa selesai tepat waktu sampai tahun 2022. Mengingat tujuan Pengerjaan Pengendalian Banjir ini untuk melakukan perlindungan wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Tukad Unda dan akan mampu menurunkan risiko bencana di wilayah Kabupaten Klungkung.

Dengan menggunakan pakaian adat Bali, orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga meminta pihak pelaksana pekerjaan yaitu PT. Nindya Karya, agar mulai mengintegrasikan Pekerjaan Normalisasi Tukad Unda dengan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali melalui Kegiatan Pematangan Lahan.

“Saya harap Kegiatan Pematangan Lahan untuk Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mulai sekarang sudah bisa diintegrasikan,” ujarnya kembali seraya mengatakan kerjakan kegiatan ini dengan cepat, cermat, dan aman, karena ini menjadi bagian dari rencana besar Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

Sebelumnya Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan bahwa pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan disokong dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar RP 2,5 Triliun. Sedangkan anggaran untuk normalisasi Tukad Unda, bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp. 270 Miliar. Akan dilanjutkan dengan pembangunan kawasan penunjang berupa waduk/embung muara yang perencanaannya selesai disusun tahun 2021, sehingga mulai dilaksanakan tahun 2022, dan selesai tahun 2023.

Dengan demikian aliran air Tukad Unda akan terarah sesuai alur sungai yang telah dirancang sehingga tidak akan membahayakan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan dilengkapi dengan kawasan penunjang, kawasan pendukung, dan kawasan penyangga dengan total luas lahan 320 hektar. Ini merupakan kawasan yang paling lengkap dalam mengimplementasikan filosofi dan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Banyu Pinaruh,Pendisiplinan Prokes Sasar Pantai Kedungu

TABANAN – Pantaubali.com – Bertepatan dengan Banyu Pinaruh Kodim Tabanan dipimpin langsung Dandim 1619/Tabanan menggelar giat operasi pendisiplinan untuk kesekian kalinya di wilayah kerjanya.Saat ini pelaksanaan pendisiplinan dengan menyasar Pantai Kedungu,Tabanan,Minggu,(31/1) (hari ini).

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto dalam kesempatan tersebut menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut yaitu, agar masyarakat tetap disiplin menerapkan prokes dimasa adaptasi kebiasaan baru khususnya di Tabanan.

“Kegiatan digelar agar seluruh warga masyarakat semakin sadar dan paham akan pentingnya 3 M (Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak).Mengingat pandemi covid belum usai dan juga masih tinggi sehingga, pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat),”jelasnya.

Selain di pantai kedungu pantai -pantai lain di Tabanan juga akan terus dipantau oleh Tim Yustisi.Sedangkan untuk penindakan tetap dilakukan sesuai aturan berlaku berupa teguran secara lisan, tindakan fisik maupun denda ditempat sesuai Pergub Bali no 46 tahun 2020 dan Perbup Tabanan no 44 tahun 2020.

“Kegiatan Operasi seperti ini akan terus dilakukan dan semakin masif khususnya bersama instansi terkait di wilayah Tabanan untuk melindungi warga masyarakat dari covid-19 termasuk pembatasan kegiatan di malam hari,” sebutnya.

Dirinya juga melaksanakan kegiatan humanis dengan membagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung yang berada di areal parkir pantai kedungu.Dalam kesempatan tersebut Petugas dari Dinas Kesehatan juga melaksanakan swab antigen ditempat kepada para pengunjung pantai kedungu termasuk diantaranya beberapan ada dari warga negara asing (WNA).Dalam pelaksanaan tersebut telah dilakukan swab antigen kepada 32 orang pengunjung dengan hasil non reaktif.

Dandim 1619/Tabanan berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan pendisiplinan secara masif di seluruh wilayah Tabanan.Setidaknya kasus Covid-19 mampu berkurang ke zona orange, kuning selanjutnya zona hijau.