- Advertisement -
Beranda blog Halaman 873

Wakil Dubes Inggris Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani pandemi Covid – 19 kembali mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Kali ini datang dari Kerajaan Inggris lewat Wakil Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn yang melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual pada Rabu (10/2) petang, di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar.

Wakil Dubes Rob yang mengakui krisis akibat Covid-19 masih menghantui negaranya, mengungkapkan kekagumannya atas kebijakan dan langkah Gubernur Koster sejak pertama kali kasus positif ditemukan di Bali.

“Kami sangat terkesan dengan kepemimpinan Bapak Gubernur selama masa pandemi ini lewat kebijakan-kebijakannya. Saya mengucapkan terima kasih mewakili sekitar empat ribu warga negara Inggris yang ada di Bali dan mewakili negara Inggris secara umum,” ucap Rob yang tersambung dari Jakarta.

Langkah dan kebijakan Pemprov Bali menurut Rob sangat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi WN Inggris, dalam menghadapi masa pandemi yang berjalan nyaris setahun kebelakang.

Selain itu, Rob juga memastikan ke depannya kerjasama di berbagai bidang tetap menjadi prioritas untuk hubungan baik antara Inggris-Bali.

“Terkini, kita sedang menyiapkan suatu simposium guna membahas hal-hal terkait penanganan teroris serta perlindungan infrastruktur dari aksi terorisme. Kita akan hadirkan ahli di bidang tersebut untuk berdiskusi dengan jajaran pemprov dan kepolisian Bali,” ungkap Rob.

Salain itu, Rob Fenn juga menyatakan pihak Inggris sangat mengapresiasi dan tertarik dengan kebijakan mengenai energi bersih, terbarukan serta penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai yamg disebutnya sebagai langkah nyata dalam kampanye mengurangi dampak perubahan iklim secara global.

“Kami akan senang sekali jika diizinkan mendukung kebijakan tersebut dengan melibatkan para ahli kami dari Inggris yang telah sukses menerapkan hal tersebut. Ini sebuah langkah besar bagi Bali,” ujarnya.

Dirinya pun memastikan, ketika situasi berangsur membaik WN Inggris akan kembali menjadikan Bali sebagai tujuan wisata utama untuk berlibur. “Dan banyak juga WN Inggris yang sangat nyaman stay, bekerja dari Bali,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut membeberkan langkah strategis yang dilaksanakan sejak kali pertama Covid-19 terdeteksi di Bali, yang kebetulan ditemukan dari WN Inggris di medio Maret 2020 lalu.

“Saya langsung ambil langkah cepat, tetapkan status Bali siaga Covid-19 dan langsung membentuk satuan tugas untuk mencegah dan menangani penyebarannya. Juga menuangkan dalam surat keputusan dan himbauan kepada masyarakat,” terang pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Selain itu, Gubernur Koster juga menyebut peranan desa adat sebagai suatu lembaga berbasis kearifan lokal, lewat peraturan atau pararem-nya, juga berperan vital dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yang lebih masif di Bali.

“Hasilnya, dalam parameter seperti kasus positif, kesembuhan dan kematian Bali termasuk terkendali, meskipun sebelumnya diprediksi akan tinggi kasusnya. Berkat peran jajaran desa adat ini, masyarakat jadi tertib, disiplin dan taat untuk mematuhi anjuran pemerintah,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Kondisi tersebut dikemukakan Gubernur Bali bahkan mendapatkan pujian dari berbagai pihak termasuk Presiden RI.

“Bahkan kebijakan PPKM tingkat mikro yang sekarang jadi kebijakan nasional, lebih kurang merupakan pengembangan dari kebijakan kita di Bali yang dijadikan kebijakan skala lebih besar,” ujarnya.

Alumnus ITB Bandung ini juga tak lupa menyebut faktor niskala juga memainkan peran penting dalam pengendalian pandemi selama ini.

“Usaha yang kita lakukan, tak sebatas sekala atau fisik saja tapi juga secara alam niskala, spiritual, yang membedakan Bali dengan daerah lain. Karena itulah, Bali relatif nyaman meski di saat pandemi ini,” jelasnya.

Gubernur Koster juga membanggakan hasil karya putra Bali dalam bentuk Usadha barak berbahan dasar arak Bali yang secara ilmiah mampu mempercepat penyembuhan pasien Covid-19.

Polres Tabanan Himbau Disipil Prokes Dengan Banner Unik

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam rangka mengedukasi dan himbauan masyarakat agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan,guna mencegah penyebaran Covid-19.Memang berbagai cara bisa dilakukan.Seperti salah satu cara unik dilakukan Polres Kabupaten Tabanan.

Dalam membagikan masker, yaitu dengan menempatkan sebuah banner himbauan Prokes di depan Kantor Polres Tabanan di pinggir jalan Pahlawan Tabanan dan diisi Masker standar Kesehatan. Dalam banner juga berisi foto Kapolres Tabanan memegang masker bertuliskan “Silahkan ambil satu Masker, Tolong sisakan untuk yang lain, Jaga diri, Jaga keluarga , Jaga Negara”.

Masyarakat yang melewati jalan Pahlawan Tabanan, khususnya pengendara motor, sepeda dayung, pejalan kaki, pedagang asongan dan dagang rombong keliling dipersilahkan mengambil Masker secara gratis. Terutama masker yang sudah lusuh diharapkan untuk diganti ditempat.

Bahwa hal ini dilakukan adalah, untuk mengedukasi masyarakat agar patuh dan taat terhadap protokol kesehatan, bagi masyarakat yang merasa maskernya sudah lusuh harap ganti ditempat, kata Kapolres Tabanan, pada hari Rabu tanggal 10 Pebruari 2021 pagi,itu disampaikan, Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S , Siregar.

“Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain atau menjauhi kerumunan, Mengurangi berpergian, Meningkatkan Imun Tubuh dan Mentaati aturan,” paparnya.

Sembari Diri mengajak, agar masyarakat bisa menjaga Diri masing- masing,Jaga keluarga dan Jaga Negara.

Ini, Data Penanggulangan Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Rabu,(10/2) mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 305 orang (293 orang melalui Transmisi Lokal, 11 PPDN dan 1 PPLN),sembuh sebanyak 317 orang, dan 10 orang Meninggal Dunia.

Sedangkan jika dilihat dari jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 29.447 orang,Sembuh 25.588 orang (86,90%), dan Meninggal Dunia 767 orang (2,60%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 3.092 orang (10,50%).

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 pada tanggal 08 Februari 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se-Bali ditentukan berdasarkan peta zonasi Covid-19 tingkat Desa/ Kelurahan yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota se-Bali dengan mempedomani Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021, berlaku mulai tanggal 09 s/d 22 Februari 2021.

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun.

Hari Ini, Sanjaya Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis ke Dua

TABANAN- Pantaubali.com -Setelah sebelumnya Tabanan melaksanakan launching dan penyuntikan vaksin covid-19 dosis pertama,Rabu,(27/1) selanjutnya pada hari ini, (Rabu,(10/2) dilaksanakan penyuntikan vaksin dosis kedua kepada penerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama (Sebelumnya) di Rumah sakit umum daerah Tabanan.

Suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua juga disuntikan ke Calon Bupati Tabanan terpilih I Komang Gede Sanjaya dan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto.

Dalam kesempatan tersebut I Komang Gede Sanjaya menyampaikan, kondisi baik-baik saja, tidak ada gejala apa-apa.Baik saat dilakukan penyuntik vaksin dosis pertama maupun kedua.

“Dari 14 hari yang lalu saat penyuntikan pertama sedikitpun tidak ada gejala apa-apa,”ujarnya.

Dirinya berpesan kepada mayarakat Tabanan, jangan sampai menerima berita-berita tidak benar terkait dampak negatif yang ditimbulkan dari penyuntikan vaksin tersebut.

“Memang sempat ada berita Hoax, bahwasanya akibat penyuntikan vaksin ada gejala-gejala lain yang timbul.Akan tetapi, jika dilihat tentu kasusnya sangat kecil sekali,” sebutnya.

Jika dilihat sampai saat ini tercatat sebanyak 85 persen Nakes di Tabanan telah di Vaksin atau tinggal lagi sedikit Nakes belum di vaksin.

“Arahan Bapak Gubernur Bali dan Bapak Menteri,nantinya agar 100persen para medis telah tervaksin di Tabanan ini,” katanya.

Dirinya berharap mudah-mudahan pada Desember 2021 seluruh masyarakat Tabanan bisa tervaksin.Sehinga, proses pembangunan bisa berjalan dengan baik di Tabanan.Dan mudah-mudahan Pandemi bisa cepat berakhir.

“Saya juga sangat berharap awak media serta masyarakat seluruhnya bisa tervaksin di Tabanan ini,” harapnya.

Pelaku Cyber Crime Skimming Pembobol Ribuan Data Bank Diringkus Polda Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Dua kelompok jaringan skimming pembobol ribuan data nasabah bank di Bali akhirnya berhasil diungkap Polda Bali.

Dari dua kelompok tersebut, polisi menangkap tujuh orang tersangka. Bahkan satu kelompok dikendalikan oleh napi di LP Kerobokan.

Dari kelompok pertama diamankan 4 orang tersangka. Mereka semua merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Para tersangka ditangkap di wilayah Denpasar, pada 8 Januari 2021,” jelas Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya atas seijin Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yulias Kus Nugroho,Selasa (9/2) di Denpasar.

Masing-masing tersangka, Aris Said asal Jember yang merupakan mantan napi narkoba. Edang Indriyawati, istrinya Aris. Putu Rediarsa asal Buleleng, mantan napi kasus pengelapan. Dan Cristopher B Diaz asal Papua, mantan napi narkoba.

“Para tersangka dikendalikan oleh seorang napi asal Bulgaria bernama Dogan, yang mendekam di LP Kerobokan,” sebutnya.

Keempat tersangka bertugas menarik uang menggunaan kartu ATM palsu yang sudah berisi data dari nasabah bank yang telah dibobol sebelumnya. Kartu itu diberikan oleh Aldo yang juga napi di LP Kerobokan.

“Masih didalami bagaimana cara mereka melakukan transaksi dan penyerahan kartu. Sebab pelaku utamanya ada di LP Kerobokan.Pihaknya menyita 234 kartu ATM palsu dari tangan para tersangka,” ujarnya.

Sementara kelompok kedua, ditangkap tiga orang tersangka, di wilayah Denpasar pada 25 Januari 2021. Ketiganya sama-sama berasal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Junaidin, Alamsyah dan Miska.

“Kelompok ini dikendalikan oleh warga Tiongkok dan Malaysia,” cetusnya.

Ketiga tersangka berperan memasang alat skimming di mesin ATM. Selanjutnya setelah didapatkan data para nabasah, lalu kartu itu digandakan oleh orang Malaysia. Setelah kartu ATM palsu dikirim ke Bali, para tersangka menarik uang di sejumlah ATM yang dikendalikan odari Malaysia.

“Mereka ini merupakan pelaku skimming lintas negara dan provinsi.Lokasi aksi kejahatannya antara lain, Bali, Tarakan, Surabaya, Jember, Solo, Bima, Sumbawa, Kupang dan Palembang,” sebutnya.

Dari pengungkapan kasus itu, petugas menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, 4 laptop, 1.162 kartu ATM palsu, uang Rp 6,9 juta, alat pembaca atau menulis kartu, kamera kecil empat unit, dan berbagai alat skimming yang biasa disebut router.

“Kami telah menerima laporan dari tujuh bank nasional dan salah satunya bank daerah di Bali. Bahkan salah satu bank nasional mengaku mengalami kerugian hingga Rp 3 miliar, setelah 1000 rekening nasabahnya dibobol,” pungkasnya.

Ini, Harapan Wagub Bali di Hari Pers

DENPASAR – Pantaubali.com -Pada saat situasi pandemi Covid-19 pers menjadi garda terdepan untuk mencerahkan masyarakat, meluruskan informasi yang kurang akurat dan turut meredakan kepanikan yang melanda masyarakat terlebih di masa pandemi seperti saat ini, sehingga membangkitkan semangat positif yang mendorong produktivitas dan optimisme masyarakat. Hal ini disampaikan,Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati saat peringatan Hari Pers Nasional, di Wantilan Kerta Sabha, Denpasar, Selasa (9/2).

Melalui peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2021, Wakil Gubernur Bali berharap insan pers mampu melaksanakan tugas dalam mengemban harapan masyarakat, dengan tetap berpijak pada prinsip independensi serta berpegang teguh pada nilai-nilai pers sesuai dengan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Dengan mengangkat tema “Bangkit dari Pandemi, Bali Gerbang Pariwisata untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, Pers sebagai Akselerator Perubahan,” turut mengambil peran lebih banyak sebagai akselerator perubahan, agar pariwisata Bali yang berbasiskan budaya tetap tumbuh dan berkembang sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru yang mengandung makna

“Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama dan Gumi Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sekala-Niskala Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui Pembangunan secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945,” paparnya.

Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2021 di Provinsi Bali, harus dijadikan momentum sinergitas Pemerintah dan Pers untuk memberikan layanan informasi kepada masyarakat yang baik dan benar, sehingga mampu menyampaikan informasi yang baik dengan progres pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, sekaligus pers juga diharapkan mampu turut mengawal pelaksanaannya sehingga tujuan pembangunan dapat dilaksanakan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali IGMB Dwikora Putra mengatakan bahwa kebebasan pers dalam menyajikan informasi harusnya tetap mengacu pada data dan fakta yang ada dilapangan, sehingga tidak akan menimbulkan hal-hal yang menyebabkan benturan antar satu pihak dengan pihak lainnya.

Ekosistem dan industri pers harus berjalan dengan sehat dan terlindungi agar masyarakat dapat terus menerima informasi yang berkualitas. Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang baik dan berkualitas.

Untuk menyampaikan informasi yang baik tentunya juga memerlukan jurnalisme yang kompeten dan ekosistem yang baik. Selain itu saat kondisi pandemi seperti saat ini juga dibutuhkan kehadiran pers dengan perspektif yang jernih untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan demokrasi.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Kapolda Bali, Staf Ahli Pangdam IX/ Udayana, Kepala Penerangan KOREM 163/ Wirasatya, Anggota PWI Bali, Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali. Peringatan Hari Pers Nasional Indonesia di pusatkan di TMII Jakarta, dan secara virtual juga di hadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Pohon Kayu Putih Ratusan Tahun,Pikat Pengunjung ke Desa Tua

TABANAN – Pantaubali.com -Ingin berwisata Spiritual atau sekedar tracking dengan view hamparan persawahan? Mungkin bagi pecinta hal tersebut bisa mencoba dan merasakan langsung dengan cara datang ke salah satu objek Wisata di Desa Adat Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan tepatnya di objek wisata Kayu Putih.
Di objek tersebut memiliki daya tarik tersendiri yaitu, adanya pohon Kayu Putih yang menurut keterangan warga setempat telah berumur ratusan tahun dengan tinggi puluhan meter.

Pohon tersebut selain berumur ratusan tahun juga memiliki diameter yang besar.Dengan akar meliuk kesamping ke berbagai arah.Selain itu, akarnya juga terlihat mencengkram kokoh menembus tanah.

Pohon menjulang tinggi tersebut posisinya tepat berada di belakang Pura bernama Pura Babakan.Yang menurut pengelola wisata Kayu Putih yang juga sebagai Penyarikan Pura Babakan,I Made Kurna Wijaya,Kemarin,(Senin,(8/2) di Desa setempat menyampaikan,keberadaan pohon Kayu Putih dari cerita orang tua bahkan leluhur telah tumbuh tinggi dan besar terlihat seperti saat ini.

“Dari penelitian sempat dilakukan sebelumnya, pohon ini (Kayu Putih) telah berumur kurang lebih 700 tahun,dengan tinggi 75 meter berdiameter kurang lebih 60 meter,” sebutnya.

Mulai digagas menjadi objek wisata dimulai pada 2013,dan di 2014 telah mulai ramai dikunjungi.Mulai dari pengunjung di luar daerah,domestik bahkan wisatawan mancanegara juga sempat datang.

“Sebelum Pandemi kunjungan bisa mencapai 150 perhari kesini (Desa Adat Bayan,Desa Tua).Saat ini (adanya Pandemi) ada 25 orang dan saat akhir pekan mencapai 50 orang lebih pengunjung.Tentu kunjungan di tengah Pandemi tetap diatur atau mengikuti protokol kesehatan agar tidak menimbulkan kerumunan,” terangnya.

Biasanya para pengunjung sebagian ada mengabadikan momen dengan berselfi serta ada juga melakukan meditasi di hari-hari tertentu.

“Selain bisa menikmati wisata Spiritual para pengujung juga bisa melakukan dan menikmati tracking dengan view hamparan persawahan disini,” sebutnya.

Semenjak dibuka sebagai objek wisata Dirinya menyebutkan,telah memberi dampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.

Jelang Imlek,Kapolres Bersama Dandim 1619 Tabanan Menghimbau Jadwal Kegiatan Diperhatikan

TABANAN – Pantaubali.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek,Jumat,(12/2),Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar menghimbau, agar menjelang dan saat perayaan, ada penyesuain jadwal kegiatan Imlek.Mengingat saat ini dalam masa Pandemi Covid-19,itu disampaikan Dirinya dalam kunjung dan mengecek keamanan dan Kepatuhan Protokol Keasehan di Vihara Dharma Cattra Tabanan, hari Selasa,(9/2) pagi bersama dengan Dandim 1619 Tabanan Letkol Infanteri Toni Sri Hartanto.

Hal tersebut dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Tabanan tetap gencar dan secara berkesinambungan terus dilaksanakan.

“Kami bersama rombongan menghimbau,Setiap acara kegiatan keagamaan yang dilaksanakan supaya ada pembatasan warga yang hadir serta mengikuti ketentuan yang ada, disiplin Protokol kesehatan, disarankan agar persembahyangan dilaksanakan di rumah masing-masing dan jangan mendatangkan umat dari luar Kabupaten, Ucap Kapolres Tabanan,” Jelasnya.

Dirinya berharap panitia perayaan Imlek, agar mempersiapkan sesuai standar kepatuhan Protokol Kesehatan diantaranya, semua wajib masker, wajib mencuci tangan, menjaga jarak ( menghindari kerumunan ) dan sebelum masuk areal Vihara dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama perwakilan pengurus Vihara mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tabanan bersama rombongan atas atensinya dan kunjungannya,umat Budha siap mematuhi Protokol kesehatan, semua wajib masker, wajib mencuci tangan, menjaga jarak ( menghindari kerumunan ) dan sebelum masuk areal Vihara dilakukan pengecekan suhu tubuh dan melarang mendatangkan umat dari luar daerah.

Ini Data,Terkonfirmasi Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,Senin,(8/2) ada pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 260 orang (237 orang melalui Transmisi Lokal, 22 PPDN dan 1 PPLN), sembuh sebanyak 458 orang, dan 10 orang meninggal Dunia.

Sedangkan untuk jumlah kasus secara kumulatif Terkonfirmasi Positif 28.689 orang,Sembuh 24.999 orang (87,14%), dan Meninggal Dunia 750 orang (2,61%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 2.940 orang (10,25%).

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 pada tanggal 08 Februari 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se-Bali ditentukan berdasarkan peta zonasi Covid-19 tingkat Desa/ Kelurahan yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota se-Bali dengan mempedomani Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021, berlaku mulai tanggal 09 s/d 22 Februari 2021.

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun.

Menkumham RI Yasonna H. Laoly Belanja Kain Endek Bermotif Aksara Bali di Pameran IKM Bali Bangkit

DENPASAR – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly merasa bangga atas disertifikatkannya Kekayaan Intelektual (KI) Kepemilikan Komunal berupa Ekpresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional Tenun Endek Bali yang diperjuangkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Kebanggan tersebut dicurahkan langsung oleh Menteri Yasonna saat Gubernur Koster bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny Putri Koster mengajak Menteri Yasonna melihat anekaragam motif dan warna Kain Endek Bali ke Pameran IKM Bali Bangkit di Lantai I, Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar, usai menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual pada Jumat, Sukra Paing Sinta (5/2).

Setibanya di stand pameran proses penenunan Kain Songket Bali, Menteri Yasonna semakin tergugah untuk segera menyelamatkan warisan Kekayaan Intelektual (KI) Kepemilikan Komunal berupa Ekpresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional di Nusantara. Mengingat dalam proses penenunan untuk satu kain songket saja memakan waktu sangat lama, dengan menggunakan alat tenun tradisional.

Seorang penenun tradisional asal Telaga Tawang, Sidemen, Karangasem, Ibu Kadek Winianti yang sedang menenun Kain Songket bermotif Bulan Kayonan dihadapan Menteri Yasonna menyebutkan proses penenunan Kain Songket Bali ini menghabiskan waktu sampai 3 bulan lamanya untuk kain yang berbahan songket sutra, sedangkan pembuatan songket bisa menghabiskan waktu sampai 1 bulan.

“Saya harap Bapak Gubernur Koster membuat video aktivitas menenun Kain Songket Bali maupun Kain Endek Bali, kemudian memberitahukannya ke pemilik Rumah Mode asal Francis, Christian Dior, agar dia mengetahui proses terciptanya kain yang indah ini dengan memakan waktu yang sangat panjang,” ujar Yasonna seraya melihat-lihat hasil kerajinan perak di Sedana Yoga Silver, kemudian di Puspa Mega Silver, hingga membeli 2 Kain Endek Bali bermotif tulisan aksara Bali warna merah dan hitam di stand pameran Tenun Putri Ayu.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan Pameran IKM Bali Bangkit yang dibuat oleh Dekranasda Provinsi Bali merupakan program inovasi dengan tujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian Bali selama masa pandemi Covid-19. Sehingga para Industri Kecil Menengah (IKM) di Pulau Dewata memiliki kreativitas.

“Selain itu, Pameran IKM Bali Bangkit ini digelar sebagai upaya untuk membangkitkan produksi pasar di dalam dan luar negeri serta mengembangkan produk lokal yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali guna mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru khususnya dalam penguatan dan pemajuan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal, sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan,” tegas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny Putri Koster mengatakan dalam Pameran IKM Bali Bangkit yang diikuti oleh 50 IKM tersebut menyajikan hasil Kerajinan asli Bali, baik Kain Tenun, Perak, Ukiran Batu, Kayu dan lainnya yang mempunyai ciri khas tersendiri dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Selama pameran berlangsung, Dekranasda Provinsi Bali melarang para peserta pameran menjual produk tiruan seperti songket bordiran dan alpaca.

“Kita ingin menonjolkan produk asli Bali yang berkualitas, jadi penuhi itu, jangan menjual produk tiruan yang menurunkan kualitas yang asli, seperti halnya kain songket Bali yang sudah kondang sebagai produk berkualitas dan mendunia, maka tidak perlu menjual kain songket bordir yang sudah pasti kualitasnya rendah. Kalau kain songket bordir sampai beredar dalam pameran ini, maka sudah ada yang mencederai warisan leluhur Bali. Untuk itu, saya mengajak para perajin jangan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati produk seperti itu,” tegas pendamping orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ida Ayu Kalpika menyebutkan Pameran IKM Bali Bangkit berlangsung dari tanggal 1 Pebruari – 31 Maret 2021, dengan memamerkan Perhiasan Perak dan Emas, Batu Permata, Payasan Bali, Tenun Endek dan Songket, Fashion, Produk Sepatu, Sandal, dan Tas, kemudian Produk Kerajinan Logam, Produk Kerajinan Kayu, Produk Spa dan Usada, serta kerajinan lainnya.

“Selama pameran berlangsung, seluruh peserta dan pengunjung yang hadir di ruang pameran Gedung Ksirarnawa wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, seperti membatasi jumlah peserta dan penunggu pameran, mencuci tangan, memakai masker, tidak berkerumun, mengukur suhu setiap hari dengan alat yang disediakan panitia serta mengikuti rapid test dan swab,” pungkasnya.