- Advertisement -
Beranda blog Halaman 712

WNA Inggris Hilang Saat Saat Bersnorkeling di Padangbai

KARANGASEM – Pantaubali.com – Seorang WNA Inggris dikabarkan belum kembali dari aktivitas snorkeling di Pantai Blue Lagoon, Padangbai, Karangasem, Rabu (28/9).Korban berangkat bersama istrinya dan memulai snorkeling kurang lebih pukul 17.30 Wita. Dari laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) diketahui identitas korban atas nama Graham usia 68 tahun.

Basarnas Bali menerima laporan kejadian kemarin malam pada pukul 20.10 Wita dan segera menggerakkan personil dari Pos SAR Karangasem sebanyak 6 orang.

“Pencarian kemarin belum memberikan hasil, dan hari ini operasi SAR sudah dimulai sejak pagi,” terang Gede Darmada, S.E., M.A.P., Kepala Kantor Basarnas Bali.

Penyisiran dilakukan dengan fokus pada area pencarian seluas 0,43 NM² di sekitar korban snorkeling.

“Total area pencarian dibagi menjadi 3 dan yang bergerak 2 unit rubber boat Basarnas serta BPBD dan rencana menyusul speedboat Polair Polres Karangasem,” jelas Darmada.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR diantaranya dari Basarnas Bali, Polair Polres Karangasem, Polair Polda Bali, Polsek Padangbai, Balawista BPBD Karangasem, SPKKL (Bakamla), TNI AL Pos Candidasa, sekeluarga korban serta unsur SAR lainnya.

Ketua DPRD Tabanan Berikan Support Pada Wakil Tabanan Pada Liga Livoli Divisi I

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos menyempatkan,.memberikan support atau dukungan langsung pada tim voli putra Manik Tabanan yang mewakili Kabupaten Tabanan di kejuaraan nasional antar club Divisi I Livoli sejak 25 September hingga 2 Oktober 2022.

“Kami hadir untuk meberikan dukungan dan motivasi. Voli sudah menjadi salah satu olahraga yang dicintai masyarakat Tabanan,” katanya Selasa, (27/9).

Pada kesempatan itu, hadir juga yang mendampingi Dirga, yakni Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Tabanan sekaligus anggota DPRD Tabanan Made Suarta, anggota DPRD Tabanan yang lain yakni Gede Purnawan dan Ketut Arsana Yasa.

“Dengan berolahraga mari kita wujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Sehingga bisa berperan dlam pembangunan daerah, nusa dan bangsa,” ujarnya.

Mantan ketua PBVSI Tabanan tiga periode ini beberapa waktu lalu sempat memberikan bantuan uang tunai untuk perbaikan lapangan voli di Desa Timpag Kerambitan. Paling baru Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara memberikan bantuan untuk pembuatan lapangan voli ke club voli Rajawali di Banjar Jelai, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan dan club voli Singa Murti di Banjar Sangging, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan.

“Secara pribadi saya mengucapkan terimakasi pada pengurus PBVSI Tabanan telah menyelenggarakan kegiatan berskala nasional seperti ini. Saya berharap cabang olahraga lain bisa melakukan hal serupa sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Apalagi melibtkan UMKM lokal ini sangat bagus,” ujarnya.

Kejuraan nasional antar club Divisi I Livoli diikuti peserta dari 15 provinsi dengan 23 club voli putra dan 19 club voli putri. Ada 12 pertandingan setiap harinya dengan menggunakan dua lapangan. Dijadwalkan pada 1 Oktober 2022 merupakan partai semifinal dan final pada 2 Oktober 2022.

Panitia menyiapkan hadiah dengan Rp 100 juta. Juara pertama mendapatkan R 20 juta. Urutan kedua mendapatkan Rp 12,5 juta dan urutan ketiga mendapatkan Rp 7,5 juta. (Rilis)

Akhirnya Korban Terseret Arus di Pantai Batu Tampih Ditemukan Meninggal Dunia

TABANAN – Pantaubali.com – Sempat dikabarkan hilang terseret arus, akhirnya Riski (21) telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Senin (26/9) sekitar pukul 17.50 Wita. Jenasah warga asal Desa Jeris, Situbondo tersebut, terdampar di Pantai Kelating tepatnya di bagian muara.

Tim yang semula memusatkan pencarian di seputaran lokasi korban terseret arus, segera bergerak ke pantai Kelating untuk melaksanakan evakuasi. Kepala Seksi Operasi SAR, Anak Agung Alit Supartana dalam wawancaranya mengatakan, bahwa posisi penemuannya berada kurang lebih 3 kilometer arah barat LKM (koordinat 8° 34.879’S-115° 3.479’T).

“Setelah kami melakukan pengecekan bahwa memang benar korban atau target yang kita cari yang terdampar ini setelah dicek keluarga atau teman korban,” ungkap Alit Supartana.

Selanjutnya jenasah dibawa ke Rumah Sakit Umum Tabanan menggunakan Ambulance Bhuana Bali Rescue.

Hari kedua pencarian korban, tim SAR gabungan memulai pencarian sejak pagi dengan menggunakan 2 unit rubber boat dan jukung nelayan. Dimana fokus pencarian sejauh 0,59 mil dari bibir Pantai Batu Tampih dengan luas area 6 Nm. Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polair Polres Tabanan, Babinsa Desa Sudimara, BPBD Tabanan, Bhuana Bali Rescue, Potensi SAR Radio 115, Kelompok Nelayan Batu Tampih dan Kelating, rekan korban dan masyarakat setempat.

Diberitakan sebelumnya korban atas nama Riski mandi di Pantai Batu Tampih sekitar pukul 17.45 Wita bersama 2 orang rekannya. Tak lama berselang tiba-tiba mereka terseret arus dan 2 orang berhasil selamat, namun nahas Riski dikabarkan menghilang.

Wagub Bali Sebut, Bali Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Pariwisata

BADUNG- Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara Seminar Internasional “Re-Inventing Indonesian Health, Wellness & Tourism Industry: How to learn from the past, live in the present, and prepare for the future”, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kesehatan Pariwisata (PSKP) UNISAH berkolaborasi dengan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) S2 UNS, digelar di Hotel Patra-Badung, Sabtu (24/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan materi terkait “Peluang dan Tantangan Pariwisata Bali Pasca Pandemi Covid-19”. Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar mengatakan, bahwa dalam membahas pariwisata, maka dirinya membagi atas 5 periode pertama, lahirnya pariwisata Bali tahun 1902, Kedua tahun 1960 disebut fase Bali Membangun yang ditandai dengan beberapa pembangunan infrastruktur strategis seperti Bandara dan yang lainnya, Ketiga tahun 1980 pariwisata Bali ada di persimpangan jalan, akibat tingginya pariwisata di Bali, Keempat fase Sandya Kalaning Bali dari tahun 2000-2020 yang ditandai dengan Bom Bali dan Pandemi Covid-19, selanjutnya Kelima 2022 merupakan periode Bali Era Baru.

Suatu Era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentrem kerta raharja, gemah ripah lohjinawi; yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 Dimensi Utama, Dimensi Pertama, bisa menjaga/memelihara keseimbangan Alam, Krama (manusia), dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali); Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; Dimensi Ketiga, memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang

Belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi. Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu ada Covid, ekonomi Bali sangat terpuruk. Maka,dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali, salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian,kelautan dan perikanan, serta industri kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata.

“Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal”, cetusnya.

Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta Pandemi COVID-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu dominasi sektor Pariwisata.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata. Dan pengembangan infrastruktur pendukung. Hal tersebut dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Selanjutnya, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa, hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antar wilayah. Selama ini ketimpangan antar wilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan.

Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana Prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan.

“Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal”, katanya.

Dalam acara telah berlangsung dari 23 September 2022 diikuti oleh 300 orang peserta, juga menghadirkan beberapa narasumber lain seperti, Dr. I Made Susila Utama dan dr Dasti Anditiarina.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster Pamerkan Tenun Tradisional Endek Bali Dalam Pameran Kriyanusa Tahun 2022

JAKARTA – Pantaubali – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster memberikan dukungan besar terhadap perkembangan produk fashion show Bali dengan menggunakan kain tenun tradisional Bali. Setelah melewati masa pandemi Covid-19 selama dua (2) tahun, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) Tahun 2022, yang digelar di Jakarta Convention Center, Rabu (21/9). Pameran yang dibuka oleh Ibu Iriana Joko Widodo mengambil tema “Semangat Bertahan Pengrajin Berdaya Saing” melibatkan 143 peserta dari 34 provinsi di se-Indonesia.

Dekranasda Bali mendapat kesempatan menampilkan karya-karya desainer kita dalam ajang Kriyanusa. Diharapkan pemerintah selalu memberikan ruang, waktu dan kesempatan kepada desainer agar mereka bisa berkreasi, memakai dan memamerkan busana-busana sesuai kultur, hal tersebut disampaikan, Ny. Putri Koster

“Saya bangga dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Bali, hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki banyak kesempatan untuk mempromosikan karya-karya kreasi kain tenun tradisional Bali di depan pimpinan Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan pusat se-Indonesia,” imbuh Ny. Putri Koster.

Istri Gubernur Bali Wayan Koster ini mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang dan mengapresiasi kerajinan dan karya pelaku industri kecil dan menengah yang berasal dari Bali, karena ketekunan dan inovasi yang berani membangun dan membangkitkan kreativitas dalam menghasilkan karya seninya, mampu menunjukkan bahwa kerajinan tradisional asal Bali yang juga merupakan warisan leluhur Bali mampu menembus pasar nasional dan internasional.

“Terlihat kerajinan tradisional khususnya kain tenun tradisional endek, songket dan kerajinan perak menjadi pilihan wisatawan domestik bahkan internasional untuk dijadikan buah tangan saat kembali ke daerahnya masing-masing. Saya bahkan sangat bangga kepada pelaku UMKM dan IKM Bali yang bertahan dan tetap berkreasi di tengah pandemi Covid-19 bahkan menjadi faktor perputaran ekonomi di Bali. Dan saya harapkan pelaku industri kecil dan menengah dan UMKM Bali terus bergerak dan menggeliat di tengah kondisi apapun itu,” ungkap Ny. Putri Koster.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ibu Wury Ma’ruf Amin yang hadir langsung, dalam sambutannya mengatakan bahwa pameran ini sebagai salah satu perwujudan dari produk-produk kriya buatan dalam negeri yang memiliki aspek budaya untuk dapat diperlihatkan dan diapresiasi oleh masyarakat luas, serta harus dikembangkan lebih lanjut sebagai komoditas industri yang memiliki daya saing dan bernilai ekonomi tinggi.

Ditambahkannya, agar para perajin saya jangan pantang menyerah dan terus semangat dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan nusantara, meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga tetap semangat, kreatif berinovasi, dan terus meningkatkan daya saing produknya agar mampu bertahan di masa pandemi,” kata, Ibu Wury.

Melalui pameran ini, Ibu Wury juga berharap para peserta dapat mempromosikan karyanya secara aktif. karena produk kriya Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dari segi kualitas dan bahan sehingga dapat diterima oleh pasar domestik dan juga pasar internasional.

“Saya berharap melalui Pameran Kriyanusa ini para peserta pameran dapat mempromosikan karyanya secara aktif, agar hasil kreasinya dapat makin dikenal dan dinantikan masyarakat pecinta kriya Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Wury turut mengajak para peserta untuk ikut serta mendukung program pemerintah yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia sebagai upaya mengantisipasi persaingan pasar global yang makin ketat. Selain itu, regenerasi juga dinilai perlu diperhatikan, mengingat keahlian turun-temurun untuk menghasilkan produk kriya pada sebagian jenis kriya sudah mulai punah.

Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) yang dihadiri juga oleh Dewan Kehormatan Dekranas Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, dan Ketua Panitia Pameran Kriyanusa Elizabeth Thohir ini akan dilangsungkan selama lima (5) hari mulai dari 21 sampai 25 September 2022 di Hall A Balai Sidang Jakarta Convention Center, DKI Jakarta.(Rilis)

700 Atlet Akan Berlaga di Kejurnas Antar Club Voli se-Indonesia di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Kabupaten Tabanan akan menjadi tempat Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar club voli se-Indonesia – Livoli Divisi Satu.Pelaksanaan akan digelar mulai 25 September sampai 2 Oktober 2022 di GOR Debes Tabanan.

Nantinya sebanyak 42 Club se Indonesia akan bertanding.Yang dibagi dalam dua pertandingan, mulai dari, 23 Club untuk putra dan 19 club untuk putri.

Menurut, Ketua Panpel, I Gede Made Anom Putra, menyampaikan, Kejurnas Livoli akan melibatkan sekitar 700 orang ini atlet merupakan pertandingan pertama kali digelar di Kabupaten Tabanan.

“Jadi ini merupakan pertandingan melibatkan peserta paling banyak dalam Kejurnas Livoli ini.Perhari akan ada, 12 pertandingan dibagi putra dan putri dengan menggunakan dua lapangan saat babak penyisihan”, katanya, Sabtu,(24/9) di Tabanan.

Mengenai seluruh perisapan hampir 100 persen selesai, tinggal terkait dengan kelistrikan karena, membutuhkan tambahan daya kurang lebih 50.000 Watt.

Sembari Dirinya menambahkan, untuk acara seremoni pembukaan akan dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan.

“Bapak Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya akan membuka secara resmi Kejurnas Livoli ini”, cetusnya.

Wagub Bali : “Pembangunan Desa Wisata Harus Dibarengi dengan Pembangunan SDM Masyarakat Desanya”

BADUNG – Pantaubali.com – Pembangunan Desa Wisata bukanlah pembangunan yang instan, memerlukan waktu hingga puluhan tahun, bahkan Ubud sendiri membutuhkan waktu sampai seratus tahun. Karena hal itu harus dibarengi dengan pembangunan SDM masyarakat Desa itu sendiri. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati saat menjadi narasumber pada Seminar Working Group bertemakan “Building World-Class Green and Sustainable Tourism Village for Bali’s Recovery and Transformation through Social Innovation” bertempat di Hotel Merusaka, ITDC, Nusa Dua, Badung, pada Jumat, Sukra Paing Ugu, 23 September 2022.

Menurut Wagub yang juga praktisi pariwisata ini, SDM masyarakat yang terbangun akan membantu mempertahankan keberadaan desa wisata itu sendiri.

“Desa yang bersih dan asri yang dijaga oleh masyarakat desanya akan menarik wisatawan untuk datang. Jadi bangun dulu SDMnya,” tegas Wagub Cok Ace.

Ia pun melanjutkan, jika skema pembangunan pariwisata termasuk desa wisata itu sendiri sudah dibagi berdasarkan karakteristik wilayahnya. Untuk di Bali bagian utara akan dibangun pariwisata konservasi, Bali Barat pariwisata pertanian sedangkan Bali bagian timur pariwisata spiritual.

“Jadi kita sudah ada konsep yang berdasarkan konsep Dewata Nawa Sanga,” imbuhnya.

Melanjutkan sambutannya, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa tren wisatawan saat ini cenderung memilih destinasi wisata di alam terbuka sebagai tujuan wisatanya dengan udara yang bersih dan dan pengalaman yang diperoleh saat berada di lokasi wisata berbaur dengan masyarakat lokal merasakan sentuhan budaya setempat. Dan desa wisata adalah pilihan yang tepat untuk mengakomodir tren minat wisatawan tersebut.

“Di Indonesia diperkirakan ada 1.000 desa yang berpotensi untuk dikembangkan pariwisatanya, sementara di Bali terdapat 238 Desa Wisata yang telah ditetapkan oleh Bupati ataupun Walikota dengan berbagai kategori pengembangan yakni Rintisan, Berkembang, Maju dan Mandiri,” bebernya.

Desa wisata menurut Cok Ace sangat berkembang di Bali didukung oleh keunikan budaya, partisipasi masyarakat serta pesona alamnya yang indah serta dengan mengimplementasikan kearifan lokal “Tri Hita Karana”. Hal ini juga bersinergi dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni melestarikan alam, budaya, dan mensejahterakan masyarakat Bali. Keberadaan desa wisata merupakan salah satu upaya mewujudkan destinasi hijau yang berkelanjutan yang penerapannya di pedesaan. Keberlanjutan yang diharapkan dapat tumbuh adalah keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan budaya, keberlanjutan sosial ekonomi dan keberlanjutan dalam pengelolaanya.

“Bukan tidak mungkin ke depan keberadaan desa-desa wisata di Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan kelas dunia. Seperti yang kita bisa kita lihat sekarang pada desa wisata Penglipuran, Tenganan, Pemuteran dan Mas,” tandasnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno yang saat itu menjadi Keynote Speaker menyampaikan apresiasi kerja keras banyak pihak untuk membangun desa wisata di seluruh Indonesia, termasuk Bali. Menurutnya Bali bisa menjadi episentrum pembangunan desa wisata di seluruh Indonesia.

“Bali bisa menjadi center of excellent dalam pengelolaan desa wisata,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan desa wisata juga diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan hingga 30%, karena desa wisata akan menjadi daya tarik sendiri terutama bagi wisatawan mancanegara.

“Untuk itu kita butuh kolaborasi banyak pihak seperti dari private sector, NGO, masyarakat hingga Bappenas,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, yang mengatakan saat ini hanya Bali yang sudah membagi-bagi basis desa wisata sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Bahkan hal tersebut sudah terorganisir dengan baik. Ia pun melanjutkan bahwa Kemenparekraf akan membangun setidaknya 7.500 desa wisata ke depan di seluruh Indonesia, dan Bali akan menjadi benchmarknya.

IJTI Bali Gelar Pelatihan Video Jurnalis Menyongsong Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi Publik

BADUNG – Pantaubali.com – Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali menggelar pelatihan video jurnalis. Kegiatan pelatihan yang bertajuk Pelatihan Video Jurnalis Menyongsong Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi Publik diselenggarakan sehari penuh. Pelatihan dilaksanakan dari pagi hingga petang, di Hotel PrimBiz Kuta Hotel (Jumat,23/09).

Pelatihan video jurnalis ini, diikuti oleh berbagai perwakilah humas lembaga yang ada di Bali, mahasiswa dan wartawan. Secara keseluruhan, sebanyak 41 orang ikut serta dalam acara pelatihan kali ini. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pengetahuan tentang video jurnalis dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi. Video jurnalistik merupakan produk audio visual, yang tidak terlepas dari naskah, maka peserta pun diberitan materi penulisan.

Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan Video Jurnalis, Handi Putra mengatakan, kegiatan pelatihan ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang pengelolaan video sebagai produk digital untuk menyebarkan informasi.

“Pelatihan ini kami memang lebih banyak melibatkan kawan-kawan yang ada di humas lembaga yang ada di Bali. Karena rekan-rekan humas juga dituntut membuat konten video untuk promosi lembaganya. Dengan Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kwalitas konten video yang dihasilkan” Ungkapnya.

Handi Putra juga menamabahkan, bahwa pelatihan ini juga kita berikan untuk mahasiswa yang tertarik dengan dunia video jurnalis.

“Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang minat video jurnalis. Ini bisa menjadi ruang belajar bagi mereka. Selain itu, kami juga mengajak kawan wartawan yang media tempatnya bekerja juga memproduksi konten video” imbuhnya.

Bentuk pelatihan yang diselenggarakan oleh IJTI Bali ini, dibagi menjadi 3 sesi pelatihan. Sesi 1 satu materi penulisan dan pengambilan gambar. Sesi 2 peserta langsung praktek lapangan untuk membuat video. Sesi 3 dilakukan penayangan dan evaluasi video. Dalam sesi praktek lapangan peserta dibagi menjadi 8 kelompok dengan mendapat pendampingan mentor dari anggota IJTI Bali.

“Palatihan ini bukan sekedar teori saja, juga ada praktek lapangannya, jadi lebih seru. Karena tugas saya juga secara langsung sebagai humas, pelatihan ini jadi menambah wawasan saya tentang video. Saya juga datang bersama staf saya agar mereka juga punya tambahan pengetahunan” Ucap Anak Agung Jayalantara, Kasi Intel Kejari Buleleng yang hadir sebagi peserta dalam pelatihan Video Jurnalis kali ini.

Ketua IJTI Bali, Ananda Bagus, menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dibuat, sejak dilantik sebagi ketua pada Februari lalu.

“Ini kegiatan pertama kami di IJTI Bali. Rencananya kegiatan semacam ini akan terus dilakukan dengan menyasar audien yang berbeda, bukan hanya humas. Semoga dengan pelatihan ini konten video yang beredar disosmed bisa lebih baik” paparnya.

Ananda Bagus, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti acara pelatihan, serta semua pihak yang telah mendukung acara Pelatihan Video Jurnalis IJTI Bali 2022.

Menyongsong Digitalisasi Dan Keterbukaan Informasi Publik IJTI Bali Laksanakan Pelatihan Video Jurnalis

 

BADUNG – Pantaubali.com – Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali menggelar pelatihan video jurnalis. Kegiatan pelatihan yang bertajuk Pelatihan Video Jurnalis Menyongsong Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi Publik diselenggarakan sehari penuh. Pelatihan dilaksanakan dari pagi hingga petang, di Hotel PrimBiz Kuta Hotel (Jumat,23/09).

Pelatihan video jurnalis ini, diikuti oleh berbagai perwakilah humas lembaga yang ada di Bali, mahasiswa dan wartawan. Secara keseluruhan, sebanyak 41 orang ikut serta dalam acara pelatihan kali ini. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pengetahuan tentang video jurnalis dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi. Video jurnalistik merupakan produk audio visual, yang tidak terlepas dari naskah, maka peserta pun diberitan materi penulisan.

Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan Video Jurnalis, Handi Putra mengatakan, kegiatan pelatihan ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang pengelolaan video sebagai produk digital untuk menyebarkan informasi “Pelatihan ini kami memang lebih banyak melibatkan kawan-kawan yang ada di humas lembaga yang ada di Bali. Karena rekan-rekan humas juga dituntut membuat konten video untuk promosi lembaganya. Dengan Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kwalitas konten video yang dihasilkan” Ungkapnya.

Handi Putra juga menamabahkan, bahwa pelatihan ini juga kita berikan untuk mahasiswa yang tertarik dengan dunia video jurnalis. “Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang minat video jurnalis. Ini bisa menjadi ruang belajar bagi mereka. Selain itu, kami juga mengajak kawan wartawan yang media tempatnya bekerja juga memproduksi konten video” imbuhnya.

Bentuk pelatihan yang diselenggarakan oleh IJTI Bali ini, dibagi menjadi 3 sesi pelatihan. Sesi 1 satu materi penulisan dan pengambilan gambar. Sesi 2 peserta langsung praktek lapangan untuk membuat video. Sesi 3 dilakukan penayangan dan evaluasi video. Dalam sesi praktek lapangan peserta dibagi menjadi 8 kelompok dengan mendapat pendampingan mentor dari anggota IJTI Bali.

“Palatihan ini bukan sekedar teori saja, juga ada praktek lapangannya, jadi lebih seru. Karena tugas saya juga secara langsung sebagai humas, pelatihan ini jadi menambah wawasan saya tentang video. Saya juga datang bersama staf saya agar mereka juga punya tambahan pengetahunan” Ucap Anak Agung Jayalantara, Kasi Intel Kejari Buleleng yang hadir sebagi peserta dalam pelatihan Video Jurnalis kali ini.

Ketua IJTI Bali, Ananda Bagus, menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dibuat, sejak dilantik sebagi ketua pada Februari lalu. “Ini kegiatan pertama kami di IJTI Bali. Rencananya kegiatan semacam ini akan terus dilakukan dengan menyasar audien yang berbeda, bukan hanya humas. Semoga dengan pelatihan ini konten video yang beredar disosmed bisa lebih baik” paparnya.

Ananda Bagus, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti acara pelatihan, serta semua pihak yang telah mendukung acara Pelatihan Video Jurnalis IJTI Bali 2022. (*)

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati, I Made Edi Wirawan, S.E, menghadiri Penutupan Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Tabanan, Yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen untuk mendukung Implementasi Pembangunan Kota Cerdas, (Smart City) Kabupaten Tabanan, Kamis (22/9). 

Penutupan Bimtek yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir ini mengambil tempat di Gedung Kesenian, I Ketut Maria Tabanan dan dihadiri oleh Ketua DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, Para Asisten Sekda beserta Para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Sebagai langkah tindak lanjut atas terpilihnya Kabupaten Tabanan sebagai salah satu dari 50 Kabupaten/Kota untuk mengikuti program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Tabanan dilaksanakan melalui Bimtek sebanyak 4 kali mulai dari tanggal 20 juni hingga 22 September 2022.

Tujuan pelaksanaan Smart City ini tidak lain ialah untuk mendorong setiap daerah untuk memiliki Inovasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna memaksimalkan potensi daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui Pidato Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Edi, Pihaknya menghimbau agar Era digital dapat dijadikan pembelajaran dan pemicu serta penyemangat bagi birokrasi untuk terus melakukan Inovasi agar pelayanan dapat memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat.

“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh pimpinan perangkat daerah, harus cepat melakukan adaptasi, berinovasi dan berkolaborasi. Dengan komitmen bersama untuk mengimplementasikan masterplan smart city dan quick win, saya yakin kita akan mampu menjawab tantangan ke depan dan menyelesaikan program prioritas daerah” Wabup Edi menyampaikan dalam pidato Bupati Tabanan yang dibacakannya.

Pihaknya menyatakan, bahwa Pemkab Tabanan akan dan selalu berkomitmen untuk melaksanakan program smart city secara bersungguh-sungguh, tentunya dengan berpedoman pada masterplan smart city yang berhasil disusun dalam kegiatan Penyusunan masterplan smart city, Kabupaten Tabanan oleh Dewan Smart City, Tim Pelaksana Smart City dan Kelompok Kerja (Pojka) Smart city Kabupaten Tabanan atas bimbingan dari Tim Pembimbing/Tenaga Ahli Dari Kementerian kominfo RI.

Implementasi dari Pembangunan Smart City di Tabanan ini pun sepenuhnya telah mengacu pada program prioritas daerah yang dipetakan ke dalam enam elemen smart city yaitu Smart Governance, Smart living, Smart Society dan Smart Environment. “Semoga ke depan mampu memberikan dampak positif sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat” Imbuh Edi. Pihaknya juga berharap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat kedepannya dapat meningkat sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tabanan dalam rangka mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)

Menanggapi harapan dari Bupati Tabanan tersebut, ketua Panitia Penyusunan Master Plan Smart City Kabupaten Tabanan, I Gede Urip Gunawan, S.Sos.,M.Si menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan dan motivasi dari jajaran Pemerintahan Kabupaten Tabanan begitu pula para pembimbing dan tenaga ahli dari kementerian kominfo hingga dewan smart city, tim pelaksana dan pokja smart city, hingga Bimtek yang berlangsung dapat berjalan dengan lancar. “Adapun output dari kegiatan Bimtek ini adalah tersusunnya masterplan smart city Kabupaten Tabanan” Ujarnya.